Enie Novieastari
Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia, Depok 16424, Indonesia

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN PERILAKU ASERTIF DENGAN KONDISI BULLYING ANAK USIA SEKOLAH Dwinara Febrianti; Budi Anna Keliat; Enie Novieastari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v10i2.50

Abstract

Bullying merupakan bagian dari tindakan agresif yang dilakukan berulangkali oleh seseorang yang memiliki kekuatan lebih terhadap anak yang lemah baik secara fisik maupun psikologis. Perilaku bullying cenderung memunculkan perilaku agresif. Berdasarkan survey sebelumnya dapat diestimasikan kejadian bullying pada anak sekolah dasar di Kota Depok adalah 31,8 %. Tujuan  bullying yaitu untuk mengetahui hubungan antara Kemampuan Perilaku Asertif Dengan Kondisi Bullying Anak Usia Sekolahdi kelurahan Depok Jaya. Metode yang biasanya dilakukan yaitu penelitian deskriptif dengan desain studi Cross Sectional. Responden penelitian ini sebanyak 76 orang. Analisis menggunakan Koeffisien Korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang lemah antara kemampuan perilaku asertif dengan kondisi  bullying yaitu  -0.145 dengan arah hubungan negatif (-) artinya semakin bertambahnya kemampuan perilaku asertif maka kondisi bullying  akan semakin menurun. Hasil uji statistik menunjukan tidak ada hubungan yang signifikan antara kemampuan perilaku asertif dengan kondisi bullying pada kelompok yang mendapatkan  latihan perilaku asertif. Kesimpulan Semakin bertambahnya kemampuan perilaku asertif maka kondisi  bullying  akan semakin menurun Walaupun tidak ada hubungan yang signifikan antara kemampuan perilaku asertif dengan kondisi  bullying  pada kelompok yang mendapatkan latihan perilaku asertif  Kata Kunci: Anak Usia Sekolah; Bullying, Kemampuan Perilaku Asertif
Penggunaan Singkatan dalam Penulisan Ilmiah Enie Novieastari
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 2, No 6 (1999): May
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v2i6.91

Abstract

Singkatan dari suatu istilah dalam tulisan ilmiah seringkali digunakan oleh penulis. Untuk memaksimalkan kejelasan naskah dan pengertian bacaan, penulis perlu memperhatikan beberapa hal yang dapat dijadikan pedoman dalam penggunaan singkatan menurut “American Psychological Association (APA)” yang banyak dipaki sebagai penuntun dalam penulisan ilmiah.The writers sometimes use abbreviations in their paper. In order to maximize the comprehensiveness of the paper, there are some guidance based on the American Psychological Association (APA), which could be used.
Self Efficacy Perawat dalam Penggunaan Sistem Informasi Keperawatan Di RSIA Bunda Jakarta: Studi Fenomenologi Dewi Sartika; Rr. Tutik Sri Hariyati; Enie Novieastari
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 17, No 2 (2014): July
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v17i2.443

Abstract

Self efficacy perawat penting dalam penggunaan sistem informasi keperawatan karena dapat menentukan keberhasilan penggunaan, meningkatkan kualitas dokumentasi keperawatan dan kualitas pelayanan keperawatan. Penelitian fenomenologi ini bertujuan untuk mengeksplorasi self efficacy perawat dalam penggunaan sistem informasi keperawatan (SIMPRO) di RSIA Bunda Jakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada sepuluh perawat dan dianalisis dengan metode Colaizzi. Hasil penelitian ditemukan beberapa tema yaitu respon menggunakan SIMPRO, keuntungan menggunakan SIMPRO, kepercayaan diri menggunakan SIMPRO, upaya-upaya untuk mampu menggunakan SIMPRO, kendala dalam menggunakan SIMPRO, faktor-faktor yang meningkatkan kepercayaan diri menggunakan SIMPRO, dan harapan dalam menggunakan SIMPRO. Hal baru yang ditemukan pada penelitian ini yaitu waktu munculnya kepercayaan diri menggunakan SIMPRO, bentuk kendala dari rekan kerja, hal-hal yang dilakukan dalam menghadapi kendala serta harapan tentang reward dapat meningkatkan self efficacy perawat dalam menggunakan SIMPRO. Direkomendasikan kepada perawat untuk meningkatkan self efficacy melalui mempelajari SIMPRO, dan mengikuti pelatihan tentang SIMPRO serta melanjutkan pendidikan agar dapat mengoptimalkan peran dan fungsi-fungsi manajemen untuk meningkatkan self efficacy perawat dalam menggunakan SIMPRO. 
Diagnosa Keperawaatan Sejahtera Enie Novieastari
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 7, No 2 (2003): September
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v7i2.137

