cover
Contact Name
Daud Pamungkas
Contact Email
daudp@unsur.ac.id
Phone
+6285721613541
Journal Mail Official
alinea@unsur.ac.id
Editorial Address
Jalan Dr. Muwardi, Cianjur, 43216 Telp/fak 0263 262284
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran
ISSN : 23016345     EISSN : 26147599     DOI : 10.35194/alinea.v1i1
Alinea is a scientific journal published by Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Suryakancana that covers various issues related to the learning of bahasa Indonesia. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been studied in the area of learning bahasa-sastra Indonesia.
Articles 56 Documents
Prinsip Kerja Sama Grice dalam Novel "Raumanen" Karya Marianne Katoppo Maya Novalia Pulungan
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 10, No 1 (2021): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.711 KB) | DOI: 10.35194/alinea.v10i1.1011

Abstract

Artikel ini akan  mendeskripsikan prinsip kerja sama yang dicetuskan oleh Grice dalam novel “Raumanen” karya Marianne Katoppo serta pelanggaran prinsip kerja sama yang dilakukan oleh tokoh-tokoh dalam novel. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama Grice yang dilakukan oleh tokoh-tokoh dalam novel. Pematuhan terhadap prinsip kerja sama menandakan bahwa para tokoh memahami konteks pertuturan sehingga mereka memberikan kontribusi yang baik pada saat proses komunikasi berlangsung. Sementara itu, pelanggaran prinsip kerja sama merupakan hal yang paling banyak dilakukan oleh para tokoh. Hal ini disebabkan ada maksud dan tujuan yang ingin dicapai. Peneliti menemukan maksud-maksud pelanggaran tersebut, yaitu ingin memberi peringatan, meminta penjelasan, menciptakan humor, memberi penjelasan, sopan santun, menyembunyikan suatu hal, mengungkapkan suatu hal, dan mencari-cari alasan.Katakunci: kerja sama, maksim,  novel, pematuhan, pelanggaran  Abstract:This study aims to describe the cooperative principles by Grice in novel Raumanen by Marianne Katoppo and violations of the cooperative principle performed by the characters in the novel. The research method used qualitative. The results of the study showed that there were implementation and violations of the Grice cooperative principle performed by the characters in the novel. Following cooperative principle indicated that the characters understood the context of utterance so they gave appropriate contribution during the communication. Meanwhile, the violation of cooperative principles was the most commonly performed by the characters. This was because there were intention and objective to achieve. The researcher found the intentions of the violation to give a warning, ask for explanation, create humor, give explanation, politeness, hide something, express something, and look for reasonsKeyword: cooperation, maxim, novel, violation
Representasi Unsur Budaya Novel "Swarna Alor: Impian di Langit Timur" Karys Dyah Prameswarie Qhothrun Nadaul Jannah; Candra Rahma Wijaya Putra
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 10, No 1 (2021): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.096 KB) | DOI: 10.35194/alinea.v10i1.1130

Abstract

Artikel ini akan mengungkapkan unsur budaya serta upaya pelestarian budaya yang dilakukan tokoh dalam novel "Swarna Alor" oleh Dyah Prameswarie. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dalam penelitian ini meliputi kutipan terkait unsur budaya yang berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat. Sumber data dalam penelitian diperoleh dari dua sumber yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dua teknik yaitu teknik baca dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan adanya (1) unsur budaya sistem religi berupa anismisme dan dinamisme, (2) unsur budaya sistem pengetahuan, menciptakan bahan pewarna alami, (3) unsur budaya sistem mata pencaharian hidup berupa menenun dan menjual, (4) unsur budaya sistem kesenian berupa tari lego-lego dan (5) hubungan timbal balik antara budaya dengan manusia, berupa peningkatan ekonomi manusia.Katakunci: budaya, mata pencaharian, pengetahuan, religi Abstract:This paper is going to reveal cultural aspect and cultural preservation efforts made by the character in the novel “Swarna Alor” by Dyah Prameswarie. This is a qualitative research with descriptive approach. The data in this study include cultural elements in the form of words, phrases, clauses, and sentences. Sources of data in the study were obtained from two sources: primary data sources and secondary data sources. Data collection techniques in this study used two techniques: reading and note taking techniques. The results showed (1) culture elements of religious system of animism and dynamism, (2) culture elements of knowledge system, creating natural dyes, (3) culture elements of livelihood systems in the form of weaving and trading, (4) cultural elements of the arts system in the form of lego-lego dance and (5) the reciprocal relationship between culture and humans, in the form of the human’s economy improvement.Keywords: culture, livelihood, knowledge, religion
Efektivitas Model Pembelajaran Berbasis Proyek dalam PJJ Terhadap Pemhaman Materi Atika Rizki Khoirun Nisa
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 10, No 1 (2021): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.95 KB) | DOI: 10.35194/alinea.v10i1.1186

