Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengembangan Soal Matematika HOTS (Higher Order Thinking Skills) Kelas X Berdasarkan Triple Theory Rahayu, Lestari Puji; Nugroho, Ahmad Shakroni; Santoso, Muji; Widodo, Suryo
Efektor Vol 5 No 2 (2018): Efektor Vol 5 No 2 Tahun 2018
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.529 KB) | DOI: 10.29407/e.v5i2.12234

Abstract

Rendahnya HOTS (Higher Order Thinking Skills) siswa berdasarkan hasil PISA 2015 dalam matematika menunjukkan bahwa karakteristik pembelajaran matematika masih terbiasa dengan soal-soal Lower Order Thinking Skills (LOTS).berdasarkan hal tersebut, perlu dikembangkan soal matematika HOTS kelas X berdasarkan Triple Theory. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan soal matematika HOTS kelas X berdasarkan Triple Theory yang valid dan praktis. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan ( R & D) dengan model pengembangan berdasarkan Tessmer yang terdiri dari 2 tahap yaitu preliminary dan Tahap formative evaluation. Uji coba soal diadakan di kelas X SMA Negeri 1 Kediri. Instrumen pengumpulan data meliputi kisi-kisi soal, lembar soal, lembar validasi dan lembar angket. Draft soal yang dikembangkan sebanyak 8 butir soal. Hasil penelitian menunjukkan draft soal matematika HOTS valid. Hal ini berdasarkan perhitungan dengan rumus percentage of agreement lebih dari 75% dan berdasarkan nilai validitas butir soal yang lebih dari 0,392. Kepraktisan tergambar dari hasil uji coba soal dapat disimpulkan semua siswa dapat menggunakan draft soal matematika dengan baik. Hasil rata-rata skor kemampuan berpikir tingkat tinggi sebesar 16,05 dari skala 32.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA DITINJAU MENURUT GENDER SISWA SD NEGERI TAROKAN KEDIRI Katminingsih, Yuni; widodo, suryo
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.499 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui: (1) bahwa kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang diajar menggunakan model PBM lebih baik daripada model pembelajaran konvensional; (2) perbedaan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa ditinjau menurut gender; (3) Apakah ada interaksi antara model pembelajaran berdasarkan masalah dengan gender terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Berdasarkan eksperimen diperoleh hasil bahwa (1) kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran PBM lebih baik daripada model pembelajaran konvensional, (2) kemampuan berpikir kreatif matematis siswa laki-laki lebih baik daripada kemampuan berpikir kreatif matematis siswa perempuan; (3) ada interaksi antara model PBM v.s. pembelajaran konvensional dengan gender terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Kata Kunci: Pembelajaran berdasarkan masalah, berpikir kreatif matematis, gender.
Menghasilkan Lulusan Kreatif Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah Kontekstual: creative thinking: contextual problem-based learning Widodo, Suryo
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 3 No 2 (2017): JMEN : Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.006 KB) | DOI: 10.29407/jmen.v3i2.856

Abstract

University development is inseparable from innovation. Innovations in various university components are aimed at producing graduates of the same quality. Quality graduates are produced through quality and measurable processes. Qualified graduates not only have intellectual intelligence which is indicated by high achievement index. Graduates of quality can also be demonstrated by the creative thinking ability of graduates in solving problems. Graduates creative one can be generated through contextual problem-based learning. Keywords: creative thinking, contextual problem-based learning
PROSES PENALARAN MATEMATIS SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI POKOK DIMENSI TIGA BERDASARKAN KEMAMPUAN SISWA DI SMA NEGERI 5 KEDIRI Hidayati, Anisatul; Widodo, Suryo
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 1 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.719 KB)

