Claim Missing Document
Check
Articles

Privatization of Higher Education in Indonesia Hanif, Muhammad
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 15 No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/insania.v15i1.1516

Abstract

Abstract: Privatisasi adalah fenomena global yang terjadi di negera maju maupun negara berkembang. Indonesia mengikuti kebijakan privatisasi sebagai bagian dari kesepakatan antara pemerintah dengan IMF untuk pemullihan krisis tahun 1997. Salah satu bidang yang sedang dalam proses privatisasi di Indonesia adalah pendidikan, termasuk pendidikan tinggi. Privatisasi pendidikan adalah kebijakan yang keliru dan seharusnya dihentikan atas dasar pertimbangan:Pertama, pendidikan adalah barang publik (public goods) dan merupakan bagian dari HAM sehingga tidak bisa diprivatisasi. Kedua, privatisasi dapat melemahkan otonomi, karena perguruan tinggi dapat dikontrol oleh investor asing dan lembaga donor. Ketiga, privatisasi memperlemah kekuatan masyarakat sipil (civil society) karena posisi yayasan, tokoh masyarakat, organisasi social dan kegamaan yang mendirikan perguruan tinggi akan diganti oleh investor. Keempat, privatisasi menyebabkan biaya pendidikan tinggi menjadi mahal, sehingga masyarakat tidak bisa belajar di perguruan tinggi. kelima, privatisasi dapat menurunkan kualitas akademik perguruan tinggi khususnya pada bidang humanity, ilmu sosial, dan riset. Keenam, privatisasi yang notabene bagian dari kebijakan neoliberalisme bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45 yang berpaham welfare state yang mewajibkan negara memenuhi hak pendidikan warga negaranya. Kata kunci: Privatisasi, Komersialisasi, Pendidikan, Perguruan Tinggi, Hak Asasi Manusia.
Kualitas Air Danau Toba di Wilayah Kabupaten Toba Samosir dan Kelayakan Peruntukannya Garno, Yudhi Soetrisno; Nugroho, Rudi; Hanif, Muhammad
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 21 No. 1 (2020)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.074 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v21i1.3277

Abstract

ABSTRACTThis research was conducted to determine the status of Lake Toba water quality in the area of Toba Samosir (Tobasa) Regency and the feasibility of its use. This study revealed that BOD, COD, iron and free Cl2 of Lake Toba Tobasa regency exceed water quality criteria for Class I and Class II based on Governor Decree No. 1 Year 2009 on Raw water quality of Lake Toba in North Sumatera. High COD and BOD values imply that Lake Toba water was polluted by organic matter presumably originated from floating net cages (KJA), while free Cl2 is thought to originate from domestic waste activities in Parapat City and its surroundings. In general, it was concluded that the water of Lake Toba in the Tobasa Regency did not meet the criteria for clean water and water tourism.Keywords: Lake Toba, raw water, pollution, water qualityABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas air Danau Toba wilayah Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) dan kelayakan peruntukannya. Penelitian ini mengungkapkan bahwa air Danau Toba wilayah Kabupaten Tobasa memiliki BOD, COD dan konsentrasi besi dan Cl2 bebas melebihi kriteria mutu air Kelas I dan Kelas II pada Peraturan Gubernur Sumatra Utara No 1 Tahun 2009. Tingginya nilai COD dan BOD mengisyaratkan bahwa perairan Danau Toba tercemar oleh bahan organik yang diduga berasal keramba jaring apung (KJA), sedangkan Cl2 bebas diduga berasal dari limbah domestik kegiatan Kota Parapat dan sekitarnya. Secara umum disimpulkan bahwa air Danau Toba di wilayah Kabupaten Tobasa tidak/belum memenuhi kriteria untuk air baku air minum  dan wisata air.Kata kunci: danau Toba, bahan baku air, pencemaran, baku mutu
Studi Karakterisasi Sampah Landfill dan Potensi Pemanfaatannya (Studi Kasus di TPA Sukawinatan dan Bantargebang) Wahyono, Sri; Sahwan, Firman Laili; Suryanto, Feddy; Febriyanto, Irhan; Nugroho, Rudi; Hanif, Muhammad
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 20 No. 2 (2019)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.738 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v20i2.3335