Abstract

Artikel ini membahas  efektivitas model pembelajaran Project Based Learning (PBL) dalam PJJ terhadap pemahaman materi. Metode penelitian yang digunakan pada yaitu kuantitatif dengan menggunakan angket kuesioner dan skala likert. Subjek penelitian yaitu siswa di berbagai daerah sebanyak 50 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15 responden berada pada interval penilaian 79,9-95 (sangat efektif), 29 responden pada interval penilaian 64,7-79,8 (efektif), dan 6 responden pada interval penilaian 49,5-64,6 (cukup efektif). Berdasarkan hasil yang diperoleh Project Based Learning efektif digunakan yaitu berada pada interval penilaian 64,7-95. Dengan demikiaan, dapat dikatakan efektivitas model pembelajaran PBL (Project Based Learning) dalam PJJ erhadap pemahaman materi siswa ini masuk dalam kategori efektif.Katakunci: PJJ, Project Based Learning, materi.Abstract:This article discusses the effectiveness of the PBL (Project Based Learning) learning model in distance learning on students' understanding of the material. The research method used in this research was quantitative by using questionnaire and likert scale. The research subjects were 50 students in various regions. The result of research shows that 15 respondents were at the interval 79,9-95 (very effective), 29 respondents were at the interval 64,7-79,8 (effective), and 6 respondents were at the interval 49,5-64,6 (moderately effective). It shows that Project-Based Learning was effective to use that was in the assessment interval of 64,7-95. Therefore, it can be said that the effectiveness of the PBL (Project Based Learning) learning model in distance learning on students’ understanding of the material is categorized as effectiveKeywords: PJJ, Project Based Learning, material
Tuturan Ekspresif Pengajar BIPA dalam Pembelajaran Keterampilan Berbicara dengan Metode Dengar Pandang Rudi Rudi; Gigit Mujianto
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 10, No 1 (2021): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.626 KB) | DOI: 10.35194/alinea.v10i1.1218

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk tuturan ekspresif pengajar BIPA, dan sintaks pembelajaran dengan metode dengar pandang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitati. Sumber data penelitian adalah interaksi pembelajaran antara pengajar dan pemelajar BIPA dalam video Pesta Akademia 21 Tahun APPBIPA: Kelas Maya APPBIPA Jawa Timur dan Sumatra Utara. Adapun data penelitian berupa kalimat yang mencerminkan tuturan ekspresif pengajar BIPA dan sintaks pembelajaran keterampilan berbicara dengan metode dengar pandang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) bentuk tuturan ekspresif pengajar BIPA meliputi ucapan terima kasih, ucapan minta maaf, ucapan memuji, dan ucapan selamat. (2) Sintaks pembelajaran keterampilan berbicara dengan metode dengar pandang meliputi tahapan, penyajian konten oleh pengajar BIPA,  pengajar BIPA menjelaskan konten, pengulangan konten, dan pemelajar BIPA mengembangkan keterampilan berbicara.Katakunci: dengar pandang,  sintaks pembelajaran, tuturan ekspresif Abstract:This study aims to describe the expressive speech act of BIPA teachers and the syntax of learning using dengar pandang method. This research used descriptive qualitative approach. The source of research data was learning interaction between BIPA teachers and learners in the video Pesta Akademia 21 Tahun APPBIPA: Kelas Maya APPBIPA Jawa Timur dan Sumatra Utara. The data were sentences that show the BIPA teacher's expressive speech act and the syntax of learning speaking skills using the pandang dengar method. Data were collected by using observation technique. The data analysis technique used Miles and Huberman model, including the stage of data reduction, data presentation, and conclusion/verification. The results showed: (1) the expressive speech acts of BIPA teachers include thanking, apologizing, praising, and congratulating. (2) The syntax of learning speaking skills using pandang dengar method including stages of content presentation by BIPA teachers, content explanation, content repetition, and BIPA learners develop their speaking skillsKeywords: dengar pandang, learning syntax, expressive speech
Implikatur Percakapan dalam Sinetron "Dunia Tebalik" Episode ke-2006-2007 di RCTI: Kajian Pragmatik Ilal Janati Zumaro
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 10, No 1 (2021): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.639 KB) | DOI: 10.35194/alinea.v10i1.1250