Abstract

ABSTRAKPenalaran peserta didik sangat penting untuk dipelajari dan dikembangkan. Kemampuanbernalar tidak hanya dibutuhkan ketika mempelajari matematika maupun mata pelajaranlainnya, namun sangat dibutuhkan juga ketika memecahkan masalah ataupun saatmenentukan keputusan dalam kehidupan. Pertanyaan penelitian dalam penelitian ini adalahbagaimana proses penalaran matematis siswa berkemampuan matematika rendah, sedang,dan tinggi dalam memecahkan masalah matematika pada materi pokok dimensi tiga. Tujuanpenelitian ini adalah mendeskripsikan proses penalaran matematis siswa berkemampuanrendah, sedang, dan tinggi dalam memecahkan masalah matematika pada materi pokokdimensi tiga. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa subjek dengan kemampuan matematika rendah menunjukkan adaaktivitas proses penalaran matematisnya dalam memecahkan masalah kecuali pada tahapmembuat rencana pemecahan masalah dan tahap melaksanakan rencana pemecahanmasalah, subjek dengan kemampuan matematika sedang menunjukkan ada aktivitas prosespenalaran matematisnya dalam memecahkan masalah kecuali tahap melaksanakan rencanapemecahan masalah, sedangkan subjek dengan kemampuan matematika tinggi menunjukkanada aktivitas proses penalaran matematisnya pada setiap tahap memecahkan masalah.Kata Kunci : penalaran matematis, pemecahan masalah, materi dimensi tiga.
Pemberdayaan kemampuan kolaborasi mahasiswa menggunakan model pembelajaran student teams achievement division Widodo, Suryo; Jatmiko, Jatmiko; Santia, Ika; Katminingsih, Yuni
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.955 KB) | DOI: 10.29407/jmen.v5i2.13795

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi mahasiswa program studi pendidikan matematika Universitas Nusantara PGRI Kediri menggunakan model pembelajaran Student Teams Achiievement Division (STAD) melalui penelitian tindakan kelas yang dikolaborasikan dengan Lesson Study yang mempunyai 3 tahapan yaitu pland, do, dan see. Penelitian terdiri dari 2 siklus, yang setiap siklus terdiri dari 4 pertemuan. Upaya yang dilakukan dosen model berhasil meningkatkan kemampuan kolaborasi mahasiswa dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achiievement Division. Hasil ditunjukan dari peningkatan presentase pada kemampuan kolaborasi mahasiswa dari 73,67% pada siklus I menjadi 78,17% pada siklus II
PENGEMBANGAN SOAL MATEMATIKA HOTS (HIGHER ORDER THINKING SKILLS) SMA ALA TAKSONOMI KRULIK & RUDNICK Widodo, Suryo; Katminingsih, Yuni; Nurwiani, Nurwiani
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v7i1.15895

Abstract

The lack of availability of HOTS math questions in the field makes it difficult for teachers to teach students higher order thinking skills. Most of the hots questions developed were based on Bloom's taxonomy revised by Anderson et al. This study aims to produce valid and reliable HOTS questions and to measure students' higher-order thinking skills. This study uses a Tessmer model development research. This development model consists of 2 stages, namely (1) the preliminary stage and (2) the formative evaluation. Instrument testing was carried out in class X MIPA E SMA Negeri 1 Kediri. The data collection instruments included a question grid, a HOTS class X maths question sheet based on Krulik-Rudnick's, a validation sheet, and a question readability questionnaire. The data analysis technique uses item analysis which consists of validity, reliability, level of difficulty, and distinguishing power. This research has produced 11 items that are valid, practical, and reliable. In addition, this study produced a reliable item with a Cronbach's Alpha value of 0.921. The results of the test questions concluded that the high-order thinking skills (HOTS) of class X students in mathematics were good with an average score of 33.17.
Analisis Tingkat Kognitif Kompetensi Dasar Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Matematika Wajib Kelas X SMA/MA Berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi Anderson Daniar Wahyuningtyas; Suryo widodo; Yuni Katminingsih
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 (2022): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v6i1.1104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kognitif yang harus dicapai oleh peserta didik berdasarkan Taksonomi Bloom revisi Anderson. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analisis. Objek yang diteliti adalah Kompetensi Dasar mata pelajaran Matematika Wajib kelas X. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan September 2021. Objek penelitian dianalisis tingkat kognitifnya melalui kata kerja operasional yang digunakan pada setiap kompetensi dasar berdasarkan Taksonomi Bloom revisi Anderson yang kemudian disimpulkan dalam bentuk persentase pada tiap kategori pada ranah kognitif. Sumber data pada penelitian ini adalah Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 tentang Perubahan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar, Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Taksonomi Bloom Revisi Anderson. Tiap kompetensi dasar pada KI-3 dan KI-4 dianalisis tingkat kognitifnya berdasarkan dari rumusan kompetensi dasar dan kata kerja yang digunakan dalam rumusannya. Hasil penelitian ini adalah persentase tiap tingkat kognitif dari kompetensi dasar pada KI-3 dan KI-4, yaitu C1 (0%), C2 (11,1%), C3 (77,8%), C4 (0%), C5 (0%), dan C6 (11,1%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyebaran tingkat kognitif kompetensi dasar pada KI-3 dan KI-4 mata pelajaran matematika wajib kelas X belum merata.
Meta analisis: pengaruh model pembelajaran berdasarkan masalah terhadap kemampuan berpikir kreatif Suryo Widodo; Yuni Katminingsih; Bagus Nirwono
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 1 No. 4 (2021): February 2021
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.802 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4559716

