cover
Contact Name
Ni Made Sri Muryani
Contact Email
srimuryanimade@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
srimuryanimade@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Medika Udayana
ISSN : 24609293     EISSN : 26856573     DOI : -
Core Subject : Health,
Aim of the journal evaluating and understanding the intervensions given both in fields of nursing and health using appropriate designs and methods.
Arjuna Subject : -
Articles 35 Documents
Hubungan Obesitas Sentral Terhadap Lipid Profil Pada Peserta Medical Check Up di Niki Diagnostik Center Denpasar Daryaswanti, Putu Intan; Adiatmika, I Putu Gede; Bagiartha, I Made Oka
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol 3 No 01 (2017)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.363 KB)

Abstract

ABSTRACT Background: Central obesity is the fat deposition in the abdominal area and can cause adverse health effect. Dyslipidemia is a condition that follows the obese, where there is a lipid metabolism disorder characterized by changes in plasma lipid fractions (hypercholesterolemia, hypertriglyceridemia, increased LDL cholesterol and decrease HDL cholesterol). The situation is a high risk factor for atherosclerosis. This study aims to determine the relationship between central obesity and lipid profiles. Methods:The study was conducted at the check-up participants who have waist circumference ≥ 80 cm for women and waist circumference ≥ 90 cm for men. The study design was analytical descriptive cross-sectional study. Results: Data of waist circumference were measured by anthropometric assessment and data of lipid profiles were measured by using a TRX 7010. The results showed that waist circumference of participants were 91-115 cm, and all participants had increased levels of lipid profile. Based on the Pearson correlation test, a score is significant correlation between central obesity on LDL (p <0.05), and there is no significant correlation among to the total cholesterol, HDL cholesterol and triglycerides (p> 0.05). Conclusions:  It was concluded there is a relationship between central obesity and LDL cholesterol and no relationship among central obesity, total cholesterol, HDL cholesterol, and triglycerides. ABSTRAK Latar belakang: Obesitas sentral merupakan timbunan lemak yang terdapat di daerah perut dan dapat menimbulkan dampak buruk pada kesehatan. Dislipidemia adalah kondisi yang mengikuti obesitas, dimana terjadi gangguan metabolisme lipid yang ditandai dengan perubahan fraksi lipid plasma (hiperkolesterolemia, hipertrigliseridemia, peningkatan kolesterol LDL dan penurunan kolesterol HDL). Keadaan tersebut merupakan faktor risiko tinggi terjadinya aterosklerosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara obesitas sentral dan lipid profil. Metode: Penelitian dilakukan pada peserta check up dengan lingkar pinggang ≥ 80 cm untuk perempuan dan lingkar pinggang ≥ 90 cm untuk laki-laki. Rancangan penelitian adalah deskriptif analitik cross-sectional study. Data lingkar pinggang diukur dengan pemeriksaan antopometri dan data lipid profil diukur dengan menggunakan alat TRX 7010. Hasil: penelitian didapatkan ukuran lingkar pinggang peserta adalah 91-115 cm dan semua peserta mengalami peningkatan kadar lipid profil. Berdasarkan uji korelasi Pearson, didapatkan nilai hubungan bermakna antara obesitas sentral terhadap LDL (p<0,05), dan tidak ada hubungan bermakna pada kolesterol total, kolesterol HDL dan trigliserida (p>0,05). Simpulan: ada hubungan antara obesitas sentral dengan kolesterol LDL dan tidak ada hubungan antara obesitas sentral, kolesterol total, kolesterol HDL, dan trigliserida.
Hubungan Tingkat Stres Dengan Insomnia Pada Lansia di Seksi Penyantunan Lanjut Usia Wana Seraya Denpasar UPT Pelayanan Sosial Dinas Sosial Provinsi Bali Putra, I Gede Yudiana; Napitupulu, Rico Almando; Swedarma, Kadek Eka; Astutik, Windu
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol 3 No 01 (2017)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.941 KB)

