Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan menggunakan obat antihipertensi: Cross Sectional Study di Puskesmas Sosial Palembang Yopi Rikmasari; Agnes Rendowati; Astiwana Putri
Jurnal Penelitian Sains Vol 22, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.26 KB) | DOI: 10.56064/jps.v22i2.561

Abstract

Konsistensi kepatuhan terhadap pengobatan merupakan faktor kunci dalam mengontrol tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, jenis terapi, durasi terapi, derajat hipertensi dan komorbid dengan kepatuhan pasien dalam menggunakan obat. Desain studi pada penelitian ini yaitu cross sectional korelasional analitik di Puskesmas Sosial Palembang. Data penelitian diperoleh dari data primer menggunakan kuesioner MMAS-8 dan data sekunder dari rekam medis. Uji hubungan menggunakan chi square dan parameter kekuatan hubungan dinilai dengan odds ratio (OR). Responden sebanyak 66 orang berada pada tingkat kepatuhan tinggi 57,6% dan tingkat kepatuhan rendah – sedang 42,4%. Terdapat hubungan antara usia (p=021), pendidikan (p=0,034), durasi terapi (p=0,017) dan komorbid (p=0,036). Nilai odds ratio komorbid (OR=6,00), usia (OR=5,43), pendidikan (OR=2,14) dan durasi terapi (OR=0,26). Adanya komorbid, usia yang lebih tua dan pendidikan yang lebih tinggi merupakan faktor yang mendukung kepatuhan terhadap pengobatan hipertensi. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan dalam menyusun strategi untuk meningkatkan kepatuhan pasien.
Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Menggunakan Obat Pasien Antihipertensi di Puskesmas Pembina Palembang Yopi Rikmasari; Purnama Romadhon
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.424 KB)

Abstract

Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan menggunakan obat pada pasien hipertensi sangat penting diketahui agar dapat disusun strategi dalam mengelola ketidakpatuhan pasien. Ketidakpatuhan dapat berpengaruh terhadap pencapaian terapi yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan dan mengetahui hubungan kepatuhan dengan pencapaian kontrol tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Pembina Palembang. Desain studi pada yaitu cross sectional korelasional analitik. Data sosiodemografi dikumpulkan melalui kuesioner bersama dengan kuesioner MMAS-8. Data terapi dan kondisi medis pasien diperoleh dari rekam medik. Uji hubungan menggunakan chi square, fisher dan mann whitney. Pengambilan sampel secara nonprobability sampling yaitu purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan tinggi diketahui sebanyak 13 orang (43,30 %) dan kepatuhan rendah-sedang (56,70 %). Hasil uji menunjukkan terdapat hubungan antara usia (p = 0,005) dan pekerjaan (0,018) dengan tingkat kepatuhan pasien, namun tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin (0,676), pendidikan (0,174) dan komorbid (1,000). Terdapat hubungan antara kepatuhan pasien dengan pencapaian target tekanan darah (p=0,027). Diperlukan intervensi apoteker untuk meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi agar mencapai kontrol tekanan darah.
Hubungan Jumlah Jenis Obat terhadap Kejadian Drug Related Problems (DRPs) pada Pasien Bronkitis Pediatri Rawat Jalan Rumah Sakit X Palembang Tahun 2015 Yopi Rikmasari; Noprizon Noprizon; Raymond Hutagaol
Jurnal Penelitian Sains Vol 19, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.205 KB) | DOI: 10.56064/jps.v19i2.481

