Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

DEBONDING FAILURE PADA BALOK BETON BERTULANG DENGAN PERKUATAN LEMBAR GFRP YANG DIPENGARUHI BEBAN BERULANG DAN RENDAMAN AIR LAUT Arbain Tata; Anthonius Fredirik Raffel; Rudy Djamaluddin
JURNAL SIPIL SAINS Vol 8, No 16 (2018)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.406 KB) | DOI: 10.33387/sipilsains.v8i16.870

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis model kegagalan pada balok beton bertulang denganperkuatan lembar GFRP yang dipengaruhibeban berulang dan rendaman air laut. Benda uji yang digunakan adalah balok beton bertulang dengan mutu beton f’c 25 MPa. Benda uji dengan perkuatan lembaran GFRP direndam dalam kolam yang berisi air laut dengan variasi waktu masing-masing hingga 12 (dua belas) bulan. Pengujian dilakukan dengan beban berulang hingga gagal. Dalam penelitian ini, dibuat benda uji balok dengan panjang tiga meter dan penampang 200 mm x 150 mm. Beton Normal (BN)jenis balok sebagai balok control, Balok beton normal yang telah diperkuat dengan GFRP (BFK) yang masing-masing dibebani dengan monotonic. Balok utamadengan perkuatan(BF) balok beton yang telah diperkuat dengan GFRP direndam dengan air laut dalam kolam perendaman, lalu masing-masing dibebani beban fatik. Pengujian beban fatik diterapkan pada beban minimum 4 kN dan beban maksimum 24 kN. Beban berulang pada balok beton dengan frekuensi 1,5 Hz. Pengujian ini menunjukan balok BN mengalami kegagalan setelah 800.000 sedangkan BF mengalami kegagalan setelah 1.200.000 siklus. Kondisi tersebut menunjukkan terjadi peningkatan umur fatik yang signifikan akibat penguatan GFRP. Terjadi peningkatan kapasitas lentur pada benda uji yang diperkuat GFRP hingga 60% BFterhadapBN.Namun setelah adanya perendaman satu tahun terjadi penurunan kekuatan hingga 2%. Hal ini diindikasikan oleh melemahnya kapasitas rekatan GFRP-S yang dipengaruhi oleh rendaman air laut dan beban fatik.Terindikansi adanya penurunan kapasitas rekatanyang menyebabkan proses debonding pada benda uji dan mempercepat terjadi kegagalan struktur.
Stress-Strain Relation and Nonlinear Behavior of Circular Confined Reinforced Concrete Columns Tavio, Tavio; Tata, Arbain
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Tahun 16, Nomor 3, OKTOBER 2008
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.172 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v16i3.3699