Abstract

ABSTRACT Backgroud: Influence the aging process cause many problems both physical, mental, and social economy. Mental disorders are common in the elderly population, insomnia, depression, stress, anxiety, dementia and delirium. This study aims to determine the stress level relationship with the level of insomnia in older adults. Methods: This study used a descriptive correlation design using cross sectional approach. Samples in this study were elderly people who live in Section of helpful aged “Wana Seraya” Denpasar UPT Social Services social service Unit of Bali Province  and research that met the inclusion criteria of 40 respondents. Results: The data obtained in the statistical analysis using Spearman Rho test. The results of this study were 16 respondents (40%) are stressed and 21 respondents (52.5%)  mild insomnia. The results of research shows there is the relationship between the level of stress with insomnia with the value of p = 0,001 ( p<0.05 ) and r = + 0,492 to the direction of a positive relationship, this means that getting high levels of stress and the more severe the level of insomnia. Conslusions: There was a correlation between stress levels and insomnia in the elderly in Section of helpful aged “Wana Seraya” Denpasar UPT Social Services social service Unit of Bali Province    ABSTRAK Latar Belakang: Pengaruh proses penuaan menimbulkan berbagai masalah baik secara fisik, mental, maupun sosial ekonomi. Gangguan mental yang sering dijumpai pada populasi lansia yaitu, insomnia, depresi, stres, anxietas, demensia dan delirium.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan tingkat insomnia pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah lansia yang tinggal di Seksi Penyantunan Lanjut Usia “Wana Seraya” Denpasar UPT Pelayanan Sosial Dinas Sosial Provinsi Bali dan memenuhi kriteria inklusi penelitian yaitu sebanyak 40 responden. Hasil: Data yang diperoleh di analisis dengan menggunakan uji statistik Spearman Rho. Hasil penelitian ini adalah 16 responden (40%) mengalami stres sedang dan 21 responden (52.5%) mengalami insomnia ringan. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara tingkat stres dengan insomnia dengan nilai p = 0,001 (p<0,05) dan r = +0,492 dengan arah hubungan positif, artinya semakin tinggi tingkat stres maka semakin berat tingkat insomnia. Simpulan: Ada hubungan yang antara tingkat stres dengan insomnia pada lansia di Seksi Penyantunan Lanjut Usia “Wana Seraya” Denpasar UPT Pelayanan Sosial Dinas Sosial Provinsi Bali.
Gambaran Harga Diri Pada Pasien Skizofrenia di Poliklinik Jiwa Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali di Bangli Tahun 2012 Masyoni, Kadek Ayu; Muryani, Ni Made Sri; Ruspawan, IDM; Suastha, I Gede Made Addy
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol 3 No 01 (2017)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.377 KB)

Abstract

ABSTRACT Background: Self-esteem as an individual evaluation, where individual value is obtained by analyzing how well someone's performance adjusts to Ideal self. Purpose: The purpose of this study is to describe the self-esteem of schizophrenic patients at Poliklinik Jiwa Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali. Methode: This research uses descriptive research method by describing one's self-esteem. This study used 30 respondents and random sampling techniques according to inclusion criteria. Result: This study obtained 53.33% of respondents had moderate self-esteem, 30% of respondents had low self-esteem and 16.67% of respondents had high self-esteem. Conclusions: The results of this study indicate that most (53.33%) have moderate self-esteem, where individuals often experience fluctuations (feelings of ups and downs) between feelings of being able or unable to themselves in facing life challenges. ABSTRAK Latar Belakang: Harga diri sebagai suatu evaluasi individu, dimana nilai perseorangan yang diperoleh dengan menganalisa seberapa baik kinerja seseorang yang menyesuaikan dengan Ideal diri. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan harga diri pasien skizofrenia di Poliklinik Jiwa Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggambarkan harga diri seseorang. Penelitian ini menggunakan 30 responden dan teknik pengambilan sampel secara acak sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Penelitian ini memperoleh hasil 53.33% responden memiliki harga diri sedang, 30% responden memiliki harga diri rendah dan 16.67% responden memiliki harga diri  tinggi. Simpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besara (53.33%) memiliki harga diri sedang, dimana  individu sering mengalami fluktuasi (naik turun) antara perasaan mampu atau tidak mampu akan dirinya dalam menghadapi tantangan hidup.
Pengaruh Terapi Musik Terhadap Perubahan Hemodinamika pasien di Unit Perawatan Intensif Suryani, Kadek Dian; Widyanata, Komang Agus Jerry
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol 3 No 01 (2017)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.778 KB)

