cover
Contact Name
Maria Elvina Tresia Butar-Butar
Contact Email
mariaelvinatresia@gmail.com
Phone
+6285350040007
Journal Mail Official
jfe@stikesdirgahayusamarinda.ac.id
Editorial Address
Jl. Pasundan No.21, Jawa, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75122
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Etam
ISSN : 27976696     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.52841/jfe.v1i2
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi Etam diterbitkan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda, yang terbit setahun dua kali pada bulan Juni dan Desember yang memuat hasil penelitian dengan ruang lingkup; Teknologi Farmasi, Preformulasi dan Formulasi, Biofarmasi, Farmakokinetika, Farmakodinamika, Farmakogenitika, Farmasi Analisis, Penemuan dan Pengembangan Obat / Eksipien, Kimia Bahan Alam, Obat Tradisional , Farmakognosi dan Fitokimia, Mikrobiologi dan Bioteknologi, Farmakologi dan Toksikologi, Farmasi Komunitas dan Klinis, Farmasi Sosial dan Administrasi, Pharmaceutical Care.
Articles 14 Documents
Synthesis Polyelectrolyte Complex Membrane Polystyrene Sufonate-Chitosan from Styrofoam Waste as The Adsorbent for Cu(II) and Ni(II) Metal Nurillahi Febria Leswana; Dwi Siswanta; Adhitasari Suratman
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 1 No 1 (2021): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.262 KB) | DOI: 10.52841/jfe.v1i1.173

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan sintesis membran polistirena sulfonat (PSS)-kitosan dari modifikasi limbah styrofoam, kemudian dipelajari kemampuannya dalam mengadsorpsi logam Ni(II) dan Cu(II). Telah ditentukan pula komposisi optimum PSS-kitosan, uji stabilitas asam basa, dan kemampuan swellingnya. Parameter kajian adsorpsi yang dipelajari dalam penelitian ini meliputi pH optimum, kinetika adsorpsi, isoterm adsorpsi, pengaruh kation lain secara selektifitas, dan penentuan mekanisme adsorpsi. Analisis logam Cu(II) dan Ni(II) sebelum dan sesudah proses adsorpsi dilakukan dengan menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) Hasil penelitian menunjukkan bahwa polistirena sulfonat (PSS) berhasil diperoleh dari reaksi sulfonasi limbah styrofoam yang ditunjukan dengan spektra FTIR. Komposisi optimum membran PSS:kitosan untuk mengadsorpsi logam Cu(II) dan Ni(II) adalah perbandingan 60:40 dengan kestabilan, sifat fisik, dan kemampuan adsorpsi yang paling baik. Keadaan pH optimum adsorpsi logam Cu(II) dan Ni(II) berada pada pH 5, waktu optimum berturut-turut 45 menit dan 60 menit, serta konsentrasi optimum berturut-turut 60 ppm dan 40 ppm. Model kinetika dan isoterm adsorpsi logam Cu(II) dan Ni(II) pada membran PSS-kitosan adalah orde kedua semu (McKay dan Ho) dan model isoterm Freundlich. Tetapan laju reaksi logam Cu(II) dan Ni(II) pada pH 5 berturut-turut 0,480 mmol/g-1menit-1 dan 0,423 mmol/g-1menit-1. Adanya logam Ni(II) dalam adsorpsi Cu(II) tidak memberikan pengaruh yang signifikan sampai pada perbandingan Ni(II)/Cu(II)= 2:1, namun sebaliknya dengan kehadiran logam Cu(II) pada adsorpsi logam Ni(II) sudah memberikan pengaruh pada perbandingan Ni(II)/Cu(II)=1:1. Afinitas membran PSS-kitosan terhadap logam adalah Cu(II) > Ni(II). Pada studi desorpsi diketahui jenis interaksi antara adsorbat dan situs aktif adsorben merupakan mekanisme pembentukan kompleks, pemerangkapan dan pembentukan ikatan hidrogen. ABSTRACT Synthesis of polystyrene sulphonate (PSS) – chitosan membrane of styrofoam waste modification and its ability to adsorb Ni (II) and Cu (II) metals has been studied. The optimum composition of PSS-chitosan, acidity stability test, and swelling ability have been determined. The parameters of the adsorption study studied in this study include optimum pH, adsorption kinetics, adsorption isotherms, selective cationic effects, and determination of adsorption mechanisms. Analysis of Cu (II) and Ni (II) metals before and after the adsorption process was performed using Atomic Absorption Spectrophotometric (AAS) The results showed that polystyrene sulphonate (PSS) was obtained from the sulfonation of styrofoam waste using the FTIR spectra. The optimum composition of rasio PSS: chitosan membrane for adsorbing Cu (II) and Ni (II) is 60:40 with the best stability, physical properties, and adsorption capability. The optimum pH adsorption of Cu (II) and Ni (II) metals was at pH 5, the optimum time was 45 min and 60 min, and the optimum concentrations were 60 ppm and 40 ppm. The kinetic and adsorption models of Cu (II) and Ni (II) metals on PSS-chitosan membranes are second-order (McKay and Ho) and Freundlich isotherm model. The reaction rates of Cu (II) and Ni (II) reactions at pH 5 were 0.480 mmol / g-1menit-1 and 0.423 mmol / g-1menit-1. The presence of Ni (II) metal in Cu (II) adsorption did not give a significant effect to the ratio of Ni (II) / Cu (II) = 2: 1, but with the presence of Cu (II) metal on metal adsorption Ni (II) have an effect on the ratio of Ni (II) / Cu (II) = 1: 1. The affinity of PSS-chitosan membrane to metal is Cu (II)> Ni (II). Sequential desorption studies showed that the adsorption of Cu (II) and Ni (II) metals on the PSS-chitosan membrane were estimated to follow a complex formation, hydrogen bond formation, and physical entrapment mechanisms.
Antibacterial Activity of Kawista Rind Methanol Extract (Limonia acidissima L.) Against Propionibacterium acnes Ika Maruya Kusuma; Silfia Yohana Jastian
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 1 No 1 (2021): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.145 KB) | DOI: 10.52841/jfe.v1i1.176

