cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jitkwh@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan
ISSN : 20868510     EISSN : 26555875     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (JITK) merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil penenlitian maupun non hasil penelitian dibidang ilmu dan teknologi yang belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses penerbitan di jurnal-jurnal ilmiah lain. Redaksi berhak merubah tulisan tanpa mengubah maksud atau subtansi dari naskah yang dikirimkan. Naskah yang belum layak diterbitkan dalam Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, tidak dikembalikan kepada pengirimnya, kecuali atas permintaan penulis yang bersangkutan.
Articles 158 Documents
RANCANG BANGUN ALAT KALIBRASI SPHYGMOMANOMETER Nugroho, Agung Satrio; Viridianti, Vivi Vira; Azi, Amanda
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jitk.v12i2.410

Abstract

Peralatan kesehatan pada umumnya membutuhkan tingkat akurasi yang baik, sehingga perlu dilakukan kalibrasi. Salah satunya adalah alat sphygmomanometer yang digunakan untuk mengukur tekanan darah. Alat kalibrasi yang telah ada digunakan dengan membandingkan nilai tekanan raksa dengan nilai tekanan alat menggunakan pandangan mata. Cara ini berpotensi terjadi kesalahan pembacaan. Dari masalah tersebut, dibuatlah sebuah modifikasi alat sphygmomanometer yang dapat mengurangi kesalahan pembacaan tekanan. Alat ini digunakan dengan cara menekan tombol untuk menyimpan tekanan hasil kalibrasi, sementara pengguna hanya perlu melihat skala tekanan pada sphygmomanometer raksa. Alat ini menggunakan sensor tekanan MPX5500DP dengan jangkauan tekanan 0 – 500 kPa. Output sensor diolah menggunakan mikrokontroler Atmega328 dan hasil pengukuran tekanan disimpan di dalam EEPROM. Hasil tersebut dipanggil kembali dan ditampilkan pada LCD Selain itu alat ini mampu menghitung kebocoran tensimeter dan menampilkan kondisi tensimeter ”layak” atau “tidak layak”. Untuk mengetahui akurasi alat kalibrator ini dilakukan pengujian di PT. Sinergi Indocal Sejahtera. Metode yang dilakukan adalah mengukur tekanan shygmomanometer air raksa menggunakan alat kalibrasi yang telah dibuat dan FLUKE DPM4 yang dilakukan secara bersamaan. Dari hasil perbandingan didapatkan hasil selisih pengukuran terhadap alat kalibrasi maksimal 0,5 mmHg, nilai tersebut masih di bawah nilai toleransi sebesar 1 mmHg. Persentase rata rata error pembacaan tekanan terhadap alat kalibrasi sebesar 0,3 %. Kata kunci : tekanan, kalibrasi, sphygmomanometer, kebocoran, akurasi.
Hubungan Motivasi Perawat dengan Pelaksanaan Discharge Planning di ruang Vincentius RS St. Elisabeth Semarang -, Windyastuti; Kustriyani, Menik
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.179 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v10i1.202

Abstract

AbstrakDischarge planning (perencanaan pulang) adalah serangkaian keputusan dan aktivitas-aktivitasnya yang terlibat dalam pemberian asuhan keperawatan yang kontinu dan terkoordinasi ketika pasien dipulangkan dari lembaga pelayanan kesehatan. Hasil Uji Rank Spearman menunjukkan bahwa nilai (p Value= 0,005) < (α=0,05), maka Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya ada hubungan motivasi kerja perawat dengan pelaksanaan discharge planning di RS St. Elisabeth Semarang. Berdasarkan nilai koefesien korelasi hasil uji Rank Spearman diketahhi bahwa nilai r = 0,431 yang berarti bahwa korelasi antara motivasi kerja perawat dengan pelaksanaan discharge planning di RS St. Elisabeth Semarang menunjukkan tingkat hubungan korelasi yang sedang.Kata Kunci : Discharge Planning, Motivasi
HUBUNGAN USIA AKOMODASI DENGAN KELAINAN REFRAKSI MYOPIA DI RUMAH SAKIT WB SEMARANG Wahyudi, Didik
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.366 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v10i1.203

