cover
Contact Name
Dian Ayubi
Contact Email
jurnal.ppki@ui.ac.id
Phone
+6221-7863475
Journal Mail Official
jurnal.ppki@ui.ac.id
Editorial Address
Departemen Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Gedung D, Lantai 1 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Kampus Baru UI Depok, Jawa Barat 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Perilaku dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 27235815     EISSN : 26156911     DOI : http://dx.doi.org/10.47034/ppk.v3i2
Jurnal ini membahas determinan perilaku sehat, strategi promosi kesehatan (seperti komunikasi kesehatan, pemberdayaan masyarakat, advokasi kesehatan) dalam upaya pembangunan kesehatan di berbagai tatanan (sekolah, rumah sakit, tempat kerja, tempat-tempat umum, dan komunitas).
Articles 46 Documents
Keberlanjutan Peran Dukungan Sebaya di Dalam Sistem Penanggulangan HIV di Tingkat Provinsi dan Kota/Kabupaten Indonesia Sarah Handayani; Retno Mardhiati
Perilaku dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 1, No. 1, April 2018
Publisher : Perkumpulan PPKMI & Dept. PKIP FKM UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.268 KB) | DOI: 10.47034/ppk.v1i1.2093

Abstract

Latar Belakang. Peran Dukungan Sebaya (DS) adalah salah satu peran yang penting dalam Sistem Penaggulangan HIV/AIDS. DS dapat berjalan secara berkesinambungan jika ada faktor keberlanjutan program.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan DS di dalam sistem penanggulangan HIV/AIDS di tingkat Provinsi dan Kota/Kabupaten.Metode. Penelitian ini melakukan pengumpulan data kualitatif dan studi literatur. Wawancara mendalam dilakukan pada informan utama dan informan pendukung. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara mendalam. Hasil. Kelompok DS dapat terus berlanjut dan berperan dalam sistem penanggulangan HIV/AIDS jika faktor-faktor yang berhubungan dengan keberlanjutan kelompok dapat terus berkembang. Adapun faktor keberlanjutan DS adalah: 1) Faktor Internal, yang meliputi faktor motivasi berkelompok, kepemimpinan, kemandirian dan manajemen serta akuntabilitas kelompok. 2) Faktor Eksternal, yang meliputi keterlibatan di dalam sistem penanggulangan HIV/AIDS, akses terhadap sumber daya dan masuk ke dalam sistem rujukan.
Bagaimana Media Memberitakan Produk Pangan? Analisis Isi Artikel Media Daring Tentang Susu Kental Manis Dien Anshari; Mochamad Mochamad Wachyu; Nadia H. Qatrunnada; Ahmad Syafiq
Perilaku dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 1, No. 1, April 2018
Publisher : Perkumpulan PPKMI & Dept. PKIP FKM UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.97 KB) | DOI: 10.47034/ppk.v1i1.2100

Abstract

Latar Belakang: Media massa dapat menentukan agenda publik dan mengarahkan cara pandang publik terhadap isu tertentu.Tujuan:Penelitian ini bertujuan menggambarkan bagaimana media daring membingkai susu kental manis (SKM) sebagai salah satu produk pangan.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis isi kuantitatif dalam ilmu komunikasi. Data untuk penelitian berupa semua artikel yang memuat frase”susu kental manis” yang terbit sepanjang 2016-2017 di situs media daring kompas.com (n=64), tempo.co (n=49), detik.com (n=142) dan vemale.com (n=120).Hasil: Dari total 375 artikel tentang SKM, ada 34 artikel dengansentimen negatif, 24positif, sedangkan sisanya netral. SKM dibingkai secara negatif karena tinggi kandungan gula dan lemak, tidak termasuk produk susu, serta dapat menyebabkan diabetes, obesitas, masalah pencernaan, dan kerusakan gigi.Sementara SKM dibingkai secara positif karena dapat meningkatkan cita rasa makanan/minuman, harganya terjangkau, termasuk kebutuhan pokok, serta merupakan sumber energi dan protein. Sebagian bingkai negatif terhadap SKM baru ditemukan pada 2017. Penerbitan artikel dengan bingkai negatif terlihat memiliki pola tertentu dan tidak dilandasi kasus spesifik.Kesimpulan: Media daring dalam membingkai SKM terlihat mengabaikan prinsip baku jurnalisme seperti dampak (significance), urgensi, dan verifikasi faktual. Penelitian dengan pendekatan politik ekonomi bisa menggali lebih dalam mekanisme maupun motif media daring dalam membuat artikel tentang produk pangan.
Peran Kepercayaan Terhadap Penggunaan Pengobatan Tradisional Pada Penderita Hipertensi Di Kota Bengkulu Lissa Ervina; Dian Ayubi
Perilaku dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 1, No. 1, April 2018
Publisher : Perkumpulan PPKMI & Dept. PKIP FKM UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.323 KB) | DOI: 10.47034/ppk.v1i1.2101

