Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pelayanan Informasi Obat Pada Kader Puskesmas dan Sosialisasi Bahaya Narkoba Pada Anak Sekolah di Kota Kendari Ihsan, Sunandar; Sabarudin, S; Fitrawan, La Ode Muhammad; Nuralifah, N; Arba, Muhammad; Nurrokhmadhani, Wa Ode Sitti
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.66 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v4i2.6278

Abstract

Kegiatan sosialisasi DAGUSIBU (Dapatkan Gunakan Simpan Buang)  metode Cara Belajar Insan Aktif/CBIA pada kader Puskesmas Mokoau dan sosialisasi bahaya Narkoba pada siswa sekolah menengah atas di Kota Kendari telah dilaksanakan oleh tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Farmasi UHO. Tujuan dari kegiatan sosialisasi DAGUSIBU metode CBIA adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait cara penggunaan obat yang baik dan benar melalui komunitas tertentu di masyarakat, dan sosialisasi Narkoba bertujuan untuk memberi pengetahuan mengenai modus-modus penyebaran Narkoba serta bahaya dan bentuk-bentuk penyalahgunaan obat termasuk Narkoba jenis baru. Kegiatan sosialisasi DAGUSIBU metode CBIA dilakukan pada Kader Puskesmas Mokoau berjumlah 22 orang dibagi dalam 4 kelompok dipandu oleh Master AoC Gema Cermat Kemenkes RI utusan Kota Kendari. Tahap, pertama pemberian penjelasan umum tentang Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat/GEMA CERMAT dan DAGUSBU, kedua tiap peserta diberikan kuisioner pretest untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta sebelum sosialisasi. Kegiatan inti adalah peserta mengelompokkan obat-obat yang diberikan dalam formulir yang telah dibagikan berdasarkan kandungan zat aktif untuk di identifikasi nama dagang, indikasi, efek samping dan kontraindikasi yang ada pada kemasan obat dengan di fasilitasi oleh seorang Apoteker. Kegiatan akhir adalah peserta mempresentasikan hasil diskusi salah satunya tentang tidak ada perbedaan antara obat generik dan bermerek pada kualitas dan efektivitasnya untuk indikasi penyakit yang sama. Selain itu pada cara penyimpanan harus sesuai bentuk sediaan obat dan pemusnahan obat yang di pisahkan dari kemasan primernya dengan cara ditanam dalam tanah. Posttest dilakukan untuk menilai tingkat pengetahuan setelah kegiatan. Sosialisasi Narkoba dilakukan di dilakukan di SMA 1 Kendari oleh 3 orang peserta 207 orang, SMA 4 Kendari oleh 4 orang apoteker dengan jumlah peserta 1669 orang, SMA 9 Kendari oleh 3 orang apoteker dengan jumlah peserta 916 orang, SMK 2 Kendari oleh 3 orang apoteker dengan jumlah peserta 324 orang dan SMK 4 Kendari oleh 3 Apoteker dengan jumlah peserta 579 orang. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Sulawesi Tenggara dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara.   Kata kunci: Dagusibu, CBIA, Narkoba, Gema Cermat, Farmasi, Halu Oleo
Edukasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Posyandu Kecamatan Poasia dan Kecamatan Kambu Adryan Fristiohady; Ruslin Ruslin; Muhammad Mahfudz Nur; Rizky Barkah Ramadhani; La Ode Muhammad Fitrawan; Muhammad Hajrul Malaka; Sunandar Ihsan
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.23 KB) | DOI: 10.35311/jmpm.v1i1.3

