Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PEMBELAJARAN (IMPLEMENTASI PENILAIAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS DAN KARAKTER DEMOKRATIS PADA MATERI SISTEM POLITIK INDONESIA DENGAN METODE PEMBELAJARAN ROLE PLAYING BERBASIS KONSERVASI) Wijayanti, Tutik; Sukestiyarno, Sukestiyarno; Masrukhi, Masrukhi
Innovative Journal of Curriculum and Educational Technology Vol 3 No 2 (2014): November 2014
Publisher : unnes press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development dengan tujuan untuk memotret penilaian pembelajaran yang sudah ada, mengembangkan instrumen penilaian pembelajaran dan menguji validitas, reliabilitas serta keefektifan produk. Pengembangan instrumen mengacu pada model Borg and Gall (2003). Instrumen ini dirancang untuk mengukur ranah afektif (karakter demokratis) dan ranah kognitif (kemampuan berfikir kritis). Teknik pengumpulan data dengan metode tes, dokumentasi, observasi, wawancara, dan angket. Analisis data pada produk awal divalidasi oleh pakar untuk mendapatkan validitas isi. Selanjutnya, instrumen diujicobakan secara terbatas kepada peserta didik di SMA Negeri 1 Welahan Jepara. Hasil ujicoba instrument kemampuan berfikir kritis diukur validitas dengan rumus product moment. Sedangkan uji reliabilitas menggunakan rumus alpha. Tingkat kesukaran soal dan daya pembeda juga diukur. Pada instrument penilaian karakter demokratis yang diukur adalah validitas dan reliabilitas. Hasil pengukuran menunjukkan instrument penilaian pembelajaran yang dikembangkan valid, reliabel, praktis dan efektif.This study used Research and Development (R&D) whose objective were to highlight the existing learning assessment and to develop a new learning assessment by testing validity and reliability, as well as the effectiveness of the well-developed product. This study referred to Borg and Gall (2003) model. The instrument of this study, that is the developed product, was organized to assess the affective domain (democratic character) and the cognitive domain (critical thinking ability). Additionally, the methods of data collection were using tests, documentation, observation, interviews, and questionnaires. The data analysis of the preliminary product was validated by some experts to obtain the content validity. Afterwards, the well-developed product was only tried out to the students of State Senior High School 1 of Welahan-Jepara. The try out result of critical thinking ability was analyzed by using the formula of ‘product moment’ to measure the validity. Meanwhile, the reliability test was using the formula of ‘alpha’. Furthermore, the difficulty level of the items and discrimination power were also measured. Moreover, the instrument of democratic character assessment also measured the validity and reliability. Finally, the resultsof this study showed that the instrument of well-developed learning assessment was valid, reliable, practical, and effective.
Strategi Komunikasi Dalam Upaya Penyelesaian Konflik Nelayan Pantai Utara Di Kabupaten Batang Arumsari, Nugraheni; Paradita, Wenny Dwika; Wijayanti, Tutik
Integralistik Vol 31, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v31i1.21442

