cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Universitas Kuningan
ISSN : -     EISSN : 25982052     DOI : -
Core Subject : Social,
EMPOWERMENT adalah media penerbitan karya tulis berbasis hasil pengabdian masyarakat dosen dan mahasiswa, menerima tulisan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan/multidisipin. Jenis naskah yang dipublikasikan adalah naskah asli/orisinal hasil pengabdian kepada masyarakat, jurnal ini terbit dalam 6 (enam) bulanan. EMPOWERMENT diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan.
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
PENYULUHAN HUKUM UNDANG-UNDANG BANTUAN HUKUM DI KECAMATAN SELAJAMBE, KABUPATEN KUNINGAN, INDONESIA Akhmaddhian, Suwari; Yuhandra, Erga; Adhyakasa, Gios
Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 01 (2018): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v1i1.955

Abstract

AbstractEvery citizen has the right in law and justice, therefore the government makes Law No. 16 of 2011 on Legal Aid to protect its citizens in the event of a catastrophe. The aim of devotion to this community is to emphasize the people or the villagers, as well as other goals aimed at providing this counseling that parents can add information related to the process of handling criminal acts and how to follow up in the event of a criminal offense. The method used is by way of talk and discussion then terminated with question and answer. The results obtained from the devotion to this community are the more sensitive and know how criminal and legal proceedings and the response to legal issues, especially those related to the criminal act of the present crime, are expected with the devotion to this society parents can become work in keeping his family from various possibilities related to crime and legal assistance.Keywords: Legal Aid, Prevention, Socialization AbstrakSetiap warga negara mempunyai hak dalam hukum dan keadilan, oleh kerana itu pemerintah membuat Undang-Undang nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum untuk melindungi warganya dalam hal terjadi musibah yang menimpa masyarakat. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini lebih menitik beratkan kepada orang-orang atau warga desa, adapun sasaran lain yang menjadi tujuan dari diadakannnya penyuluhan ini yaitu para orang tua yang mana dapat menambah informasi terkait dengan proses penanganan tindak pidana dan bagaimana menindaklanjuti apabila terjadi tindak pidana. Metode yang digunakan yaitu dengan cara ceramah dan diskusi kemudian diakhiri dengan tanya jawab. Hasil yang diperoleh dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu masyarakat lebih peka dan mengetahui bagaimana proses tindak pidana dan bantuan hokum serta respon terhadap permasalahan hukum khususnya yang berkaitan dengan berbagai acaman tindak pidana pada sekarang ini, diharapkan dengan adanya pengabdian kepada masyarakat ini para orang tua dapat menjadi bekal dalam menjaga keluarganya dari berbagai kemungkinan yang terkait dengan tindak pidana dan bantuan hukum.Kata Kunci: Bantuan Hukum, Pencegahan, Sosialisasi.
SOSIALISASI PERATURAN BANTUAN HUKUM DALAM UPAYA PEMENUHAN PRINSIP EQUALITY BEFORE THE LAW WARGA BINAAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA KUNINGAN, INDONESIA Budiman, Haris
Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 01 (2018): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v1i1.950

