Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Statistical Literacy Ability Viewed from the Student's Field of Expertise and Curiosity Nurokhmi Wahyu Setiani; Nuriana Rachmani Dewi; Rochmad Rochmad
AlphaMath : Journal of Mathematics Education Alphamath: Vol. 7, No. 2, November 2021
Publisher : Department of Mathematics Education, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/alphamath.v7i2.10897

Abstract

This study aims to describe statistical literacy skills based on the field of expertise and curiosity of grade XII student of SMK Komputama Jeruklegi. The type of research used is qualitative descriptive research. Sampling was done by purposive sampling technique. The study took four subjects from each category in each field of expertise in SMK Komputama Jeruklegi. Data collection using questionnaires, statistical literacy tests, and interview guidelines. The validation test used is a technical triangulation test. The results showed that of the two fields of expertise taken, students achieved two to four indicators of statistical literacy. For students of information and communication technology with curiosity is very high can meet all indicators of statistical literacy ability. Students with high curiosity meet indicators understand the data, present the data and draw conclusions. Students with curiosity are meeting indicators understanding the data and drawing conclusions. While students with low curiosity meet the indicator presents the data and draws conclusions. Then the results of students in the fields of business expertise and management show that students with very high curiosity and high meet indicators of understanding data, presenting data, and drawing conclusions. Students with curiosity are meeting indicators understanding the data and presenting the data. Whereas students with low curiosity meet the indicators understand the data and draw conclusions. This research is expected to contribute to students' statistical literacy skills, so that they can provide an overview of future research.
HUBUNGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DENGAN SELF CONFIDENCE SISWA KELAS IX MATERI BANGUN RUANG SISI LENGKUNG Agung Setiawan; Rochmad; Nuriana Rachmani Dewi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v13i2.825

Abstract

Mathematical thinking ability is the ability of thinking processes to think systematically, analyze arguments and come up with ideas with evidence to develop a logical mindset on what to do. This very important because students will be helped in thinking mathematically rationally in drawing conclusions and observing the problems that exist. It is also necessary to pay attention to self confidence which is the ability of students to solve existing problems. This study aims to determine the relationship between students 'mathematical critical thinking and students' self-confidence in learning mathematics for Grade IX students. This study uses quantitative research with a non-experimental approach, namely the correlation approach. The population of this study is class IX at SMP Al Madani with a sample of 21 people through the sampling technique, namely convenience sampling. Data collection techniques using observation, questionnaires, and tests. Data analysis used normality test and Pearson correlation test. Based on the research, the results obtained were 1) normality test with a significance of 0.586> 0.05, which means the data was normally distributed and 2) a correlation value of 0.520 and significant 0.016 <0.05, which means that there is a positive relationship between students' critical thinking skills and self-confidence. in mathematics learning. In other words, the higher the students 'critical thinking, the higher the students' self confidence. This can be explained also that students of SMP Al Madani have good self-confidence so that it can affect students' critical thinking skills in learning mathematics.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERBANTUAN DAKON SATUAN PANJANG PADA MATERI SATUAN PANJANG Novita Sasmita; Nuriana Rachmani Dewi; Rochmad
Pi: Mathematics Education Journal Vol. 5 No. 1 (2022): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/pmej.v5i1.6305

Abstract

Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dengan berbantuan media pebelajaran dakon satuan pada materi satuan panjang. Metode penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, pengumpulan data dengan metode tes dan wawancara. Sumber data dalam penelitian ini adalah satu peserta didik kelas IV SD. Kemampuan penyelesaian masalah matematis diukur dengan menggunakan empat indikator yakni memahami masalah, membuat rencana penyelesaikan masalah, melaksanakan rencana, memeriksa kembali jawaban. Berdasarkan analisis hasil tes dan wawancara, diperoleh hasil penelitian ini menunjukkan: peserta didik sudah dapat memahami materi konversi satuan panjang dengan baik, minat belajar peserta didik juga meningkat, dan proses penbelajaran semakin menyenangkan. Hal tersebut dibuktikan dari hasil jawaban siswa mengenai latihan soal yang diberikan pada setiap akhir pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran dakon satuan panjang dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dibuktikan dengan hasil posttest yang jauh lebih baik dari pretest. Pembelajatran dengan menerapkan media pembelajaran matematika dapat membantu peserta didik lebih memahami materi pembelajaran matematika.
Case Study Studi Kasus: Metode Pembelajaran Drill Berbantuan Open-Ended Problem untuk Mengembangkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP Arina Ulil Faroh; Nuriana Rachmani Dewi; Rochmad Rochmad
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 (2022): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v6i1.1192