Abstract

Latar Belakang: Myopia merupakan suatu keadaan dimana sinar-sinar sejajar yang memasuki bolamata dibiaskan oleh media refrakta didepan retina. Ketidak mampuan seseorang melihat obyek jauh dengan jelas atau miopia dapat terjadi oleh karena beberapa sebab, antara lain karena faktor jarak baca dan  pencahayaan. Angka kejadian miopia yang semakin meningkat dari tahun ketahun.Tujuan :penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia jenis kelamin dengan kelainan refraksi miopia di Rumah Sakit WB Semarang.MetodePenelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif, yang bersifat observasional pada beberapa kasus, populasinya penderita myopia, yang dilakukan di Rumah Sakit WB Semarang.Hasil Myopia menduduki persentasi tertinggi  65,5%,miopia remaja lebih tinggi 30,53%,miopia pada usia anak11,45 %, prosentase miopia pada usia dewasa awal sebesar 13,74%,prosentase miopia pada usia dewasa madya  24,43%, prosentase myopia pada usia tua  19,84%, perempuan menduduki prosentase sebanyak 60% laki-laki dibawahnya yaitu sebesar 40%.Pembahasan : Akomodasi merupakan kemampuan lensa mata untuk mencembung dan memipih yang terjadi akibat kontraksi otot akomodasi, bahwa amplitudo akomodasi semakin menurun dengan usia. Akibat akomodasi daya pembiasan lensa yang mencembung bertambah kuat. Kekuatan akomodasi akan meningkat sesuai dengan kebutuhan dan tergantung jarak benda yang dilihat. Makin dekat benda yang dilihat maka makin kuat mata harus berakomodasi lensa mencembung,Kesimpulan :Ada hubungan usia jenis, kelamin dengan miopia yang berkaitan  kekuatan akomodasi yang akan meningkat sesuai dengan kebutuhan sehingga semakin dekat benda yang dilihat, makin kuat mata harus berakomodasi, akomodasi semakin menurun dengan bertambahnya usia.Kata kunci           :Usia, akomodasi,  miopia. AbstractThe incidence of myopia is increasing from year to year.This study aims to determine the relationship between age of sex and myopia refraction abnormalities in Semarang WB Hospital.method, which was observational in several cases, the population of myopia sufferers, which was carried out at WB Semarang Hospital.Myopia achieved the highest percentage of 65.5%, juvenile myopia 30.53% higher, myopia at child age 11.45%, the percentage of myopia in early adulthood was 13.74%, the percentage of myopia at adulthood was 24.43%, the percentage of myopia in old age is 19.84%, women occupy a percentage of as many as 60% of men below that is equal to 40%.Accommodation is the ability of the eyepiece to swell and flatten that occurs due to muscle contraction of accommodation, that the amplitude of accommodation decreases with age. As a result of accommodation the refracting power of the bulging lens gets stronger. The strength of accommodation will increase according to needs and depending on the distance of the object being seen. The closer the object is seen, the stronger the eye must accommodate the bulging lens,There is a relationship between age types, sex with myopia which relates to the strength of accommodation which will increase according to need so that the closer the object is seen, the stronger the eye must accommodate, accommodation decreases with age. Keywords: Age, acomodation, myopia.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KADER TENTANG DETEKSI DINI REIKO TINGGI PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS PELAMBUAN BANJARMASIN Kusumawati, Sixtia
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.685 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v10i1.204