Abstract

AbstractThe reality in the society of equality before the law and the protection of the law can’t easily be realized. Differences in ability, both economically and intellectually, make it difficult for justice seekers to access justice. Discrimination often occurs against marginalized communities, ranging from rule-making, implementation, to law enforcement. Therefore, we are motivated to do the devotion by providing socialization, counseling, consultation and assistance for residents of Kuningan Regency in this case the citizens of the IIA Kuningan class correctional institution who want to seek justice. this activity received a very good response, not only for the assisted citizens, but also for the officers and employees in charge. The material given in the form of film screenings about legal aid made by BPHN and the Ministry of Justice and Human Rights of Indonesia, as well as discussion material prepared by the Community Service Team. The expected outcome of this devotion is the opening of access to legal guarantees for the disadvantaged and marginalized, so that the basic principle of the law State of equality before the law is fulfilled.Keywords: Legal Aid, Establishment, EqualityAbstrakKenyataan di masyarakat persamaan di hadapan hukum dan perlindungan hukum tidak dengan mudah dapat terwujud. Perbedaan kemampuan, baik secara ekonomis maupun secara intelektual, menyebabkan sulitnya para pencari keadilan dalam mengakses keadilan (acces to justice). Diskriminasi sering terjadi terhadap masyarakat marginal, mulai dari pembuatan aturan hukum, pelaksanaan, sampai dengan penegakan hukum. Oleh karena itu, kami tergerak untuk melakukan pengabdian dengan memberikan sosialisasi, penyuluhan, konsultasi dan pendampingan bagi warga masyarakat Kabupaten Kuningan dalam hal ini warga binaan lembaga pemasyarakatan kelas IIA Kuningan yang ingin mencari keadilan. kegiatan ini mendapat respon yang sangat baik, tidak saja bagi warga binaan, tetapi juga bagi aparat dan pegawai yang bertugas. Materi yang diberikan berupa pemutaran film tentang bantuan hukum yang dibuat oleh BPHN dan Kementerian Hukum dan HAM RI, juga materi diskusi yang disiapkan oleh Tim Pengabdian Masyarakat. Luaran yang diharapkan dari pengabdian ini adalah terbukanya akses terhadap jaminan hukum bagi masyarakat tidak mampu dan terpinggirkan, sehingga prinsip dasar Negara hukum yaitu equality before the law terpenuhi.Kata kunci : Bantuan Hukum, Warga Binaan, Persamaan
PENCEGAHAN DAN PENINDAKAN KENAKALAN REMAJA PADA ERA INFORMATIKA DI KABUPATEN KUNINGAN, INDONESIA Yuhandra, Erga
Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 01 (2018): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v1i1.951

Abstract

AbstractAdolescence is a transitional period between children and adults, at this time there is also doubt about the role that will be done. Teenagers are no longer a child nor an adult. Teenagers begin to try to act and behave like adults, such as smoking, drinking, using drugs, and engaging in sex acts. This action is not in accordance with the norms or rules that apply in the community. The purpose of dedication to the community is more emphasized to the teenagers both men and women, as for other goals that become the purpose of this counseling is the parents who have a child to be maintained and protected for changes in social behavior in society developing with the counseling. The method used is by way of lecture and discussion then ended with question and answer. The results obtained from the devotion to this community that the community is more sensitive to legal issues, especially those associated with juvenile delinquency in the era of informatics such as today, is expected with the devotion to this society the parents, especially those with adolescents more attention and more watchful activities considered perverse.Keywords: Prevention, Delinquency Teenagers. AbstrakRemaja merupakan masa peralihan antara anak-anak dan dewasa, pada masa ini ada juga keraguan terhadap peran yang akan dilakukan. Remaja bukan lagi seorang anak dan juga bukan orang dewasa. Remaja mulai mencoba-coba bertindak dan berperilaku seperti orang dewasa, misalnya merokok, minum-minuman keras, menggunakan obat-obatan, dan terlibat dalam perbuatan seks. Tindakan ini tidak sesuai dengan norma atau aturan yang berlaku di masyarakat. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini lebih menitik beratkan kepada para remaja baik itu laki-laki maupun perempuan, adapun sasaran lain yang menjadi tujuan dari diadakannnya penyuluhan ini yaitu para orang tua yang mana memiliki anak yang harus dijaga dan dilindungi agar perubahan prilaku sosial yang ada di masyarakat berkembang dengan diadakannya penyuluhan. Metode yang digunakan yaitu dengan cara ceramah dan diskusi kemudian diakhiri dengan tanya jawab. Hasil yang diperoleh dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu masyarakat lebih peka terhadap permasalahan hukum khususnya yang berkaitan dengan kenakalan remaja di era informatika seperti jaman sekarang ini, diharapkan dengan adanya pengabdian kepada masyarakat ini para orang tua khususnya yang memiliki anak umur remaja lebih memperhatikan dan lebih mengawasi kegiatan-kegiatan yang dianggap menyimpang.Kata Kunci: Pencegahan, Penindakan Kenakalan Remaja.
PENINGKATAN KESADARAN HUKUM MASYARAKAT DESA WINDUJANTEN, KABUPATEN KUNINGAN, INDONESIA Akhmaddhian, Suwari; Yuhandra, Erga; Adhyakasa, Gios
Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 01 (2018): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v1i1.953

