cover
Contact Name
Rahmawati Ramli
Contact Email
jurnal.won@umi.ac.id
Phone
+6285242200916
Journal Mail Official
jurnal.won@umi.ac.id
Editorial Address
Ruangan PKPJ lantai 2 FKM UMI Jl. Urip SUmoharjo Km. 05 Makassar, Sulawesi Selatan Indonesia, 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Window of Nursing Journal
ISSN : -     EISSN : 27213994     DOI : https://doi.org/10.33096/won.v2i2.390
Core Subject : Health,
Window of Nursing Journal: is a publication of scientific work in the field of health in a broad sense such as community health nursing, emergency and trauma nursing, family nursing, fundamental of nursing, gerontological nursing, manajemen in nursing, maternity nursing, mental health nursing, pediatric nursing, etc. In addition, the Journal was first established since 2020 by the Institute of Study and Management Center Journal of the Faculty of Public Health University Muslim Indonesia located in Makassar, South Sulawesi. Window of Health : published on June and December
Articles 39 Documents
Kerjasama Dalam Unit dan Keterbukaan Komunikasi terhadap Persepsi Pelaporan Kesalahan Medis oleh Tenaga Kesehatan di RSUD Bantaeng Hartawan, Andi; A. Fachrin, Suharni; Arman
Window of Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (Desember, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.911 KB)

Abstract

Tingkat pelaporan kesalahan medis di Indonesia masih rendah. Pelaporan yang rendah disebabkan oleh ketidaktepatan persepsi tenaga kesehatan terhadap pelaporan kesalahan medis. Masalah ini dapat diatasi dengan penerapan budaya keselamatan pasien yang adekuat. Budaya keselamatan pasien merupakan pondasi utama dalam menuju keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi budaya keselamatan terhadap persepsi pelaporan kesalahan medis oleh Tenaga kesehatan di rumah sakit umum Daerah Bantaeng. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian cros-sectional dan besar sampel penelitian adalah 133 perawat. Data dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner HSOPSC dari AHRQ versi Bahasa Indonesia dan kuesioner persepsi dari Beginta (2012). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square dan analisis multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang ditemukan berpengaruh terhadap persepsi pelaporan kesalahan medis adalah harapan dan tindakan promotif keselamatan oleh manajer ( p value = 0,001), perbaikan berkelanjutan ( p value = 0,001), kerjasama dalam unit ( p value = 0,000), keterbukaan komunikasi ( p value = 0,000), umpan balik dan komunikasi ( p value = 0,000), respon yang tidak menyalahkan ( p value = 0,044), penyusunan staf ( p value = 0,000). Variabel perbaikan berkelanjutan dan kerjasama dalam unit rumah sakit merupakan faktor yang paling berhubungan terhadap persepsi pelaporan kesalahan medis dengan nilai Exp (B) masing-masing yaitu 19.927. Saran dalam penelitian adalah perlu adanya sosialisasi dan pelatihan terkait pelaporan kesalahan medis serta program peningkatan budaya keselamatan untuk meningkatkan persepsi positif terhadap pelaporan kesalahan medis di rumah sakit.

Pengaruh Pemberian Antimicrobial Terhadap Penyembuhan Luka pada Pasien Ulkus Diabetikum Bagenda, Tiara Desiniary; Munir, Nur Wahyuni; Agustini, Tutik
Window of Nursing Journal Vol. 2 No. 1 (Juni, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.552 KB)

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan komplikasi dari DM yang tidak ditangani dengan benar yang dapat menimbulkan infeksi. untuk mengatasi infeksi tersebut diperlukan pengobatan yang tepat salah satunya adalah antimicrobial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh pemberian antimicrobial terhadap penyembuhan luka pada pasien ulkus diabetikum di ETN Centre Makassar. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan Quasi-Experiment. Adapun penentuan sampel dilakukan dengan teknik sampling jenuh dengan besar sampel sebanyak 20 respoinden pada kelompok eksperimen. Hasil penelitian dengan menggunakan uji t berpasangan menunjukkan bahwa pemberian antimicrobial dapat meningkatkan penyembuhan luka terhadap pasien ulkus diabetikum dengan taraf signifikan sebesar 5%. Pemberian antimicrobial dapat menurunkan jumlah pasien menjadi 15 orang (75%) luka regenerasi dan 5 orang (25%) jaringan sehat. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pemberian antimicrobial dapat meningkatkan penyembuhan luka pada pasien ulkus diabetikum di ETN Centre Makassar.
Pengaruh Massase Effleurage Abdomen terhadap Penurunan Dismenore Primer pada Remaja Putri Jama, Fatma; Azis, Asna
Window of Nursing Journal Vol. 1.No. 1 (Juni 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.005 KB) | DOI: 10.33096/won.v1i1.17

