Asmar Hasan
Department Of Plant Protection, Faculty Of Agriculture, Halu Oleo University, Jalan HEA Mokodompit, Kendari 93231, Southeast Sulawesi, Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

DETEKSI SOYBEAN MOSAIC VIRUS (SMV) TERBAWA BENIH KEDELAI DI SULAWESI TENGGARA Hasan, Asmar; Taufik, Muhammad; Kasim, Niken Kasim Nur; Hijria, Hijria
Journal TABARO Agriculture Science Vol 2, No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Journal TABARO Agriculture Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.231 KB)

Abstract

Virus mosaik kedelai (SMV) adalah salah satu patogen paling penting dalam tanaman kedelai yang aktivitasnya bahkan dapat menyebabkan kerugian tanaman hingga 100%, sehingga menghambat upaya pemerintah untuk mewujudkan swasembada kedelai. Terkait hal ini, sekitar awal tahun 2015, gejala mosaik telah ditemukan pada kedelai yang dibudidayakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo, Sulawesi Tenggara dan berdasarkan hasil deteksi serologi membuktikan bahwa daun kedelai gejala mosaik positif terinfeksi oleh virus mosaik seperti SMV. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah benih kedelai yang ditemukan di kalangan petani dan digunakan sebagai bibit juga telah terinfeksi oleh SMV. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan SMV pada benih kedelai petani menggunakan metode uji serodiagnosis dengan teknik ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay). Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMV positif menginfeksi biji kedelai varietas Dena dan Dega dari Desa Belatu, Kecamatan Pondidaha. Terdeteksi pada getah daun kedelai yang telah diunggulkan sedangkan getah biji kering tidak terdeteksi
Swasembada Kedelai Dan Penyakit Mosaiknya Di Sulawesi Tenggara Taufik, Muhammad; HS, Gusnawaty; Hasan, Asmar; M, Rahayu; Nurmini, Nurmini
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL SWASEMBADA PANGAN (Indonesia Menuju Swasembada Pangan dalam Tiga Tahun Ke
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.509 KB) | DOI: 10.37149/4768

Abstract

Kedelai adalah komoditi pangan yang penting karena setiap hari dikonsumsi oleh masyarakat di Sulawesi Tenggara. Kebutuhan yang tinggi terhadap kedelai menyebabkan setiap tahun pemerintah mengimpor kedelai untuk menutupi kekurangan produksi dalam negeri. Upaya mengurangi impor terus dilakukan namun beberapa kendala seperti gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT), salah satunya adalah penyakit mosaic virus yang dapat mengganggu produksi, produktivitas bahkan target swasembada kedelai tiga tahun ke depan. Oleh karena itu paper ini bertujuan memberikan informasi baru keberadaan penyakit mosaik virus pada tanaman kedelai sebagai dasar mendesain strategi pengendalian penyakit mosaik untuk mendukung swasembada kedelai tiga tahun ke depan di Sulawesi Tenggara.  Berdasarkan pada hasil penelitian menunjukkan keberadaan virus Cowpea mild mottle virus (CPMMV), Cucumber mosaic virus (CMV) and Soybean mosaic virus (SMV) setelah diuji dengan teknik ELISA. Tidak ditemukan serangga vektor Aphids (kutudaun) di plot percobaan sampai akhir pengamatan, hanya ditemukan Empoasca sp.  Kutudaun adalah vektor beberapa penyakit virus mosaic sehingga tidak adanya kutudaun menjadi menarik karena mungkin telah terjadi pergeseran tugas dan fungsi vektor dari kutudaun ke Empoasca pada kondisi percobaan. Namun demikian masih dibutuhkan kajian mendalam pergeseran tersebut meskipun beberapa referensi melaporkan kemampuan Empoasca sp. sebagai vektor virus. Data ini memberikan implikasi bahwa untuk mencapai swasembada kedelai tiga tahun ke depan memerlukan kajian kolektif tentang faktor-faktor penghambat produksi kedelai sehingga dapat didesain tindakan pengendalian secara dini. Integrasi teknik pengendalian yang kompatibel dengan mempertimbangkan tiga dimensi pengendalian virus yaitu dimensi benih/tanaman sebagai inang, dimensi virus mosaik sebagai patogen dan dimensi serangga vektor virus di lapang Pengendalian vektor virus mosaik merupakan salah satu strategi untuk mengendalikan penyakit mosaic virus. 
Metode Single Image-NDVI untuk Deteksi Dini Gejala Mosaik pada Capsicum annuum Asmar Hasan; Widodo; Kikin Hamzah Mutaqin; Muhammad Taufik; Sri Hendrastuti Hidayat
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.17.1.9-18

