Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES LIDAH BUAYA TERHADAP NYERI PAYUDARA PADA IBU YANG MENGALAMI BENDUNGAN ASI DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SUDIMORO KABUPATEN TANGGAMUS Hellen Febriyanti; Riona Sanjaya; Mei hastuti
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol 3 No 1 (2022): Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.42 KB)

Abstract

Pembengkakan (engorgement) merupakan pembendungan air susu karena penyempitan duktus laktiferus atau oleh kelenjar-kelenjar yang tidak dikosongkan dengan sempurna payudara akan terasa sakit, panas, nyeri pada perabaan, tegang, bengkak yang terjadi pada hari ketiga sampai hari keenam setelah persalinan, ketika ASI secara normal dihasilkan. Perawatan payudara yang bengkak dapat dilakukan dengan cara kompres lidah buaya. Tujuan Penelitian adalah diketahui pengaruh pemberian kompres lidah buaya terhadap nyeri payudara pada ibu yang mengalami bendungan ASI di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sudimoro Kabupaten Tanggamus Tahun 2021. Jenis penelitian kuantitatif pendekatan quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu Nifas dengan sampel sebanyak 30 responden. objek penelitian ini adalah kompres lidah buaya, dan nyeri payudara. Penelitian telah dilaksanakan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sudimoro, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus pada bulan Februari 2021. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisi data secara univariat dan bivariat (chi square) Hasil penelitian diketahui rata-rata nyeri payudara sebelum diberikan kompres lidah buaya dan breascare pada ibu adalah 4,5, sesudah diberikan kompres lidah buaya dan breascare pada ibu adalah 2,0, rata-rata nyeri payudara sebelum diberikan breascare pada ibu adalah 4,5, setelah diberikan breascare pada ibu adalah 2,9. Ada pengaruh Pemberian Kompres Lidah Buaya Terhadap Nyeri Payudara Pada Ibu Yang Mengalami Bendungan ASI di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sudimoro Kabupaten Tanggamus Tahun 2021 dengan nilai (p-value 0,001).Saran Memberikan terapi kompres lidah buaya terhadap penderita Nyeri Payudara sebagai salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan pasien secara mandiri dan dapat menurunkan Nyeri Payudara pada penderita.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA TENAGA KESEHATAN YANG MEMILIKI BAYI DI WILAYAH KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2017 Hellen Febriyanti
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram Vol 3, No 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.947 KB) | DOI: 10.31764/mj.v3i1.125