Abstract

Dismenore adalah nyeri pada saat menstruasi. Nyeri sebagai suatu sensori subjektif dan pengalaman emosional yang tidak menyenangkan berkaitan dengan kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau yang dirasakan dalam kejadian-kejadian dimana terjadi kerusakan. Salah satu tindakan non-farmakologi dalam menangani nyeri yaitu massase dengan teknik massase effleurage yang aman dapat mengurangi nyeri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh massase effleurage abdomen terhadap penurunan nyeri dismenore primer pada remaja putri SMAN 1 Siotapina.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan menggunakan desain pra-eksperiment dengan rancangan pretest-postest. Pada penilitian ini menggunakan non probability sampling dengan metode consecutive sampling, Populasi pada penilitian ini adalah semua siswi putri yang mengalami dismenore primer pada kelas Xl IPA yang berjumlah 16 siswi. Analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat, dimana bivariat menggunakan analisa uji Wilcoxon. Instrumen yang digunakan Numeric Rating Scale (NRS). Sampel diberikan terapi massase effleurage abdomen 3-5 menit selama 3 hari berturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan nilai ρ = 0.000, dimana nilai ρ lebih kecil dari α=0,05 maka Ha diterima dan H0 ditolak. Sehingga, dapat disimpulkam bahwa terdapat berbedaan hasil sebelum dan setelah pemberian massase effleurage abdomen sehingga terdapat adanya pengaruh massase effleurage abdomen dengan skala nyeri disminore.
Reposisi dan Massage Menurunkan Derajat Dekubitus pada Pasien Immobilisasi dengan Gangguan Neurologis: Case Report Najihah, Najihah; Sulistiani, Ita; Pailungan, Ferly Yacoline; Musdalifah, Musdalifah; Wijaya, I Kade; Thalib, Abdul; Mas’ud, Alfian; Tahir, Takdir; Afelya, Titi Iswanty
Window of Nursing Journal Vol. 1.No. 1 (Juni 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.097 KB) | DOI: 10.33096/won.v1i1.18