Abstract

Abstrak: Konflik adalah gejala kemasyarakatan yang akan senantiasa melekat dalam kehidupan setiap masyarakat. Oleh karena itu konflik tidak mungkin dilenyapkan (Nasikun, 2003). Sebagai gejala kemasyarakatan yang melekat di dalam kehidupan setiap masyarakat, konflik hanya akan lenyap bersama lenyapnya masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, konflik yang terjadi hanya dapat dikendalikan agar tidak beralih dalam bentuk kekerasan. Seperti konflik nelayan dengan pemerintah yang menentang adanya Peraturan Menteri nomor 2/2015 tentang pelarangan penggunaan cantrang atau pukat bala. Seperti yang terjadi di Kabupaten Batang terdapat aksi protes yang dilakukan oleh nelayan didepan kantor bupati Batang dengan melakukan long march di jalan pantura dekat alun-alun kota Batang yang berakhir dengan sebuah bentrokan dengan aparat kepolisian setempat yang dikarenakan ketidaksetujuan nelayan terhadap peraturan menteri yang dianggap merugikan kaum nelayan. Proses pengumpulan data dilakukan dengan metode metode wawancara mendalam (in-depth interview), observasi dan studi dokumen dengan fokus terkait upaya manajemen konflik sebagai salah satu strategi komunikasi penyelesaian konflik yang efektif.Strategi komunikasi dalam penyelesaian konflik nelayan di pantai utara Kabupaten Batang, dengan mengacu pada beberapa indikator yaitu (1) kepemimpinan yang berupa strategi pemimpin dalam pengelolaan konflik dengan menggunakan bentuk forum terbuka melalui komunikasi secara langsung atau face to face, (2) strategi komunikasi yang digunakan dengan pendekatan komunikasi kelompok dan komunikasi persuasif melalui pelatihan dan penyuluhan sehingga komunikasi interpersonal antara kedua belah pihak dapat berjalan dengan efektif, dan (3) partisipasi masyarakat dalam penyelesaian konflik melalui penyediaan sarana dan prasarana. Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Konflik, Nelayan
IMPLEMENTASI PENILAIAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS DAN KARAKTER DEMOKRATIS PADA MATERI SISTEM POLITIK INDONESIA DENGAN METODE PEMBELAJARAN ROLE PLAYING BERBASIS KONSERVASI -, Sukestiyarno; -, Masrukhi; Wijayanti, Tutik
Journal of Research and Educational Research Evaluation Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.218 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development dengan tujuan untuk memotret penilaian pembelajaran yang sudah ada, mengembangkan instrumen penilaian pembelajaran dan menguji validitas, reliabilitas serta keefektifan produk. Pengembangan instrumen mengacu pada model Borg and Gall (2003). Instrumen ini dirancang untuk mengukur ranah afektif (karakter demokratis) dan ranah kognitif (kemampuan berfikir kritis). Teknik pengumpulan data dengan metode tes, dokumentasi, observasi, wawancara, dan angket. Analisis data pada produk awal divalidasi oleh pakar untuk mendapatkan validitas isi. Selanjutnya, instrumen diujicobakan secara terbatas kepada peserta didik di SMA Negeri 1 Welahan Jepara. Hasil ujicoba instrument kemampuan berfikir kritis diukur validitas dengan rumus product moment. Sedangkan uji reliabilitas menggunakan rumus alpha. Tingkat kesukaran soal dan daya pembeda juga diukur. Pada instrument penilaian karakter demokratis yang diukur adalah validitas dan reliabilitas. Hasil pengukuran menunjukkan instrument penilaian pembelajaran yang dikembangkan valid, reliabel, praktis dan efektif. This study used Research and Development (R&D) whose objective were to highlight the existing learning assessment and to develop a new learning assessment by testing validity and reliability, as well as the effectiveness of the well-developed product. This study referred to Borg and Gall (2003) model. The instrument of this study, that is the developed product, was organized to assess the affective domain (democratic character) and the cognitive domain (critical thinking ability). Additionally, the methods of data collection were using tests, documentation, observation, interviews, and questionnaires. The data analysis of the preliminary product was validated by some experts to obtain the content validity. Afterwards, the well-developed product was only tried out to the students of State Senior High School 1 of Welahan-Jepara. The try out result of critical thinking ability was analyzed by using the formula of ?product moment? to measure the validity. Meanwhile, the reliability test was using the formula of ?alpha?. Furthermore, the difficulty level of the items and discrimination power were also measured. Moreover, the instrument of democratic character assessment also measured the validity and reliability. Finally, the resultsof this study showed that the instrument of well-developed learning assessment was valid, reliable, practical, and effective.
Social Conservation of Local Wisdom on Samin Tribes at Kudus Regency Indonesia Lestari, Eta Yuni; Wijayanti, Tutik
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 12, No 1 (2020): March
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v12i1.19918

Abstract

Social conservation values are very important to be maintained and preserved. Social conservation values are the source of Indonesians character. Social conservation values comes from the values of local wisdom that exist in each ethnic, and Indonesian community, one of them is the Samin Tribe. This study aims to find the local wisdom values of the Samin community that are threatened with extinction due to modernization. This study uses a qualitative method, with the process of collecting data carried out through interviews with local leaders of the Samin community in Kudus Regency. Interviews were conducted to explore hereditary social activities about beliefs, traditions, social interactions and livelihoods. The results showed that the Samin Community conserved social values in the form of teachings that must be abandoned and teachings that should be done. Some teachings that should not be carried out are prohibitions of slander, greed, irritability, accusation without proof, jealousy, being bad towards others, accusing, stealing, picking or taking something that is still integrated with the main part, finding other people's things. The teaching that must be done is understanding the property itself, being honest, obeying the teachings, and getting along well. The values of the local wisdom of the Samin community can not only be applied to the local people of the Samin tribe, but can be implemented nationally and globally. Globally, the wisdom value of the Samin community can create world peace.
Pemahaman Pentingnya Kesadaran Akan Pendidikan Karakter Anak melalui Sinergi Lingkungan Pendidikan di Kecamatan Gunungpati Wardhani, Novia Wahyu; Arumsari, Nugraheni; Wijayanti, Tutik
Jurnal Panjar: Pengabdian Bidang Pembelajaran Vol 1 No 2 (2019): Pengabdian Bidang Pembelajaran dalam Penguatan Kapasitas Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/panjar.v1i2.29716

