cover
Contact Name
Witono Hardi
Contact Email
witono@unkhair.ac.id
Phone
+6281235234218
Journal Mail Official
witono@unkhair.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 Unkhair Jl. Pertamina, Gambesi, Ternate, Maluku Utara, Indonesia
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
DINAMIKA
Published by Universitas Khairun
ISSN : 23548584     EISSN : 27209520     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal of Mechanical Engineering, Material, Manufacturing, otomotif and other related to the Mechanical Engineering.
Articles 43 Documents
Studi Potensi Penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hydro Di Desa Yeisowo Kecamatan Patani Kabupaten Halmahera Tengah Sandi Rais; Ishak Usman; Muhammad Taufan
DINAMIKA Vol 5, No 1 (2020): DINAMIKA
Publisher : DINAMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Solusi Energi Terbarukan menjadi jawaban terhadap permintaan kebutuhan pembangunan desa di Indonesia, serta mempromosikan solusi praktis dan berkelanjutan yang bisa langsung diadopsi oleh masyarakat pedesaan yang menjadi prioritas bagi bangsa Indonesia. Desa Yeisowo  salah satu desa di Kecamatan Patani terdapat beberapa air terjun yang dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listik tenaga air. Dengan jumlah penduduk desa yang cukup banyak yakni 3000 jiwa dimana daerah itu merupakan wilayah dengan konsentrasi penduduk tinggi yang membutuhkan ketersediaan infrastuktur, sarana dan prasarana pedesaan dalam jumlah dan kualitas yang baik..        Di Daerah  Kecamatan Patani tepatnya di desa  Wailegi belum terdapat pemanfaatan air dalam bentuk energi sehingga memanfaatkan potensi yang ada sebagai sumber energi listrik di daerah aliran air terjun tersebut itu sangat diperlukan. Selain itu penggunaan Kincir Air sebagai sumber energi listrik dapat meringankan biaya pajak yang dikeluarkan oleh warga sekitar untuk penerangan jalan.Pengukuran laju atau kecapatan air yang dilakukan dengan metode bucket. Metode diperoleh jumlah debit air sebesar  (v) 0,01215 m3/detik. Untuk pengukuran tinggi jatuh air (head) yang dimulai dari bagian atas perkiraan tinggi permukaan air pada posisi bak pengatur yang ditentukan maka besarnya tinggi jatuh air (head) adalah  43 meter  Adapun besarnya daya hidrolik (Ph) Pembangkit Listrik Tenaga Kincir Air Desa Yeisowo yang direncanakan sesuai dengan hasil pengukuran debet air, head dan laju kecepatan air maka diperoleh daya hidrolik sebesar 5,063  kW. Dengan melihat kondisi aliran air di Desa ini maka  jenis kincir air yang digunakan adalah jenis over-shot yang memiliki efisiensi maksimum sebesar 60–80% dan tidak lagi memerlukan pipa pesat.  Pada perhitungan ini diasumsikan efisiensinya adalah 60%, sehingga diperoleh:  0,6 . 5,063  kW =  3,037  kW . Berdasarkan hasil analisa teknik pada bahasan sebelumnya biaya investasi yang dibutuhkan diperkirakan sebesar adalah Rp. 21.500.000,- (Dua Puluh Satu Juta lima ratus ribu rupiah) dengan kapasitas listrik yang dihasilkan sebesar 5 Kilo Volt (5000 Watt).