Abstract

Tujuan yang mendasari penulisan artikel ini untuk mengetahui kemampuan penalaran matematis siswa selama proses pembelajaran dengan metode drill (latihan) yang memanfaatkan soal open-ended problems pada materi SPLDV. Subjek penelitian ini adalah 20 siswa kelas VIII SMP Dharma Lestari di Desa Pulutan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan tes uraian open-ended problems sebanyak empat soal. Teknik analisis data yang adalah penskoran, siswa yang telah memenuhi indikator akan diberikan skor 1 dan siswa yang belum memenuhi indikator diberikan skor 0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa siswa yang belum memiliki beberapa indikator kemampuan penalaran matematis. Hal ini dapat dilihat pada tabel instrumen penskoran. Hal tersebut diakibatkan siswa kurang teliti dan kurang memahami materi SPLDV yang dijelaskan guru pada pertemuan sebelumnya.
Analisis Teori Perkembangan Kognitif Piaget Pada Anak Usia 11 Tahun Di Brebes Nungki Anditiasari; Nuriana Rachmani Dewi
Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2021): Mathline
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mathline.v6i1.177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kognitif anak usia 11 tahun dalam menyelesaikan operasional konkret menurut tahap perkembangan kognitif piaget yaitu : mengurutkan, klasifikasi, decentering, reversibility, konservasi, dan penghilangan sifat egosentrisme. Subjek penelitian ini menggunakan 7 anak usia kisaran 11 tahun. Pengumpulan datanya dilakukan dengan wawancara, tes dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode studi kasus dengan melihat hasil dari aktivitas siswa dan dengan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dari ke 7 anak, tidak semua anak dapat menyelesaikan operasional konkret sesuai tahap perkembangan kognitif piaget.
MaTriG: Game Edukasi Matematika dengan Construct 3 Shinta Permatasari; Mohammad Asikin; Nuriana Rachmani Dewi
Indonesian Journal of Computer Science Vol. 11 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Computer Science Volume 11. No. 1 (2022)
Publisher : STMIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1045.274 KB) | DOI: 10.33022/ijcs.v11i1.3025

Abstract

Mathematics is a structured subject and is still interconnected between materials, sometimes there are students' assumptions about math lessons that are very difficult so students are lazy to learn making the learning environment unattractive for students. The teacher must start to make something interesting for students. Along with the development of technology, many things can be made to support learning, one of which is games. This study uses the Research and Development (R&D) method. The MaTtriG educational game was developed using software construct 3. The MaTriG game was designed with the help of Adobe Illustrator 2020. This MaTriG educational game is of the platformers game genre, the educational side of this game includes math material, one of which is a two-variable linear equation system for class VIII. A platform for creating MaTriG educational game applications with Android that can be played and learned anywhere.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERBANTUAN DAKON SATUAN PANJANG PADA MATERI SATUAN PANJANG Novita Sasmita; Nuriana Rachmani Dewi; Rochmad
Pi: Mathematics Education Journal Vol. 5 No. 1 (2022): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.387 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v5i1.6305

Abstract

Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dengan berbantuan media pebelajaran dakon satuan pada materi satuan panjang. Metode penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, pengumpulan data dengan metode tes dan wawancara. Sumber data dalam penelitian ini adalah satu peserta didik kelas IV SD. Kemampuan penyelesaian masalah matematis diukur dengan menggunakan empat indikator yakni memahami masalah, membuat rencana penyelesaikan masalah, melaksanakan rencana, memeriksa kembali jawaban. Berdasarkan analisis hasil tes dan wawancara, diperoleh hasil penelitian ini menunjukkan: peserta didik sudah dapat memahami materi konversi satuan panjang dengan baik, minat belajar peserta didik juga meningkat, dan proses penbelajaran semakin menyenangkan. Hal tersebut dibuktikan dari hasil jawaban siswa mengenai latihan soal yang diberikan pada setiap akhir pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran dakon satuan panjang dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dibuktikan dengan hasil posttest yang jauh lebih baik dari pretest. Pembelajatran dengan menerapkan media pembelajaran matematika dapat membantu peserta didik lebih memahami materi pembelajaran matematika.
Improving Mathematical Creative Thinking Ability In Creative Problem Solving Model With Scaffolding Strategy Sindyeva Widya Hari Utari; Dwijanto Dwijanto; Nuriana Rachmani Dewi
Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2023): Mathline
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mathline.v8i1.363

