Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penyusunan Bahan Ajar Pengembangan Kognitif Melalui Pendekatan Iceberg Pada Anak Kelompok TK B Aprilia Dwi Handayani; Dema Yulianto; Samijo Samijo; Dian Devita Yohanie; Darsono Darsono
Efektor Vol 7 No 2 (2020): Efektor Vol.7 No.2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v7i2.14994

Abstract

Salah satu perkembangan kognitif yang harus diperhatikan usia TK adalah kemampuan berhitung yang mencakup konsep penjumlahan dan pengurangan. Faktanya, tidak semua anak usia TK dapat memahami dengan baik konsep matematika yang disajikan dalam simbol matematika. Selain itu, sebagian anak usia TK masih mengalami kesulitan dalam menjumlahkan angka-angka secara abstrak. ada pula siswa yang kurang mampu menuliskan banyaknya benda dalam simbol angka. Oleh karena itu, untuk mendukung perkembangan kognitif anak kelompok TK B secara optimal diperlukan stimulan yang tepat dalam proses pembelajaran. Sehingga disusun sebuah bahan ajar yang berdasarkan pada teori Iceberg untuk mengembangkan kemampuan koginitif anak dalam konsep berhitung. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar untuk memperkenalkan konsep penjumlahan dan pengurangan bagi TK kelompok B dengan menggunakan pendekatan Iceberg. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dilaksanakan dalam tahapan 4D yaitu, define, design, develop dan disseminate. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahan ajar yang disusun termasuk dalam kategori layak dan dapat digunakan untuk menjadi bahan ajar penunjang pembelajaran berhitung pada anak usia TK
Budidaya Cincau dan Tanaman Obat Keluarga untuk Meningkatkan Perekonomian Warga Bajang, Desa Semen, Kediri Samijo Samijo; Aprilia Dwi Handayani; Darsono Darsono; Feny Rita Fiantika; Jatmiko Jatmiko
Jurnal Abdimas UNU Blitar Vol 2 No 1 (2020): Volume 2, Nomor 1, Juli 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pendampingan Budidaya Cincau dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang ditujukan untuk kelompok Ibu-ibu warga Dusun Bajang, Desa Semen, Kec. Semen, Kab. Kediri. Tujuan kegiatan PKM ini adalah mendampingi warga dusun Bajang, khususnya Ibu-ibu Rumah tangga untuk dapat membudidayakan Cincau dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di halaman rumah sehingga nantinya dapat digunakan sebagai tambahan pengahsilan bagi Ibu Rumah Tangga. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan memberikan pelatihan interaktif dan pendampingan tentang: (1) Budidaya Cincau dan TOGA, (2) Pengolahan Cincau dan TOGA untuk menambah nilai jual, dan (3) prospek usaha cincau dan sistem kemitraan bagi warga Dusun Bajang, Desa Semen. Pendekatan pelatihan interaktif menggunakan participant active learning (peserta berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pendampingan budidaya dan pengolahan Cincau dan TOGA. Hasil dari pengabdian masyaralat ini adalah dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan serta edukasi non formal bagi ibu-ibu tentang budidaya dan manfaat Cincau dan TOGA. Pengabdian ini juga dapat menambah wawasan baru bagi ibu-ibu untuk memulai usaha dengan memanfaatkan budidaya toga dan cincau.
Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Disposisi Matematis Pada Materi Kubus Dan Balok Ditinjau Dari Kemampuan Matematika uswatun hasanah ali suwito; Aprilia Dwi Handayani; Dian Devita Yohanie
Efektor Vol 8 No 2 (2021): Efektor Vol.8 No.2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v8i2.15984

Abstract

This research is motivated by the importance of problem-solving abilities and mathematical dispositions on cube and block material in terms of mathematical abilities. Where the objectives of learning mathematics contain cognitive aspects seen from problem-solving abilities and affective aspects which can be seen from mathematical dispositions. The purpose of this study was to describe problem solving abilities and mathematical dispositions, as well as the relationship between the two in the cube and block material in terms of mathematical abilities. This research was conducted at SMP Pawyatan Daha 2 Kediri City with the research subjects of class IX. The approach used is a qualitative approach. Data were collected by giving test questions of problem-solving abilities, giving mathematical disposition questionnaires, and interviews based on the results of test questions by each subject. The conclusions of the results of this study are (1) The problem-solving ability of students is generally in quite good criteria (2 Students' mathematical disposition is generally in good criteria, and (3) There is no significant relationship between problem-solving abilities and mathematical dispositions.
Meta – Analisis: Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa melalui Implementasi Pembelajaran Kontekstual Anggi Putri Novia Erlina; Suryo Widodo; Aprilia Dwi Handayani
Vygotsky : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol 3, No 2 (2021): Vygotsky: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.249 KB) | DOI: 10.30736/voj.v3i2.403