Abstract

Mosaik adalah gejala penyakit yang sering ditemukan pada tanaman cabai merah (Capsicum annuum) dan umumnya disebabkan oleh infeksi virus seperti Tobacco mosaic virus. Infeksi yang berat bahkan dapat mengakibatkan tanaman menjadi kerdil dan mengalami kehilangan hasil yang nyata. Metode serologi dan molekuler sudah banyak digunakan untuk mendeteksi virus tetapi pengerjaannya cukup menyita waktu, relatif kurang efisien untuk sampel yang banyak, dan bersifat destruktif pada tanaman. Di sisi lain, pengamatan gejala secara langsung terkendala oleh kemampuan visual manusia dan gejala laten pada tahap awal infeksi. Oleh karena itu, metode deteksi berdasarkan kemampuan tanaman menyerap dan merefleksikan berbagai spektrum cahaya matahari, seperti normalized difference vegetation index (NDVI) berpotensi untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi single image-NDVI sebagai varian NDVI untuk pengembangan deteksi dini gejala mosaik pada cabai merah. Tahapan utama penelitian ialah perekaman citra tanaman cabai merah yang tidak diinokulasi virus (V0), diinokulasi (V1), dan minim hara (M) menggunakan kamera RGB tanpa modifikasi dan filter lensa untuk menangkap reflektansi cahaya biru dan Near-Infrared. Selanjutnya dilakukan pengolahan citra menggunakan plugin Photo Monitoring pada aplikasi Fiji-ImageJ. Perekaman dilakukan mulai 1 hari setelah inokulasi (HSI) sampai gejala terlihat kasat mata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi tendensi peningkatan nilai NDVI terintegrasi pada semua perlakuan. Namun, tendensi peningkatan pada V1 tidak nyata dibandingkan dengan V0 dan M. Selisih rata-rata nilai NDVI terintegrasi antara V1 terlihat sangat nyata dibandingkan dengan V0 (pada 5 HSI) dan M (pada 1 HSI). Tingkat sensitivitas, spesifisitas, dan akurasi metode ini berkisar antara 80–90 % pada 5 HSI.
DETEKSI SOYBEAN MOSAIC VIRUS (SMV) TERBAWA BENIH KEDELAI DI SULAWESI TENGGARA Asmar Hasan; Muhammad Taufik; Niken Nur Kasim; Hijria Hijria
Journal TABARO Agriculture Science Vol 2, No 1: MEI 2018
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.707 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v2i1.114