Abstract

ABSTRACTLandfills contain materials that can be recovered to be recycled or used as an energy source. The purpose of this study is to conduct waste characterization that has long been buried in landfill which includes analysis of composition, proximate analysis, and ultimate analysis. Then the waste is analyzed for its use as recycled material and energy sources. The study was conducted at the Sukawinatan landfill (Palembang) and the Bantargebang landfill (Bekasi). Sampling was carried out on garbage that had been buried in landfills by digging at depths of up to 5 m using an excavator. Furthermore, the samples are dried in the sun, sifted with rotary screen, and sorted manually. Some samples were taken by quartering to be analyzed in the laboratory. The results of the research and analysis showed that (i) landfill waste was dominated by compost material (31-47%) and plastic combustible material (32-43%) and nonplastic combustible material (32-43%); (ii) shaped material such as compost has the potential as a substitute for landfill cover and as soil conditioner; (iii) potentially recycled materials such as plastic waste need intensive sorting and cleaning; (iv) landfills excavated waste can be potentially used as an energy source or refuse-derifed fuels (RDF) with a heating value between 7.31-15.61 MJ / kg; (v) landfills excavated waste has the potential to be used as fuel for incinerators; (vi) utilization of landfill waste for the cement industry still faces several obstacles such as high chlorine content and water content.Keywords: landfill, waste characterization, composition, proximate, ultimate ABSTRAKTPA mengandung material yang dapat diambil untuk didaur ulang atau dimanfaatkan sebagai sumber energi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan karakterisasi sampah yang telah lama tertimbun di TPA yang  meliputi analisis komposisi, analisis proksimat, dan analisis ultimat. Kemudian sampah tersebut dilakukan analisis pemanfaatannya sebagai bahan daur ulang dan sumber energi. Penelitian dilakukan di TPA Sukawinatan (Palembang) dan di TPA Bantargebang (Bekasi). Pengambilan sampel dilakukan terhadap sampah yang sudah tertimbun di landfill dengan cara menggali pada kedalaman hingga 5 m menggunakan excavator. Selanjutnya sampel dijemur, diayak dengan penyaring berputar (rotary screen), dan dipilah secara manual. Sebagian  sampel diambil dengan metode perempatan (quartering) untuk kemudian dianalisa di laboratorium. Hasil dari penelitian dan analisisnya memperlihatkan bahwa (i) sampah galian TPA didominasi oleh material kompos (31-47%) dan material combustible plastik (32-43%) serta combustible nonplastik (32-43%); (ii) material berbentuk seperti kompos memiliki potensi sebagai pengganti soil cover TPA dan sebagai material pembenah tanah (soil conditioner); (iii) material yang potensial didaur ulang seperti sampah plastik perlu pemilahan dan pembersihan yang intensif; (iv) sampah galian TPA potensial dimanfaatkan sebagai sumber energi atau RDF (refuse-derifed fuels) dengan nilai kalor antara 7,31-15,61 MJ/kg; (v) sampah galian TPA berpotensi digunakan sebagai bahan bakar insinerator PLTSa; (vi) pemanfaatan sampah galian TPA untuk industri semen masih menghadapi beberapa kendala seperti tingginya kandungan klorin dan kadar air.Kata kunci: landfill, karakterisasi sampah, komposisi, proksimat, ultimat
Perancangan Proses Konversi Mikroalga Menjadi Biofuel sebagai Inovasi Teknologi Ramah Lingkungan Hanif, Muhammad
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 16 No. 1 (2015)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6631.618 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v16i1.1605

Abstract

Abstrak. Mikroalga merupakan sumber daya energi yang berkelanjutan yang memiliki potensi yang besar dalam mitigasi karbon dioksida (CO2) emisi. Inovasi teknologi konversi mikroalga menjadi biofuel masih menjadi tantangan yang perlu difokuskan untuk memastikan tingkat kestabilan produksi pada skala besar dengan keseimbangan energi yang baik. Pusat Teknologi Lingkungan - BPPT telah merintis suatu sistem terintegrasi yang memiliki keterkaitan antara produksi bioenergi dan perlindungan lingkungan. Sebuah pabrik skala percontohan berkapasitas 20 liter/jam telah dirancang bangun untuk mengkonversi biomassa alga menjadi biofuel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan rancangan proses pada konversi mikroalga menjadi biofuel melalui tahapankerekayasaan dari konseptual, simulasi, konstruksi sampai operasi. Pada penelitian ini, ekstraksi ultrasonik digunakan sebagai sebuah teknologi inovatif yang ramah lingkungan. Keseimbangan massa-energi dan rasio energi dari proses biofuelalgajuga dievaluasi. Hasil-hasil menunjukkan bahwa unit konversimikroalga ke biofuelmenunjukkan potensi untuk menghasilkan minyak alga, namun masih diperlukan pemurnian lebih lanjut untuk memenuhi spesifikasi standar biodiesel Indonesia.Pengembangan teknologi terkini untuk memproduksi biofuel dari mikroalga sangat penting dalam rangka meningkatkan efektivitas biaya produksi dalam mengimplemantasikan strategi pemanfaatan mikroalga.Kata kunci: biofuel, desain proses, inovasi teknologi, mikroalga, teknologi ramah lingkungan
ANALISIS PENGARUH MOTIVASI KONSUMEN, PERSEPSI KUALITAS, SIKAP KONSUMAN DAN CITRA MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DENGAN MINAT BELI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Pada Calon Konsumen Mobil Datsun di Kota Semarang) Hanif, Muhammad; Tri Astuti, Sri Rahayu
Diponegoro Journal of Management Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Faculty of Economics and Business Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.358 KB)