Abstract

Abstrak: Cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia kurang dari enam bulan sebesar 55,7% telah mencapai target. Dari 33 provinsi yang melapor, sebanyak 29 provinsi di antaranya (88%) berhasil mencapai target renstra 2015, sedangkan Provinsi Lampung sebesar  54,9% tidak mencapai target Nasional yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah Diketahui  faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada tenaga kesehatan yang memiliki bayi 7-24 bulan di wilayah Kabupaten Pringsewu  tahun 2017. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan di rumah sakit wilayah kabupaten pringsewu. Populasi penelitian ini adalah seluruh tenaga kesehatan yang memiliki bayi usia 7-24 bulan sebanyak 83 ibu, dan sampelnya berjumlah 66 ibu. Metode pengumpilan data dengan lembar kuisioner. Analisa data yang digunakan univariat, bivariat, multivariate.Hasil Penelitian Sebagian responden tidak memberikan ASI esklusif, yaitu sebanyak 62,1%,Ada hubungan antara dukungan tempat bekerja dengan pemberian ASI eksklusif dengan  p-value = 0,011 dan OR 4,525,  hubungan antara dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif dengan  p-value = 0.000 dan OR 8,615, Ada hubungan antara faktor psikis dengan  p-value = 0,009 dan OR 5,513, Ada hubungan antara sosial budaya dengan  p-value = 0,021 dan OR 7,583, dan Tidak ada hubungan antara pengetahuan, usia, status ekonomi tentang ASI eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif. Faktor yang paling dominan adalah Dukungan suami dengan nilai OR paling besar yaitu 7,291. Abstract: The coverage of exclusive breastfeeding in infants aged less than six months by 55.7% has reached the target. Of the 33 provinces reporting, 29 of them (88%) succeeded in reaching the 2015 strategic plan, while Lampung province of 54.9% did not achieve the existing National targets. The purpose of this research is to know the factors related to exclusive breastfeeding on health workers who have babies 7-24 months in Pringsewu District in 2017. Quantitative research with Cross Sectional approach. This research was conducted in pringeu county hospital. The population of this study is all health workers who have babies 7-24 months of age as many as 83 mothers, and the sample amounted to 66 mothers. Data latching method with questionnaire. Data analysis used univariate, bivariate, multivariate. Research Results Some respondents did not give exclusive breastfeeding as much as 62.1%. There was a relationship between workplace support and exclusive breastfeeding with p-value = 0.011 and OR 4.525, the relationship between husband support and exclusive breastfeeding with p-value = 0.000 And OR 8,615. There is correlation between psychological factor with p-value = 0,009 and OR 5,513. There is correlation between social culture with p-value = 0,021 and OR 7,583, and there is no correlation between knowledge, age, economic status about exclusive breastfeeding Exclusive breastfeeding. The most dominant factor is the support of husbands with the greatest OR value is 7.29
PENDIDIKAN KESEHATAN PRAKTIK PEMBERIAN MAKAN BAGI ANAK (PMBA) UNTUK MENCEGAH STUNTING PADA BALITA Inggit Primadevi; Hellen Febriyanti; Nur Alfi Fauziah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting terjadi karena kurangnya asupan gizi pada anak dalam 1000 hari pertama kehidupan, yaitu semenjak anak masih di dalamkandungan hingga anak berusia 2 tahun. Salah stu penyebabnya adalah kurangnya asupan protein. Stunting pada anak bisa disebabkan oleh masalah pada saat kehamilan, melahirkan, meyusui, atau setelahnya seperti pemberian MP ASI yang tidak mencukupi asupan nutrisi, oleh karena itu, ibu harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang asupan gizi pada anak.
Pengetahuan orang tua tentang SDIDTK terhadap pelaksanaan stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK) Anak Usia 0-23 Bulan Yanti, Linda Timor; Fauziah, Nur Alfi; Veronica, Septika Yani; Febriyanti, Hellen
Wellness And Healthy Magazine Vol 2, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/well.022.82000119

Abstract

Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) implementation for children under two years old in the village of Kuripan is 35 percent (out of 117 under two years) in 2018 and the lack of attention and knowledge of parents in the need for the importance of SDIDTK. The purpose research was to determine the correlation between parents’ knowledge about SDIDTK to the Implementation of Detection Stimulation and Early Intervention of Growth and Development (SDIDTK) on under-aged children in Kuripan village on Working Area of Inpatient Public Health Center of Penengahan, Penengahan district South Lampung in 2019. The design of this research is Correlative Analytics with a cross-sectional approach. The population in this study are parents who have children under two years old in the village of Kuripan Penegahan district South Lampung in 2018 numbering 117 people, a sample of 117 people with a total sampling technique analysis of data used in this study was univariate data analysis using percentage and bivariate using Chi-Square. The results showed that there was a relationship between parents' knowledge about SDIDTK and the implementation of SDIDTK in children under two years old in the village of Kuripan Penengahan district South Lampung (p-value 0,001) and OR 5,246.
SOSIALISASI METODE LINGKARAN KB TERHADAP PENGETAHUAN BIDAN DI PUSKESMAS WAY NIPAH KECAMATAN PEMATANG SAWA KABUPATEN TANGGAMUS TAHUN 2021 Hellen Febriyanti; Riona Sanjaya; Eka Triwulandari
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol 3 No 1 (2021): Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