Abstract

This paper presents a nonlinear finite element modeling and analysis of circular normal-strength reinforced concrete columns confined with transverse steel under axial compressive loading. In this study, the columns were modeled as discrete elements using ANSYS nonlinear finite element software. Concrete was modeled with 8-noded SOLID65 elements that can translate either in the x-, y-, or z-axis directions from ANSYS element library. Longitudinal and transverse steels were modeled as discrete elements using 3D-LINK8 bar elements available in the ANSYS element library. The nonlinear constitutive law of each material was also implemented in the model. The results indicate that the stress-strain relationships obtained from the analytical model using ANSYS are in good agreement with the experimental data. This has been confirmed with the insignificant difference between the analytical and experimental, i.e. 1.011 and 1.306 percent for the peak stress and the strain at the peak stress, respectively. The comparison shows that the ANSYS nonlinear finite element program is capable of modeling and predicting the actual nonlinear behavior of confined concrete column under axial loading. The actual stress-strain relationship, the strength gain and ductility improvement have also been confirmed to be satisfactorily. Keywords: ANSYS, confinement, ductility, stress-strain relationship, nonlinear finite element analysis, nonlinear behavior, reinforced concrete columns, strength ABSTRAK Makalah ini menyajikan pemodelan dan analisis elemen hingga nonlinier kolom bulat beton normal bertulang yang dikekang dengan baja transversal dibawah pembebanan aksial tekan. Dalam studi ini, kolom dimodelkan sebagai elemen diskrit menggunakan perangkat lunak elemen hingga nonlinier ANSYS. Beton dimodelkan dengan elemen SOLID65 8-titik yang dapat bertranslasi baik dalam arah sumbu-x-, -y, or -z dari pustaka elemen ANSYS. Baja longitudinal dan transversal dimodelkan sebagai elemen diskrit menggunakan elemen batang LINK8-3D yang tersedia dalam pustaka elemen ANSYS. Hukum konstitutif nonlinier setiap material juga diterapkan dalam model. Hasilnya menunjukkan bahwa hubungan tegangan-regangan yang diperoleh dari model analisis menggunakan ANSYS sangat sesuai dengan data eksperimental. Hal ini telah dikonfirmasi dengan perbedaan yang tidak signifikan antara hasil analisis dan eksperimental, yaitu 1,011 and 1,306 persen masing-masing untuk tegangan puncak dan regangan saat tegangan puncak. Perbandingan menunjukkan bahwa program elemen hingga nonlinier ANSYS mampu memodelkan dan memprediksi perilaku nonlinier aktual kolom beton terkekang dibawah pembebanan aksial. Hubungan tegangan-regangan aktual, peningkatan kekuatan dan perbaikan daktilitas juga telah dikonfirmasi memuaskan.Kata kunci: Analisis elemen hingga nonlinier, ANSYS, daktilitas, hubungan tegangan-regangan, kekuatan kolom beton bertulang, pengekangan, perilaku nonlinierPermalink: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/mkts/article/view/3699[How to cite: Tavio dan Tata, A. (2008), Stress-Strain Relation and Nonlinear Behavior of Circular Confined Reinforced Concrete Columns, Jurnal Media Komunikasi Teknik Sipil, Tahun 16, Nomor 3, pp. 255-268]
PERILAKU STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT KETIDAK BERATURAN VERTIKAL KEKAKUAN TINGKAT LUNAK DENGAN ANALISIS BERBASIS KINERJA Arbain Tata
TERAS JURNAL Vol 11, No 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.475