Analisis Balancing Roda Metode Sudut Fasa pada Putaran Kritis Rudi Hartono
DINAMIKA Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : DINAMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vibration on the vehicle causes problems on stability, comfort and reduced lifetime of part. Balancing is solution to reduce the vibration, This research discuss at methode phase angle balance, this metode can determine location the mass unbalance. The vibration that occur read by tranducer and accelerometer receive the signal and sent to computer. The Program Pico can read the characteristic of vibration and the marked of , photoelectric read. The distance of the mass unbalnce identified by location of the mark and amplitude. The rpm of whell is 400 -600, the location of the mass unbalance and the mass balance is 180 o. The balancing process and the mass balance. The peak of amplitudo vibration on 505 rpm and the location of the mass unbalance 9,390, and the balance performance is 0,74. Phase angle methode has a precision that can read the location appropriate unbalance mass and have good balance performance
Pengaruh Cross Section pada Tabung Aluminum Alloy Dalam Penyerapan Energi Impact Kecepatan Tinggi Witono Hardi
DINAMIKA Vol 5, No 2 (2020): DINAMIKA
Publisher : DINAMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tabung tipis telah dikenal luas sebagai penyerap energi impak. Banyak peneliti sebelumnya merekomendasikan tabung tipis sebagai bentuk yang mampu menyerap energi secara optimum saat terjadi benturan.Kondisi  profil cross section sangat mempengaruhi kemampuan penyerapan energi. Bahkan pada bentuk cross section yang sama, namun berbeda parameter, akan memberikan dampak yang berbeda.Pada penelitian ini dilakukan studi simulasi pada profile cross section berbentuk liingkaran saat mendapat beban berkecepatan tinggi. Specimen dibuat dari bahan Aluminum Alloy berbentuk tabung yang berbeda diameter dengan ketebalan yang sama. Setelah diberikan tumpuan jepit pada satu ujung, maka sebuah penumbuk baja menabrak ujung specimen yang lain dengan kecepatan tinggi dengan arah aksial.Hasil dari simulasi menunjukkan bahwa perbedaan cross section mempengaruhi kemampuan penyerapan energi. Gaya reaksi tumpuan terhadap sistem juga berbeda. Nilai dari energi terserap per massa yang rusak juga berbeda. Nilai yang didapat dari penelitian ini bisa sebagai rekomendasi atas berapa ukuran yang sesuai pada tabung aluminum tipis saat mendapat energi impak. Kata kunci : Tabung tipis, cross section, tumbukan kecepatan tinggi, energi diserap, gaya reaksi
PENGURUS JURNAL DINAMIKA program studi Teknik Mesin
DINAMIKA Vol 5, No 2 (2020): DINAMIKA
Publisher : DINAMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

pengurus jurnal dinamika
Pengaruh Debit dan Head Terhadap Daya Mikro Hidro Pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Papaloang Pulau Bacan Tri Suyono; Lita Asyriati Latif; Kifli Umar; Fitra Putra Siko
DINAMIKA Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : DINAMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengoperasian Instalasi Pengolahan Air tidak memerlukan energy listrik untuk menggerakkan sistem kimia yaitu pompa dossing dan mixer pengaduk bahan kimia serta lampu penerangan, pada IPA sitem gravitasi kebanyakan lokasinya berada jauh dari permukiman dan akses jalannya kebanyakan cukup sulit, dan tidak tersedia jaringan listrik dari PLN, sedangkan jika menggunakan genset penyediaan dan pengangkutan BBM tidak mudah, sehingga diperlukan solusi pengadaan energy yang tidak tergantung bahan bakar.Sisa tekan air yang mengalir dari intake ke IPA rata-rata diatas 3 bar, atau setara dengan 30 meter kolom air, sehingga masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan untuk menghasilkan energy listrik dengan mikro hidro dengan memasang mikro hidro diatas tangki V-note, sehingga air yang masuk dimanfaatkan uintuk menggerakkan mikro hidro sebelum selanjutnya dimasukkan ke tangki V-note untuk dilakukan proses pengolahan sampai mencapai standar air minum yang disyaratkan. Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap pengaruh debit dan head terhadap daya mikrohidro dengan melakukan variasi debit, hal tersebut untuk mengatahui performance dari mikro hidro.Dari setiap variasi debit tersebut akan didapatkan data yang digunakan untuk perhitungan dalam mencari beberapa formula dasar, diperoleh hasil daya keluaran generator dan efisiensi total. Pada data hasil perhitungan dimana debit air (Q) = (0,01 – 0,02) m3/s menghasilkan daya keluaran generator (Pg) = (5,02 – 8,97) kW, Pada data penelitian dimana debit air (Q) = (0,01 – 0,02) m3/s menghasilkan daya keluaran generator (Pg) = (4,80 – 8,94) kW dengan efisiensi total (ηT) = (0,727 – 0,759). Maka dapat dinyatakan bahwa semakin besar debit air semakin besar pula daya keluaran dan efisiensi total yang dihasilkan. Hal ini dipengaruhi oleh head, panjang dan diameter pipa pesat, serta kecepatan aliran air. Dengan demikian hasil perhitungan dengan hasil penelitian yang didapat sudah mendekati.