Abstract

AbstractDevotion of Science and Technology for Society entitled Law Awareness Awareness Village Village Windujanten Kuningan designed by our team of executors aims to: (1). Increase knowledge of Windujanten Village community in the field of state administration law, agrarian law, contract law, inheritance law of Islam and corruption crime; 2). Improving legal skills such as good governance, registration of land certificates, contracting, calculating and distributing family inheritance and preventing criminal acts of corruption; 3). Increase public awareness in the field of law; 4). The creation of a peaceful and peaceful society. The Target of Community Service Science  in general is the villagers of windujanten increased their legal awareness and the target in particular is 1). The villagers of windujanten are aware of their rights and obligations in the nation and state; 2). The villagers of windujanten have knowledge and skills in the field of state administrative law, agrarian law, contract law, inheritance law and corruption. 3) .The creation of peaceful and peaceful community atmosphere for village government apparatus is better in running village governance. Method of Devotion of Science and Technology for Society  to achieve that goal is training in the form of lecture, discussion, question and answer and practice of contract / agreement relating to field of law taught. The activities consist of 2 (two) participant groups consisting of 15 (fifteen) persons consisting of village apparatus starting from RT head, RW head, hamlet head, village apparatus and wider community from 2 (two) hamlets in 1 (one ) village. The purpose of selecting 1 (one) village is to facilitate the early quality control and implementation of activities. The main activity is the participants who have attended the training is to exercise their rights and obligations in the state for example obedient paying taxes, carrying out the task of siskamling or patrolling and the creation of a peaceful atmosphere of peace and for the village government apparatus better in running good village governance so as to prevent corruption at the village level.Keywords: Enhancement, Awareness, Law, Society.AbstrakPengabdian Ipteks bagi Masyarakat (IbM) yang berjudul Peningkatan Kesadaran Hukum Masyarakat Desa Windujanten Kabupaten Kuningan dirancang oleh kami tim pelaksana bertujuan untuk: (1). Meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Windujanten dalam bidang hukum administrasi negara, hukum agraria, hukum kontrak, hukum waris islam dan tindak pidana korupsi; 2). Meningkatkan keterampilan dalam bidang hukum seperti tata kelola pepmeintahan yang baik,  pendaftaran sertifikat tanah, membuat kontrak, perhitungan dan pembagian warisan keluarga dan pencegahan tindak pidana korupsi,; 3). Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam bidang hukum; 4). Terciptanya kondisi masyaraakat yang aman dan tentram. Target Pengabdian Ipteks bagi Masyarakat (IbM) secara umum adalah masyarakat desa windujanten meningkat kesadaran hukumnya dan target secara khusus adalah 1). Masyarakat desa windujanten sadar akan hak dan kewajibannya dalam berbangsa dan negara; 2). Masyarakat desa windujanten memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bidang hukum administrasi negara, hukum agraria, hukum kontrak, hukum waris islam dan tindak pidana korupsi. 3).Terciptanya suasana masyarakat yang aman tentram dan untuk aparatur pemerintahan desa semakin baik dalam menjalankan tata kelola pemerintahan desa. Metode Pengabdian Ipteks bagi Masyarakat (IbM) untuk mencapai tujuan tersebut yaitu pelatihan berupa ceramah, diskusi, tanya jawab dan praktek perancangan kontrak/perjanjian yang berkaitan dengan bidang hukum yang diajarkan. Pelaksanaan kegiatan mencakup 2 (dua) kelompok peserta masing-masing berjumlah 15 (lima belas) orang yang terdiri dari aparatur desa mulai dari ketua RT, ketua RW, kepala dusun, perangkat desa dan masyarakat luas dari 2 (dua) dusun dalam 1 (satu) desa. Maksud pemilihan 1 (satu) desa adalah untuk mempermudah pengedalian kualitas awal dan pelaksanaan kegiatan. Kegiatan utama adalah peserta yang telah mengikuti pelatihan adalah menjalankan hak dan kewajibanya dalam bernegara contohnya taat membayar pajak, melaksanakan tugas sistem keamanan keliling atau ronda serta terciptanya suasana masyarakat yang aman tentram dan untuk aparatur pemerintahan desa semakin baik dalam menjalankan tata kelola pemerintahan desa yang baik sehingga dapat mencegah tindak pidana korupsi di tingkat desa.Kata kunci : Peningkatan, Kesadaran, Hukum, Masyarakat.
SOSIALISASI PERATURAN BANTUAN HUKUM DI KECAMATAN CIWARU, KABUPATEN KUNINGAN, INDONESIA Rahmat, Diding; Akhmaddhian, Suwari; Budiman, Haris
Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 01 (2018): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v1i1.954

