Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

KETERKAITAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG PERPUSTAKAAN DENGAN PEMANFAATAN BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN SMA NEGERI 3 BANDUNG Faziastuti, Dwi Ary; Susilana, Rudi
Edulib Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v3i1.4144

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beragamnya pemanfaatan bahan pustaka oleh siswa di Perpustakaan SMA Negeri 3 Bandung. Pokok masalah yang diungkap dalam penelitian ini adalah bagaimana hubungan persepsi siswa tentang perpustakaan dengan pemanfaatan bahan pustaka di Perpustakaan SMA Negeri 3 Bandung. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui (1) gambaran mengenai persepsi siswa tentang perpustakaan di Perpustakaan SMA Negeri 3 Bandung; (2) gambaran pemanfaatan bahan pustaka di Perpustakaan SMA Negeri 3 Bandung; dan (3) keterkaitan antara persepsi siswa tentang perpustakaan dengan pemanfaatan bahan pustaka di Perpustakaan SMA Negeri 3 Bandung. Populasi dalam penelitian adalah SMA Negeri 3 Bandung, dengan sampel sebesar 90 orang yang ditentukan rumus Yamane dan menggunakan metode stratified random. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket tertutup dengan skala Likert, pengolahan data menggunakan korelasi dari Pearson’s Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) persepsi siswa tentang perpustakaan di Perpustakaan SMA Negeri 3 Bandung berada dalam kategori cukup baik, (2) pemanfaatan bahan pustaka di Perpustakaan SMA Negeri 3 Bandung berada dalam kategori cukup baik, dan (3) persepsi siswa tentang perpustakaan memiliki keterkaitan yang signifikan dengan pemanfaatan bahan pustaka di Perpustakaan SMA Negeri 3 Bandung, yang menghasilkan korelasi kuat. Rekomendasi pada penelitian ini adalah layanan perpustakaan dan pemanfaatan bahan pustaka di Perpustakaan SMA Negeri 3 Bandung sejauh ini sudah cukup baik dan harus dipertahankan, sehingga fungsi perpustakaan sebagai media informasi dapat memberikan kontribusi kepada sivitas akademika.
MENGKAJI DAN MENANTI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERMENDIKNAS RI NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR TENAGA PERPUSTAKAAN SEKOLAH/ MADRASAH Susilana, Rudi
Edulib Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v1i1.1139

Abstract

AbstrakKebijakan pengelolaan dan tenaga pengelola perpustakaan sekolah/ madrasah sudah cukup lama ditetapkan. Setidaknya ada tiga kebijakan yang terkait dengan hal tersebut, yaitu: Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Nasional Pendidikan, Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan, dan Permendiknas Nomor 25 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/ Madrasah. Namun demikian, implementasi ketiga kebijakan tersebut masih belum terlihat hasilnya secara nyata di lapangan, bahkan sekedar sosialiasi dari ketiga kebijakan tersebut masih belum banyak terdengar dan terinformasikan ke khalayak sasaran, khususnya para pengelola pendidikan di sekolah/ madrasah. Kata Kunci: Kebijakan Perpustakaan Sekolah/ Madrasah, Implementasi Kebijakan.
SERTIFIKASI DAN LISENSI TENAGA PERPUSTAKAAN SEKOLAH/ MADRASAH Komaruddin, Yooke Tjuparmah S; Susilana, Rudi
Edulib Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v2i1.2258

