Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI DENGAN PARTISIPASI PETANI DALAM GERAKAN PENERAPAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (GP-PTT) KEDELAI DI KECAMATAN KEDAWUNG KABUPATEN SRAGEN Adwiyana, Sandra Kasaniva; WIbowo, Agung; Wijianto, Arip
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 31, No 2 (2016): October
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.787 KB) | DOI: 10.20961/carakatani.v31i2.11948

Abstract

This research aim to analyse social economy characteristics of farmers, to analyse farmers participation, and to analyse correlation between social economy characteristics of farmers with participation of farmers in GP-PTT Soybean Plants at Kedawung District, Sragen Regency. Basic methods for this research is explanatory. Research was conducted at Kedawung District in consideration of Kedawung District is a district in Sragen regency which take part in GP-PTT Soybean Plants activity with an area of 1,000 hectare. Data analysis which used is Rank Spearman correlation aim to find out the relation of Social Economy characteristic of farmers with farmers participation in the activity of GP-PTT Soybean Plants. The sampling method that applied in this research is proportional random sampling. Numbers of respondents researched in this research are 50 respondents. Analysis to find out level of significance used t test. The social economy characteristics of farmers in this research are age, formal education, non-formal education, income, farm size, and farming experience. Participations of farmers in this research are participations in planning, execution, monitoring and evaluation, as well as the utilization of the results. The results of this research shows that there is very significance correlation between non-formal education with level of participation in planning, monitoring, and evaluation. There is a very significance correlation between farming experience with level of participation in planning.
Sistem Penghitung Pengunjung Perpustakaan, Arsip Dan Dokumentasi Kabupaten Pacitan Berbasis Mikrokontroler ATMEGA8535 Wibowo, Agung; Purnama, Bambang Eka; Yulianto, Lies
Speed - Indonesian Journal on Computer Science 2014: IJCSS - Accepted Paper
Publisher : Fakultas Teknologi Informatika Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.887 KB)

