cover
Contact Name
Roni Koneri
Contact Email
ronicaniago@unsrat.ac.id
Phone
+6281340275276
Journal Mail Official
j.bioslogos@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Biologi FMIPA Universitas Sam Ratulangi
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Bios Logos
JURNAL BIOS LOGOS is the journal published by Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sam Ratulangi University. The aims of the journal are to publish original research papers and article review in biology science i.e. botany, zoology, molecular biology, microbiology, ecology, diversity and conservation, taxonomy and biogeography. BIOS LOGOS is published two times per year (February and August)
Articles 133 Documents
Karakteristik Isolat Jamur Sclerotium rolfsii dari Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea Linn.) Magenda, Seny
JURNAL BIOS LOGOS Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.1.1.2011.369

Abstract

ABSTRAKSclerotium rolfsii merupakan salah satu jamur patogen yang menyebabkan beberapa penyakit pada tanaman, seperti busuk batang, layu serta rebah kecambah. Jamur Sclerotium rolfsii menyerang tanaman kacang tanah serta tanaman lain seperti kentang, tomat, kedelai, kubis-kubisan, bawang, seledri, jagung, selada, kapas, tembakau dan tanaman dari famili Cucurbitaceae. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan didapatkan ukuran diameter sklerotia 0,05-2 mm dan bentuk perkecambahan sklerotia dispersif seperti kapas berwarna putih. Ukuran terkecil dari diameter koloni Sclerotium adalah 0,61 cm dan ukuran terbesarnya 1,71 cm sedangkan untuk pengukuran kecepatan pertumbuhan miselium yang terlambat adalah 3,1 mm/hari dan yang tercepat adalah 8,54 mm/hari yang dapat dilihat pada hari kedua dan hari ketujuh penelitian. ABSTRACTSclerotium rolfsii is one of the crop pathogenic mushroom that caused some disease such as stem decay, wilt and sprout collapse. S. rolfsii infects ground peanut plant other crops such as potato, tomato, soy, cabbage, onion, celery, maize, cress, cotton, tobacco and the relatives of Cucurbitaceae. The measurement showed that the diameter of sclerotia was 0.05-2 mm which formed dispersive germination and appeared as white chromatic cotton-like shape. The smallest diameter of sclerotium colony was 0.61 cm and the largest was 1.71 cm while the slowest and the fastest growing speed of mycelium was 3.1 mm/day and 8.54 mm/day, respectively, which observed at the second and the seventh days.
Uji Toksisitas Ekstrak Batang Pinang Yaki (Areca vestiaria) pada Artemia salina Leach. Tampungan, Windy Astuti
JURNAL BIOS LOGOS Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.1.1.2011.370

Abstract

AbstrakEfek toksisitas pinang yaki (Areca vestaria) sebagai tumbuhan obat potensial perlu diuji untuk mengetahui ambang batas penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat toksisitas ekstrak batang pinang yaki terhadap larva Artemia salina Leach. dengan metode Brine Shrimp Lethality Test. Ekstrak diencerkan dengan konsentrasi 200, 400, 600 dan 800 ppm masing-masing untuk supernatan rendaman pertama (larutan A),supernatan rendaman ke dua (larutan B) dan supernatan rendaman ke tiga (larutan C) . Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak batang pinang yaki mempunyai efek toksisitas dengan nilai LC50 sebesar 398,28 ppm untuk larutan A, 390,84 ppm untuk larutan B dan 438,53 ppm untuk larutan C.Kata kunci: batang Areca vestaria,LC50, uji toksisitasAbstractToxicity effect of pinang yaki (Areca vestiaria) as potential medicinal plant should be evaluated to know its application threshold. This research aimed to evaluate the toxicity level of pinang yaki trunk extract on larve of Artemia salina Leach. using the method of Brine Shrimp Lethality Test. Extract was diluted to concentration of 200, 400, 600 and 800 ppm each for solution A (first soaking supernatant), solution B (second soaking supernatant)and solution C (third soaking supernatant). The result of this research showed that extract of pinang yaki trunk had a toxic characteristic, with LC50 value was 398,28, 390,84, and 438,53 ppm respectively for solution A, B and C.Keywords: LC50 , toxicity test, trunk of Areca vestaria
Struktur Sel Epidermis dan Stomata Daun Beberapa Tumbuhan Suku Orchidaceae Rompas, Yulanda
JURNAL BIOS LOGOS Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.1.1.2011.371