Abstract

Drug-related problems (DRPs) are actual or potential events or circumstances that interfere with op-timal patient outcomes. Analysis of DRPs in bronchitis is important because bronchitis is one of the most com-mon respiratory infections in the community and needs special attention in pediatric patients, especially doses and limitations of the dosage form, so that pediatric patients are often given drugs in the form of dosage prepa-rations (pulveres) Which consists of several kinds of drugs. Polypharmacy is a large number of drugs in a pre-scription (and or without prescription) for inappropriate clinical effects. To decide carefully in identifying poly-pharmacy and stated that using more than the amount of drug that should be a potential risk of DRPs is limited assessment when assessing DRPs in a clinical setting. This study aims to determine the relationship between the number of drugs with the incidence of DRPs in child bronchitis patients in RS X Palembang. This research is a retrospective observational study, using analytical quantitative research method with de-scriptive design in the form of correlation study. Sources of data were obtained from secondary data, ie medi-cal records and recipes, using obervation sheet research instruments. The population is outpatient pediatric patients with a diagnosis of bronchitis at Palembang Hospital "X" in 2015. This study was conducted on all pop-ulations meeting the inclusion criteria. The results showed that there was a correlation (R = 0.473) between the number of drugs with the incidence of Drug Related Problems (DRPs) in the medium category and there was a positive correlation between the two variables ie the increasing number of drugs will increase the incidence of Drug Related Problems (DRPs). 
Efek Imunomodulator Jus Herbal Kombinasi Bawang Putih, Jahe Merah, Jeruk Nipis, Cuka Apel dan Madu terhadap Mencit Putih Jantan Sari Meisyayati; Wahyudi Apriyanto; Yopi Rikmasari
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.745 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek imunomodulator dari jus herbal kombinasi bawang putih, jahe merah, jeruk nipis, cuka apel dan madu pada sejumlah variasi dosis. Penelitian ini menggunakan metoda bersihan karbon dan menggunakan 20 ekor mencit putih jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Sediaan jus herbal diberikan secara oral dengan variasi dosis 2 ml/kgBB, 4 ml/kgBB dan 8 ml/kgBB, begitu pula dengan suspensi tween 80 1% sebagai kontrol negatif dan suspensi fitofarmaka 6,5 mg/kgBB selama enam hari berturut-turut. Selanjutnya pada hari ke tujuh masing-masing kelompok uji diinjeksi tinta karbon melalui vena ekor lalu darah diambil melalui retro vena orbital setelah menit ke 5 dan 15 lalu dilisis dengan natrium karbonat untuk selanjutnya diukur absorban menggunakan spektrofotometri uv-vis pada λ maksimum 675 nm. Parameter yang diamati adalah konstanta fagositosis dan waktu paruh yang selanjutnya seluruh data masing-masing kelompok diolah dengan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jus herbal kombinasi bawang putih, jahe merah, jeruk nipis, cuka apel dan madu pada mencit putih jantan dapat meningkatkan kemampuan fagositosis sel-sel imun secara signifikan dibandingkan kontrol negatif serta dapat pula mempercepat waktu bersihan karbon yang bertindak sebagai antigen sehingga terbukti efektif sebagai imunomodulator. Efek tersebut telah timbul mulai dosis 2 ml/kgBB.
The effect of drug information service using leaflet media and medication reminder chart on adherence and blood pressure of hypertensive patients in primary health care Yopi Rikmasari
Jurnal Ilmiah Farmasi 2022: Special Issue
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.specialissue2022.art6

