Rusli, Muhammad Rizani
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Stator Flux Estimator Using Feed-Forward Neural Network for Evaluating Hysteresis Loss Curve in Three Phase Induction Motor Praharsena, Bayu; Purwanto, Era; Jaya, Arma; Rusli, Muhammad Rizani; Toar, Handri; wk, Ridwan
EMITTER International Journal of Engineering Technology Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24003/emitter.v6i1.263

Abstract

The operation of induction motors with high performance contributes significantly to the global energy savings but hysteresis loss is one of the factors causing decreased performance. Stator flux density (B) and magnetic field intensity (H) must be plotted to know hysteresis loss quantity. Unfortunately, since the rotor rotates in time series, the stator flux density is unmeasurable quantities, it’s hard to direct sensored this properties because of limited airgap space and costly to install additional instrument. The purpose of this paper is to evaluate the hysteresis loss quantity in induction motor using a novel method of multilayer perceptron feed forward neural network as stator flux estimator and magnetizing current model as magnetic field intensity properties. This method is effective, because it’s non-destructive method, without an additional instrument, low cost, and suitable for real-time motor drive systems. The FFNN estimator response is satisfying because accurately estimate stator flux density for evaluating hysteresis loss quantity including its magnitude and phase angle. By using the proposed model, the stator flux density and magnetizing current can be plotted become hysteresis loss curve. The performance of flux response, speed response, torque response and error deviation of stator flux estimator has been presented, investigated, compared and verified in Simulink Matlab.
Stator Flux Estimator Using Feed-Forward Neural Network for Evaluating Hysteresis Loss Curve in Three Phase Induction Motor Bayu Praharsena; Era Purwanto; Arma Jaya; Muhammad Rizani Rusli; Handri Toar; Ridwan wk
EMITTER International Journal of Engineering Technology Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.235 KB) | DOI: 10.24003/emitter.v6i1.263

Abstract

The operation of induction motors with high performance contributes significantly to the global energy savings but hysteresis loss is one of the factors causing decreased performance. Stator flux density (B) and magnetic field intensity (H) must be plotted to know hysteresis loss quantity. Unfortunately, since the rotor rotates in time series, the stator flux density is unmeasurable quantities, it’s hard to direct sensored this properties because of limited airgap space and costly to install additional instrument. The purpose of this paper is to evaluate the hysteresis loss quantity in induction motor using a novel method of multilayer perceptron feed forward neural network as stator flux estimator and magnetizing current model as magnetic field intensity properties. This method is effective, because it’s non-destructive method, without an additional instrument, low cost, and suitable for real-time motor drive systems. The FFNN estimator response is satisfying because accurately estimate stator flux density for evaluating hysteresis loss quantity including its magnitude and phase angle. By using the proposed model, the stator flux density and magnetizing current can be plotted become hysteresis loss curve. The performance of flux response, speed response, torque response and error deviation of stator flux estimator has been presented, investigated, compared and verified in Simulink Matlab.
DESAIN KONTROL KECEPATAN MOTOR INDUKSI TIGA FASA MENGGUNAKAN FUZZY PID BERBASIS IDIRECT FIELD ORIENTED CONTROL Ridwan Ridwan; Era Purwanto; Hary Oktavianto; Muhammad Rizani Rusli; Handri Toar
JURNAL INTEGRASI Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Integrasi - Oktober 2019
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.252 KB) | DOI: 10.30871/ji.v11i2.1356

