Bekti Wulandari
Dosen Prodi Pendidikan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengembangan Trainer Equalizer Grafis dan Parametris sebagai Media Pembelajaran Mata Kuliah Praktik Sistem Audio Bekti Wulandari; Suparman Suparman; Djoko Santoso; Muslikhin Muslikhin
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 22, No 4 (2015): (Oktober)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.704 KB) | DOI: 10.21831/jptk.v22i4.7835

Abstract

The objectives of this study were to determine the development process of graphic and parametric equalizer trainer media in the course of Audio System and to examine the quality of the media. The development process of the media referred to the model offered by Lee and Owens. The research procedures consisted of assessment/analysis, designing, implementation and evaluation. The results of the study showed that the percentages for the quality aspect of the media and the companion module were 4.31 and 4.42 respectively. Based on these two aspects, it was obtained the overall percentage that was equal to 4.36. Whereas from the process of the trial by the students, the percentages of the media and the companion module were 4.47 and 4.36 respectively. Thus the level of validity and feasibility of the media was categorized as very good.
PENGEMBANGAN TRAINER SIGNAL CONDITIONING Santoso, Djoko; Slamet, Slamet; Utami, Pipit; Wulandari, Bekti
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 13, No 1 (2016): Edisi Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v13i1.6848

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan trainer signal conditioning dan menilai kelayakan trainer signal conditioning. Penelitian ini menggunakan model pengembangan yang terdiri dari analisis, desain, implementasi dan evaluasi, dimana letak evaluasi dan revisi terletak pada tiap tahapan. Evaluasi dilakukan oleh ahli materi, ahli media dan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan trainer signal conditioning melalui beberapa tahapan, diantaranya: (1) analisis diperoleh temuan bahwa: (a) alat dan pedoman praktik kurang update dan tidak match dengan dunia industri; (b) mahasiswa memerlukan gambaran hasil praktik; dan (c) mahasiswa memerlukan kemampuan trouble shooting; (2) pada tahapan desain diperoleh: (a) desain koper boks media yang didalamnya berisi 6 trainer yang terpasang dibagian atas koper, kemudian bagian dalam koper terdapat area signal conditioning, area project board, area alat ukur, area pembacaan signal menggunakan LCD, area penyimpan komponen dan area kabel; (b) pedoman praktik yang berisi 6 job praktik sesuai trainer yang dikembangkan; dan (c) manual book berisi petunjuk penggunaan trainer; (3) pada tahapan implementasi dilakukan pembuatan media berdasarkan desain; (4) pada tahapan evaluasi dilakukan penilaian media, dimana revisi dilakukan pada tiap tahapan. Hasil penelitian berikutnya menunjukkan bahwa nilai kelayakan media trainer signal conditioning secara umum memperoleh nilai 3,28 yang diintrepetasikan dalam kategori Sangat Baik dan diperoleh beberapa masukan yang telah diperbaiki, terkait penambahan jumlah bahan praktikum, penggantian kabel yang putus dan pembuatan kalimat instruksi. Nilai kelayakan yang dapat diinterpetasikan sangat baik pada trainer signal conditioning menunjukkan bahwa trainer ini dapat digunakan dalam pembelajaran dikelas. Kata Kunci : pengembangan, trainer, signal conditioning, kelayakan
Pengaruh problem-based learning terhadap hasil belajar ditinjau dari motivasi belajar PLC di SMK Wulandari, Bekti; Surjono, Herman Dwi
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol 3, No 2 (2013): Juni
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.084 KB) | DOI: 10.21831/jpv.v3i2.1600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pemrograman sistem kendali PLC antara siswa yang diajar dengan metode PBL dengan siswa yang diajar dengan metode demonstrasi, (2) pengaruh interaksi antara metode PBL dan metode demonstrasi dengan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa, (3) perbedaan hasil belajar siswa antara siswa yang diajar dengan metode PBL dengan yang diajar dengan metode demonstrasi ditinjau dari motivasi belajar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain faktorial yang dilakukan dengan memberikan perlakuan metode pembelajaran. