Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGUATAN DIRI DAN DUKUNGAN MENTAL SERTA BANTUAN SOSIAL KEPADA MASYARAKAT DESA GROGOL YANG TERDAMPAK WABAH PANDEMI VIRUS CORONA (COVID-19) Tripariyanto, Afiff Yudha; Indrasari, Lolyka Dewi; Komari, Ana; Rahayuningsih, Sri; Safi’I, Imam; Rushanti, Silvi
Jurnal Industri Kreatif dan Kewirausahaan Vol 3, No 1 (2020): JUNE
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/kewirausahaan.v3i1.67

Abstract

Desa Grogol adalah salah satu desa yang berada pada wilayah kecamatan Grogol kabupaten Kediri. Dengan munculnya dampak pandemic Virus Corona yang masuk ke Indonesia terutama di desa Grogol banyak sekali masyarakat yang mengeluhkan tentang ekonomi keluarganya masing-masing. Karena banyak sekali keluhan keluhan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Grogol tersebut,terutama masalah bantuan yang saat ini sangat diharapkan oleh masyarakat banyak. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini banyak memberikan penguatan-penguatan mental dengan memberikan penjelasan tentang apa itu Covid-19 dan bagaimana cara penularan dan pencegahanya dari edukasi tersebut masyarakat akan lebih memahami dan tidak panic terlebih dahulu sehingga imunitas masyarakat cenderung lebih stabil dalam menghadapi pandemic virus covid-19 tersebut.selain itu juga ada sedikit pemberian bantuan sosial kepada masyarakat desa grogol berupa bantuan sembako dan alat APD standard yaitu Masker,Hand sanitayser sehingga dengan adanya bantuan tersebut sedikit meringankan beban masyarakat desa Grogol.
ANALISA UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN POTENSI BAHAYA KEBAKARAN STUDI KASUS DI RSUD GAMBIRAN KOTA KEDIRI TAHUN 2016 Sanjoto, Ary Firman; Komari, Ana; Rahayuningsih, Sri
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 1, No 1 (2019): Januari
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v1i1.292

Abstract

This research is a semi-quantitative study with an observational design. The purpose of this study was to determine how the prevention and control of fire hazards in RSUD Gambiran Kediri. The variables studied were fire detection and alarm systems, sprinkler systems, fire extinguishers, hydrant systems, passive protection systems, life-saving facilities, fire extinguisher access, building safety and fire management. The method of measuring used for all variables is by observation, the measuring instrument used is a checklist, and the measurement results show that there is / does not exist or is suitable / inappropriate. For detection and fire alarm system variables 100% according to standards, sprinkler system variables 60% according to standards, APAR 87.5% variables according to standards, hydrant system variables 75% according to standards, passive protection system variables 80% according to standards, variable life-saving facilities 100 % according to standards, variable fire extinguisher access 50% according to standards, and variable MKKG 100% according to standards. The results showed that an average of 84.4% was in accordance with the standard and 15.6% was not in accordance with the standard. The standard used is PerMen PU No.26 / PRT / M / 2008.Penelitian ini adalah penelitian semi-kuantitatif dengan desain observasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap bahaya kebakaran yang ada di RSUD Gambiran Kediri. Kebakaran merupakan sesuatu bencana yang disebabkan oleh api atau pembakaran tidak sesuai prosedur yang dapat membahayakan nyawa manusia, bangunan atau ekologi yang bisa terjadi secara sengaja ataupun tidak sengaja. Terjadinya api dapat disebabkan oleh adanya sumber panas yang berasal dari berbagai bentuk energi yang dapat mejadi sumber penyulutan. Variabel yang diteliti adalah sistem deteksi dan alarm kebakaran, sistem sprinkler, APAR, sistem hidran, sistem proteksi pasif, sarana penyelamatan jiwa, akses pemadam kebakaran, manajemen keselamatan dan kebakaran gedung. Cara ukur yang digunakan untuk semua variabel adalah dengan observasi, alat ukur yang digunakan adalah ceklist, dan hasil ukurnya adalah menunjukkan ada/tidak ada ataupun sesuai/tidak sesuai. Untuk variabel sistem deteksi dan alarm kebakaran 100% sesuai standar, variabel sistem sprinkler 60% sesuai standar, variabel APAR 87,5% sesuai standar, variabel sistem hidran 75% sesuai standar, variabel sistem proteksi pasif 80% sesuai standar, variabel sarana penyelamatan jiwa 100% sesuai standar, variabel akses pemadam kebakaran 50% sesuai standar, dan variabel MKKG 100% sesuai standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata sebesar 84,4% sudah sesuai dengan standar dan 15,6% belum sesuai dengan standar. Standar yang digunakan adalah PerMen PU No.26/PRT/M/2008. 
Efektivitas Instalasi Pengolahan Air Limbah Industri Gula PG. Pesantren Baru di Kediri Jawa Timur Prasetyo, Benny Edo; Komari, Ana; Indrasari, Lolyka Dewi
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 2, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v2i2.948