Abstract

Motor induksi tiga fasa (MITF) umumnya digunakan di berbagai aplikasi di industri karena keandalannya, biaya rendah, kontruksi kokoh, perawatan rendah, dan effisiensi yang tinggi. Namun untuk mengontrol MITF tidak semudah seperti mengontrol motor DC, karena MITF merupakan motor yang tidak linear. Penggunaan metode indirect field oriented control (IFOC) dengan kontroler fuzzy proportional integrator and derivative (FPID) dipilih untuk dapat mengatur kecepatan MITF. Metode IFOC akan membuat MITF dapat dikontrol seperti motor DC penguat terpisah. Kontroler FPID yang di desain dengan mengganti kontroler PID konvensional. Performa kontroler FPID yang di desain dibandingkan dengan kontroler PID konvensional. Performa respon yang dibandingkan seperti rise time, settling time, overshoot, steady state error, dan undershoot. Hasil simulasi yang dibuat menunjukkan bahwa dengan menggunakan kontroler FPID lebih baik dibandingkan dengan kontroler PID. Dimana respon overshoot untuk kontroler FPID 0% sedangkan kontroler PID adalah 0.23%. Begitu pula dengan respon undershoot untuk kontrol FPID adalah 2.88% sedangkan kontroler PID adalah 6.78%. Untuk respon rise time, settling time, dan steady state error tidak jauh berbeda dari kedua kontroler. Sistem yang sudah di buat disimulasikan di platform LabView
PENALA PARAMETER PID OTOMATIS PADA PENGATUR KECEPATAN MOTOR INDUKSI TIGA FASA Handri Toar; Era Purwanto; Hary Oktavianto; Ridwan Ridwan; Muhammad Rizani Rusli
JURNAL INTEGRASI Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Integrasi - April 2020
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.092 KB) | DOI: 10.30871/ji.v12i1.1372

Abstract

PID is one of the simple controller, fast computing, easy to implement, reliable to face the disturbance especially to handle the linear system. Meanwhile induction motor is one of a high nonlinear system. Is PID can handle the induction motor. Therefore PID controller enhancement is needed. The controller has the ability to tune up the parameter while running. To tune-up, the controller needs a bunch of collections of parameters PID that ready to use. If we use the manual way to collect like trial and error, it will consume much power and time. And not all systems can be used the Ziegler-Nichols method. This research offering an algorithm for the autotuning PID parameter to control the speed of induction motor based on vector control to collect the PID parameter automatically. After validation by using LabVIEW simulation, the system provides a good speed response without overshoot when the speed increased and without undershoot when the speed decreased.
PERFORMA PENGENDALI ARUS STATOR DENGAN MENGGUNAKAN ANFIS PADA PENGEMUDIAN MOTOR INDUKSI BERBASIS VECTOR CONTROL Muhammad Rizani Rusli
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 1 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 1 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1132.51 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i1.987

Abstract

Vector control terdiri atas dua pengendali arus stator dq-axis. Performa pengendalian motor induksi secara keseluruhan bergantung pada salah satu atau kedua pengendali arus stator tersebut. Umumnya pengendali arus stator menggunakan pengendali PI, namun pengendali ini memiliki beberapa kelemahan utama yaitu susahnya menentukan gain dari proportional maupun integral. ANFIS yang menggabungkan fuzzy logic controller dan artificial neural network menawarkan kemampuan training, adaptif, cepat, dan handal. Pada paper ini pengendali ANFIS diterapkan untuk pengendali arus stator d-axis pada pengemudian motor induksi berdaya 10 HP dengan metode pengemudian vector control. Keseluruhan sistemnya divalidasi melalui MATLAB/Simulink. Pengendali ANFIS dibandingkan dengan pengendali PI untuk mengevaluasi performa dari motor. Evaluasi performa yang diamati yaitu performa kecepatan dinamik dan performa arus dengan skema pengujian berbeban konstan dan bervariasi. Dari kedua pengujian, pengendali arus stator d-axis PI dan ANFIS menghasilkan trend respon kecepatan dinamik yang sama, namun pengendali arus stator d-axis ANFIS mampu mereduksi konsumsi arus fasa, ripple arus stator d-axis, dan THD arus fasa.
Kendali Motor Sangkar Tupai 3 Phasa berbasis Indirect Field Oriented Control (IFOC) dengan PID Controller ERA PURWANTO; ABDILLAH AZIZ MUNTASHIR; MUHAMMAD RIZANI RUSLI
Jurnal Elkomika Vol 11, No 3 (2023): ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektr
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v11i3.649