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian untuk menentukan struktur sel epidermis dan stomata pada beberapa tumbuhan anggota suku Orchidaceae yang merupakan anggota marga Arachnis, Phalaenopsis dan Vanilla. Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan struktur sel epidermis dan stomata daun anggrek kalajengking, anggrek bulan dan vanili berdasarkan pengamatan irisan memanjang sel-sel epidermis pada permukaan bawah daun dengan mikroskop cahaya. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi struktur sel epidermis dan stomata anomositik seperti pada tumbuhan dikotil.Kata kunci: anggrek bulan, anggrek kalajengking, sel epidermis, stomata, vaniliAbstractA research was conducted to determine the structure of epidermis and stomata cells on several Orchidaceae plants, such as genus Arachnis, Phalaenopsis and Vanilla. The descriptive method was used to describe the structure of epidermis and leaf stomata cells of scorpion orchids, moon orchids and vanilla by observing the epidermis of longitudinal section of lower leaf using light microscope. The research result showed that these plants had various structure of epidermis cells and had anomocytic type of stomata cells that was similar to dicotyledon plants.Keywords: epidermis cell, moon orchids, scorpion orchids, stomata, vanilla
Analisis Kandungan Klorofil Daun Mangga (Mangifera indica L.) pada Tingkat Perkembangan Daun yang Berbeda Sumenda, Lusia
JURNAL BIOS LOGOS Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.1.1.2011.372

Abstract

AbstrakKajian tentang kandungan klorofil pada daun mangga dengan perbedaan warna pada tingkat perkembangan yang berbeda belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kandungan klorofil daun mangga (Mangifera indica L.) pada tingkat perkembangan daun yang berbeda. Setelah daun diekstrak dengan alkohol 95%, kandungan klorofil diukur dengan menggunakan spektrometer tipe Novaspec III pada λ 649 dan 665 nm. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kandungan klorofil daun pada tingkat perkembangan yang berbeda.Kata kunci: daun mangga, klorofil, perkembanganAbstractThe study on chlorophyll concentration of mango leaf with different colour and different stage of development has not been conducted thoroughly. This study aimed to compare the chlorophyll concentration of mango leaf with different stage of development. After extracting leaf chlorophyll using alcohol 95%, chlorophyll concentration was measured using spectrometer (Novaspec III) on λ 649 and 665 nm. The result showed that the chlorophyll concentration was different among the leaves with different stages of development.Keywords: chlorophyll, development, mango leaf
Konsumsi Mamalia, Burung, dan Reptil Liar Pada Masyarakat Sulawesi Utara dan Aspek Konservasinya Saroyo, Saroyo
JURNAL BIOS LOGOS Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.1.1.2011.373