Abstract

ABSTRACT Background: Changes in hemodynamics that are immediately outside the normal range can cause serious problems and even death for patients in critical conditions. The principle of care for patients with critical conditions is to maintain a stable hemodynamic status. One way to make stable hemodynamic status and return to normal is by relaxation therapy. Relaxation therapy that is starting to be applied is music therapy. The purpose of this study was to determine the effect of music therapy on changes in hemodynamics. Methods: a quasi-experimental pretest-posttest study with 32 respondents given piano sound instrumental music therapy for 15 minutes. The statistical test used is the Wilcoxon Test. Results: There was a significant decrease in blood pressure before and after giving music therapy (p <0.05), the patient's pulse also decreased significant after music therapy (p <0.05), but there was no significant change in patient oxygen saturation before and after giving music therapy (p> 0.05). Conclusion: Music therapy, especially instrumental piano music can help reduce the blood pressure and pulse significantly. Music therapy can be one of the options for non-pharmacological therapy in health services in the Intensif are Unit. ABSTRAK Latar belakang: Perubahan hemodinamika yang seketika diluar batas normal dapat menimbulkan masalah serius bahkan kematian bagi pasien pada kondisi kritis. Prinsip perawatan pada pasien dengan kondisi kritis adalah dengan tetap mempertahankan status hemodinamika tetap stabil. Salah satu cara untuk membuat status hemodinamika stabil dan kembali normal adalah dengan terapi relaksasi. Terapi relaksasi yang mulai banyak di terapkan adalah terapi musik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi musik terhadap perubahan hemodinamika. Metode: penelitian quasi eksperimental pretest-posttest dengan 32 responden diberikan terapi musik instrumental suara piano selama 15 menit. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon Test. Hasil: Terjadi penurunan tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian terapi musik secara signifikan (p<0,05), nadi pasien juga mengalami penurunan setelah temberian terapi musik cukup signifikan dengan nilai p<0,05, namun tidak terjadi perubahan yang signifikan pada saturasi oksigen pasien sebelum dan sesudah pemberian terapin musik (p>0,05). Simpulan: Terapi musik khususnya musik instrumental suara piano dapat membantu menurunkan tekanan darah dan nadi pasien secara signifikan. Terapi musik dapat dijadikan salah satu pilihan terapi nonfarmakologi dalam pelayanan kesehatan di ruang ICU.
Faktor Risiko Kanker Payudara Pada Wanita Usia ≥ 30 Tahun di RSUP.Sanglah Febianingsih, Ni Putu Eka; Widarsa, Ketut Tangking; Septarini, Ni Wayan
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol 3 No 01 (2017)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.528 KB)

