Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Aljabar Siswa SMP Melalui Pembelajaran Modul Aljabar Berbasis Relational Thinking Darsono Darsono; Ika Santia; Jatmiko Jatmiko
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.445 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v6i2.1517

Abstract

Abstrak—Kemampuan berpikir relasional merupakan bagian yang penting dari pembelajaran matematika sekolah. Pada materi persamaan aljabar, siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah tersebut karena kurangnya pemahaman simbol relasi ekuivalensi. Hal ini menunjukkan bahwa pemecahan masalah selama ini hanya menuntut siswa mengaplikasikan algoritma untuk mendapatkan jawaban akhir, tidak mendukung siswa untuk berpikir dan menemukan sendiri konsep relasi ekuivalensi. Oleh karena itu dikembangkan suatu media pembelajaran aljabar yang merangsang kemampuan berpikir relasional siswa SMP dengan harapan akan mendukung kemampuan pemecahan masalah aljabar siswa SMP. Untuk itu, penelitian ini bertujuan menganalisis ada tidaknya peningkatan pemecahan masalah aljabar siswa SMP setelah menggunakan modul aljabar berbasis berpikir relasional.  Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif  yang menggunakan uji-t dua sampel berpasangan untuk menganalisis peningkatan kemampuan pemecahan masalah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes tulis relasi. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas VII sebanyak 30 siswa. Data dianalisis dengan bantuan Program SPSS 21. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah aljabar setelah penggunaan modul aljabar berbasis berpikir relasional dengan sig = 0,00 < 5% dengan t hitung = -6,43 > -t0,05. Jadi penggunaan modul dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah aljabar siswa SMP.
Budidaya Cincau dan Tanaman Obat Keluarga untuk Meningkatkan Perekonomian Warga Bajang, Desa Semen, Kediri Samijo Samijo; Aprilia Dwi Handayani; Darsono Darsono; Feny Rita Fiantika; Jatmiko Jatmiko
Jurnal Abdimas UNU Blitar Vol 2 No 1 (2020): Volume 2, Nomor 1, Juli 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pendampingan Budidaya Cincau dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang ditujukan untuk kelompok Ibu-ibu warga Dusun Bajang, Desa Semen, Kec. Semen, Kab. Kediri. Tujuan kegiatan PKM ini adalah mendampingi warga dusun Bajang, khususnya Ibu-ibu Rumah tangga untuk dapat membudidayakan Cincau dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di halaman rumah sehingga nantinya dapat digunakan sebagai tambahan pengahsilan bagi Ibu Rumah Tangga. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan memberikan pelatihan interaktif dan pendampingan tentang: (1) Budidaya Cincau dan TOGA, (2) Pengolahan Cincau dan TOGA untuk menambah nilai jual, dan (3) prospek usaha cincau dan sistem kemitraan bagi warga Dusun Bajang, Desa Semen. Pendekatan pelatihan interaktif menggunakan participant active learning (peserta berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pendampingan budidaya dan pengolahan Cincau dan TOGA. Hasil dari pengabdian masyaralat ini adalah dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan serta edukasi non formal bagi ibu-ibu tentang budidaya dan manfaat Cincau dan TOGA. Pengabdian ini juga dapat menambah wawasan baru bagi ibu-ibu untuk memulai usaha dengan memanfaatkan budidaya toga dan cincau.
Workshop Pembelajaran Daring pada Guru SD Negeri Mrican 4 Kota Kediri Dian Devita Yohanie; Suryo Widodo; Yuni Katminingsih; Samijo Samijo; Aprilia Dwi Handayani; Bambang Agus Sulistyono; Darsono Darsono; Jatmiko Jatmiko
Jurnal Abdimas UNU Blitar Vol 3 No 1 (2021): Volume 3 Nomor 1, Juli 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jppnu.v3i1.41

Abstract

Hasil survei lapangan menunjukkan bahwa sejak adanya pandemi Covid-19 di seluruh dunia telah memaksa banyak pekerja untuk tetap bekerja dari rumah dan mengadakan pertemuan atau meeting secara online. Begitupun dengan guru-guru di SDN Mrican 4 merupakan pendidik yang perlu mengembangkan mutu pembelajaran secara profesional. Mayoritas guru-guru belum mampu untuk mengoperasikan pembelajaran daring atau online. Tujuan dari workshop ini untuk memberikan pelatihan membuat program pembelajaran daring melalui pelatihan Google Meet, Google Form, Google Classroom dan Edmodo pada guru SDN Mrican 4 Kota Kediri diharapkan dapat menjadi salah satu keterampilan dalam mengembangkan mutu pembelajaran secara online sehingga meningkatkan profesional guru. Kegiatan worksop ini dilaksanakan secara offline dengan menerapkan protokol kesehatan. Adapun tahap dari kegiatan pelatihan ini diantaranya (1) Penyampaian materi dan praktik pembelajaran Google Meet, Google Form, Google Classroom dan Edmodo (2) Evaluasi pelatihan. Untuk mengetahui tingkat pemahaman Guru dari kegiatan pelatihan ini, sebelum kegiatan melakukan pengisian link pretest dan sesudah kegiatan melakukan pengisian link postest. Hasil dari pretest dan post test dapat dijadikan sebagai evaluasi kegitan pelatihan ini dengan hasil pemahaman guru terhadap materi google meet mengalami peningkatan hingga 84,6%, hasil pemahaman guru terhadap materi google form mengalami peningkatan hingga 79,8%, hasil pemahaman guru terhadap materi google classroom mengalami peningkatan hingga 81,5%, dan . hasil pemahaman guru terhadap materi edmodo mengalami peningkatan hingga 76,9%.
Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pembuatan Modul Digital di SMK PGRI 3 Kediri Samijo Samijo; Aan Nurfahrudianto; Jatmiko Jatmiko; Dian Devita Yohanie; Darsono Darsono
Jurnal Abdimas UNU Blitar Vol 3 No 2 (2021): Volume 3 Nomor 2, Desember 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jppnu.v3i2.59