Abstract

AbstrakSurvei ini dilaksanakan untuk menginventarisasi jenis-jenis mamalia, burung, dan reptil liar yang dikonsumsi oleh masyarakat Sulawesi Utara dalam kaitannya dengan aspek konservasi dan pemanfaatannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dari tahun 2006 sampai 2010 berdasarkan jenis-jenis yang diperdagangkan di pasar-pasar tradisional, kasus perburuan satwa liar, dan jenis-jenis yang disediakan dalam menu masyarakat pada pesta-pesta adat. Dari survei diperoleh hasil terdapat 39 jenis mamalia, burung, dan reptil liar yang dikonsumsi oleh masyarakat Sulawesi Utara. Konsumsi satwa liar telah menjadi kebiasaan bagi bagi masyarakatnya dan merupakan faktor utama penyebab penurunan populasi satwa liar. Banyak jenis satwa yang dikonsumsi, beberapa termasuk dilindungi, masuk daftar terancam IUCN, dan masuk dalam appendix CITES. Oleh sebab itu pemanfaatan beberapa jenis satwa liar harus mengikuti peraturan perlindungan dan upaya penangkaran tikus ekor putih (Paruromys dominator), babi hutan (Sus celebensis), dan rusa (Cervus timorensis) sangat memungkinkan dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.Kata kunci: burung, mamalia, reptil, Sulawesi UtaraAbstractThis survey was conducted to collect information about wild mammals, birds and reptiles consumed by North Sulawesi people regarding with its conservation aspect and utilization. The used method was survey from 2006 to 2010 based on the animal species sold in some traditional markets, hunting cases and serving food in traditional party menu in Bitung City, Tomohon City and North Minahasa District. The result showed that there were 39 consumed species of wild mammals, birds and reptiles. Consumption of wild animal by local people has become a tradition for the community and it mostly resulted in the decline of wild animal population. Some species are included in IUCN Redlist and CITES Appendices. Therefore, all protection laws should be followed in the utilization of those species. In addition, breeding programme of Sulawesi giant rat (Paruromys dominator), Sulawesi Wild Boar (Sus celebensis) and Timor Deer (Cervus timorensis), is very prospective as it has economically value.Keywords: birds, mammals, reptiles, North Sulawesi
Hubungan Aktivitas Merokok Dengan Penuaan Dini Kulit Pada Kelompok Masyarakat Usia 20-40 Tahun Di Universitas Udayana Sanusi, Fedisa Ergarizkia; Sawitri, Anak Agung Sagung; Putri, Wayan Citra Wulan Sucipta
JURNAL BIOS LOGOS Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.10.1.2020.27318

Abstract

Hubungan Aktivitas Merokok Dengan Penuaan Dini Kulit Pada Kelompok Masyarakat Usia 20-40 Tahun Di Universitas Udayana  (The Relationship Of Smoking Activities With The Early Aging Of The Skin In The Age Of 20-40 Years In Udayana University) Fedisa E. Sanusi*), Anak Agung Sagung Sawitri **), Wayan Citra Wulan Sucipta Putri Program Studi Sarjana Kedokteran Dan Profesi DokterFakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar*Email:  fedisa190201@icloud.com**Email: sawitri56@hotmail.com  (Article History: Received 17-01-2020; Revised 04-03-2020; Accepted 06-03-2020)  ABSTRAKMerokok dipercaya dapat menyebabkan berbagai kondisi pada kulit. Smoker’s face merupakan temuan yang khas pada kulit wajah perokok yang ditandai dengan garis atau kerutan pada wajah seperti ujung kanan bibir atas dan bawah atau sudut mata, atau pada beberapa bagian wajah lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan aktivitas merokok dengan timbulnya tanda penuaan dini kulit wajah pada masyarakat di wilayah Kampus Sudirman Universitas Udayana kelompok usia 20-40 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah masyarakat di wilayah Kampus Sudirman Universitas Udayana kelompok dengan usia 20-40 tahun berjumlah 133 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan data primer melalui pengisian kuesioner dan foto responden. Hasil penelitian ditemukan bahwa dari 133 responden, didapatkan 60.90% merokok dan 39.10% tidak merokok. Berdasarkan tanda penuaan dini, responden dikategorikan sesuai skor yang didapat dari klasifikasi Smoker Face. Kategori 0 sebesar 42.11%, kategori 1 sebesar 35.34%, kategori 2 yaitu 21.8% dan kategori 3 sebesar 0.75%.  Hsil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas merokok dengan penuaan dini kulit wajah pada masyarakat di wilayah Kampus Sudirman Universitas Udayana kelompok usia 20-40 tahun. Hal ini ditunjukkan dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,731. Pada penelitian ini, faktor eksternal seperti aktivitas outdoor serta perawatan kulit tidak mempunyai hubungan yang kuat dengan penuaan dini.
PROPORSI STRES DAN GEJALA PSIKOSOMATIK PADA SISWA KELAS XII SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA DENPASAR Deantri, Fanny; Sawitri, Anak Agung Sagung
JURNAL BIOS LOGOS Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.10.1.2020.27465