Abstract

Abstrak Perkembangan disain struktur bangunan tahan gempa menggunakan konsep Performance Based Design atau analisis berbasis kinerja adalah konsep desain struktur bangunan gedung di mana kegagalan dapat didesain terjadi pada level dan pola tertentu sesuai tingkat kerusakan yang diinginkan. Dalam penerapan konsep Performance Based Design digunakan metode perhitungan perpindahan langsung atau Direct Displacement Based Design (DDBD). Pada penelitian ini struktur gedung merupakan konstruksi beton bertulang dengan pola denah yang beraturan di mana keseluruhan tipe struktur A0, B1, B2, dan B3 yang didesain menggunakan sistem ganda pada arah sumbu kuat (x) dan sistem rangka pada arah sumbu lemah (y). Struktur A0 merupakan struktur dasar yang menjadi pembanding terhadap ketidak beraturan vertikal kekakuan tingkat lunak yang didesain pada Struktur B1, B2, dan B3. Evaluasi hasil kinerja dan asesmen menggunakan metode ATC–40 diketahui bahwa, untuk keseluruhan tipe struktur A0, B1, B2, dan B3 pada arah x dan y berada pada level kinerja Immediate Occupancy (IO) dan termasuk dalam kategori daktilitas penuh (full ductility). Hasil perbandingan nilai drift pada arah sumbu (x) pada sistem ganda diketahui bahwa semua tipe struktur nilainya tidak melebihi design drift limit, sedangkan hasil perbandingan nilai drift pada arah sumbu (y) pada sistem rangka diketahui bahwa struktur B1 dan B2 memiliki nilai drift yang melebihi design drift limit. Kata kunci: perilaku, ketidakberaturan vertikal, analisis berbasis kinerja  Abstract The development of earthquake-resistant building structural designs using the concept of Performance-based design or performance-based analysis is the design concept of building structures where failure can be designed to occur at a certain level and pattern according to the level of damage. The implementation of the concept of Performance-based design use the method of calculating direct displacement or Direct Displacement Based Design (DDBD). Therefore,  the building structure is a reinforced concrete construction with a regular floor plan where all types of structures A0, B1, B2, and B3 are designed using a dual system on the strong axis (x) and the frame system on the weak axis (y). The structure A0 is the basic structure which is a comparison to the vertical irregularity of soft stiffness designed in Structures B1, B2, and B3. Evaluation of performance results and assessment using the ATC-40 method indicate for all types of structures A0, B1, B2, and B3 in the X and Y directions are at the level of performance of Immediate Occupancy (IO) and are included in the full ductility category. The results of the comparison of drift values in the (x) direction of the dual system show that all types of structures do not exceed the design drift limit. Meanwhile, the results of the comparison of drift values in the (y) direction of the frame system show that the structures B1 and B2 have drift values that exceed the design drift limit. Keywords: behavior, vertical irregularity, performance-based analysis
PEMANFAATAN PASIR APUNG PADA MORTAR BUSA DALAM PEMBUATAN BATAKO RINGAN Muhammad Darwis; Arbain Tata; Chairul Anwar
JURNAL SIPIL SAINS Vol 9, No 18 (2019)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi telah banyak ditemukan inovasi atau alternatif bahan bangunan yang memudahkan pengerjaan, ramah lingkungan, memberikan efek kenyamanan, ketahanan umur, dan kecepatan. Dalam aplikasi hal ini dapat juga ditemukan pada bata dengan teknologi foam (busa). Dalam pembuatan bata ringan ada beberapa cara yang dilakukan misalnya dengan membuat gelembung-gelembung gas/udara di dalam campuran mortar, penggunaan agregat ringan diantaranya pasir apung dengan campuran additive. Foam Agent merupakan salah satu bahan pembuat busa yang biasanya berasal dari bahan berbasis protein hydrolyzed. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mortar busa dengan menggunakan pasir apung dengan proses pengempaan. Tinjauan pada penilitian ini berupa berat volume batako, penyerapan air pada batako dan kualitas batako. Tahapan yang dilakukan dalam pengujian antara lain : pengujian karakteristik material, perencanaan komposisi campuran 1PC : 3PS dengan tambahan  foam agent (ccairan busa ) sebasar 20% terhadap air, dan variasi pengempaan pada batako untuk satu sampel yaitu : 0,89 MPa, 1,78 MPa, 2,67 MPa, 3,56 MPa, 4,44 MPa, dengan jumlah sampel 60 buah. Hasil dari penilitian ini memperlihatkan bahwa semakin besar pengempaan yang diberikan maka semakin berat batako yang dihasilkan, sedangkan untuk batako yang menggunakan pasir apung dengan tambahan tambahan foam agent sedikit lebih ringan dibandingkan dengan batako tanpa foam agent  karena ada rongga udara di dalam batako itu sendiri. Berdasarkan rata-rata berat volume   batako pasir apung hasil yang diperoleh yaitu  1632 kg/m3 ,dan untuk batako dengan foam agent hasil yang diperoleh 1557,33 kg/m3 dari variasi pengempaan : 0,89MPa, 1,78 MPa, 2,67 MPa, 3,56 MPa, 4,44 MPa
KAPASITAS REKATAN LEMBAR GFRP PADA BALOK LENTUR AKIBAT BEBAN BEBAN BERULANG DAN LINKUNGAN LAUT Arbain Tata; Dewi Sulistyorini; Rudy Djamaluddin
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.5 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan merumuskan model hubungan kapasitas rekatan perkuatan lembaran GFRP pada balok beton bertulang yang dipengaruh air laut dan beban beban berulang. Penelitian dilakukan metode uji laboratorium dengan menggunakan sembilan benda uji balok lentur dengan mutu beton f’c 25 MPa. Satu buah balok lentur beton normal (BN) dengan munggunakan beban beban berulang tanpa rendaman air laut dan perkuatan. Satu balok lentur dengan perkuatan GFRP-S tanpa rendaman air laut. Balok lentur yang lain diperkuat lembaran GFRP direndam dalam kolam yang berisi air laut dengan variasi waktu masing-masing, satu bulan dan tiga bulan serta dibebani beban berulang. Pengujian dilakukan dengan beban beban berulang sinusoidal frekuensi 1,5 Hz hingga gagal. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan kapasitas rekatan lembaran GFRP yang dipengaruhi oleh rendaman air laut. Kegagalan balok lentur terjadi pada 1.000.000 siklus untuk balok dengan perkuatan (BF). Model kegagalan yang terjadi pada balok lentur adalah kegagalan lekatan antara beton dengan lembaran GFRP pada pusat beban yang merambat secara perlahan menuju ke tumpuan hingga gagal (debonding). Dapat disimpulkan bahwa kapasitas rekatan yang terjadi dalam tiga bulan terjadi penurunan sebesar 6.78%. Kapasitas rekatan balok beton tersebut dapat didekati dengan persamaan eksponensial, yaitu t y e 0.04 0.121   dimana t adalah fariabel waktu rendaman.
PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI CAMPURAN BAHAN BAKU BETON TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON Arbain Tata; Mufti Amir Sultan; Sumartini Sumartini
JURNAL SIPIL SAINS Vol 6, No 11 (2016)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.437 KB) | DOI: 10.33387/sipilsains.v6i11.310