Abstract

ABSTRAKDunia industri sekarang banyak menggunakan motor sangkar tupai 3 phasa, karena memiliki kehandalan yang tinggi, tetapi motor sangkar tupai 3 phasa mempunyai beberapa kekurangan yaitu sukar untuk menjaga pada kecepatan konstan pada saat adanya perubahan beban, serta pengaturan kecepatan yang sulit dilakukan karena sistemnya yang coupled. Dengan melakukan metode vector control yang bebasis pada Indirect Field Oriented Control (IFOC), sehingga pengendalian motor sangkar tupai 3 phasa dapat dilakukan seperti pada DC motor penguat terpisah. PID controller digunakan untuk pengaturan kecepatan, dimana parameter PID didapatkan menggunakan Ziegler Nichols, serta hasil yang didapat adalah luaran kecepatan dengan risetime cepat dan error steady state kecil. Simulasi yang dilakukan telah dilakukan dengan menggunakan LabView, didapatkan respons waktu naik 1.132 ms, waktu penyelesaian 9,91 ms dan error steady 0,4% dengan set poin 500 Rpm. Serta waktu recovery sebesar 4.9 ms pada set poin 300 Rpm.Kata kunci: vector control, motor sangkar tupai 3 phasa, motor DC, coupled, decoupled ABSTRACTThree-phase squirrel cage motors are used today in many industries because of their high reliability. The downside is that speeds are difficult to adjust when connecting to a system. Three-phase cage motor control can be implemented as a discrete DC motor amplifier by using a vector control scheme based on Indirect Field Oriented Control (IFOC), for the speed control the PID controller is used in this system, PID parameters are obtained using Ziegler Nichols, and the result is an output speed , the fast rise time and low stability error. The simulation was run using LabView and had a time response 1.132 ms, a time stedy state is 9.91 ms, and a error flat is 0.4% at a setpoint of 500rpm. So does the time recovery of 4.9ms in speed 300 rpm setpoint.Keywords: vector control, 3-phase squirrel cage, DC motor, coupled, decoupled
Analisa Pengaruh Kapasitor Bank dan Detuned Reactor Sebagai Perbaikan Faktor Daya Listrik 3 Fasa untuk Beban-beban Indutif Luki Mahendra; Muhammad Rizani Rusli; Muhammad Nizar Habibi; Ahmad Firyal Adila
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol 9 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jaei.v9i2.37285

Abstract

Sistem tenaga listrik memiliki beberapa permasalahan yang umum, salah satunya adalah permasalahan faktor daya yang rendah. Penting untuk mempunyai faktor daya sedekat mungkin ke angka satu. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan daya listrik yang tersedia, maka keberadaan daya reaktif harus dibuat seminimal mungkin. Salah satunya adalah dengan metode kompensasi daya reaktif. Pada penelitian ini melakukan penelitian eksperimental pengaruh kapasitor bank dan detuned reactor sebagai perbaikan faktor daya terhadap sistem yang bersifat induktif. Pengukuran menggunakan Power Meter untuk mendapatkan parameter 3 daya pada sistem. Selanjutnya dibanndingkan nilai faktor daya sistem, antara lain jika sistem tidak dipasang peralatan kompensasi daya reaktif, sistem terpasang kapasitor bank dan juga sistem terpasang kapasitor bank dan detuned reactor. Detuned yang terpasang memiliki nilai persen detuned filter 7% dan 14%. Didapatkan perbaikan faktor daya yang semula 0,63 menjadi 0,92 dengan kapasitor bank, 0,94 dengan kapasitor bank dan detuned reactor 7% dan 0,95 dengan kapasitor bank dan detuned reactor 14%.