cover
Contact Name
Saiful Anwar
Contact Email
saifulanwar@unida.gontor.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
attadib@unida.gontor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
AT TA´DIB
ISSN : 02169142     EISSN : 25033514     DOI : -
At-Ta'dib adalah media ilmiah bidang kependidikan Islam, baik berupa studi kepustakaan, hasil penelitian maupun karya ilmiah terkait. Terbit dua kali dalam setahun, sebagai sarana pengembangan tradisi keilmuan insan tarbiyah dan pendidikan pada umumnya. Jurnal kependidikan Islam ini diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah Universitas Darussalam Gontor.
Arjuna Subject : -
Articles 276 Documents
The Implementation of selective method of Mutholaah lesson at Darussalam Gontor Mandrasi Amira saidah; Heru Saiful Anwar; Fairuz Subakir
At-Ta'dib Vol 15, No 1 (2020): Pembelajaran Islam dalam Konteks Pesantren Masa Kini
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v15i1.4822

Abstract

Arabic is the language that must be owned and acquired by all Muslims, and its advantage has made Arabic better and better than other languages, and it differs in another language. Because it pushed the laws of the symbol specific in the pronunciation of its people and non-native speakers or made it a machine for communication between them because it is a language that was lowered in the language of the Holy Quran.Especially in the Arabic reading lesson, because it has an important role in promoting Arabic at this institute. The researcher presented the goal of the research, which is to reveal the implementation of the methods, methods and entrances used in reading education for class four of Islamic teachers at the Darusalam Gontor for Girls First campus.This research was a field research by a descriptive qualitative study. The researcher collected the preliminary data consisting of written documents and so on as it is relevant, in the collection of data, the researcher used the method of written documents and the method of interviewing and observation, and in her analysis of the research the researcher took the method of Miles & huberman, and this was The analysis consists of three plans: data reduction, data presentation and analysis, and inference. Keywords : Implementation,  selective method, Mutholaah lesson
CMS (Centre for Mawarith Studies): A New Pattern of Islamic Mawarith Education in Indonesia Saiful Anwar; Samsirin Samsirin
At-Ta'dib Vol 15, No 2 (2020): Pembelajaran Model Islami dan Efektifitasnya
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v15i2.4845

Abstract

In the recent decades, the implementation of “faraidh” in Indonesia is not as extensive as the study, the many cases of inheritance disputes that occur indicate that Islamic inheritance has not shown the life of the Muslim community in Indonesia. During such conditions, CMS (Center for Mawarith Studies) moved with new ideas in educating the science of faraidh. Its educational movement is not limited to schools but it is able to enter community institutions at the national and even international levels. This study aims to find out more about the CMS (Center for Mawarith Studies) thoughts and movements in educating Islamic inheritance in Indonesia. This study used a qualitative approach with a case study method at the Center for Mawarith Studies at Darussalam Gontor University. The results of the study concluded that the idea of CMS (Center for Mawarith Studies) education in Unida Gontor 1. The objective of Mawarits Learning was to build Mawarits Mind in families. 2. Determination before the distribution (PSP) is the basis for Mawarits educational viewpoint. 3. CMS (Center for Mawarith Studies) Where to Print Teachers, not Consultants. The CMS Unida Gontor educational movement includes 3 service programs 1. Mawarits School (SM) 2. Mawarits Call Center (MCC) 3. Mawarits Science Clinic (KIM). the textbook "Mawarits = PSP" (Determination Before the Distribution) series 1, 2 and 3. The learning method is the 3T "Tamtsili, Tashwiri, Tikrari". the teacher categories are mudarris, muallim and mudarrib. With this educational pattern, it is not an exaggeration if this educational movement is called a large movement in Islamic preaching as a struggle to strengthen and prosper Muslims.
Tinjauan FilosofisTantangan Pendidikan Islam Pada Era Globalisasi Syamsirin -
At-Ta'dib Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v7i2.75