Abstract

Berdasarkan analisis situasi yang dilakukan dengan metode wawancara kepada kepala SMK PGRI 3 Kediri bahwa guru belum sepenuhnya memanfaatkan dan membuat modul digital sebagai bahan ajar alternatif. Dalam proses pembelajaran daring kondisi siswa banyak yang tidak menyimak penjelasan guru. Hal ini bisa dilihat dari kurangnya motivasi siswa dalam menjawab setiap pertanyaan guru. Jika hal ini terus dibiarkan, maka akan berdampak pada hasil belajar siswa yang tidak maksimal. Adapun solusi yang ditawarkan adalah memberi workshop, mediasi serta bantuan berupa penyediaan forum bagi guru untuk mengenal lebih jauh tentang pembuatan modul digital dalam pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi guru. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama dua hari. Metode yang digunakan yaitu melakukan analisis situasi, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi. Kegiatan ini secara kesuluruhan diselenggarakan dengan baik dan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun, meskipun belum semua peserta pendampingan menguasai dengan baik materi yang disampaikan.
Penyusunan Bahan Ajar Pengembangan Kognitif Melalui Pendekatan Iceberg Pada Anak Kelompok TK B Aprilia Dwi Handayani; Dema Yulianto; Samijo Samijo; Dian Devita Yohanie; Darsono Darsono
Efektor Vol 7 No 2 (2020): Efektor Vol.7 No.2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v7i2.14994

Abstract

Salah satu perkembangan kognitif yang harus diperhatikan usia TK adalah kemampuan berhitung yang mencakup konsep penjumlahan dan pengurangan. Faktanya, tidak semua anak usia TK dapat memahami dengan baik konsep matematika yang disajikan dalam simbol matematika. Selain itu, sebagian anak usia TK masih mengalami kesulitan dalam menjumlahkan angka-angka secara abstrak. ada pula siswa yang kurang mampu menuliskan banyaknya benda dalam simbol angka. Oleh karena itu, untuk mendukung perkembangan kognitif anak kelompok TK B secara optimal diperlukan stimulan yang tepat dalam proses pembelajaran. Sehingga disusun sebuah bahan ajar yang berdasarkan pada teori Iceberg untuk mengembangkan kemampuan koginitif anak dalam konsep berhitung. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar untuk memperkenalkan konsep penjumlahan dan pengurangan bagi TK kelompok B dengan menggunakan pendekatan Iceberg. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dilaksanakan dalam tahapan 4D yaitu, define, design, develop dan disseminate. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahan ajar yang disusun termasuk dalam kategori layak dan dapat digunakan untuk menjadi bahan ajar penunjang pembelajaran berhitung pada anak usia TK
Pelatihan Penilaian Pembelajaran melalui Aspek Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan bagi Guru Mata Pelajaran di MTsN 3 Trenggalek Bambang Agus Sulistyono; Suryo Widodo; Samijo Samijo; Darsono Darsono; Aan Nurfahrudianto; Aprilia Dwi Handayani; Yuni Katminingsih; Dian Devita Yohanie; Lina Rihatul Hima; Ika Santia; Jatmiko Jatmiko
Jurnal Abdimas UNU Blitar Vol 4 No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1, Juli 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jppnu.v4i1.93

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru MTsN 3 Trenggalek dalam menyusun dan mengimplementasikan instrumen penilaian aktivitas belajar yang khusus berorientasi pada penilaian aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu: (1) pemaparan materi penilaian pembelajaran, (2) pelatihan penyusunan instrumen penilaian aktivitas belajar yang khusus berorientasi pada penilaian aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan, dan (3) pendampingan dalam mengimplementasikan instrumen penilaian aspek sikap dan aspek keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan respons positif guru dalam mengikuti kegiatan pelatihan dan meningkatnya kompetensi guru dalam menyusun instrumen penilaian aktivitas belajar berorientasi pada aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan. Hal ini dapat dilihat dari persentase kehadiran peserta sebesar 94,29%, respons positif peserta terhadap kegiatan pelatihan sebesar 90,42%, dan 81,82% dari total peserta telah berhasil menyusun instrumen penilaian pembelajaran.