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji-t dan ANAVA dengan program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan metode PBL dengan yang diajar dengan metode demonstrasi, (2) tidak terdapat pengaruh interaksi antara metode PBL dan demonstrasi dengan motivasi belajar terhadap hasil belajar, (3) terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan metode PBL dengan yang diajar dengan metode demonstrasi ditinjau dari motivasi tinggi dan rendah. THE EFFECT OF PROBLEM-BASED LEARNING ON THE LEARNING OUTCOMES SEEN FROM MOTIVATION ON THE SUBJECT MATTER OF PLC IN SMKAbstractThis study aimed to determine: (1) the difference in learning outcomes in the subject of PLC control system programming between the students taught using the PBL method and those taught using the demonstration method, (2) the effect of the interaction among the PBL method and demonstration learning method with motivation on the learning outcomes, (3) difference in students’ learning outcomes between the students taught using the PBL method and those taught using the demonstration learning method in terms of motivation to learn. This study was a quasiexperimental study with a factorial design done by giving treatment in learning methods. The techniques of data analysis were T test and analysis of variance (ANOVA) with SPSS 16. The results show that: (1) there is a difference in learning outcomes between the students taught using the PBL method compared to those taught using the demonstration learning method, (2) there is no interactional effect between PBL and demonstration learning methods with motivation on the students’ learning outcome, (3) there is a difference in the learning outcome between students taught using the PBL method and those taught using the demonstration learning method in terms of students with high and low motivation.
Peningkatan Kemampuan Kerjasama dalam Tim Melalui Pembelajaran Berbasis Lesson Study wulandari, bekti
ELINVO Vol 1, No 1 (2015): Oktober
Publisher : ELINVO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada mata kuliah Praktik Pengolahan Sinyal Digital dan Menumbuhkan aspek kerjasama yang baik dalam satu tim pada mata kuliah Praktik Pengolahan Sinyal Digital. Peningkatan kualitas pembelajaran ini menerapkan metode pembelajaran problem based learning. Dalam penelitian ini menerapkan metod lesson study model Lewis (2002) dan pelaksanaanya dilakukan dalam 3 kegiatan, yaitu: 1) Perencanaan (plan); 2) Pelaksanaan dan  Observasi (do); 3) Refleksi (see). Subjek penelitian ini adalah mahasiswa S1 Prodi Pendidikan Teknik Elektronika dan data diperoleh dengan cara observasi dan perekaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kualitas proses pembelajaran. Ini dapat dilihat dari jumlah mahasiswa  yang  aktif  semakin  banyak, perkuliahan  tidak  membosankan karena sebagian besar mahasiswa kelihatan antusias dalam belajar. Bagi dosen juga ada keuntungannya yaitu dapat melakukan kolaborasi dengan teman sejawat dalam upaya untuk memperbaiki pembelajarannya. Melalui pembelajaran dengan lesson study ini selain dapat meningkatkan kualitas pembelajaran  sekaligus  juga  dapat  menumbuhkan aspek kerjasama yang baik dalam satu tim pada mata kuliah Praktik Pengolahan Sinyal Digital. Hal ini terlihat dari tanggung jawab dalam pengambilan keputusan, tidak memisahkan di diri dari orang lain, interaksi terhadap sumber belajar, interaksi antar mahasiswa, aktifitas menyelesaikan masalah dan mahasiswa tidak pasif.
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK HIGHER ORDER THINKING SKILLS PADA SISWA PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA Dewanto, Satriyo Agung; Marpanaji, Eko; Mahali, Muh. Izzudin; Hasanah, Nur; Wulandari, Bekti
Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education) Vol 3, No 1 (2018): May 2018
Publisher : Department of Electronic and Informatic Engineering Education, Faculty of Engineering, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/elinvo.v3i1.19779

Abstract

This research has purpose to know the difference between student learning result with computer network practice course and higher order thinking skill (HOTS) given by demonstration method with problem based learning (PBL) method. This research is a research using quasi experiment consisting of two classes as sample. The one class uses the demonstration learning method, while the other class uses the PBL method. This study has an analysis using t-test. the result of this research is able to show there is difference between student learning outcomes with high thinking ability in computer network practice class among students given demonstration method with students given PBL method. Students who were given demonstration learning methods resulted less than students who had been provided with PBL methods in order to improve learning outcomes.
Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja Bengkel dan Laboraturium Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika dan Informatika FT UNY Wulandari, Bekti
Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education) Vol 3, No 1 (2018): May 2018
Publisher : Department of Electronic and Informatic Engineering Education, Faculty of Engineering, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/elinvo.v3i1.19480