Abstract

Abstrak   Sertifikasi dan lisensi tenaga perpustakaan sekolah/ madrasah (TP-SM) merupakan dokumen yang menandakan pengakuan bahwa seseorang memiliki kewenangan untuk melaksanakan tugas sebagai tenaga pengelola perpustakaan di lembaga pendidikan (sekolah dan madrasah) secara profesional. Sertifikasi dan lisensi hanya diberikan kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan kualifikasi dan penguasaan tentang  standar kompetensi tenaga perpustakaan sekolah sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 25 Tahun 2008. Penguasaan tentang standar kompetensi tersebut merupakan dasar dan pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan tenaga perpustakaan dan pendidikan profesi pustakawan untuk menerbitkan sertifikasi kompetensi dan pemberian lisensi tenaga perpustakaan dan pustakawan. Proporsi yang sangat rendah tentang keberadaan pustakawan dan/atau tenaga pengelola perpustakaan tentulah menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak, baik bagi pemerintah (Direktorat terkait di Kemdiknas dan Kemenag),  Perpusnas, perguruan tinggi pengelola program studi perpustakaan, dan asosiasi profesi. Hal ini terkait dengan kepemilikan perpustakaan dan tenaga pengelola perpustakaan di sekolah/ madrasah yang harus dapat terpenuhi selambat-lambatnya pada Juni 2013 atau 5 (lima) tahun setelah peraturan tentang hal tersebut ditetapkan.Permasalahannya adalah (1) Apakah semua tenaga perpustakaan sekolah yang ada saat ini sudah profesional?; (2) Kualifikasi dan kompetensi apa yang dibutuhkan agar mereka dapat menjadi profesional?; (3) Apa bukti yang menunjukkan bahwa mereka memiliki kewenangan sebagai tenaga perpustakaan yang profesional?; (4) Pendidikan atau pelatihan yang bagaimana yang dibutuhkan agar dapat mempersiapkan dan mengembangkan seseorang menjadi tenaga perpustakaan yang profesional? (5) Bagaimana kesiapan Perguruan Tinggi untuk mempersiapkan Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah ini? Jawabannya tentu perlu dikaji secara teoritik dan empirik. Sebagai bahan diskusi pertanyaan (1) dan (2) akan dijawab dengan paparan pada bagian B, pertanyaan (3) dan (4) akan dijawab melalui paparan pada bagian C, sedangkan pertanyaan ke (5) akan dijawab melalui paparan bagian D, dengan ilustrasi memaparkan Program Studi Perpustakaan dan Informasi, Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia. Sertifikasi dan lisensi tenaga perpustakaan akan menghasilkan tenaga yang profesional apabila melibatkan berbagai unsur sebagai berikut, yaitu: perguruan tinggi penyelenggara disiplin ilmu perpustakaan, lembaga yang mengelola perpustakaan (Perpusnas), lembaga yang mengelola tenaga perpustakaan (Kemdiknas) dan asosiasi profesi perpustakaan. Kata Kunci:  Pustakawan,  Tenaga Pengelola Perpustakaan, Sertifikasi, Lisensi, Perpustakaan Sekolah/Madrasah, Pendidikan Pustakawan Abstract           Certification and license of school librarian/ Madrasah librarian (Tenaga Pustakawan-Sekolah/Madrasah - TPSM) refers to a document admitting that an individual has a right to execute a task assuming the responsibility to manage a library at an educational institution (school or Madrasah) professionally. The certification and the license are issued to individuals who have met some qualification as required so as to describe a mastery in a standardized competencies owned by school librarians as enacted by Permendiknas No.25/2008 (an Act of the Ministry of Education and Culture). The mastery of the aforementioned competencies serves as basics and principles in operationally running education and training for librarians and professional librarian education prior to the issuances of competency certification and license for assistant librarians and librarians. Less than adequate proportion of the existence of librarians remains a big task to be done by all parties including the Government  (directorates, Kemendikbud (Ministry of Education and Culture), and Ministry of Religion), Perpusnas (National Library of Indonesia), universities running the programs of library schools, and profession associations. It brings with it some concerns with services libraries and their librarians have to provide. According to the Permendiknas, by June 2013 (five years after the issuance of the Act) schools and Madrasah have to equipped themselves with libraries managed by librarians. Problems arise once concerns on providing library services have to be working: (1) Are all school/Madrasah librarians on duty professional in category?, (2) What qualifications and competencies should the librarians have to be professional?, (3) What could be the proof that the librarians have every right to work as professionals?, (4) What kind of education and training do the librarians need to undergo to have a good command of managing library collections professionally?, (5) How prepared are higher education institutions in training librarians to have adequate competencies in managing libraries? Answers to the queries need to be explored both theoretically and empirically through a study. To initiate a discussion, questions (1) and (2) will be entertained through explanation in Part B; questions (3) and (4) will be entertained through explanation in Part C while questions (5) will be entertained through explanation in Part D with an illustration of Library and Information Studies-Department of Curriculum and Educational Technology-Faculty of Education-UPI (Universitas Pendidikan Indonesia-Indonesia University of Education). Certification and license for school librarians will work the excellent way to produce professionals in librarianship if the  elements involved in the program are promising enough in terms of qualifications. Those to be involved include universities running the programs of library studies, institutions with the power of managing libraries nationwide including Perpusnas, institutions which concern in establishing libraries (Kemendikbud), and profession associations in librarianship.Key words: librarian, library managers, certification, license, school/Madrasah libraries, training for librarians.
RESPON GURU SEKOLAH DASAR TERHADAP PENGGUNAAN BUKU GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Susilana, Rudi; Alinawati, Muthia
PEDAGOGIA Vol 12, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedagogia.v12i2.3327

