Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Produksi Oligomer Kitosan secara Enzimatis dan Uji Bioaktivitasnya terhadap Kapang Hasil Isolasi dari Produk Perikanan Chasanah, Ekowati; Noriko, Nita
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v6i2.406

Abstract

Kitosan dalam bentuk potongan yang disebut oligomer kitosan, bersifat larut air sehingga memudahkan aplikasinya, dan meminimalkan gangguan sensoris akibat sifat kitosan yang hanya larut dalam asam lemah seperti asam asetat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memproduksi oligomer kitosan dengan katalisator enzim kitosanase yang diperoleh dari isolate bakteri Stenotrophomonas malthopilia KPU 2123 dan menguji bioaktivitas oligomer yang dihasilkannya terhadap kapang Aspergillus niger, Aspergillus flavus, Nigrospora oryzaeB12, dan Aspergillus fumigatusC13 yang diisolasi dari produk perikanan. Produksi oligomer dilakukan dengan menggunakan enzim kitosanase sebesar 8 U/g kitosan dan direaksikan selama 1, 2, 3, dan 4 jam pada suhu ruang. Pengamatan dilakukan terhadap viskositas, rendemen, dan jenis oligomer kitosan yang terbentuk. Identifikasi oligomer dilakukan dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Pengujian bioaktivitas oligomer kitosan dilakukan terhadap 4 kapang konsentrasi 50, 100, dan 200 ppm, dengan kontrol tanpa penambahan oligomer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enzim kitosanase kasar dari Stenotrophomonas malthopilia KPU 2123 dapat digunakan untuk menghidrolisis kitosan menjadi oligomer kitosan, yang ditandai oleh menurunnya viskositas yang sangat signifikan pada larutan kitosan. Dengan menggunakan enzim kitosanase kasar 8 U/g kitosan, kitosan oligomer dapat diproduksi dengan waktu reaksi 2 jam, penghentian reaksi enzimatis dapat dilakukan dengan pendidihan selama 15 menit atau dengan penambahan NaOH sampai netral. Jenis oligomer yang terbentuk adalah dimer (2 unit) hingga heksamer (6 unit). Uji bioaktivitas antikapang menunjukkan bahwa setiap perlakuan memberikan perbedaan yang nyata pada penghambatan pertumbuhan kapang apabila dibandingkan dengan kontrol. Namun tidak ada perbedaan yang nyata dalam penghambatan pertumbuhan kapang yang diuji jika digunakan oligomer kitos an s ebesar 50 dan 100 ppm. Penghambatan yang terbaik adalah jika digunakan oligomer dengan konsentrasi 200 ppm.
DIAPERS BAGI KESEHATAN BAYI DAN LINGKUNGAN Noriko, Nita
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.48 KB)

Abstract

Bayi yang berusia  0 sampai hingga 1 tahun termasuk golongan rentan, karena memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna. Kekebalan tubuh yang dimiliki bayi adalah kekebalan pasif . Terpaparnya bayi terhadap antigen dapat terjadi melalui udara, air, makanan maupun perlengkapan yang digunakan seperti alas perlindungan  (diapers) terhadap  enupresis dan enkopresis. Diapers  dikenal di Indonesia sejak tahun 1980 karena  penggunaannya yang praktis dan mudah  Penggunaan diapers menimbulkan keluhan pada sebagian bayi diantaranya  terjadinya iritasi kulit, gatal,  luka, dan infeksi. Keadaan ini disebabkan pengaruh ammonia dan uric acid pada urine, feses  dan juga bahan kimia yang terdapat pada  diapers. Kasus atopic dermatitis  pada bayi yang menggunakan  diapers  dijumpai adanya  mikroba  Escherichia coli  (E.Coli) Klebsiela  ,  dan Candida. Disamping itu penggunaan  diapers  yang sekali pakai dapat menimbulkan masalah lingkungan karena bahan penyusunnya  adalah sintetik pulp, polychlorine  dibenzodioxins,  gel  super absorbing polyacrylic acid dan juga plastik .   Kata kunci : bayi,  diapers, iritasi, infeksi, masalah lingkungan
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PRAKTIK TERKAIT PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI DESA DEWISARI, KECAMATAN RENGASDENGKLOK Herlina, Sandra; Noriko, Nita; Hadiansyah, Andri; Yusuf, Andi Mukramin
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v2i2.381