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menyadarkan masyarakat bahwa mendidik karakter bukan hanya tugas guru namun tugas semua orang dimana yang paling utama berperan adalah orang tua dan keluarga. Dengan demikian pengabdian ini ingin membuat masyarakat sadar dengan seminar dan pembagian buku saku pendidikan karakter. Seminar digunakan untuk memberikan literasi langsung pendidikan karakter kepada masyarakat. Sedangkan, buku saku digunakan sebagai literasi pendalaman pendidikan karakter yang mudah dibawa dan dibaca kemanapun dan kapanpun. Dengan kedua hal tersebut, diharapkan orang tua, keluarga, dan masyarakata pada umumnya sadar akan tanggung jawab dan pentingnya pendidikan karakter bagi penguatan karakter bangsa.
Pendampingan pada Masyarakat dalam Pengembangan Mata Pencaharian melalui Pemberdayaan Komunitas Pemuda Desa di Desa Lau Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus Lestari, Eta Yuni; Sumarto, Slamet; Wijayanti, Tutik
Jurnal Panjar: Pengabdian Bidang Pembelajaran Vol 1 No 2 (2019): Pengabdian Bidang Pembelajaran dalam Penguatan Kapasitas Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/panjar.v1i2.29720

Abstract

Setiap desa pada dasarnya memiliki potensi yang dapat dijadikan sebagai peluang untuk mempercepat pembangunan masyarakat desa. Masing-masing kepala desa hingga kepala daerah memiliki tanggungjawab untuk melaksanakan pembangunan sebagai wujud tugas tambahan dalam melaksanakan prinsip otonomi daerah. Pemerintah daerah menjadi sala satu landasan perubahan sistem tata pengaturan atau tata pemerintahan (governance system) yang penting dalam sejarah pembangunan politik dan pengelolaan administrasi pemerintah secara nasional. Salah satu permasalahan yang dialami oleh masyarakat desa di desa Lau Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus adalah adanya ketimpangan antara satu desa dengan desa yang lain Pemuda di desa Lau sebagian besar bekerja sebagai buruh pabrik rokok bagi kaum perempuan, dan buruh bangunan bagi kaum laki-laki, berbeda dengan masyarakat di desa Colo dimana mata pencaharian lebih beragam. Maka diperlukan kegiatan pendampingan untuk mengembangkan mata pencaharian bagi masyarakat desa khususnya pemuda desa Lau Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Permasalahan yang dialami mitra adalah , pertama Masyarakat desa belum memiliki keterampilan lain selain menjadi buruh pabrik maupun buruh bangunan, kedua masyarakat Desa Lau telah memiliki komunitas remaja akan tetapi tidak aktif melakukan kegiatan. Ketiga, Masyarakat Desa Lau jarang sekali mendapatkan pelatihan dari dinas, maupun perguruan tinggi . Ke empat Masyarakat desa Lau belum memiliki kemampuan kewirausahaan. Tahapan kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan perencanaan kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi.
IPS DALAM PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME (STUDI KASUS PADA KEBUDAYAAN JAWA) Wijayanti, Tutik; Nugraha, Saka Mahardika Oktav; Martanti, Fitria; Sholeh, Muh.
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol 6 No 2 (2021): Volume 6 Nomor 2 November 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v6i2.50545