Abstract

Abstract Background: Treatment adherence is an important factor affecting blood pressure control in hypertensive patients. Intervention in pharmacy service can improve medication adherence and lower blood pressure.Objective: This study aimed to evaluate the effect of drug information service using leaflets and MRC on the level of patient compliance and lowering blood pressure.Method: The research design was a quasi-experimental pre-and post-design with control, the intervention group (n=20), and the control group (n=20). The patient adherence was measured using the MGLS questionnaire at the beginning and the end of the study. The intervention was performed by distributing a drug information leaflet and medication reminder chart (MRC). The differences of adherence pre and post-intervention were analyzed using paired t-test, while the differences in adherence and blood pressure between the control and the intervention group were analyzed using the Mann-Whitney test.Results: The results showed that there was a significant difference in adherence between pre and post-intervention (p<0.001). A significant difference was also found in the level of adherence between the control group and the intervention group (p<0.001). Whereas the decrease of systolic (p=0.396) and diastolic (p=0.564) blood pressure in the intervention group and control group was not different significantly.Conclusion: Drug information services using leaflets and MRCs affected patient adherence to medication, but did not interfere with the decrease of systolic and diastolic blood pressure.Keywords: leaflets, medication reminder chart, adherence, blood pressureIntisari Latar belakang: Kepatuhan pengobatan merupakan faktor penting yang mempengaruhi pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi. Intervensi dalam pelayanan kefarmasian diketahui dapat meningkatkan kepatuhan pengobatan dan menurunkan tekanan darah.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PIO (PIO) menggunakan media leaflet disertai pemberian MRC terhadap tingkat kepatuhan pasien dan penurunan tekanan darah.Metode: Desain penelitian berupa quasi-experimental dengan pre-test dan post-test design with control group. Subjek penelitian pada tiap kelompok intervensi (n=20) dan kelompok kontrol (n=20). Kepatuhan pasien diukur menggunakan kuesioner MGLS pada awal penelitian dan empat minggu setelah intervensi. Uji-t berpasangan digunakan untuk menganalisis perbedaan kepatuhan sebelum dan sesudah intervensi, sedangkan perbedaan kepatuhan dan perubahan tekanan darah antara kelompok intervensi dan kontrol dianalisis dengan uji mann-whitney.Hasil: Hasil penelitian memperlihatkan ada perbedaan kepatuhan yang signifikan antara sebelum dan sesudah mendapatkan intervensi (p<0,001). Selain itu, tingkat kepatuhan minum obat antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi juga berbeda signifikan (p<0,001), sedangkan penurunan tekanan darah sistolik (p=0,396) dan tekanan darah diastolik (p=0,564) pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan yang signifikan.  Kesimpulan: PIO menggunakan media leaflet disertai pemberian MRC mempengaruhi tingkat kepatuhan minum obat pasien, namun tidak memberikan pengaruh terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik.Kata kunci: leaflet, medication reminder chart, kepatuhan, tekanan darah
Evaluasi Model Penerimaan Peresepan Elektronik di Kota Palembang Ensiwi Munarsih; Yopi Rikmasari
Jurnal Farmasetis Vol 9 No 2 (2020): November
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/farmasetis.v9i2.1130