Abstract

This study aims to analyze the effect of consumer motivation, perceived quality, consumer attitudes and brand image on purchasing decisions with buying interest as an intervening variable. The study was conducted on prospective customers from Datsun car products in Semarang City. The number of samples used in this study were 150 respondents. The method of data collection is done through a questionnaire. This study uses Structural Equation Modeling (SEM) analysis techniques using the AMOS 22.0 analysis tool. The model of this study has fulfilled the rules of Goodness of fit, including: Chi square (125,125), probability (0,124), RMSEA (0,33), CMIN / DF (1,159), TLI (0,979) and CFI (0,984).            The results of this study indicate that consumer motivation has a positive and significant effect on buying interest, perceived quality has a positive and significant effect on buying interest, consumer attitudes negatively affect buying interest, brand image has a positive and significant effect on buying interest, and buying interest has a positive and significant influence towards purchasing decisions.
PERAN SERTA PEREMPUAN DALAM PELESTARIAN TAYUB DI DESA PESU KECAMATAN MAOSPATI KABUPATEN MAGETAN Hanafi, Aditya Nur; Kuswara, Lia Dwi; Hanif, Muhammad; Wedhasmara, Yoga
Jurnal Agasthia Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran perempuan dalam pelestarian kesenian Tayub di Desa Pesu Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan.Metode penelitian yang digunakan yakni Metode Hermenutika-Mendalam Thomson. Sumber data berasal dari sumber lisan, tertulis, dokumen, lembaga sosial dan tradisi. Informan ditentukan dengan snowball sampling dan pengambilan datanya dengan wawancara, observasi, dan pencatatan dokumen. Sedangkan analisis datanya dengan analisis kualitatif model interaktif.Dari penelitian yang dilaksanakan diperoleh gambaran bahwa perempuan memiliki peran sangat besar dalam melestarikan kesenian Tayub di Pesu. Hal tersebut tercermin dalam perannya sebagai penari (teledek atau sinden) yang terus-menerus mengembangkan kreativitasnya dalam menari, menyanyi, ngadi salira dan ngadi busana, dan sekaligus melaksanakan kaderisasi serta membina apresiasi masyarakat, terutama mencari solusi alternatif untuk mengeliminir citra negatif. Selain itu, tidak sedikit para perempuan di luar komunitas Tayub yang gemar dan nanggap Tayub. Ibu-ibu pejabat juga ikut serta melaksanakan pembinaan-pembinaan sehingga Tayub menjadi lebih menarik dan tetap diminati sampai sekarang.Kata Kunci: Perempuan, Pelestarian Tayub
PERAN SERTA PEREMPUAN DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA BANJARSARI KECAMATAN/KABUPATEN MADIUN Hanif, Muhammad
Jurnal Agasthia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang peran serta perempuan dalam penyelenggaraan pemerintahan Desa  Banjarsari Kecamatan/ Kabupaten Madiun.Penelitian dilakukan selama enam bulan di Desa Banjarsari Kecamatan/ Kabupaten Madiun Provinsi Jawa Timur. Sumber datanya berupa primer dan skunder. Penentuan informannya dengan purposive sampling dan pengambilan datanya menggunakan wawancara, observasi, dan pencatatan dokumen. Data yang diperoleh dianalisa dengan analisis kualititatif model interaktif.Dari penelitian yang dilakukan diperoleh gambaran, bahwa pemerintahan desa Banjarsari memberi peluang bagi perempuan untuk dapat terlibat secara langsung namun belum banyak dimanfaatkan. Hanya 84 orang yang berperan secara aktif dalam lembaga pemerintahan desa dan 10 orang yang menjadi pengurus partai politik dari jumlah perempuan 1.538 orang. Hal tersebut dikarenakan belum adanya kesadaran kritis atas hak-haknya untuk mengaktualisasikan dirinya. Selain itu masih banyak perempuan yang beranggapan, bahwa urusan perempuan adalah soal rumah-tangga dan hanya peran skunder. Politik adalah urusan laki-laki, politik itu kotor, politik itu keras sehingga perempuan tidak perlu ambil bagian. Pandangan ini dipengaruhi oleh faktor budaya patriarkhi, beban kerja yang lebih besar dibandingkan dengan laki-laki, dan tingkat ekonominya. Walaupun sebagian kecil kaum perempuan yang berada dalam lembaga pemerintahan desa namun mereka dapat memainkan peran yang tidak kalah pentingnya bila dibandingkan dengan kaum laki-laki. Kata Kunci : Perempuan, Penyelenggaraan Pemerintahan Desa
KEMEJA (Kemah Kerja Sejarah) Sebagai Modal Pembelajaran Sejarah yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan Hanif, Muhammad