Abstract

Sugar Industry PG. Pesantren Baru in treating wastewater produced by production activities using the Waste Water Treatment Plant. The purpose of this study is to determine the effectiveness of wastewater treatment plants. The method used in this research is descriptive observational. This research uses primary data obtained from interviews and temporary observations of secondary data from the processing section in the form of inlet and outlet laboratory test results. The parameters of the results of laboratory test analysis. The results of this study were an average pH concentration of 7. The order of decrease in the concentration of these parameters included, 28.15%; 24.43%; 57.90%; 02.58%; 12.35%. But the most effective way to reduce concentration is on the TSS parameter of 57.90%. The results of the evaluation with Wastewater Quality Standards (BML) indicate that all the tested parameters derived from liquid waste are in accordance with those stipulated by the East Java Governor's Regulation. In addition, when compared with Minister of Environment Regulation No. 5 of 2014 concerning Wastewater Quality Standards, the quality of treated wastewater is also in accordance with what has been stipulated in the regulations.Industri Gula PG. Pesantren Baru dalam mengolah limbah cair hasil kegiatan produksi dengan menggunalan Instalasi Pengolahan Air Limbah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas instalasi pengolahan air limbah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif observasional.Penelitian ini menggunakan data primer diperoleh dari wawancara dan observasi sementara data sekunder dari bagian pengolahan yang berupa hasil uji laboratorium inlet dan outlet. Parameter hasil analisis uji laboratorium. Hasil penelitian ini adalah konsentrasi pH rata-rata 7. Pengurutan yang dapat diteliti dengan hasil sebagai berikut : 28,15%; 24,43%; 57,90%; 02,58%; 12,35%. Namun yang paling efektif dalam menurunkan konsentrasi adalah pada parameter TSS sebesar 57,90%.Penelitian  yang sudah dilakukan oleh aturan yang ditetapkan Gubernur Jawa Timurberkaitan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup yang bernomor 5 pada tahun 2014 berkaitan dengan Baku Mutu Air Limbah sudah sesuai dengan aturan tersebut.
PERENCANAAN AGREGAT PADA INDUSTRI PENGOLAHAN KAYU JENIS FLOORING DENGAN PENDEKATAN HEURISTIC (Study Kasus Pada PT Sinar Rimba Pasifik Sidoarjo) Susanti, Reny Dwi; santoso, Heribertus Budi; Komari, Ana
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v1i2.443