Abstract

Permasalahan yang terjadi dewasa ini adalah rendahnya pengetahuan dalam menjaga kesehatan tubuh, sikap yang buruk dalam menyikapi pentingnya melakukan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah terjadinya suatu penyakit. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Aksi GERMAS ini juga diikuti dengan memasyarakatkan perilaku hidup bersih sehat dan dukungan untuk program infrastruktur dengan basis masyarakat.dan perilaku penerapan GERMAS di kehidupan sehari-hari. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah Pemberdayaan Posyandu dalam peningkatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Kecamatan Poasia Dan Kambu, Kota Kendari agar menjadi masyarakat yang sehat dan sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan sosialisasi atau ceramah yang didukung interaksi kesehatan serta media leaflet. Minat ibu-ibu posyandu untuk menerapkan GERMAS sangat besar, sehingga penyuluhan tersebut mudah diterima dan dapat menciptakan sikap yang positif terhadap pesan yang disampaikan yang mempengaruhi perilaku ibu-ibu posyandu.
Aktualisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Kambu dan Poasia Muhammad Hajrul Malaka; Ruslin Ruslin; Zoraya Denok Rafhisya; Miftahul Fadli; Sunandar Ihsan; La Ode Muhammad Fitrawan; Adryan Fristiohady
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.265 KB) | DOI: 10.35311/jmpm.v1i1.6

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sebagai hasil pembelajaran sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat. Anak merupakan aset terpenting dalam tercapainya keberhasilan suatu negara. Anak usia sekolah merupakan kelompok usia yang kritis karena pada usia tersebut rentan terhadap masalah kesehatan. Masalah kesehatan umum yang terjadi pada anak usia sekolah biasanya berkaitan dengan kebersihan perorangan dan lingkungan seperti gosok gigi yang baik dan benar, kebersihan diri, serta kebiasaan cuci tangan pakai sabun, serta membersihkan kuku dan rambut. Peningkatan pemahaman siswa tentang cuci tangan dan menggosok gigi diberikan menggunakan metode pelatihan yaitu memberikan pengetahuan dan praktik terkait cuci tangan dan menggosok gigi. Hasil yang diperoleh adalah kegiatan pelatihan berjalan dengan baik dan siswa aktif bertanya dan antusias dalam mepraktikkan angkah-langkah cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir dan meggosok gigi dengan baik dan benar.
Sosialisasi dan Edukasi Pemanfaatan Tanaman Berkhasiat Obat Dalam Menghadapi Masa Pandemi COVID-19 di Kota Kendari: Socialization and Education Of Effective Medicine Plants In Facing COVID-19 Pandemic in Kendari City Andi Nafisah Tendri Adjeng; Ruslin Ruslin; La Ode Muhammad Fitrawan; Asniar Pascayantri
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.351 KB) | DOI: 10.35311/jmpm.v1i2.13

Abstract

Coronavirus-19 (COVID) has been declared as world pandemic by WHO. This virus is known to have originated in the city of Wuhan, China since December 2019. The President of the Republic of Indonesia has declared the status of this disease to be an Emergency Response stage in March 2020. In order to quickly handle COVID-19, public understanding of preventive measures for public health COVID-19 is needed in Indonesia, especially in several areas of Kendari City, namely Pondambea and Anduonohu villages. The aim of Halu Oleo University Internal Community Service (PKM) to the community was to help the local government increase public awareness to prevent and fight the Covid-19 virus in the form of utilizing nutritious plants that could increase the body's immune system. The form of community service activities was providing counseling, namely the door to door lecture and discussion method and the distribution of free leaflets and masks, the resulting output is an increase in community understanding and skills in cultivating and utilizing nutritious plants so as to achieve increased peace / public health (general public partners).
Analisis Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Puuwatu Kota Kendari menggunakan Metode SERVQUAL Adryan Fristiohady; La Ode Muhammad Fitrawan; Yusniati Dwi Pemudi; Sunandar Ihsan; Ruslin Ruslin; Mentarry Bafadal; Nurwati Nurwati; Ruslan Ruslan
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v6i1.1442