Abstract

AbstrakPelayanan kesehatan yang berorientasi pada promosi atau peningkatan status kesehatan klien harus dikembangkan untuk menuju Indonesia Sehat 2010. Hal ini juga sejalan dengan perubahan paradigma di bidang kesehatan dari paradigma sakit kepada paradigm sehat. Salah satu upaya di bidang keperawatan adalah melalui perubahan orientasi dari pemberian asuhan keperawatan yang berorientasi kepada masalah menjadi pemberian asuhan yang berorientasi pada kemampuan dan kekuatan klien. Salah satu upaya itu ditunjukkan dengan perumusan atau penegakan diagnosa keperawatan sejahtera yang merupakan salah satu bentuk diagnosa keperawatan yang perlu dikembangkan. Penulisan diagnosa sejahtera ini dapat dilakukan di berbagai tatanan pelayanan kesehatan dan menuntut perubahan perilaku perawat dari yang berorientasi pada upaya penyembuhan kepada upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan klien. AbstractHealth care services shoud be directed to health promotion measures in order to achieve the Healthy Indonesia 2010. This is in line with the changing of our health paradigm from illness to wellness. One of the nursing action is improving the orientation of nursing care from problem-oriented nursing care to client’s strength orientation. Developing wellness nursing diagnosis is believed as one of the nursing action to be improved in the future. Writing wellness diagnosis could be conduct in every health care facilities both clinical or community settings. It demanded the nurses to change their attitude in order to change their orientation to improve the client health and wellness.
PENGEMBANGAN ELECTRONIC_PRESSURE INJURY ALARM (E_PIA) DALAM UPAYA PENINGKATAN PERILAKU PENCEGAHAN CEDERA TEKAN DI RUMAH SAKIT Agus Setiyadi; Enie Novieastari; Dewi Gayatri; Sri Purwaningsih
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2019): May 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.174 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v3i1.270

Abstract

Angka insiden cedera tekan merupakan indikator mutu pelayanan keperawatan. Insiden cedera  tekan akan menunjukkan kualitas pelayanan suatu rumah sakit dan memberikan dampak terhadap pasien, keluarga dan petugas yang merawatnya. Tujuan penulisan untuk menganalisis faktor- faktor yang mempengaruhi terjadinya peningkatan angka insiden cedera tekan di rumah sakit. Metode yang dipakai menggunakan studi kasus analisis situasi dengan pendekatan diagram fishbone dengan mengelompokan kedalam 5 tools manajemen man, money, method, material, machine untuk mendapatkan akar masalah. Masalah utama yang didapatkan adalah belum optimalnya pelaksanaan pencegahan cedera tekan di rumah sakit. Hasil yang didapatkan adalah perlu dikembangkannya suatu teknologi sebagai inovasi alternatif. Berdasarkan hal tersebut dikembangkan inovasi yang disebut electronic_Pressure Injury Alarm (e_PIA). Inovasi e_PIA yang telah dikembangkan, perlu disempurnakan dan di uji lebih lanjut agar dapat diterapkan untuk membantu menurunkan angka insiden cedera tekan. Kata kunci: Cedera tekan, Diagram fishbone, e_PIA. Abstract Electronic_Pressure Injury Alarm (e_PIA) development in term of pressure injury’s preventions’s habit in hospital. It would give impact to quality of care for patient and their family.The purpose of this study was to analyze the factors that would increase the incidence of pressure injury in hospital. This case study analyze the situation in nursing ward using fishbone diagram which include 5 management tools (man, money, methods, method, material, and machine) to finds the main problem which is the implementation of pressure injury’s preventions in hospital was not optimal. This study found there was an urge to develop an alternative technology called electronic_Pressure Injury Alarm (e_PIA). The lattest develop of e_PIA still need to re-assure and re-test so it could be used to decrease the incidence of pressure injury. Keywords: Pressure injury, Fishbone diagram, e_PIA.
OPTIMALISASI PERAN DAN FUNGSI KEPALA RUANGAN DALAM PELAKSANAAN SOSIALISASI REGULASI DAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL KESELAMATAN PASIEN Dina Warashati; Enie Novieastari; Tuti Afriani
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v6i2.165