Abstract

Kemampuan siswa dalam berpikir kritis yang meningkat melalui implementasi pembelajaran kontekstual menjadi topik kajian dalam penelitian ini. Pembelajaran kontekstual melatih siswa untuk menemukan esensi/makna konsep matematika yang dipelajari. Dengan demikian, melalui pembelajaran kontekstual, siswa mampu memahami keterkaitan antar konsep serta penerapannya pada kehidupan. Data penelitian ini diperoleh dari jurnal atau artikel yang relevan dengan pembelajaran kontekstual sebanyak sepuluh artikel. Penelitian ini menggunakan metode pembanding kuantitatif. Setelah dilakukan analisis,  hasil yang diperoleh adalah  implementasi pembelajaran kontekstual efektif diterapkan untuk  dalam upaya peningkatan critical ability  siswa mulai dari peningkatan terendah sebesar 6,96% sampai dengan yang paling tinggi sebesar 69,36% dengan rata – rata peningkatan sebesar 40,70%.
RUMAH PINTAR DALAM TAMAN BELAJAR MASYARAKAT (TBM) BERBASIS KEARIFAN LOKAL Irwan Setyowidodo; Dema Yulianto; Aprilia Dwi Handayani
Jurnal Terapan Abdimas Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.804 KB) | DOI: 10.25273/jta.v3i2.2810

Abstract

Abstract. This study is based on the existence of community learning park (in Indonesian, it‟s called Taman Belajar Masyarakat/ TBM), which lacks the attention and participation of the community in the management and development. It supports the authors to study how empirical conditions of community park management and how to develop community learning parks by integrating local cultures and local wisdom. The method used is Participatory Rural Appraisal method and data collection techniques was done by interview, observation, and documentation study. The subject of the study was TBM "Daar ElFikr" Jambu . Based on preliminary studies, the empirical condition of TBM in the management is still traditional, the teenagers are still unfamiliar with the culture of reading and writing, inadequate information technology, the absence of documentation of the work, the lack of knowledge of cultural values of the village and the local wisdom of the young generation, against traditional games, as well as quite a number of less productive teenage figures. While the form of community participation in the management of TBM is still private social. Following a community-based approach through activities that integrate the local culture and wisdom of the community, it turns out that this can make a difference in TBM. For the program activities currently carried out include: 1) Implementation of writing classes are carried out periodically to be recorded and published in a book. 2) The creation of an online book catalog that provides information about books owned by TBM and the website contains information onTBM activities. 3) Documented traditional educative game CD containing life skill learning, such as mbubuan, dakon, ular tangga, gedrik, ular naga, paman dolit, wodowo, cublek-cublek suweng, sabrem, dan gobrak sodor. 4) Establishment of self-employment group. Abstrak. Kajian ini dilatarbelakangi adanya taman-taman belajar masyarakat (TBM) yang kurang mendapatkan perhatian maupun partisipasi masyarakat dalam pengelolaan maupun pengembangannya. Hal tersebut mendukung penulis untuk melakukan kajian bagaimana kondisi empiris pengelolaan taman bacaan masyarakat serta bagaimana pengembangan taman belajar masyarakat dengan mengintegrasikan budaya dan kearifan lokal masyarakat. Metode yang dipergunakan yaitu metode Participatory Rural Appraisal dan tehnik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjekpenelit ian adalah TBM “Gelaran Buku Daar El Fikr” Jambu. Berdasarkan kajian awal, kondisi empiris TBM dalam pengelolaan masih bersifat tradisional, minimnya budaya membaca dan menulis remaja desa, belum memadainya teknologi informasi, belum adanya dokumentasi hasil karya, kurangnya pengetahuan nilai-nilai budaya desa dan kearifan lokal generasi muda, tidak mengenalnya anak-anak terhadap permainan tradisional, serta cukup banyak angka kurang produktif remaja. Sedangkan bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan TBM masih bersifat sosial pribadi. Setelah dilakukan pendekatan berbasis masyarakat melalui kegiatan yang mengintegrasikan budaya dan kearifan lokal masyarakat, ternyata hal ini dapat memberikan perubahan di TBM. Untuk program kegiatan yang dilakukan saat ini diantaranya:1) Dilaksanakannya kelas menulis yang dilaksanakan secara periodik hingga dibukukan dan diterbitkan dalam sebuah buku. 2) Terciptanya katalog buku online yang memberikan informasi terkait buku-buku dimiliki TBM dan website memuat informasi kegiatan yang dilakukan TBM. 3) Terdokumentasikannya CD permainan edukatif tradisional yang mengandung pembelajaran ketrampilan hidup, yaitu : mbubuan, dakon, ular tangga, gedrik, ular naga, paman dolit, wodowo, cublek-cublek suweng, sabrem, dan gobak sodor. 4) Terbentuknya kelompok wirausaha mandiri 
Workshop Pembelajaran Daring pada Guru SD Negeri Mrican 4 Kota Kediri Dian Devita Yohanie; Suryo Widodo; Yuni Katminingsih; Samijo Samijo; Aprilia Dwi Handayani; Bambang Agus Sulistyono; Darsono Darsono; Jatmiko Jatmiko
Jurnal Abdimas UNU Blitar Vol 3 No 1 (2021): Volume 3 Nomor 1, Juli 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jppnu.v3i1.41