Abstract

ABSTRAK Kawista (Limonia acidissima L) merupakan tanaman buah famili Rutaceae yang ada di Indonesia. Kawista banyak mengandung flavonoid dan alkaloid yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Pemanfaatan kulit buah kawista sebagai bahan obat belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak metanol kulit buah kawista terhadap P. acnes, melalui nilai diameter daya hambat. Metode penelitian meliputi pembuatan ekstrak secara maserasi dengan pelarut metanol, penapisan fitokimia, uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram pada ekstrak dengan konsentrasi 25%, 50% dan 75%. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak metanol kulit buah kawista pada konsentrasi 25%, 50% dan 75% memiliki aktivitas anti bakteri pada P.acnes dengan nilai diameter daya hambat secara berurut yaitu 10,80 mm, 12,40 mm dan 13,31 mm, masuk kategori kuat. ABSTRACT Kawista (Limonia acidissima L.) is a fruit from the Rutaceae in Indonesia and is known to contain flavonoids and alkaloids, that have the potential to be antibacterial to Propionibacterium acnes. The use of kawista rind as a medicinal have not been used. This study aims to determine the activity of methanol extract of kawista rind through the value of Inhibition Zone Diameter against Propionibacterium acnes. Research methods include Limonia acidissima rind was macerated by methanol, phytochemical, antibacterial activity test on extracts, with concentrations of 25%, 50% and 75%. The results showed extracts with concentrations of 25%, 50% and 75% had antibacterial activity against Propionibacterium acnes with Inhibition Zone Diameter of 10,80 mm; 12,40 mm and 13,31 mm, strong category.
Inhibition of HMG-CoA Reductase Activity from Active Compounds of Ginger (Zingiber officinale): In-Silico Study Rosario Trijuliamos Manalu; Imelia Omega Meheda; Cintya Octaviani
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 1 No 1 (2021): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.48 KB) | DOI: 10.52841/jfe.v1i1.177

