Rahmi Rahmi
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH PROBIOTIK EM4 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN UDANG GALAH (Macrobachium rosenbergii) PADA WADAH TERKONTROL Abdul Malik; Rahmi Rahmi; Andi Nugrayadi
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 9, No 2 (2020): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i2.7070

Abstract

Probiotik mampu meningkatkan pertumbuhan dan status kesehatan organisme budidaya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian probiotik EM4 terhadap pertumbuhan dan sintasan udang galah yang dipelihara pada wadah terkontrol. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari empat perlakuan, yaitu pemberian EM4 masing-masing sebanyak 10 ppm, 15 ppm, 20 ppm, dan tanpa penggunann probiotik (kontrol). Parameter uji meliputi pertumbuhan mutlak, sintasan, dan kualitas air (suhu, pH, DO) yang masing-masing diukur diakhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik EM4 mampu meningkatkan pertumbuhan dan sintasan udang galah. Pertumbuhan dan sintasan terbaik diperoleh pada pemberian EM4 sebanyak 15 ppm, yaitu pertumbuhan mutlak sebesar 2,68 g dan sintasan sebesar 100%.
SUBTITUSI TEPUNG TEMULAWAK (Curcuma xanthorhiza sp) PADA PAKAN DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Rahmi Rahmi; Nur Insana Salam; Nur Qodri
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 5, No 1 (2016): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.648 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v5i1.673

Abstract

The purpose of this study to determine the effect of ginger powder in the feed with different doses of the survival and growth of tilapia fish (Oreochromis Niloticus). The method used is tilapia fish obtained from Fish Seed Center (BBI) is natural. Seed fish used as many as 10 heads/container research. Total container study 12 units with a capacity of each container of 20 liters of water. Research container filled with water of 10 liters. The treatments tested was the administration of different doses of ginger powder in feed tilapia fish. In this study, there were 4 treatment, the dosage of 2.5% (treatment A), the dose of 5% (treatment B), the dose of 7.5% (treatment C), without the provision of ginger powder (treatment D). Research carried out for 6 weeks showed that the growth and survival rate of tilapia fish highest in treatment B (ginger 5%) with an absolute growth of 2.68 gr, 0.0638 g daily growth, and survival rate of 100%.
Pemberdayaan kelompok tani tambak garam bulcin mandiri di Desa Bulu Cindea Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep Abd. Rasyid Jalil; Rahmi Rahmi; Abdul Rakhim Nanda; Rahmat Muhammad; Ilham Jaya
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 2 (2020): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.2.31-37

Abstract

The development of Bulu Cindea village’s potential, especially salt in Pangkep Regency, needs to be continuously pursued to improve farming community’s economy, especially salt. This service program aims to produce iodized salt consumption by innovating consumption salt equipment to increase salt production and productivity at a low cost and sustainable manner. Through FGDs and technical guidance on the utilization of low power equipment, by metthos used was following with the salt farmer group’s household electricity capacity. This service activity will benefits various parties, including village community groups involved in community service, universities, and village government officials. The target audience for this service activity is the group of salt farmers in Bulu Cindea village. After this service activity was carried out, there was a change in behaviour through the understanding of the partner group about the better quality of consumption salt. The post-test results showed that the groups understanding of the activity participants reached 82.5%.The need for further community empowerment in building an iodized salt processing industry improves public welfare and health.
PREVALENSI DAN INTENSITAS PARASIT PADA BENIH IKAN MAS (Cyprinus carpio) PADA TIGA LOKASI LOKASI BALAI BENIH IKAN SULAWESI SELATAN Rahmi Rahmi; Nur Insana Salam
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 6, No 2 (2017): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v6i2.1301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan intensitas pada benih ikan Mas (Cyprinus carpio.L) pada beberapa lokasi BBI(Balai Benih Ikan) di sulawesi selatan.  Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Mei-juni 2017 pengambilan sampel ikan di tiga lokasi  Balai Benih Ikan (BBI) yaitu, BBI Limbung, BBI Bontomanai, BBI Maros. dan pengamatan parasit di lakukan di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar. Jenis parasit yang ditemukan pada bagian ektoparasit ikan mas (Cyprinus carpio) selama penelitian adalah, Dactylogyrus sp. dan Trichodina sp, dan Chilodonella sp. Prevalensi ektoparasit pada ikan mas (Cyprinus carpio) yaitu yang terendah pada BBI Maros yaitu Dactylogyrus sp 30%, Trichodina sp 25%,dan Chilodonella sp 15 %. Sedangkan yang tertinggi pada BBI Bonto Manai yaitu Dactylogirus sp 40%, Trichodina sp 45%, dan Chilodonella sp 30%.  Sedangkan intensitas serangan parasit tertinggi d BBI Bonto manai masing-masing, Dactylogyrus sp 4 ind/ekor, Trichodina sp 4 ind/ekor, dan Chilodonella sp 4 ind/ekor. Diperlukan penelitian lanjutan untuk mengukur parameter lingkungan seara detail pada penelitian ini.
DISTRIBUSI PARASIT MONOGENEA (CACING INSANG) PADA IKAN GIRU (AMPHIPRION SP) DI TIGA LOKASI PEMBUDIDAYA IKAN HIAS YANG BERBEDA. Rahmi Rahmi; Diah Istiqamah
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 6, No 1 (2017): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v6i1.758

