cover
Contact Name
Ahmad Shafwan S. Pulungan
Contact Email
pulungan.shafwan@gmail.com
Phone
+6281370329288
Journal Mail Official
biosains@unimed.ac.id
Editorial Address
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan Jl. Willem Iskandar Psr V Medan Estate, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences)
ISSN : 24431230     EISSN : 24606804     DOI : https://doi.org/10.24114/jbio.v6i1
Jurnal Biosains (JBIO) features works of exceptional significance, originality, and relevance in all areas of biological science, from molecules to ecosystems, (ie genetic, microbiology, ecology, biosystematic, biostatistic) including works at the interface of other disciplines, such as chemistry, medicine,physic and mathematics. We also welcome data-driven meta-research articles that evaluate and aim to improve the standards of research in the life sciences and beyond. Our audience is the international scientific community as well as educators, policy makers, patient advocacy groups, and interested members of the public around the world.
Articles 187 Documents
IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA IKAN KOI (Cyprinus caprio) Indra Priawan; Endang Sulistyarini Gultom; Ahmad Shafwan S. Pulungan
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i1.7368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ektoparasit yang terdapat pada ikan koi yang dijual di Jalan Bintang Medan. Ektoprarasit diketahui dapat menyebabkan penyakit pada ikan. Hal ini akan berdampak pada ikan lainnya. Kerusakan yang diakibatkan oleh ektoparasit ini akan meningkatkan intensitas penyakit pada ikan. Luka yang ditimbulkan oleh adanya ektoparasit pada ikan menjadi jalan masuk bagi kuman lain untuk menyerang ikan. Sampel yang digunakan ialah tiga ekor ikan koi yang mana ektoparasit yang menginfeksi ikan di amati lendir pada tubuh dan sirip ikan mas koki. Identifikasi ektoparasit dilakukan dengan menggunakan literatur. Ektoparasit yang teridentifikasi ialah Ichthyophthirius sp., Oodinium sp., Costia Sp. Dengan jumlah parasit terbanyak ialah spesies Oodinium sp.Kata Kunci : Ektoparasit, ikan koi, identifikasi.
EFEKTIFITAS BERBAGAI METODE SUPLEMENTASI PIRIDOKSIN MENGOPTIMALISASI PRODUKSI IMMUNOGLOBULIN Y (IgY) KUNING TELUR AYAM Pasar Maulim Silitonga; Melva Silitonga; Meida Nugrahalia
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v4i2.10417

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengoptimalkan produksi immunoglobulin Y (IgY) kuning telur dengan metode suplementasi piridoksin.  Digunakan 12 ekor ayam betina dewasa (jenis Isa brown) siap bertelur, antigen yang digunakan toksoid tetanus.  Pemeliharaan dilakukan dalam kandang baterai selama 10 minggu. Selama percobaan, semua ayam diberi air minum secara ad libitum dan ransum komersil standar. Setelah 12 hari masa adaptasi, ayam diberi perlakuan suplementasi piridoksin dosis 3 mg/kg ransum dengan metode yang bervariasi yaitu via air minum (S1), mencampurkannya dalam ransum (S2) dan melalui suntikan intramuscular (S3). Semua ayam disuntik dengan antigen toksoid tetanus dosis 100 Lf yang diemulsikan dalam Freund’s adjuvant complete  yang diberikan secara intramuscular. Immunisasi ulang dilakukan dengan menggunakan freund’s adjuvant incomplete setelah dua, tiga dan empat minggu pemberian perlakuan suplementasi piridoksin.  Sampel telur diambil setelah 2 minggu injeksi antigen toksoid terakhir. Ekstraksi IgY kuning telur dilakukan dengan Metode PEG–Khloroform, Uji spesifitas IgY dengan uji AGP, Purifikasi IgY dengan FPLC, kadar IgY kuning telur ditentukan dengan metode Bradford. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan kadar IgY kuning telur ayam yang diberi suplementasi piridoksin via air minum, dicampur dalam ransum maupun via suntikan intravena. Suplementasi piridoksin pada ayam petelur memberikan rataan kadar antibodi / immunoglobulin yolk (IgY) kuning telur untuk ketiga jenis metode yang diaplikasikan sebesar 106,6 - 109,0 mg/ butir telur.
Review Jurnal Hayati Journal of Biosciences Fauziyah Harahap
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Hasil Review Fauziyah Harahap
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v1i3.2793