World Healt Organization (WHO) membuat suatu modifikasi alat bantu konseling KB yaitu berupa WHO Wheel Criteria atau diagram lingkaran kriteria kelayakan medis. Alat bantu konseling ini merupakan modifikasi dari hasil publikasi resmi WHO yaitu Medical Egligibility Criteria for Contraceptive Use, 3" edition 2008 Update. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah supaya bidan dapat menggunakan lingkaran KB pada calon calon akseptor KB sehingga akseptor KB dapat menggunakan alat kontrasepsi yang tepat sesuai dengan kebutuhan aseptor KB. Pelaksanaan dalam kegiatan ini diikuti oleh 24 bidan yang ada di wilayah kerja puskesmas way nipah. Metode yang digunakan pada saat pelaksanaan kegiatan ini adalah melalui ceramah, diskusi, serta praktek cara menggunakan lingkaran KB. Penyuluhan tentang lingkaran KB agar para akseptor KB dapat menggunakan alat kontrasepsi sesuai dengan kebutuhan akseptor KB.. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas bidan dalam memberikan pelayanan dalam pemilihan alat kontrasepsi KB
SOSIALISASI TATA CARA PENGUKURAN ANTOPOMETRI BAGI KADER SE-PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2021 Hellen Febriyanti; Riona Sanjaya; Septika Yani Veronica
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol 3 No 2 (2021): Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kegiatan yang dilakukan di posyandu adalah penimbangan bayi dan balita. Pertumbuhan anak dalam usia dini, yaitu masa balita terutama bayi sangat pesat terjadi. Secara garis besar, berat badan bayi usia 6 bulan tumbuh 2 kali lipat dibandingkan berat badan lahir. Dengan penimbangan dan pengukuran yang rutin dilakukan dalam mendeteksi secara dini ketidak normalan. Berat badan dan tinggi badan merupakan parameter yang paling sering digunakan dalam pengukuran antropometri gizi untuk menilai pertumbuhan fisik atau keadaan gizi. Berat badan dan tinggi badan akan lebih bermakna bila diperhitungkan dengan umur, BB/U, TB/U dan BB/TB merupakan tiga indikator utama antropometri gizi yang banyak dipakai untuk menentukan status gizi pada balita (Febrikaharisma, 2013). Menurut data Riskesdas, 2013 gangguan pertumbuhan yang dicirikan dengan rendahnya tinggi badan menurut umur (stunting) pada anak balita di Indonesia mencapai 35,7%. Masih menurut data Riskesdas 2013 menyatakan bahwa status gizi balita menurut indikator BB/U menyatakan bahwa prevalensi berat-kurang pada tahun 2013 adalah 19,6%, terdiri dari 5,7% gizi buruk dan 13,9% gizi kurang, dan sumatera barat berada diurutan ke 18 yaitu 20,1%. Tentu saja data tersebut masih jauh dari sasaran mdgs tahun 2015 yaitu 15,5%.
KEHAMILAN TETAP SEHAT DI MASA PANDEMI Sanjaya, Riona; Febriyanti, Hellen; Fara, Yetty Dwi; Veronica, Septika Yani; Maesaroh, Siti; Muharramah, Alfiyanti; Nugroho, Tri Adi
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4163