Abstract

Production processes are interrelated so that when one goal is optimal it may result in other goals being less than optimal or it can also be detrimental to other goals. PT. Sinar Rimba Pasifik is a company engaged in the furniture sector, registered in 2000 and having its address at Jatikalang Village, Krian-Sidoarjo Sidoarjo, East Java. Measuring the work efficiency of employees at PT. Sinar Rimba Pasifik is still said to be conventional. The research method used in this research is the explanatory survey method, which is the study of taking a sample of a product using a questionnaire as a primary data collection tool to explain the current and future conditions. This study uses several stages in order to determine the production aggregate planning at PT. Sinar Rimba Pasifik, and analyze the need to use the right method or approach. The approach in this study uses a heuristic approach by comparing three types of variation from aggregate planning, namely control of labor, sub-contracts, and overtime hybrids. Planning aggregate production of Naguring Heating Flooring in this study is limited by determining the amount of production in accordance with demand, optimizing income, and allocating resources, especially in the efficiency of working hours, and knowing the optimization of the use of the hauring method.Proses produksi yang saling berkaitan sehingga ketika tujuan yang satu optimal bisa saja mengakibatkan tujuan yang lain kurang optimal atau bisa juga merugikan tujuan yang lain. PT. Sinar Rimba Pasifik merupakan perusahaan yang bergerak dibidang mebel terdaftar pada tahun 2000 dan beralamat di Desa Jatikalang, Krian-Sidoarjo Sidoarjo Jawa Timur. Pengukuran efisiensi kerja karyawan di PT. Sinar Rimba Pasifik masih dikatakan konvensional. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey eksplanatory, yaitu penelitian mengambil sampel dari suatu produk-produk menggunakan koesioner sebagai alat pengumpulan data pokok untuk menjelaskan keadaan sekarang maupun keadaan yang akan datang. Penelitian ini menggunakan beberapa tahapan guna mengetahui perencanaan agregat produksi di PT.Sinar Rimba Pasifik, serta menganalisis perlunya menggunakan metode atau pendekatan yang tepat. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan heuristik dengan melakukan komparasi terhadap tiga tipe variasi dari perencanaan agregat, yakni pengendalian Tenaga Kerja, Sub-kontrak, dan Hibrid Lembur (overtime). Perencanaan agregat produksi Naguring Heating Flooring dalam penelitian ini dibatasi dengan adalah penentuan jumlah produksi yang sesuai dengan permintaan, mengoptimalkan pendapatan, dan pengalokasian sumber daya terkhusus dalam efisiensi jam kerja, dan mengetahui optimalisasi penggunaan metode hauring.
TINGKAT PERILAKU AMAN TENAGA KERJA BAGIAN JAHIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANTECEDENT BEHAVIOR CONSEQUENCE DI PT. GLOW Wijaya, Welly; Rahayuningsih, Sri; Komari, Ana
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 1, No 1 (2019): Januari
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v1i1.294

Abstract

Substandard behavior and sub-standard conditions are both a direct cause of accidents and a major cause of mismanagement. At PT. Glow which is engaged in the field of covection, there is no real / clear K3 management system so that there are still workers who do not know about K3 safe behavior.This study uses the Antecedent Behavior Consequences method which aims to obtain an overview of the factors that influence K3 behavior using approaches, observations or data at once (point time approach) in the sewing section of PT. Light. The results of the bivariate research showed that there was no relationship between knowledge and K3 behavior (p value 0.208), there was a relationship between perception and K3 behavior (p value 0.005), there was no relationship between attitude and K3 behavior (p value (0.116), there was no relationship Between the level of education and K3 behavior (p value 0.245). It can be concluded that from the empathy variable studied about OSH behavior, only perceptions have a relationship or there is a difference in behavior with K3 behavior in the sewing section of PT.Glow. Should increase attention related to safety aspects. work so that work accidents continue in the years to come.Perilaku merupakan hasil kombinasi dari berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal merupakan karakteristik bawaan yang dimiliki oleh seseorang, seperti kecerdasan, tingkat emosional, jenis kelamin, pengetahuan, sikap dan sebagainya. Sedangkan faktor eksternal merupakan lingkungan sekeliling yang dapat berupa lingkungan fisik, sosial, budaya, pendidikan, politik atau ekonomi Perilaku di bawah standar dan kondisi di bawah standar merupakan penyebab langsung suatu kecelakaan dan penyebab utama dari kesalahan manajemen. Di PT. Glow yang bergerak dibidang koveksi, belum ada sistem manajemen K3 yang nyata/jelas sehingga membuat para pekerja masih ada yang belum tahu tentang perilaku aman K3. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Antecedent Behavior Consequences yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran dengan mempelajari mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku K3 menggunakan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach) di bagian jahit PT. Glow. Sehingga menjadi upaya pencegahan kecelakaan kerja secara proaktif yang berfokus pada perilaku berbahaya yang berpeluang menyebabkan terjadinya kecelakaan dalam bekerja. Hasil dari penelitian bivariat didapatkan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku K3 (p value 0,208) , ada hubungan antara persepsi dengan perilaku K3 (p value 0,005), tidak ada hubungan antara sikap dengan perilaku K3 (p value (0,116), tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan perilaku K3 (p value 0,245). Dapat ditarik kesimpulan bahwa dari empat variabel yang diteliti tentang hubungannya dengan perilaku K3, hanya persepsi yang mempunyai hubungan atau terdapat perbedaan bermakna dengan perilaku K3 di bagian jahit PT. Glow. Untuk itu, perusahaan harus meningkatkan perhatian terkait segi keselamatan kerja agar angka kecelakaan kerja dapat terus ditekan pada tahun-tahun yang akan datang. Perhatian ini dapat berupa perbaikan manajemen terkait kebijakan K3, serta membangun komitmen bersama seluruh karyawan dalam melaksanakan program K3. 
TINGKAT PERILAKU AMAN TENAGA KERJA BAGIAN JAHIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANTECEDENT BEHAVIOR CONSEQUENCE DI PT. GLOW Wijaya, Welly; Rahayuningsih, Sri; Komari, Ana
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v1i2.293

