cover
Contact Name
Intan Permata Sari
Contact Email
intanpermata@iainbengkulu.ac.id
Phone
+6285292917330
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Raden Fatah, Pagar Dewa Bengkulu 38212, Kota Bengkulu, Bengkulu, Sumatera
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak
ISSN : 26858703     EISSN : 26863308     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/hawapsga
Core Subject : Education, Social,
Hawa is a scientific journal within the scope of gender and child studies with various applications of approaches, namely: psychology, education, law, sociology, literature, anthropology, and Islamic studies. It is a half-yearly published, exactly every June and December by Gender and Child Studies Center, Research and Community Service Department of IAIN Bengkulu. It was firstly published in 2019. The editorial board uses OJS in accepting articles, reviewing systems, and publication.
Articles 44 Documents
Effectiveness of Social Media Dissemination to Increase Children's Participation in Covid Vaccines Intan, Arifah Salastiani; Maryadi, Nurul Lutfia; Tamarisha, Raniah
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/.v3i2.5837

Abstract

This research is entitled "Effectiveness of Social Media Outreach to Increase Children's Participation in the Covid Vaccine." This study aims to determine the effectiveness of social media as propaganda in increasing the number of children's participation in the Covid-19 vaccine. Respondents started from the age of 15-17 years. The object of this research is children who use social media. This study uses a quantitative approach. The sampling technique in this study used random sampling. The number of participants involved was 100 respondents in the form of data used as a questionnaire with a Likert scale to analyze the data. The results of this study found that: 1.) Disseminating information on COVID-19 vaccines to children on social media was very effective, with 88% results. 2.) Sharing information on the covid-19 vaccine makes children confident to do the vaccine with 92% results. 3.) Respondents agree that information on the Covid-19 vaccination policy in Indonesia through social media is easy to find with the result, which is 100%.
Pengaruh Verbal Bullying Terhadap Kecerdasan Interpersonal Anak di Sekolah Fitrianah, Rossi Delta; Prayogi, Fiki; Utomo, Prio; Anggeraini, Tri; Istiarti, Wahyu Rike
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/.v3i2.5720

Abstract

Maraknya perilaku verbal bullying yang terjadi di kalangan peserta didik sehingga dapat berpengaruh terhadap kecerdasan interpersonal siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh verbal bullying terhadap kecerdasan interpersonal siswa di SDN 81 Kota Bengkulu. Rancangan penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan varian pendekatan ex post facto. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik non probability sampling. Teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner (angket), dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 81 Kota Bengkulu tahun ajaran 2019/2020. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV. Hasil penelitian mengungkap bahwa terdapat pengaruh verbal bullying terhadap kecerdasan interpersonal siswa di SDN 81 Kota Bengkulu. Kesimpulan penelitian diperoleh hasil (1) perilaku verbal bullying yang dilakukan siswa antara lain menjuluki, mengejek, menghina, memaki, dan mengolok-ngolok; (2) siswa yang sering di bullying akan berpengaruh terhadap kecerdasan interpersonalnya karena bawasannya anak yang sering di bully akanmenjadi malas pergi ke sekolah dan psikisnya terganggu dan konsentrasinya saat belajar berkurang; (3) pengaruh verbal bullying memberikan dampak pada terhadap kecerdasan interpersonal siswa yaitu menjadi rendah.
Bias Gender pada Buku Teks SKI Tingkat Madrasah Ibtidai’yah Selvira, Pebby; Febrini, Deni; Syafri, Fatrica
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/.v3i2.5479