Abstract

Kesalahan pengobatan dapat terjadi dimana saja dalam rantai pelayanan obat pada pasien ,mulai dari industri, pembacaan resep, peracikan, penyerahan dan monitoring pasien. Sistem peresepan elektronik dirancang untuk meningkatkan keamanan, kualitas dan efesiensi kesehatan. Petugas farmasi adalah salah satu pengguna/ user yang memanfaatkan system peresepan elektronik. Selain dilihat dari sistem teknologi informasi pengguna juga turut berperan dalam kelancaran penerapan sistem tersebut. Kendala yang dihadapi dari penggunaan sistem e-prescribing di antaranya adalah adaptasi dokter terhadap sistem, kompleksitas sistem dan belum adanya ketersediaan standar serta dukungan kebijakan. Masalah-masalah yang ditemukan selama penggunaan sistem peresepan elektronik menjadi dasar untuk merancang model penerimaan sistem tersebut dilihat dari indikator kemudahan penggunaan dan kegunaan teknologi terhadap niat pengguna. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi model penerimaan peresepan elektronik menggunakan teknik stastistik Structural Equation Model (SEM) - Partial Least Square (PLS). Tahapan evaluasi dilakukan 2 tahap yaitu tahapan menilai outer model atau measurement model dan tahap pengujian model struktural (inner model). Hasil evaluasi pada tahapan menilai outer model menunjukkan model penerimaan sistem peresepan elektronik telah memenuhi uji validasi setelah mengeliminasi beberapa indikator pada variabel kemudahan penggunaan dan telah memenuhi uji reliabilitas. Hasil pengujian model struktural (inner model) diperoleh nilai R2 sebesar 0.543.
Efek Sedatif Ekstrak Etanol Umbi Wortel (Daucus carota L.) pada Mencit Putih Jantan Galur Swiss-Webster Erjon; Putri Widya Ningsih; Yopi Rikmasari
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.093 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek sedatif dari ekstrak etanol umbi wortel (Daucus carota L). Ekstrak etanol umbi wortel diperoleh dengan menggunakan metode maserasi. Hewan uji yang digunakan sebanyak 25 ekor dibagi secara acak menjadi 5 kelompok. Kelompok perlakuan diberi ekstrak etanol umbi wortel dosis masing-masing 140 mg/kgbb, 280 mg/kgbb, 560 mg/kgbb, kelompok kontrol diberi tween 80 1% dengan dosis 10 ml/kgbb dan kelompok pembanding diberi diazepam dengan dosis 5 mg/kgbb. Pemberian selama 7 hari dengan dosis tunggal. Efek sedatif diuji pada hari ke-1, ke-4 dan ke-7. Parameter pengamatan meliputi jumlah jengukan pada hole-board dan waktu jatuh pada alat traction test. Hasil pengujian menunjukan jumlah jengukan paling sedikit ditunjukan oleh pembanding, dan diikuti oleh dosis 560 mg/kgbb, 280 mg/kgbb, 140 mg/kgbb dan kontrol. Waktu jatuh terpendek di mulai dari pembanding dan diikuti oleh dosis 560 mg/kgbb, 280 mg/kgbb, 140 mg/kgbb dan kontrol. Data dianalisa menggunakan Two Way ANOVA, uji Duncan dan Pearson Correlation. Hasil uji Two Way ANOVA dan uji Duncan menunjukkan bahwa ekstrak etanol umbi wortel memiliki efek sedatif dan efek sedatif tertinggi terdapat pada dosis 560 mg/kgbb. Hasil uji Pearson Correlation menunjukkan bahwa peningkatan dosis ekstrak etanol umbi wortel memiliki hubungan yang sangat kuat terhadap peningkatan efek sedatif dan peningkatan lama pemberian ekstrak etanol umbi wortel memiliki hubungan yang lemah terhadap peningkatan efek sedatif.
PENGUKURAN KINERJA INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT X DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD Yopi Rikmasari; Satibi Satibi; Tri Murti Andayani
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 4, No 2
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.271

