Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

METAFORA TUMBUHAN DALAM PERIBAHASA INDONESIA (KAJIAN SEMANTIK KOGNITIF) Kinanti, Kingkin Puput; Rachman, Anita Kurnia
Belajar Bahasa Vol 4, No 1 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.606 KB) | DOI: 10.32528/bb.v4i1.1867

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tentang peribahasa Indonesia yang berkaitan dengan penggunaan metafora tumbuhan. Penelitian bertujuan untuk menemukan beberapa hal, yaitu 1) penggunaan nama-nama tumbuhan dalam peribahasa Indonesia, 2) menemukan intepretasi metafora tumbuhan dalam peribahasa Indonesia. Data berupa data tertulis yang diambil dari kamus peribahasa Indonesia karya JS. Badudu dan buku kumpulan peribahasa karya Mohammad Kusnadi Wasri. Keseluruhan peribahasa dalam buku kumpulan peribahasa tersebut disimak, dikumpulkan, dan diseleksi sesuai topik permasalahan, yaitu peribahasa yang menggunakan nama-nama tumbuhan. Selanjutnya data diklasifikasikan berdasarkan jenis-jenis tumbuhan dan hal-hal yang diacu. Data dikumpulkan dengan metode simak diikuti dengan teknik simak bebas libat cakap (SBLC). Analisis data menggunakan metode intepretatif dan wawancara kepada ahli bahasa dengan pisau bedah teori semantik kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat nama-nama tumbuhan yang digunakan dalam peribahasa, yaitu 1) bagian-bagian tumbuhan meliputi biji, akar, batang, dahan, daun, dan bunga; 2) klasifikasi tumbuhan berdasarkan bijinya, yaitu tumbuhan dikotil  dan tumbuhan monokotil. Tumbuhan dikotil meliputi delima, kacang, kopi, nangka, ubi, cabai, cempedak, durian, limau, dan lada; sedangkan tumbuhan monokotil yaitu bambu, mentimun, padi, rumput, tebu, mawar, pisang, jagung, kelapa, kunyit, dan sirih.  Intepretasi makna metaforis peribahasa menggunakan nama tumbuhan yaitu, peribahasa yang menggambarkan tumbuhan sebagai kekuatan dan kelemahan, menggambarkan tumbuhan sebagai tanda sifat terpuji, tumbuhan sebagai tanda rejeki, tumbuhan sebagai tanda hidup sederhana, dan tumbuhan sebagai tanda keburukan. 
PADI BAGI MASYARAKAT INDONESIA: KAJIAN SEMANTIK INKUISITIF PADA PERIBAHASA INDONESIA Kingkin Puput Kinanti; Anita Kurnia Rachman
Basastra Vol 8, No 1 (2019): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v8i1.12937

Abstract

Kajian mengenai semantik inkuisitif belum begitu banyak dilakukan di Indonesia. Kajian ini merupakan kajian yang mencoba menjelaskan lebih mendalam mengenai nilai-nilai atau budi pekerti yang terdapat dalam peribahasa. Padi merupakan tanaman yang banyak ditemui di Indonesia karena merupakan sumber makanan pokok masyarakatnya. Penelitian ini menjelaskan bagaimana padi menurut pandangan masyarakat Indonesia yang terdapat dalam peribahasa. Pencipta peribahasa yang merupakan leluhur dari bangsa Indonesia menggunakan peribahasa sebagai sarana menyampaikan nasihat, sindiran ataupun larangan. Kajian menggunakan semantik inkuisitif adopsi dari Nor Hasimah (2014). Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu pemaparan data, analsis semantik kognitif, dan analisis semantik inkuisitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peribahasa padi dalam peribahasa berkombinasi dengan tumbuhan lainnya dan tidak berkombinasi. Kombinasi yang muncul adalah padi-illang dan padi-jagung. Padi bagi masyarakat Indonesia adalah, 1) kebaikan, 2) keutamaan, 3) kemakmuran, dan 4) kekayaan.Kata kunci: padi, peribahasa, semantik, budaya
RESPON PUJIAN OLEH MAHASISWA MULTIKULTURAL (STUDI KASUS DENGAN TINJAUAN SOSIOPRAGMATIK) Kingkin Puput Kinanti, Anita Kurnia Rachman,
Belajar Bahasa Vol 3, No 1 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.252 KB) | DOI: 10.32528/bb.v3i1.1105