Abstract

There are many studies to improve students' creative thinking skills through problem-based learning models, but no one has analyzed the results of the research that has been done. This study aims to determine the effect of problem-based learning models on students' creative thinking abilities. This study uses a meta-analysis method with a sample size of 14 journal articles. The results of the meta-analysis research show that the effect of the problem-based learning model on the ability to think creatively has ES (Effect Size) with high criteria and if you look for the average of all learning models, the average value of ES=1,26 (high effect). Banyak penelitian untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui model pembelajaran berdasarkan masalah, tetapi belum ada yang menganalisis hasil penelitian yang sudah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berdasarkan masalah terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode meta analisis dengan jumlah sampel 14 artikel jurnal. Hasil penelitian meta analisis menunjukkan bahwa pengaruh model pembelajaran berdasarkan masalah terhadap kemampuan berpikir kreatif memiliki ES (Effect Size) dengan kriteria tinggi dan bila dicari rata–rata dari semua model pembelajaran, nilai rata-rata ES=1,26 (efek tinggi).
Analysis of Mathematic Representation Ability of Informatics Engineering Students in Assignment Problems niska shofia; Siti Rochana; Suryo Widodo
MEJ (Mathematics Education Journal) Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Mathematics Education University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/mej.v4i2.12419

Abstract

Mathematics is a field of science that can improve a person's ability to think logically, critically, rationalistically, effectively, carefully and efficiently. To find out a person's ability to think logically, critically, rationalistically, effectively, carefully and efficiently in solving mathematical problems, an analysis of mathematical representations is needed. Mathematical representation is needed in solving Operations Research problems, because operations research uses a mathematical model as a problem-solving approach. This research discusses the mathematical representation ability of informatics engineering students at Nusantara University PGRI Kediri in solving assignment problems in Operations Research courses. The research method used includes descriptive research with a qualitative research approach. Data were taken directly from the research location using interviews and tests on 3 research subjects, namely students with high, medium and low abilities. The subject selection is based on the results of the dialogue between the researcher and the student's mathematics subject lecturer. Based on the results of research, high-ability students can complete multiple representations both visually, symbolically and verbally. Likewise for the mathematical representation of moderate-capable students is having multiple representations, but there are steps in solving that are missed in verbal representations. Low-ability students only provide visual and verbal representations, while symbolic representations still have errors. However, all three are still lacking in terms of the implementation of the final results
PEGARUH PEMBELAJARAN DARING DENGAN GOOGLE CLASSROOM DAN GOOGLE MEET TERHADAP MINAT BELAJAR MATEMATIKA DISKRIT LILIA SINTA WAHYUNIAR; Siti Rochana; Umi Mahdiyah; Niska Shofia; Suryo Widodo
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3635

Abstract

Masa pandemi, semua sekolah dan universitas menerapkan pembelajaran daring. Pembelajaran daring  dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya dengan menggunakan google classroom dan google meet. Perkuliahan matematika diskrit dilaksanakan dengan menggunakan google classroom dan google meet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pegaruh pembelajaran daring dengan google classroom dan pengaruh pembelajaran darng dengan google meet terhadap minat belajar mahasiswa pada mata kuliah matematika diskrit serta untuk mengetahui pengaruh pembelajaran daring dengan google clasroom dan google meet secara bersama-sama terhadap minat belajar matematika diskrit. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan Simple Random Sampling. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan angket/kuisioner dengan menggunakan skala likert 1 sampai 4. Variabel pada penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas terdiri dari 2 variabel yaitu variabel pertama pembelajaran daring dengan google classroom (X1) dengan 3 indikator, variabel kedua pembelajaran daring dengan google meet (X2) dengan 4 indikator. Variabel terikat dari penelitian ini adalah minat belajar (Y) dengan 4 indikator. Hasil dari penelitian ini adalah pembelajaran daring dengan google classroom memberikan pengaruh positif sebesar 1,354 terhadap minat belajar matematika diskrit, pembelajaran daring dengan google meet memberikan pengaruh sebesar -0,540 terhadap minat belajar matematika diskrit. Pembelajaran daring dengan google classroom dan pembelajaran daring dengan google meet secara bersama-sama mempunyai pengaruh sebesar 55% terhadap minat belajar matematika diskrit, sedangkan sisanya 45% dipengaruhi oleh variabel di luar penelitian ini.