Abstract

Semakin meluasnya penggunaan beton sebagai bahan konstruksi, maka semakin dituntut untuk meningkatkan kualitas beton sehingga diperlukan suatu perencanaan yang teliti dan benar sesuai syarat-syarat serta prosedur yang telah ditentukan agar diperoleh mutu beton yang diinginkan. Ada beberapa cara untuk meningkatkan kekuatan beton, diantaranya dengan pemberian bahan tambahan yang dinilai mempunyai harga yang cukup ekonomis dan diprediksikan dapat meningkatkan sifat mekanis beton yakni kuat tekan, kuat lentur dan elastisitas beton. Pada penelitian ini digunakan abu sekam padi sebagai bahan tambah terhadap berat agregat halus. Penelitian ini menggunakan agregat kasar dari kelurahan Togafo, agregat halus dari kelurahan Kalumata, semen Portland tipe I merek Tonasa dan abu sekam padi yang berasal dari desa Toboino kecamatan Wasile Timur kabupaten Halmahera Timur sebagai bahan tambah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji seberapa besar pengaruh abu sekam padi terhadap kuat tekan, kuat lentur dan elastisitas beton. Hasil penelitian diperoleh pada pengujian kuat tekan beton dengan menggunakan variasi abu sekam padi sebanyak 0%, 2,5%, 7,5% dan 10% terhadap berat pasir diperoleh kuat tekan optimum sebesar 18,24 Mpa pada variasi penambahan 8,0% abu sekam padi. Pada pengujian kuat lentur beton dengan menggunakan variasi abu sekam padi sebanyak 0%, 2,5%, 7,5% dan 10% terhadap berat pasir diperoleh kuat lentur optimum sebesar 6,38 Mpa pada variasi penambahan 2,5% abu sekam padi. Pada pengujian elastisitas beton dengan menggunakan variasi abu sekam padi sebanyak 0%, 2,5%, 5%, 7,5% dan 10% terhadap berat pasir diperoleh semakin besar penambahan abu sekam padi maka semakin besar elastisitas beton.
DEBONDING FAILURE PADA BALOK BETON BERTULANG DENGAN PERKUATAN LEMBAR GFRP YANG DIPENGARUHI BEBAN BERULANG DAN RENDAMAN AIR LAUT Arbain tata
JURNAL SIPIL SAINS Vol 8, No 16 (2018)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v8i16.799