Abstract

ABSTRACT Background: The increase of breast cancer cases number in women in Bali is in line with the increasing mortality rate from this disease. This study aims to determine the risk factors for breast cancer in women aged ≥ 30 years in Bali in 2008. Methods: The study was a case-control study with a total of 45 cases and controls 90 aged ≥ 30 years taken by a simple random sampling. Data were analyzed by multivariate using regression logistic test. Results: Multivariate analysis showed that women who menarche at ≤ 12 years old had a risk 185 times higher than women who menarche at the age above 12 years. Women who have a history of cancer in the family have a risk of 38 times higher. Nullipara were 73 times more likely to suffer from breast cancer, and the factor of use of birth control pills ≥ 5 years increased the risk of breast cancer by 13 times. No significant association was found between the history of benign tumors in the breast, age at first pregnancy at age ≥ 35 years, not breastfeeding children, and a history of radiation in the chest area with breast cancer risk. Conclusion: Risk factors for breast cancer in women aged ≥ 30 years are menarche age ≤ 12 years, history of cancer in the family, nullipara, and use of birth control pills ≥ 5 years.    ABSTRAK Latar Belakang: Peningkatan jumlah kasus kanker payudara pada wanita di Bali seiring dengan meningkatnya angka kematian oleh penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kanker payudara pada wanita usia ≥ 30 tahun di Bali tahun 2008. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi kasus kontrol dengan jumlah kasus sebanyak 45 orang dan kontrol 90 orang  berusia ≥ 30 tahun yang diambil dengan metode simpel random sampling. Data dianalisis secara multivariat menggunakan uji logistik regresi. Hasil: Analisis multivariat menunjukkan bahwa wanita yang memperoleh menarche pada usia ≤ 12 tahun memiliki risiko 185 kali lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang memperoleh menarche pada usia diatas 12 tahun. Wanita yang memiliki riwayat kanker dalam keluarga memiliki risiko sebesar 38 kali lebih tinggi. Wanita nullipara berisiko sebesar 73 kali lebih tinggi menderita kanker payudara, dan faktor penggunaan pil KB ≥ 5 tahun meningkatkan risiko kanker payudara sebesar 13 kali. Pada penelitian ini tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara faktor riwayat tumor jinak pada payudara, faktor usia pertama kali hamil pada usia ≥ 35 tahun, faktor tidak menyusui anak, dan riwayat radiasi di daerah dada  dengan risiko kanker payudara. Simpulan: Faktor risiko kanker payudara pada wanita usia ≥ 30 tahun adalah usia menarche ≤ 12 tahun, riwayat kanker dalam keluarga, nullipara, dan penggunaan pil KB ≥ 5 tahun.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kepercayaan Diri Anak SD Negeri 2 AAN Setiawati, Ni Komang Ayu; Febianingsih, Ni Putu Eka; Cakra, Suntari Yunianti; Gentok, Dominika
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol 3 No 02 (2017)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.774 KB)

Abstract

Background: Parenting is one of the factors that influence a child's future. Effective parenting will establish good self-confidence for children. A child's confidence can be built as early as possible because it will be the base for the character. this study aims to determine the relationship of parenting with children's confidence in SDN 2 Aan Klungkung. Method: This study is an analytic observational with a cross sectional study approach, involving 53 children of SD 2 Aan as respondents in 2012. The relationship between parenting parents and children's self-confidence was tested by the Spearman Rank correlation test. Results: Most of the respondents were boy (60.4%) and most were aged 7-9 years (62.3%). Based on parenting distribution, most children of SDN 2 Aan Klungkung has parents who adopted democratic parenting (84.9%), and most respondents (88.7%) has a high level of trust. The results of the analysis show that there is a very strong relationship between parenting and the level of self-confidence of children (r = 0.82) Conclusion: There is a very strong relationship between parenting and the level of confidence of children in SDN 2 Aan Klungkung. ABSTRAK Latar Belakang: Pola asuh orang tua menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi masa depan seorang anak. Pola asuh yang efektif akan membentuk kepercayaan diri yang baik bagi anak. Kepercayaan diri seorang anak dapat dibangun sedini mungkin karena akan menjadi dasar pembentukan karakter seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kepercayaan diri anak di SDN 2 Aan Klungkung. Metode: penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study, yang melibatkan 53 orang anak SDN 2 Aan sebagai responden pada tahun 2012. Kuatnya hubungan antara pola asuh orang tua dengan kepercayaan diri anak di uji dengan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar responden merupakan laki-laki (60,4%) dan paling banyak berusia 7 – 9 tahun (62,3%). Berdasarkan distribusi pola asuh, sebagian besar anak SDN 2 Aan Klungkung memiliki orang tua yang menerapkan pola asuh demokratis (84,9%), dan sebagian besar responden (88,7%) memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara pola asuh orang tua dengan tingkat kepercayaan diri anak (r = 0,82) Simpulan: Terdapat hubungan yang sangat kuat antara pola asuh orang tua dengan tingkat kepercayaan diri anak SDN 2 Aan Klungkung
Tingkat Pengetahuan Wanita Umur 45-50 Tahun Tentang Menopause di banjar Kawan Desa Paksebali Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung Wilayah Kerja Puskesmas Dawan II Duwipayani, Kadek; Putra, I Gede Yudiana; Runiari, Nengah; Dewi, Ni Luh Made Asri
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol 3 No 02 (2017)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.397 KB)