Abstract

Parasit Monogenea adalah umumnya ikan-ikan yang hidup di alam dapat terinfeksi oleh berbagai jenis parasit cacing-cacingan seperti Monogenea, Digenea, Nematoda dan Acanthocepala. Parasit ini perlu pemeriksaan lebih lanjut pemeriksaan karena adanya kerusakan yang diakibatkan oleh infeksi parasit ini pada beberapa lokasi pembudidaya.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi parasit monogenea ikan giru  (Amphiprion sp) adalah Brookynella sp, Chilodonella sp dan Trichodina sp. Prevelensi parasit monogenea pada ikan giru (Amphiprion sp) yaitu tertingggi   pada pasar hobbi dan terendah  marina aquarium. Intensitas serangan parasit monogenea pada ikan giru (Amphiprion sp) yaitu tertingggi pada pasar hobbi dan terendah di marina aquarium.  Perlu selalu memperhatikan dan meningkatkan manajemen kesehatan ikan budidayanya dengan menjaga lingkungannya terutama kualitas air pada budidaya ikan giru. 
IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA IKAN KERAPU MACAN (EPINEPHELUS FUSCUGUTTATUS) DI BALAI BUDIDAYA AIR PAYAU (BBAP) TAKALAR Rahmi Rahmi; Jaenuddin Jaenuddin
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 4, No 2 (2015): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.51 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v4i2.603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung proses identifikasi jenis ektoparasit mulai dari hari pertama pengambilan sampel sampai pemeriksaan sampel. Tujuannya untuk mengidentifikasi jenis ektoparasit yang menyerang  ikan kerapu macan (Epinephelus fuscuguttatus).  Sedangkan kegunaan penelitian ini adalah sebagai bahan  informasi  kepada pembudidaya ikan kerapu macan (Epinephelus fuscuguttatus) tentang penyebab penyakit  yang menyerang ikan kerapu macan di Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Takalar. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengambilan sampel, identifikasi ektoparasit, dan pemeriksaan sampel.  Berdasarkan hasil penelitian yang saya laksanakan maka dapat menyimpulkan bahwa Jenis ektoparasit yang umumnya menyerang ikan kerapu macan di bak pemeliharaan BBAP Takalar adalah golongan Diplectanum sp dan Haliotrema sp, Tingkat penularan (prevalensi) parasit pada ikan kerapu macan (Epinephelus fuscuguttatus) tertinggi di bak pemeliharaan BBAP Takalar yaitu 53,33 %, Intensitas serangan parasit tertinggi ditemukan pada ikan kerapu macan di bak pemeliharaan yaitu 5 (sel/ekor) dan terendah yaitu 1 ( sel/ekor).  Untuk keberhasilan suatu usaha pembenihan ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) maka pengontrolan lingkungan dan pengelolaan kualitas air serta penanganan terhadap hama dan penyakit perlu ditingkatkan agar dapat menghasilkan kualitas induk dan benih yang bagus.
OPTIMASI PERTUMBUHAN CAULERPA SP YANG DIBUDIDAYAKAN DENGAN KEDALAMAN YANG BERBEDA DI PERAIRAN LAGURUDA KABUPATEN TAKALAR Darmawati Darmawati; Rahmi Rahmi; Eko Aprilyanto Jayadi
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 5, No 1 (2016): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.901 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v5i1.672

Abstract

The study aims to determine the effect of planting depth of seaweed (Caulerpa sp) is different to growth, as well as the depth of planting is best for the growth of seaweed Caulerpa sp. The experimental design of this study was completely randomized design (CRD) with 3 treatments ie different planting depths are: 50 cm, 100 cm and 150 cm, each treatment was repeated 3 test kali.Parameter absolute growth and daily growth rate is using ANOVA and followed by LSD test. Based on these results, value - average absolute growth (PM) was obtained at a depth of 50 cm is (197.5 g) followed by a depth of 100 cm (177.5 g) and the lowest at a depth of 150 cm (114.3 g). Results of water quality measurements at the site of the research is still in the ideal conditions for the growth of Caulerpa sp.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN DENGAN PENAMBAHAN Saccharomyces cerevisiae TERHADAP RESPONS IMUN DAN SINTASAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) Muh. Amri Maulana; Hamsah Hamsah; Darmawati Darmawati; Muhamad Ikbal; Rahmi Rahmi
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 10, No 2 (2021): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v10i2.7544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis S. cerevisiae pada pakan terhadap respons imun dan sintasan ikan kakap putih (L. calcarifer). Pemeliharaan dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Setiap perlakuan diberi pakan komersil yang telah diberi penambahan S. cerevisiae 5 g/kg pakan (perlakuan B); 10 g/kg pakan (perlakuan C); 15 g/kg pakan (perlakuan D) dan perlakuan tanpa penambahan S. cerevisiae (control/perlakuan A). Metode pengambilan darah dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menggunakan spluit 1 mℓ, sampel darah diambil melalui intravena ikan uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan penambahan S. cerevisiae memberikan pengaruh yang nyata (P0,05) terhadap respons imun dan sintasan ikan kakap putih dengan respons imun tertinggi pada perlakuan C (10 g/kg pakan).
Pembuatan Pakan Berbahan Limbah Usus Ayam Untuk Budidaya Ikan Lele dI Kelurahan Pai, Kota Makassar Andi Chadijah; Nur Insana Salam; Dewi Puspitasari; Rahmi Rahmi
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 21, No 3 (2021): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.01530

Abstract

The catfish farming group in Pai Village faces problems related to the high price of commercial feed, so they use chicken intestine waste feed. This activity's purpose is the manufacture of catfish feed made from chicken intestine flour in Pai Village, Makassar City. The method used is through socialization, discussion and question and answer, and training in making feed using chicken intestine flour as raw material. The community service activities carried out went smoothly and received enthusiasm from the cultivator group community. Cultivators can make feed by utilizing chicken intestine waste and apply it in catfish farming activities.