Abstract

The mathematical creativity of students in Indonesia is low. Students only imitate what the teacher does; if students are faced with a problem, they find it difficult to solve it. This study aims to determine the increase in students' mathematical creative thinking skills taught using the Creative Problem Solving model with a scaffolding strategy. The method used is pre-experimental, with one class serving as the experimental class for public junior high school 1 Batumarta VI students. The instrument in this study was a description of the test questions with the material on flat sides. The results of the study showed that there was a statistical increase in students' mathematical creative thinking abilities with the Creative Problem Solving model, which obtained an N-Gain value of 0,612 From this average value, 10 students were obtained in the high category and 16 students in the medium category and 3 students in low category
Tahap Berpikir Geometri Siswa SMA Berdasarkan Teori Van Hiele Ditinjau dari Perbedaan Gender Nor Amalliyah; Nuriana Rachmani Dewi; Dwijanto Dwijanto
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.488 KB) | DOI: 10.33603/jnpm.v5i2.4550

Abstract

Abstrak. Geometri adalah salah satu bagian dari ilmu matematika yang mempelajari titik yang dapat membentuk garis, garis menjadi bidang yang menyusun bangun datar segi banyak untuk mengkonstruksi sebuah bangun ruang. Proses pembelajaran geometri diharapkan mampu meningkatkan ketelitian, kecermatan, pengetahuan, dan wawasan siswa dalam berpikir ilmiah khususnya pada siswa SMA. Guru perlu mengetahui tahapan berpikir geometri siswa agar dapat menentukan model pembelajaran yang tepat dan efektif. Oleh karena itu perlu diketahui tahapan berpikir geometri siswa yang ditinjau dari perbedaan gender. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan 6 siswa SMA sebagai subjek yang terdiri dari 3 siswa perempuan dan 3 siwa laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes secara  tertulis kepada siswa menggunakan instrumen Van Hiele Geometry Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 6 siswa yang diteliti tahap berpikir siswa rata-rata berada pada tahap 1 (analisis). Gender berpengaruh terhadap tahap berpikir geometri siswa. Kemampuan berpikir geometri siswa perempuan berada pada level lebih tinggi dibandingkan dengan siswa laki-laki.Kata Kunci: Tahap Berpikir, Van Hiele, Gender
Kemampuan Pemecahan Masalah Melalui Scaffolding Berdasarkan Motivasi Belajar Siswa Nursaodah Nursaodah; Nuriana Rachmani Dewi; Rochmad Rochmad
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.844 KB) | DOI: 10.33603/jnpm.v6i2.6145

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran yang jelas dan terperinci mengenai tingkat kemampuan kemampuan pemecahan masalah melalui scaffolding berdasarkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subyek dari penelitian ini adalah siswa SMP Pesantren Ciwaringin kelas VII-A sebanyak 30 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan wawancara. Analisis data kualitatif yang digunakan dianataranya reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa tergolong baik setelah pemberian scaffolding dalam pembelajaran matematika. Siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah tinggi mampu menganalisis dan membentuk sebuah permasalahan kedalam bentuk matematika sesuai dengan aturan Polya dan kemampuan mengoperasikan dan analisis sangat baik. Selain itu, siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah sedang menyelesaikan pemecahan masalah dengan aturan Polya, walaupun tidak semua langkah dalam Polya dilakukan lakukan, siswa mampu memahami apa yang terdapat dalam permasalahan dengan baik. Selanjutnya, siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah rendah menyelesaikan masalah sesuai dengan prosedur aturan Polya, namum dalam kemampuan mengoperasikan dan analisis yang kurang membuat hasil akhir pemecahan masalah mengalami kesalahan.Kata kunci: kemampuan pemecahan masalah, motivasi belajar, scaffoding