Abstract

Latar Belakang. Hipertensi merupakan masalah kesehatan serius yang menyebabkan kematian. Hasil Riset Kesehatan Dasar 2013 menunjukkan 21,6% masyarakat Bengkulu menderita hipertensi. Provinsi Bengkulu menempati posisi 10 besar provinsi yang paling banyak penderita rawat jalan pada pengobatan tradisional setahun terakhir termasuk penderita hipertensi.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepercayaan penderita terhadap penggunaan pengobatan tradisional setelah faktor karakteristik sosial demografi dikendalikan di wilayah kerja Puskesmas Nusa Indah Kota Bengkulu.Metode. Rancangan penelitian yang dipakai adalah studi potong lintang dengan melakukan survey pada 190 responden yang dipilih secara acak. Wawancara dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa multivariat dilakukan dengan menggunakan model regresi logistik ganda.Hasil. Penelitian ini menemukan bahwa 66,8% penderita hipertensi menggunakan pengobatan tradisional. Nilai rerata variabel kepercayaan adalah 56,2 (skala 100). Dalam analisis bivariat menggunakan kai kuadrat, variabel kepercayaan berhubungan signifikan dengan penggunaan pengobatan tradisional. Namun berdasarkan analisis multivariat, variabel kepercayaan tidak mempengaruhi penggunaan pengobatan tradisional melainkan variabel pendidikan yang berpengaruh.
Efektivitas Kombinasi Media Audiovisual Aku Bangga Aku Tahu Dan Diskusi Kelompok Dalam Upaya Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang HIV-AIDS Riza Hayati Ifroh; Dian Ayubi
Perilaku dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 1, No. 1, April 2018
Publisher : Perkumpulan PPKMI & Dept. PKIP FKM UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.896 KB) | DOI: 10.47034/ppk.v1i1.2113

Abstract

AbstractBackground. The Indonesian government has a target of 95% adolescents have knowledge about HIV-AIDS throughout Indonesia. East Kalimantan as one of the provinces in Indonesia showed that the level of adolescents knowledge Samarinda reached 25.5% in 2012.Aim. Study aim is to assess effectiveness of Aku Bangga Aku Tahu audiovisual Mmedia and group discussion to improve teenager's knowledge on HIV-AIDS.Method. The study design used was quasi experimental on the primary data consisted of 80 research subjects in SMAN 1 and SMAN 3 Samarinda. Data analysis are univariate and bivariate analysis by using the Wilcoxon and Mann Whitney. Result. The results showed that after the intervention to intervention and control groups experienced an increase in knowledge about HIV-AIDS. The increased of adolescents knowledge about HIV-AIDS in the intervention group amounted to 22,41% and increased of knowledge about HIV - AIDS adolescents in the control group was 21,6%. In addition, there is no statistically significant difference in the change in the value of knowledge of HIV-AIDS among the intervention group (film screening and discussion group) and control group (film screening).
Pengaruh Citra Tubuh, Perilaku Makan, dan Aktivitas Fisik Terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Remaja: Studi Kasus pada SMA Negeri 12 DKI Jakarta Muhammad Ridwan Hadi Kusuma; Tri Krianto
Perilaku dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 1, No. 1, April 2018
Publisher : Perkumpulan PPKMI & Dept. PKIP FKM UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.181 KB) | DOI: 10.47034/ppk.v1i1.2114