Abstract

Every citizen has the right in law and justice, therefore the government makes Law No. 16 of 2011 on Legal Aid to protect its citizens in the event of a catastrophe. The aim of devotion to this community is to emphasize the people or the villagers, as well as other goals aimed at providing this counseling that parents can add information related to the process of handling criminal acts and how to follow up in the event of a criminal offense. The method used is by way of talk and discussion then terminated with question and answer. The results obtained from the devotion to this community are the more sensitive and know how criminal and legal proceedings and the response to legal issues, especially those related to the criminal act of the present crime, are expected with the devotion to this society parents can become work in keeping his family from various possibilities related to crime and legal assistance.Keywords: Legal Aid, Prevention, Socialization AbstrakSetiap warga negara mempunyai hak dalam hukum dan keadilan, oleh kerana itu pemerintah membuat Undang-Undang nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum untuk melindungi warganya dalam hal terjadi musibah yang menimpa masyarakat. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini lebih menitik beratkan kepada orang-orang atau warga desa, adapun sasaran lain yang menjadi tujuan dari diadakannnya penyuluhan ini yaitu para orang tua yang mana dapat menambah informasi terkait dengan proses penanganan tindak pidana dan bagaimana menindaklanjuti apabila terjadi tindak pidana. Metode yang digunakan yaitu dengan cara ceramah dan diskusi kemudian diakhiri dengan tanya jawab. Hasil yang diperoleh dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu masyarakat lebih peka dan mengetahui bagaimana proses tindak pidana dan bantuan hokum serta respon terhadap permasalahan hukum khususnya yang berkaitan dengan berbagai acaman tindak pidana pada sekarang ini, diharapkan dengan adanya pengabdian kepada masyarakat ini para orang tua dapat menjadi bekal dalam menjaga keluarganya dari berbagai kemungkinan yang terkait dengan tindak pidana dan bantuan hukum.
UPAYA PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM MENANGGULANGI PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DESA GUNUNGSARI, KABUPATEN CIAMIS Afifi, Ruhana
Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 02 (2018): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v1i02.1574