Abstract

Perilaku merupakan hasil kombinasi dari berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal merupakan karakteristik bawaan yang dimiliki oleh seseorang, seperti kecerdasan, tingkat emosional, jenis kelamin, pengetahuan, sikap dan sebagainya. Sedangkan faktor eksternal merupakan lingkungan sekeliling yang dapat berupa lingkungan fisik, sosial, budaya, pendidikan, politik atau ekonomi Perilaku di bawah standar dan kondisi di bawah standar merupakan penyebab langsung suatu kecelakaan dan penyebab utama dari kesalahan manajemen. Di PT. Glow yang bergerak dibidang koveksi, belum ada sistem manajemen K3 yang nyata/jelas sehingga membuat para pekerja masih ada yang belum tahu tentang perilaku aman K3. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Antecedent Behavior Consequences yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran dengan mempelajari mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku K3 menggunakan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach) di bagian jahit PT. Glow. Sehingga menjadi upaya pencegahan kecelakaan kerja secara proaktif yang berfokus pada perilaku berbahaya yang berpeluang menyebabkan terjadinya kecelakaan dalam bekerja. Hasil dari penelitian bivariat didapatkan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku K3 (p value 0,208) , ada hubungan antara persepsi dengan perilaku K3 (p value 0,005), tidak ada hubungan antara sikap dengan perilaku K3 (p value (0,116), tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan perilaku K3 (p value 0,245). Dapat ditarik kesimpulan bahwa dari empat variabel yang diteliti tentang hubungannya dengan perilaku K3, hanya persepsi yang mempunyai hubungan atau terdapat perbedaan bermakna dengan perilaku K3 di bagian jahit PT. Glow. Untuk itu, perusahaan harus meningkatkan perhatian terkait segi keselamatan kerja agar angka kecelakaan kerja dapat terus ditekan pada tahun-tahun yang akan datang. Perhatian ini dapat berupa perbaikan manajemen terkait kebijakan K3, serta membangun komitmen bersama seluruh karyawan dalam melaksanakan program K3.
PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO GUNA MENGETAHUI TINGKAT KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJAAN PIGGING DI AREA SISI NUBI TOTAL E & P INDONESIE Wahyudi, Wahyudi; Santoso, Heribertus Budi; Komari, Ana
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v1i2.439