Abstract

keseluruhan. Upaya percepatan penurunan angka kematian bayi dan angka kematian ibu, tentunya akan berhasil apabila melibatkan seluruh pemangku kepentingan baik unsur pemerintahan maupun unsur masyarakat dan dunia usaha. Bentuk peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan adalah Posyandu yang dilaksanakan oleh kader. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana   gambaran pengetahuan dan sikap kader tentang cara  deteksi dini resiko tinggi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pelambuan Banjarmasin Tahun 2018. Jenis penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel adalah 75. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan kader cara deteksi dini resti pada ibu hamil mayoritas berkategori   kurang   yaitu   sebanyak 50 orang (66,7%) dari 75 orang   responden. Dan mayoritas sikap kader tentang deteksi dini resti pada ibu hamil bersikap negatif yaitu sebanyak 40 orang (53.3%) dari 75 orang responden. Perlu adanya koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memberikan edukasi kepada kader sehingga kejadian kegawatdaruratan pada ibu hamil dapat di deteksi secara dini.Kata kunci: Pengetahuan, sikap, kader, deteksi dini risiko tinggi, ibu hamil AbstractThe problem of maternal mortality and morbidity in Indonesia is a big problem for the whole nation. An efforts to accelerate the reduction of infant and maternal mortality rates will certainly succeed if it involves all stakeholders, both the government, society and the business world. The form of community participation in the health sector is Posyandu which carried out by cadres. The purpose of this research is to find a description of knowledge and attitudes of cadres on how early detection of high risk pregnant women in Puskesmas Pelambuan Banjarmasin 2018The research method used in this study was descriptive, cross sectional design. The number of samples is 75. The results of the study showed that the level of cadres knowledge regarding early detection of high risk in pregnant women was mostly categorized as less, namely as many as 50 people (66.7%) from 75 respondents. And the majority of cadre attitudes about early detection of high risk in pregnant women are negative, as many as 40 people (53.3%) of 75 respondents. It is necessary to conduct coordination with related parties to provide education to cadres so that emergency event in pregnant women can be detected early.Key word: Knowledge, Attitude, Cadre, Early detection of high risk, pregnant women
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN SIKAP DAN PRAKTEK OPERATOR DALAM PENCEGAHAN HIVAIDS DI RESOSIALISASI ARGOREJO SEMARANG Cahyaningsih, Oktaviani; Sulistyowati, Indah; Alfiani, Novita
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.404 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v10i1.205