Abstract

Keselamatan pasien merupakan hal yang penting dari suatu  pelayanan kesehatan di era saat ini. Seorang perawat wajib memiliki kemampuan dan kepercayaan diri dalam  melaksanakan program-program keselamatan pasien. Perawat butuh suatu acuan dan  pedoman berupa pemahaman yang jelas mengenai suatu panduan dan standar oprasional prosedur  yang ada dan disepakati disuatu organisasi. Manajemen berkewajiban memastikan bahwa seluruh stafnya paham,  mengikuti dan patuh  melaksanakan  panduan dan standar oprasional prosedur yang ada. Pengkajian di rumah sakit di Jakarta dengan metode studi kasus didapatkan adanya insiden jatuh, kesalahan identifikasi pasien, kesalahan pengobatan, ketidak seragaman pada tindakan asuhan keperawatan, belum optimalnya komunikasi SBAR saat serah terima, penyimpanan obat-obatan konsentrasi tinggi belum sesuai standar dan adanya konflik antar profesi. Tujuan study ini adalah memberikan penguatan peran dan fungsi manajemen kepala ruangan terkait cara sosialisasi panduan dan standar oprasional prosedur yang benar dalam upaya meningkatkan keselamatan pasien. Penguatan yang diberikan kepada kepala ruangan dan perawat primer berupa bimbingan teknis yang benar menurut teori dan aplikasi langsung diruangan rawat inap. Kegiatan ini menggunakan tahap perubahan berencana dari kurt lewin untuk mengatasi permasalahan yang ditemui. Hasil penelitian  ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap standar oprasional prosedur akan mengubah perilaku seseorang  kearah yang lebih baik, dan terdapat hubungan yang cukup kuat ditemukan antara kualitas standar operasional prosedur dengan kinerja, sehingga kepala ruangan wajib memiliki kompetensi yang baik dalam melakukan sosialisasi panduan dan standar oprasional prosedur. Disarankan untuk rumah sakit agar memberikan  pelatihan manajemen bangsal kepada kepala ruangan sebagai penguat kompetensinya dan meningkatkan rasa percaya diri untuk memberikan justifikasi dan argumentasi, sebagai bekal negosiasi terhadap rekan-rekan petugas kesehatan lainnya.
Perawatan Nyeri pada Pasien Paska Operasi Herniotomi: Studi Kasus Tuti Nuraini; Enie Novieastari
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 2, No 8 (1999): December
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v2i8.98

Abstract

Nyeri pada pasien paska operasi merupakan nyeri akut yang belum banyak dimengerti dan tidak selalu dikelola dengan baik. Nyeri akibat operasi ini tidak hanya memiliki komponen sensori berhubungan dengan rusaknya jaringan, tetapi juga dipengaruhi oleh komponen psikososial dari pasien tersebut. Banyak pasien dan anggota tim kesehatan cenderung menganggap analgesik sebagai metoda yang penting dalam mengurangi rasa nyeri paska operasi. Padahal banyak aktifitas yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri dengan didasari pada teori pola dan “gate control theory”. Tulisan ini merupakan hasil studi kasus seorang pasien pska operasi herniotomi di sebuah Rumah sakit rujukan nasional yang berlangsung selama 3 hari. Penulisan melakukan perawatan nyeri yang meliputi pendidkan kesehatan kepada pasien tentang rasa nyeri dan cara mengatasinya seperti mengalihkan perhatian dari rasa nyeri (distraksi), meningkatka relaksasi, menggunakan panduan imaginasi; perawat berada dekat pasien saat nyeri berlangsung, menceritakan pengalaman nyeri dan cara mengatasinya pada pasien lain; dan membantu pasien memadukan pengalaman yang sangat menyakitkan dengan nyeri yang dialaminya saat ini. Pada evaluasi didapatkan hasil yang positif dimana aktivitas untuk mengatasi yeri dapat berhasil yang ditunjang oleh data antara lain : pasien mengatakan nyeri berkurang, pasien kelihatan lebih tenang dalam menghadapi rasa nyerinya, ekspresi wajah tidak menunjukkan nyeri, dan pasien termotivasi melakukan aktivitas penurunan nyeri. Post operative pain is classified as an acute pain, which sometimes has not been managed and understood well. Pain which is caused by surgery, has sensory component related to the destruction of the tissue and also influenced by psychosocial components of the patient. Most patient and health workers have a tendency to use to relieve or reduce pain based on ‘pattern theory’ and ‘gate control theory’. This paper was based on one case study of a patient undergone herniotomy who experienced post operation pain. During the study, as his nurses, the writer provided nursing interventions to reduce his pain during his three days hospitalization. In include distraction and relaxation technique, guided imagery, and also health education. This study has positive result which derived from the evaluation phase in which the patient was more relax during his pain, no pain seen on his expression, the pain score reduced, and he had strong motivation to conduct pain reduction activities.
MODIFIKASI ASESMEN EARLY WARNING SYSTEM UPAYA PENINGKATAN PENERAPAN KESELAMATAN PASIEN Veronika Hutabarat; Enie Novieastari; Satinah Satinah
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v6i2.166

