cover
Contact Name
widyasari putranti
Contact Email
widyasari@pharm.uad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mediafarmasi@pharm.uad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Media Farmasi : Jurnal Ilmu Farmasi (Journal Of Pharmaceutical Science)
ISSN : 14127946     EISSN : 25035223     DOI : 10.12928
Core Subject : Health, Science,
Media Farmasi is a scientific journal published by the University of Ahmad Dahlan worked closely with Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Media Farmasi published two times a year, namely in March and September since 2002 with ISSN 1412-7946 and e-ISSN 2503-5223. The article published in the Journal Media Farmasi selected by editors and reviewed by the reviewer. Articles published in Media Farmasi must not be published in other journals or have been previously published. Media Farmasi publishes a review article, original article, as well as short communication in all scopes of Pharmaceutical Science.
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
Kombinasi Ekstrak Herba Andrographis Paniculata (Burm f.) Nees dan Daun Pandanus Amaryllifolius Roxb. Sebagai Antihiperglikemia Ni Putu Ermi Hikmawanti; Hadi Sunaryo; Rachmad Eka Prasetyo
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 15, No 1: Maret 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.869 KB) | DOI: 10.12928/mf.v15i1.9696

Abstract

Herba Andrographis paniculata (Burm f.) Nees atau sambiloto dan daun Pandanus amaryllifolius (Burm f.) Nees atau pandan wangi telah diketahui khasiatnya sebagai antihiperglikemia. Penelitian bertujuan untuk mengoptimasi kombinasi ekstrak etanol 70% herba sambiloto dan daun pandan wangi sebagai antihiperglikemia pada tikus jantan galur Sprague Dawley yang diinduksi aloksan. Hewan uji dibagi menjadi 7 kelompok perlakuan, masing-masing kelompok terdiri dari 4 ekor tikus. Kelompok I adalah kelompok tanpa perlakuan; kelompok II mendapatkan glibenklamid dosis 0,26 mg/Kg BB; kelompok III mendapatkan ekstrak herba sambiloto tunggal dosis 1000 mg/Kg BB; kelompok IV mendapatkan ekstrak daun pandan wangi tunggal dosis 600 mg/Kg BB; kelompok V, VI, dan VII masing-masing mendapatkan kombinasi ekstrak herba sambiloto dan daun pandan wangi dosis berturut-turut 1000:300, 500:300, dan 500:600 mg/Kg BB. Pemeriksaan kadar gula darah menggunakan sampel serum darah tikus yang diukur dengan metode GOD-PAP dan dibaca dengan spektrofotometer klinikal mikrolab 300. Preparat jaringan pankreas diamati menggunakan mikroskop dengan perbesaran 40x untuk melihat ada tidaknya vacuolation dan nekrosis pada sel pulau Langerhans pankreas. Data persentase penurunan kadar gula darah tikus dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Gambaran histopatologi pankreas dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang mendapatkan kombinasi ekstrak herba sambiloto dan daun pandan wangi (500:300 mg/Kg BB) merupakan kelompok kombinasi yang lebih baik dari kelompok ekstrak tunggalnya (p<0,05) dan sebanding dengan kelompok kontrol positif glibenklamid (p>0,05) dalam menurunkan kadar gula darah. Semua kelompok kombinasi ekstrak mampu memberikan perbaikan sel pulau Langerhans pankreas tikus. 
Analisis Hidrokuinon Pada Bleaching Cream Yang Dijual Secara Online Dan Tidak Memiliki Izin Edar Dari Bpom Windy Rizky Lestari; Dian Prasasti
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 15, No 1: Maret 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.245 KB) | DOI: 10.12928/mf.v15i1.12357