Abstract

Abstract : This application intent to account incoming visitor amount in  ruangan library,Aarsip and pacitans regency Documentation. This research constitute data design research that acquired of yielding design examination bases measurement and watch. This series intent to know hardwares scheme form, This calculating series working bases program already be inserted into controlling series that utilizes IC ATMega8535. Censor provedes with this series Ultrasonic and LCD where Ultrasonics censor is utilized as reader and LCD is utilized as penampil, so gets to be concluded that this tool corresponded to that is plotted. Tips of attempt result is if there is ingoing person just concurrently get to detect one and censor has to be assembled on door middle because can detect short person and high. Key word    : Counter, Ultrasonic SRF05s censor, Mikrokontroler ATMega8535   Abstrak : Aplikasi ini bertujuan untuk menghitung jumlah pengunjung yang masuk dalam  ruangan Perpustakaan,Aarsip dan Dokumentasi kabupaten pacitan. Penelitian ini merupakan penelitian desain data yang diperoleh dari hasil pengujian rancangan berdasarkan pengukuran dan pengamatan. Rangkaian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perancangan hardware, Rangkaian penghitung ini bekerja berdasarkan program yang telah dimasukkan kedalam rangkaian pengontrol yang menggunakan IC ATMega8535. Rangkaian ini dilengkapi dengan sensor Ultrasonic dan LCD dimana sensor Ultrasonic digunakan sebagai pembaca dan LCD digunakan sebagai penampil, sehingga dapat disimpulkan bahwa alat ini telah sesuai dengan yang direncanakan. Saran dari hasil percobaan adalah apabila ada orang yang masuk secara bersamaan hanya dapat mendeteksi satu dan sensor harus dipasang pada pertengahan pintu karena bisa mendeteksi orang pendek dan tinggi. Kata kunci  : Penghitung, Sensor Ultrasonic SRF05, Mikrokontroler ATMega8535
KAJIAN KELEMBAGAAN AGRIBISNIS WORTEL UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN SUTHOMADANSIH DI KABUPATEN KARANGANYAR Sutarto, Sutarto; Padmaningrum, D.; Wibowo, Agung
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejauh  ini, pembangunan  dengan  institusi  agribisnis  pedesaan  biasanya  jauh  dari  harapan  untuk menyelesaikan masalah terkait.   Model dari perpaduan di antara petani dan pengusaha agribisnisdi tandai suatu kinerja tak memuaskan.   underdevelopment  dari modelnya persekutuan sehubungan dengan secara filsafat,  ini  mempunyai  tidak  bersatu  pemegang  taruhan  pada  satu  penggunaan  umum  yang  mana menyediakan bermanfaat bagi menurut perbandingan.Tujuan  dari  penelitian  yang  diarahkan  untuk  mendeskripsikan   institusi  lokas  agribisnis  yang berpotensi sebagai supporting agribisnis di komuditas wortel; untuk mengkaji kinerja kelembagaan  yang lokal agar mendukung satu agribussiness wortel; (ii.) untuk menguji pendapat dari ini pemegang taruhan ke arah pembangunan kelembagaan untuk wortel.Pengamatan  dengan  salah   satu cara deskriptif.  Lokasi  penelitian  dipilih purposively.  Subdistrict dari Tawangmangu telah dipilih sebagai daerah penghasil  wortel adalah paling tinggi dibandingkandaerah lain di Karanganyar.  Data dikumpulkan  dari sejumlah ytokoh masyarakat dan petani.   Dari sumber yang dapat dipercaya diketahui tentang konsep dari ‘ agropolitant sendiri; bahkan beberapa petani kurang mempedulikan konsep itu. Area dari agropolitant yang mana tadinya direncanakan jadi wilayah pariwisata agro dan promosi dari barang produksi setempat jauh dari harapan semula. Pada kenyataan di lapangan tidak ada aktivitas pemasaran untuk barang produksi setempat itu.Beberapa  program  yang  layak  dipertimbangkan  untuk  diterapkan  agar  dapat  mencapai  tujuan. Pertama,  meningkatkan  posisi  penawaran,  ini  layak  untuk  meningkatkan  intensitas  dari  asssistance. Terutama, ini disarankan untuk meningkat mutu dari manajemen organisasi dan entreprenurship.  Kedua, adalah  penting  bagi  pemda  untuk  memudahkan  jaringan  antara  subdistricts  atau  dengan  daerah  luar dengan perhatian khusus untuk menghubungkan petani wortel. Sebagai institusi yang barang jualan efektif untuk menerapkan  fungsi dari pembangunan,  advocation,  dan relevan yang promosi  ke wortel. Ketiga, penting bagi pemda untuk meningkatkan  efektivitas,  especialy  pada langkah dari sosialisasi,   di hormat dengan pembangunan agropolitant.
Strategi Komunikasi Masyarakat Samin dalam Membangun Ketahanan Pangan Lokal Wibowo, Agung; Rohmad, Zaini; Padmaningrum, Padmaningrum; Utami, Bekti Wahyu
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 3 (2012)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v10i3.42

Abstract

Masyarakat Samin masih bertahan di beberapa wilayah di Kabupaten Blora. Ada keunikan masyarakat Samin di dalam membangun ketahanan pangan Prinsip masyarakat Samin adalah bahwa untuk memenuhi kebutuhan pangan tidak harus makan nasi, mereka tetap memelihara keanekaragaman pangan. Hal ini menarik untuk ditelusuribagaimana strategi-strategi komunikasiyang dilakukan oleh masyarakat Samin untuk membangun ketahanan pangan lokal. Penelitian ini dilaksanakandi Kabupaten Blora. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis studi kasus tunggal dengan menggunakan model analisis interaktif, yakni;reduksi data,sajian data dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi-strategi komunikasi masyarakat Samin di dalam memelihara tradisi dan membangun ketahanan pangan lokal adalah direfleksikan di dalam tradisi lisan dan simbolsimbol. Komunikator, baik orang tua-orang tua mereka dan juga sesepuh masyarakat Samin adalah factor paling dominan yang mempengaruhi efektifitas di dalam komunikasi. Saluran-saluran komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan tentang nilai-nilai kehidupan dan tradisi Samin adalah saluran saluran interpersonal, melalui tradisi kumpul bersama untuk mendiskusikan dan meminta nasihat di rumah sesepuh Samin. Efektivitas komunikasi dalam pewarisan nilai tradisi antara lain tercermin kelestarian tradisi budaya Samin yang masih diterapkan masyarakat Samin sampai sekarang.
The Effects of the Construction Process on the Local Economy in Indonesia Wibowo, Agung; Mawdesley, Michael
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 12, Nomor 3, Edisi XXX, OKTOBER 2004
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.966 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v12i3.2723