Abstract

The quality of outpatient services can be measured by the SERVQUAL model that takes into account 5 dimensions, namely tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The purpose of this study was to look at the effect of service quality on outpatient satisfaction at the Apotek Puskesmas Puuwatu Kota Kendari. The subjects in this study were 34 outpatients. The analysis technique used is gap analysis to compare expectations and reality received by patients, normality test data based on questionnaire patient satisfaction that has been tested for validation. The results of this study indicate the average value of the gap in the pharmacy of Apotek Puskesmas Puuwatu Kota Kendari amounting to 0.27. From the value of the gap, the lowest gap value in the pharmacy center of Puuwatu is the place of service, and the provision of inadequate drug information of -0.24. Based on the paired t-test where significant value> 0.05 then Ho is rejected and Ha accepted so that means a significant difference between the quality of service to the satisfaction of patients in Apotek Puskesmas Puuwatu Kota Kendari. This study concludes that there is a significant gap between expectations and reality at the Apotek Puskesmas Puuwatu Kendari City
The Effect of Quality Service Towards Outpatients Satisfaction at Poasia Community Health Centre Adryan Fristiohady; La Ode Muhammad Fitrawan; Yusniati Dwi Pemudi; Ruslin Ruslin; Sunandar Ihsan; Ruslan Ruslan; La Ode Muhammad Julian Purnama
Borneo Journal of Pharmacy Vol 3 No 4 (2020): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v3i4.1611

Abstract

The quality of outpatient services can be measured by the SERVQUAL model that considers five dimensions: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. This study aimed to look at the effect of service quality on outpatient satisfaction at the Poasia community health center's pharmacy. The subjects in this study were 33 outpatients. The analysis technique used is gap analysis to compare patients' expectations and reality, normality test data based on questionnaire patient satisfaction tested for validation. This study's results indicate the average value of the gap in the Poasia community health center's pharmacy, amounting to -0.44. From the value of the gap, the lowest gap value in the pharmacy center of Poasia is the place of service and the provision of inadequate drug information of -0.88. Based on the paired t-test where a significant value >0.05, Ho is rejected, and Ha accepted, which means a significant difference between the quality of service and patients' satisfaction in the Pharmacy of Puskesmas Poasia Kendari City. This study concludes that there is a significant gap between expectations and reality at the Poasia community health center's pharmacy.
Histopatologi Organ Pankreas Tikus DM tipe 2 yang diberi Ekstrak Etanol Daun Gedi Merah (Abelmoscus manihot L. Medik) Nuralifah Nuralifah; La Ode Muhammad Fitrawan; Parawansah Parawansah; Mesrawati Trisetya
Journal Syifa Sciences and Clinical Research Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Edisi 1 2022
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jsscr.v4i1.13566

Abstract

Gedi Merah leaf (Abelmoschus manihot L.Medik) is a tropical plant used by the community as a traditional medicine to reduce cholesterol, hypertension, and antidiabetic levels. Diabetes mellitus is a disorder of carbohydrate, protein, and fat metabolism due to a lack of the hormone insulin so that glucose in the blood increases which is characterized by changes in the histopathological structure of the pancreatic islets of Langerhans. The purpose of this study was to see the histopathological description of the pancreas in male white rats (Rattus norvegicus) Wistar strain model of type II diabetes mellitus by administering ethanol extract of red gedi leaves (Abelmoschus manihot L.Medik). Modeling of diabetes mellitus in experimental animals was carried out by administering a high-fat diet and intraperitoneal induction of streptozotocin 30 mg/kg. After modeling, male rats were grouped into 6 treatment groups, namely a normal control group, a positive control group, a negative control group, and a group that was given the ethanol extract of red gedi leaves at a dose of 75 mg/kg BW, 150 mg/kg BW 300 mg/kg BW. The results of the histopathological examination of the pancreas and the number of endocrine cells showed that the ethanolic extract of red gedi leaves (Abelmoschus manihot L.Medik) was effective in repairing pancreatic cells and regenerating endocrine cells in the islets of langerhans.
Formulasi dan Karakterisasi Ekstrak Etanol Wualae (Etlingera elatior) dalam Sistem Penghantaran Vesikuler Fitofosfolipid Astrid Indalifiany; Sahidin Sahidin; Wahyuni Wahyuni; Mentarry Bafadal; Agung Wibawa Mahatva Yodha; Rina Andryani; La Ode Muhammad Fitrawan; Dian Munasari
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v8i1.152

