cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 191 Documents
Pengelolaan Tenaga Pendidik (Guru) di Rural Area Nasir Nasir; Mujiati Mujiati
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.856 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v20i1.4383

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pengelolaan tenaga pendidik, khususnya pengadaan guru dan retensinya di rural area. Manfaat dari penelitian sebagai pedoman yang digunakan untuk meningkatkan dan memberikan daya tarik tersendiri pada para pendidik untuk mengabdikan dirinya dan mengajar di daerah terpencil. Sebagai objek penelitian meliputi: sistem pemetaan tenaga pendidik, lingkungan dan masyarakat (unsur guru, kepala sekolah, pemerintah dan masyarakat). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di Kecamatan Laonti. Data penelitian diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumen terkait penelitian. Peneliti menerapkan prosedur model evaluasi CIPP melalui tahapan memahami, mensintesis, dan membandingkan teori yang ada. Kesimpulan penelitian ini adalah: pengadaan tenaga pendidik di rural area seharusnya dimulai dengan tahapan perekrutan, seleksi, penempatan, pemberian, kompensasi, penghargaan, pendidikan, latihan dan pemberhentian yang perlu diawasi secara berkesinambungan. Meskipun demikian, masih ditemukan aktifitas-aktifitas unprofessional management khusunya pemanfaatan guru yang tidak sebidang dan beban kerja yang berlebihan sebagai konsekunsi dari kurangnya guru; 2) Retensi tenaga pendidik (guru) di rural area dapat dipenuhi dengan memberikan tunjangan khusus lebih bagi guru. Selain itu, pengadaan guru, bisa memprioritaskan calon guru yang berasal dari daerah tersebut.
Penanganan Kesulitan Belajar Siswa dengan Pendekatan Psikologi Belajar di SMA Negeri 3 Kendari Lilianti Lilianti
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.693 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v20i1.4164

Abstract

Kesulitan belajar adalah salah satu kondisi atau masalah yang dialami oleh siswa dalam belajar, sehingga dapat menurunkan kinerja akademik atau prestasi belajar siswa. Dengan kondisi seperti ini perlu adanya pendekatan proses belajar yang baik dan solutif, untuk memberikan pemahaman serta dapat memahami aspek psikologis siswa dalam belajar sehingga perlu adanya “Balance” psikologi belajar antara guru dan siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah; (1) untuk mengetahui cara mendiagnosis kesulitan belajar siswa; (2) untuk mengetahui solusi untuk mengatasi/memecahkan masalah kesulitan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskripti kualitatif. Adapun sumber data yang digunakan adalah guru dan siswa. Instrumen yang digunakan adalah wawancara, obeservasi dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah wawancara, catatan lapangan, identifikasi, deskripsi. Hasil dari penelitian diketahui bahwa langkah-langkah yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa adalah: (a) Guru dapat mengetahui dan memahami kondisi dan perbedaan setiap siswanya; (b) Guru dapat memetakan kondisi dan keadaan siswa berdasarkan karakteristiknya, kemampuannya maupun gaya siswa dalam belajar; (c) Guru dapat mengkolaborasikan model maupun pendekatan dalam belajar sehingga menciptakan variasi dalam belajar;  (d) Guru dapat memahami kondisi psikologis anak dalam belajar sehingga terjadi balance dalam setiap proses belajar mengajar; (e) Guru memberikan motivasi, dorongan dan perhatian kepada anak agar dapat belajar dengan baik dan sungguh-sungguh.
Peningkatan Kemandirian Belajar Mahasiswa Prodi PG PAUD FKIP UMSurabaya Martati, Badruli; Hendarwati, Endah; -, Wahono; Febrianti, Nur Indah; Setiawan, Aris
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 13, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/didaktis.v13i3.36