Abstract

Era globalisasi adalah sebuah era di mana setiap informasi dapat diterima dan diserap oleh seluruh penduduk bumi, tanpa batas penghalang yang dapat menghalanginya. Luasnya dunia sudah tidak lagi menjadi penghalang untuk penyebaran berita dan isu apapun yang up todate. Hal ini tentunya menjadi hal yang baru bagi beberapa orang yang belum memiliki pemikiran yang maju, dan bahkan akan menjadikannya hanya akan terlindas oleh cepatnya pertumbuhan teknologi dan kemajuan zaman, karena tidak sanggup menghadapi perubahan yang demikian cepat.Melihat fenomena tersebut, pendidikan adalah faktor yang dapat dijadikan sebagai jaminan bagi pengembangan sumber daya manusia, sehingga dapat menghadapi tantangan globalisasi dengan era digital informasinya. Demikian pula pendidikan Islam, yang lebih cenderung membawa misi religiusitas pun juga harus ikut berperan di dalamnya. Dengan membekali para peserta didiknya dengan kekuatan keimanan, ketakwaan, ilmu pengetahuan, dan ketrampilan yang berimbang sehingga dapat membawa para peserta didik tersebut pada kondisi yang siap menghadapi segala tantangan era informasi.
Islamic Education in Indonesia and Malaysia (The Existence and Implementation until20th century) Untung Margono
At-Ta'dib Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v7i2.80

Abstract

This study discusses the comparison between the existence and the implementation of Islamic Education in Indonesia and Malaysia both from religious educational institutions and public educational institutions. The main problem focuses on: what are the issues that covered equality and differences based on the existence and implementation, and also what matters are dominantly and substantially considered as supporting factors for the cause of those two points (existence and implementation). The study describes the policy from the two countries toward Islamic Education including their goals and objectives. In addition, this study is also exploring the development of Islamic Education in the two countries based on the historical facts and current situation. Eventually, the analysis of comparison emphasized on the existing facts and reality.
Menyusuri Hakikat Kebenaran: Kajian Epistemologi atas Konsep Intuisi dalamTasawuf al-Ghazali Amin Hasan
At-Ta'dib Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v7i2.71

Abstract

Nur (cahaya) yang Allah hujamkan ke dada adalah kunci sebagian besar ilmu pengetahuan. Maka, barangsiapa yang mengira bahwa tersingkapnya pengetahuan hanya tergantung pada dalil-dalil saja, maka berarti ia telah mempersempit rahmat Allah SWT Yang Maha Luas. Dari cahaya itulah hendaknya dicari kasyf (tersingkapnya suatu ilmu). Cahaya itu terpancar dari kemurahan Tuhan pada sebagian makhluk hidup dan harus dinanti-nantikan.Memastikan dengan bukti adalah ilmu, dan yang memproses esensi keadaan itu adalah dzauq, sedang yang menerima yang didengar maupun percobaan lewat prasangka baik adalah iman. Jadi, inilah tiga tingkatan: “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman diantara kalian dan yang telah diberi ilmu beberapa derajat.”
Pendidikan Agama Berbasis Multikulturalisme (Studi Kritis) Abdul Kohar Umar
At-Ta'dib Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v7i2.76

Abstract

Multikulturalisme merupakan faham atau aliran yang membahas tentang kemajemukan budaya, kemudian berupaya untuk mengembangkan seluruh potensi manusia yang menghargai pluralitas dan heterogenitas sebagai konsekwensi keragaman budaya, etnis, suku, dan agama. Melihat realitas kemajemukan tersebut, multikulturalisme mencoba menggagas wacana tentang pendidikan agama, yaitu pendidikan Islam, dengan membawa misi pluralisme agama, humanisme dan demokrasi. Harapannya dengan wacana dan misi tersebut, dapat memberikan solusi dan pencerahan dalam menuju suatu perubahan yang signifikan terhadap pendidikan Islam dengan segala aspeknya, sehingga pendidikan Islam menjadi pendidikan yang inklusif dan dinamis.
Pengaplikasian Ruangan Tawarikh Di Dalam Subjek Sejarah Sebelum Kemerdekaan Malaysia:Tumpuan Terhadap Majalah Guru Norlida Abdul Salam; Ahmad Faisal Abdul Hamid; Abdul Qayyum M Suhaimi; Ummu Zainab Al-Abidah; Mohd Roslan Mohd Nor
At-Ta'dib Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v7i2.81