Abstract

Industri jasa konstruksi memberikan kontribusi yang nyata serta signifikan terhadap proses pembangunan untuk negara sedang berkembang ataupun negara maju.  Produk yang dihasilkan industri konstruksi seperti jalan, jembatan, waduk, saluran irigasi, sekolah, kantor serta bangunan gedung lainnya merupakan sarana dasar sebagai infrastruktur untuk proses berkembangnya kegiatan bisnis dan sosial bagi kepentingan publik dan swasta. Industri jasa konstruksi tidak hanya berperan pada hasil atau produk yang dihasilkan, namun industri jasa konstruksi juga mampu menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat baik secara langsung ataupun tidak langsung pada saat proses pelaksanaannya.  Hal ini membuktikan bahwa industri konstruksi mempunyai efek terhadap perkembangan suatu pembangunan lokal ekonomi tidak hanya pada produk yang dihasilkan, namun juga saat proses berlangsungnya masa konstruksi pada suatu struktur bangunan. Kajian pada penelitian ini mempelajari secara detail dan sistematis pengaruh dari investasi pada sektor konstruksi terhadap lokal ekonomi, khususnya pada jumlah tenaga kerja yang dapat diserap pada proyek dengan sifat “labour intensive atau equipment based method”. Surve dan kuestioner dilakukan di beberapa propinsi di Indonesia guna memperoleh data-data yang diperlukan, terutama aliran uang yang berlangsung dari investor hingg ke pihak-pihak yang terkait selama proses konstruksi.  Secara tidak langsung, kajian ini juga mengamati adanya perbedaan waktu saat masing-masing pihak yang terlibat dalam proses konstruksi memperoleh pendapatan dari tagihan yang diajukan kepada pemilik proyek. Hasil dari data yang telah dikumpulkan melalui surve dan kuestioner , serta dengan bantuan dari satu seri tabel input-output dari tahun 1985, 1990, 1995 dan 1998, dapat disimpulkan bahwa industri jasa konstruksi memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi proses pembangunan suatu daerahKata kunci: industri jasa konstruksi, lokal ekonomi, makro dan mikro ekonomi, input-output table.Permalink: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/mkts/article/view/2723[How to cite: Wibowo, M.A. dan Mawdesley, M.J., 2004, The Effects of the Construction Process on the Local Economy in Indonesia, Jurnal Media Komunikasi Teknik Sipil, Volume 12, Nomor 3, pp. 1-11]
RANCANG BANGUN MODEL KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI ORGANIK DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN Kusnandar, Kusnandar; Padmaningrum, Dwiningtyas; Rahayu, Wiwit; Wibowo, Agung
Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan Vol 14, No 1 (2013): JEP Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammdaiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to design an institutional model for organic rice agribusiness. Data were collected through interviews and focus group discussion which includes the primary and secondary data. Data analysis methods for organic rice agribusiness institutional development were: system analysis, institutional analysis and interactive analysis. Result of the research indicated that organic rice agribusiness system in Sragen was supported by a strong superstructures. There were Go Organic 2010 program and many policies of Sragen government includes: cultivation, extension, marketing, and certification. Profile community of organic rice agribusiness includes organic rice farmers, farmer groups, associations of farmer groups (gapoktan), extension agents, organic rice farmer associations, organic rice agro-industry companies, government, and consumers. Designing models with the agribusiness system suggested a cluster of industry (industrial cluster) which composed of five subsystems, namely: upstream agribusiness, on farm agribusiness, down stream agribusiness, supporting agribusiness system, and marketing subsystem.
RANCANG BANGUN MODEL KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI ORGANIK DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN Kusnandar, Kusnandar; Padmaningrum, Dwiningtyas; Rahayu, Wiwit; Wibowo, Agung
Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan Vol 14, No 1 (2013): JEP Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammdaiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jep.v14i1.163