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis model kegagalan pada balok beton bertulang dengan perkuatan lembar GFRP yang dipengaruhi beban berulang dan rendaman air laut. Benda uji yang digunakan adalah balok beton bertulang dengan mutu beton f’c 25 MPa. Benda uji dengan perkuatan lembaran GFRP direndam dalam kolam yang berisi air laut dengan variasi waktu masing-masing hingga 12 (dua belas) bulan. Pengujian dilakukan dengan beban berulang hingga gagal. Dalam penelitian ini, dibuat benda uji balok dengan panjang tiga meter dan penampang 200 mm x 150 mm. Beton Normal (BN) jenis balok sebagai balok control, Balok beton normal yang telah diperkuat dengan GFRP (BFK)  yang masing-masing dibebani dengan monotonic. Balok utama dengan perkuatan (BF) balok beton yang telah diperkuat dengan GFRP direndam dengan air laut dalam kolam perendaman, lalu masing-masing dibebani beban fatik. Pengujian beban fatik diterapkan pada beban minimum 4 kN dan beban maksimum 24 kN. Beban berulang pada balok beton dengan frekuensi 1,5 Hz. Pengujian ini menunjukan balok BN mengalami kegagalan setelah 800.000 sedangkan BF mengalami kegagalan setelah 1.200.000 siklus. Kondisi tersebut menunjukkan terjadi peningkatan umur fatik yang signifikan akibat penguatan GFRP. Terjadi peningkatan kapasitas lentur pada benda uji yang diperkuat GFRP hingga 60% BF terhadap BN. Namun setelah adanya perendaman satu tahun terjadi penurunan kekuatan hingga 2%. Hal ini diindikasikan oleh melemahnya kapasitas rekatan GFRP-S yang dipengaruhi oleh rendaman air laut dan beban fatik. Terindikansi adanya penurunan kapasitas rekatan yang menyebabkan proses debonding pada benda uji dan mempercepat terjadi kegagalan struktur
MODIFIKASI DESAIN MENGGUNAKAN STRUKTUR BAJA DENGAN KOLOM KOMPOSIT PADA GEDUNG PASAR MODERN TERNATE Itok Ali Munawar; Arbain Tata; Jamalun Togubu
JURNAL SIPIL SAINS Vol 8, No 16 (2018)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1365.319 KB) | DOI: 10.33387/sipilsains.v8i16.872

Abstract

Banyak desain struktur di Ternate yang telah mengunakan beton bertulang mulai dariperencanaan jembatan, masjid, pelabuhan, rumah sakit, dan kantor-kantor dinas lainnya. Pasar modernsebagai salah satu pusat penunjang perekonomian sehingga menjadi pusat perhatian danberkumpulnya banyak orang maka perlu adanya inovasi-inovasi struktur yang baru. Maka perludilakukan adanya redesain pada struktur Pasar Modern Kota Ternate. Redesain struktur didesainmenggunakan struktur baja dengan kolom komposit tahan gempa pada bangunan 4 lantai di PasarModern Kota Ternate. Perancangan struktur didesain menggunakan program bantu ETABS versi16.0.3. Pendesainan elemen struktur menggunakan Sistem Rangka Baja Dan Beton Komposit PemikulMomen Khusus (SRBBK) sesuai dengan SNI 1726-2012 dan SNI 1729-2015.Aspek-aspek yangditinjau pada perencanaan struktur bangunan yaitu balok induk kolom, shear stud, sambungan danbase plat. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah memberikan informasi hasil modifikasi perencanaanpasar modern dimana awalnya didesain menggunakan beton bertulang yang tahan terhadap gempadengan berdasarkan peraturan SNI 1726-2012. Dari hasil analisis dipakai balok WF 700X300X13X24dengan momen maximum akibat beban terfaktor (Mu) 1064343743 Nmm, momen nominal (Mn)1398968140 Nmm dengan rasio 0,761 dan gaya geser akibat beban terfaktor (Vu) 400775,66 N. Hasilanalisis dimensi dan jumlah Shear Connector, Ф 19 mm dengan (Vh) 418698,3 N maka jumlah untuk1/3 bentang 3 buah pada 1/2 bagian dengan jumlah total keseluruhan 42.
Penggunaan Limbah Plastik PP Sebagai Bahan Pengikat Pada Campuran Paving Block Mufti Amir Sultan; Arbain Tata; Amrin Wanda
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v6i2.4552

Abstract

Penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari telah menjadi hal yang lumrah, namun efek samping yang ditimbulkan yaitu limbah yang sulit diurai dalam tanah. Dilain pihak dengan perkembangan tingkat kebutuhan manusia dan semakin berkurangnya sumber daya alam, maka muncul inovasi dengan memanfaatkan limbah plastik sebagai bahan pembentuk beton. Pada penelitian ini digunakan plastik daur ulang 5 PP sebagai bahan perekat pengganti semen. Plastik dilelehkan dan dicampur dengan agregat halus quarry Tobololo dengan kadar 0% sampai 100% dengan interval kenaikan 10%. Dari hasil penelitian diperoleh kuat tekan optimum pada kadar 30% terhadap berat pasir dengan kuat tekan 13,30 MPa, paving block yang dihasilkan masuk pada kelas mutu C.
Studi Karakteristik Agregat Pasir Pantai Mangoli, Sosowomo dan Loto dalam Komposisi Beton Arbain Tata; Irnawaty Irnawaty; Cavaruddin Cavaruddin
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 6, No 02 (2017): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v6i02.561

