cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Singuda ENSIKOM
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 310 Documents
Pengembangan Jaringan Switching Clos Menjadi Jaringan Benes Untuk Memperbaiki Probabilitas Blocking Mesakh Marpaung; Muhammad Zulfin
Singuda ENSIKOM Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.762 KB)

Abstract

Jaringan Clos adalah jaringan switching banyak tingkat yang dibangun untuk mengatasi masalah cost yang mahal untuk sistem switching telepon. Namun seiring perkembangan interkoneksi prosesor-memori dan pengolahan data, ternyata cost dan blocking pada jaringan Clos masih harus dikurangi sehingga jaringan Benes dirancang. Dasar kerja jaringan switching Benes berasal dari penataan kembali susunan dan jumlah switch pada jaringan switching Clos. Jaringan switching Benes adalah jaringan switching banyak tingkat dimana jumlah input dan output pada setiap switch-nya sama (a=b=2). Setelah dilakukan analisis probabilitas blocking pada jaringan Benes, ditemukan bahwa perbaikan kualitas jaringan dapat terjadi dengan merekonstruksi jaringan Clos menjadi jaringan Benes. Jaringan Clos yang sudah diubah menjadi jaringan Benes memiliki probabilitas blocking yang lebih kecil dibanding dengan jaringan Clos yang belum diubah. Untuk jumlah input 16, probabilitas blocking jaringan Benes adalah 0,327107 sedangkan probabilitas blocking jaringan Clos adalah 0,470765. Untuk jumlah input 128, probabilitas blocking jaringan Benes adalah 0, 214282 dan probabilitas blocking jaringan Clos adalah 0,459570.
ANALISIS PENGARUH JUMLAH PANGGILAN TERHADAP KEGAGALAN PAGING PADA BTS AREA MEDAN KOTA TAHUN 2011 Jhon Henri Zalukhu; Muhammad Zulfin
Singuda ENSIKOM Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.818 KB)

Abstract

Pada sistem komunikasi bergerak, para pelanggan bisa berada di berbagai tempat. Untuk mengetahui lokasi dari para pelanggan diperlukan fasilitas paging. Paging digunakan untuk mengetahui keberadaan mobile system (MS) di suatu location area (LA), paging biasanya di-trigger ketika ada panggilan atau sms yang akan masuk ke sisi penerima. Agar network dapat memanggil atau mengirim pesan ke sisi penerima, maka network akan melakukan paging terlebih dahulu untuk mengetahui keberadaan MS yang akan dituju. Jumlah panggilan atau call_attempt dapat mempengaruhi kegagalan proses paging itu sendiri.Untuk mengetahui hal itu, akan digunakan sistem hipotesis regresi dan korelasi linier sederhana. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapat bahwa tingkat hubungan antara call_attempt dan kegagalan paging juga berpengaruh sangat besar yaitu 79,7 % dari total paging yang tidak berhasil dan 20.3%  merupakan kegagalan-kegagalan oleh faktor lain.
STUDI PROTEKSI PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINIHIDRO (PLTM) SILAU 2 TONDUHAN KABUPATEN SIMALUNGUN Teguh Eko Prasetyo; Zulkarnaen Pane
Singuda ENSIKOM Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.166 KB)

Abstract

Abstrak Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) menjadi pilihan utama dalam meningkatkan kebutuhan listrik masyarakat karena menggunakan sumber air sebagai energi alternatif. PLTM merupakan pembangkit yang berskala kecil. Namun, PLTM memiliki sistem pengontrolan yang kompleks. Salah satu sistem pengontrolan yang penting dalam PLTM adalah sistem pengontrolan proteksi. Pada PLTM proteksi yang digunakan berupa rele. Hasil studi menunjukan bahwa rele yang digunakan dalam mengamankan sebuah pembangkit diantaranya adalah Rele Frekuensi Lebih/Kurang (81), Rele Urutan Negatif (46), Rele Arus Lebih dengan Tundaan Waktu Terbalik tertentu (51), Rele Hilang Eksitasi (40), dan Rele Trip Master (86). Untuk rele arus lebih memiliki setingan 0,8, rele gangguan tanah  0,04, rele frekuensi lebih/kurang sebesar f> 50,5Hz dan f< 49,5 dan rele tegangan lebih/kurang sebesar 1,0 dan 0,9.
CONDITION ASSESSMENT GAS SF6 GIS 150kV GLUGUR MEDAN Royden Zulfai Hutapea; Syahrawardi Syahrawardi
Singuda ENSIKOM Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.226 KB)