Abstract

This research was conducted to describe planning, implementation, and evaluation of Occupational Health and Safety (OHS) in laboratory and workshop of Electronic Engineering and Informatics Department FT UNY. This research is a non-experimental quantitative research with descriptive approach method. Descriptive research is a study conducted on independent variables, without making comparisons or connecting with other variables, especially regarding OHS. This study aims to obtain information or description of OHS in the laboratory and workshop of Electronic Engineering and Informatics Department, Engineering Faculty, Yogyakarta State University. This research is only limited to describe that found in data retrieval. The results of this study indicate that the OHS System in the laboratory and workshop of Electronic Engineering and Information Technology Department of Engineering Faculty, Yogyakarta State University still needs to be improved. OHS planning in those places still needs to be improved to achieve effectiveness. Meanwhile, the implementation of OHS in the laboratory and workshop still needs to be improved. While the evaluation of OHS in the laboratory and workshop needs to be done continuously. In addition, it can be included that the factors of administration, supervision, and improvement of OHS culture needs to be done in order to achieve a systematic OHS Management System.
Pengembangan Trainer Internet Of Things Sebagai Media Pembelajaran Pada Mata Kuliah Internet Of Things Hasanah, Nur; Mahali, Muhammad Izzuddin; Wulandari, Bekti
Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education) Vol 3, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Department of Electronic and Informatic Engineering Education, Faculty of Engineering, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.36 KB) | DOI: 10.21831/elinvo.v3i2.20353

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan trainer Internet of Things untuk mahasiswa jurusan pendidikan teknik Informatika dan menilai kelayakan trainer Internet of Things untuk mahasiswa jurusan pendidikan teknik Informatika. Pada trainer yang dikembangkan, aplikasi trainer Internet of Things digunakan untuk kendali jarak jauh menggunakan internet. Penelitian ini merupakan penelitian R&D karena hasil penelitian berorientasi pada produk yang berupa trainer dan modul pendamping. Penelitian ini menggunakan model pengembangan yang terdiri dari analisis, desain, implementasi dan evaluasi, dimana letak evaluasi dan revisi berada pada setiap tahapan. Pengambilan data menggunakan angket yang memiliki rentang nilai 1 s.d. 4. Perolehan nilai angket selanjutnya dikonversi untuk mengetahui kategori kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kelayakan media trainer Internet of things secara umum memperoleh nilai 3,33 yang diintrepetasikan dalam kategori Sangat Baik dan diperoleh beberapa masukan yang telah diperbaiki. Nilai kelayakan yang dapat diintrepetasikan sangat baik pada trainer Internet of Things menunjukkan bahwa trainer ini dapat digunakan dalam pembelajaran dikelas.
Smart Traffic Light based on IoT and mBaaS using High Priority Vehicles Method Mahali, Muhammad Izzuddin; Marpanaji, Eko; Dewanto, Satriyo; Wulandari, Bekti; Rochayati, Umi; Hasanah, Nur
Proceeding of the Electrical Engineering Computer Science and Informatics Vol 5: EECSI 2018
Publisher : IAES Indonesia Section

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.653 KB) | DOI: 10.11591/eecsi.v5.1715