Abstract

ABSTRAKKehamilan merupakan proses yang normal, alamiah yang diawali dengan pertumbuhan dan perkembangan janin intrauteri, dimulai sejak konsepsi sampai bersalin dan lamanya kehamilan normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) di hitung dari hari pertama haid terakhir.Pada masa Kehamilan ibu hamil agar dapat mempersiapkan diri pada kesehatan ibu hamil dengan menjaga nutrisi selama proses kehamilannya. Ibu hamil wajib memeriksakan kehamilannya agara ibu hamil dapat mengetahui dan mencegah sedini mungkin kelainan yang dapat terjadi, meningkatkan kondisi badan ibu dalam menghadapi kehamilan serta mendapatkan penyuluhan yang diperlukan selama kehamilan. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat khususnya ibu hamil mampu menjaga kesehatannya selama kehamilan di masa pandemi. Kegiatan-kegiatan ini mencakup teori dan praktek yang meliputi : (1) Pendidikan Kesehatan yang dilakukan secara online; (2) Praktik Senam Ibu Hamil yang dilakukan Melalui Vidio; dengan melibatkan mahasiswa Universitas Aisyah Pringsewu pada saat pelaksanaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat khususnya ibu hamil dapat menyadari pentingnya kesehatan bagi ibu hamil walaupun dimasa pandemi ini. Kata kunci: kehamilan; nutrisi; senam hamil ABSTRACTPregnancy is a normal, natural process that begins with the growth and development of the intrauterine fetus. It starts from conception to delivery and the normal length of pregnancy is 280 days (40 weeks or 9 months 7 days) on the first day of the last menstruation. During pregnancy, pregnant women can prepare themselves for the health of pregnant women by maintaining nutrition during the pregnancy process. Pregnant women are required to have their pregnancy checked so that pregnant women can find out and prevent possible abnormalities that can occur, improve the condition of the mother's body in facing pregnancy and get the necessary counseling during pregnancy. Through this activity, it is expected that the community, especially pregnant women, will be able to maintain their health during pregnancy during a pandemic. These activities include theory and practice as follows: (1) Health Education which will be conducted online; (2) Exercise for Pregnant Women through Video; by involving the students of Aisyah University of Pringsewu during the implementation. In the other hand, it can realize the importance of health for pregnant women even during this pandemic. Keywords: pregnancy; nutrition; pregnancy exercise
KEHAMILAN TETAP SEHAT DI MASA PANDEMI Riona Sanjaya; Hellen Febriyanti; Yetty Dwi Fara; Septika Yani Veronica; Siti Maesaroh; Alfiyanti Muharramah; Tri Adi Nugroho
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4826

Abstract

ABSTRAKKehamilan merupakan proses yang normal, alamiah yang diawali dengan pertumbuhan dan perkembangan janin intrauteri, dimulai sejak konsepsi sampai bersalin dan lamanya kehamilan normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) di hitung dari hari pertama haid terakhir.Pada masa Kehamilan ibu hamil agar dapat mempersiapkan diri pada kesehatan ibu hamil dengan menjaga nutrisi selama proses kehamilannya. Ibu hamil wajib memeriksakan kehamilannya agara ibu hamil dapat mengetahui dan mencegah sedini mungkin kelainan yang dapat terjadi, meningkatkan kondisi badan ibu dalam menghadapi kehamilan serta mendapatkan penyuluhan yang diperlukan selama kehamilan. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat khususnya ibu hamil mampu menjaga kesehatannya selama kehamilan di masa pandemi. Kegiatan-kegiatan ini mencakup teori dan praktek yang meliputi : (1) Pendidikan Kesehatan yang dilakukan secara online; (2) Praktik Senam Ibu Hamil yang dilakukan Melalui Vidio; dengan melibatkan mahasiswa Universitas Aisyah Pringsewu pada saat pelaksanaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat khususnya ibu hamil dapat menyadari pentingnya kesehatan bagi ibu hamil walaupun dimasa pandemi ini. Kata kunci: kehamilan; nutrisi; senam hamil ABSTRACTPregnancy is a normal, natural process that begins with the growth and development of the intrauterine fetus. It starts from conception to delivery and the normal length of pregnancy is 280 days (40 weeks or 9 months 7 days) on the first day of the last menstruation. During pregnancy, pregnant women can prepare themselves for the health of pregnant women by maintaining nutrition during the pregnancy process. Pregnant women are required to have their pregnancy checked so that pregnant women can find out and prevent possible abnormalities that can occur, improve the condition of the mother's body in facing pregnancy and get the necessary counseling during pregnancy. Through this activity, it is expected that the community, especially pregnant women, will be able to maintain their health during pregnancy during a pandemic. These activities include theory and practice as follows: (1) Health Education which will be conducted online; (2) Exercise for Pregnant Women through Video; by involving the students of Aisyah University of Pringsewu during the implementation. In the other hand, it can realize the importance of health for pregnant women even during this pandemic. Keywords: pregnancy; nutrition; pregnancy exercise
Pemberian Asi Ekslusif dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 7-59 bulan Istiana, I; Febriyanti, Hellen
Wellness And Healthy Magazine Vol 3, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/well.160322021