Abstract

Penggunaan produk pemutih kulit di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu jenis  produk pemutih kulit adalah bleaching cream. Saat ini banyak ditemukan produk bleaching cream ilegal yang dijual secara online. Badan Pengawasan Obat dan Makanan menemukan 868 jenis kosmetik ilegal mengandung bahan berbahaya seperti hidrokuinon. Hidrokuinon adalah bahan yang digunakan untuk memutihkan kulit dengan cara menghambat aktivitas enzim tirosinase. Penggunaan hidrokuinon pada kosmetik di Indonesia tidak diperbolehkan karena dapat mengakibatkan masalah pada kulit dan menyebabkan kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan dan kadar hidrokuinon pada bleaching cream yang dijual secara online dan tidak memiliki izin BPOM. Lima sampel bleaching cream yang dibeli secara online diuji secara kualitatif dan uji kuantitatif. Uji kualitatif  dengan menggunakan pereaksi warna FeCl3. Uji kuantitatif  menggunakan HPLC, fase gerak yang digunakan yaitu metanol : aquadest (55:45) dan fase diam yang digunakan adalah ODS/C-18. Terdapat kandungan hidrokuinon pada 5 sampel bleaching cream yang dijual secara online dan tidak memiliki izin BPOM dari 5 sampel bleaching yang dianalisis. Kadar hidrokuinon pada sampel bleaching cream pada sampel A 8,76, sampel B 6, 96 , sampel C 4,07 , sampel D 0,12 , dan sampel E 0,07 . Hasil uji statistika menggunakan Uji Brown Forsythe dan Uji Welch diperoleh nilai signifikansi (Sig) sebesar 0,000 dimana nilai tersebut kurang dari 0,005 yang berarti terdapat perbedaan bermakna kadar hidrokuinon pada setiap sampel bleaching cream yang dianalisis.
Analisis Lemak Anjing Dalam Bakpao Ayam Menggunakan Ftir (Fourier Transform Infrared) Dikombinasi Kemometrika Any Guntarti; Muhamad Ali Zainal Abidin
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 15, No 1: Maret 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.267 KB) | DOI: 10.12928/mf.v15i1.12356

Abstract

Bakpao ayam adalah makanan yang dikenal masyarakat Indonesia. Bahan utama umumnya daging ayam yang kemudian dikukus. Daging yang digunakan, kadang belum tentu terjamin keasliannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan mendeteksi adanya kandungan lemak anjing dalam produk makanan bakpao ayam. Analisis dengan spektrofometri FTIR yang dikombinasi kemometrika dapat memberikan informasi adanya kandungan lemak anjing dalam bakpao ayam. Model analisisnya dengan membuat variasi konsentrasi campuran daging anjing dengan daging ayam. Bakpao produk di pasaran diambil empat sampel yang dijual di kota Yogyakarta dengan teknik stratified random sampling. Hasil spektra FTIR dianalisis dengan kemometrika. Analisis kuantitatif menggunakan Partial Least Square (PLS), dan analisis kualitatif dengan Principles Component Analysis (PCA). Hasil optimasi bilangan gelombang diperoleh pada 1226-840 cm-1. Analisis dengan PLS diperoleh persamaan y=0,9969x+0,1697 ; nilai R2 0,9969; RMSEC 1,38% ; RMSEP 0,27% ; RMSECV 1,31%.  Analisis dengan PCA menunjukkan bahwa keempat sampel bakpao pasaran pedagang kaki lima di kota Yogyakarta tidak mengandung lemak anjing.
Aktivitas Repelan Minyak Atsiri Biji Pala (Myristica Fragrans Houtt.) Pada Nyamuk Aedes Aegypti Lina Widiyastuti; Azis Ikhsanudin; Noorlina Noorlina
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 15, No 1: Maret 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.851 KB) | DOI: 10.12928/mf.v15i1.12355