Abstract

Pembelajaran yang dilaksanakan dimana peran dosen sangat dominan membawa dampak pada kurang mandirinya mahasiswa. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan konsep tentang diri peserta didik sebagai pebelajar andragogi, dimana mahasiswa telah mampu mengarahkan diri sendiri, mempunyai pengalaman beragam, siap belajar sebagai akibat dari posisinya dalam transisi perkembangan, menyenangi pembelajaran problem-centered atau performance-centered. Penerapan pembelajaran Student Active Learning (SAL), dipandang sesuai untuk pebelajar andragogi, di samping itu dapat pula disisipkan pendidikan karakter untuk meningkatkan kemandirian dan kompetensi mahasiswa. Melalui Lesson Study kegiatan pembelajaran SAL dapat diaplikasikan dengan memberikan muatan karakter untuk meningkatkan kemandirian dan kompetensi mahasiswa. Oleh karena Lesson Study bernilai positif bagi mahasiswa dan dosen yang nampak pada sikap dosen yang mau mengkoreksi diri sendiri, terbuka terhadap orang luar, mau mengakui kesalahan, mau memakai ide orang lain, dan mau memberi masukan yang jujur dan penuh respek.Kata kunci: lesson study, pembelajaran, andragogi, karakter
CARNAL SINNERS IN THE SECOND CIRCLE OF HELL IN CANTO V OF DANTE’S INFERNO Masulah .
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.062 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v9i2.259

Abstract

AbstractThis paper tries to scrutinize Canto V of Inferno, one of the trilogies of Dante’s Devine Comedy. The first section of the paper overviews the general features of Inferno and the general structure of Hell told inInferno. After the general description, the paper then focuses on discussing Canto V which narrates about the carnal sinners in the second circle of Hell. The Carnal sinners are those sinners who abandon themselves to the temptation of lust. It is told in Canto V, that in thesecond circle of Hell, Dante finds the damned spirits of Dido of Cartidge, Helen of Troy, Cleopatra of Egypt and Achilles of Greek. However, in discussing the carnal sinners, it is hardly possible not to discuss Francesca, one of the inmates of the second circle of Hell madeimportant by Dante by telling her adulterous love story elaborately in Canto V. Thus, in the next section, the paper progresses to discussing the predicaments of Francesca’s rhetoric about her love which lead to herdamnation in Hell. It is revealed here that Francesca, cast into hell because of her adulterous love to her brother-in-law Paolo, questions her damnation in Hell. She bases her objection on the idea that her yieldinginto lust is not her fault. It is, she apparently argues, the work of love itself, as an active agent and the romance book she reads, as a stimulating force dragging her into sinful love. This paper tries to reveals that Francesca’s rhetorical justification faults and fails becauseshe annihilates the so-called God’s given free will man innately possesses.
The Application of multiple Intelligences Approach in an EFL Classroom Gusti Nur Hafifah
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/didaktis.v15i1.39

Abstract

Multiple Intelligences Approach is one of the teaching Methods that was adapted from the psychological theory by Howard Gardner, who found and developed MI as the new Paradigm in Intelligence. Multiple Intelligences Strategy giveteachers the chance to discover, value and enhance the talents of all learners through eight different intelligences that they have. This study attempts to observe the Multiple Intelligences teaching Strategy being used by an English Teacher in an EFL Classroom. To what extent the Teacher applied the eight Multiple Intelligences Teaching Strategies in the English Teaching Learning Process. The MI Teaching Strategies are;Linguistic Strategy, Logical/ Mathematical Strategy, Visual/Spatial Strategy, Bodily/Kinesthetic Strategy, Musical Strategy, Interpersonal Strategy, Intra-personal Strategy, and Naturalist Strategy.Since this study was descriptive qualitative study, the researcher described and evaluated the existing phenomena during the observation and also the result of the interview. In this case, the subject of the study wasthe English Teacher in SMP Muhamadiyah 9, which published its school as a Multiple Intelligences Based School. The observation was done in nine meetings of English Subject, involving 2 different classes. Furthermore, the instrument used was the researcher herself as the observer of the study and interviewer.The result showed that the MI Teaching Strategy was not applied optimally in the classroom. Teacher applied some seven from the Eight Intelligences Strategies being observed, such as Linguistic Strategy, Logical/ Mathematical Strategy, Visual/Spatial Strategy, Bodily/Kinesthetic Strategy, Interpersonal Strategy, Intrapersonal Strategy, and Naturalist Strategy. The Musical Intelligence Strategy was not found on the observation since teacher’s voice was the only source of music and there wasn’t any use of sounds music or rhythm during the teaching. And the Linguistic Intelligence Strategy was the most dominated strategy as language was the main subject of the lesson. It can be concluded that MI Strategies depend very much on the teacher ability in creating creative and innovative ideas in developing teaching techniques that suitable to the variety of intelligence that the students have. Key Words: Multiple Intelligences; Linguistic, Linguistic, Logical/ Mathematical, Visual/Spatial, Bodily/Kinesthetic, Musical, Interpersonal, Intrapersonal, and Naturalist Intelligences, Teaching Strategies.
UPAYA PENINGKATAN PERMAINAN DRAMA PADA PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA MELALUI LESSON STUDY DENGAN METODE BRAINSTORMING PADA MATA KULIAH PENYUTRADARAAN DAN PEMENTASAN Maria Endang Pudyastuti; Sujinah .; R. Panji Hermoyo
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 15, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.814 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v15i3.90