Abstract

Artikel ini membincangkan mengenai aplikasi ruangan Tawarikh yang terdapat di dalam Majalah Guru sebagai medium bagi rujukan pelajar, guru dan juga masyarakat amnya. Penulisan artikel ini menggunakan metod pengumpulan data iaitu penyelidikan perpustakaan, metode dokumentasi dan akhir sekali apabila semua data yang diperlukan sudah dikumpul maka olahan dan penganalisaan data dilakukan. Kesimpulan yang dapat dibuat dari penulisan artikel ini ialah, kemunculan persekutuan guru-guru Melayu pada dekad 20-an telah menjadikan Majalah Guru sebagai sumber rujukan selain buku teks yang disediakan pada ketika itu bagi mata pelajaran sejarah. Ini menunjukkan bahawa majalah juga dijadikan sebagai sumber sejarah sepertimana yang telah disebutkan oleh Khoo Kay kim (1979).
Gaya Bahasa Dalam Syair “Al-i’tiraf” Karya Abu Nuwas: Sebuah Analisis Stilistik Hanif Fathoni
At-Ta'dib Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v7i2.72

Abstract

Gaya bahasamerupakan cara yang digunakan pengarang dalam memapar- kan gagasan sesuai dengan tujuan dan efek yang ingin dicapainya. Dalam kreasi penulisan sastra, efek tersebut dilakukan untuk pemerkayaan makna, peng- gambaran obyek dan peristiwa secara imajinatif, maupun pemberian efek emotif tertentu bagi pembacanya. Wahana yang digunakan untuk memaparkan gagasan dengan berbagai efek yang diinginkan tersebut bukan hanya mengacu pada lambang kebahasaan melainkan juga pada berbagai macam bentuk sistem tanda yang potensial dapat digunakan untuk menggambarkan gagasan dengan berbagai macam kemungkinan efek estetis yang ditimbulkannya. Kaitan gaya bahasa dengan bahasa, genre maupun budaya itu berarti gaya sangat erat kaitannya dengan pengarang, sebab pengarang itulah yang menciptakannya. Oleh karena itu, sangat wajar kalau di katakan le style c’est de l’homme meme (gaya bahasa me- rupakan cerminan sang penutur bahasa).Diantara karya sastra Arab yang monumental di Indonesia adalah puisi Abu Nuwas khususnya karyanya yag berjudul “al-I’tiraf ”. Syair “I’tiraf ” ini adalah sajak-sajak yang diyakini dicipta oleh Abu Nuwas sebelum ia wafat. Jenis puisi ini dipilih karena cukup terkenal di kalangan pesantren di Indonesia karena maknanya yang begitu berkesan dikalangan mereka. Namun benarkah puisi ini hasil karya Abu Nuwas?, untuk itu perlu kiranya pembahasan tentang gaya bahasa puisi Abu Nuwas ini dikaji lebih dalam.
Pendekatan Komunikatif Dalam Pengajaran Bahasa Arab (Pengalaman Pondok Modern Darussalam Gontor) Abdul Hafidz Zaid
At-Ta'dib Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v7i2.77