Abstract

To see the effectiveness of the use of the book, this study examines how the response of teachers, especially primary school teachers to use in the implementation of the Curriculum Master Books, 2013, particularly with respect to one of the main teacher's main task, which is preparing Learning Implementation Plan (RPP). The subjects were elementary school teachers who participated in the Training Curriculum 2013 2014 originating from various districts / cities in West Java Province. Teachers were randomly selected and acquired research subject as many as 150 people. The conclusions of this study are (1) The response of primary school teachers to use in preparing the Master Books Learning Implementation Plan (RPP) on the implementation of Curriculum 2013 in the category generally positive and very positive; (2) There is no difference in the response of teachers to use Teachers guide indeveloping and preparing lesson plans Thematic visits of regional differences assignment (districts); and  (3) There are differences in the response of teachers to use of Books Teachers develop and prepare lesson plans Thematic views of component materials / learning experience, component methods / lesson, and components of the assessment, but there are differences in the response of teachers to use of Books Teachers develop and prepare lesKeywords: Implementation of Curriculum 2013, Master Books, Response Teacher.
PENGEMBANGAN MODEL PENDIDIKAN DAN PELATIHAN GURU SEKOLAH DASAR BERBASIS BAHAN AJAR MODULAR MELALUI DUALMODE SYSTEM Susilana, Rudi
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 15, No 1 (2015): INOVASI MODEL DALAM PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v15i1.1286

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan masih rendahnya mutu pendidikan dalam skala nasional, yang salah satunya diakibatkan lemahnya kemampuan guru dalam melaksanakan tugas-tugas profesionalnya. Tuntutan terhadap profesionalitas guru di masa mendatang akan semakin berat sekaitan dengan pesatnya perkembangan masyarakat, IPTEKS, serta adanya persaingan global. Untuk menjamin adanya peningkatan kualitas pendidikan di masa mendatang, diperlukan upaya-upaya dalam mengoptimalkan proses pembinaan dan pengembangan profesi guru sekolah dasar melalui pendidikan dan pelatihan yang berkesinambungan dan komprehensif dengan akses yang lebih luas. Permasalahan pokok yang dijadikan fokus kajian dalam penelitian ini adalah “model dan bahan ajar Diklat yang bagaimana yang diasumsikan dapat meningkatkan kompetensi guru dengan akses yang lebih luas, berkualitas, dan guru tidak meninggalkan tugas utamanya?” Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan model Diklat guru sekolah dasar dengan menggunakan pendekatan pembelajaran jarak jauh berbasis bahan ajar modular. Metode yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan (RD) dan khusus pada penelitian lanjutan tahun 2014 ini dilakukan validasi model oleh pakar dari PPPPTK dan sasaran diklat (guru SD) di Kota Bandung. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penilaian widyaiswara terhadap Model Diklat  untuk meningkatkan penguasaan kompetensi guru dengan menggunakan pendekatan pembelajaran jarak jauh berbasis bahan ajar modular adalah tepat. Artinya Model Diklat yang telah dikembangkan oleh tim peneliti sudah tepat  dilihat dari  aspek ketepatan rumusan komponen model, substansi isi model, keterbacaan, dan kebahasaan. Demikian pula penilaian guru terhadap Model Modul atau Bahan Ajar Diklat  untuk meningkatkan penguasaan kompetensi guru dengan menggunakan pendekatan pembelajaran jarak jauh berbasis bahan ajar modular adalah sangat baik. Guru memberikan penilaian dengan kategori sangat baik dilihat dari berbagai komponen bahan ajar, yang meliputi: cover  dan kelengkapan lain, tinjauan mata diklat, pendahuluan, uraian materi,  contoh dan ilustrasi,  latihan,  rangkuman, tes formatif,   kunci jawaban tes formatif,  daftar pustaka, dan kecukupan fisik bahan ajar, kecuali komponen glosarium karena komponen ini belum dilampirkan pada model bahan ajar yang direviu. Kata Kunci: Model Diklat, Modul atau Bahan Ajar Modular, Dual Mode System
PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 BERDASARKAN KAJIAN TEORI PSIKOLOGI BELAJAR Susilana, Rudi
EDUTECH Vol 13, No 2 (2014): KURIKULUM 2013 DAN INOVASI PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v13i2.3095