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menguji aktivitas repelan minyak atsiri biji pala terhadap nyamuk Aedes aegipty betina. Repelan yang banyak beredar di pasaran yaitu repelan sintetik yang dapat memberikan dampak negatif untuk kesehatan karena umumnya mengandung Diethyltoluamide atau DEET. Minyak atsiri biji pala mengandung eugenol, metil eugenol, elemisin miristisin, α-pinena, dan β-pinena yang dapat digunakan sebagai repelan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi minyak atsiri biji pala terhadap iritasi dan aktivitas repelan. Uji dilakukan pada 6 konsentrasi minyak biji pala yaitu 4, 6, 8,10, 12% (v/b) dan kelompok kontrol. Pengujian meliputi uji pH, iritasi, dan aktivitas repelan. Aktivitas repelan dianalisis menggunakan SPSS dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan LSD pada taraf signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan pH masing-masing konsentrasi adalah 6. Iritan bersifat sangat ringan. Aktivitas repelan dari 6 seri konsentrasi tersebut berturut-turut adalah 43,95; 373,56; 758,03; 1167,41; 1950,98 dan 4,29 detik. Berdasarkan hasil yang diperoleh disimpulkan bahwa minyak atsiri biji pala mempunyai aktivitas repelan terbesar terhadap nyamuk Aedes aegypti betina pada konsentrasi 12%(v/b) selama 1950,978 detik dan iritan yang sangat ringan.
ANALISIS PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SLEMAN YOGYAKARTA PERIODE APRIL 2009 Yuliastuti, Fitriana; Sudjaswadi, Riswaka; Purnomo, Achmad
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 10, No 2: September 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.76 KB) | DOI: 10.12928/mf.v10i2.1177

Abstract

Pelaksanaan pengobatan yang belum rasional selama ini telah memberikan dampak negatif berupa pemborosan dana masyarakat, efek samping yang berupa resistensi, interaksi obat yang berbahaya yang menurunkan mutu pengobatan dan mutu pelayanan kesehatan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis gambaran secara umum penggunaan obat pada pasien rawat jalan di RSUD Sleman Yogyakarta periode April 2009. Penelitian bersifat deskriptif non eksperimental. Data diambil secara concurrent berupa resep pasien rawat jalan yang memeriksakan diri di poliklinik, pengamatan langsung pasien mulai konsultasi dengan dokter sampai mendapatkan obat, dan obat-obat kunci (drug of choice) yang dianalisis menggunakan indikator penggunaan obat WHO 1993. Sampel diambil dengan menggunakan metode Systematic Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 240 pasien rawat jalan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh rata-rata jumlah item obat yang diresepkan per lembar resep sebesar 2,16 R/, peresepan obat dengan nama generik sebesar 63,58%, peresepan antibiotika diperoleh sebesar 24,09%, peresepan sediaan injeksi 0,19%, dan peresepan obat yang sesuai dengan formularium rumah sakit sebesar 99,81%. Hasil penelitian indikator pelayanan pasien, diperoleh hasil bahwa rata-rata waktu konsultasi pasien dengan dokter adalah 7 menit 49 detik, rata-rata waktu dispensing obat adalah 10 menit 44 detik, obat yang benar-benar diserahkan sebesar 99,04%, obat yang dilabel dengan benar sebesar 98,06%, dan pasien yang paham akan cara penggunaan obat yang benar sebesar 84,42%. Dari hasil penelitian dengan menggunakan indikator fasilitas kesehatan diperoleh hasil bahwa di RSUD Sleman tersedia formularium rumah sakit dan ketersediaan obat obat kunci sebesar 100,00%.Kata kunci : gambaran penggunaan obat, indikator WHO 1993, RSUD Sleman
OPTIMASI KOMBINASI SUKROSA-MANITOL SEBAGAI PENGISI DALAM SEDIAAN TABLET HISAP EKSTRAK KENTAL BIJI PINANG (Areca catechu L.) SECARA GRANULASI BASAH Tania, Ferra; Elfiyani, Rahmah; Widayanti, Ari
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 10, No 2: September 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.114 KB) | DOI: 10.12928/mf.v10i2.1166