Abstract

PROPORSI STRES DAN GEJALA PSIKOSOMATIK PADA SISWA KELAS XII SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA DENPASAR(Proportion of Stress and Psychosomatic Symptoms in Twelfth Grade High School Students in Denpasar City)                                   Fanny Deantri*), Anak Agung Sagung Sawitri**)Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar*Email: deantrif@hotmail.com**Email: sawitri56@hotmail.com (Article History: Received 20-01-2020; Revised 25-02-2020; Accepted 27-02-2020) ABSTRAKSiswa kelas XII Sekolah Menengah Atas (SMA) memiliki kecenderungan untuk mengalami tekanan emosional dan psikologis atau stres yang disebabkan karena faktor akademis maupun faktor lainnya. Stres yang tidak ditangani dengan baik dapat bermanifestasi dalam bentuk gejala-gejala fisik yang disebut sebagai gejala psikosomatik. Gejala psikosomatik ini kerap kali tidak disadari sehingga sering terjadi berulang kali meski sudah diberikan pengobatan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung proporsi stres dan gejala psikosomatik pada siswa kelas XII SMA serta kedua keluhan tersebut pada saat yang bersamaan. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS) 42 dan kuesioner yang diadaptasi dari Psychosomatic Symptoms Scale for Child and Adolescents yang dibagikan kepada subjek penelitian di SMA Negeri 1 Denpasar, SMA Negeri 2 Denpasar, dan SMA Negeri 3 Denpasar pada bulan Oktober–November 2019. Sebanyak 67 (32,2%) dari 208 sampel yang mengaku mengalami stres dan terdapat 158 (76%) subjek penelitian yang mengalami gejala psikosomatik. Subjek penelitian yang mengaku mengalami stres dan juga mengalami gejala psikosomatik dijumpai sebanyak 48 (71,6%).
Efektivitas Ekstrak Serai Wangi (Cimbopogon nardus L.) sebagai Larvasida Nyamuk Aedes aegypti Makkiah, Makkiah; Salaki, Christina L; Assa, Berty
JURNAL BIOS LOGOS Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.10.1.2020.27977

