cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia
ISSN : 14116502     EISSN : 27228649     DOI : -
Memuat informasi ilmiah bidang kimia dan pendidikan kimia berupa hasil penelitian, telaah pustaka, opini, makalah teknis, dan kajian buku
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
Sintesis (S)-3-asetil-4-isopropil-5,5-difenil-oxazolidin-2-on: Senyawa Auxiliari Efektif untuk Reaksi Aldol yang Stereoselektif Muharram .
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 10, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.289 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v10i1.391

Abstract

ABSTRAK Oxazolidinon merupakan senyawa Evan-Auxiliar yang banyak digunakan sebagai pengarah dalam reaksi aldol. Salah satu senyawa oxazolidinon yang efektif digunakan sebagai senyawa auxiliar adalah (S)-3-asetil-4-isopropil-5,5-difenil-oxazolidin-2-on 5. Senyawa auxiliar ini sangat efektif digunakan dalam pembuatan senyawa (R)-4-(1’,1’-dimetilallil)-2,2-dimetil-[1,3]dioxin 6, yang merupakan senyawa prekursor dalam sintesis total senyawa epotilon 7. Senyawa Evan-auxiliar (S)-3-asetil-4-isopropil-5,5-difenil-oxazolidin-2-on 5 dibuat dalam tiga tahapan, yaitu: (1) pembentukan (S)-2-amino-3-metil-1,1-difenibutan-1-ol 13, (2) pembentukan (S)-4-isopropil-5,5-difenil-oxazolidin-2-on 14, dan (3) pembentukan (S)-3-asetil-4-isopropil-5,5-difenil-oxazolidin-2-on 5. Sebagai bahan baku dalam sintesis Evan-auxiliar ini adalah L-valin 15. Evan-Auxiliar, (S)-3-asetil-4-isopropil-5,5-difenil-oxazolidin-2-on 5 telah terbukti efektifitasnya seperti yang diperlihatkan pada reaksi aldolnya dengan senyawa aldehid 2,2-dimetil-3-butenal 16 dan dalam kaitannya dengan sintesis Ethylketon 6, R-2-(2,2-dimetil-[1,3]dioxin-4-yl]-2-metilpentan-3-on. Kata Kunci: Sintesis, Oxazolidinon, Evan-Auxiliar, epotilon, reaksi aldol ABSTRACT Oxazolydinone is Evan-Auxiliary that used widely as auxliary in aldol reaction. One of oxazolydinone that efektively used as auxiliary is (S)-3-acetyl-4-isopropyl-5,5-diphenyl-oxazolidin-2-on 5. This auxiliary is more effective used in synthesis of (R)-4-(1’,1’-dimethilallyl)-2,2-dimethil-[1,3]dioxin 6, that it is used as precursor on total synthesis of epothilone 7. Evan-auxiliary of (S)-3-acetyl-4-isopropyl-5,5-diphenyl-oxazolidin-2-on 5 is prepared in three stages, that are: (1) synthesis of (S)-2-amino-3-methyl-1,1-diphenylbutan-1-ol 13, (2) synthesis of (S)-4-isopropyl-5,5-diphenyl-oxazolidin-2-on 14, and (3) synthesis of (S)-3-acetyl-4-isopropyl-5,5-diphenyl-oxazolidin-2-on 5. The synthesis of this Evan-auxiliary is derived from L-valyne 15. In fact, Evan-Auxiliary, (S)-3-acetyl-4-isopropyl-5,5-diphenyl-oxazolidin-2-on 5 is effectively  as shown in its aldol reaction with 2,2-dimethyl-3-butenal 16 in relation by synthesis of ethyl ketone 6, R-2-(2,2-dimethyl-[1,3]dioxin-4-yl]-2-methylpentan-3-on. Key Words: Synthesis, Oxazolidinone, Evan-Auxiliary, epothilone, aldol-reaction
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Lingkungan di Pemukiman Sekitar Muara Sungai Tallo Kota Makassar Firdaus Daud
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 10, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.281 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v10i1.392