Abstract

An increase of the number of vehicles which is not followed by the number of roads can lead to the increase of congestion, especially in big cities. Regulation of law no 22 Year 2009 explains that there are seven types of vehicles prioritized on the road. This research aims to build a Smart Traffic Light as a solution with the goal of making the prioritized vehicle journey smooth when crossing the road with Smart Traffic Light. The proposed system is "Smart Traffic Light on IoT and mBaaS (Mobile Backend As a Service) using High Priority Vehicles Method". The Smart Traffic Light has three important parts, including: (1) Smart Traffic Application; (2) Smart Traffic Controller; and (3) mBaaS. Prioritized vehicle drivers cross the road using the Smart Traffic Application when they are in an emergency situation. Smart Traffic Application and Smart Traffic Controller communicate using mBaaS. Smart Traffic Application has a vehicle track search facility as well as identification of traffic light location. A few meters before crossing, Smart Traffic Application will send the location to mBaaS and continue to be read by Smart Traffic Controller using internet. If it meets the criteria of High Priority Vehicle, then Traffic Light will be changed to green in the same path. The results show that when testing the data rate from Smart Traffic Application to Smart Traffic Controller, it takes no later than 8.15 seconds and 1.2 seconds (the fastest) with the average data transmission time of 3.39 seconds. Smart Traffic Light is able to identify the direction of the vehicle before passing through the Smart Traffic Application.
IMPLEMANTASI LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PADA PERKULIAHAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA MELALUI PENDEKATAN COOPERATIVE LEARNING Dewanto, Satriyo Agung; Slamet, Slamet; Wulandari, Bekti; Pranoto, Ponco Wali
Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education) Vol 1, No 2 (2016): May 2016 (Consist of 7 Articles)
Publisher : Department of Electronic and Informatic Engineering Education, Faculty of Engineering, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.029 KB) | DOI: 10.21831/elinvo.v1i2.12456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada mata kuliah Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta meningkatkan rasa percaya diri, kerjasama,dan tanggungjawab. Peningkatan kualitas pembelajaran ini menerapkan metode pembelajaran problem based learning. Ppenelitian ini menerapkan metod lesson study model Lewis (2002) dan pelaksanaanya dilakukan dalam 3 kegiatan, yaitu: 1) Perencanaan (plan); 2) Pelaksanaan dan Observasi (do); 3) Refleksi (see). Subjek penelitian ini adalah mahasiswa S1 Prodi Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika dan data diperoleh dengan cara observasi dan perekaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kualitas proses pembelajaran. Ini dapat dilihat dari jumlah mahasiswa yang aktif semakin banyak, perkuliahan tidak membosankan karena sebagian besar mahasiswa kelihatan antusias dalam belajar. Bagi dosen juga ada keuntungannya yaitu dapat melakukan kolaborasi dengan teman sejawat dalam upaya untuk memperbaiki pembelajarannya. Melalui pembelajaran dengan lesson study ini selain dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus juga dapat menumbuhkan karakter kerja mahasiswa pada mata kuliah Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Hal ini terlihat dari tanggung jawab dalam pengambilan keputusan, tidak memisahkan di diri dari orang lain, interaksi terhadap sumber belajar, interaksi antar mahasiswa, aktifitas menyelesaikan masalah dan mahasiswa tidak pasif..Kata kunci: lesson study, kualitas pembelajaran, Cooperative Learning
Peningkatan Kemampuan Kerjasama dalam Tim Melalui Pembelajaran Berbasis Lesson Study Wulandari, Bekti; Arifin, Fatchul; Irmawati, Dessy
Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education) Vol 1, No 1 (2015): November 2015 (Consist of 9 Articles)
Publisher : Department of Electronic and Informatic Engineering Education, Faculty of Engineering, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.317 KB) | DOI: 10.21831/elinvo.v1i1.12816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada mata kuliah Praktik Pengolahan Sinyal Digital dan menumbuhkan aspek kerjasama yang baik dalam satu tim pada mata kuliah Praktik Pengolahan Sinyal Digital. Peningkatan kualitas pembelajaran ini menerapkan metode pembelajaran problem based learning. Dalam penelitian ini menerapkan metod lesson study model Lewis (2002) dan pelaksanaanya dilakukan dalam 3 kegiatan, yaitu: 1) Perencanaan (plan); 2) Pelaksanaan dan  Observasi (do); 3) Refleksi (see). Subjek penelitian adalah mahasiswa S1 Prodi Pendidikan Teknik Elektronika dan data diperoleh dengan cara observasi dan perekaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kualitas proses pembelajaran. Dilihat dari jumlah mahasiswa  yang  aktif  semakin  banyak, perkuliahan  tidak  membosankan karena sebagian besar mahasiswa kelihatan antusias dalam belajar. Bagi dosen juga ada keuntungannya yaitu dapat melakukan kolaborasi dengan teman sejawat dalam upaya untuk memperbaiki pembelajaran. Melalui pembelajaran lesson study ini selain dapat meningkatkan kualitas pembelajaran  sekaligus  juga  dapat  menumbuhkan aspek kerjasama yang baik dalam satu tim pada mata kuliah Praktik Pengolahan Sinyal Digital. Hal ini terlihat dari tanggung jawab dalam pengambilan keputusan, tidak memisahkan diri dari orang lain, interaksi terhadap sumber belajar, interaksi antar mahasiswa, aktifitas menyelesaikan masalah dan mahasiswa tidak pasif.