Abstract

ABSTRAK Koleterol merupakan salah satu dari lemak tubuh dalam asam lemak bebas dan ester, yang termasuk komponen utama selaput sel otak dan saraf. Namun, tidak jarang kolesterol menjadi penyebab penyakit terutama penyakit jantung yang terus meningkat setiap tahunnya di Indonesia. Sehingga perlu strategi pengobatan yang efektif dan aman dengan melakukan penelitian tanaman Indonesia sebagai upaya kemandirian bahan baku obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas penghambatan dari senyawa aktif tanaman Jahe pada HMG-KoA reduktase secara in-silico melalui penambatan molekul. Senyawa aktif yang digunakan dalam penelitian ini curcumin, capsaisin, gingerol, paradol, shogaol dilakukan docking molekuler menggunakan software PLANTS dengan tujuan untuk mengetahui score docking dan interaksi kelima senyawa terhadap enzim HMG-KoA reduktase yang berperan terhadap metabolism lemak/kolesterol. Senyawa pembanding yang digunakan adalah simvastatin dan atorvastatin yang merupakan obat lini pertama untuk pengobatan displipidemia. Hasil score docking menunjukkan bahwa kelima senyawa aktif yang digunakan sebagai ligan, menunjukkan score docking yang lebih rendah dibandingkan dengan ligan pembanding, sehingga kelima senyawa aktif ini mampu untuk menghambat biosintesis kolesterol atau kandidat obat baru pengganti simvastatin dan atorvastatin serta berpotensi sebagai dyslipidemia. ABSTRACT Cholesterol is one of the body's fats in free fatty acids and esters, which are the main components of brain and nerve cell membranes. However, it is not uncommon for cholesterol to be the cause of disease, especially heart disease, which continues to increase every year in Indonesia. So it needs an effective and safe treatment strategy by conducting research on Indonesian plants as an effort to be independent of medicinal raw materials. The aim of this study was to determine the inhibitory activity of the active compound of Ginger plant on HMG-CoA reductase in-silico through molecular anchoring. The active compounds used in this study were curcumin, capsaicin, gingerol, paradol, shogaol. Molecular docking was carried out using PLANTS software with the aim of knowing the docking score and the interaction of the five compounds with the HMG-CoA reductase enzyme that plays a role in fat/cholesterol metabolism. Comparative compounds used are simvastatin and atorvastatin which are first-line drugs for the treatment of dysplipidemia.
The Effect of Water Instant Noodle on Histologycal Appearance of Pregnant Mice (Mus musculus L.) Sister Sianturi
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 1 No 1 (2021): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1957.648 KB) | DOI: 10.52841/jfe.v1i1.178

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan sebagai lanjutan dari penelitian sebelumnya yaitu uji pemberian air rebusan mie instan pada mencit betina bunting dan diperoleh hasil bahwa terdapat kelainan fetus tetapi pada analisis statistic kelainan tersebut tidak signifikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran histologi organ hepar mencit betina bunting setelah pemberian air rebusan mie instan. Tahapan penelitian ini adalah sebagai berikut: persiapan hewan uji mencit betina bunting yang sudah diberi perlakuan air rebusan mie instan dari 3 merek yang berbeda yaitu P1, P2, dan P3.Masing-masing perlakuan tersebut terdiri atas pemberian air rebusan dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 30%, 50%, dan 70% selama 14 hari, kemudian mencit dikorbankan lalu diambil organ hepar, pembuatan preparat histology, lalu diamati struktur histologinya. Metode pembuatan preparat histologi mengikuti prosedur pewarnaan HE (Haematoxyllin-Eosine). Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan struktur sel hepatosit hepar pada perlakuan yaitu degenerasi midzonal dan nekrosis. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh pemberian perlakuan air rebusan mi instan terhadap susunan sel hepar. Penelitian menggunakan jumlah sampel organ yang terbatas sehingga perlu dilakukan penelitian dengan sampel yang lebih banyak dan diperlukan adanya analisis statistik untuk mengetahui tingkat derajat kerusakan sel. ABSTRACT This study was conducted based on previous research, to test of giving instant noodle boiled water to pregnant female mice and the results showed that there were fetal abnormalities but the statistical analysis of these abnormalities was not significant. This study was conducted to determine the histology of the liver of pregnant female mice after giving instant noodle boiled water. The stages of this research are as follows: preparation of pregnant female mice that have been treated with instant noodle boiled water from 3 different brands, namely P1, P2, and P3. Each treatment consisted of giving boiled water with different concentrations of 30 %, 50%, and 70% for 14 days, then the mice were sacrificed and then the liver was taken, histology preparations were made, then the histological structure was observed. The method of making histology preparations followed the HE (Haematoxyllin-Eosine) staining procedure. The results showed that there were changes in the structure of the liver hepatocyte cells in the treatment, namely midzonal degeneration and necrosis. This shows that there is an effect of giving instant noodle boiled water treatment on the composition of liver cells. The study used a limited number of organ samples, so it is necessary to do research with more samples and statistical analysis is needed to determine the degree of cell damage
Antibacterial Activity of Grape Seeds Extracts (Vitis vinifera L.) Against Streptococcus mutans ATCC 31987 Fathin Hamida; Vilya Syafriana; Carla Febriayu Ramadhani; Elsa Vera Nanda
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 1 No 1 (2021): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.553 KB) | DOI: 10.52841/jfe.v1i1.187