Abstract

&gt; Biji Pinang merupakan salah satu tanaman obat yang dapat dimanfaatkan untuk antiseptik karena kandungan dari salah satu biji pinang adalah tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimasi kombinasi sukrosa-manitol dalam sediaan tablet hisap ekstrak kental biji pinang secara granulasi basah. Penelitian ini diawali dengan evaluasi ekstrak kental biji pinang 70%, lalu ekstrak kental biji pinang dibuat dalam 5 formula dengan perbandingan pengisi sukrosa dan manitol yaitu FI (1:1), FII (1:2), FIII (1:3), FIV (1:4), FV (1:5). Pembuatan granul dibuat secara granulasi basah kemudian dilakukan evaluasi granul dan evaluasi tablet. Hasil uji kekerasan tablet diperoleh F1 12,50 kg/cm2; F2 11,71 kg/cm2; F3 11,01 kg/cm2; F4 10,70 kg/cm2 dan F5 10,27 kg/cm2. Selanjutnya data kekerasan yang diperoleh dianalisa secara statistik ANOVA satu arah diperoleh nilai sig (0.000) &lt; α (0.05), maka terdapat perbedaan bermakna pada tiap formula yang kemudian dilanjutkan pada uji Tukey. Berdasarkan hasil statistik kombinasi pengisi sukrosa manitol F1, F3 dan F5 memiliki perbedaan sifat fisik yang bermakna pada kekerasan. Pada kelima formula yang memenuhi syarat secara keseluruhan yaitu F4 dan F5 dilakukan uji hedonis. Hasil analisa chi-square menunjukan bahwa F4 dan F5 tidak ada perbedaan yang bermakna pada uji kemanisan dan uji kesukaan aroma. Pada uji penampilan F4 ada perbedaan bermakna sedangkan F5 tidak ada perbedaan bermakna. Dapat disimpulkan F5 merupakan nilai optimal dan dapat diterima respon rasa di masyarakat.Kata kunci: Areca catechul, sukrosa-manitol, tablet hisap
FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI LOTION MINYAK ATSIRI BUAH ADAS (Foeniculum vulgare Mill) Hapsari, Indri; Caesar, Rahma Yuanita; Dhiani, Binar Asrining
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 11, No 1: Maret 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3708.924 KB) | DOI: 10.12928/mf.v11i1.1396

Abstract

Buah  adas  mengandung  minyak  atsiri  antara  lain  anethole,  fenchone  dan  metil chavicol. Senyawa anethole dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri  pada bakteri Gram  Positif  dan  Gram  Negatif.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  membuat  lotion minyak  atsiri  dari  buah  adas  dan  menentukan  aktivitas  antibakterinya  terhadap Staphylococcus  aureus  dan  Pseudomonas  aeruginosa.  Penelitian  ini  dilakukan untuk membuat lotion menggunakan minyak atsiri buah adas yang diperoleh dari destilasi  uap  air  dengan  konsentrasi  1,  5,   dan  10%  (Formula  I,  II  dan  III). Kemudian  lotion  tersebut  diuji  parameter  fisik  dan  ditentukan  aktivitas antibakterinya.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  semakin  tinggi  konsentrasi minyak  atsiri,  sediaan  lotion  yang  dibuat  memiliki  daya  lekat  dan  viskositas semakin  rendah.  Variasi  konsentrasi  minyak  atsiri  tidak  memberikan  pengaruh pada  sifat organoleptis, pH dan  kestabilan lotion.  Diketahui pula bahwa semakin tinggi  konsentrasi  minyak  atsiri  pada  sediaan  lotion  maka  semakin  tinggi  daya sebar dan diameter zona hambatnya terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureusdan  Pseudomonas  aeruginosa.Minyak  atsiri  buah  adas  memiliki  aktifitas antibakteri  setelah  dibuat  dalam  sediaan  lotion  meskipun  lemah.  Formula  yang menunjukkan  aktivitas  antibakteri  yang  paling  tinggi  adalah  formula  III  dengan konsentrasi 10% minyak atsiri. Kata kunci: Foeniculum vulgare Mill, lotion, antibakteri
EFEK KEMOPREVENTIF DAN ANTIHEMATOTOKSIK MINYAK BIJI JINTEN HITAM (MBJH) Marstyawan, Marstyawan; Mustofa, Mustofa; Akrom, Akrom; Mubarika, Mubarika
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 10, No 2: September 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.221 KB) | DOI: 10.12928/mf.v10i2.1173