Pengaruh Sistem Cooling Water Ejector terhadap Stabilitas Vacuum Condensor PLTU Tidore M. Fadly Hi. Abbas; Said Hi Abbas; Singgih Tri Prasetyo
DINAMIKA Vol 5, No 2 (2020): DINAMIKA
Publisher : DINAMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Condensor merupakan peralatan penukar kalor yang berfungsi untuk meng-kondensasikan uap keluaran dari sisa memutar turbin. Untuk mempercepat kondesasi di dalam condensor maka ruangan di dalam Condensor harus dibuat vacuum dan dipertahankan oleh water ejector pump. Water Ejector Pump adalah bagian dari vacuum system pada turbin uap yang berfungsi sebagai pembuang (menghisap) udara atau gas  yang tidak terkondensasi dari dalam condenser (selama operasi normal) dengan menggunakan fluida air yang diperoleh dari water jet tank. Optimalisasi kinerja water ejector system ini dengan cara penambahan open cooling water system pada water pond yang menggunakan spray guna meningkatkan kestabilan temperature air yang digunakan pada water jet tank tetap pada range operasinya yaitu < 50 ˚C. Serta  dilakukan juga pemisahan line overflow pada water ejector tank karena selama ini line overflow antara unit 1 dan 2 tergabung menjadi satu sehingga air overflow terbuang ke parit di area pompa yang dapat menggenangi area sekitar (unsafe condition). Sehingga air tidak tersirkulasi dengan baik yang menyebabkan air pada water ejector tank akan menjadi panas dan berakibat pada turunnya vacuum condensor. Hal ini di tindaklanjuti dengan running pompa dari water pond secara continue untuk menjaga air pada water jet tank tetap dingin. Oleh karena itu saya mengambil judul Skripsi “Pengaruh Sistem Cooling Water Ejector Terhadap Stabilitas Vacuum Condensor PLTU Tidore” Dari hasil modifikasi ini dapat mengurangi pengoperasian dari pompa water pond menuju water jet tank dan menjaga air pada water jet tank tetap terjaga di range operasinya yang berguna untuk menjaga ke-stabilan pada sistem vacuum Condensor.Kata Kunci : Condensor, Water Ejector Pump, Overflow Water Jet Tank, Cooling Water Pond
Laju Korosi Pada Baja Karbon Medium Plat A36 Direndam Dalam Media Air Laut Dan Air Tawar Rudi Hartono; Didi Subigyar
DINAMIKA Vol 5, No 1 (2020): DINAMIKA
Publisher : DINAMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneltian korosi ini membicarakan mengenai laju korosi pada plat baja karbon medium dengan media air tawar dan air laut, dimana korosi ini akan menguraikan logam sehingga menjadi oksida logam,maka  menjadi suatu yang penting untuk mengetahui kecepatan dalam penguraian ini atau disebut juga laju korosi. Dalam penelitian ini menggunakan sampel dari plat baja karbon medium yang banyak digunakan aplikasinya, yang disiapkan sampelnya ukuran 30 mm x 23 mm x 3 mm, metode penelitian menggunakan  metode weight loss analisis, persiapan sampel  dengan menggunakan pembersihan permukaan dengan poleshing dan pickling larutan asam sulfat, dilakukan penimbangan berkurangnya berat sampel  dengan waktu bertahap  yaitu 2 , 4 , 6 , 8 dan 10 minggu.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar CR  pada media air tawar 0.104-0.115 mpy lebih rendah dibandingkan pada media air laut   0.125-0.135 mpy.  Hal ini Menunjukkan bahwa air laut bersifat lebih korosif, dengan diketahuinya angka CR tersebut maka kita dapat memperkirakan nilai korosif media atau lingkungan dan memperkirakan umur komponen yang terendam dalam media tersebut. Namun nilai CR tidak sama pada semua material karena CR tergantung kepada kandungan kimia , struktur mikro dan kehomogenan material walaupun medianya perendaman yang sama.