Abstract

ABSTRAK Streptococcus mutans merupakan salah satu bakteri penyebab karies gigi. Penggunaan antibiotic merupakan terapi infeksi yang umum dilakukan untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Biji anggur diketahui mengandung senyawa polifenol yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ektrak biji anggur terhadap Streptococcus mutans. Bahan uji yang digunakan adalah buah anggur yang diambil bijinya. Buah anggur diperoleh dari Pasar Induk, Kramat Jati, Jakarta Timur. Ekstrak biji anggur diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etil asetat dan etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram pada media Mueller Hinton Agar dengan konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 40%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% biji anggur memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 40% dengan nilai hambatan secara berurutan sebesar 8,46 mm; 8,91 mm; 9,89 mm; dan 11,04 mm. Hasil pada ekstrak etil asetat juga menunjukkan ada aktivitas penghambatan pada konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 40% dengan nilai hambatan secara berurutan sebesar 7,72 mm; 8,50 mm; 9,64 mm; dan 10,51 mm. Ekstrak etanol 70% biji anggur memiliki daya hambat yang lebih besar dibandingkan dengan ekstrak etil asetat. Hasil ini dapat menjadi acuan untuk pengembangan potensi biji anggur sebagai bahan obat atau kosmedik (kosmetik-medik) penanganan karies gigi. ABSTRACT Streptococcus mutans is one of the bacteria that cause dental caries. The antibiotics usually used for the therapy of this infection to inhibit bacterial growth. Polyphenol, which recommended as an antibacterial agent, is common secondary metabolites in grape seeds. The purpose of this study is to know the activity of grape seed extract against Streptococcus mutans. The grape seeds were obtained from fresh fruits which bought from Pasar Induk, Kramat Jati, East Jakarta. The grape seed extract was obtained by the maceration method using ethyl acetate and 70% ethanol. The antibacterial activity test was carried out using the disk diffusion method on Mueller Hinton Agar media with a concentration of 5%, 10%, 20%, and 40%. The results showed that 70% ethanol extract of grape seeds had antibacterial activity at concentrations of 5%, 10%, 20%, and 40% with a value of 8.46 mm; 8.91 mm; 9.89 mm; and 11.04 mm respectively. The results of ethyl acetate extract also showed inhibitory activity at concentrations of 5%, 10%, 20%, and 40% with values ​​of 7.72 mm; 8.50 mm; 9.64 mm; and 10.51 mm respectively. The inhibition of 70% ethanol extract of grape seed is greater than ethyl acetate extract. The results of the study can be used as reference for the potential development of grape seed as a medicinal or cosmedic cosmetic-medical) ingredient for treating dental caries.
Formulation and Evaluation Lotion of Tengkawang Seed Fat (Shorea mecistopteryx Ridley) and Cocoa Fat (Theobroma cacao L.) as a Base Maria Elvina Tresia Butar-Butar; Yulia Sukawaty; Hayatus Sa'adah
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 1 No 1 (2021): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.325 KB) | DOI: 10.52841/jfe.v1i1.188