Abstract

Sulfur Heksafluorida ( SF6 ) merupakan gas yang dapat digunakan sebagai media isolasi pada peralatan listrik, begitu juga digunakan pada Gas Insulated Switchgear ( GIS ) pada sistem transmisi daya listrik. kondisi isolasi gas SF6 ini akan berkaitan dengan tingkat unjuk kerja GIS secara  keseluruhan dimana tingkat unjuk kerja GIS dapat ditentukan dengan melakukan condition assessment. Condition assessment dapat dibagi menjadi dua bagian utama. Bagian pertama adalah pengidentifikasian resiko  ( risk assessment ). Dalam hal ini, dicari bentuk kegagalan beserta parameter gas SF6 yang terlibat, lalu ditentukan parameter gas apa yang lebih berpengaruh dalam menyebabkan kegagalan tersebut. Bagian kedua adalah monitoring diagnosis yang merupakan cara untuk mengetahui dan mengukur parameter-parameter gas SF6 pada GIS yang diperiksa. Kemudian hasil dari pengidentifikasian resiko dan  monitoring diagnosis akan dikombinasikan untuk menentukan kondisi akhir dari GIS.
ANALISIS KONSUMSI ENERGI LISTRIK PADA TRANSFORMATOR NEON SIGN Melaty Sitanggang; Surya Tarmizi Kasim
Singuda ENSIKOM Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.347 KB)

Abstract

Neon sign memerlukan daya listrik untuk bisa menghasilkan cahaya. Daya listrik tersebut diperoleh dari transformator neon sign. Transformator neon sign menghasilkan tegangan tinggi yang akan digunakan untuk proses ionisasi gas isian tabung neon sign. Tabung neon sign pada umumnya diisi dengan gas Neon dan Argon yang besar energi pengionannya berbeda-beda. Pada percobaan yang dilakukan, digunakan neon sign dengan ukuran diameter dan gas isian yang sama tetapi dengan panjang yang berbeda, yaitu 103 cm, 128 cm, 170 cm, 231 cm, 273 cm, 298 cm dan 401 cm. Dari hasil percobaan, didapat bahwa transformator neon sign mengkonsumsi energi paling banyak dengan panjang tabung 401 cm, dan paling sedikit pada panjang tabung 103 cm.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RESPON TRANSIEN PEMBUMIAN GRID Fransiscus M.S. Sagala; Zulkarnaen Pane
Singuda ENSIKOM Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.251 KB)

Abstract

Petir memiliki sifat merusak yang sangat tinggi, sehingga perilaku sistem pembumian grid saat kondisi transien akan diselidiki. Metode yang digunakan adalah rangkaian pengganti RLC terpusat. Model Grid pembumian persegi yang ditanam akan dipelajari di dalam kondisi terkena sambaran petir dengan menggunakan softwere ATP-EMTP 4.2 (The Alternative Transient Program – The Electromagnetic Transient Program ). Dari hasil perhitungan dan simulasi diperoleh nilai tegangan dan impedansi transien pada grid pembumian berbanding lurusdengan jumlah mesh dan nilai induktansi lebih berpengaruh terhadap nilai tegangan dan impedansi transien untuk grid pembumian yang memiliki jumlah mesh yang besar. Perubahanan nilai induktansi menyebabkan perubahan sekitar 3 – 6 %, sedangkan untuk perubahan yang diakibatkan resistansi dan kapasitansi sekitar 0.008% saja
ANALISIS PERFORMANSI JARINGAN CDMA BERDASARKAN DATA RADIO BASE STATION (RBS) PT INDOSAT DIVISI STARONE MEDAN Muhammad Khalid Lubis; Maksum Pinem
Singuda ENSIKOM Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.642 KB)

Abstract

Permasalahan jaringan sering dialami oleh operator telekomunikasi. Masalah seperti kepadatan trafik (occupancy) adalah hal biasa ditemui. Analisis performansi RBS dapat diketahui dengan mengukur parameter set up failure ratio, drop ratio, occupancy. Dari hasil data analisis didapat untuk perhitungan paket, nilai SFR ALF dan KPA berada dalam kondisi baik yaitu dibawah 20% sedangkan RBS HEL memiliki nilai diatas 20% disebabkan masalah perangkat, rata-rata drop rate untuk keseluruhan RBS dibawah 30% dan dalam kategori baik. Untuk perhitungan occupancy didapat nilai ALF dan HEL sudah melebihi standart yang ditentukan. Langkah perencanaan yang dilakukan adalah dengan melakukan penambahan kanal trafik dari 29 kanal menjadi 61 kanal didapat jumlah call max dan call rejected setelah penambahan kanal menjadi lebih besar, sedangkan untuk KPA nilai occupancy yang diukur masih dibawah standart operator 70% jadi tidak perlu dilakukan performansi dengan penambahan kanal.
ANALISIS JARINGAN TRANSPORT BACKBONE LINK MEDAN – SUBULUSALAM MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SDH DENGAN SERAT OPTIK Reni reni Risca; Naemah Mubarakah
Singuda ENSIKOM Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.23 KB)