Abstract

Penelitian ini mengkaji isu bias gender dalam buku teks sejarah peradaban Islam di tingkat Madrasah Ibtidaiyah. Secara khusus, artikel ini membahas tentang sejauh mana bias gender dimungkinkan dalam pelajaran SKI untuk lingkup materi, gambar dan rubrik. Data diperoleh melalui telaah dokumen, dengan menganalisis buku teks dan bahan ajar yang digunakan oleh guru di tingkat Madrasah Ibtidaiyah. Studi ini menemukan bahwa buku teks SKI masih bias gender. Oleh karena itu, perlu adanya penulisan buku ajar bagi siswa madrasah dengan memperhatikan prinsip kesetaraan gender, agar isu bias gender tidak dilestarikan oleh lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Temuan penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah, khususnya Kementerian Agama, dalam menetapkan kebijakan buku teks madrasah yang harus mengedepankan kesetaraan gender.
The Effectiveness of Physical Touch for Tantrum Treatment on Autistics Child Alawiyah, Intan; Salsabila, Salsabila
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/.v3i2.5588

Abstract

Autisme adalah anak dengan gangguan perkembangan saraf yang dapat menyebabkan gangguan perilaku, gangguan komunikasi, gangguan sosial, gangguan sensorik, dan gangguan emosional, seperti tantrum (mengamuk). Gejala penyakit ini lebih sering diemukan pada masa kanak-kanak, namu bisa juga ditemukan pada masa dewasa. Autisme saat ini disebut gangguan spektrum autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD). Tantrum anak autis disebabkan oleh keusakan otak, yang membuat mereka tidak dapat mengontrol emosinya dan tiak dapat mengkomunikasikan emosi secara normal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar efektivitas sentuhan fisik pada penanganan anak autis saat tantrum. Penelitian ini dilaksanakan di SKH Negeri 01 PANDEGLANG tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini penulis memilih Guru khusus anak autis di sekolah, dan kerabat terdekat yang memiliki anggota keluarga berkebutuhan khusus. Kesimpulan penelitian bahwa efektivitas sentuhan fisik pada penanganan anak autis di saat tantrum sangat berpengaruh, selain sentuhan fisik ada penanganan lain yang bisa mencegah agar tidak terjadi tantrum pada anak autis, yaitu Diet dari makanan yang mengandung coklat, MSG dan pengawet.
Pola Dasar Penanaman Pendidikan Karakter Pada Anak Di Dalam Keluarga Rahmat, Azwar; Akip, Muhamad; Iqbal, Moch
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/hawapsga.v3i2.5859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penanaman pendidikan sosial pada anak di dalam keluarga. Karena pendidikan sosial sangat berkaitan dengan pendidikan karakter maka penelitian ini akan membahas  (1) Bagaimana konsep pendekatan pendidikan karakter dalam keluarga. (2) Bentuk pendekatan pendidikan karakter yang diterapkan dalam keluarga. (3) Untuk mengidentifikasi apa saja yang menjadi faktor penghambat yang dialami keluarga (orang tua) dalam penanaman pendidikan karakter pada anak. Jenis penelitian menggunakan studi lapangan, pengumupulan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun di Desa Tambangan Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba tahun 2020. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Konsep pendekatan pendidikan karakter yang diterapkan di dalam keluarga yaitu: pengajaran agama  yang  menekankan  pada  pembentukan  ahklak,  pengajaran  nilai-nilai  lokal, hidup dalam kesederhanaan  (tallasa kamase-mase), karakter anak sebagai salah satu penilain cerminan keluarga   dan  pengajaran langsung orang tua sebagai teladan. (2) Bentuk pendekatan pendidikan karakter yang diterapkan dalam keluarga yaitu, Kejujuran, Keteladanan, Kedisiplinan, Kesopanan. MendukungKegiatan Anak dan Cinta Anak-Anak (3) Penghambat pendidikan karakter, faktor internal yaitu keluarga dan faktor bawaan dan faktor eksternal  Lingkungan,  teman sebaya dan media masa.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Program Zakat Produktif di Desa Bukit Peninjauan I Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma Susilawati, Nilda
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 1, No 1 (2019): Juni
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.121 KB) | DOI: 10.29300/hawapsga.v1i1.2230