Abstract

AbstrakPasir sebagai agregat halus memegang peranan penting dalam menentukan karakteristik struktur beton yang dihasikan, sebab agregat halus mengisi sebagian besar volume beton. Pasir pantai sebagai salah satu jenis material agregat halus memiiki ketersediaan dalam kuantitas yang besar namun sifat fisik yang dimiliki perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari komposisi material pasir semen dari tiga quary pasir pantai yang berbeda dibandingkan dengan pasir gunung. Didapatkan kekuatan optimum serta pengaruh variasi faktor air semen (FAS) terhadap kuat tekan dan modulus elastisitas beton pasir pantai. Benda uji yang dibuat adalah selinder dengan ukuran 150 x 300 mm dengan variasi faktor air semen (FAS) 0,4; 0,5; 0,6 dan 0,7. Benda uji selinder diuji pada saat umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengujian kuat tekan dari tiga quarry yang berbeda dihasilkan kuat tekan paling tinggi dari pantai Loto. Dari material pasir pantai Loto dilaksanakan pengujian modulus elastisitas dengan nilai FAS divariasikan. Hasil menunjukan terjadi kenaikan nilai kuat tekan dari FAS 0,48 dan 0,4 dari 22,84 MPa menjadi 26,64 MPa, selanjutnya kuat tekan dari FAS 0.5, 0,6 dan 0,7 mengalami penurunan dari 20,32 MPa menjadi 13 FAS 80 MPa dan 11 FAS 73 MPa. Maka variasi optimum yang dapat digunakan adalah variasi FAS 0.4. Begitu pula dengan modulus elastisitas juga mengalami kenaikan dari FAS 0,48 dan 0,4 dari 25063,5 MPa menjadi 26292 MPa, selanjutnya variasi FAS dari 0,5; 0,6 dan 0,7 mengalami penurunan dari 23465 MPa menjadi 18906 MPa dan 15133,5 MPa. Maka variasi optimum yang didapat adalah variasi FAS 0,4.Kata kunci: pasir pantai, kuat tekan beton, modulus elastisitas.  AbstractSand as fine aggregate plays important role in determining the characteristics of resulted concrete structure since fine aggregate fills the most part of concrete volume. Beach sand as one of types of fine aggregate material is available in large quantity; however, its physical characteristics need further examination. The research aimed to study the composition of cement sand material and three different beach sand quarries. The optimal strength and the influence of water cement factor (FAS) variation on the pressure strength and modulus elasticity of beach sand concrete were obtained. The test object made was a 150x200 mm cylinder with variation of water cement factor (FAS) of 0.4; 0.5; 0.6 and 0.7. The cylinder was tested on the 28th days. The research result indicates that the test of pressure strength of the three quarries was different. The highest pressure strength was obtained from Loto Beach. Modulus of elasticity testing was conducted on sand material from Loto Beach with varied FAS values. The result indicates that there was an increase in the value of pressure strength of FAS 0.48 and 0.4 from 22.84 MPa to 26.64 MPa. The pressure strength of FAS 0.5, 0.6 and 0.7 experienced a decrease from 20.32 MPa to 13 FAS 80 MPa and 11 FAS 73 MPa. Thus, optimum variation that can be used was FAS 0.4. The modulus of elasticity was also experienced an increase from FAS 0.48 and 0.4, which was from 25063.5 MPa to 26292 MPa. Further, variation of FAS from 0.5; 0.6 and 0.7 experienced a decrease from 23465 MPa to 18906 MPa and 15133.5 MPa. Therefore, the optimum variation obtained was variation of FAS 0.4.Keywords: beach sand, pressure strength of concrete, modulus of elasticity.