Abstract

Latar Belakang : Salah satu penyebab terus terjadinya peningkatan kasus adalah kurangnya kesadaran oleh kelompok beresiko untuk melakukan Voluntary Counseling Test (VCT). Salah satu profesi yang beresiko menularkan penyakit HIV/AIDS dilokalisasi yaitu operator yang bertugas untuk mengatur jadwal kencan atau memutarkan musik antara tamu dan Wanita Penjaja seks (WPS) di pub, café, karaoke di lingkungan kompleks lokalisasi. Diperkirakan di setiap komplek lokalisasi di Indonesia terdapat laki-laki operator yang beresiko terhadap penularan HIV/AIDS, karena sebagian besar dari mereka merupakan pasangan tetap maupun tidak tetap Wanita Pekerja Seks (WPS), dan sebagian besar dari mereka juga punya pasangan diluar WPS serta 90% dari operator tidak melindungi diri dari risiko tertularnya PMS dengan menggunakan kondom setiap berhubungan seksual  (KPA Semarang).Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk Mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Sikap  Operator dalam Pencegahan HIV/AIDS di Resosialisasi Argorejo.Metode : Penelitian ini termasuk dalam penelitian explanatory research , metode yang digunakan dalam penelitian ini  adalah metode survey dengan menggunakan pendekatan cross sectional survey/belah lintang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh operator di wilayah Resosialisasi argorejo Semarang yang berjumlah 157 orang, diambil sampel berjumlah 50 oarng dengan teknik sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling.Hasil : Dengan uji wilcoxon diperoleh nilai significancy 0,000 < 0,05 sehingga disimpulkan ada perbedaan pengetahuan yang bermakna antara sebelum diberikan pendidikan kesehatan dan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Dengan uji wilcoxon diperoleh nilai significancy 0,000 < 0,05 sehingga disimpulkan ada perbedaan sikap yang bermakna antara sebelum diberikan pendidikan kesehatan dan setelah diberikan pendidikan kesehatanKesimpulan : Adanya pengaruh pendidikan kesehatan pada perubahan pengetahuan dan sikap, sehingga diperlukan pengembangan dan sosialisasi metode peer educator secara lebih luas untuk upaya preventif dan promotif dalam pencegahan penyakit menular pada kelompok khusus. Upaya ini memerlukan suatu kesiapan dalam sumber daya manusia, juga diperlukan suatu pembinaan secara terus-menerus dalam sosialisasi penggunaan metode peer education di kalangan LSM, dan sistem pendampingan bagi teman sebaya dalam melakukan fungsi sebagai role model sehingga tercapai tujuan secara lebih baik khususnya dalam pencegahan HIV/AIDS.Kata kunci : pendidikan  kesehatan,  pengetahuan, sikap, perilaku operatorAbstrakBackground: One profession that is at risk of transmitting HIV / AIDS is localized, namely the operator whose job is to schedule dates or play music between guests and female sex workers (WPS) in pubs, cafes, karaoke in a complex of lokalisasi. Most of the operators are permanent and non-permanent partners of Sex Workers (WPS), where they also have partners outside WPS and 90% of operators do not protect themselves from the risk of STD infection by using condoms every sexual intercourse (KPA Semarang).Objective: This study was conducted to determine the effect of health education on knowledge and attitude of operators in HIV / AIDS prevention in Argorejo socialization.Method: This research is included in explanatory research, the method used in this study is the survey method using a cross sectional approach. The sample is 50 people with the sample technique used is accidental sampling.Results: With the Wilcoxon test obtained a significance value of 0,000 <0,05, it was concluded that there was a significant difference in knowledge between before being given health education and after being given health education. With the Wilcoxon test obtained a significance value of 0,000 <0,05 so that it was concluded that there were significant differences in attitudes between before being given health education and after being given health educationConclusions and suggestions: There is an influence of health education on changes in knowledge and attitudes, so that the development and socialization of the peer educator method is needed more broadly for preventive and promotive efforts in the prevention of infectious diseases in special groups. Keywords: health education, knowledge, attitude, operator behavior
HUBUNGAN FREKUENSI MENONTON VIDEO POSISI PERSALINAN DENGAN PILIHAN POSISI MENERAN PADA IBU BERSALIN DI PUSKESMAS PONED KABUPATEN SEMARANG Yati, Rina; Erawati, Ambar Dwi; Wahyuning, Sri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v10i1.206