Abstract

Background: Menopause is a very natural and normal event that occurs in a woman, but many cause complaints and disorders that occur both physical and psychological complaints. During menopause there will be changes in the levels of the hormone estrogen which can affect the condition the organs of the body. The purpose of this study was to determine the level of knowledge of menopause women aged 45-50 years. Method: This study is a descriptive that describes the level of knowledge that occurs in menopause women aged 45-50 years. The approach used is cross sectional. The sampling technique is Purposive sampling with a sample of 30 respondents. The research instrument used was a questionnaire sheet. The results of data processing are presented in narrative form, frequency distribution tables are accompanied by interpretations. Results: 30 respondents who examined the level of knowledge of women aged 45-50 about menopause, 4 respondents (13.3%) with good levels of knowledge; 21 respondents (70) with sufficient level of knowledge and 5 respondents (16.7) with less knowledge. Conclusion: Most of the knowledge level of women aged 45-50 about menopause has a sufficient level of knowledge. Abstrak Latar Belakang: Menopause merupakan peristiwa yang sangat alamiah dan normal terjadi pada seorang wanita, tetapi banyak menimbulkan keluhan dan gangguan yang terjadi baik keluhan fisik maupun psikologis. Pada masa menopause akan terjadi perubahan kadar hormon estrogen yang dapat mempengaruhi kondisi organ-organ tubuh. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan wanita menopause usia 45–50 Tahun. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu menggambarkan tingkat pengetahuan yang terjadi pada wanita menopause usia 45–50 Tahun. Pendekatan yang digunakan adalah cross sectional. Teknik sampling adalah Purposive sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar kuisioner. Hasil pengolahan data disajikan dalam bentuk narasi, tabel distribusi frekuensi disertai dengan interpretasi. Hasil: 30 responden yang diteliti tingkat pengetahuan wanita umur 45–50 tentang menopause, yaitu 4 responden (13,3%) dengan tingkat penegetahuan baik; 21 responden (70) dengan tingkat pengetahuan cukup dan 5 responden (16,7) dengan tingkat pengetahuan kurang. Simpulan: Sebagian besar tingkat pengetahuan wanita umur 45–50 tentang menopause mempunyai tingkat pengetahuan cukup.
Gambaran Glukosa Darah Pada Pasien Pra Hemodialisa di Unit Hemodialisa RSUP. Sanglah Denpasar Artati, Putri Sagung; Sukawana, I Wayan; Suratmiti, Ni Nyoman; Daryaswanti, Ni Putu Intan
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol 3 No 02 (2017)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.909 KB)