Abstract

Jurnal Hayati Journal of BiosciencesVol. 21 / No. 4
POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK n-HEXANA, ETIL ASETAT, ETANOL DAUN SARANG BANUA (Clerodendrum fragrans VENT WILLD) TERHADAP Salmonella enterica Murniaty Simorangkir; Bajoka Nainggolan; Saronom Silaban
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v5i2.13157

Abstract

ABSTRAKEksplorasi antimikroba berbasis tanaman sangat diperlukan saat ini sebagai upaya pengembangan penyediaan bahan baku alternative obat infeksi bakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ekstrak daun tumbuhan local sarang banua (Clerodendrum fragrans Vent Willd) yang berpotensi sebagai antibakteri terhadap Salmonella enterica. Sampel daun C. Fragrans diperoleh dari desa Raya Usang, Kecamatan Dolok Masagal, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Serbuk daun C. Fragrans dimaserasi dengan pelarut bertingkat kepolarannya sehingga diperoleh ekstrak etanol (polar), etil asetat (semi-polar) dan n-heksana (non-polar). Masing-masing jenis ekstrak diuji dengan variasi konsentrasi 10%, 5%, 2,5%, dan 1,25%. Kloramfenikol digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negative. Metode uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri (diameter zona hambat) terbesar terhadap Salmonella enterica secara berurutan adalah ekstrak etanol 5% (polar) sebesar 14,0 mm, ekstrak n-heksan 10% (non-polar) sebesar 11,6 mm, dan ekstrak etilasetat 10% (semi-polar) sebesar 10,5 mm. Ekstrak etanol daun C. fragrans Vent Willd  memiliki potensi antibakteri yang sangat baik terhadap Salmonella enterica. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan pemilihan jenis ekstrak pelarut dalam penyediaan daun C. fragrans sebagai bahan baku obat antibakteri alami.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI PARSIAL BAKTERI PELARUT FOSFAT DARI GUANO GUA KAMPRET DAN UJI KEMAMPUANNYA DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN Steven Taniwan; Dwi Suryanto; Isnaini Nurwahyuni
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i2.4219

Abstract

Bakteri pelarut fosfat merupakan bakteri yang mampu melarutkan fosfat yang tidak tersedia menjadi tersedia sehingga dapat diserap oleh tanaman. Studi tentang isolasi dan karakterisasi parsial bakteri pelarut fosfat dari guano gua kampret dan uji kemampuannya dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman telah dilakukan. Dua isolat bakteri pelarut fosfat berhasil diisolasi dan keduanya berasal dari kelompok bakteri Gram positif, yaitu ST02 dan ST03. Isolat bakteri diuji pada benih tanaman cabai merah selama 30 hari. Rata-rata pertambahan tinggi tanaman tertinggi diperoleh dari perlakuan bakteri ST03 sebesar 5,96 cm. Rata-rata pertambahan jumlah daun terbanyak diperoleh dari perlakuan kontrol pupuk (TSP) sekitar 24 helai dan diikuti oleh kontrol guano sekitar 6 helai. Rata-rata berat basah tanaman tertinggi diperoleh dari perlakuan bakteri ST03 sebesar 4,71 gram. Rata-rata berat kering tertinggi juga diperoleh dari perlakuan bakteri ST03 sebesar 0,72 gram.   Kata kunci: bakteri pelarut fosfat, cabai, guano, gua kampret
ANALISIS STRUKTUR JARINGAN EPIDERMIS DAN DERIVATNYA PADA DAUN BEBERAPA TUMBUHAN HIDROFIT SEBAGAI MATERI BAHAN AJAR MATA KULIAH ANATOMI TUMBUHAN Wina Dyah Puspitasari
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 3 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i3.8114