Abstract

tepi. Biji jinten hitam (BJH) secara empiris telah digunakan sebagai komponen jamu dengan berbagai macam indikasi, namun mekanisme kerja kandungan zat induksi 10x20 mg/kgbb DMBA terhadap persentase monosit &amp; netrofil darah tepi (kontrol normal) diberi akuabides dan makanan standar, kelompok II , III dan IV sebagai kelompok perlakuan dengan pemberian MBJH 0.25, 2.5 dan 5 ml/kgbb/hari dan diinduksi DMBA. Kelompok V dan VI sebagai kontrol positif I (diberi timokuinon 50 mg/kgBB) dan sebagai kontrol II (diberi tamoksifen). kelompok kontrol pelarut, hewan uji mendapatkan makan minum standar dan jumlah monosit, netrofil dan limfosit lebih tinggi dari kelompok DMBA. DMBA.Kata kunci: immunoprotective;kemopreventif;limfosit; monosit; netrofil, maserat heksan biji jinten hitam. hoc dengan tingkat kepercayaan p&lt;0,05 untuk persentase komponen lekosit. Hasil analisis statistik perbedaan rata-rata antar kelompok dengan ANAVA dan post hematoprotektor. Pada kelompok yang mendapatkan MHBJH memiliki per sentase larutan minyak jagung yang diberikan sebagaimana pemberian DMBA Dilakukan mg/kgBB DMBA, 2x/pekan selama lima pekan. Kelompok VIII sebagai Kelompok VII sebagai kelompok sakit hanya diinduksi DMBA 10x20mg/kgbb selama 5 pekan. Pada minggu ketiga kelompok I - VII mulai di induksi dengan 20 tikus Sprague dauley. Pada penelitian ini digunakan 80 ekor tikus SD. Hewan uji dibagi dalam 8 kelompok yang masing -masing terdiri dari 10 ekor. Kelompok I aktif BJH belum semua diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sehingga diduga dapat menurunkan jumlah netrofil, monosit dan limfosit darah karsinogenik juga terbukti menekan aktivitas sumsum tulang dan spleenosit Senyawa 7,12-DMBA-3,4-diol-1,2 epoksida (DMBA-DE) disamping bersifat kelompok timokuinon (p&gt;0,05). Dapat disimpulkan bahwa MBJH terbukti bersifat Persentase limfosit, netrofil, dan monosit kelompok MBJH setara dengan kemopreventif dan dapat berlaku sebagai hematoprotektor terhadap karsinogen penelitian menunjukkan bahwa MBJH bersifat kemopreventif dan pengaruh pemberian 0,25, 2,5 dan 5 ml/kgbb/hari MBJH selama dan sebelum
EVALUASI TOKSISITAS HEMATOLOGI AKIBAT PENGGUNAAN 6-MERKAPTOPURIN DALAM FASE PEMELIHARAAN PADA PASIEN PEDIATRI KANKER LEUKIMIA LIMFOBLASTIK AKUT DI RS KANKER DHARMAIS JAKARTA Andalusia, Rizka; Perwitasari, Dyah Aryani; Isnani, Nazhipah; Mahdi, Haridini Intan
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 11, No 1: Maret 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1533.82 KB) | DOI: 10.12928/mf.v11i1.1401