Abstract

Artikel ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan : 1) sumber implikatur percakapan sinetron Dunia Terbalik episode 2006-2007 dan 2) bentuk implikatur percakapan pada jenis kalimat dalam tuturan sinetron Dunia Terbalik episode 2006-2007. Metode yang digunakan adalah metode simak, sedangkan teknik yang dipakai adalah teknik catat dalam pengumpulan data.  Data diperoleh dari tuturan yang di dalamnya terkandung implikatur. Data-data yang didapat kemudian dianalisis menggunakan pendekatan pragmatik dan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode penyajian menggunakan penyajian informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam sinetron Dunia Terbalik episode 2006-2007 ditemukan 7 implikatur percakapan, 1 bersumber pelanggaran bidal kuantitas, 1 bersumber dari pengambangan bidal relevansi, 2 bentuk implikatur pada kalimat deklaratif yang menyatakan penolakan dan protes, 1 bentuk implikatur pada kalimat interogatif yang menyatakan pengabaian, dan 2 bentuk implikatur pada kalimat imperatif yang menyatakan pengusiran secara halus dan ketidaksukaan. Dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sumbangsih untuk pengembangan ilmu pragmatik dan referensi bagi penelitian sejenis.Katakunci: bentuk, implikatur, konteks, sinetron, sumber  AbstractThis article has a purpose to describe: 1) the source of the implicature of the 2006-2007 episodes of Dunia Terbalik soap opera and 2) conversational implicatures of the sentence types in the 2006-2007 episodes of the sinetron. The method used observation method, while the technique used the note taking technique in collecting data. The data were obtained from utterances which contained implicatures. The data were analysed using a pragmatic and a qualitative descriptive approach. The method of result presentation used informal presentation. The results showed that in the Dunia Terbalik soap opera episode 2006-2007, it was found 7 conversational implicatures, 1 originating from violating maxim of the quantity, 1 originating from maxim of relevance, 2 implicatures in declarative sentence stating rejection and protest, 1 implicature in interrogative sentence which expressed abandonment, and 2 implicatures in imperative sentences which implied indirect expelling and dislike. This research is expected to contribute to the development of pragmatics and a reference for similar studyKeywords: form, implicature, context, soap operas, sources
Nilai Religius dalam Novel "Titip Rindu ke Tanah Suci" Karya Aguk Irawan: Kajian Sosiologi Sastra Vivian Nur Safitri; Candra Rahma Wijaya Putra
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 10, No 1 (2021): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.01 KB) | DOI: 10.35194/alinea.v10i1.964

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan nilai religius yang terepresentasikan dalam novel “Titip Rindu ke Tanah Suci”. Penelitian dilakukan menggunkan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian yaitu novel. Fokus penelitian meliputi nilai-nilai religiusitas yang berhubungan manusia dengan Tuhan, manusia lain dan alam dan relevansi nilai religius dalam pembelajaran karya sastra di sekolah. Kedua aspek fokus tersebut diharapkan mampu melengkapi nilai-nilai religius yang saat ini banyak ditinggalkan oleh masyarakat maupun generasi muda. Penelitian diharapkan mampu mengingatkan seluruh masyarakat untuk selalu mewujudkan nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari. Nilai religius yang ditemukan dalam kajian ini meliputi rasa sabar menjadi manusia, memiliki akhlak yang mulia, dan menjadi manusia yang jujur. Kata kunci: religius, sabar, mulia, dan jujurAbstract:This article describes the religious values represented in the novel "Titip Rindu ke Tanah Suci". The research was conducted using a qualitative approach. The data source in this research was novel. The focus of research includes 1. Religious values related to human with God, other humans and nature, 2. Relevance of religious values in learning literary works in schools. These two aspects of focus are expected to be able to complete the religious values that are currently neglected by society and younger generation. This research is expected to remind society to always implement religious values in their daily life. The religious values found in this study include a sense of patience as a human being, having noble attitude, and being an honest human being.Keywords: religious, patient, noble, and honest
Ragam Kolokial pada Kepolisian RI Farah Nabilah; Gigit Mujianto
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 10, No 2 (2021): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.66 KB) | DOI: 10.35194/alinea.v10i2.1257