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur jaringan epidermis dan derivatnya pada daun beberapa tumbuhan hidrofit yaitu tumbuhan Eichornia crassipes L, Nelumbo nucifera Gaertn., Pistia stratiotes L dan Nymphaea pubescens Willd.  Metode yang digunakan ada penelitian ini adalah  Metode deskriptif untuk menggambarkan struktur sel epidermis dan derivatnya (stomata dan trikoma) daun pada beberapa tumbuhan yang hidup dipermukan air berdasarkan pengamatan irisan membujur dan melintang sel-sel epidermis pada permukaan atas dan bawah daun dengan mikroskop cahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh jenis tumbuhan hidrofit yang diteliti memiliki stomata dengan tipe anomositik. Eichornia crassipes L memiliki stomata pada kedua permukaannya (amfistomatik), sedangkan ketiga jenis lainnya hanya memiliki stomata pada bagian atas saja (Epistomatik), Kerapatan dan indeks stomata tertinggi terdapat pada jenis Nelumbo nucifera Gaertn. sebesar 1389.51 dan 0.36, diikuti olehn Nymphaea pubescens Willd. sebesar 1350.92 dan 0.4. Hasil penelitian ini dapat menjadi media pembelajaran pada mata kuliah dan praktikum Anatomi tumbuhan.Kata kunci:  epidermis, derivat epidermis, stomata, tumbuhan hidrofit    
STUDI EKOLOGI WERENG (HOMOPTERA) PADA TANAMAN PADI SAWAH DI TIGA KECAMATAN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Devy Fristanty Manurung; Binari Manurung
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 1, No 2 (2013): Bio
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v1i2.12734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman, kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks kelimpahan,indeks dominansi, dan waktu reproduksi wereng betina di tiga kecamatan di kabupaten Serdang Bedagai. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan di areal persawahan padi di kecamatan Sei Bamban (Desa Gempolan), kecamatan Sei Rampah (Desa Penggalangan), kecamatan Teluk Mengkudu (Desa Pekan Sialang Buah). Penelitian ini menggunakan metode survey, dengan menggunakan jala serangga (insecting net). Pada dua periode yaitu masa tanaman padi dan singgang-singgang padi (setelah panen). Pengambilan serangga wereng dilakukan dengan mengayunkan jala serangga sebanyak 50 kali menyentuh bagian atas tanaman padi dan singgang-singgang padi, yang dilakukan pada bagian Utara, Selatan, Tengah, Barat, dan Timur sehingga setiap sampling berjumlah 250 kali ayunan. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 4 kali baik pada masa tanaman padi dan singgang-singgang padi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kabupaten Serdang Bedagai terdapat 14 jenis serangga wereng (Homoptera) pada tanaman padi sawah yakni terdiri atas wereng daun (Leaf hopper) : Recilia dorsalis, Nephottetix nigropictus, Nephottetic virescens, Cicadulina sp., Cofana spectra, Cofana sp.,Cicadella viridis, Empoascaanara sp., Thaia sp., dan wereng batang (Plant hopper) adalah Nilaparvata lugens, Sogatela furcifera, Oliarus sp, Nisia sp., dan Tagosedes sp. Dari hasil penelitian indeks keanekaragaman tertinggi pada masa tanaman padi dan singgang-singgang padi di kecamatan Sei Rampah yaitu 0,17 dan 0,10. Indeks kelimpahan wereng homoptera pada masa tanaman padi yang berada di kecamatan Sei Bamban 694 individu, Sei Rampah 357 individu, dan Teluk Mengkudu 601 individu. Sedangkan pada singgang-singgang padi di lokasi kecamatan Sei Bamban, Sei Rampah dan Teluk Mengkudu yaitu 691, 295, dan 695 individu. Berdasarkan indeks dominansi spesies Recilia dorsalis memiliki tingkat dominansi baik pada masa tanaman padi dan singgang-singgang padi yaitu 1,84 dan 1,47. Puncak waktu reproduksi spesies Recilia dorsalis berlangsung pada bulan Maret. Faktor fisika lingkungan pada masa tanaman padi dan singgang-singgang padi, suhu udara pada setiap kecamatan berkisar antara 27-28 c, dengan kelembaban berkisar antara 81,75-83,00 %, dan kecepatan angin berkisar antara 1,16-1,39 m/detik. 
Pengaruh Kitosan Terhadap Kadar Residu Pb Ginjal Tikus Putih (Rattus Sp.) Jantan Yang Dipapari Plumbum Asetat Ulina Catarina Jeni Simatupang
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i1.4013