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan frekuensi informasi dengan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan di pemukiman sekitar muara sungai Tallo makassar. Jenis penelitian ini adalah survei dengan besaran sampelnya sebanyak 100 orang yang bermukim di kelurahan Buloa, Tallo, Parangloe dan Tamalanrea Indah. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proposional random sampling dari 1000 KK besaran populasi. Data dikumpul dengan memakai kuesioner, observasi, pedoman wawancara dan dokumentasi. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif berupa tabulasi, persentase dan analisis inferensial berupa analisis korelasi ganda. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa: (1) terdapat hubungan yang positif dan signifikan tingkat pendidikan dengan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan termasuk kategori sedang, (2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan tingkat pendapatan dengan partisipasi masyarakat, termasuk kategori rendah, (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan rrekuensi informasi dengan partisipasi masyarakat, termasuk kategori rendah, dan (4) terdapat hubungan yang positif dan signifikan tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan frekuensi informasi dengan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan di pemukiman sekitar muara sungai Tallo, termasuk dalam kategori rendah. Kata Kunci: Pengelolaan Lingkungan, ABSTRACT The purpose of this research is to know the relation of education degree, income and information frequency to society participant in managing the environment in the residence around the estuary of Tallo river Makassar. This is survey research that involve one hundred people as a sample who are lived at Buloa, Tallo, Parangloe villages and Tamalanrea Indah. The sampling is done by proportional random sampling from one thousand KK population. Data’s are collected by questioner, observation, interview, and documentation. The data’s are analyzed by qualitative description, theses are tabulation, percentage, and inferential analyzes as multiple correlation. The result of analyzes. The results giving information about (I) There are signifikan relation among education with communication participation in managing the housing environment low category, (2) There are signifikan relation among income with communication participation, in low category, (3) There is signifikan relation among frekuensi information with communication participation, in low category and (4) There is signifikan relation education, income and frekuensi information with communication participation in Managing environment in the estuary of Tallo river, very low category. Kata Kunci: Environmental Management
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XII IPA1 SMA Negeri 1 Gangking Melalui Penggunaan Approacht to Problem Solving (Studi pada Materi Pokok Sifat Koligatif Larutan) Ansar .
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 10, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.137 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v10i1.393

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan pada siswa kelas XII IPA1 yang berjumlah 41 orang (17 laki-laki dan 24 perempuan) dengan prestasi belajar yang heterogen. Penelitian dilakukan dalam 2 (dua) siklus, melalui penerpakan pembelajaran systematic approach to problem solving.  Setiap siklus terdiri dari 4 (empat) tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan (observasi) dan refleksi. Berdasarkan hasil observasi pada setiap siklus tindakan diperoleh bahwa, terjadi peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan metode systematic approach to problem solving dari rerata 68,57% pada siklus I menjadi 85,71% pada siklus II. Kemampuan siswa dalam menyelasikan soal-soal sifat koligatif larutan mengalami peningkatan yang sangat signifikan, yaitu dari rerata 3,28 pada siklus I menjadi 4,01 pada siklus II. Kedua hal tersebut mendorong peningkatan hasil belajar sifat koligatif larutan dari rerata 5,5 (sebelum tindakan), menjadi 7,3 pada siklus I  dan 8,1 pada siklus II. Selain itu, jumlah siswa yang tuntas belajar mengalami peningkatan pula, dari 18 orang (43,9%) pada siklus I menjadi 35 orang (85,4%). Dari hasil Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa  pembelajaran systematic approach to problem solving dapat meningkatkan hasil belajar sifat koligatif larutan siswa kelas XII IPA1 SMA Negeri 1 Gangking. Kata kunci : Hasil belajar, problem solving ABSTRACT This research is the classroom action research that was conducted to 41 students of XII class IPA1 with heterogenous acchivement. The research was held on two cycles by appliying approach to problem solving. Every cycle has done by four steps, they are planning, action, observation and evaluation, and reflection. Based on observation is acchivement that theacher ability in using approach to solving problem increase form 68.57%. In 1st cycle to 85.71% in the 2nd cycle. The ability of students to solve the problem about the material that the have studied increase significant are 3.28 in 1st cycle to 4.01 in 2nd cycle. The two things support the increasing of student acchivment form 5.50 before action to 7.30 in 1st cycle to 8.10 in 2nd cycle. Beside that, the number of students that have complected their study increase for 18 students (43.90%) to 35 students (85.0%). Thus, it is conclused that applying systematic approach to solving can increase student acchivement. Keyword: Learning achievement, problem solving
Pengaruh Penggunaan Tutor Sebaya Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas X SMAN 1 Bajeng (Studi pada Materi Pokok Perhitungan Kimia) Jusniar .
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 10, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.819 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v10i1.397