Abstract

Latar Belakang. Pemahaman citra tubuh yang keliru tentang “kurus itu indah” menjadi idaman bagi remaja puteri. Hal ini sering menjadi penyebab masalah, karena untuk memelihara kelangsingan tubuhnya dan ketakutan menjadi gemuk mendorong remaja untuk menerapkan pembatasan makanan yang berlebihan, sehingga kebutuhan gizinya tidak terpenuhi yang nantinya akan berakibat terjadinya kurang gizi.Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh citra tubuh terhadap perilaku makan dan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada siswi SMA Negeri 12 Jakarta Timur kelas X dan XI tahun 2014.Metode. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2014 dengan desain cross sectional, sampel penelitian adalah 238 siswi. Analisis data menggunakan analisis jalur.Hasil. Hasil penelitian menunjukkan terdapatnya pengaruh citra tubuh terhadap IMT melalui perilaku makan dan aktivitas fisik, membuktikan bahwa citra tubuh tidak langsung berpengaruh terhadap IMT, namun masih harus dilihat bagaimana perilaku makan serta aktivitas fisik yang dilakukan oleh responden.
Respon Perokok Remaja Terhadap Peringatan Kesehatan Bergambar di Bungkus Rokok Leni Nurahmi; Rita Damayanti
Perilaku dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 1, No. 1, April 2018
Publisher : Perkumpulan PPKMI & Dept. PKIP FKM UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1251.996 KB) | DOI: 10.47034/ppk.v1i1.2119

Abstract

Background. Smoking is a risk of chronic and deadly diseases in the world. In 2014, 80% of 5.8 billion smokers in the world started smoking at 17.6 years old. Pictorial health warning on cigarette pack was implemented since 24 June 2014 in Indonesia to protect teenagers from smoking. Objective. This study aimed to assess teenage smokers’ responses toward pictorial health warning on cigarette pack in Depok City. Method. This cross-sectional study used a questionnaire from the Center for Health Research Universitas Indoonesia. Result. We found differences in fear, severity, response efficacy and intention. We found no differences in susceptibility, self efficacy, acceptance and ignorance to pictorial health warning. Keyword: pictorial health warning, fear appeal, teenage smoker.
Persepsi Remaja Terhadap Kesan Menakutkan Pada Peringatan Kesehatan Bergambar Di Bungkus Rokok Ditinjau Dari Extended Parallel Process Model Andi Annisa Dwi Rahmawati; Rita Damayanti; Dien Anshari
Perilaku dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 1, No. 1, April 2018
Publisher : Perkumpulan PPKMI & Dept. PKIP FKM UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.273 KB) | DOI: 10.47034/ppk.v1i1.2120

Abstract

Latar Belakang. Tujuan pencantuman Peringatan Kesehatan Bergambar (PKB) pada bungkus rokok adalah mencegah remaja dari kebiasaan merokok. Dengan melihat gambar menakutkan pada PKB, remaja perokok juga diharapkan termotivasi berhenti merokok.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pesan persuasif yang berusaha memunculkan rasa takut berperan dalam proses penerimaan atau penolakan pesan pada siswa yang pernah mendapat intervensi program berhenti merokok bernama Not on Tobacco (NOT)  dengan yang belum pernah mendapatkannya. Metode. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain Rapid Asessment Procedures (RAP). Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara mendalam.Hasil. Hasil penelitian menunjukkan siswa yang mendapat intervensi program berhenti merokok memiliki keyakinan diri yang lebih tinggi untuk dapat mengurangi konsumsi rokok atau berhenti merokok dengan mudah dibandingkan siswa yang tidak mendapat intervensi. Mereka yang mendapat intervensi juga menunjukkan penerimaan pesan paling baik. Hal ini terlihat dari perubahan niat, sikap, dan perilaku informan ke arah yang positif, berkaitan dengan perilaku merokok. Sementara itu, siswa yang tidak mendapat intervensi menunjukkan penolakan pesan akibat tidak dapat mengendalikan rasa takut. Hal ini tercermin dari perilaku siswa yang menghindari melihat PKB.
Dukun Bayi dan Kejadian Tetanus Neonatorum: Refleksi Kegagalan Program Kemitraan Bidan dan Dukun Dewi Rokhmah; Abu Khoiri; Ahmad Falih
Perilaku dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 1, No. 1, April 2018
Publisher : Perkumpulan PPKMI & Dept. PKIP FKM UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.374 KB) | DOI: 10.47034/ppk.v1i1.2127