Abstract

The  study aimed to determine the effect of chitosan on  the kidney of rats (Rattus sp.) exposed to lead acetate. Thirty five male animals weighing 250g were divided into 7 groups:  K group as a control (without treatment), P1  received  Pb (40 mg/kg bw as lead acetate),  while P2, P3, and P4, all received Pb (40 mg/kg bw) and chitosan (0,5%, 0,75%, and 1% respectively). P5 group received only chitosan (1%) and P6 group received acetic acid. After 7 weeks of  treatment, the animals were sacrificed and the kidneys were isolated. Kidney damage was observed with residue of Pb in kidney tissue was evaluated using Atomic Absorption Spectrophotography. Chitosan able to decrease kidney damage resulted from  Pb treatment. Residue of Pb in the  kidney of rat exposed to Pb acetate was decreased after chitosan treatment. In conclusion, chitosan has the ability to reduce residue of Pb after exposed Pb. The effectiveness of chitosan as a chelating agent for Pb in the organs is important  for   further investigated. Keywords: Pb, chitosan, kidny, residual Pb,AAS
NANOPARTIKEL PERAK Khairiza Lubis
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v1i1.5226

Abstract

Silver nanoparticles have many benefits in human life. Many products that are used in daily life that use ingredients derived from silver nanoparticles. Among such as soap, toothpaste, towels and so forth. This is because the silver nanoparticles have unique properties. In addition to having positive benefits for human life, silver nanoparticles also have a negative impact on human life and other organisms as well, such as silver nanoparticles have a high toxicity against larvae and adult mosquitoes. In synthesizing silver nanoparticles can be carried out chemical and biological. This article discusses: the nature, benefits, synthesis, and effect of silver nanoparticles. Keywords: nanoparticle, silver
Studi Kelimpahan dan Keanekaragaman Makrozoobentos di Perairan Bedagai, Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai Hendro Pranoto
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 3 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i3.8107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan, keanekaraaman, keseragaman, dan dominansi Makrozoobentos yang terdapat di Perairan Bedagai serta faktor fisika -kimia perairan. Pengambilan sampel dilakukan pada 4 (empat) stasiun berdasarkan rona lingkungannya. Populasi penelitian adalah seluruh makrozoobentos yang terdapat di Perairan Bedagai, sedangkan sampelnya adalah makrozoobentos yang berhasil tertangkap dengan Eckmangrab.Metode penelitian adalah deskriptif survei. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa di Perairan Bedagai ditemukan 18 taksa makrozoobentos yang terdiri dari 13 Gastrpoda, 3 Annelida, dan 2 Arthropoda. Kelimpahan total makrozoobentos yang ditemukan selama penelitian berkisar antara 1506,56 – 2692,31 ind/m2 , makrozoobentos yang dominan ditemukan adalah Pagurus sp (801,28) ind/m2)Indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan ideks dominansi makrozoobentos di perairan bedagai selama penelitian masing-masing berkisar antara 1,96 – 2,42: 0,707 – 0,894: 0,11 – 0,9513.Faktor kimia-fisika perairan seperti suhu, kecerahan, kekeruhan, intensitas cahaya, oksigen terlarut (DO), pH, BOD5 dan salinitas masih mendukung kehidupan biota perairan. 

Page 1 of 19 | Total Record : 187