Abstract

Program zakat produktif merupakan salah satu upaya pemberdayaan perempuan dalam upaya peningkatan ekonomi keluarga. Perempuan sebagai bagian dalam keluarga diharuskan menjadi penopang ekonomi keluarga atau penunjang ekonomi agar dapat bertahan hidup. Kemampuan perempuan untuk menjadi tulang punggung keluarga mesti ditopang oleh kemampuan baik secara finansial maupun keahlian dalam menjalan profesi. Beberapa program pemberdayaan zakat produktif  yang bisa dikembangkan di Desa Bukit Peninjauan I Kecamatan Sukaraja kabupaten Seluma yaitu pemberian bantuan modal usaha sayuran, pemberian bibit tanaman, pupuk dan peralatan pertanian, pelatihan home industri dan pelatihan kewirausahaan bagi perempuan muda.
POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM KONFLIK PERKAWINAN Verolyna, Dita
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 1, No 2 (2019): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.904 KB) | DOI: 10.29300/hawapsga.v1i2.2567

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi interpersonal dalam konflik perkawinan. Penelitian ini dilakukan pada pasangan perkawinan periode Tahun Awal di Kota Bengkulu. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif desrkriptif dan life history. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan kepustakaan. Informan yang diwawancarai sebanyak tujuh keluarga. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian tentang Pola Komunikasi Interpersonal dalam konflik perkawinan pada tujuh pasangan suami istri periode tahun awal adalah terdapat penyesuaian-penyesuian dalam perkawinan periode tahun awal. Penyesuaian tersebut meliputi penyesuaian pasangan, seksual, keuangan dan terhadap keluarga pasangan. Dari ketujuh keluarga diperoleh hasil (1) Penyesuaian pasangan, semua pasangan mengalami hambatan dalam menyesuaikan semua perbedaan diantara keduanya (2) penyesuaian keuangan, konflik sering terjadi dalam pasangan informan yang suami istri bekerja dan pasangan yang suaminya berpenghasilan rendah. (3) penyesuaian seksual, hambatan terjadi pada informan yang pasangannya mengalami gangguan kesehatan dan telah memiliki banyak anak. (4) penyesuaian terhadap keluarga pasangan, konflik terjadi pada pasangan yang tinggal dirumah mertua dan memiliki anak dari pernikahan sebelumnya. (5) Pola komunikasi setara dan seimbang terpisah digunakan pada penyesuaian terhadap pasangan. (6) Pola komunikasi tak seimbang terpisah dan monopoli digunakan dalam konflik perkawinan yang disebabkan oleh hambatan penyesuaian  keuangan, seksual dan penyesuaian terhadap keluarga pasangan.Kata kunci : Pola komunikasi, konflik, perkawinan, periode tahun awal
Rekonstruksi dan Manipulasi Simbol Kecantikan Sari, Intan Permata
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 1, No 1 (2019): Juni
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.591 KB) | DOI: 10.29300/hawapsga.v1i1.2221

Abstract

Setiap wanita pastinya bermimpi memiliki kecantikan yang dapat diagung-agungkan oleh kaum adam. Hanya saja saat ini makna kecantikan alami seolah terhapus oleh iklan-iklan kapitalis. Cantik itu putih, rambut lurus, bermata lebar, berhidung mancung, dan lain sebagainya. Hal ini menyebabkan para wanita berlomba-lomba mengubah apa yang sudah dianugerahkan oleh Tuhan. Konstruksi makna dan simbol kecantikan tidak begitu saja diterima oleh masyarakat. Harus ada proses-proses yang dilewatinya. Berger mengatakan bahwa ada tiga proses, yaitu : 1) proses eksternalisasi yang menjadi bagian dari proses penciptaan realitas dalam berbagai bentuk. 2) Proses objektivasi yang merupakan proses integrasi nilai ke dalam fakta sosial objektif yang dapat diterima oleh publik. 3)  Proses  konstruksi  terkait  dengan  proses  internalisasi  yang  merupakan  tahapan untuk menjadikan pengetahuan, nilai dan tindakan menjadi milik individu yang melahirkan komitmen sikap dan perilaku individual (Berger dan Luckmann, 1979). Konstruksi besar ini secara tidak langsung disepakati oleh industri-industri kecantikan seluruh dunia.
“HOMOSEKS KETEMU TUHAN”: RESISTENSI KAUM GAY DAN PERTAHANAN RELASI HOMOSEKSUALITAS DALAM FIKSI POPULER INDONESIA Andriadi, Andriadi
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 1, No 2 (2019): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.031 KB) | DOI: 10.29300/hawapsga.v1i2.2602