Abstract

AbstractDengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by the dengue virus that is transmitted from person to person through the bite of the Aedes aegypti. DHF cases in Ciamis district showed a significant increase year by year. The contributing factors are a lack of public understanding of the symptoms of dengue and how to deal with it. The location of the settlement of the people of Gunungsari Village, Sadananya Subdistrict, Ciamis Regency is surrounded by many gardens, this allows a large number of mosquito nests. In addition, there is still a lack of public awareness in maintaining environmental cleanliness, which has a high potential for dengue infection. Efforts are needed to improve people's understanding of DHF. One method that can be done to  solve this problem is socialization through extension activities. In the village hall, counseling about DHF and the distribution of larvacida were carried out free of charge, with target audiences of PKK cadres from each hamlet. The counseling was attended by 32 participants. This counseling aims to increase public understanding of dengue disease and how to overcome it, and increase public awareness to participate in eradicating mosquito breeding grounds with the 3M Plus method. Counseling can be carried out well and smoothly according to the plan set. The participation, positive response and enthusiasm of the PKK cadres at the outreach reflected the desire to understand the ways to control DHF and were expected to disseminate information obtained to other communities in their respective hamlets.Keywords: awareness, community, Gunungsari, prevention, DHF AbstrakDemam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Kasus DBD di kabupaten Ciamis menunjukan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Faktor penyebabnya adalah kurangnya pemahaman masyarakat mengenai gejala-gejala penyakit DBD serta cara penanggulangannya. Lokasi pemukiman masyarakat Desa Gunungsari Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis dikelilingi banyak kebun, hal ini memungkinkan banyaknya sarang nyamuk. Selain itu masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menyebabkan berpotensi tinggi untuk terjangkitnya penyakit DBD. Diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penyakit DBD. Metode yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah sosialisasi melalui kegiatan penyuluhan. Bertempat di aula desa dilaksanakan penyuluhan tentang penyakit DBD dan pembagian larvasida secara gratis, dengan khalayak sasaran ibu-ibu kader PKK dari tiap dusun. Pelaksanaan penyuluhan dihadiri oleh 32 orang peserta. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penyakit DBD dan cara penanggulangannya, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemberantasan sarang nyamuk dengan metode 3M Plus. Penyuluhan dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar sesuai dengan rencana yang ditetapkan. Peran serta, respon positif dan antusiasme ibu-ibu kader PKK pada pelaksanaan penyuluhan mencerminkan keinginan untuk memahami cara pengendalian DBD dan diharapkan dapat menyebarluaskan informasi yang diperoleh kepada masyarakat lainnya di lingkungan dusun masing-masing. Kata Kunci : kesadaran, masyarakat, Gunungsari, penanggulangan, DBD
WORKSHOP PELAKSANAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) MATEMATIKA KOTA SOLOK, SUMATERA BARAT Rismen, Sefna; Delyana, Hafizah; Paramitha, Audra; Melisa, Melisa; Suryani, Mulia
Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 02 (2018): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v1i02.1515

Abstract

Classroom Action Research is one effort that can be done by professional teachers in improving the quality of learning. The purpose of community service is to improve teachers' understanding in understanding PTK and can carry out PTK. This activity is intended for math teachers who are members of MGMP in High School. The form of service activities carried out in this activity is in the form of material delivery, practice of making proposals and consulting tasks. The workshop activity was attended by 30 high school mathematics teachers in Solok City. The results of this activity manifested 30 class Action research proposals.Keywords: PTK, MGMP, Mathematics Teachers. AbstrakPenelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan guru profesional dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk menigkatkan pemahaman guru dalam memahami PTK serta dapat melaksanakan PTK. Kegiatan ini diperuntukan bagi guru-guru matematika yang tergabung dalam MGMP SMA Kota Solok. Bentuk kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dalam kegiatan ini adalah  berupa penyampaian materi, praktik pembuatan proposal dan konsultasi tugas. Kegiatan workshop diikuti sebanyak 30 orang guru matematika
PENINGKATAN KETERAMPILAN PEGAWAI KECAMATAN GUNUNGTANJUNG KABUPATEN TASIKMALAYA MELALUI PELATIHAN PENULISAN SURAT DINAS Agustini, Rina
Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 02 (2018): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v1i02.1575