Abstract

According to BPJS Ketenagakerjaan data throughout 2015, there were 105,182 work accidents with 2,375 deaths. By looking at the high number of work accidents and the number of victims who died, it is necessary to make an effort to prevent and control the risks posed by a job. This research discusses the risk value possessed by pigging work in the Sisi Nubi Total E & P Indonesie area. The purpose of this research is to determine the type and level of risk at each stage of work so that the highest risk can be identified. This research is a descriptive analytic study using a semi-quantitative risk analysis method based on AS / NZS 4360: 2004. The results state that the level of risk that each stage of work has from the lowest is acceptable, priority 3 and substantial. In the preparation stage of work, the highest risk is being hit by hand tools. At the material transfer stage, the highest risks are falling loads, bad weather and visibility. Meanwhile, in the pigging work process, the highest risk is high pressure hydrocarbon gas. In implementing the Occupational Safety and Health Management System (SMK3), the company has carried out various controls and improvements to reduce the risk value in pigging work, including providing training to employees, providing personal protective equipment, and carrying out technical and administrative controls.Menurut data BPJS Ketenagakerjaan sepanjang tahun 2015 telah terjadi kecelakaan kerja sejumlah 105.182 dengan korban meninggal 2.375 orang. Dengan melihat masih tingginya angka kecelakaan kerja dan banyaknya korban yang meninggal dunia, maka perlu dilakukan sebuah usaha untuk mencegah dan mengendalikan risiko yang ditimbulkan oleh suatu pekerjaan. Penelitian ini membahas tentang nilai risiko yang dimiliki oleh pekerjaan pigging di area Sisi Nubi Total E & P Indonesie. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jenis serta tingkat risiko pada masing-masing tahapan pekerjaan pigging sehingga nantinya level risiko tertinggi bisa diketahui. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan metode analisis risiko semi-kuantitatif berdasarkan AS/NZS 4360:2004. Hasil penelitian menyatakan bahwa level risiko yang dimiliki setiap tahapan pekerjaan pigging mulai dari yang terendah yaitu acceptable, priority 3 dan substantial. Pada tahapan persiapan pekerjaan pigging, risiko tertinggi adalah terpukul handtools. Pada tahapan transfer material, risiko tertinggi adalah beban terjatuh, cuaca buruk dan jarak pandang. Sedangkan pada proses pekerjaan pigging, risiko tertinggi adalah gas hidrokarbon bertekanan tinggi. Dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), perusahaan telah melakukan berbagai pengendalian dan perbaikan untuk mengurangi nilai risiko pada pekerjaan pigging, diantaranya adalah memberikan pelatihan kepada karyawan, menyediakan alat pelindung diri, serta melakukan pengendalian engineering dan administrasi.
Analisa Kepuasan Pasien Pengguna Kartu KIS Terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Plosoklaten Oktari, Arina; Komari, Ana; Santoso, Heribertus Budi
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 2, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v2i2.952

Abstract

Patient satisfaction in health care is very important to be noticed because it can describe the quality of service in the health care center. Knowing patient satisfaction is very useful for the relevant agencies in the context of evaluating the current program and can find which parts those need improvement, therefore it is necessary to identify what attributes are assessed to be corrected and improving the quality of service.. The respondests were KIS card holders who take treatment at the Plosoklaten Public Health Center, consists of 92 respondents obtained from calculations using the Slovin approach. The results of the distribution of questionnaires will be tested for reliability and validity, this test is carried out in order to determine the validity of the study questionnaire and whether the study is reliable or not. Furthermore, the results of the questionnaire will be processed using the IPA (Important Performance Matrix) method to determine what attributes are in low value of satisfaction to the customer. The results of the 92 questionnaire respondents obtaining the attribute that occupied in quadrant I in the Cartesian diagram produced by the IPA (Important Performance Matrix) method is the Tangibles dimension.Kesehatan pasien sangat penting dalam peningkatan evaluasi kepuasan pasien oleh karena itu perlu diidentifikasi atribut-atribut apa saja yang dinilai perlu dibenahi dan ditingkatkan lagi kualitas pelayanannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna serta atribut Servqual apa saja yang nilai kepuasannya rendah. Dimensi Servqual digunakan untuk mengetahui atribut-atribut yang nantinya diteliti dan ditanyakan kepada responden. Dimana responden yang diteliti ialah pemegang kartu KIS yang berobat di PUSKESMAS Plosoklaten sejumlah 92 orang, jumlah responden didapat dari perhitungan menggunakan pendekatan slovin. Hasil dari penyebaran kuisioner akan diuji realibitas dan validitas nya, uji ini dilakukan guna mengetahui valid atau tidaknya kuisioner penelitian dan reliabel atau tidaknya suatu penelitian. Selanjutnya hasil kuisioner tersebut akan diolah menggunakan metode IPA (Important Performance Matrix) digunakan untuk mengetahui atribut apa yang nilainya rendah terhadap kepuasan pelanggan PUSKESMAS Plosoklaten. Hasil penelitian dari jumlah kuisioner 92 responden, atribut yang menempati kuadran I pada diagram kartesius hasil pengolahan dengan metode IPA (Important Performance Matrix ) ialah dimensi Tangibles.  
Penentuan Waktu Standar dam Jumlah Tenaga Kerja Optimal pada Bagian Winding Primercurrent Transformer (Travo Arus) Ismail, Mohammad Farid; Rahayuningsih, Sri; Komari, Ana
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 2, No 1 (2020): Januari
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v2i1.854