Abstract

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah  tahun 2015 AKI di Jawa Tengah adalah 111,16 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini jauh dari target  MDG,s (Millenium Development Goals), yaitu AKI pada tahun 2015, 102 per 100.000 kelahiran  hidup. Sebagian besar kematian ibu disebabkan oleh penyebab langsung, yaitu hipertensi dalam kehamilan (28%), perdarahan (13%), infeksi (2%) dan lain lain sebesar (57%). Robekan perineum  dapat mengakibatkan perdarahan pada ibu bersalin,  dan setelah dilakukan penjahitan perineum apabila perawatan masa nifas tidak adekuat dapat mengakibatkan infeksi pada perineum dan bahkan sampai infeksi panggul. (Balitbang Kemenkes RI, Riskesdas, 2013). Robekan perineum dapat dicegah dengan memberikan pengetahuan kesehatan kepada ibu bersalin mengenai posisi mengejan yang benar, dan teknik relaksasi selama persalinan. Selama ini pemberian pengetahuan kepada ibu bersalin hanya lisan,  sehingga tingkat pemahaman ibu menjadi belum optimal. Sehingga diperlukan adanya alternative lain dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu bersalin. Seperti penggunan media video posisi persalinan dan teknik relaksasi selama proses persalinan. Tujuan jangka panjang  penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan frekuensi menonton video posisi persalinan dengan rupture perineum pada ibu bersalin. Target khusus dari penelitian ini adalah dihasilkannya  video posisi persalinan.Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan survey analitik. Penelitian ini dilakukan pada Mei 2017 di Puskesmas PONED Kabupaten Semarang dengan populasi seluruh ibu 27.dan seluruhnya menjadi sempel penelitian.  Variabel bebas penelitian adalah frekuensi menonton video posisi persalinan  dan variabel terikat penelitian adalah rupture perineum ibu bersalin Hasil uji korelasi spearman rank  menunjukkan  ada hubungan yang bermakna antara frekuensi menonton video posisi mengejan selama persalinan dengan posisi mengejan pada ibu bersalin di puskesmas PONED  wilayah  Kabupaten Semarang ( p = 0,035 dan nilai r = 0,408).Saran bagi tenaga kesehatan untuk mengembangkan media promosi bagi ibu hamil bersalin dan nifas agar pengetahuan, sikap dan perilaku ibu terhadap kehamilan persalinan dan nifas meningkat sehingga angka kesakitan dan kematian menurunKata Kunci : Video, Posisi Persalinan, Ibu bersalin AbstrackPerineal tears can be prevented by providing maternal health knowledge about the correct pushing position, and relaxation techniques during labor. So far, the provision of knowledge to mothers has only been oral, so that the level of understanding of mothers has not been optimal. So that other alternatives are needed in providing health education to maternity. Such as the use of video media in the position of labor and relaxation techniques during laborThe aim of this study was to determine the relationship between the frequency of watching the position of labor videos with perineal rupture in maternityThis type of research is observational with an analytical survey approach. This study was conducted in May 2017 at PONED Community Health Center Semarang Regency with a population of all 27 mothers and all of them became research samples. The independent variable of the study was the frequency of watching the position of labor videos and the dependent variable of the study was maternal perineal rupture. The results of the Spearman rank correlation test showed a significant correlation between the frequency of watching video straining positions during labor with maternal positions at PONED Puskesmas Semarang Regency (p = 0.035 and the value of r = 0.408)Suggestions for health workers to develop promotional media for pregnant and postpartum pregnant women so that the knowledge, attitudes and behaviors of mothers regarding pregnancy and childbirth increase so that the morbidity and mortality rates decreas Keywords: Video, Position of Labor, Maternity
EFEKTIVITAS EFFLEURAGE MASSAGE UNTUK MENGURANGI NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI RB CI SEMARANG wulandari, dyah ayu; Andryani, Yuli
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.794 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v10i1.207

Abstract

Background: About 80% of women will feel back pain at some point during pregnancy. Most back pain during pregnancy occurs due to changes in the spinal muscles which are as much as 70%. and 30% of back pain during pregnancy may be due to irregularities in the condition of the spine that occurred earlier. Effleurage massage is a form of massage by using a palm that gives a gentle pressure to the top of the body in a circular direction repeatedly.Purpose: Knowing the scale of pain in pregnant women who have back trimester III back pain before and after effleurage massage done at RB CI Semarang.Research methods: Type of research used quantitative method, population in this research is trimester III pregnant woman in RB CI Semarang a number of 40 Respondent with collecting data obtained by doing effleurage massage with pre experimental design using pretest - postest one group design. Sampling technique in this research use Purposive Sampling technique.Results: the results obtained before the effleurage massage performed on pregnant women on average - scale pain 7, while after effleurage massage performed on average pregnant women decreased to pain scale 3. Conclusion:There is effect of effleurage massage on back pain in pregnant mother of trimester III.Keywords: effleurage massage, back painLiterature : 17 (2005 – 2017 ) AbstractAbout 80% of women will feel back pain at some point during pregnancy. Most back pain during pregnancy occurs due to changes in the spinal muscles which are as much as 70%. and 30% of back pain during pregnancy may be due to irregularities in the condition of the spine that occurred earlier.Effleurage massage is a form of massage by using a palm that gives a gentle pressure to the top of the body in a circular direction repeatedly.Knowing the scale of pain in pregnant women who have back trimester III back pain before and after effleurage massage done at RB CI Semarang.Type of research used quantitative method, population in this research is trimester III pregnant woman in RB CI Semarang a number of 40 Respondent with collecting data obtained by doing effleurage massage with pre experimental design using pretest - postest one group design. Sampling technique in this research use Purposive Sampling technique.the results obtained before the effleurage massage performed on pregnant women on average - scale pain 7, while after effleurage massage performed on average pregnant women decreased to pain scale 3. There is effect of effleurage massage on back pain in pregnant mother of trimester III.Keywords:effleurage massage, back pain
DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK DI TEMPAT PENITIPAN ANAK PARKLAND WIDYA HUSADA SEMARANG wirawati, maulidta karunianingtyas; S, Emilia Puspitasari
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.238 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v10i1.208