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh positif penggunaan tutor sebaya terhadap hasil belajar kimia siswa kelas X SMAN 1 Bajeng dengan desain  “Random Pretest Posttest Desain”. Populasi seluruh siswa kelas X SMAN 1 Bajeng  sebanyak  6 kelas. Sampel dipilih dengan undian yaitu  kelas X1 sebagai  kelas eksperimen dan X4 sebagai kelas kontrol sebanyak  30 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes hasil belajar dengan Pretest dan Posttest. Hasil analisis deskriptif menunjukkan, nilai rata-rata siswa kelas eksperimen adalah 65,47 standar deviasi 9,07 dan 56,67% dinyatakan dalam tuntas. Sedangkan pada kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional, nilai rata-rata 55,20, standar deviasi 12,54 dan 16,67% dinyatakan dalam  tuntas. Hipotesis diuji dengan Analysis of Covariance (ANACOVA) diperoleh nilai signifikansi p = 0,001 < a, ( a = 0,05). Hal ini menunjukkan hipotesis H0 ditolak. Penggunaan tutor sebaya berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa kelas X SMAN 1 Bajeng. Persentase pengaruh penggunaan tutor sebaya terhadap hasil belajar  dari slope atau  selisih nilai rata-rata posttest dan pretest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar    20 % . Kata Kunci: Tutor sebaya,Hasil belajar ABSTRACT This Research is aimed to known the positive influence of tutor sebaya to chemistry learning achievement of the students of SMAN 1 Bajeng. This research uses “Random Pretest Posttest Design". The Population  are all 10th class students of SMAN I Bajeng winches involved six classes. The samples are two classes that selected by random with toss technique, these are as experiment class and X4 as control class respectively 30 students. The variable of research are tutor sebaya as independent variable and chemistry learning achievement as depend variable. The depend data is collected by pretest and posttest. The descriptive analyzes show the average value of student of experiment class by using tutor sebaya are 65.47 deviation standard are 9.07 and 56.67% expressed in complete criterion.  While at control class by using conventional learning, average value, deviation standard, and complete criterion are respectively 55.20, 12.54, and 16.67%. Hypothesis tested by analyzes of covariance (ANACOVA) using SPSS 13 for windows program and obtained significance value; p=0,001=0,05), this matter show the hypothesis refused and H1 accepted. This mean that tutor sebaya learning has positive significance effect to learning achievement of the student of SMAN 1 Bajeng in chemistry especially in chemistry calculation. The percentage of the effect are 20%. Keyword: Tutor sebaya, Learning achievement
Analisis Tingkat Kekeruhan Air Das Jeneberang Sebagai Sumber Air Baku Pam Somba Opu Nur Anny Suryaningsih Taufieq
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 10, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.862 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v10i1.398