Abstract

Abstract. The 2013 Curriculum offers a few new things, one of which is the emphasis on the application of the scientific approach. The scientific approach in 2013 Curriculum includes five core activities consisting of several activities as follows: observing, asking, doing, reasoning or associating, and communicating (drawing conclusion, presenting). This paper tries to describe the results of the theoretical studies of psychology of learning about activities developed in the scientific approach and formulate some conclusions that are expected to provide "reinforcement" to the implementers of 2013 Curriculum in various educational units.Keywords: Scientific Approach, 2013 Curriculum Implementation, Psychology of Learning Theory.Abstrak. Ada beberapa hal baru dalam pengembangan dan implementasi Kurikulum 2013, salah satunya adalah adanya penekanan penerapan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik dalam Kurikulum 2013 meliputi lima kegiatan inti yang terdiri atas beberapa kegiatan berikut, yaitu: mengamati, menanya, melakukan, menalar atau mengasosiasikan, dan mengomunikasikan (membuat kesimpulan, mempresentasikan).Paparan ini mencoba memaparkan hasil kajian teori psikologi belajar tentang kegiatan-kegiatan yang dikembangkan dalam pendekatan saintifik dan merumuskan beberapa simpulan yang diharapkan dapat memberikan "penguatan" kepada para implementator Kurikulum 2013 yang ada di berbagai satuan pendidikan.Kata Kunci: Pendekatan Saintifik, Implementasi Kurikulum 2013, Teori Psikologi Belajar.
THE IMPLEMENTATION OF 2013 CURRICULUM AT ELEMENTARY SCHOOL Susilana, Rudi
EDUTECH Vol 14, No 1 (2015): DINAMIKA PENDIDIKAN INDONESIA
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v14i1.957

Abstract

Abstract. The implementation of the new 2013 Curriculum in schools has been started in July 2013. The implementation of the curriculum is expected to increase the quality of management and process of education at any unit of education that leads to the effort of improving the quality of learning and education. In connection with the application of the new curriculum, this research would like to reveal the problems regarding how elementary school teachers respond to the implementation of 2013 Curriculum in Bandung City with regard to planning, implementation, and assessment of curriculum. It also studied the best practice which can be emulated in terms of planning, implementation and assessment of curriculum conducted by elementary school teachers in Bandung City.The results showed that the response of elementary school teachers on the implementation of 2013 Curriculum in Bandung City was in the positive category. The planning activity was in the category of very positive while the implementation and assessment activities were in the positive category. Some best practices that can be emulated in planning, implementation and assessment conducted by the teachers in implementing the 2013 Curriculum are the activities of sharing, hearing, in-house training and real teaching modeling that were carried out in Teacher Working Group (KKG).Keywords: 2013 Curriculum, teachers’ response, best practice, curriculum implementation Abstrak. Penerapan kurikulum baru, yakni implementasi Kurikulum 2013 di sekolah telah dimulai sejak bulan Juli 2013.  Implementasi Kurikulum tersebut diharapkan mendorong peningkatan kualitas pengelolaan dan proses pendidikan pada setiap satuan pendidikan yang mengarah pada upaya peningkatan mutu pembelajaran dan pendidikan. Dilatarbelakangi oleh adanya penerapan kurikulum tersebut, penelitian ini ingin mengungkap permasalahan yang berkenaan dengan "Bagaimanakah respon guru SD terhadap terhadap implementasi Kurikulum 2013 di Kota Bandung dilihat dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian kurikulum? dan "Best Practice" apa yang dapat dicontoh dalam hal perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian kurikulum yang dilakukan oleh guru SD di Kota Bandung? Hasil penelitian menunjukkan bahwa Respon guru SD terhadap terhadap implementasi Kurikulum 2013 di Kota Bandung berada pada kategori positif.  Untuk kegiatan perencanaan berada pada kategori sangat positif, sedangkan untuk kegiatan pelaksanaan dan penilaian kurikulum berada pada kategori positif. Terdapat beberapa  "best practice" yang dapat dicontoh dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian  dari guru SD di Kota Bandung terkait dengan implementasi Kurikulum 2013 berupa kegiatan "sharing", "hearing", "in house training", dan "modelling real teaching" yang dilaksanakan di KKG atau KKG gugus. Kata kunci:      Kurikulum 2013, Respon Guru dan Best Practice Implementasi Kurikulum.
PENGEMBANGAN WEBSITE PELATIHAN PROGRAM INTERVENSI MANDIRI (PIM©) BAGI ORANGTUA ANAK PENYANDANG AUTISME Susilana, Rudi; -, Herlina; Hadiapurwa, Angga
PEDAGOGIA Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pdgia.v18i2.31424