Abstract

AbstrakAir sungai citarum masuk dalam kategori tercemar berat dan menjadi ancaman kesehatan masyarakat karena dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit. Hal ini seiring dengan masih ditemukannya warga yang menggunakan air sungai untuk kehidupan sehari-hari, misalnya untuk Mandi, Cuci, Kakus. Kesadaran masyarakat dalam mempraktikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masih rendah. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa masyarakat masih menggunakan air kotor untuk kegiatan sehari-haridisebabkan oleh belum tersedianya sarana dan prasarana pengolahan air kotor menjadi air bersih. Kegiatan ini dilaksanakan di Yayasan Yatim Al-Muhayya dengan sasaran masyarakat sekitar yayasan untuk dapat berkontribusi dalam Pelatihan, Pendampingan, dan Peningkatan pengetahuan tentang praktik PHBS rumah tangga. Permasalahan yang terdapat di daerah mitra dapat diselesaikan dengan melibatkan peran serta masyarakat dalam mengatasinya. Peningkatan pengetahuan ditandai dengan hasil pre dan post test terkait PHBS pada masyarakat sasaran. Selain itu, peningkatan penggunaan air bersih, pelatihan pembuatan filter air yang sederhana dan aplikatif sehingga membantu masyarakat dalam mengakses air bersih. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan pada ibu setelah diberikannya informasi secara menyeluruh terkait PHBS. Adapun penggunaan filter air diharapkan mampu membantu memasok air yang bersih untuk kebutuhan keluarga.Kata Kunci: Air bersih, Citarum, Filter, PHBSAbstractCitarum river water is categorized as heavily polluted and a threat to public health because it can cause various diseases. This is in line with the discovery of residents who use river water for daily life, for example for bathing, washing, toilet. Public awareness in practicing clean and healthy life behavior is still low. Observation results indicate that the community still uses dirty water for daily activities due to the unavailability of facilities and infrastructure for processing dirty water into clean water. This activity was carried out at the Yayasan Yatim Al-Muhayya with the target community around the foundation to be able to contribute to the Training, Assistance, and Increased knowledge about clean and healthy life behavior in the household. Problems in partner areas can be resolved by involving community participation in overcoming them. Knowledge enhancement is marked by the results of pre and post-tests related to clean and healthy life behavior in the target community. Also Besides, increasing the use of clean water, training in making water filters that are simple and applicable also helps the community in accessing clean water. The results of this activity showed an increase in knowledge to mothers after giving comprehensive information related to clean and healthy life behavior. The use of water filters is expected to help supply clean water for family needs.Keywords: Clean water, Citarum, Filter, PHBS
Analisis Kelayakan Ekonomi Pengelolaan Sampah Plastik Rumah Tangga Menggunakan Trichoderma sp. Zulaika, Aidha; Soesilo, Tri Edhi Budhi; Noriko, Nita; Sahamony, Nur Fitriyani
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 17, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.126 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v17i2.185-193

Abstract

Processing and managing plastic waste must be carried out through the application of environmental sustainability that can integrate ecology-based management and consider the social and economic dynamics known as the Socio-Ecological System (SES). This study aimed to determine the economic feasibility of household plastic waste management using Trichoderma sp. The research method used was the observation of plastic waste management in the community and secondary data processing results from field research on plastic waste processing with Trichoderma sp. Data analysis was carried out by applying economic analysis using the Benefit-Cost Ratio (BCR) analysis. Based on the economic analysis, it was found 1.29 BCR values for plastic waste processing using Trichoderma sp.
Effects of Light Environments on Leaf Traits and Phenotypic Plasticity of Canna indica Sasaerila, Yorianta Hidayat; Sakinah, Sakinah; Noriko, Nita; Wijihastuti, Risa Swandari
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 13, No 2 (2021): August 2021
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v13i2.30175