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kekeruhan air DAS Jeneberang dikaitkan kualitas air bersih dan pengaruh penambahan aluminium sulfat Al2(SO4)3 terhadap tingkat kekeruhan air. Penelitian ini bersifat eksperimen, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan ulangan sebanyak empat kali sehingga diperoleh 16 contoh air. Sebelum pemberian, Al2(SO4)3 terlebih dahulu dilarutkan. Perbandingan Al2(SO4)3 dengan air ditentukan berdasarkan hasil Jar-test. Untuk mengurangi pemakaian Al2(SO4)3, contoh air diendapkan terlebih dahulu selama satu jam. Dosis larutan Al2(SO4)3 yang diberikan adalah sepuluh tetes pipet (1 mL/20 mL contoh air) (A1), 30 tetes pipet (3 mL/20 mL contoh air) (A2), dan 50 tetes pipet (5 mL/20mL contoh air) (A3) masing-masing diulang sebanyak 4 kali dan sisa contoh air sebagai control (A0). Parameter yang diamati adalah pH, tingkat kekeruhan air, zat padat terlarut, dan kesadahan total air. Data dianalisis dengan sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan aluminium sulfat Al2(SO4)3 lima mL pertabung reaksi contoh air efektif untuk menurunkan tingkat kekeruhan air DAS Jeneberang. Kata kunci: Turbiditas air, DAS Jeneberang, PAM Somba Opu ABSTRACT This research aims to know the level of water turbidity on Jeneberang river related to the clean water quality and influence of addition of aluminum sulphate (Al2(SO4)3) to the level water turbidity. This research was an experimental and used randomized complete block design with four treatments. Each treatment is repeated for four times so that obtained 16 water samples. Before using Al2(SO4)3, it had to be condensate first. Ratio of Al2(SO4)3 and aquades water should be determined by Jar-test. To reduce Al2(SO4)3 usage, the samples were precipitated for one hour. After that, they were mixed by Al2(SO4)3 as much as 1 ml each 20 ml water (A1), 3 ml each 20 ml water (A2), and 5 ml each 20 ml water (A3). The remaining of water sample was used as control sample (A0). Parameters that were concerned are pH, level of water turbidity, dissolved solids, and hardness total of water. Obtaining data were analyzed by using variant analysis. The result showed that the treatment of aluminum sulphate (Al2(SO4)3) addition 5 ml per reaction tube effectively reduced the level of water turbidity on stream area of Jeneberang river. Key Words: water turbidity, Jeneberang river, PAM Somba Opu
Gas Pencemar Udara dan Pengaruhnya Bagi Kesehatan Manusia Sugiarti .
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 10, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.971 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v10i1.399

Abstract

ABSTRAK Gas pencemar udara dapat bersumber dari alam dan hasil kegiatan manusia yang semakin hari semakin bertambah seiring bertambahnya penduduk dan meningkatnya terapan teknologi sebagai tuntutan hidup yang lebih baik dan sejahtera.  Gas pencemar udara yang paling dominan mempengaruhi kesehatan manusia  adalah: korbon monooksida (CO), nitrogen oksida (NOx), belerang oksida (SOx), hidro karbon (HC) dan partikel (particulate) serta gas rumah kaca. Komponen pencemar udara tersebut di atas bisa mencemari udara secara sendiri-sendiri, atau dapat pula mencemari secara bersma-sama.  Pengaruh gas pencemar udara terhadap kesehatan manusia dapat berakibat langsung  maupun tidak langsung  seperti;  merusak susunan haemoglobin darah, penyakit ispa, iritasi tenggorokan,  penyakit pneumokinosis,  kardiovaskuler dan kanker. Kata kunci: Gas pencemar Udara,Kesehatan Manusia ABSTRACT Air pollutan gasses can be found from natural and result of human activities which has daily increasing according to the advanced of human population and the tecnology supporting for the satisfction of  human life. Air pollution  gasses which were more dominant to influence of human healt are: carbon monoxide (CO), nitrogen oxide (NOx), sulfuric oxide (SOx), hydrocarbon (HC),  particulates and greenhouse gasses  . These component can pollute the air as itself, or combination each other. The influence of air pollutan  gasses to human health have direct concequences   although be indirect such as; destroy the blood hemoglabin composotion, antrakosis disease, irritation of trachea or pneumokinosis desease,  cardiovasculer and cancer desease. Key words: Air pollution gasses, human health
Analisis Penambahan Additive Batu Gamping Terhadap Kualitas Komposisi Kimia Semen Portland Ismail Marzuki
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 10, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.089 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v10i1.400