Abstract

Efektivitas Ekstrak Serai Wangi (Cimbopogon nardus L.) sebagai Larvasida Nyamuk Aedes aegypti (The Effectiveness of Citronella Extract (Cymbopogon nardus) as Larvaside of Aedes aegypti) Makkiah*), Christina L Salaki **), Berty AssaProgram Studi Entomologi Pascasarjana Universitas Sam RatulangiManado, 95155*Email: khiaimoet@gmail.com,**Email korespondensi: christinasalaki@ymail.com  (Article History: Received 20-10-2019; Revised 27-11-2019; Accepted 30-12-2019) AbstrakPengendalian nyamuk sebagai vektor utama penularan penyakit DBD hanya dapat dilakukan dengan cara memutuskan rantai penularannya melalui pengendalian nyamuk. Pengendalian nyamuk dapat dilakukan pada tahap larva dengan menggunakan biolarvasida yang terbuat dari bahan alami dan salah satunya adalah dengan menggunakan ekstrak kasar dari tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus). Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak serai wangi sebagai larvasida larva Aedes aegypti instar III dan IV. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap. Larva yang digunakan adalah larva instar III dan IV, dengan  perlakuan konsentrasi ekstrak serai wangi 20%, 30%, 40%, dan 50% dalam 250 ml air. Pada penelitian ini terdapat kontrol yaitu aquades yang tidak ditambahkan larutan apapun. Pengamatan kematian larva dilakukan pada jam ke 1, 3, 6, 12, 24, dan jam ke 48 dengan replikasi sebanyak 4 kali. Data presentase mortalitas larva digunakan untuk menghitung nilai LC50 dan LT50 dengan menggunakan analisisi Probit. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak serai wangi efektif dalam mematikan 50% dari populasi  larva uji  dengan  nilai LC50 pada konsentrasi 36,48%serta waktu yang di butuhkan untuk mematikan  50% populasi larva uji adalah 10,45 jam. Kata kunci : Ekstrak, Cymbopogon nardus, larvasida, Aedes aegypti AbstractControl of mosquitoes as the main vector of transmission of DHF can only be done by breaking the chain of transmission through mosquito control. Mosquito control can be carried out at the larval stage by using biolarvasides made from natural materials, one of which is by using a crude extract from the citronella plant (Cymbopogon nardus). This research is to find out the effectiveness of citronella extract as larvae of Aedes aegypti larvae instar III and IV. This research is a pure experimental study using a complete random design. The larvae used were instar larvae III and IV, with the treatment of citronella extract concentration of 20%, 30%, 40%, and 50% in 250 ml of water. In this study, there was a control i.e. aquades which did not add any solution. Observation of larvae death was done at 1 hour, 2 hours. 4 hours, 12 hours, 24 hours and 28 hours with replication 4 times. Data on larval mortality were used to calculate LC50 and LT 50 values using Probit regression analysis. The results showed that citronella extract was effective in killing 50% of the population of test larvae with LC50 values at a concentration of 36.48% and the time needed to kill 50% of the population of test larvae was 10,450 hours.Keywords:  Extract, Cymbopogon nardus, larvasida, Aedes aegypti
Uji Antibakteri Nanopartikel Kitosan terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Magani, Alce K; Tallei, Trina E; Kolondam, Beivy J
JURNAL BIOS LOGOS Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.10.1.2020.27978

Abstract

Uji Antibakteri Nanopartikel Kitosan terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.(Antibacterial Test of Chitosan Nanoparticles against Staphylococcus aureus and Escherichia coli) Alce K. Magani*, Trina E. Tallei, Beivy J. KolondamProgram Studi Biologi, FMIPA Universitas Sam Ratulangi, Manado 95115*Email korespondensi: alcemagani@gmail.com (Article History: Received 30-12-2019; Revised 15-01-2020; Accepted 23-01-2020) Abstrak Antibakteri merupakan zat yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan dapat membunuh bakteri penyebab infeksi. Staphylococcus aureus dan Escherichia coli merupakan bakteri Gram positif dan Gram negatif yang dapat menimbulkan infeksi atau penyakit dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas bakteri patogen dengan memakai nanopartikel kitosan sebagai antibakteri yang dibuat dalam empat konsentrasi (0,5%, 1%, 1,5% dan 2%) serta penggunaan kontrol asam asetat 1%, ciprofloxacin dan air steril sebagai pembanding. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode gelasi ionik untuk pembuatan nanopartikel kitosan dan difusi agar untuk pengujian antibakteri. Data dianalisis dengan One Way Anova yang dilanjutkan dengan metode BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian diperoleh penghambatan pertumbuhan bakteri S. aureus dan E. coli tertinggi pada konsentrasi 0,5%, dengan diameter zona hambat hari pertama sampai hari ketiga 12,31 mm, 9,98 mm, dan 20,46 mm pada S. aureus dan 15,88 mm, 18,71 mm, dan 20,43 mm pada E. coli, kategori kuat, dan bersifat bakteriostatik dan penghambatan terendah pada konsentrasi 2% dengan diameter zona hambat pada S. aureus yaitu 5,56 mm, 5,50 mm, dan 5,40 mm, dan pada E. coli yaitu 5,93 mm, 9,64 mm, dan 12,58 mm, kategori sedang, dan bersifat bakteriostatik. Kata kunci: Kitosan, nanopartikel kitosan, aktivitas antibakteri.  Abstract Antibacteria is a substance that can inhibit the growth of bacteria and able to kill bacteria that cause infections. Staphylococcus aureus and Escherichia coli are Gram positive and Gram negative bacteria that able to cause infections or diseases. This study aimed to examine the activity of pathogenic bacteria by using chitosan nanoparticles as antibacterial. The treatments were made in four concentrations (0.5%, 1%, 1.5% and 2%) and, for comparison, there were also acetic acid control, ciprofloxacin and sterile water. The research method used is the ionic gelation method for the manufacture of chitosan nanoparticles and agar diffusion for antibacterial testing. Data were analyzed with One Way Anova followed by LSD (Least Significant Difference) method. The results showed the highest inhibition of growth of S. aureus and E. coli bacteria at a concentration of 0.5%, with a diameter of inhibition zones of the first day to the third day of 12.31 mm, 9.98 mm, and 20.46 mm in S. aureus and 15,88 mm, 18,71 mm, and 20,43 mm in E. coli, the strong category, and are bacteriostatic and the lowest inhibition was at 2% concentration with inhibition zone diameters in S. aureus namely 5.568 mm, 5.50 mm, and 5, 40 mm, and in E. coli, 5.93 mm, 9.63 mm and 12.58 mm, the medium category and bacteriostatic.Key words: Chitosan, nanoparticles chitosan, antibacterial activity.
Potensi Bakteri Endofit Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) dalam Menghasilkan Hormon Indole Acetic Acid (IAA) dengan Penambahan L-triptofan Tangapo, Agustina Monalisa
JURNAL BIOS LOGOS Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.10.1.2020.27980