Abstract

Virus mosaik kedelai (SMV) adalah salah satu patogen paling penting dalam tanaman kedelai yang aktivitasnya bahkan dapat menyebabkan kerugian tanaman hingga 100%, sehingga menghambat upaya pemerintah untuk mewujudkan swasembada kedelai. Terkait hal ini, sekitar awal tahun 2015, gejala mosaik telah ditemukan pada kedelai yang dibudidayakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo, Sulawesi Tenggara dan berdasarkan hasil deteksi serologi membuktikan bahwa daun kedelai gejala mosaik positif terinfeksi oleh virus mosaik seperti SMV. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah benih kedelai yang ditemukan di kalangan petani dan digunakan sebagai bibit juga telah terinfeksi oleh SMV. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan SMV pada benih kedelai petani menggunakan metode uji serodiagnosis dengan teknik ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay). Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMV positif menginfeksi biji kedelai varietas Dena dan Dega dari Desa Belatu, Kecamatan Pondidaha. Terdeteksi pada getah daun kedelai yang telah diunggulkan sedangkan getah biji kering tidak terdeteksi
HUBUNGAN PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI DENGAN PENINGKATAN KANDUNGAN PROTEIN DAN SERAT KASAR LEGUM Clitoria ternatea SEBAGAI HIJAUAN PAKAN TERNAK Syamsuddin Syamsuddin; Takdir Saili; Asmar Hasan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 3, No 2 (2016): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.993 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v3i2.1691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat pupuk kandang sapi terhadap kualitas  legum Clitoria ternatea  khususnya kandungan protein dan serat kasar. Penelitian ini dilakukan lahan Agrostologi Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Haluoleo Kendari. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yang diawali dengan pengolahan lahan, pemupukan(perlakuan), penanaman, pemeliharaan,  dan pemanenan  yang dilakukan sebanyak dua kali pada tanaman umur 13 MST (Panen I) dan 19 MST (Panen II) dengan batas pemotongan tanaman 20 cm dari permukaan tanah. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu persentase kandungan protein kasar dan serat kasar melalui analisis jaringan tanaman yang dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian UHO. Persentase kandungan protein kasar ditentukan menggunakan metode ”Kjedahl” sedangkan persentase kandungan serat kasar ditentukan menggunakan metode ”Gravimetri”. Data hasil pengamatan selanjutnya ditabulasi dan dianalisis menggunakan analisis korelasi Pearson. Hasil penelitian menujukan bahwa pupuk kandang sapi dengan dosis tertinggi yaitu 25 ton ha-1 mampu meningkatkan kandungan protein kasar hingga mencapai 24,25% dibanding kontrol, tetapi menurunkan kandungan serat kasar hingga mencapai 34,07% dibanding kontrol pada panen I.  Sedang Pada panen II, dengan peningkatan pupuk kandang sapi hingga 25 ton ha-1 mampu meningkatkan kandungan protein kasar sebesar 24,23% dibanding kontrol, namun menurunkan kandungan serat kasar sebesar 44,07% dibanding kontrol.Kata Kunci: legum, Clitoria Ternate, kualitas, pupuk kandang sapi
UJI KISARAN INANG POTYVIRUS PENYEBAB MOSAIK NILAM (Pogostemon cablin (Blanco) Benth) ASAL SULAWESI TENGGARA ASMAR HASAN; MUHAMMAD TAUFIK; GUSNAWATY HS -; SARAWA -
Jurnal Agroteknos Vol 4, No 3 (2014)
Publisher : Jurnal Agroteknos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.528 KB)

Abstract

The objective of the research was to determine the host alternate of Potyvirus in Southeast Sulawesi using a host range technique. Observed variables were incubation period, disease incidence, and variation symptom. The research results showed that virus isolates could be mechanically transmitted to melon plant (Cucumismelo) but showing no external symptoms while on tomato (Solanum lycopersicum), long-beans (Vigna sinensis), tobacco (Nicotiana tabacum and Nicotiana benthamiana), swamp-land (Ipomoea reptana), red-amaranth (Alternantheraamoena), chili (Capsicum annum), and egg plant (Solanum melongena) so far the existence of the Potyvirus could not be detected after mechanically inoculated.
DETEKSI POTYVIRUS PADA NILAM (Pogostemon Cablin (BLANCO) BENTH) DENGAN TEKNIK ELISA DI SULAWESI TENGGARA MUHAMMAD TAUFIK; ASMAR HASAN; ANDI KHAERUNI; GUSNAWATY HS - -; SARAWA MAMMA
Jurnal Agroteknos Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Agroteknos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.655 KB)

Abstract

Mosaic symptoms were observed on Patchouli (Pogostemon cablin) around North Kolaka and Kolaka, Southeast Sulawesi during surveys in early 2012. Indirect-ELISA based detection was conducted using symptomatic leaf samples. The objective of the research was to determine disease incidence of Potyvirus in several farms of Patchouli plant in Southeast Sulawesi. The results showed that Patchouli plant (Pogostemon cablin) was found to be infected with Potyvirus disease showing mosaic symptoms and malformation on the leaf samples i.e. in Amotowo and Boro-Boro Villages of subdistrict Boro-Boro, and Landabaro Village, Mowila subdistrict of South Konawe regency; Asinua Village of subdistrict Unaaha, Lambuya district of subdistrict Lambuya, and Bungguosu district, Konawe subdistrict of Konawe regency; and Anduonohu district, Poasia subdistrict of Kendari regency. This is the first report on Potyvirus infection on patchouli in Southeast Sulawesi. Keywords: Inderect-ELISA, mosaic, Potyvirus, Pogostemon cablin
Characteristics of Virus Symptoms in Chili Plants (Capsicum frutescens) Based on RGB Image Analysis Asmar Hasan; Widodo Widodo; Kikin Hamzah Mutaqin; Muhammad Taufik; Sri Hendrastuti Hidayat
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 44, No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v41i0.3731