Abstract

Etlingera elatior (Wualae) termasuk dalam tumbuhan famili zingiberaceae yang memiliki aktivitas antiinflamasi. Namun, bioavailabilitas dan permeabilitas zat aktif yang rendah sehingga diperlukan suatu sistem penghantaran dalam komplek lipid-bahan alam. Sistem yang dikenal dengan fitofosfolipid ini merupakan penghantaran fitokonstituen dalam matriks fosfolipid yang dapat meningkatkan permeabilitas dan bioavailabilitas zat aktif melalui karakteristik ampifilik dan aksi emulsifikasi oleh fosfolipid. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi dan karakterisasi sistem vesikel sehingga diperoleh sistem yang optimum antara ekstrak etanol buah wualae dan fosfatidilkolin yang memiliki karakteristik vesikel terbaik. Preparasi dilakukan    menggunakan    teknik    hidrasi    lapis   tipis dengan adanya variasi komposisi ekstrak dan fosfatidilkolin, yakni 0,5:0,5 (Formula 1); 0,5:1 (Formula 2); 1:0,5 (Formula 3); 1:1 (Formula 4); 1:2 (Formula 5); dan 2:1 (Formula 6). Hasil yang diperoleh adalah komposisi formula optimum antara ekstrak dan fosfatidilkolin yaitu pada F4 dengan komposisi 1:1 dengan karakterisasi meliputi pengamatan morfologi berbentuk bulat (sferis) menggunakan mikroskop optic, efisiensi penjerapan vesikel diperoleh 99,20%, ukuran partikel 898,2 nm dan indeks polidispersitas 0,573 dengan kategori vesikel jenis LUV (Large Unilamellar Vesicle) menggunakan Particel Size Analyzer.
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DAN PENGELOMPOKKAN SAMPAH DI SD ISLAM INSAN UNGGUL KOTA KENDARI, PROVINSI SULAWESI TENGGARA Henny Kasmawati; Suryani Suryani; La Ode Muhammad Fitrawan; Nurull Hikmah; Nurramadhani A. Sida; Ruslin Ruslin; Aswani Aswani
Jurnal Pengabdian NUSANTARA Vol 2, No 2 (2022): Juli - Desember
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpnus.v2i2.28310

Abstract

In order to accelerate recovery after the Covid-19 pandemic, especially in Kendari, South East Sulawesi, it is necessary to understand and be aware of the importance of maintaining health which starts with a healthy clean-living behaviour (PHBS) which starts from an early understanding of doing PHBS in elementary schools (SD).  Important indicators that become critical in this activity are how to wash hands well and group organic and inorganic waste. This activity is also a manifestation of the President's vision for 2020-2024 through the Ministry of Health to improve public health. This community service aims to increase public understanding and awareness, especially students of SD Islam Insan Unggul Kendari about the importance of carrying out healthy clean-living behaviour (PHBS). The method used is education by showing PHBS videos and socialization followed by interactive quizzes. This activity was easily well received by the participants because it used a learning-by-play approach so that the participants were easier to remember and apply in everyday life.
Kombinasi Ekstrak Etil Asetat Pegagan (Centella asiatica (L.)) dan Virgin Coconut Oil (VCO) sebagai Penyembuh Luka Bakar Fery Indradewi Armadany; Laode Muhammad Fitrawan; Fitri Rahmadani Saputri; Vica Aspadiah; Henny Kasmawati
Journal Borneo Vol. 3 No. 2 (2023): Volume 3 Issue 2 tahun 2023
Publisher : Politeknik Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57174/j.born.v3i2.89

Abstract

Burns result from exposure to heat sources like fire, chemicals, or radiation and can lead to tissue loss or damage. Traditional healing of burns often involves using herbal remedies like gotu kola and coconut, typically oil extracts. This study aims to identify the healing effects of burns by administering a combination of ethyl acetate extract of gotu kola herb and virgin coconut oil (VCO) to mice. The mice were divided into 7 groups, namely negative control (K(-)) was given tween 20; positive control (K(+)): burn topical medicine on the market, P1: 10% Ethylacetate extract in tween 20; P2: VCO; P3: Ethyl acetate extract 10% and VCO 50% in tween 20; P4: 5% Ethyl acetate extract in VCO; P5: extract 10% Ethyl acetate in VCO and treated for 21 consecutive days with a frequency of twice a day. The results showed that the combination of 10% ethyl acetate extract of gotu kola herb in VCO exhibited the highest healing activity for burns, comparable to the positive control (K(+)) topical medicine on the market. The higher the extract concentration and VCO, the better the healing activity of burns.