Abstract

Salah satu faktor dalam meningkatkan penerapan keselamatan pasien adalah ketersediaan dan efektifitas prasarana dalam rumah sakit. Early warning system (EWS) merupakan prasarana dalam mendeteksi perubahan dini  kondisi pasien. Penatalaksanaan EWS masih kurang efektif karena parameter dan nilai rentang scorenya belum sesuai dengan kondisi pasien. Tujuan penulisan untuk mengidentifikasi efektifitas EWS dalam penerapan keselamatan pasien. Metode penulisan action research melalui proses diagnosa, planning action, intervensi, evaluasi dan  refleksi. Responden dalam penelitian ini adalah  perawat yang bertugas di area respirasi dan pasien dengan kasus kompleks respirasi di Rumah Sakit Pusat Rujukan Pernapasan Persahabatan Jakarta. Analisis masalah dilakukan dengan menggunakan diagram fishbone. Masalah yang muncul belum optimalnya implementasi early warning system dalam penerapan keselamatan pasien. Hasilnya 100% perawat mengatakan REWS membantu mendeteksi kondisi pasien, 97,4 % perawat mengatakan lebih efektif dan 92,3 % perawat mengatakan lebih efesien mendeteksi perubahan kondisi pasien. Modifikasi EWS menjadi REWS lebih efektif dan efesien dilakukan karena disesuaikan dengan jenis dan kekhususan Rumah Sakit dan berdampak terhadap kualitas asuhan keperawatan dalam menerapkan keselamatan pasien. Rekomendasi perlu dilakukan monitoring evaluasi terhadap implementasi t.erhadap implementasi REWS dan pengembangan aplikasi berbasis tehnologi
Supervisi Klinis Berjenjang Sebagai Upaya Pemberian Asuhan Keperawatan yang Aman Terhadap Pasien Ade Irma Dahlia; Enie Novieastari; Tuti Afriani
Dunia Keperawatan Vol 8, No 2 (2020): July 2020
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dk.v8i2.7757

Abstract

Rumah Sakit wajib  melakukan evaluasi kompetensi klinis perawat yang disertai dengan penguatan pengarahan dan monitoring kinerja klinis oleh perawat manajer untuk memastikan bahwa perawat kompeten sehingga dapat memberikan asuhan keperawatan yang aman dan sesuai standar profesi. Tujuan studi ini untuk mempersiapkan Panduan, Standar Operasional Prosedur dan instrumen supervisi klinis keperawatan yang dilakukan secara berjenjang serta mensosialisasikan dan mengevaluasi implementasi panduan dan SPO supervisi klinis berjenjang di RS X. Metode menggunakan pilot study melalui teori perubahan Kurt Lewin dengan analisis masalah menggunakan diagram fishbone. Tahap unfreezing dilakukan dengan mengumpulkan data-data hasil pengkajian masalah manajemen melalui wawancara, observasi dan survey pada perawat rawat inap RS X. Tahap movement yaitu melakukan semua proses perubahan yang tertulis dalam bentuk Plan of Action (POA) bersama pihak RS. Tahap refreezing yaitu panduan dan SPO supervisi keperawatan disahkan oleh pihak RS. Implementasi yang diberikan sebagai solusi permasalahan yaitu membuat panduan dan SPO supervisi klinis keperawatan berjenjang. Rekomendasi bagi rumah sakit yaitu memberikan pelatihan supervisi klinis bagi kepala ruang dan perawat primer, sosialisasi instrumen supervisi yang sudah diperbaiki dan menambahkan supervisi klinis sebagai indikator kinerja bagi kepala ruang dan perawat primer. 
ANALYSIS OF NURSING AUDIT IMPLEMENTATION ON QUALITY OF CARE SUBCOMMITTEE IN A HOSPITAL AT JAKARTA MARINA TARIGAN; Enie Novieastari; Sri Purwaningsih
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 2 No. 4 (2019): International Journal of Nursing and Health Services (IJHNS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.291 KB) | DOI: 10.35654/ijnhs.v2i4.76

Abstract

A nursing audit is a professional evaluation of the quality of nursing services provided for patients by employing medical records or other supporting data conducted by nursing staff. This research aimed to investigate the root causes of the nursing audit performed by the quality care subcommittee in the hospital. To gain the data, the researchers employed secondary methods consisting of observation and interview. The collected data were analyzed by employing a systematic methodology to investigate the root causes by employing the Ishikawa diagram. The analysis results are presented by employing the 5-M method. The solution is proposed as a feedback to the hospital to develop a nursing audit. Meanwhile, the recommendation is rendered to the hospital to improve the quality of nursing care of the hospital particularly the nursing committee in performing nursing audits conducted by the quality care subcommittee by developing a documentation audit system. Keywords: Nursing audit, Ishikawa diagram, quality care subcommittee