Abstract

Anak adalah investasi masa depan orang tua serta bangsanya. Anak yang sehat, cerdas, berpenampilan menarik, dan berakhlak mulia merupakan dambaan setiap orang tua. Seorang anak mempunyai pertumbuhan dan perkembangan yang baik apabila memenuhi segala aspek meliputi biologis, fisik, psikologis, dan sosial. Upaya untuk mencapai  diperlukan gizi serta pola asuh yang baik untuk menujang pertumbuhan dan perkembanganya. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan tahapan penting yang harus dipantau agar pertumbuhan dan perkembangan berjalan sesuai dengan usianya,Pertumbuhan dan perkembangan anak perlu mendapat perhatian serius terutama anak balita karena periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. Karena pada masa ini pertumbuhan dasar akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya.Proses tumbuh kembang sangat tergantung kepada orang dewasa atau orang tua.o orang tua harus mampu memastikan anak untuk mendapat gizi yang baik, stimulasi yang memadai serta terjangkau oleh pelayanan kesehatan berkualitas termasuk deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan potensi genetiknya dan mampu bersaing di era global.Permasalahan yang ditemukan di Penitipan anak Parkland Widya Husada adalah belum pernah dilakukan deteksi dini tumbuh kembang pada anak. Tujuan dari di pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk melakukan deteksi dini tumbuh yang diharapkan apabila terjadi penyimpangan tumbuh kembang bisa terdeteksi secara dini serta diharapkan tumbuh kembang bisa berjalan dengan normal sesuai denganusia.Target khusus dari kegiatan ini secara langsung berdampak pada pengembangan dan pengaplikasian ilmu, teknologi di perguruan tinggi. Metode yang akan dilaksanakan pada kegiatan ini adalah identifikasi tumbuh kembang anak.Kata Kunci          : anak, tumbuh kembang, deteksidiniAbtractGrowth and development are important stages that must be monitored so that growth and development goes according to his age.Growth and development of children need to get serious attention, especially children under five because the important period in child development is childhood. Because at this time the basic growth will affect and determine the next child's development. The process of growth and development is very dependent on adults or parents. Parents must be able to ensure children to get good nutrition, adequate stimulation and affordable quality health services including detection and early intervention of developmental deviation so that they can grow and develop optimally according with its genetic potential and able to compete in the global era.The problem found in Parkland Child Care Widya Husada is that there has never been early detection of growth and development in children. The purpose of this activity is to carry out early detection of growth which is expected in the event of growth deviations can be detected early and it is expected that growth and development can run normally according to age.The specific target of this activity directly impacts on the development and application of science, technology in universities. The method to be carried out in this activity is the identification of child development.Keywords: children, growth and development, early detection
HUBUNGAN PERAN PERAWAT ASSOCIATE DALAM PELAKSANAAN TERAPI BERMAIN DI RUANG DAHLIA RSUD dr. H SOEWONDO KENDAL astuti, windy; Widyaningsih, Tri Sakti; Tamrin, Tamrin
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.077 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v10i2.219