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui kadar senyawa-senyawa oksida, zat tak larut dan hilang pijar pada additive limestone sebagai bahan tambahan semen portland, serta pengaruh zat additive limestone tersebut terhadap komposisi kimia semen portland. Contoh additive limestone dan contoh semen telah ditambah additive limestone diambil dari pabrik semen Bosowa dan dianalisis secara manual menggunakan sejumlah pereaksi tertentu yang sesuai dan prosedur kerja analisis standar SNI tahun 2002. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar senyawa oksida additive limestone yang ditambahkan pada semen portland memenuhi standar yang diperbolehkan menurut metode ASTM. Pengaruh additive limestone terhadap komposisi kimia semen berturut-turut : Terjadi penurunan kadar SiO2 rata-rata 0,16%, penurunan kadar Al2O3 rata-rata 0,105%, penurunan kadar Fe2O3 rata-rata 0,048%, penurunan kadar MgO rata-rata 0,035%, dan penurunan kadar SO3 rata-rata 0,005 % setiap penambahan additive limestone 2 %. Penambahan additive limestone terhadap kadar CaO meningkat rata-rata 0,170%, kadar zar tak larut (IR) meningkat rata-rata 0,055%, dan kadar zat hilang pijar meningkat rata-rata 0,88% setiap penambahan additive limestone 2 %. Kata kunci : additive, limestone, oksida, pengaruh, semen ABSTARC This research aimed to know the concentration of oxide compounds, in soluble and incandescence substance in iniestone as additive agent on Portland cement, and the influence of the limestone on chemical compotition of the Portland cement. The samples of line stone additive and Portland cement are taken from Bosowa cement factory and analyzed manully by using anumber certain reagent that suitable to procedure of SNI analyzes 2002. Result of analysis indicate that oxide compound rate of additive enhanced limestone at cement of portland fulfill enabled standard according to method of ASTM. Influence of limestone additive to chemical composition cement successively. Happened degradation of mean concentration of SiO2 ocured 0,16%, degradation of rate of Al2O3 mean 0,105%, degradation of rate of Fe2O3 mean 0,048%, degradation of rate of MgO mean 0,035%, and degradation of rate of SO3 mean 0,005 % each, every addition of limestone additive 2 %. Addition of limestone additive to rate of Cao mount mean 0,170%, rate of zar do not be dissolve ( IR) mount mean 0,055%, and rate lose incandescence mount mean 0,88% each, every addition of limestone additive 2 %. Keyword : additive, limestone, oxide, influence, cement.
Analisis Kadar Tanin Ekstrak Air dan Ekstrak Etanol pada Biji Pinang Sirih (Areca Catechu. L) Taty Sulastry
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 10, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.631 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v10i1.401

Abstract

ABSTRAK Biji Pinang Sirih   (Areca Catechu. L) banyak mengandung komponan senyawa kimia yaitu, tanin alkaloid, lemak, minyak astiri, air dan sedikit gula.Tanin merupakan senyawa yang penting penggunaannya dalam bidang kesehatan dan industry.Tanin diperoleh dengan cara ekstraksi dengan pelarut air dan etanol karena tanin dapat larut dalam pelarut tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar tannin pada biji pinang sirih dengan menggunakan pelarut air dan pelarut etanol. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan menggunakan metode ekstraksi. Biji pinang sirih dikeringkan dan dihaluskan lalu diayak. Kemudian serbuk dimaserasi dengan pelarut air dan etanol 96% dengan suhu 50-60 0C selama 5 jam, kemudian dievaporasi dan dicuci dengan petroleumeter, dan selanjutnya uji kualitatif dan penentuan kadar tannin. Hasil penelitian diperoleh kadar tannin dengan menggunakan pelarut air sebanyak 6,45%, dan yang menggunakan pelarut etanol 96% diperoleh sebanyak 8,53%. Kata Kunci: Ttanin, Pinang sirih ABSTRAC Pinang Sirih sedd ( Areca Catechu. L). contains many components of chemical compound i.e. tannins alkaloid, lipid, atsiri oil, water and less sugar. Tannins is important compound for health and industry fields. Tannins is taken by extraction process in water and ethanol as solvent because of its solved in them. This is experiment research by extraction method which aimed to know the tannin concentration of Pinang Sirih seed. Pinang siri seed is dried, refined then sieved. Then powder is macerated by water and by ethanol in 50-60oC fo 5 hours, then evaporated and washed by petroleum ether, qualitative tested and determine the tannin.  The research result is obtained tannin rate by water as solvent are 6.45% and by ethanol are 8,53%. Keyword: Tannins, pinang sirih
Peta Asam Lemak Berbagai Spesies Lamun (Seagrass) di Pantai Kabupaten Donggala Tahril .; Alfian Noor; Paulina Taba; Nursiah La Nafie
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 10, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.533 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v10i1.402