Abstract

Canna indica L (African arrowroot), is a beneficial, multi-use tropical perennial with a worldwide distribution, but relatively unexplored. This plant has the potential to be developed as a food crop in an intercropping system, utilizing idle land under commercial plantations such as rubber or teak. This study aimed to determine the best light-growing conditions for C. indica. A completely randomized design was used with growth light as the treatment consisting of 25%, 50%, and 100% of natural light, respectively. Leaf traits, growth characteristics, and phenotypic plasticity were used to measure C. indica’s response to different treatments. The results of this study showed that C. indica grown in low light has the best growth with increased height, leaf area, root and shoot dry weights, but decreased leaf thickness, which caused the increase in specific leaf area, leaf area ratio, and leaf weight ratio, but decreased root to shoot ratio. Based on leaf traits and biomass allocation, the phenotypic plasticity index was 0.23, a typical number for shade tolerant species. These findings were the first time to be reported for C. indica. For agroforestry practices, it can be recommended that C. indica be used as an intercropping plant under tree canopies.
DIAPERS BAGI KESEHATAN BAYI DAN LINGKUNGAN Nita Noriko
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi yang berusia  0 sampai hingga 1 tahun termasuk golongan rentan, karena memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna. Kekebalan tubuh yang dimiliki bayi adalah kekebalan pasif . Terpaparnya bayi terhadap antigen dapat terjadi melalui udara, air, makanan maupun perlengkapan yang digunakan seperti alas perlindungan  (diapers) terhadap  enupresis dan enkopresis. Diapers  dikenal di Indonesia sejak tahun 1980 karena  penggunaannya yang praktis dan mudah  Penggunaan diapers menimbulkan keluhan pada sebagian bayi diantaranya  terjadinya iritasi kulit, gatal,  luka, dan infeksi. Keadaan ini disebabkan pengaruh ammonia dan uric acid pada urine, feses  dan juga bahan kimia yang terdapat pada  diapers. Kasus atopic dermatitis  pada bayi yang menggunakan  diapers  dijumpai adanya  mikroba  Escherichia coli  (E.Coli) Klebsiela  ,  dan Candida. Disamping itu penggunaan  diapers  yang sekali pakai dapat menimbulkan masalah lingkungan karena bahan penyusunnya  adalah sintetik pulp, polychlorine  dibenzodioxins,  gel  super absorbing polyacrylic acid dan juga plastik .   Kata kunci : bayi,  diapers, iritasi, infeksi, masalah lingkungan
Pemanfaatan Limbah Pengolahan Agar sebagai Komponen Medium Produksi Selulase dari Mikroba Yusro Nuri Fawzya; Amelia Latifa; Nita Noriko
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v9i1.99

Abstract

Pengolahan agar dari rumput laut berkembang pesat di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan produksi rumput laut yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Produksi yang meningkat ini diikuti dengan meningkatnya limbah pengolahan agar. Limbah ini diketahui memiliki kandungan selulosa yang tinggi. Pemanfaatan limbah ini umumnya untuk pembuatan pupuk dan komponen pakan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah pengolahan agar sebagai komponen medium produksi enzim selulase dari mikroba. Tiga jenis isolat mikroba yaitu PMP1206, Serratia marcescens SGS 1609, dan isolat bakteri PC3, dikultivasi dalam medium padat yang mengandung karboksimetil selulosa (CMC). Isolat mikroba yang menghasilkan zona bening paling besar, dipilih dan enzim diproduksi dalam medium cair yang mengandung selulosa dari limbah agar. Enzim yang dihasilkan dari perlakuan terbaik dilakukan karakterisasi. Medium produksi enzim adalah medium sintetik minimal (MSM) cair dengan penambahan 1% limbah agar yang telah diberi perlakuan dengan NaOH 0, 2, 4, dan 6%. Inkubasi dilakukan pada suhu 30 oC, 150 rpm. Pengambilan sampel dilakukan setiap hari untuk diuji aktivitas enzimnya. Hasil seleksi isolat menunjukkan bahwa S. marcescens SGS 1609 menghasilkan zona bening paling besar dengan indeks selulolitik 2,25. Produksi enzim selulase dari isolat ini pada medium limbah agar menunjukkan bahwa waktu optimal produksi enzim diperoleh pada inkubasi selama 1–3 hari dari perlakuan NaOH 6%. Enzim yang dihasilkan bekerja optimum pada pH 6 dan suhu 50 oC. Enzim bersifat stabil terhadap panas. Pada suhu 40–60 oC selama 4 jam penurunan aktivitas enzim tidak lebih dari 30%. Aktivitas selulase meningkat dengan penambahan ion Ca2+, dan Mg2+, dan menurun dengan adanya 10 mM ion Zn2+.
Enviroment Knowledge Implementation to Senior High School and Collage Students Activities Nita Noriko
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.767 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i1.326