Abstract

Artikel ini akan mendeskripsikan variasi kolokial yang dipengaruhi faktor luar bahasa yang tedapat dalam interkasi SPEAKING. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan menitik beratkan peneliti sebagai instrumen penentu dalam penyelesian penelitian ini dengan deskripsi analisis terkait data. Data dalam penelitian ini berupa tuturan yang ditranskrip dari interaksi para penutur pada peritiwa turur tertentu. Teknik dalam penelitian ini yaitu deksriptif analisis yang digunakan untuk memaparkan penjelasan mengenai interaksi SPEAKING pada terapan variasi kolokial dalam bentuk tuturan yang ditranskrip. Hasil penelitian ini menujukkan penggunaan variasi bahasa kolokial yang ada dalam hierarki Kepolisian Republik Indonesia terdiri dari, (1) kolokial penghilangan huruf vokal dalam sebuah kata, (2) kolokial penghilangan huruf konsonan  dalam sebuah kata, (3) penggunaan suku kata awal dan akhir pada sebuah kata, kemudian variasi bahasa kolokial dapat juga digunakan dalam situasi semi formal, dan formal. Katakunci: kolokial, SPEAKING, semi formal, dan formalAbstract This article will describe colloquial variations that are influenced by external factors in the SPEAKING interaction. The qualitative descriptive method was used in this study, with the emphasis on the researcher as a decisive instrument in completing this study with a description of the analysis related to the data. The data in this study are utterances that are transcribed from the interactions of speakers at certain speech events. The technique in this study is the descriptive analysis which is used to explain the explanation of the SPEAKING interaction in the application of colloquial variations in the form of transcribed speech. The results of this study indicate the use of colloquial language variations that exist in the hierarchy of the Indonesian National Police consisting of, (1) colloquial omission of vowels in a word, (2) colloquial omission of consonants in a word, (3) use of initial and final syllables in a word. a word, then colloquial language variations can also be used in semi-formal and formal situations.Keywords: Colloquial, SPEAKING, Semi-Formal, and Formal Situations
Fungsi Tindak Tutur Ilokusi dalam Acara ":I’m Possible" Merry Riana Metro TV Wulan Dari
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 10, No 2 (2021): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.785 KB) | DOI: 10.35194/alinea.v10i2.1460

Abstract

Artikel ini membahas fungsi tindak tutur ilokusi dalam acara “I’m Possible” Merry Riana Metro TV. Tindak tutur ilokusi merupakan sebuah tuturan selain berfungsi untuk menyatakan atau menginformasikan sesuatu, dapat juga dipergunakan untuk melakukan sesuatu. Penelitian dilakukan menggunakan sumber data acara gelar wicara di televisi. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah acara “I’m Possible” Merry Riana Metro TV dengan objek fungsi tindak tutur ilokusi. Metode pengumpulan data yaitu metode simak dan catat, dengan teknik lanjutan teknik Simak Bebas Cakap  (SBC) dan teknik catat. Instrumen yang digunakan ialah “human instrument” dengan alat bantu kartu data. Metode analisis data menggunakan padan refensial, dengan teknik dasar  berupa teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) dan teknik lanjut berupa teknik Hubung Banding Menyamakan (HBS). Temuan hasil penelitian meliputi: (1) fungsi tindak tutur ilokusi dalam acara I’m Possible Merry Riana Metro TV ditemukan 50 data yaitu: kompetitif 15 data, konvivial 13 data, kolaboratif 22 data, dan konflikatif 0 data.Katakunci: pragmatik; tindak tutur, ilokusiAbstract This article discusses the function of illocutionary speech acts in the “I'm Possible” Merry Riana Metro TV program. The illocutionary speech act is an utterance that not only serves to state or informs something, it can also be used to do something. This study uses a data source in the form of a talk show on television. This type of research is descriptive qualitative research. The subject of this research is the program I'm Possible Merry Riana Metro TV with the object of the illocutionary speech act function. The data collection method is the method of observing and recording with the advanced technique of Listening Free Cakap (SBC) and note-taking techniques. The instrument used is a human instrument with an instrument assist data card. The method of data analysis used referential equivalents, with the basic technique being the Determining Element Sorting (PUP) technique and the advanced technique being the Equalizing Comparison Appeal (HBS) technique. The findings of the research include: (1) the function of illocutionary speech acts in the “I'm Possible” Merry Riana Metro TV program found 50 data, namely: competitive 15 data, convivial 13 data, collaborative 22 data, and conflictive 0 data.Keywords: pragmatics; speech act, illocutionary
Pemanfaatan Google Classroom dalam Pembelajaran Menulis Puisi Masa Pandemi Covid-19 Firman Fajar Asrori; Main Sufanti
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 10, No 2 (2021): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.504 KB) | DOI: 10.35194/alinea.v10i2.1548