Abstract

Ranah agama sering dijadikan dasar dan ujung tombak penolakan masyarakat terhadap eksistensi kaum homoseksual sehingga dipakai untuk menyerang, bahkan menghakimi kaum marjinal inidemi kestabilan kognisi sosial, sikap, dan norma masyarakat untuk menolak segala bentuk homoseksual.Pemberian tekanan sosial semacam ini agar kaum “menyimpang” bertobat dan melakukan komformitas untuk tunduk kepada norma agama dan sosial yang berlaku. Alih-alih tunduk, mereka malah berusaha  melakukan berbagai resistensi untuk mempertahankan relasi homoseksualnya agar diterima di tengah kuasa nilai-nilai heteronormativitas masyarakat seperti layaknya kaum heteroseksual. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui representasi relasi pasangan gay dalam novel Homoseks Ketemu Tuhan Karya Rini Kristina sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai interaksi-interaksi antara sesama kaum ini ditengah masyarakat yang penuh dengan kontrol norma, adat, budaya, dan agama yang cenderung memarginalkan mereka; (2) mengetahui resistansi yang mereka lakukan dalam mempertahankan identitas seksualnya sebagai pecinta sesama jenis sehingga kehadiranya dapat diterima.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tekstual analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kaum homoseksual mengenal sebuah kesepakatan untuk menjalin sebuah relasi layaknya relasi yang dijalani oleh pasangan heteroseksual, saling mencintai dan mengisi satu sama lain. Relasi homoseksual yang dapat ditemukan dalam novel ini yaitu: monogami, poliamori, dan Teman Tapi Mesra (TTM). Namun semua relasi tersebut tidak akan pernah abadi dan tetap lebih cenderung pada pemenuhan kebutuhan seks sesama jenis; (2) untuk mempertahankan relasi homoseksual yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat, kaum gay melakukan resistensi dengan cara menjalankan kehidupan yang penuh dengan kepalsuan (in the closet),dan menjalankan kehidupan dengan identitas bikultural yaitu mengenakan topeng yang menampilkan dirinya sebagai pria heteroseksualbahkan menikahi perempuan dan memiliki keluarga demi menghindari tekanan sosial.
Perkembangan Spiritual Remaja dalam Perspektif Ahli Sejati, Sugeng
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 1, No 1 (2019): Juni
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.551 KB) | DOI: 10.29300/hawapsga.v1i1.2231

Abstract

Pekembangan Spiritual sesungguhnya memberikan arah dan arti bagi kehidupan remaja tentang kepercayaan mengenai adanya kekuatan non fisik yang lebih besar dari pada kekuatan dirinya. Suatu kesadaran yang menghubungkan remaja langsung dengan Tuhan, atau apapun yang kita namakan sebagai sumber keberadaan kita, Spiritual juga berati kejiwaan, rohani, batin, mental, dan moral. Artinya ketika diri remaja selalu beribadah kepadah Allah maka hadir spiritual pada identitas diri pribadi. Spiritual yang dimaksud disini adalah remaja secara pribadi mampu mengaktulisasikan nilai-nilai Illahiah sebagai manifestasi dari aktifitas dalam kehidupan seahari-hari, dimana untuk menjadi individu yang spiritual memerlukan suatu usaha untuk membangkitkan jiwa yang paling dalam yaitu dengan membangkitkan motivasi diri, kesadaran diri, menghidupkan visi dan nilai, penuh tangung jawab, mandiri, dan menjaga ukhuwah.