Abstract

Hasil survei lapangan menunjukkan bahwa sejak adanya pandemi Covid-19 di seluruh dunia telah memaksa banyak pekerja untuk tetap bekerja dari rumah dan mengadakan pertemuan atau meeting secara online. Begitupun dengan guru-guru di SDN Mrican 4 merupakan pendidik yang perlu mengembangkan mutu pembelajaran secara profesional. Mayoritas guru-guru belum mampu untuk mengoperasikan pembelajaran daring atau online. Tujuan dari workshop ini untuk memberikan pelatihan membuat program pembelajaran daring melalui pelatihan Google Meet, Google Form, Google Classroom dan Edmodo pada guru SDN Mrican 4 Kota Kediri diharapkan dapat menjadi salah satu keterampilan dalam mengembangkan mutu pembelajaran secara online sehingga meningkatkan profesional guru. Kegiatan worksop ini dilaksanakan secara offline dengan menerapkan protokol kesehatan. Adapun tahap dari kegiatan pelatihan ini diantaranya (1) Penyampaian materi dan praktik pembelajaran Google Meet, Google Form, Google Classroom dan Edmodo (2) Evaluasi pelatihan. Untuk mengetahui tingkat pemahaman Guru dari kegiatan pelatihan ini, sebelum kegiatan melakukan pengisian link pretest dan sesudah kegiatan melakukan pengisian link postest. Hasil dari pretest dan post test dapat dijadikan sebagai evaluasi kegitan pelatihan ini dengan hasil pemahaman guru terhadap materi google meet mengalami peningkatan hingga 84,6%, hasil pemahaman guru terhadap materi google form mengalami peningkatan hingga 79,8%, hasil pemahaman guru terhadap materi google classroom mengalami peningkatan hingga 81,5%, dan . hasil pemahaman guru terhadap materi edmodo mengalami peningkatan hingga 76,9%.
Workshop Pengembangan Soal dan Buku Digital Berbasis Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) bagi Guru MGMP Matematika SMK Kota Kediri Bambang Agus Sulistyono; Suryo Widodo; Yuni Katminingsih; Aprilia Dwi Handayani; Ika Santia; Lina Rihatul Hima
Jurnal Abdimas UNU Blitar Vol 3 No 2 (2021): Volume 3 Nomor 2, Desember 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jppnu.v3i2.63

Abstract

AKM adalah asesmen untuk mengukur kemampuan minimal yang diperlukan siswa. Salah satu konten yang dinilai literasi numerasi. Penentuan pencapaian literasi tersebut bertolak pada prestasi siswa Indonesia di kancah Internasional yang menunjukkan literasi numerasi siswa Indonesia 71% dibawah kompetensi minimum. Dalam implementasinya, guru memiliki peranan yang sangat penting sebagai seorang implementator. Namun demikian, cukup banyak guru matematika yang belum memahami sepenuhnya dan belum memeliki kompetensi yang memadai terkait pelaksanaan AKM. Ditambah lagi situasi pandemi Covid saat ini yang tidak mendukung pelaksanaan asesmen dan pengembangan kompetensi guru secara optimal. Adapun solusi yang ditawarkan adalah pemberian pelatihan, mediasi serta bantuan berupa penyediaan forum bagi guru matematika untuk mengenal lebih jauh tentang AKM dalam pembelajaran matematika melalui pengembangan buku digital berbasis AKM. Guru akan berlatih untuk mengembangkan materi serta soal-soal terkait AKM yang dikemas dalam bentuk buku digital yang memudahkan dipelajari siswa secara online. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan selama empat hari secara luring dan daring. Kegiatan secara luring dilaksanakan dengan tatap muka terbatas disertai dengan protokol kesehatan yang ketat pada hari pertama. Selanjutnya pada hari kedua, ketiga dan keempat, kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan secara daring dengan menggunakan platform Zoom Meeting.
PENGARUH PENGGUNAAN MODUL MATEMATIKA TERHADAP MINAT DAN PRESTASI BELAJAR SMK PGRI 2 KEDIRI Cindivia Putri Bayu; Dian Devita Yohanie; Aprilia Dwi Handayani
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2022): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v6i1.1518