Abstract

ABSTRAK Lemak biji tengkawang (Shorea mecistopteryx Ridley) merupakan salah satu tumbuhan khas Kalimantan yang memiliki karakteristik fisik menyerupai lemak kakao. Kandungan lemak nabati yang tinggi pada lemak biji tengkawang, seperti asam oleat sebesar 55,95%, asam palmitat 14,02%, miristat 0,05%, dan stearat 0,05% mendorong peneliti untuk melakukan penelitian dengan memanfaatkan lemak biji tengkawang sebagai basis dalam pembuatan sediaan kosmetika, seperti losion. Penelitian ini dilakukan dengan mengkombinasi lemak biji tengkawang dan lemak kakao sebagai basis losion. Kombinasi ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik losion yang dihasilkan dari perbedaan kosentrasi. Karakteristik fisik losion diketahui melalui beberapa evaluasi, yaitu organoleptis, homogenitas, viskositas, pH, daya lekat, penyusutan bobot, dan stabilitas secara mekanik. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan diperoleh data yang menunjukkan adanya pengaruh yang disebabkan oleh perbedaan kosentrasi basis terhadap karakteristik fisik losion. Perbedaan karakteristik fisik yang mencolok terutama terlihat pada nilai viskositas yang menunjukkan formula I 1485,55 cp, formula II 3408,88 cp, formula III 2017,77 cp, dan formula IV 3314,44 cp. Viskositas meningkat seiring lama waktu penyimpanan dan ini berbanding lurus dengan kemampuan daya lekat losion. ABSTRACT Tengkawang seed fat (Shorea mecistopteryx Ridley) is one of the typical plants of Kalimantan that has physical characteristics resembling cocoa fat. The high content of vegetable fats in tengkawang seed fats, such as oleic acid by 55.95%, palmitic acid 14.02%, miristat 0.05%, and stearate 0.05% encouraged researchers to conduct research by utilizing tengkawang seed fat as the basis in the manufacture of cosmetic preparations, such as lotions. This research was conducted by combining tengkawang seed fat and cocoa fat as the basis of lotion. This combination aims to determine the physical characteristics of lotions resulting from differences in concentration. The physical characteristics of lotions are known through several evaluations, namely organoleptis, homogeneity, viscosity, pH, adhesion, weight shrinkage, and mechanical stability. Based on the evaluation conducted obtained data that shows the influence caused by differences in the concentration of the base to the physical characteristics of lotions. Striking differences in physical characteristics are especially noticeable in viscosity values indicating formulation I 1485.55 cp, formulation II 3408.88 cp, formulation III 2017.77 cp, and formulation IV 3314.44 cp. Viscosity increases over a long period of time and this is directly proportional to the lotion's adhesion capability.
Profil Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kebun Handil Kota Jambi 2020 Muhammad Azis islama Muhammad Azis islama
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 1 No 2 (2021): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.482 KB) | DOI: 10.52841/jfe.v1i2.200

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan tekanan darah seseorang yang berada diatas normal atau optimal yaitu 120 mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk diastolik, dan penyakit ini dikategorikan sebagai the silentdisease karena penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di puskesmas kebun handil kota jambi 2020 yang dilakukan secara retrospektif berdasarkan karakteristik pasien dan data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien hipertensi berdasarkan usia yaitu 45-54 tahun 37 pasien (74%), jenis kelamin yaitu perempuan sebanyak 34 pasien (68%), dan klasifikasi hipertensi yaitu hipertensi tingkat dua sebanyak 26 pasien (52%). Berdasarkan data kuantitatif dengan persentase tertinggi pada golongan obat dan nama obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah calsium channel blocker (CCB) dan amlodipine sebanyak 48 pasien (60,76%). Persentase hipertensi berdasarkan dosis,bentuk sediaan dan aturan pakai yang paling banyak digunakan adalah tablet amlodipin 10 mg sekali sehari 44 pasien (55,70%), sedangkan berdasarkan jumlah kombinasi obat yang paling banyak digunakan yaitu kombinasi 2 antihipertensi sebanyak 25 pasien (50%).
Formulasi Sabun Padat dari Limbah Minyak Jelantah Yang Dimurnikan Dengan Arang Limbah Kulit Jeruk Manis amelia febriani
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 1 No 2 (2021): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.749 KB) | DOI: 10.52841/jfe.v1i2.203

Abstract

Minyak jelantah merupakan limbah yang berasal dari jenis-jenis minyak goreng seperti hal nya minyak jagung, minyak sayur dan sebagainya, oleh karena itu minyak jelantah kemungkinan bisa dijadikan sebagai bahan dasar penggunaan sabun padat. Tujuan penelitian ini memanfaatkan limbah minyak jelantah dan kulit jeruk dan memformulasikannya menjadi sabun padat yang kemudian dievaluasi mutunya sesuai dengan SNI 3532, 2016. Bahan uji yang digunakan adalah minyak jelantah yang di dapat dari sebuah usaha katering di Jakarta dan arang limbah kulit jeruk manis (Citrus sinensis.L Osbeck) yang digunakan untuk memurnikan limbah minyak jelantah agara didapatakn sabun yang bermutu baik. Hasil pengujiann menunjukkan sabun berbahan dasar minyak jelantah (F2) secara umum memiliki karakteristik yang baik sesuai SNI 3532, 2016, sehingga dapat dimanfaakan sebagai sabun padat. Sabun minyak jelantah (F2) memiliki pH 9,22; persentase stabilitas busa 88,58%; kadar air 0,6%; bahan tak larut dalam etanol 0,8%, kadar alkali bebas 0,12% , dan kadar klorida 2,2 %. Semua parameter yang diuji menunjukan kesesuaian terhadap parameter pembanding yaitu sabun berbahan dasar minyak sawit bersih (F1) dan SNI, kecuali kadar klorida yang melebihi kadar yang disyaratkan
EVALUASI PERESEPAN OBAT BERDASARKAN INDIKATOR PERESEPAN WHO DI APOTEK X SAMARINDA susana linden
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 1 No 2 (2021): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.324 KB) | DOI: 10.52841/jfe.v1i2.206