Abstract

Stroke dan penyakit gangguan fungsi neurologis lainnya akan mengakibatkan berbagai macam gangguan fungsi tubuh seperti gangguan fungsi kognitif, sirkulasi, kekuatan otot, fungsi perifer, fisiologis yang akan berpengaruh pada sistem sensorik dan motorik penderitanya. Hal ini membuat pasien mengalami immobilisasi. Immobilisasi yang lama akan menimbulkan resiko kerusakan pada permukaan tubuh yang tertekan yang disebut dengan dekubitus terutama pada daerah-daerah yang menonjol. Oleh karena dilakukan pemberian tindakan reposisi dan massage untuk menurunkan derajat dekubitus pasien imobilisasi dengan gangguan neurologis. Penelitian ini merupakan penerapan Evidence Based Nursing Practice (EBNP) dengan pendekatan studi kasus yang melihat perubahan pada luka dekubitus yang terjadi setiap hari. Populasi dalam penerapan EBNP ini adalah seluruh pasien yang dirawat di Ruang perawatan Lontara 3 Neuro RS dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, sampel ditentukan berdasarkan Number Needed to Treat (NNT) dari jurnal utama yang digunakan sebagai pedoman penerapan EBNP. Hasil implementasi EBNP ditemukan bahwa pemberian reposisi dan massage selama 7 hari dapat menurunkan ukuran diameter luka, memberikan perubahan warna mendekati warna kulit di sekitar, lebih cepat menurunkan derajat luka pada dekubitus derajat 1, dan lebih cepat menurunkan derajat dekubitus pada bagian Heel. Disimpulkan bahwa reposisi dan massage efektif dalam menurunkan dekubitus derajat 1 dan 2 pada pasien imobilisasi dengan gangguan neurologis di Ruang Lontara 3 Neuro RS dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Sehingga perawat sebaiknya melakukan screening dekubitus dan jika ditemukan tanda-tanda dekubitus derajat 1 dan 2 sebaiknya dilakukan kombinasi reposisi tiap 2 jam dan massage 2 kali sehari minimal selama 7 hari. Stroke and other neurological dysfunction diseases will result in various kinds of bodily disorders such as cognitive impairment, circulation, muscle strength, peripheral function, physiological effects that will affect the sensory and motor systems. This makes the patient immobilized. Prolonged immobilization will pose a risk of damage to depressed body surfaces called pressure ulcers, especially on prominent areas. Therefore, the administration of repositioning and massage measures to reduce the degree of pressure ulcers of immobilized patients with neurological disorders. This research is the application of Evidence Based Nursing Practice (EBNP) with a case study approach that looks at changes in pressure ulcers that occur every day. The population in the application of EBNP is all patients treated in the Lontara 3 room Neuro at Hospital Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. The sampling technique used is purposive sampling, the sample is determined based on the Number Needed to Treat (NNT) from the main journal that is used as a guideline for the implementation of EBNP. The results of the EBNP implementation found that the administration of repositioning and massage for 7 days can reduce the size of the wound diameter, provide color changes close to the color of the surrounding skin, more quickly reduce the degree of injury in pressure ulcerss 1 degree, and more quickly reduce the degree of pressure ulcers on the heel. It was concluded that repositioning and massage are effective in reducing pressure ulcers 1 and 2 in immobilized patients with neurological disorders in the Lontara 3 room Neuro Hospital Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. So that nurses should do dekubituss and if there are signs of pressure ulcers 1 and 2 should be a combination of repositioning every 2 hours and massage twice a day for at least 7 days.
Faktor yang Mempengaruhi Fungsi Kognitif pada Lansia Ramli, Rahmawati; Fadhillah, Masyita Nurul
Window of Nursing Journal Vol. 1.No. 1 (Juni 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.156 KB) | DOI: 10.33096/won.v1i1.21

Abstract

Perubahan mental yang dialami lanjut usia diantaranya perubahan kepribadian, memori, dan perubahan intelegensi, diantaranya: perkembangan dunia, pertambahan usia, faktor geografis, jenis kelamin, kepriadian, stresor sosial, dukungan sosial, dan pekerjaan. Seiring dengan pertambahan jumlah lanjut usia maka dokter dilayanan primer akan sering mendapatkan masalah gangguan fungsi kognitif pada lanjut usia. Jika dikaitkan dengan tekanan darah, hipertensi meningkatkan risiko terjadinya mild cognitive impairment dan demensia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor yang berpengaruh terhadap fungsi kognitif pada lansia di Puskesmas JUmpandang baru. Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. pengambilan sampel dalam penelitain ini adalah purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 67 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square dengan nilai alternatif Fisher’s exact test diperoleh nilai p pada variabel Hipertensi adalah 0,770 atau p > a = 0,05 sedangkan pada variable aktifitas olahraga didapatkan Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square dengan nilai alternatif Fisher’s exact test diperoleh nilai p pada variabel aktivitas olahraga adalah 0,006 atau p ˂ a = 0,05. Sehingga dpat disimpulkan Tidak terdapat hubungan antara Hipertensi dengan status kognitif lansia dan terdapat hubungan antara aktifitas olahraga terhadap status kognitif Lansia.
Kejadian Obesitas dengan Tingkat Dismenhore Primer pada Remaja Putri Taqiyah, Yusrah; Alam, Rizqy Iftitah; Jusmawati, Jusmawati
Window of Nursing Journal Vol. 1.No. 1 (Juni 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.695 KB) | DOI: 10.33096/won.v1i1.22