Abstract

Social Sciences have a very broad scientific dimension. The scope of social studies is human social life in society. Therefore, this community is the main source of IPS. Whatever aspect of social life we ​​study, whether it be social relations, economics, culture, psychology, history, geography, or politics, comes from society. So, we need a philosophical approach that will provide modern, unconventional learning such as the constructivism approach. The method used in this research is the library study method. This research leads to the finding that teachers are no longer the only providers of knowledge. No longer the only source of learning. However, the teacher is positioned more as a facilitator who facilitates students to be able to learn and construct their knowledge. Based on observations on local wisdom and Javanese culture, the incorporation of social studies learning using a constructivist approach is expected to be able to make students democratic, responsible, and peaceful citizens of the world. Ilmu Pengetahuan Sosial memiliki dimensi keilmuan yang sangat luas. Ruang lingkup IPS adalah kehidupan sosial manusia di masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat inilah yang menjadi sumber utama IPS. Aspek kehidupan sosial apapun yang kita pelajari, apakah itu hubungan sosial, ekonomi, budaya, kejiwaan, sejarah, geografi, ataupun politik, bersumber dari masyarakat. Sehingga dibutuhkan suatu pendekatan filsafat yang akan memberikan suatu pembelajaran yang modern tidak konvensional seperti pendekatan konstruktivisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode studi kepusatakaan. Penelitian ini bermuara pada temuan bahwa guru tidak lagi menduduki tempat sebagai satu-satunya pemberi ilmu. Tidak lagi sebagai satu-satunya sumber belajar. Namun guru lebih diposisikan sebagai fasiltator yang memfasilitasi siswa untuk dapat belajar dan mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Mendasarkan pengamatan pada kearifan lokal dan kebudayaan Suku Jawa, penggabungan pembelajaran IPS yang menggunakan pendekatan konstruktivisme diharapkan mampu menjadikan peserta didik menjadi warga negara yang demokratis, bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai.
Penguatan Karakter Anti Korupsi Bagi Lurah di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Handoyo, Eko; Wijayanti, Tutik; Irawan, Hendri; Khomsani, Ima; Hermawan, Dwi
Jurnal Abdimas Vol 25, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v25i2.32372

Abstract

Penguatan karakter anti korupsi merupakan suatu cara pendidikan yang berupa proses perubahan sikap mental yang terjadi pada diri seseorang, yang lebih tersistem serta mudah terukur, yaitu perubahan perilaku anti korupsi. Adapun sasaran dari penguatan karakter anti korupsi tidak terbatas pada usia, jenjang pendidikan, ataupun lingkungan selagi ia mampu dalam menerima pendidikan atau penguatan karakter. Dalam hal ini tentu dapat diterapkan pada PNS dengan lingkungan terkecilnya yaitu lurah, dimana PNS merupakan pelaku korupsi terbanyak di Semarang. Melihat dari urgensi korupsi di Indonesia yang harus segera diselesaikan, penting adanya pengabdian dalam hal penguatan karakter anti korupsi bagi lurah di Semarang salah satunya yaitu di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Peran pendampingan dari perguruan tinggi khususnya UNNES, dilakukan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat, oleh tim dosen. Jika upaya ini dilaksanakan secara berlanjut, diharapkan memberikan kesadaran kepada aparatur desa tentang karakter anti korupsi dan bagaimana mengimplementasikannya dalam kehidupan. Hal tersebut pula yang sedang dihadapi oleh Kecamatan Gunungpati. Perlunya penguatan karakter anti korupsi bagi lurah di lingkungan Kecamatan Gunungpati memiliki urgensi untuk segera diselesaikan. Pengabdian ini berfokus pada upaya untuk (1) Memberikan pengetahuan kepada aparatur desa atau lurah mengenai karakter anti korupsi melalui materi tertulis dan lisan; (2) Memberikan pemahaman kepada aparatur desa atau lurah mengenai pentingnya karakter anti korupsi melalui dan kegiatan terstruktur; (3) Memberikan pelatihan kepada aparatur desa atau lurah mengenai cara pengimplementasikan karakter anti korupsi dalam menjalankan tugas sebagai aparatur desa atau lurah dan dalam kehidupan sehari-hari; dan (4) Melakukan pendampingan dalam pengimplementasian karakter anti korupsi dalam beberapa jangka waktu tertentu. Luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa publikasi di jurnal nasional (S3/S4/S5/S6) yakni di jurnal Intergralistik UNNES (accepted) dan berita media massa cetak/elektronik. Target capaian yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yakni (1) Lurah memiliki pemahaman yang benar tentang korupsi dan karakter anti korupsi; (2) Lurah memiliki pemahaman yang benar tentang dampak korupsi dan pentingnya karakter anti korupsi; (3) Lurah memahami cara mengimplementasikan karakter anti korupsi; dan (4) Lurah mampu menjadi pemrakarsa dalam mengimplementasikan karakter anti korupsi.
Penguatan Kompetensi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dalam Pembuatan Karya Tulis Ilmiah Wijayanti, Tutik; Rachman, Maman; Ruhadi, Ruhadi; Irawan, Hendri; Hermawan, Dwi
Jurnal Abdimas Vol 25, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v25i2.32164