Abstract

Pondok Modern Gontor dianggap sebagai salah satu lembaga pendidikan di Indonesia yang memberikan perhatian sangat besar dalam hal pengajaran bahasa asing, khususnya bahasa Arab dan Inggris. Dalam pengajaran bahasa asing ini, Gontor memakai Metode Langsung dengan beberapa perubahan yang disesuaikan dengan lingkungan sekolahnya.Dalam prakteknya, pengajaran bahasa asing membutuhkan latihan secara terus-menerus, karena pada dasarnya kemampuan berbahasa berarti memiliki keterampilan dalam menggunakan bahasa itu, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan, bukan hanya pandai dalam tata bahasanya. Di samping itu, guru tidak hanya mampu membuat muridnya menirukan, mampu membuat mereka itu berfikir dan berbicara dengan bahasa Arab dengan berani dan percaya diri.
Kritik Atas Pendidikan Toleransi Perspektif Multikulturalisme Moh. Ismail
At-Ta'dib Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v7i2.73

Abstract

Pendidikan toleransi adalah salah satu upaya untuk memahamkan anak didik akan pentingnya hidup dalam komunitas yang berbeda. Baik dalam suku, ras maupun berkeyakinan, anak didik harus paham dan menjunjung tinggi toleransi. Akan tetapi, pendidikan toleransi saat ini disalahartikan oleh beberapa pihak. Mereka ingin melebur keyakinan setiap anak dalam satu bingkai toleransi perspektif multikulturalisme. Dengan asumsi bahwa manusia hidup harus menghargai perbedaan (termasuk dalam berkeyakinan). Meskipun dalam kesesesatan, siswa harus tetap menghormati pendapat atau pilihan orang lain. Bahkan, siswa diarahkan untuk meyakini kebenaran agama selain Islam. Ini merupakan doktrin yang berbahaya bagi Islam. Untuk itu, makalah ini mencoba mengkritik pola pendidikan toleransi perspektif multikulturalisme yang diterapkan ke dalam pendidikan agama Islam dengan mengkaji konsep terkait. Adapun hasilnya adalah bahwa secara konseptual, toleransi perspektif multikultural tidak sesuai untuk diterapkan dalam pendidikan agama Islam. Sebab, Islam memiliki konsep toleransi sendiri yaitu tasamuh.

Page 1 of 28 | Total Record : 276


Filter by Year

2008 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2022): Approaches, Strategies, Methods and Islamic Education Vol 16, No 2 (2021): Learning Strategies During The Pandemic Vol 16, No 1 (2021): Mental, Character and Moral education Vol 15, No 2 (2020): Pembelajaran Model Islami dan Efektifitasnya Vol 15, No 1 (2020): Pembelajaran Islam dalam Konteks Pesantren Masa Kini Vol 14, No 2 (2019): Pendidikan Islam Perkembangan dan Tantangannya Vol 14, No 1 (2019): Mental Education in Pesantren Vol 13, No 2 (2018): Pesantren as a Center for Developing Arabic & English Teaching Vol 13, No 1 (2018): Education System and Education Method in Pesantren Vol 12, No 2 (2017): the values of education in pesantren Vol 12, No 1 (2017): Islamic Character Education Vol 11, No 2 (2016): Standarisasi Pendidikan Islam Vol 11, No 1 (2016): Manajemen Penddiikan Islam Vol 10, No 2 (2015): Integrasi Pendidikan Vol 10, No 1 (2015): Pendidikan Akhlak Vol 9, No 2 (2014): Islamisasi Ilmu Pendidikan Vol 9, No 1 (2014): Ilmu Pendidikan Vol 8, No 2 (2013): Urgensi Pendidikan Pesantren Vol 8, No 1 (2013): Tantangan Pendidikan Islam Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan Vol 7, No 1 (2012): Teori Pendidikan Vol 6, No 2 (2011): Pendidikan Karakter Vol 6, No 1 (2011): Teknologi Pendidikan Vol 5, No 1 (2010): Prinsip Pendidikan Islam Vol 4, No 2 (2009): Pendidikan Anak Vol 4, No 1 (2009): Kurikulum Pendidikan Islam Vol 3, No 2 (2008): Filsafat Pendidikan Vol 3, No 1 (2008): Dikotomi ilmu pendidikan More Issue