Abstract

Synchronous Digital Hierarchy (SDH) adalah protokol multiplexing standard yang berfungsi mentransfer bit-bit digital melalui serat optik menggunakan Light Amplification by Stimulate  Emition of Radiation (LASER) atau  Light Emiting Diode (LED). SDH merupakan salah satu pendukung dalam  jaringan transport atau perencanaan sebuah desain jaringan Metropolitan Area Network (MAN). Tujuan dari paper ini yaitu menganalisis jaringan transport backbone mulai dari daerah Medan sampai daerah Subulusalam menggunakan teknologi transmisi SDH dengan serat optik dengan cara mengukur parameter Probabilitas Ring dan Link Power Budget dengan menggunakan beberapa alat bantu analisis seperti OTDR dan Power Meter. Link tersebut mencapai target ketersediaan (Availability) yang diinginkan yaitu 99.88 % dengan  nilai total sambungan 85 splice dan nilai total redaman dari hasil pengukuran sebesar 60.4 dB  serta nilai total level margin sebesar 30.5 dB.
ANALISIS ALOKASI KANAL DINAMIK PADA SISTEM KOMUNIKASI SELULAR DENGAN ALGORITMA TABU SEARCH Isywalsyah Lani Putri; Rahmad Fauzi
Singuda ENSIKOM Vol 8, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.633 KB)

Abstract

Sistem komunikasi seluler menjadi sangat penting pada masa sekarang. Namun dalam sistem komunikasi seluler terdapat keterbatasan kanal. Banyak hal telah dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan kanal tersebut salah satunya ialah dengan adanya alokasi kanal yang tepat. Tulisan ini membahas bagaimana menganalisis pengoptimasian suatu alokasi kanal dinamik pada komunikasi seluler dengan menggunakan algoritma tabu search. Selain itu juga membahas bagaimana mengatasi suatu channel assignment problem (CAP). Dari hasil pemodelan yang dilakukan dengan nilai kriteria aspirasi yang berbeda maka didapatkan tingkat utilisasi kanal dan panggilan blocking. Dengan nilai kriteria aspriasi sebesar 5 maka didapatkan blocking sebanyak 115 panggilan dari total seluruh panggilan sebanyak 287 panggilan. Dan dihasilkan 172 panggilan yang dapat dilayani dengan tingkat utilisasi kanal sebanyak 66,66%. Dengan nilai kriteria aspirasi sebesar 6 maka didapatkan blocking sebanyak 105 panggilan dari total seluruh panggilan sebanyak 287 panggilan. Dan dihasilkan 182 panggilan yang dapat dilayani dengan tingkat utilisasi kanal sebanyak 55,63%. Dengan nilai kriteria aspirasi sebesar 7 maka didapatkan blocking sebanyak 66 panggilan dari total seluruh panggilan sebanyak 287 panggilan. Dan dihasilkan 221 panggilan yang dapat dilayani dengan tingkat utilisasi kanal sebanyak 47,73%.
ANALISIS UNJUK KERJA EKUALIZER PADA SISTEM KOMUNIKASI DENGAN ALGORITMA STOP AND GO Indra Fauziah; Rahmad Fauzi
Singuda ENSIKOM Vol 8, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.724 KB)

Abstract

Karakteristik kanal komunikasi yang tidak ideal menimbulkan distorsi pada sinyal informasi yang melewatinya. Distorsi tersebut dapat mengakibatkan kenaikan Symbol Error Rate (SER) pada data informasi hasil deteksi di sisi penerima. Pengaruh distorsi kanal pada sinyal informasi dapat dikurangi dengan penggunaan ekualizer. Paper ini menyajikan analisis kinerja ekualizer, yang didasarkan pada pendekatan linier dari Ekualizer Stop and Go yang dipengaruhi oleh bit yang ditransmisikan, iterasi Step Size, panjang filter dan Signal To Noise Ratio(SNR) serta penambahan kanal Fading Rayleigh dan AWGN (Additive White Gaussian Noise). Hasil simulasi menujukkan bahwa nilai step size, panjang filter dan SNR sangat berpengaruh terhadap besar nya nilai SER. Semakin besar nilai step size dan panjang filter maka semakin besar pula nilai SER yang diperoleh. Semakin besar nilai SNR semakin kecil nilai SER yang diperoleh.

Page 1 of 31 | Total Record : 310