Abstract

In the production process using this work sampling method aims to determine whether a job is fast or not, so that workers work in normal conditions that are needed in the production of primary current transformer winding based on standard time. The sampling method was developed based on the law probability. By using a degree of confidence level of 95% and a level of accuracy of 5%, and the adjustment factor with the westing house method. The results of this study indicate the standard time required by worker 1 to complete the work is 128.4 minutes / unit, worker 2 is 125.7 minutes / unit, worker 3 is 121.9 minutes / unit and standard time of worker 4 is 123.3 minutes / unit. And the optimal number of workers that should be employed is 5.1 people, while the number of workers available in the primary winding current transformers is 4 people so there is a need to add 1 new workforce so that the products produced according to the specified time. It is also known that the average productivity of all operators is 89.37% with the percentage of idle (idle time) of 10.62%. Keywords: Work Sampling, standart time, Winding Primer Current Transformer laborKegiatan dalam proses produksi divisi winding primer current transformer dilakukan penelitian yang berkaitan dengan produktivitas menggunakan metode work sampling. Didalam metode tersebut, digunakan tingkat kepercayaan sebesar 95% dan tingkat ketelitian sebesar 5% dengan penyesuaian yang menggunakan metode westing house. Didalam perhitungannya dihasilkan nilai standar pada pekerja 1 ketika selesai tiap project dengan waktu sebesar 128,4 menit/ unit, kemudian pada pekerja 2 sebesar 125,7 menit/ unit, pada pekerja 3 sebesar 121,9 menit/ unit dan untuk pekerja 4 dapat menyelesaikan per project winding current transformer sebesar 123,3 menit/ unit. Dalam penggunaan tenaga kerja yang optimal didapat hasil bahwa dibutuhkan 5,1 atau 5 orang yang digunakan untuk melakukan proses produksi. Sehingga, pada awalnya ada 4 pekerja maka harus ditambah sebanyak 1 orang agar produk yang dihasilkan sesuai waktu yang sudah ditentukan. Disini diketahui juga produktivitas rata-rata semua operator sebesar 89,37 % dengan prosentase idle (waktu menganggur) sebesar 10,62 %. Kata kunci : Work Sampling, Waktu Standar, Tenaga Kerja Winding Primer Current Transformer
ANALISIS KINERJA DISTRIBUSI LOGISTIK PADA PASOKAN BARANG DARI PT. SURYA PAMENANG KE KONSUMEN kurniawan, ruddy; santoso, heribertus; komari, ana
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v1i2.440

Abstract

The problem that often occurs in management management is the lack of control in logistics management. The logistics distribution management control policy will have an effect on increasing the performance of the company in distributing demand from producers to customers and managing product inventory in distribution centers. In terms of management performance, PT. Surya Pamenang in fulfilling the needs has been optimal. However, in supporting the performance of supply chain management which is inseparable from the influence of distribution center location on distribution distance, smooth transportation in distribution to consumers and the availability of products at the distribution center to meet the demands of each consumer, it needs to be re-evaluated. With this research it is hoped that it can help in overcoming the problems faced by PT. Surya Pamenang. This study concludes that companies can be more efficient and effective in minimizing the risks that may occur for the company. The performance of logistics management supports positive improvements for the companyPermasalahan yang sering terjadi dalam pengelolaan manejemen dalam hal ini kurangnya pengendalian dalam manajemen logistik. Kebijakan pengendalian manajemen distribusi logistik akan berpengaruh dengan terhadap meningkat performa kinerja perusahaan dalam mendistribusikan permintaan dari produsen kekonsumen pelanggan dan mengatur persediaan produk di pusat distribusi. Dilihat dari segi kinerja menejemen PT. Surya Pamenang dalam pemenuhan kebutuhan sudah optimal. Akan tetapi dalam mendukung kinerja manajemen rantai pasokan yang tidak terlepas dari pengaruh lokasi pusat distribusi terhadap jarak Pendistribusian, kelancaran transportasi dalam pendistribusian ke konsumen serta ketersediaan produk di pusat distribusi untuk memenuhi permintaan dari setiap konsumen perlu dievaluasi kembali. Dengan adanya penilitian ini diharpakan dapat membatu dalam mengatasi permasalahan – permasalahan yang di hadapi PT. Surya Pamenang. Penelitian ini menyimpulakan bahwa perusahan dapat lebih efisien dan efektif dalam meminimalisir dari resiko yang dapat terjadi bagi perusahaan. Kinerja dari manajemen logistik mendukung peningkatan yang positif bagi perusahaan.