Abstract

ABSTRAKLatar belakang : Dampak hospitalisasi yang dirasakan anak usia 0-5 tahun di ruang Dahlia RSUD Dr. H Soewondo Kendal harus segera diatasi. Salah satunya dengan terapi bermain. Terapi bermain di ruang Dahlia rumah sakit Dr. H Soewondo Kendal tidak pernah dilakukan oleh perawat Assosiate. Terapi bermain dilakukan ketika ada mahasiswa praktek. Salah satu alasan perawat Assosiate tidak melaksanakan terapi bermain anak adalah banyaknya pekerjaan diruangan yang harus dikerjakan. Terapi bermain hanya dilakukan oleh mahasiswa praktek dengan permainan seadanya sedangkan perawat Assosiate jarang melaksanakan, karena perawat merasa sudah ada keluarga yang melaksanakan terapi bermain, sehingga perawat bisa melakukan kegiatan yang lain.Tujuan: Mengetahui hubungan peran perawat associate dalam pelaksanaan  terapi bermain di ruang Dahlia RSUD dr. H Soewondo Kendal.Metode : Penelitian ini menggunakan analitik korelasional yaitu dengan desain cross sectional. Penelitian cross sectional adalah penelitian untuk mengetahui hubungan antar variabel dimana variabel independen dan variabel dependen diidentifikasi pada waktu yang sama, artinya dalam penelitian cross sectional setiap responden hanya diobservasi satu kali saja dan pengukuran variabel responden dilakukan pada saat penelitian tersebut, kemudian peneliti tidak melakukan tindak lanjut. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat Assosiate di ruang Dahlia RSUD Dr. H Soewondo Kendal dengan jumlah 19 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu menggunakan Total Sampling.Hasil : Peran perawat Assosiate di ruang Dahlia RSUD Dr. H Soewondo Kendal yaitu Tidak dilaksanakan sebanyak 10 orang (55,6%) dan dilaksanakan sebanyak 5 orang (44,4%). Pelaksanaan terapi bermain di ruang Dahlia RSUD Dr. H Soewondo Kendal baik 5 orang (27,8%), kurang 13 orang (72,2%). Terdapat hubungan peran perawat Assosiate dalam pelaksanaan terapi bermain di ruang Dahlia RSUD Dr. H Soewondo Kendal dengan nilai p value 0,000.Kata Kunci : Peran perawat, perawat Assosiate, terapi bermain  
Review Literatur: Mengkaji Pengaruh Pemberian Jahe Terhadap Penurunan Nyeri Desminore Pada Remaja meiranny, arum; Wardani, M.A. Wulanda
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.916 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v10i2.220

Abstract

Pendahuluan: Dismenorea dapat dialami oleh setiap wanita yang sedang dalam masa menstruasi. Remaja adalah kelompok usia yang rentan terhadap dismenorea. Menurut data analisis dari The National Health Examination Survey terdapat 20-90% prevalensi wanita yang mengeluh terjadinya dismenorea, 15% diantaranya sudah sampai mengakibatkan dismenorea berat dan terjadi pada wanita usia 12-17 tahun. Ada beberapa manajemen nyeri untuk mengatasi dismenorea, salah satunya adalah dengan mengkonsumsi rebusan jahe. Metode: Literatur mancanegara ditelusuri melalui sarana media elektronik dengan penuntun kata kunci. Artikel terseleksi sejumlah 4, yang masing-masing mewakili satu pengaruh jahe terhadap penurunan nyeri disminorea dan memberi informasi yang bervariatif. Hasil : Adanya perbedaan tingkat nyeri menstruasi pada responden dengan pemberian perlakuan yang sama, dapat disebabkan oleh perbedaan persepsi responden terhadap nyeri dan upaya penghilang nyeri. Pembahasan : Salah satu cara nonfarmakologi yang dapat diberikan untuk penanganan nyeri yaitu dengan pemberian jahe untuk dikonsumsi. Beberapa komponen kimia jahe  seperti gingerol, shogaol dan zingerone memberi efek farmakologi dan fisiologi seperti antioksidan, anti inflamasi, analgesik, antikarsinogenik, non-toksik dan non-mutagenik meskipun pada konsentrasi tinggi. Kesimpulan : Simpulan berdasarkan analisa yang telah dilakukan adalah penggunaan jahe efektif untuk mengurangi nyeri disminorea

Page 1 of 16 | Total Record : 158