Abstract

Prevalensi Stunting pada tahun 2018 sebanyak 30,8%, turun sebanyak 6,4% dari tahun 2013 yaitu sebanyak 37,2%, tetapi hal ini jauh dari target sebanyak 14% di tahun 2024, Stunting dalam jangka pendek dapat mengakibatkan gagal tumbuh, terhambatnya perkembangan motoric, kognitif, serta tidak optimalnya ukuran fisik tubuh juga terganggunya metabolism. Dalam jangka panjang mengakibatkan  menurunnya kapasitas intelektual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemberian ASI ekslusif dengan kejadian stunting pada balita usia 7 -59 bulan di Desa Neglasari wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung Kabupaten Lampung Selatan tahun 2021. Desain penelitian ini adalah cass control. Dengan populasi seluruh balita usia 7-59 bulan yang ada di desa Neglasari wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung Kabupaten Lampung Selatan sebanyak 297 orang. Sampel sebesar 47 dengan perbandingan 1:1. Uji analisa menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting menunjukkan nilai p-value 0,004 kurang dari 0,05. Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada balita usia 7-59 bulan di Desa Neglasari wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2021. Saran yang diberikan kepada tenaga kesehatan untuk dapat melakukan intervensi penurunan stunting terutama penyuluhan tentang pentingnya ASI Esklusif. 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RIWAYAT PEMBERIAN SUSU FORMULA PADA BAYI USIA 7-12 BULAN DI PUSKESMAS KOTA DALAM PESAWARAN TAHUN 2018 Hellen Febriyanti; Anggun Chahyati
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.517 KB)

Abstract

Pemberian ASI pada bayi usia 0-6 bulan mempunyai arti sangat penting, terutama menyangkut pemenuhan zat gizi dan zat lain pembentukan kekebalan tubuh terhadap penyakit.Pemberian susu formula atau tambahan ASI yang terlalu dini dapat meganggu pemberian ASI ekslusif serta meningkatkan angka kesakitan (morbiditas). Berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan pada tanggal 10 Januari 2018 dari data Puskesmas Kota Dalam tahun 2018, ibu yang memberikan ASI eksklusif di wilayah kerja puskesmas kota dalam dari cakupan 281 bayi baru lahir di 2018 yang mendapatkan pemberian ASI ekslusif masih belum mencapai target, didapatkan cakupan pemberian ASI ekslusif pada bayi 0-6 bulan hanya 98 bayi sekitar 34%. Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis tertarik mengadakan suatu penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan riwayat pemberian susu formula pada bayi usia 7-12 bulan di Puskesmas Kota dalam Pesawaran Tahun 2018. Jenis Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan cross sectional, populasi penelitian ini adalah 281 ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan di Puskesmas Kota Dalam pada tahun 2018, sedangkan sampel yang diambil sebanyak 74 orang dengan teknik sample accidental sampling. Analisis univariat dan bivariat dalam penelitian ini menggunakan Uji Chi Square. Hasil uji statistik didapatkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p value 0,001), pendidikan dengan pemberian susu formula (p value 0,000) dan tidak terdapaat hubungan antara pekerjaan dengan pemberian susu formula (p value 0,308). Diharapkan tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan cara memberikan penyuluhan dan pengarahan kepada masyarakat tentang pengaruh pemberian susu formula pada bayi 0-6 bulan.