Abstract

Pengukuran kinerja menggunakan Balanced Scorecard (BSC) di IFRS X perlu dilakukan mengingat peta strategi yang telah disusun sebelumnya memerlukan suatu ukuran kinerja dan perlu mengetahui ukuran kinerja awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja IFRS Mitra Idaman menggunakan indikator kinerja sesuai dengan tujuan – tujuan strategik BSC yang telah disusun dalam peta strategi. Penelitian ini merupakan studi deskriptif. Subjek penelitian adalah seluruh karyawan IFRS X, pasien rawat jalan serta dokter dan perawat. Data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Analisa yang digunakan sesuai dengan masing – masing indikator kinerja berdasarkan tujuan strategik pada keempat perspektif BSC. Hasil penelitian perspektif pembelajaran dan pertumbuhan tidak baik mengingat dari 10 indikator yang diukur hanya 3 indikator yang menunjukkan hasil baik yaitu kepuasan kerja karyawan yang berada pada tingkat puas dan karyawan berada pada tingkat tidak stress dan budaya organisasi baik. Perspektif proses bisnis internal menunjukkan hasil cukup baik, dari 8 indikator kinerja yang diukur dispensing time sudah memenuhi standar, tingkat ketersediaan obat dan kepatuhan terhadap formularium hampir mencapai 100 %., persentase stok mati, perbekalan farmasi ED dan rusak serta persentase stok akhir minimal, pembelian IFRS mendekati nilai perencanaan sedangkan frekuensi melakukan Drug Use Review masih kurang. Perspektif customer menunjukkan hasil yang tidak baik karena kepuasan customers baik eksternal dan internal tidak puas walaupun tingkat keterjaringan pasien sudah menunjukkan persentase 94,12 %. Perspektif keuangan menunjukkan cukup baik, yaitu ITOR 13,3 kali, Gross profit Margin 22,1 % pertumbuhan pendapatan 22,15 % dan persentase penerimaan IFRS terhadap penerimaan RS 55,9 %. Kata kunci: strategi, balanced scorecard, kinerja
Analisis Antioksidan dari Berbagai Fraksi Daun Cokelat (Theobroma cacao L.) Mauizatul Hasanah; Suci Amaliani; Yopi Rikmasari
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.898 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian analisis antioksidan dari berbagai fraksi daun cokelat (Theobroma cacao L.) dengan metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari berbagai fraksi daun cokelat. Sampel segar daun cokelat diekstraksi dengan pelarut etanol 70% kemudian difraksinasi. Fraksinasi dilakukan dengan berbagai pelarut berdasarkan kepolarannya menghasilkan fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, fraksi air. Metode uji antioksidan dengan pereaksi DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil) terhadap fraksi etil asetat, fraksi n-heksan, dan fraksi air pada beberapa konsentrasi yaitu 100 ppm, 80 ppm, 60 ppm, 40 ppm, 20 ppm, pada Spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas antioksidan berupa nilai IC50 pada berbagai fraksi diperoleh fraksi etil asetat adalah 41,76 ppm, fraksi n-heksan adalah 70,05 ppm, fraksi air adalah 109,4 ppm. Aktivitas antioksidan tertinggi ditunjukkan pada fraksi etil asetat.
Rasionalitas Penggunaan Obat dan Kepatuhan Pasien Hipertensi di Puskesmas Mekarsari dan Puskesmas Lebubg Bandung Kabupaten Ogan Ilir pada Bulan Mei-Juli 2016 David Darwis; Yopi Rikmasari; Widia Nova Santi
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.379 KB)

Abstract

Penelitian mengenai rasionalitas penggunaan obat dan kepatuhan pasien hipertensi di puskesmas Mekarsari dan puskesmas Lebung Bandung Kabupaten Ogan Ilir pada bulan Mei – Juli 2016 telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerasionalan penggunaan obat antihipertensi yang meliputi ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatan dosis, ketepatan interval pemberian, ketepatan pasien dan kepatuhan. Pengambilan data penelitian dengan metode deskriptif yang bersifat kuantitatif yang dilakukan secara prosfektif terhadap pasien hipertensi rawat jalan di puskesmas Mekarsari dan Puskesmas Lebung Bandung. Kasus hipertensi selama penelitian sebanyak 96 pasien dan masing-masing puskesmas berjumlah 48 yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil yang diperoleh yaitu di Puskesmas Mekarsari kerasionalan penggunaan obat sebesar 30 resep (62,5%) dan ketidakrasionalan penggunaan obat sebesar 18 (37,5%). Pada Puskesmas Lebung Bandung hasil yang diperoleh kerasionalan penggunaan obat sebesar 33 resep (68,7%) dan ketidakrasional penggunaan obat sebesar 15 resep (31,6%). Tingkat kepatuhan penggunaan obat di Puskesmas Mekarsari berdasarkan penilaian morisky hasil yang diperoleh yaitu tingkat rendah 33 pasien (68,75%), sedang 15 pasien (31,25%) dan tinggi 0%. Pada Puskesmas Lebung Bandung hasil yang di peroleh yaitu tingkat rendah 40 pasien (83,33%), sedang 8 pasien (16,66%) dan tinggi 0 %.