Abstract

Penelitian bertujuan melihat pengaruh penggunaan modul pembelajaran terhadap minat dan prestasi belajar matematika pada siswa kelas X AKL SMK PGRI 2 Kediri. Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian eksperimen semu dengan jenis Pretest – Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian pada tahun ajaran 2020/2021 adalah seluruh siswa kelas X AKL SMK PGRI 2 Kediri. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu, kelompok eksperimen dengan 25 siswa di kelas X AKL 1 dan kelompok kontrol dengan 25 siswa di kelas X AKL 3. Pretest, posttest dan kuesioner minat digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Teknik analisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil uji hipotesis dengan uji-t diperoleh nilai ????ℎ???????????????????? dan ???????????????????????? pada taraf signifikan 5%. Nilai ????ℎ???????????????????? = 2,918 sedangkan nilai ???????????????????????? = 1,677, menunjukkan ????ℎ???????????????????? > ????????????????????????, sehingga ???????? diterima dan ???????? ditolak. Hal ini menyatakan bahwa penggunaan modul pembelajaran berpengaruh terhadap minat dan prestasi belajar siswa kelas X AKL SMK PGRI 2 Kediri.
Pengaruh Penggunaan Modul Pembelajaran terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Matematika Serly Anggristia; Dian Devita Yohanie; Aprilia Dwi Handayani
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2022): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v6i1.1538

Abstract

Tujuan dari penelitian eksperimen ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan modul pembelajaran terhadap hasil belajar siswa kelas X AKL SMK PGRI 2 Kediri. Metode yang digunakan adalah quasi experimental design dengan desain penelitian nonequivalent control grup design. Sampel penelitian ini sebanyak 30 siswa. Kelompok eksperimen adalah 15 siswa X AKL 2 dan 15 siswa kelas X AKL 3 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian ini adalah tes hasil belajar dan angket motivasi belajar. Analisis data menggunakan uji normalitas dengan uji saphiro wilk, uji homogenitas dengan uji-F, dan uji hipotesis dengan uji-t independent. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penggunaan modul pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas X AKL SMK PGRI 2 Kediri. Hasil uji-t dengan taraf signifikan  diperoleh . Rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen adalah 72,67 sedangkan kelompok kontrol adalah 60. Hasil pengukuran motivasi belajar kelompok eksperimen lebih tinggi dari motivasi belajar kelompok kontrol.
Pemberian scaffolding terhadap berpikir pseudo penalaran siswa dalam mengkonstruksi grafik fungsi Ratna Yulis Tyaningsih; Dwi Novitasari; Deni Hamdani; Aprilia Dwi Handayani; Samijo Samijo
Journal of Science and Education (JSE) Vol. 1 No. 1 (2020): Journal of Science and Education (JSE)
Publisher : CV Rezki Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56003/jse.v1i1.9

Abstract

Struktur berpikir pseudo merupakan struktur berpikir semu yang dialami siswa ketika memecahkan suatu masalah, dimana siswa tidak mengetahui letak kesalahan yang dilakukan. Siswa diberikan masalah berupa soal mengkonstruksi grafik fungsi eksponensial dan logaritma. Beberapa penyebab terjadinya proses berpikir pseudo siswa ketika mengkonstruksi grafik fungsi eksponensial dan logaritma adalah adalah (1) salah satu langkah proses penyelesaian diabaikan siswa, (2) tergesa-gesa ketika menghitung atau menggambar, (3) tidak bisa mengaitkan konsep satu dengan yang lain, (4) kurang memahami materi prasyarat, dan (5) tidak melakukan aktivitas refleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pemberian scaffolding terhadap struktur berpikir pseudo siswa dalam mengkonstruksi grafik fungsi eksponensial dan logaritma. Subjek penelitian ini terdiri dari 2 siswa dengan kemampuan matematika sedang dan rendah. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes dan wawancara untuk mengetahui proses berpikir pseudo siswa ketika mengkonstruksi grafik fungsi eksponensial dan logaritma. Dalam penerapan scaffolding, alat bantu yang digunakan adalah Geogebra. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses scaffolding akan berhasil jika siswa memiliki kemauan untuk memperbaiki kesalahan sampai diperoleh jawaban yang benar. Pemberian scaffolding dimulai dari level 1 environmental provisions yaitu pemberian stimulus berupa masalah dengan alat bantu visualisasi, level 2 explaining, reviewing, and restructuring yaitu penjelasan rumusan masalah dan proses review. Pada level 3 developing conceptual thinking, yaitu tanya jawab hal-hal yang bersifat konseptual.