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan identifikasi kuantitatif jenis-jenis asam lemak lamun dari spesies Thalassodendron ciliatum, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Thalassia hemprichii, dan Enhalus acoroides. Analisis lemak contoh yang diambil di perairan kabupaten Donggala ini dilakukan dengan metode soxhlet dan analisis asam lemak menggunakan metode GC. Ternyata diperoleh variasi kandungan lemak antara 0,27 % - 1,01 %, sementara konsentrasi asam lemak jenuh yang ditemukan bervariasi antara 4,39 % - 8,03 %, asam lemak tak jenuh bervariasi antara 4,48 % - 18,39 %, dan omega 3 (EPA) bervariasi antara 0,27 % - 1,24 %. Hasil di atas, jika digabungkan bersama hasil analisis protein, fosfat, dan mineral dapat menjadi dasar untuk memperkirakan status kesuburan lamun. Kata kunci : Lamun, asam lemak, ABATRACT The quantitative analyses of fatty acids various was conducted from the seagrass Thalassodendron ciliatum, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Thalassia hemprichii, and Enhalus acoroides speciess. The sampel takken from Donggala coast is analyses as the soxhlet method and the Gas Chromatography. The result obtained obstetrical variation of  fatty are vary among 0,27 - 1,01 %, for a while concentration of saturated fatty acids are vary among 4,39 - 8,03 %, unsaturated fatty acid are vary among 4,48 - 18,39 %, and omega 3 (EPA) are vary among 0,27 - 1,24 %. The result is it is joined with the protein, phosphate, and mineral analyses result can become basic for estimate the fertility status the sea grass. Keyword: Sea grass, fatty acid
Lempung Aktif Sebagai Adsorben Ion Fosfat Dalam Air Army Auliah
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.43 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v10i2.424

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas adsorpsi Lempung aktif  terhadap ion fosfat. Penelitian ini  dilaksanakan di Laboratorium  Kimia FMIPA Universitas Negeri Makassar. Sampel lempung  diambil dari  Kabupaten Barru dan diaktivasi secara fisika pada suhu 350 oC selama 3 jam. Kapasitas Adsorpsi lempung aktif ditentukan berdasarkan penentuan waktu kontak optimum pada variasi waktu kontak 1, 3, 7, 8, 9, 10 dan 11 jam dengan variasi konsentrasi awal fosfat  10, 20, 30, 40, dan 50 ppm. Konsentrasi fosfat yang teradsorpsi  pada  lempung aktif  ditentukan dengan metode asam askorbat yang diukur dengan  spektrofotometer Uv-Vis pada  l  890 nm. Prinsip dasar  metode ini adalah  senyawa ortofosfat direaksikan dengan ammonium  molibdat dengan kalium antimonil tartrat dalam suasana asam. Asam fosfomolibdat yang dihasilkan kemudian direduksi  dengan  asam askorbat  menjadi kompleks molibdenium yang berwarna biru. Intensitas warna biru dari senyawa molibdenium ini sebanding dengan konsentrasi fosfat yang tidak teradsorpsi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kapasitas adsorpsi lempung aktif  0,8197  mg/g  yang mengikuti pola isoterm  Langmuir dengan nilai  R2 =  0,861. Kata Kunci:  Lempung Aktif, Kapasitas Adsorpsi, Ion Fosfat ABSTRACT The research of activated clay as adsorber on phosphate ions has done in chemistry  Laboratory of  Faculty of Mathematics  and Natural Sciences, State University of Makassar. This research is aimed to know  the adsorption capacity of activated clay to phosphate ions.  The clay sample  was taked from Barru regency and activated phisically at 350 oC during three hours. The capacity of activated clay  adsorption was determined based on the establish  of  optimum contact time at various time of 1, 3, 7, 8, 9, 10, and 11 hours with  the initial variations concentration of phosphate 10, 20, 30, 40, and 50 ppm.  The concentration  of phosphate  which adsorpted  in activeted  clay  was determined  by ascorbic acid method  which  measured  with UV-Vis  spectrophotometer of at l 890 nm.  The  principle  of this method  is the reaction of ortophosphate, ammonium molibdat and potassium antimonil tartrat in acid condition. The phosphomolibdat  acid was reduced  with ascorbic  acid to molibdenium complexes which blue color. The blue color intensity of molibdenium  compound is equal to phosphate concentration  tha is not adsorbed. The measuring result shown that the adsorption capacity of activeted clay is 0.8197 mg/g which  behaves like  the Langmuir  isoterm with R2 0.861. Key  word: Activated Clay,  The Adsorption Capacity,  and Phoshate Ion

Page 1 of 25 | Total Record : 241