Abstract

Background: Hemodialysis is often found in complications that include muscle cramps, hypotension, arrhythmia, hypoxemia, uremia, hypoglycemia and digestive disorders. The function of kidney organs that are replaced by dialysis is that there are significant differences, so that the metabolic material which should be absorbed is wasted, especially blood glucose. The purpose of this study was to determine the description of blood glucose in pre-HD patients at Sanglah Hospital Denpasar. Method: The design of this study used a cross sectional approach. The population in this study were all patients who would undergo hemodialysis in the hemodialysis unit of Sanglah Hospital, Denpasar, with a sample of 30 people. Primary data presented in the form of frequency distribution. Blood glucose levels were measured by a glucometer device, blood samples were taken through 5 minute capillary access before the hemodialysis process was carried out. Results: In this study it was found that the majority of respondents who underwent hemodialysis in the hemodialysis unit of Sanglah Hospital, Denpasar, were 51-55 years old with 9 people (33.33%), 19 people (63.33%) male sex, and recorded that 13 respondents (43.33%) had blood glucose levels 70-125 mg / dl and 17 respondents (56.67%) had blood glucose levels> 125 mg / dl. From the results of measurements of blood glucose levels for the study sample, patients who underwent hemodialysis in the hemodialysis unit of Sanglah General Hospital were included in the high category, and 13 respondents were included in the normal category. Conclusion: Most of the patients undergoing hemodialysis have a history of diabetes, this is the most common cause of kidney failure. High blood sugar levels are a risk factor for damage to various systems and tissues in the kidneys. Many studies have shown that good blood sugar levels will prevent kidney damage. ABSTRAK Latar Belakang: Tindakan hemodialisa sering kali ditemukan komplikasi yang terjadi antara lain, kram otot, hipotensi, aritmia, hipoksemia, uremia, hipoglikemia dan gangguan pencernaan. Fungsi organ ginjal yang digantikan dialiser ada perbedaan yang signifikan, sehingga bahan metabolism yang semestinya direabsorbsi terbuang terutama glukosa darah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran glukosa darah pada pasien pra HD di RSUP Sanglah Denpasar. Metode: Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang akan menjalani hemodialisa di unit hemodialisa RSUP Sanglah Denpasar dengan sampel sebanyak 30 orang. Data primer yang disajikan berupa distribusi frekuensi. Kadar glukosa darah diukur dengan alat gluco meter, sampel darah diambil melalui akses kapiler 5 menit sebelum dilakukan proses hemodialisa. Hasil: Pada penelitian ini ditemukan bahwa responden yang menjalani hemodialisa di unit hemodialisa RSUP Sanglah Denpasar terbanyak berumur 51-55  tahun sebanyak 9 orang (33,33%), sebanyak 19 orang (63,33%) berjenis kelamin laki-laki, dan tercatat bahwa 13 responden (43,33%) memiliki kadar glukosa darah 70-125 mg/dl dan 17 responden (56,67%) memiliki kadar glukosa darah > 125 mg/dl. Dari hasil pengukuran kadar glukosa darah terhadap sampel penelitian didapatkan pasien-pasien yang menjalani hemodialisa di unit hemodialisa RSUP Sanglah termasuk dalam kategori tinggi, dan 13 responden yang termasuk kategori normal. Dari  responden yang kadar glukosa darahnya normal sebagian besar berumur 36-40 tahun sebanyak 6 responden (20%) dan  berjenis kelamin laki-laki sebanyak 8 responden (26,67%), yang kadar glukosa darahnya tinggi sebagian besar berumur 46-55 tahun sebanyak 12 responden (40%) dan berjenis kelamin laki-laki 11 responden (36,67%). Simpulan: Sebagian besar pasien yang menjalani hemodialisa memiliki riwayat penyakit kencing manis, ini merupakan penyebab terbanyak dari gagal ginjal. Kadar gula darah yang tinggi merupakan faktor risiko terjadinya kerusakan berbagai sistem dan jaringan dalam ginjal. Banyak penelitian membuktikan, dengan kontrol kadar gula darah yang baik akan mencegah kerusakan ginjal.
Gambaran Diet Pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas III Denpasar Utara Dewi, Triyana Puspa; Widyanata, Komang Agus Jerry; Wijaya, I Made Sukma; Serinadi, Desak Made
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol 3 No 02 (2017)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.621 KB)