Abstract

The aim of this research was to design an institutional model for organic rice agribusiness. Data were collected through interviews and focus group discussion which includes the primary and secondary data. Data analysis methods for organic rice agribusiness institutional development were: system analysis, institutional analysis and interactive analysis. Result of the research indicated that organic rice agribusiness system in Sragen was supported by a strong superstructures. There were Go Organic 2010 program and many policies of Sragen government includes: cultivation, extension, marketing, and certification. Profile community of organic rice agribusiness includes organic rice farmers, farmer groups, associations of farmer groups (gapoktan), extension agents, organic rice farmer associations, organic rice agro-industry companies, government, and consumers. Designing models with the agribusiness system suggested a cluster of industry (industrial cluster) which composed of five subsystems, namely: upstream agribusiness, on farm agribusiness, down stream agribusiness, supporting agribusiness system, and marketing subsystem.
Penggunaan Alat Mewarnai Gambar Bagi Pemula Menggunakan Metode AHP dan Weight Product Syabaniah, Rifa Nurafifah; Wibowo, Agung; Marsusanti, Eva
Indonesian Journal of Computer Science Vol. 9 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : STMIK Indonesia Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.76 KB) | DOI: 10.33022/ijcs.v9i1.239

Abstract

The process of selecting a drawing coloring tool in one of the Cianjur city painting studios takes a long time, because the child must first try each type of drawing coloring tool. based on this problem discussed about the selection of coloring tools for beginners by using the Analytic Hierarchy Process (AHP) and Product Weight (WP) methods. AHP test results obtained five criteria, namely comfort, convenience, safety, color quality and product quality of the ten recommended criteria based on observations and interviews. The five criteria are used as criteria for determining the selection of drawing tools for crayons, colored pencils, watercolors, markers, and oil pastels. the final result of the calculation of the Analytical Hierarchy Process (AHP) method shows that crayons are the most important alternative with a weight value of 0.20. while the test results of the Weighted Product (WP) method conclude that the brand code V4 is the crayon product brand chosen because the brand code V4 has the highest alternative value of the other ten products namely V4 = 0.118.
The Utilization of Naive Bayes and C.45 in Predicting The Timeliness of Students’ Graduation Wibowo, Agung; Manongga, Danny; Purnomo, Hindriyanto Dwi
Scientific Journal of Informatics Vol 7, No 1 (2020): May 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sji.v7i1.24241

Abstract

An assessment of the success of a college is if the student's graduation rate is on time and high every year. The timeliness of students' graduation can be influenced by several factors. This study aims to determine the profile of the students who graduated both on time and not on time given a certain graduation predicate set by the institution and to know the factors influencing students’ gradution. The model used in this study using the NBC to determine the graduation pattern and the Decision tree to determine the influencing factors. In calculating the NBC algorithm using rapidminer, it was found that the profiles of students who graduated on time and late with the predicate of less satisfactory, satisfactory, very satisfactory and cumlaude. In the Desicion Tree calculation, the highest gain values are obtained in the IPK3, IPS1 and IPK2 attributes. This research needs to be developed further by increasing the number of attributes and data, and it is necessary to make a system to determine the accuracy of students’ graduation from the patterns that have been produced so that it can help universities to increase the level of students’ graduation every year.
PENGARUH KARAKTERISTIK INOVASI DAN SISTEM SOSIAL TERHADAP TINGKAT ADOPSI TEKNOLOGI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) PADI DI KECAMATAN KEBAKKRAMAT KABUPATEN KARANGANYAR Nurmastuti, Ardela; suminah, suminah; Wibowo, Agung
AGRITEXTS: Journal of Agricultural Extension Vol 41, No 2 (2017): October
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1389.413 KB) | DOI: 10.20961/agritexts.v41i2.18550

Abstract

This study examines to find out the influence of characteristic innovation and social system toward the adoption rate of Integrated Crop Management (PTT) technology of rice in Kebakkramat Sub District Karanganyar Regency. The basic method of research is explanatory method with survey technique. The location of study was determined purposively in Kebakkramat Sub-district of Karanganyar Regency with the consideration that Kebakkramat Sub District is one of the sub-districts implementing Integrated Crop Management (PTT) program and the sub district has the lowest rice productivity among the two other sub districts namely Tasikmadu and Jaten Sub Districts implementing GP-PTT in Karanganyar Regency. The sampling method used is proportional random sampling, with a sample size of 60 farmers. Data analysis using path analysis. The results showed that: (1) there is significant influence between characteristic innovation, social system and motivation simultaneously toward adoption of integrated crop management innovation. (2) there is significant influence between characteristic innovation toward adoption of integrated crop management innovation greater if it is compared through motivation, there is significant influence between social system toward adoption of integrated crop management innovation greater if it is compared through motivation and there is significant influence between motivation to adoption of integrated crop management innovation.