Abstract

Kesalahan peresepan merupakan salah satu faktor penyebab dalam kesalahan pengobatan yang pada akhirnya dapat mengakibatkan pengobatan menjadi tidak efektif dan bahkan, tidak aman. Untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan obat, WHO melalui International Network for Rational Use of Drug telah mengembangkan indikator peresepan meliputi jumlah rata-rata obat yang diresepkan per pasien; persentase peresepan obat generik; persentase peresepan obat antibiotik; persentase peresepan sediaan injeksi dan persentase peresepan dari daftar obat esensial atau formularium. Pengkajian peresepan sangat diperlukan sebagai bahan acuan dalam membentuk standar terapi obat yang rasional dan bermutu tinggi. Penelitian ini disusun untuk mengkaji peresepan obat berdasarkan indikator peresepan yang telah ditetapkan oleh WHO (1993) dalam mengevaluasi penggunaan obat rasional dan prescribing error di Apotek X, Samarinda, periode Oktober 2019 - Oktober 2020. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental, bersifat observasional yang dilakukan dengan menggunakan penyajian data yang dirancang secara deskriptif kuantitatif, dimana data dikumpulkan secara retrospektif dari dokumen resep yang diterima apotek X pada periode Oktober 2019 - Oktober 2020. Hasil kajian penilaian indikator peresepan berdasarkan WHO di apotek X Samarinda menunjukkan rerata jumlah obat per lembar resep 1,44; persentase peresepan obat generik 29.05%; persentase peresepan antibiotik 21,40%; persentase peresepan injeksi 0%; dan persentase peresepan obat DOEN (2019) 100%. Permasalahan administratif yang banyak ditemui dalam resep adalah kurang lengkapnya informasi mengenai detail pasien dan detail penulis resep, sedangkan permasalahan bersifat farmasetis adalah tidak dicantumkannya satuan dosis. Pembentukan pola pikir yang sistematis dalam melakukan peresepan obat yang baik diperlukan untuk mempermudah tenaga medis meminimalisir penggunaan obat irasional dan meningkatkan kepuasan konsumen.
Analisis Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Infusa Daun Sempur (Dillenia suffruticosa (Griff.) Martelli) Terhadap Shigella dysentriae dan Staphylococcus aureus Vilya Syafriana; Nuke Paramitha Dewanti; Ana Yulyana
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 1 No 2 (2021): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.993 KB) | DOI: 10.52841/jfe.v1i2.207

Abstract

Sempur (Dillenia suffruticosa (Griff.) Martelli) merupakan tanaman hutan tropis yang dapat dijumpai di hutan Sumatra dan Kalimantan Indonesia. Secara empiris, daun dari tanaman ini dimanfaatkan untuk berbagai pengobatan seperti penyembuh luka, antidiabetes, dan antidiare. Pemanfaatan tanaman ini sebagai antidiare adalah dengan meminum air rebusannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas infusa daun sempur terhadap bakteri penyebab diare seperti Shigella dysentriae dan Staphylococcus aureus secara in vitro. Infusa dibuat dengan cara pemanasan selama 15 menit pada suhu 90°C menggunakan aquadest sebagai pelarut. Infusa yang diperoleh dianalisis kandungan fitokimianya secara kualitatif meliputi uji alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid, dan steroid. Infusa selanjutnya diuji aktivitas antibakterinya terhadap S. dysentriae dan S. aureus menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 40%. Hasil analisis fitokimia menunjukkan bahwa infusa daun sempur mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa infusa daun sempur pada setiap konsentrasi tidak mampu menghambat pertumbuhan kedua bakteri uji. Hal ini menggambarkan bahwa hasil uji in vitro tidak sejalan dengan kondisi empiris, akan tetapi hasil ini belum bisa dijadikan patokan bahwa air rebusan daun sempur tidak mampu mengobati diare. Perlu dilakukan penelitian lanjutan menggunakan konsentrasi yang lebih tinggi hingga 100% untuk memastikan kemampuan infusa daun sempur sebagai antidiare.

Page 1 of 2 | Total Record : 14