Abstract

Latar Belakang. Tetanus Neonatorum (TN) merupakan salah satu penyakit paling beresiko mengakibatkan kematian. Dinas Kesehatan Kabupaten Jember telah melaksanakan program skrining TT WUS pada awal tahun 2010 sebagai tindak lanjut dari adanya kasus dan kematian akibat TN yang tinggi (CFR >50%). Namun masih ditemukan 6 kasus dengan 3 kematian akibat TN. Hal ini disebabkan bumil bersalin pada dukun bayi, sehingga tidak mendapatkan pelayanan yang aman dan bersih.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dukun bayi dalam proses persalinan ibu dengan kasus TN, yang menggambarkan refleksi kegagalan program kemitraan antara dukun dan bidan.Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, melaluiindept interview pada dukun bayi yang menolong persalinan bumil dengan kasus TN secara purposive sampling. Informan pendukung diambil dari bidan desa dan bumil yang mengalami kasus TN. Data dianalisis secara thematic content analysis.Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dukun menggunakan alat dan metode tradisional yang tidak steril, mereka belum bermitra dengan bidan, belum mendapatkan pelatihan, serta tidak memiliki pengetahuan tentang TN. Kegagalan program kemitraan bidan dan dukun dibuktikan dengan masih banyak bumil yang bersalin ke dukun dan kasus kematian bayi akibat TN.
Efektivitas Media Edukasi Audio-visual dan Booklet terhadap Pengetahuan Premenopause, Efikasi Diri dan Stres pada Wanita Premenopause di Kota Bandung Ridwan Setiawan; Iryanti Iryanti; Muryati Muryati
Perilaku dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 2, No. 1, Juni 2020
Publisher : Perkumpulan PPKMI & Dept. PKIP FKM UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.111 KB) | DOI: 10.47034/ppk.v2i1.3876

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang. Jumlah wanita menopause di Indonesia saat ini sebanyak 7,4% dari total populasi, dan tahun 2020 jumlahnya diperkirakan mencapai 11,54%. Menopause diawali dengan premenopause, dimana pada masa ini terjadi penurunan hormon estrogen yang memunculkan sindrom premenopause yang dapat mengakibatkan stres pada wanita.Tujuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas media edukasi audio-visual dan booklet terhadap pengetahuan premenopause, efikasi diri dan tingkat stres pada wanita premenopause di Kota Bandung.Metode. Jenis penelitian adalah quasi experiment dengan pre-post test with control group design. Jumlah partisipan sebanyak 76 orang, terdiri dari 38 orang kelompok intervensi dan 38 orang kontrol.Hasil. Penelitian ini menemukan bahwa pada kelompok intervensi rerata pengetahuan 6,09 poin lebih tinggi, rerata efikasi diri 3,05 poin lebih tinggi, dan rerata stres terjadi penurunan 1,23 poin dibandingkan dengan kelompok kontrol. Penggunaan audio-visual dan booklet sebagai media edukasi berhubungan dengan meningkatnya pengetahuan mengenai premenopause dan efikasi diri, serta efektif menurunkan stres wanita premenopause di Kota Bandung (p<0,05).Kesimpulan. Pemberian edukasi menggunakan media audio-visual dan booklet efektif dapat meningkatkan pengetahuan wanita premenopause tentang premenopause.ABSTRACTBackground. The number of menopausal women in Indonesia is currently 7.4% of the total population, and its number is estimated up to 11.54 % in 2020. The menopausal period is preceded by premenopausal phase in which the estrogen hormone is decreased, causing premenopausal syndromes that may lead to stres in women. Objective. This study was to assses the effectiveness of audio-visuals and booklets as educational medium on the knowledge about premenopause, self-efficacy and stres level of premenopausal women in Bandung.Method. Design of the study was quasi experiment using pre-post test with control group design. There were 76 participants, consisting of 38 participants in intervention group and 38 participants in control group.Results. This study found that the scores of knowledge was higher 6.09 points, self-efficacy was higher 3.05 point, and stres level was decrased by 1.23 point in the intervention group than in the control group. The use of audio-visual and booklet as educational medium was associated with increasing knowledge and self-efficacy as well as effective in reducing stres level in premenopausal women in Bandung City. Conclusion. Providing education through audiovisuals and booklets was effective in increasing knowledge of premenopausal women concerning premenopause.
Literasi Kesehatan Mental Orang Dewasa dan Penggunaan Pelayanan Kesehatan Mental Trisni Handayani; Dian Ayubi; Dien Anshari
Perilaku dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 2, No. 1, Juni 2020
Publisher : Perkumpulan PPKMI & Dept. PKIP FKM UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47034/ppk.v2i1.3905