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pragmatik berkaitan dengan teori kesantunan berbahasa. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan sosiopragmatik dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui realisasi strategi merespon pujian mahasiswa IKIP Budi Utomo dan intepretasi kesantunan berbahasa strategi merespon pujian oleh mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang dengan latar belakang suku yang beragam. Data dibagi menjadi dua, yaitu data lisan dan data tulis. Data lisan dikumpulkan dengan menyimak dan mencatat tuturan respon pujian mahasiswa pada saat berinteraksi di dalam maupun di luar kelas. Data lisan juga dikumpulkan dengan metode memberi pancingan pujian kepada mahasiswa dan mencatat ungkapan respon pujian Data tulis dikumpulkan dengan menggunakan Tes Melengkapi Wacana (TMW) yang dibuat oleh peneliti dengan berbagai jenis situasi tutur dan dihubungkan dengan variabel sosiopragmatik. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif dengan mengkategorikan ungkapan respon pujian. Data selanjutnya dianalisis untuk mengetahui intepretasi kesantunan berbahasa respon pujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa strategi mahasiswa dalam merespon pujian, yaitu a) menolak b) menerima pujian c) menafsirkan pujian dengan hal lain, d) merepon dengan diam, dan e) merespon dengan kombinasi strategi. Mahasiswa IKIP Budi Utomo meskipun berasal dari suku-suku yang berbeda dan beragam (Jawa, Madura, Melayu, Dayak dan Sumba Flores) masih mengambarkan pola komunikasi masyarakat (budaya Timur) yaitu menolak pujian namun juga menunjukkan gejala pergeseran yaitu dengan menerima pujian. Kata kunci: kesantunan berbahasa, merespon pujian, pragmatik, suku.
PENGARUH PENGGUNAAN TEKS PERMAINAN BAHASA TERHADAP PRESTASI MAHASISWA PADA MATA KULIAH MORFOLOGI Kinanti, Kingkin Puput; Nurdahlia, Dwi Ulfa
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4, No 1 (2018): April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.765 KB) | DOI: 10.22219/kembara.v4i1.5269

Abstract

This research belongs to experimental research, focusing about the usage influence of language game text on students’ achievements in Morphology course. The discussion aims to explain and elaborate the usage influence of language game text on students’ achievements in Morphology course.Data penelitian kemudian diolah dengan menggunakan uji Mann Whitney. Hasil uji hipotesis Mann Whitney aspek prestasi mahasiswa pada mata kuliah morfologi kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki Zhitung -2,090 dengan signifikansi 0,037 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif yang menyatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada prestasi mahasiswa pada matakuliah morfologi dengan pemberian teks permainan bahasa diterima.This research used a quantitative approach with the type of quasi-experimental research. Control Group Pre Test – Post Test Design was a selected research design for this experimental research. The population is students of 2016 class in odd semester of academic year 2017/2018. The samples used in this research were 36 students of 2016 class in IKIP Budi Utomo academic year 2017/2018. The phases of quasi-experiments design describes as follows, (1) identifying the characteristics of the research subjects, (2) giving pre-test (pretesting) to the experimental class and the control class, (3) giving treatment in the form of language game text to the experiment class and conventional text to the control class, (4) giving post-test to the experimental class and the control class. The data obtained from the research then was analyzed by using Mann Whitney test. The result of Mann Whitney hypothesis test of students’ achievements aspect in Morphology course between experiment and control classes had Zcount -2.090 with the significance of 0.037 <0.05 therefore it can be concluded that the alternative hypothesis stated that there is significant difference on students’ achievements in Morphology course by giving language game text is conformed to be accepted.
Pemanfaatan Permainan Bahasa Menjadi Produk Usaha Kaos Berbasis Bisnis Kata di Kelompok Karang Taruna Desa Parangargo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang untuk Mendukung Ekonomi Kreatif Kingkin Puput Kinanti; Endang Setiyo Astuti; Dwi Ulfa Nurdahlia
JPM PAMBUDI Vol 3 No 1 (2019): JPM Pambudi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M) IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.076 KB) | DOI: 10.33503/pambudi.v3i1.460