Abstract

Background: The diet of diabetes mellitus is a setting diet for the diabetes mellitus patients by keeping sugar intake to maintain blood sugar levels were normal at the range. The purpose of this research is to know the diet description of diabetes mellitus patients in Public Health Center III North Denpasar in March until May 2012. Methods: The number of samples taken are 31 respondents by using survey. The samples research selection using non probability sampling that is purposive sampling. Data analisys techniques in this research is descriptive analysis. Results:The result of this research are as much 20 respondents (64,52%) haven’t suitable description of diabetes mellitus diet and about 11 respondents (35,48%) are suitable. Conclusion: Most of respondents, they haven’t been able to apply suitable diabetes mellitus diet yet. The suggestion submitted by researcher for nurses in this research is to be increase the knowledge about the diet of diabetes mellitus.     ABSTRAK                                                                                           Latar belakang: Diet diabetes mellitus  adalah pengaturan pola makan bagi penderita diabetes mellitus dengan menjaga asupan gula tubuh agar dapat mempertahankan kadar gula darah berada pada kisaran normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran diet pasien diabetes mellitus di Puskesmas III Denpasar Utara pada bulan Maret-Mei 2012. Metode: Jumlah sampel yang diambil yaitu sejumlah 31 responden dengan menggunakan pendekatan Survey. Pemilihan sampel penelitian menggunakan non probability sampling yaitu secara purposive sampling. Teknik analisa data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif . Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah sebanyak 20 responden (64,52%) memiliki gambaran diet diabetes mellitus yang tidak sesuai dan sebanyak 11 responden (35,48%) memiliki gambaran diet yang sesuai.  Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden belum mampu menerapkan diet diabetes mellitus yang sesuai.   Saran yang disampaikan peneliti dalam penelitian ini adalah agar perawat dapat lebih meningkatkan pengetahuan tentang diet pasien diabetes mellitus.
Gambaran Konsep Diri Pada Pasien dengan Kanker Payudara Stadium III dan IV di Ruang Angsoka RSUP.Sanglah Denpasar Fajar Lestari, Gusti Ayu Made Desi Anggryni; Muryani, Ni Made Sri; Rasdini, Gusti Ayu Ari; Sukanti, I Nengah
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol 3 No 02 (2017)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.139 KB)

Abstract

Background: Breast cancer (breast carsinoma) is a disruption in the normal mammary cell growth in which the abnormal cells arise from cells - normal cells, proliferate and infiltrate lymphoid tissue and blood vessels. One of the management of breast cancer (mammary carcinoma) is to perform surgery, and therefore a radical operative action resulting in loss of body parts has a psychological value and can not be avoided there is also a change - a change to the "self concept". Advanced Research goal is to determine the client's self-concept picture with breast cancer stage III and IV in the Room Angsoka 3 Sanglah Hospital Denpasar. Methode: This type of research is a descriptive study and use a consecutive sampling technique with the data collection instrument using a scale of Self - esteem of Rosenberg which consists of 25 items consisted of 20 questions, the question of positive and 5 negative questions. Result: Of the 30 respondents clients with breast cancer the majority of respondents had self-concept was that 15 respondents (50%), high self-concept as much as 14 respondents (46.7%) and low self-concept is only one of the respondents (3.3%). Conclusion: The results of this study indicate that the majority of respondents have a moderate self-concept, it is expected that families provide support to patients. ABSTRAK Latar Belakang: Kanker payudara (carsinoma mammae) merupakan gangguan dalam pertumbuhan sel normal mammae dimana sel abnormal timbul dari sel-sel normal, berkembang biak dan menginfiltrasi jaringan limfe dan pembuluh darah. Salah satu penatalaksanaan kanker payudara (carcinoma mammae) yaitu pembedahan, oleh karena itu suatu tindakan operatif yang radikal yang mengakibatkan hilangnya bagian tubuh mempunyai nilai psikologik dan tidak dapat dihindarkan terjadi pula perubahan-perubahan terhadap “self concept”  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran konsep diri pada pasien dengan kanker payudara stadium III dan IV di Ruang Angsoka 3 RSUP Sanglah Denpasar. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan menggunakan teknik consecutive sampling dengan  instrument pengumpulan data menggunakan  skala Self-esteem dari Rosenberg  yang terdiri dari 25 butir pertanyaan  terdiri dari 20 pertanyaan positif dan 5 pertanyaan negatif. Hasil: Dari 30 responden klien dengan kanker payudara sebagian besar responden memiliki konsep diri sedang yaitu 15 responden (50%), konsep diri tinggi sebanyak 14 responden (46,7%) dan konsep diri rendah hanya 1 orang responden (3,3%). Simpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden memiliki konsep diri sedang, diharapkan keluarga untuk memberikan support pada pasien

Page 1 of 4 | Total Record : 35