Abstract

The sub-district office is a government institution that uses letter media in delivering information or activities carried out to support government programs. Writing official letters is one of the activities in administration that can help smooth the activities of the administration. Therefore, writing official letters is very important to be understood by all sub-district office employees to support the administrative work process. The purpose of this service activity is to find out the understanding of writing official letters of the Gunungtanjung District Office of Tasikmalaya District and to find out an increase in understanding of writing official letters of the Gunungtanjung District Office in Tasikmalaya District. The implementation of Community Service activities is packaged using a workshop approach. The activity was carried out using the method of lecture, discussion and practice. The achievement of the training activities was the increasingly motivated sub-district office staff to improve their competence and professionalism in writing official letters. The quality of official letters that have been produced by employees of the Gunungtanjung District Office in Tasikmalaya Regency has also increased as explained below. 20 official letters with very good categories, 7 official letters with good categories, and 3 official letters classified as sufficient (score 70). The training activities benefited the participants and were expected to improve the quality of services in the Gunungtanjung District Office in Tasikmalaya Regency.Keywords: official letter, sub-district employee. ABSTRAK Kantor kecamatan merupakan lembaga pemerintah yang menggunakan media surat dalam menyampaikan informasi atau kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan guna mendukung program pemerintah. Penulisan surat dinas merupakan salah satu kegiatan dalam administrasi yang dapat membantu kelancaran aktivitas bidang administrasi. Oleh karena itu, penulisan surat dinas sangat penting dipahami oleh semua pegawai kantor kecamatan untuk mendukung proses kerja administrasi. Adapun tujuan dilaksanakannya kegiatan pengabdian ini yaitu untuk mengetahui pemahaman penulisan surat dinas pegawai Kantor Kecamatan Gunungtanjung Kabupaten Tasikmalaya dan untuk mengetahui peningkatan pemahaman penulisan surat dinas pegawai Kantor Kecamatan Gunungtanjung Kabupaten Tasikmalaya. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini dikemas dengan menggunakan pendekatan workshop. Kegiatan dilakukan menggunakan metode ceramah, diskusi dan latihan. Pencapaian  dari kegiatan pelatihan ialah semakin termotivasinya para pegawai kantor kecamatan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitasnya dalam penulisan surat dinas. Kualitas surat dinas yang telah dihasilkan oleh para pegawai Kantor Kecamatan Gunungtanjung Kabupaten Tasikmalaya juga mengalami peningkatan sebagaimana uraian berikut. 20 surat dinas dengan kategori sangat baik, 7 surat dinas dengan kategori baik, dan 3 surat dinas tergolong katerori cukup (skor 70). Kegiatan pelatihan dirasakan manfaatnya oleh para peserta dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan di Kantor Kecamatan Gunungtanjung Kabupaten Tasikmalaya.
PELATIHAN PENINGKATAN KAPASITAS PEMUDA DAN PEMBUATAN PROGRAM KERJA PADA ORGANISASI PEMUDA DESA CIBINUANG, KABUPATEN KUNINGAN Nursyamsu, Roni
Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 02 (2018): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v1i02.1572