Abstract

The activities of Society Partnership Program (PKM) was carried out together with the youth organization of Karang Taruna MAATOON in Parangargo village, Wagir sub district, Malang Regency. The purposes of the activities are 1) to empower the youth to become entrepreneurs and get involved in developing creative economy, 2) to develop the skill of designing words, phrases, and sentences used to produce saleable word-based T-shirts, like Dagadu and Joger, 3) to facilitate the Karang Taruna in producing and marketing the products. In order to achieve the purposes, on the aspects of production and management, some trainings and workshops have been already done, such as training of word designing through Corel Draw application and workshop of finance management and digital marketing. These activities of Society Partnership Program (PKM) were done in stages, namely preparation, program planning, implementation, and evaluation.
Perbandingan Stereotipe Gender dalam Iklan: Kajian Semiotika Roland Barthes Lutfiyah, Luly Zahrotul; Kinanti, Kingkin Puput
Belajar Bahasa Vol 5, No 2 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v5i2.3349

Abstract

Artikel ini membahas mengenai stereotipe gender dalam iklan yang diteliti dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian semiotika mencoba mengkaji fenomena yang ada dalam masyarakat dengan menggunakan simbol baik yang bersifat verbal maupun nonverbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan stereotipe gender pada dua iklan yaitu iklan kecap ABC dan Iklan extra joss atau iklan masa kini dengan iklan pada era 5 tahun sebelumnya. Citra perempuan masa lalu digambarkan sebagai perempuan yang menduduki second class dimana kedudukan perempuan di bawah laki-laki. Namun, perkembangan budaya dan pola pikir cenderung menggeser citra tersebut. Penelitian ini akan menggunakan dua iklan yaitu iklan masakan kecap ABC versi Suami bisa masak” dan iklan minuman extra jos versi Laki”. Data dibagi menjadi dua yaitu data verbal dan data nonverbal. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi dan observasi. Dokumentasi dilakukan dengan metode simak dan catat. Peneliti akan mengumpulkan data kedua iklan kemudian dilakukan teknik simak dan catat. Setelah dilakukan simak dan catat dilakukan analisis dengan menggunakan analisis semiotik Roland Barthes. Analisis juga menggunakan FGD untuk memantapkan hasil penelitian. Penyajian data dilakukan secara informal yaitu menggunakan kata-kata yang mudah dipahami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pergeseran strereotipe gender antara iklan Extra Joss yang tayang pada tahun 2013 dengan iklan Kecap ABC yang tayang pada tahun 2018. Perbedaan tersebut terdapat pada penggambaran karakter dan peran laki- laki dan perempuan.
ANALISIS KOMPONEN MAKNA KATA BERMAKNA ‘MELIHAT’ DALAM BAHASA INDONESIA DAN BAHASA JAWA (ANALISIS KONTRASTIF) Kingkin Puput Kinanti; Endang Setiyo Astuti
Basastra Vol 10, No 3 (2021): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v10i3.27015

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian semantik analisis komponen makna. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan makna kata ‘melihat’ bahasa Indonesia dengan bahasa Jawa. Data yang diguakan adalah leksikon kata ‘melihat”. Data dikumpulkan dari leksikon-leksikon yang bermakna ‘melihat’ dalam KBBI  untuk leksikon bahasa Indonesia dan Kamus Jawa Bausastra Jawa untuk leksikon bahasa Jawa. Analisis menggunakan analisis kontrastif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Indonesia dan bahasa Jawa memiliki beragam leksikon yang bermakna ‘melihat’ yaitu 16 leksikon dalam bahasa Indonesia dan pada bahasa Jawa terdapat 19 leksikon. Leksikon bermakna ‘melihat’ dalam bI adalah memandang, menengok, menatap, menengadah, menilik, menonton, mengerling, melirik, mengamati, memperhatikan, melotot, mengintip, menyaksikan, mengincar, meninjau, dan mengintai dan dalam bJ adalah ndeleng, nginguk, mergoki, ndingkik, nginceng, nyimak, nglirik, nonton, nginjen, nyawang, ngamati, ngawasi, mirsani, ngulati, namatake, mentheleng, mriksa, dan niti. Dari analisis komponen makna ternyata satu konsep kata yang bermakna ‘melihat’ ditemukan lebih banyak persamaan dibandingkan dengan perbedaannya. Perbedaan hanya terdapat pada komponen tingkat tutur yang tidak dimiliki oleh bahasa Indonesia 
PENGARUH PENGGUNAAN TEKS PERMAINAN BAHASA TERHADAP PRESTASI MAHASISWA PADA MATA KULIAH MORFOLOGI Kingkin Puput Kinanti; Dwi Ulfa Nurdahlia
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 1 (2018): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v4i1.5269