Abstract

Remaja adalah suatu tahap transisi antara masa kanak-kanak kemasa dewasa. Remaja akan mengalami masa pubertas, salah satu tanda pubertas remaja yaitu menstruasi. Obesitas adalah penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan, sehingga meningkatkan kadar prostaglandin dalam tubuh dan memicu terjadinya dismenore. Tujuan penelitian ini, mengetahui hubungan kejadian obesitas dengan tingkat dismenore pada remaja putri di SMAN 20 Bone. Desain penelitian yang di gunakan adalah obeservasional analitik dengan pendekatan Cross sectional study. Dilaksanakan di SMAN 20 Bone pada bulan Agustus 2019. Populasi penelitian ini, semua siswi kelas X dan XI jurusan IPA dan IPS yaitu sebanyak 115 siswi. Adapun penentuan perkiraan jumlah sampel yang akan diambil digunakan rumus slovin dengan teknik Stratified Sampling yaitu sebanyak 90 sisiwi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswi yang obesitas dan mengalami tingkat dismenore (tidak nyeri, ringan, sedang, berat dan sangat berat) sebanyak 40 sisiwi. Uji hubungan dilakukan dengan menggunakan uji statistik Chi-Square, dengan tingkat kemaknaan, nilai ρ=value 0,003 (<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini, menunjukkan bahwa ada hubungan kejadian obesitas dengan tingkat dismenore pada remaja putri di SMAN 20 Bone. Teenagers are a transitional stage between childhood and adulthood. Teenagers will experience puberty, one sign of adolescent puberty is menstruation. Obesity is excessive accumulation of body fat tissue, thereby increasing prostaglandin levels in the body and triggering dysmenorrhea. The purpose of this study was to determine the relationship of the incidence of obesity with the level of dysmenorrhea in young women at SMAN 20 Bone. The research design used was observational analytic with cross sectional study approach. Conducted at 20 Bone High School in August 2019. The population of this study, all students of class X and XI majoring in Natural Sciences and Social Sciences as many as 115 students. The determination of the estimated number of samples to be taken used the Slovin formula with the Stratified Sampling technique of 90 students. The results showed that students who were obese and experienced levels of dysmenorrhea (painless, mild, moderate, severe and very severe) were 40 students. The relationship test was performed using the Chi-Square statistical test, with significance level, the value of ρ = value 0.003 (<0.05). The conclusions of this study, show that there is a relationship between the incidence of obesity with the level of dysmenorrhea in young women at SMAN 20 Bone.
Faktor yang Berhubungan dengan Kecemasan Ibu Primigravida Menjelang Persalinan Suhermi, Suhermi; Amirasti, Syamsinar
Window of Nursing Journal Vol. 1.No. 1 (Juni 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.124 KB) | DOI: 10.33096/won.v1i1.23

Abstract

Kehamilan merupakan sesuatu yang wajar terjadi pada wanita yang produktif, tetapi ketidaktahuan mereka akan perilaku-perilaku, informasi-informasi yang berkaitan dengan reproduksi akan menimbulkan kecemasan tersendiri. Penelitian ini bertujuan Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kecemasan ibu primigravida menjelang persalinan di wilayah kerja Puskesmas Rumbia Kabupaten Jeneponto. Desain penelitian yang digunakan peneliti cross sectional study. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Sampel penelitian sebanyak 30 ibu primigravida. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisoner dukungan keluarga, religiusitas dan kecemasan. Hasil penelitiian menunjukkan bahwa ada hubungan umur dengan kecemasan (p = 0,016), ada hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan (p = 0,004),dan ada hubungan religiusitas dengan kecemasan ibu primigravida menjelang persalinan di wilayah kerja puskesmas Rumbia Kabupaten Jeneponto (p = 0,047). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara umur, dukungan keluarga, religiusitas dengan kecemasan ibu primigravida menjelang persalinan di wilayah kerja puskesmas Rumbia Kabupaten Jeneponto. Untuk itu, maka diharapkan tenaga medis dapat memberikan penyuluhan kepada ibu hamil mengenai proses persalinan dan solusi yang dapat mengurangi kecemasan ibu primigravida dalam menghadapi proses persalinan.
Hubungan Perawatan Paliatif dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara Safruddin, Safruddin; Maryunis; Suhermi; Papalia, Sunarti
Window of Nursing Journal Vol. 1.No. 1 (Juni 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.517 KB) | DOI: 10.33096/won.v1i1.24