Abstract

Artikel ini akan mendeskripsikan proses pembelajaran menulis puisi masa pandemic covid 19 dengan memanfaatkan “Google Classroom” di SMA Negeri 1 Sine, Kabupaten Ngawi. Objek penelitian adalah guru dan siswa kelas X sebanyak 60 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran menulis puisi masa pandemic Covid 19 di SMA Negeri 1 Sine, Kabupaten Ngawi menggunakan pembelajaran daring dengan memanfaatkan media google classroom. Pemanfaatan Google classroom dalam pembelajaran menulis puisi pada masa pandemic Covid-19  di SMA Negeri 1 Sine dianggap tepat sebagai salah satu media dalam pembelajaran. Sebanyak 60,3% siswa menjawab tertarik belajar puisi dengan “Google classroom” dan “Google classroom” memberikan pengalaman baru. Kendala yang dialami dalam pemanfaatannya adalah lokasi rumah yang tidak terjangkau jaringan internet, karakter dan perilaku siswa sulit dipantau, keterbatasan sarana prasarana seperti laptop atau HP, kondisi listrik yang tidak stabil, dan keterbatasan kuota internet serta kurangnya efektifitas dan efisiensi waktu dikarenakan orang tua siswa yang sibuk bekerja.Katakunci: Google Classroom, pembelajaran, menulis,  puisi, pandemi,  covidAbstractThis article will describe the process of learning to write poetry during the COVID-19  pandemic by utilizing Google Classroom at SMA Negeri 1 Sine, Ngawi Regency. The object of research is the teacher and students of class X as many as 60 students. Data collection techniques using interviews and questionnaires. The results showed that the process of learning to write poetry during the Covid 19 pandemic at SMA Negeri 1 Sine, Ngawi Regency used online learning by utilizing google classroom media. The use of Google classroom in learning to write poetry during the Covid-19  pandemic at SMA Negeri 1 Sine is considered appropriate as one of the media in learning. As many as 60.3% of students answered that they were interested in learning poetry with Google classroom and Google classroom providing a new experience. Constraints experienced in the use of google classroom are the location of the house that is not covered by the internet network, the character and behavior of students are difficult to monitor, limited infrastructure such as laptops or cellphones, unstable electricity conditions, and limited internet quotas and lack of effectiveness and time efficiency due to parents busy students.Keywords: Google Classroom, learning to write poetry, covid,  pandemic.
Pengembangan e-Modul Mata Kuliah Pembelajaran Bahasa Indonesia Purwati Zisca Diana
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 10, No 2 (2021): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.307 KB) | DOI: 10.35194/alinea.v10i2.1635

Abstract

Artikel ini akan mendeskripsikan hasil analisis kebutuhan terhadap pengembangan rancangan e-modul mata kuliah Pembelajaran Bahasa Indonesia. Analisis kebutuhan ini merupakan bagian dari penelitian dan pengembangan (R&D). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 4 tahun akademik 2020/2021. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, kuesioner, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis interaktif Miles-Huberman, yaitu pereduksian data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa sumber belajar yang diperlukan mudah dipelajari dan dalam bentuk digital. Sebanyak 77,94% mahasiswa senang menggunakan e-modul sebagai sumber belajar karena praktis. Dengan demikian, dapat disimpulkan perlu dikembangkan e-modul sebagai sumber belajar dalam mata kuliah Pembelajaran Bahasa Indonesia.Kata kunci: analisis kebutuhan, e-modul, sumber belajar, bahasa Indonesia  Abstract:This article will describe the results of the needs analysis on the development of the e-module design for Indonesian Language Learning courses. This needs analysis is part of research and development (R&D). The research method used is descriptive qualitative. The research subjects are 4th-semester students of the 2020/2021 academic year. Data were collected by observation, interviews, questionnaires, and document analysis. Data analysis was carried out using the Miles-Huberman interactive analysis technique, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the learning resources needed were easy to learn and in digital form. As many as 77.94% of students are happy to use e-modules as a learning resource because it is practical. Thus, it can be concluded that it is necessary to develop e-modules as learning resources in Indonesian Language Learning courses.Keywords: needs analysis, e-module, learning resources, Indonesian language