Abstract

Potensi Bakteri Endofit Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) dalam Menghasilkan Hormon Indole Acetic Acid (IAA) dengan Penambahan L-triptofan(Potential of endophytic bacteria of sweet potato (Ipomoea batatas L.) in producing Indole Acetic Acid (IAA) with the addition of L-tryptophan) Agustina Monalisa TangapoProgram Studi Biologi FMIPA Universitas Sam RatulangiJl. Kampus Unsrat, Manado 95115*Email korespondensi:agustina.tangapo@unsrat.ac.id (Article History: Received 5-01-2019; Revised 15-01-2020; Accepted 05-02-2020) ABSTRAKAsosiasi bakteri-tanaman, dapat mempengaruhi produktivitas tanaman secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung, salah satunya yaitu bakteri dapat memproduksi dan menyekresikan zat pengatur tumbuh indole-3-acetic acid (IAA, auksin). Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan bakteri endofit ubi jalar dalam menghasilkan IAA. Metode analisis IAA dilakukan dengan metode kolorimetri. Analisis produksi IAA dilakukan dengan penambahan dan tanpa penambahan L-triptofan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanpa penambahan L-triptofan, diperoleh sejumlah 19 jenis yang menghasilkan IAA dengan kisaran konsentrasi 0,29-7,21 mg/L. Dengan penambahan L-triptofan, jumlah jenis positif dan konsentrasi IAA yang dihasilkan meningkat signifikan. Jumlah jenis positif 20 jenis (91%) dan konsentrasi IAA yang dihasilkan mencapai kisaran 0,96-115,63 mg/L.Kata kunci: bakteri endofit; IAA; ubi jalar; L-triptofan ABSTRACTPlant-bacteria associations, can promote plant growth by both direct and indirect mechanisms. One of direct mechanisms is that bacteria can produce and secrete indole-3-acetic acid (IAA, auxin) growth regulators. This study aims to examine the ability of sweet potato endophytic bacteria to produce IAA. The detection of IAA production was conducted by colorimetric technique. IAA production analysis was carried out with addition and without addition of L-tryptophan. Without the addition of L-tryptophan, a total of 19 species produced IAA with a concentration range of 0.29-7.21 mg/L. With the addition of L-tryptophan, the number of positive species and the concentration of IAA produced increased significantly. The number of positive species was 20 species (91%) and the concentration of IAA produced reached a range of 0.96-115.63 mg/L.Keywords: endophytes bacterial; IAA; sweet potato; L-tryptophan

Page 1 of 14 | Total Record : 133