Abstract

This research belongs to experimental research, focusing about the usage influence of language game text on students’ achievements in Morphology course. The discussion aims to explain and elaborate the usage influence of language game text on students’ achievements in Morphology course.Data penelitian kemudian diolah dengan menggunakan uji Mann Whitney. Hasil uji hipotesis Mann Whitney aspek prestasi mahasiswa pada mata kuliah morfologi kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki Zhitung -2,090 dengan signifikansi 0,037 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif yang menyatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada prestasi mahasiswa pada matakuliah morfologi dengan pemberian teks permainan bahasa diterima.This research used a quantitative approach with the type of quasi-experimental research. Control Group Pre Test – Post Test Design was a selected research design for this experimental research. The population is students of 2016 class in odd semester of academic year 2017/2018. The samples used in this research were 36 students of 2016 class in IKIP Budi Utomo academic year 2017/2018. The phases of quasi-experiments design describes as follows, (1) identifying the characteristics of the research subjects, (2) giving pre-test (pretesting) to the experimental class and the control class, (3) giving treatment in the form of language game text to the experiment class and conventional text to the control class, (4) giving post-test to the experimental class and the control class. The data obtained from the research then was analyzed by using Mann Whitney test. The result of Mann Whitney hypothesis test of students’ achievements aspect in Morphology course between experiment and control classes had Zcount -2.090 with the significance of 0.037 <0.05 therefore it can be concluded that the alternative hypothesis stated that there is significant difference on students’ achievements in Morphology course by giving language game text is conformed to be accepted.
JENIS DAN FUNGSI PERMAINAN BAHASA (BAHASA PLESETAN) PADA KAUS YAJUGAYA: SEBUAH TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK) Kingkin Puput Kinanti; Yuliana Riskawati
Hasta Wiyata Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2021.004.02.03

Abstract

This study aims to describe  (1) types of language game and (2) functions of language games on Yajugaya shirts. This type of research is a qualittative descriptive study. The subjects of this research are in lingual units consisting of words, pharases and sentences contained in the Yajugaya shirt. The object of research is the from of language games, types of language games and the funcitions of language games found on the Yajugaya shirt. Data obtained by observation and dokumentation techniques, the technique is applied by collecting sources in the form of language game material especially material that refers to theYajugaya shirt to strengthen the research. Data were analyzed using interactive methods, in the interactive analysis process, there were data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. On the validity of the data obtained through the validity test of increasing persistence, triangulation and peer discussion. The results of the study consisted of three thing, namely as follows: first, the basic froms of language games contained in the Yajugaya shirt were 3. Namely (1) basic form of language game words (2) basic forms of language games phrase (3) basic from of language game sentences. The two funcition of language games on the shirt are also 4, namely (1)type of word play on the shirt, (2) types of word games between languages on the Yajugaya shirt, (3) types of malapropism, (4) types of tongue glitch on the Yajugaya shirt. Third, there are 4 funcitions of the language game on the shirt namely (1) humor funcitions (2) criticism funcition (3) creative funcitions and (4) aesthetic funcitions.
Frasa Nomina Atributif dalam Bahasa Jawa Dialek Jawa Timur Kingkin Puput Kinanti
Linguista: Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/linguista.v4i2.6494

Abstract

Penelitian ini merupakan yang membahas mengenai frasa nominal atributif dalam bahasa Jawa Dialek Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian dekstiptif kualitatif yang bertujuan untuk memaparkan frasa nominal atributif dalam bahasa Jawa dialek Jatim. Metode penelitian kualitatif. Peneliti mengumpulkan data dengan metode simak dan metode instrospeksi. Peneliti sebagai penutur asli bahasa Jawa dialek Jatim mengumpulkan sendiri data-data kebahasaan yang akan diteliti, mencatat kemudian melakukan analisis terhadap data yang telah dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Frasa Nominal Atributif (FNA) dalam bahasa Jawa merupakan frasa yang memiliki UP (unsur pusat) berupa nomina dan frasa nominal serta atribut yang terdiri dari beberapa jenis atribut, yaitu (1) FNA dengan atribut yang berkategori nomina dan frasa nominal, (2) FNA dengan atribut yang berkategori verba, (3) FNA dengan atribut yang berkategori adjektiva atau frasa adjektival, (4) FNA dengan atribut yang berkategori adverbial atau frasa adverbial, (5) FNA dengan atribut yang berkategori demonstrativa, (6) FNA dengan atribut yang berkategori numeralia, (7) FNA dengan atribut yang berkategori preposisional, (8) FNA dengan atribut yang berkategori frasa yang berunsur pusat ‘sing’ dengan aksis adjektiva, verba dan preposisional.