Abstract

Merkaptopurin merupakan obat kemoterapi yang digunakan pada fase konsolidasi dan pemeliharaan pada pasien pediatri kanker leukimia limfoblastik akut (LLA). Merkaptopurin diduga memiliki hubungan erat dengan terjadinya toksisitas pada hematologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karatekristik pasien, angka kejadian, derajat keparahan dan penatalaksanaan toksisitas serta faktor risiko yang mempengaruhi  terjadinya  toksisitas  hematologi  penggunaan  6-MP  dalam  fase pemeliharaan pada pasien pediatri kanker LLA di RS Kanker Dharmais Jakarta. Penelitian  ini  dilakukan  dengan  desain  observasional  cross  sectional  dengan mengambil  data  pasien  secara  retrokspetif  dan  prospektif,dengan  subyek penelitian adalah pasien  kanker LLA anak yang berobat di RS Kanker Dharmais Jakarta  dari  tahun  2013  sampai  dengan  periode  Maret-April  2014  yang  sedang dalam  fase  pemeliharaan.  Subyek  yang  memenuhi  kriteria  inklusi  adalah23 pasien.  Pengumpulan  data  dilakukan  dengan  melihat  rekam  medik  untuk mendapatkan  data  identitas  pasien  dan  data  hematologi.  Hasil  penelitian menunjukkan  bahwa  pasien  laki-laki  lebih  banyak  daripada  pasien  perempuan, dengan  usia  paling   banyak  berusia  &lt;  10  tahun,  dan  berstatus  gizi  normal  serta paling  banyak  dengan  klasifikasi  LLA  resiko  tinggi.  Angka  kejadian  toksisitas hematologi anemia paling banyak terjadi sebesar 95,66%. Derajat keparahan pada toksisitas  hematologi  paling  banyak  terjadi  pada  derajat  1.  Berdasarkan  faktorfaktor yang mempengaruhi terjadinya toksisitas diperoleh bahwa klasifikasi LLA berpengaruh  terhadap  terjadinya  leukopenia  [RR=0,289;  interval  kepercayaan 95%:  0,079-1,051].  Penatalaksanaan  toksisitas  dilakukan  jika  pasien  mengalami anemia dan trombositopenia.Kata kunci : 6-merkaptopurin, toksisitas, hematologi, leukimia limfoblastik akut
AKTIVITAS PENANGKAPAN RADIKAL DPPH OLEH FRAKSI N-HEKSAN DAN FRAKSI ETIL ASETAT DAUN KELOR (Moringa oleifera, Lamk) Dellima, Marita; Erika, Beta Ria; Sulistyawati, Rini
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 11, No 1: Maret 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2654.715 KB) | DOI: 10.12928/mf.v11i1.1392

Abstract

Radikal bebas dikenal sebagai mediator berbagai penyakit. Beberapa kandungan kimia  tumbuhan  seperti  senyawa  fenolik  dan  flavonoid  telah  dilaporkan berkorelasi  terhadap  aktivitas  penangkapan  radikal.  Salah  satu  tanaman  yang berpotensi  sebagai  penangkap  radikal  adalah  kelor (Moringa  oleifera  Lamk). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas penangkapan radikal  bebas 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH)  fraksi n-heksan (fraksi non polar) dan fraksi etil asetat (fraksi polar).Serbuk daun kelor dimaserasi menggunakan etanol 80%, kemudian  pelarut  diuapkan. Ekstrak etanolik daun kelor selanjutnya difraksinasi menggunakan beberapa pelarut  dengan polaritas yang berbeda. Setiap fraksi yang dihasilkan  kemudian  diuji  aktivitas  penangkapan  radikal  DPPH menggunakan metode  spektrofotometri  tampak  pada  panjang  gelombang  517  nm.Kemampuan fraksi-fraksi  daun  kelor  dalam  menangkap  radikal  DPPH  diamati menggunakan parameter  IC 50. Fraksi etil asetat mempunyai  IC 50 kecil (6,59 μg/mL) dibanding fraksi  n-heksan  (77,80μg/mL).Hal  ini  menunjukkan  bahwa  fraksi  etil  asetat mempunyai kemampuan  menangkap  radikal  bebas  DPPH  yang  lebih  besar diibandinggkan fraksi heksana. Kata kunci : daun kelor, penangkapan radikal bebas, DPPH.

Page 1 of 24 | Total Record : 239