Abstract

Abstract - Al Qur’an is the word of Allah SWT as the rules and guidance to get harmony and success life in here and after. The explanation and ways how to implement command of Al Qur’an are found in Al Hadist Muhammad SAW. Al Qur’an teaches may aspect of life and one of them is how using and managing the natural resources and conserve of environment, using the source of energy, water, health and sanitation. In the other hand the people of the world included Indonesia facing environment problem. Sustainable Development Goals (SDGs) from United nation are collected of 17 global goal or agenda 2030 for transforming our world 2030 and containing strategy to solve environment problem. Base on the fact, the problem is how awareness the senior high school and higher education (university) students specially Islamic students to contribute conserve the environment?. The goals of the research were to know how environment awareness and action performance of students from senior high school and university. Methodology of the research was survey and observation concerning in 320 student from 4 senior high schools and in 1 university. The result of the research showed 41,5% of natural and 40.35% social science students from Islamic values senior high schools (SMAI IPA and IPS) showed the awareness action to environment. In SMAN IPA students showed their awareness 51.1% and SMAN IPS 20.6% Based on observation students from university with Islamic values showed low awareness of environment.  Keyword - Al Qur’an, Awareness, Environment, Hadist, Students
Identification of SGS 1609 Cellulolytic Bacteria Isolated from Sargassum spec. and Characterization of The Cellulase Produced Yusro Nuri Fawzya; Stenny Putri; Nita Noriko; Gintung Patantis
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 8, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Research and Development Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnol

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.v8i2.87

Abstract

Bacterial isolate from seaweed designated as SGS 1609 was previously found to be able to produce cellulase represented by formation of clear zone on solid medium containing carboxymethylcellulose (CMC). This research was conducted to identify the isolate and determine optimum production time as well as characterize the cellulase produced. The isolate was identified using  16s-rRNA gene analysis. Cellulase production was conducted by cultivating the isolate in the liquid medium containing CMC followed by centrifuging to get supernatant as the crude enzyme. The enzyme was then concentrated using ammonium sulfate precipitation and ultra filtration. The concentrated enzyme having higher activity produced from the concentration process was then characterized  to determine its optimum pH and temperature, heat stabilization, metal ions effect and substrate specificity. The result showed that the SGS 1609 isolate was identified as Serratia marcescens with 99%  similarity. The isolate produced cellulase optimally at 4 days incubation. Ultra filtration produced higher enzyme activity compared to NH4-sulfate precipitation. The enzyme concentrated by ultra filtration worked optimally at the  pH of 7, temperature of 50 oC, stable at the temperature of 60 oC for 240 minutes and was increased its activity by Ca2+ and Mg2+ ions. On the other hand, the enzyme was inhibited by Fe3+, Zn2+ and Na+ ions, but was not relatively affected by K+ and EDTA. The use of conventional agar producer waste  treated with 6% NaOH gave highest activity compared to other substrates.
ANALISIS VEGETASI Ficus Racemosa L. DI BANTARAN SUNGAI CILIWUNG WILAYAH PANGADEGAN JAKARTA SELATAN Puteri Zaharah; Nita Noriko; Arief Pambudi
Bioma Vol 12 No 2 (2016): Bioma
Publisher : Biologi UNJ Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.806 KB) | DOI: 10.21009/Bioma12(2).2

Abstract

River is the most important things for the human life, one of the components environmental especially for whom whose living in the city and Ciliwung river is one of the major river beside of others 13 rivers. Bamboo trees, bananas, cotton, gempol and elo are the common flora were dominate plants along the riverbanks (gempol and elo taken from the local people words). Based from interview with some local citizens in the Ciliwung riverbank which pas through the district of Pangadegan (South Jakarta), Ficus racemosa L (elo tree) is the most important plant which can withstand river erosion and could maintained the riverbanks during flood and continued by taking sample that plant on that district for need of analysis and identification. From the calculation Gigantochloa apus types stake has the highest INP value to the over all plot of 65.43% while INP Ficus racemosa is still low, but Ficus racemosa can be one alternative plant for conservation in the Ciliwung river, because Ficus racemosa has strong roots. However the selection of other plants such as bamboo trees is more effective because it has fast growth. Therefore, by combining the types of plants that role as conservation may be a solution.