Abstract

Pasien pendertita kanker payudara akan mengalami perubahan fisik, psikologis (seperti tingkat depresi dan kecemasan), fungsi sosial, seksual serta aktifitas sehari-hari. sehingga akan berpengaruh terhadap kualitas hidup atau quality of life (QOL) penderita. Akan tetapi dengan adanya Perawatan paliatif yang baik diharapkan mampu merubah kualitas hidup pasien kanker menjadi lebih baik. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perawatan paliatif dengan kualitas hidup pada pasien kanker payudara di Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. pengambilan sampel dalam penelitain ini adalah purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 43 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perawatan paliatif dengan kualitas hidup baik yaitu 26 pasien (83,9%) dan yang memiliki perawatan paliatif dengan kualitas hidup kurang baik 5 pasien (16,1%) sedangkan yang memiliki perawatan palitif dengan kualitas hidup cukup baik 3 pasien (30,0%) dan yang memiliki perawatan paliatif dengan kualitas hidup kurang baik 7 pasien (70,0%) sedangkan perawatan paliatif dengan kualitas hidup Baik 0 pasien (0,0%) dan yang memiliki perawatan paliatif dengan kualitas hidup kurang baik 2 pasien (4,7%). Hasil uji statistik Chi Square diperoleh nilai probabilitas (p value =0,001. Sehigga dapat disimpulkan bahwa ini adalah terdapat hubungan antara perawatan paliatif dengan kualitas hidup pada kualitas hidup pada pasien kanker payudara di Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar.
Hubungan Pembagian Nurse Shift dan Overtime Working dengan Produktivitas Kinerja Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Labuang Baji Makassar Mokodompit, Kurniawan; Agustini, Tutik; Siokal, Brajakson
Window of Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (Desember, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.497 KB) | DOI: 10.33096/won.v1i2.196

Abstract

Labor productivity can be affected by various factors such as shift work and overtime working , where the work shift is a method of division of time that has different working hours while overtime work or overtime working is a type of work that is done outside of normal working hours .This study aims to determine the relationship between the division of Nurse Shift and Overtime Working with Performance Productivity in the Inpatient Room of LabuangBaji Hospital in Makassar.This research is a type of Cross Sectional Study, this research was conducted by direct observation by researchers, the determination of the sample was carried out by total sampling technique with a sample size of 35 respondents who met the inclusion criteria, the relationship test was performed with the Chi-Square test with a significance level α <0.05.The results showed that there was no relationship between nurse shift with performance productivity using the Chi- Square test obtained ρ = 0, 203 and there was no relationship between overtime working with performance productivity using the chi square test obtained ρ = 0.603 . It is recommended to hospital agencies to routinely provide motivation to improve morale and work ethic so as to cause high dedication , the management also routinely conducts surveillance of nurse productivity .
Gambaran Tingkat Kecemasan, Depresi dan Stres pada Penderita Diabetes Mellitus Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar Tahun 2020 Saleh, Rismawati; Maryunis; Murtini
Window of Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (Desember, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.503 KB) | DOI: 10.33096/won.v1i2.231

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolic yang berlangsung kronik diamana penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tidak mampu menggunakan insulin secara efektif, maka terjadilah kelebihan gula dalam darah dan baru dirasakan setelah terjadi komplikasi lanjut pada organ tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan, depresi dan stress pada penderita diabetes mellitus di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar tahun 2020. Penelitian ini adalah deskriptif. Teknik sampel yang digunakan adalah aksidental sampling dengan 35 responden. Pengumpulan data penelitian menggunakan instrumen Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS 42). Selanjutnya, data dianalisi menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beradasarkan variabel kecemasan penderita Diabetes Mellitus yang tidak mengalami kecemasan sebanyak 12 orang (34,3%) dan mengalami kecemasan sebanyak 23 orang (65,7%). Berdasarkan variabel stress penderita Diabetes Mellitus yang tidak mengalami stres sebanyak 28 orang (80,0%) dan yang mengalami stress sebanyak 7 orang (20,0%) dan berdasarkan variabel depresi penderita Diabetes Mellitus yang tidak mengalami depresi sebanyak 24 orang (68,6%) dan yang mengalami depresi sebanyak 11 orang (31,4%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penderita Diabetes Mellitus mengalami kecemasan (65,7%). sebagian besar penderita Diabetes Mellitus tidak mengalami stres (80,0%) dan sebagian besar penderita Diabetes Mellitus yang tidak mengalami depresi sebanyak (68,6%). Sebagai saran dalam penelitian ini adalah kepada penderita diabetes mellitus hendaknya senantiasa memperhatikan dan memonitor kadar gula darah, agar dapat dicegah terjadinya peningkatan tingkat depresi, kecemasan dan stres.

Page 1 of 4 | Total Record : 39