Abstract

Virus infection in chili plants may cause various symptoms. The complexity of the symptoms and human vision ability often become limiting factors during disease investigations. Digital image analysis is expected to become a method to assist in comprehensively describing the symptoms of plant viruses. A disease survey was conducted on cayenne pepper fields in Southeast Sulawesi Province to observe symptoms of virus infection virtually and to record the symptomatic plant using an RGB camera. The split-channel method is used to process images, followed by multidimensional scaling statistical analysis. Later on, viruses associated with plants were detected serologically. Single or mixed infection of Tobacco mosaic virus, Cucumber mosaic virus, Chili veinal mottle virus, and Pepper mottle virus was confirmed by plant leaves showing yellow-mosaic and mottle symptoms. The digital image analysis method could show variations in the characteristics of symptoms based on digital numbers in that cannot be recognized based on the observation of visual symptoms. A new approach to study the interactions between plant infecting viruses and their effects based on image analysis has also been developed during this research. This method needs to be further validated through testing under controlled conditions, such as inoculating plants with a predetermined type of virus.
PENILAIAN KEPARAHAN GEJALA VIRUS PADA Capsicum frutescens BERBASIS INDEKS VEGETASI DAN PENGAMATAN VISUAL DI LAPANGAN Muhammad Taufik; Asmar Hasan; Sri Hendrastuti Hidayat; Ayu Kartini Parawansa; Arifin Tasrif
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i1.6063

Abstract

Infeksi virus dapat menyebabkan gejala yang bervariasi pada tanaman. Penilaian tingkat keparahan gejala virus tanaman di lapangan umumnya menggunakan metode konvensional berbasis pengamatan visual. Seiring dengan perkembangan teknologi digital saat ini, telah dikembangkan pula metode penilaian terkini berbasis analisis citra digital. Namun informasi terkait kepresisian dan keakurasian kedua metode penilaian tersebut masih sangat terbatas khususnya penilaian keparahan gejala yang disebabkan oleh virus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil penilaian keparahan penyakit berdasarkan metode konvensional dan analisis citra digital berbasis NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) serta membandingkan akurasi kedua metode penilaian tersebut dalam mengestimasi variabel produksi tanaman. Survei lapangan dilakukan dengan melakukan perekaman citra dan pengamatan secara visual terhadap gejala serangan virus pada tajuk tanaman cabai. Dilanjutkan dengan pengukuran bobot buah sampel tanaman, dan analisis citra digital tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian keparahan gejala virus menggunakan metode analisis citra digital berbasis indeks vegetasi NDVI lebih presisi (standar deviasi < 0,04) dibandingkan metode pengamatan visual (standar deviasi > 4,00), khususnya pada fase generatif. Selain itu, metode indeks vegetasi NDVI juga lebih akurat dalam mengestimasi bobot buah cabai karena koefisien regresi bertanda positif dengan nilai R2 > 0,90.
The Potential of a Low-Cost Thermal Camera for Early Detection of Temperature Changes in Virus-Infected Chili Plants Asmar Hasan; Widodo Widodo; Kikin Hamzah Mutaqin; Muhammad Taufik; Sri Hendrastuti Hidayat
Journal of ICT Research and Applications Vol. 17 No. 1 (2023)
Publisher : LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/itbj.ict.res.appl.2023.17.1.2

Abstract

One effect of viral infection on plant physiology is increased stomata closure so that the transpiration rate is low, which in turn causes an increase in leaf temperature. Changes in plant leaf temperature can be measured by thermography using high-resolution thermal cameras. The results can be used as an indicator of virus infection, even before the appearance of visible symptoms. However, the higher the sensor resolution of the thermal camera, the more expensive it is, which is an obstacle in developing the method more widely. This article describes the potential of thermography in detecting Tobacco mosaic virus infection in chili-pepper plants using a low-cost camera. A FLIR C2 camera was used to record images of plants in two treatment groups, non-inoculated (V0) and virus-inoculated plants (V1). Significantly, V1 had a lower temperature at 8 and 12 days after inoculation (dai) than those of V0, but their temperature was higher than V0 before symptoms were visible, i.e., at 17 dai. Thermography using low-cost thermal cameras has potency to detect early viral infection at 8 dai with accuracy levels (AUC) of 80.0% and 86.5% based on k-Nearest Neighbors and Naïve Bayes classifiers, respectively.