Abstract

ABSTRAK Latar belakang. Prevalensi penduduk Indonesia yang menderita gangguan mental emosional mengalami peningkatan, dimana prevalensi sebesar 6% pada tahun 2013 meningkat menjadi 9,8% pada tahun 2018. Pelayanan kesehatan jiwa bagi setiap orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) belum diwujudkan secara optimal di wilayah Kecamatan Bogor Timur. Masih sedikit ODMK yang memanfaatkan pelayanan kesehatan jiwaTujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi kesehatan mental dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan jiwa.Metode. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Responden adalah orang dengan masalah kejiwaan yang bertempat tinggal di Kecamatan Bogor Timur. Teknik multistage random sampling digunakan untuk memilih 139 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji regresi logistik ganda.Hasil. Nilai rerata literasi kesehatan mental sebesar 73,08 (skala 100). Sebanyak 56,1% ODMK telah memanfaatkan pelayanan kesehatan jiwa dan 57,6% responden berumur ≥30 tahun. Pada mereka yang mempunyai literasi kesehatan mental tinggi, sebanyak 64,9% telah memanfaatkan pelayanan kesehatan jiwa. Hasil analisis multivariat menunjukkan hubungan signifikan antara literasi kesehatan mental dengan perilaku pemanfaatan pelayanan kesehatan jiwa pada ODMK setelah variabel jenis kelamin dan ketersediaan pelayanan kesehatan jiwa dikendalikan.Kesimpulan. Orang dengan literasi kesehatan mental yang tinggi cenderung memanfaatkan pelayanan kesehatan jiwa dibanding dengan mereka dengan literasi rendah.  ABSTRACTBackground. In Indonesia, prevalence of emotional mental disorder has increased from 6% in 2013 to 9.8% in 2018. Mental health service has not optimally utilized by people with mental health problems in East Bogor sub-district. Objective. This study aimed to determine the relationship of mental health literacy with mental health service use. Method. This study used a cross sectional design with a quantitative approach. Respondents were people with mental health problems who lived in East Bogor Sub-District. A total of 139 respondents were selected using multistage random sampling technique. Data were collected by in-person interview using a questionnaire. Data were analysed using a multiple logistic regression test for multivariate model selection. Results. The results of this study showed that the mean score of mental health literacy was 73.08 (scale of 100). There were 56.1% respondents utilized mental health services. As many as 57.6% respondents aged ≥30 years. Among those who have high mental health literacy, 64.9% of them have utilized mental health services.  Results from multivariate analysis showed that there was a significant relationship between mental health literacy and the use of mental health service in people with mental health problems, after adjustment with gender and mental health service availability.Conclusion. People with high mental health literacy tended to use mental health services compared to those with low literacy.