Jurnal Agasthia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran sejarah masih dilingkupi oleh berbagai stereotip negatif seperti membosankan, bertele-tele, dan tidak relevan dengan konteks sosial peserta didik. Relevansi penyajian materi sejarah dengan situasi sosial peserta didik sering dipertanyakan. Kondisi itu mengisyaratkan semakin pentingnya pembelajaran sejarah yang kontekstual sehingga terbangun suasana pembelajaran sejarah yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kemah kerja sejarah sebagai model pembelajaran sejarah yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Penelitian dilakukan di Program Studi Pendidikan Sejarah IKIP PGRI MADIUN. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder berupa keterangan atau fakta dari informan, dan peristiwa atau aktivitas serta dokumen dan arsip tentang yang relevan. Pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik wawancara mendalam dan observasi langsung. Sampel informan dipilih secara selektif dan mengalir. Validasi data melalui triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dengan analisis interaktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan model Kemeja terdiri dari empat komponen kegiatan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi, refleksi, dan pelaporan. Tahap persiapan meliputi persiapan di kampus dan di lapangan, baik teknis maupun non teknis. Tahap pelaksanaan terdiri dari tiga kegiatan, yaitu klarifikasi dan eksplorasi objek, social mapping, debat mahasiswa, dan pertunjukkan seni. Model Kemeja potensial untuk menjadi alternatif pembelajaran sejarah yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.Kata Kunci: kemah kerja, model pembelajaran sejarah
SIMBOLISME GREBEG SURO DI KABUPATEN PONOROGO Hanif, Muhammad; Zulianti, Zulianti
Jurnal Agasthia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih memadai tentang nilai-nilai simbolik dalam tradisi Grebeg Suro. Penelitian ini dilakukan di Ponorogo selama enam bulan. Data diperoleh dari sumber primer, sumber sekunder dan dokumen. Teknik pengambilan data dengan observasi, wawancara dan pencatatan dokumen. Analisis datanya menggunakan  analisis kualitatif model interaktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi Grebeg Suro Ponorogo mengandung  nilai-nilai simbolik religius dan budaya.  Nilai-nilai religius berupa ungkapan rasa syukur dengan melakukan tirakatan (banyak berdzikir dan beramal soleh) dan kenduri (selamatan berbagi rezeki), serta menjalin silaturahmi antarwarga. Selain nuansa religi, nuansa budaya juga mewarnai pembukaan Grebeg, yaitu dengan diadakannya Tari Reyog massal yang diadakan di Alun-alun Ponorogo, kirab pusaka, pemilihan duta wisata, kakang senduk, acara Larung Risalah dan doa. Setiap perlengkapan prosesi mengandung makna simbolik untuk menyampaikan pesan-pesan kebudayaan melalui media seni.Kata Kunci : Simbolisme, Grebeg Suro
PERANAN WANITA DESA SOCO BENDO MAGETAN DALAM MENGATASI DAMPAK PSIKOLOGI SOSIAL PASCA MADIUN AFFAIR 1948 (STUDI SEJARAH SOSIAL) Hanif, Muhammad
Jurnal Agasthia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih memadai tentang peranan wanitia desa Soco Bendo Magetan dalam mengatasi dampak psikologi sosial pasca Madiun Affair 1948. Penelitian dilakukan selama delapan bulan. Data diperoleh dari sumber materiil berupa sumber lisan/kesaksian  laporan tertulis, dan dokumen, serta dari sumber non materiil berupa lembaga sosial, etik, dan tradisi. Penentuan responden dilakukan secara snowball. Teknik pengambilan data dengan wawancara, observasi, dan pencatatan dokumen. Analisis datanya menggunakan analisis kualitatif model interaktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madiun Affait 1948 memodifikasi dan mendistorsi interaksi sosial masyarakat Soco yang hidup rukun dan saling menghargai berubah menjadi interaksi sosial yang penuh prasangka sosial dan sterotip. Dalam situasi seperti itu, kaum wanita mempunyai kemampuan mengontrol nilai-nilai dan mengkomunikasikan secara verbal maupun non verbal. Meski tidak banyak kaum wanita yang dapat mengakses simbol-simbol nilai secara komprehensif, namun simbol-simbol dan nilai-nilai hidup yang adiluhung dapat dienkulturasikan dan disosialisasikan kepada anggota keluarga, terutama anak-anak dan tetangga melalui petuah pendidikan keluarga. Kontak yang semakin intensif dalam memenuhi kebutuhan hidup dan juga perkembangan politik nasional memberi andil dalam mengeliminasi prasangka sosial dan sterotip di Soco Bendo Magetan.Kata kunci: Wanita, Psikologi Sosial, Madiun Affair 1948