Abstract

The Community Service Activity / Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (PKM) was held in Cibinuang Village, Kuningan District, Kuningan Regency with the target of young people who are members of Karang Taruna Tunas Mekar as youth organization in Cibinuang Village. The problems faced by partner institution in this activity are: a) lack of socialization about the existence of youth organizations and their roles in the development of rural communities, b) less awareness and participation of youth in organizations, both administrator/ other members, c) training of administrators / members in making work programs have never been done. The method of implementation in this activity is active participation with stages namely 1). Seminar and discussing about the role of youth organizations, 2). Providing technical training in making organization programs, 3) Mentoring in making proposals. Seminar about the roles of youth organization for community empowerment in youth organizations in Cibinuang Village presented material in accordance with the theme. The materials presented to the participants including: the role of youth in village development, the mechanism for preparing programs and how to make proposals for effective funding requests. The training in making organization programs and activity proposals were divided into three stages, namely lectures and discussion about the role of youth organizations, providing technical training in the preparation of organization programs and making activity proposals, and mentoring in making organization programs and proposals.  Based on the process PkM activities, it can be seen that 1) there were enhancing youth's understanding and awareness of their capacity in developing villages through youth organizations, 2) members and administrators of youth organizations were motivated to play an active / participating role in building themselves and their villages, 3) administrators of youth organizations to arrange a program, 4) the management of the youth organization was able to make a proposal from each organization program that will be submitted to the Cibinuang Village Government. Keywords: Youth Capacity, Youth Organization, Organization Program AbstrakKegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Cibinuang Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan dengan target pemuda-pemudi yang tergabung dalam Karang Taruna Tunas Mekar yang merupakan organisasi kepemudaan di tingkat Desa Cibinuang.  Permasalahan yang dihadapi oleh lembaga mitra dalam kegiatan ini yaitu: a) kurang tersosialisasikanya eksistensi organisasi pemuda dan perannya dalam pembangunan masyarakat desa, b) kesadaran dan partisipasi pemuda dalam organisasi baik pengurus/anggota kurang, c) pelatihan pada pengurus/anggota dalam membuat program kerja belum pernah dilakukan.  Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini yaitu partisipasi aktif dengan tahapan yakni 1). Ceramah dan tanya jawab tentang peran organisasi pemuda, 2). Memberikan pelatihan teknis pembuatan program kerja, 3) Pendampingan dalam membuat proposal kegiatan. Seminar tentang peran organisasi pemuda untuk pemberdayaan masyarakat pada organisasi pemuda di Desa Cibinuang Kec. / Kab. Kuningan diisi dengan pemaparan materi yang sesuai dengan tema. Materi-materi yang disampaikan kepada peserta meliputi: peran pemuda dalam pembangunan desa, mekanisme penyusunan program kerja dan cara pembuatan proposal kegiatan untuk permintaan dana yang efektif. Pelatihan pembuatan program kerja dan proposal kegiatan dibagi menjadi tiga kegiatan, yaitu ceramah dan tanya jawab tentang peran organisasi pemuda, memberikan pelatihan teknis penyusunan program kerja dan pembuatan proposal kegiatan, dan pendampingan dalam membuat program kerja dan proposal kegiatan. Berdasarkan proses kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dapat dilihat adanya 1) peningkatkan pemahaman dan kesadaran pemuda terhadap kapasitasnya dalam membangun desa melalui wadah organisasi pemuda, 2) anggota maupun pengurus organisasi kepemudaan termotivasi  untuk berperan aktif/berpartisipasi dalam membangun diri maupun desanya, 3) pengurus organisasi kepemudaan dapat menyusun program kerja, 4) pengurus organisasi kepemudaan mampu membuat proposal kegiatan dari setiap program kerja yang akan diajukan ke Pemerintah Desa Cibinuang.
BANTUAN HUKUM BAGI TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN DI DESA MANCAGAR KABUPATEN KUNINGAN, INDONESIA Akhmaddhian, Suwari; Yuhandra, Erga
Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 02 (2018): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v1i02.1578

Abstract

Every citizen has the right in law and justice, therefore the government makes Law No. 16 of 2011 on Legal Aid to protect its citizens in the event of a catastrophe. The aim of devotion to this community is to emphasize the people or the villagers, as well as other goals aimed at providing this counseling that parents can add information related to the process of handling criminal acts and how to follow up in the event of a criminal offense. The method used is by way of talk and discussion then terminated with question and answer. The results obtained from the devotion to this community are the more sensitive and know how criminal and legal proceedings and the response to legal issues, especially those related to the criminal act of the present crime, are expected with the devotion to this society parents can become work in keeping his family from various possibilities related to crime and legal assistance.Keywords: Legal Aid, Prevention, Socialization AbstrakSetiap warga negara mempunyai hak dalam hukum dan keadilan, oleh kerana itu pemerintah membuat Undang-Undang nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum untuk melindungi warganya dalam hal terjadi musibah yang menimpa masyarakat. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini lebih menitik beratkan kepada orang-orang atau warga desa, adapun sasaran lain yang menjadi tujuan dari diadakannnya penyuluhan ini yaitu para orang tua yang mana dapat menambah informasi terkait dengan proses penanganan tindak pidana dan bagaimana menindaklanjuti apabila terjadi tindak pidana. Metode yang digunakan yaitu dengan cara ceramah dan diskusi kemudian diakhiri dengan tanya jawab. Hasil yang diperoleh dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu masyarakat lebih peka dan mengetahui bagaimana proses tindak pidana dan bantuan hokum serta respon terhadap permasalahan hukum khususnya yang berkaitan dengan berbagai acaman tindak pidana pada sekarang ini, diharapkan dengan adanya pengabdian kepada masyarakat ini para orang tua dapat menjadi bekal dalam menjaga keluarganya dari berbagai kemungkinan yang terkait dengan tindak pidana dan bantuan hukum.Kata Kunci: Bantuan Hukum, Pencegahan, Sosialisasi.

Page 1 of 14 | Total Record : 132