Pengaruh Jarak Pitch Ulir Dalam Pada Pipa Bundar Terhadap Perpindahan Panas Konveksi Fahmiyanti Kamal; Ishak Usman; Iwan Gunawan
DINAMIKA Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : DINAMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diketahui bahwa suatu unit pendingin atau pemanas selalu dijumpai komponen-komponen berupa koilyang berbentuk pipa bundar yang berfungsi sebagai media penukar panas, dimana didalam koil tersebutberpentuk pipa polos dalam artian tidak memiliki hambatan sehingga menghasilkan nilai koefisienperpindahan panas konveksinya yang relatif rendah. Berdasarkan hal tersebut maka diharapkan denganmenambahkan ulir dalam pada pipa bundar ini mampu meningkatkan nilai dari koefisien perpindahanpanas dan laju perpindahan panas konveksinya, penambahan ulir dalam pada pipa ini bertujuan agarmampu mengubah bentuk aliran yang tadinya laminar diubah secara paksa menjadi aliranturbulen,sehingga nilai bilangan Reynold dan bilangan Nusseltnya lebih meningkat.Studi eksperimental ini menggunakan tiga spesimen uji, dimana ketiga spesimen ini terbuat dari besi pipaGIP (Galvanish Iron Pipe) dengan spesifikasi medium B, jarak pitch ulir dalamnya divariasikan yakni, 2mm, 3 mm dan 4 mm dengan diameter pipa yang digunakan adalah konstan untuk setiap specimen uji yakni1,5 inch. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar koefisien perpindahan panas konveksi danlaju perpindahan panas konveksinya.Hasil perhitungan menunjukan bahwa dari ketiga spesimen uji, meningkatnya bilangan Reynold, bilanganNusselt, koefisien perpindahan panas dan laju perpindahan panas terbesar terdapat pada spesimen ujidengan jarak pitch ulir dalam 2 mm, dimana untuk spesimen uji 4 mm nilai Re = 46.109,63, Nu = 108,6824,h = 67,423 W/m2 0C dan Q = 42,8491 W. Untuk spesimen uji 3 mm nilai Re = 46.176,72, Nu = 108,872, h= 68,0189 W/m2 0C dan Q = 46,8602 W. Sedangkan untuk spesimen uji 2 mm nilai Re = 46.909,65, Nu =110,30, h = 68,37586 W/m2 0C, dan Q = 50,18674 W. Hasil analisa perhitungan ini menunjukan bahwasemakin kecil jarak pitch ulir dalam pada pipa akan semakin tinggi nilai bilangan Re dan bilanganNusseltnya, begitu juga dengan besarnya koefisien perpindahan panas dan laju perpindahan panasnya
Pengaruh Perbandingan Jari-Jari dan Ketebalan Tabung Aluminum Tipis pada Mode Deformasi dan Gaya Reaksi Maksimum Akibat Pembebanan Aksial Statik Witono Hardi
DINAMIKA Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : DINAMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah tabung aluminum tipis yang diberi pembebanan aksial pada salah satu ujungnya akan mengalami deformasi dengan membentuk pola tertentu pada specimen. Secara umum dapat dibedakan menjadi pola axisymmetric dan non axisymmetric. Pola deformasi itu sangat dipengaruhi oleh perbandingan jari jari tabung dan ketebalan tabung.Pada penelitian ini dilakukan pembebanan pada tabung aluminum tipis dengan panjang 100 mm, ketebalan 0.5 mm dan jari jari 12.5 mm, 15 mm, 17.5 mm dan 20 mm. Pembebanan dilakukan secara statis dengan memberikan tekanan sehingga terjadi deformasi maksimum sebesar 70 mm. Pola deformasi yang terjadi dan gaya maksimum direkam kemudian dibandingkan satu sama lain.Hasil dari percobaan menunjukkan semakin besar jari jari tabung dengan ketebalan yang sama maka semakin besar gaya maksimum yang diperlukan yaitu berturut turut 8735.4 N, 10220 N, 12000 N dan 13895 N. Dari seluruh specimen didapatkan pola deformasi yang non axisymmetric.
Pengaruh Panjang Tabung Aluminum dengan Deformasi Maksimum, Gaya Reaksi Maksimum dan Energi Plastis pada Pembebanan Impact Kecepatan Tinggi Witono Hardi
DINAMIKA Vol 5, No 1 (2020): DINAMIKA
Publisher : DINAMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan tabung tipis sebagai piranti penyerap energi impak telah dikenal sangat luas dalam berbagai aplikasi. Banyak peneliti yang mengungkap berbagai keuntungan dari bentuk tabung tipis ini. Pada penelitian ini akan dibahas masalah pengaruh panjang tabung dalam hubungannya dengan deformasi maksimum, gaya reaksi maksimum dan energi plastis yang diserap saat mengalami  gaya impak dalam kecepatan tinggi.Sebuah tabung dengan diameter 50 mm tebal 1 mm dan panjang bervariasi ditumbuk dengan sebuah baja berbentuk balok berat 0.38 kg dengan kecepatan 75 m/s. Pemodelan dilakukan dengan ANSYS WORKBENCH Explicit Dynamic. Dilakukan pencatatan data hasil simulasi yaitu deformasi maksimum setelah impak, gaya reaksi maksimum dan penyerapan energi plastis yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan semakin panjang specimen maka deformasi yang terjadi semakin kecil. Gaya reaksi juga semakin kecil. Energi akibat deformasi plastis tidak mengalami perubahan yang signifikan.