Abstract

Pentingnya kompetensi dalam menyusun karya tulis ilmiah bagi mahasiswa  merupakan sebagai  sarana menunjang prestasi mahasiswa di bidang akademik. Berdasarkan data yang diperoleh dari pembina Karya Tulis Ilmiah yang ada di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang masih banyak mahasiswa yang belum mampu untuk menyusun karya tulis ilmiah dengan baik. Selama ini masih kurang optimalnya Lembaga Kemahasiswaan dan Badan Semi Otonom bidang karya Ilmiah Fakultas Ilmu Sosial sebagai wadah dan menyalurkan ketrampilan mahasiswa dalam membuat karya tulis ilmiah. Oleh karena itu, perlu adanya program peningkatan kompetensi mahasiswa dalam pembuatan karya tulis Ilmiah khususnya dalam pendampingan dan penyaluran lomba yang mudah disosialisasika pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial.Tujuan program pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dalam membuat karya Tulis Ilmiah melalui pendampingan dan penyaluran ke event ilmiah guna mendukung tradisi berprestasi Universitas Negeri Semarang. Target khusus dalam program pengabdian ini yaitu dihasilkannya suatu kumpulan karya tulis ilmiah yang dihasilkan oleh mahasiswa, dalam pengabdian ini juga ditargetkan dapat menghasilkan modul langkah-langkah dalam pembuatan karya Tulis Ilmiah yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa maupun masyarakat luas yang ingin mengembangkan karya tulis Ilmiah. Metode pelaksanan kegiatan pengabdian ini disusun secara bertahap dengan menggunakan desain Project Based Learning (PBL). Pada kegiatan pengabdian ini, mitra (mahasiswa) diberikan proyek untuk membuat karya tulis dengan memilih tema yang sesuai keinginan. Setelah materi selesai disampaikan, langkah selanjutnya yaitu praktek membuat karya Ilmiah melalui pendampingan dan penyaluran ke lomba karya tulis Ilmiah sesuai buku panduan (modul) langkah-langkah pembuatan karya tulis Ilmiah yang sudah dirancang oleh tim pengabdian. Hasil akhir produk selanjutnya dikumpulkan menjadi satu. Produk dari pengabdian ini diantaranya yaitu sebuah artikel ilmiah yang akan di publikasikan di jurnal nasional (S3/S4/S5/S6) yakni di jurnal ABDI MAS UNNES (accepted), dan berita media massa cetak/elektronik.
Implementation of the Pendidikan Generasi Muda dan Kepramukaan (PGMK) for New Students as an Effort to Build the Spirit of State Defense Towards Advanced Indonesia Irawan, Hendri; Hermawan, Dwi; Wijayanti, Tutik
Forum Ilmu Sosial Vol 48, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/fis.v48i2.32405

Abstract

The Scouting Young Generation Education or Pendidikan Generasi Muda dan Kepramukaan (PGMK) is an indoor and outdoor course conducted by new PPKn UNNES students. In practice, the subject is in the form of scouting education, which is held every Saturday. The implementation of PGMK activities is based on a scouting code of ethics. PGMK is an educational innovation in terms of strengthening character, especially concerning awareness and the spirit of defending the country. This study seeks to examine how the implementation of the Youth and Scouting Education practices; and the extent to which the Youth and Scouting Education practices are the spirit of defending the country in supporting the Advanced Indonesia Program. The research was conducted using a qualitative approach and the research location is in Semarang State University. The results showed that the Youth and Scouting Education is a compulsory subject education intended for new students. Apart from being held indoors, in practice, this education course is held every Saturday outdoors. In each activity, PGMK must be based on a scouting code of ethics. The PGMK curriculum contains highly relevant materials on the values of state defense for the younger generation. This research also formulates that the cultivation of values and characters of the spirit of state defense through Youth and Scouting Education is an actualization of the Nawa Cita program, namely policies that encourage and support advanced Indonesian programs.