Abstract

PENGEMBANGAN KARIR TENAGA KEPENDIDIKAN DI UNIVERSITAS JAMBI: EXPLORATORY DAN CONFIRMATORY FAKTOR ANALISIS Firman, Firman; Pratama, Robin; Tersta, Friscilla Wulan; Susilana, Rudi
PEDAGOGIA Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pdgia.v18i2.25278

Abstract

AbstrakPengembangan sumber daya manusia diakui semakin penting perannya untuk memenuhi tuntutan pekerjaan atau posisi sebagai hasil dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta persaingan yang semakin ketat di antara organisasi atau lembaga serupa. Setiap karyawan atau staf dituntut untuk dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam menyelesaikan pekerjaan dengan menunjukkan kualitas dan kuantitas pekerjaan yang baik dalam rangka mengembangkan daya saing organisasi. Desain survei dalam penelitian ini digunakan untuk menganalisis struktur faktor pengembangan karir untuk tenaga kependidikan di Universitas Jambi. Dengan menggunakan cluster random sampling, responden yang terlibat adalah 164 Tenaga Kependidikan di Universitas Jambi. Tahapan penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas instrumen dengan data kuantitatif dianalisis menggunakan exploratory factor analysis (EFA) menggunakan SPSS 23.0 untuk menentukan struktur dan mengeksplorasi faktor-faktor dalam variabel indikator Pengembangan Karir. Confirmatory factor Analysis (CFA) First Order dan Second Order dilakukan untuk memverifikasi validitas faktorial konstruk pengembangan karir. CFA dapat memberikan bukti lebih lanjut tentang kesesuaian model yang disarankan dengan mempertimbangkan struktur faktor-faktor yang diidentifikasi melalui EFA. Temuan dari fase penelitian ini menyimpulkan bahwa ada empat faktor dalam struktur pengembangan karir tenaga kependidikan di Universitas Jambi. AbstractHuman resource development is recognized as increasingly important in fulfilling the demands of work or position as a result of advances in science and technology and increasingly fierce competition among similar organizations or institutions. Every employee or staff is required to be able to work effectively and efficiently in completing work by showing good quality and quantity of work in order to develop organizational competitiveness. The survey design in this study was used to analyze the factor structure of Career Development for Educational Personnel at Jambi University. By using cluster random sampling, the respondents involved were 164 Education Personnel at Jambi University. The stages of this study aim to test the validity of the instrument with quantitative data analyzed using exploratory factor analysis (EFA) using SPSS 23.0 to determine the structure and explore the factors in the Career Development indicator variable. Confirmatory factor Analysis (CFA) First Order and Second Order are conducted to verify the factorial validity of the career development construct. The CFA can provide further evidence of the suitability of the proposed model by considering the structure of the factors identified through the EFA. The findings from this research phase conclude that there are four factors in the structure of the career development of educational staff at the University of Jambi.
Online Training: an Alternative Solution of the Empowerment for Parents of Children with Autism Herlina, Herlina; Susilana, Rudi
Journal of Education Technology Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jet.v5i2.34313

Abstract

This study aims at proving that Independent Intervention Program (Program Intervensi Mandiri or PIM) Online Training is an effective way to empower parents in handling children with autism. The research was performed through field experiment involving 11 parents of children with autism from a number of city in Indonesia. Subjects were given the PIM Online Training by platforms such as Zoom and WhatsApp. Training effectiveness data were seen from subjects’ self-evaluation result, prior and following the training. The result shows that after having the PIM Online Training, parents see themselves better in understanding the concepts about Autism Spectrum Disorder (ASD), social skills, intervention, and individual intervention program, and in the skill of designing the intervention program for their children with autism, compared to the condition prior receiving the training. Based on the result, the PIM Online Training is expected to be a proper solution to empower parents in designing social skill intervention program for their children with autism, without time, place, and cost limits.