Abstract

ABSTRAKLatar belakang diadakan Lesson study (LS) karena adanya keinginan agar parapendidik bisa inovatif dalam menyelesaikan masalah di kelas, dengan cara berkolaborasi dengan teman sejawat agar bisa saling mengisi, saling memperbarui ilmunya. Dalam pertemuan tersebut merupakan suatu kegiatan untuk menyelesaikan masalah dalam tugas memberi kuliah.Berdasarkan UU no14 tahun 2005 tentang guru dan dosen PP 20, 32, 34 menyatakan bahwa guru dan dosen hendaknya mendapatkan peningkatan kemampuan dalam paedagogik, kepribadian, hubungan masyarakat, dan profesional oleh karena itu sangatlah positif atas diselenggarakan Lesson Study.Dari temuan dalam pelaksanaan Lesson Study ternyata memberi kuliah itu hendaknya diawali dari pemahaman skemata mahasiswa dulu supaya efektif dalam memberi kuliah. Selain tersebut di atas mahasiswa ada yang belum bisa belajar mandiri. Maksudnya mau belajar jika dikondisikan oleh dosen.Temuan berikutnya pada pelaksanaan kegiatan Lesson Study dosen menyiapkanperangkat sangat lengkap mulai dari RPP, deskripsi materi, media, rubrik, LKM dan penguasaan materi sangat positif. Pengelolaan kelas dan penggunaan IT sangat positif.Tentu saja dengan pemilihan metode brainstorming sangatlah tepat untuk memberi mata kuliah penyutradaraan dan pementasan. Sesudah melaksanakan Lesson Study dosen sudah mendapatkan masukan dari pakar /teman sejawat (dianggap pakar karena LS dilaksanakan di kampus) mendapatkan gambaran mahasiswa mampu mengusai materi yang diberikandosen dengan metode Brainstorming nampak bisa menyerap mata kuliah penyutradaraan dan pementasan terbukti mahasiswa makin peka perasaannya dan makin muda berekspresi dalam bermain drama secara total.Setiap siklus dilaksanakan mahasiswa makin kuat dalam penguasaan karakter tokoh yang dibawakan. Setiap tugas dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab sehingga latihan out door maupun in door berjalan lancar, team work berjalan lancar seolah-olah mengalami terapi jiwa. Yang jelas karakter mulai membaik. Paling tidak ada harapan baik bagi dunia pendidikan.Kata kunci : lesson study, brainstorming, penyutradaraan dan pementasan.
PENINGKATAN BUDAYA KOLABORASI DAN KOLEGIALITAS MELALUI LESSON STUDY Gunawan -; Yuni Gayatri; Dwijani Ratnadewi; Yarno -; Chusnal Ainy
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.37 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v15i2.77

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memaparkan peningkatan budaya kolaborasi dan kolegialitas melalui Lesson Study (LS) di UMSurabaya. Subyek penelitiannya adalah para dosen FKIP UMSurabaya dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Biologi, Pendidikan Matematika dan PendidikanAnak Usia Dini, Ketua masing-masing program studi dan Dekan FKIP UMSurabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dan metode yang digunakan adalah metode survei. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi, wawancara dan kuesioner.Analisis data dilakukan secara kualitatif untuk memberikan gambaran pelaksanaan LS, dan statistik deskriptif untuk analisis kuesioner.Hasil penelitian menunjukan bahwa budaya kolaborasi dan kolegialitas nampak padakegiatanplan, do dansee (refleksi). Secara kolaborasi merefleksikan efektivitas pembelajaran dan saling belajar antara anggota Kelompok BidangKeahlian (KBK). Dosen model lebih banyak berperan untuk melakukan refleksi diri dan mendiskusikan usulan anggota KBK lainnya.Fokus pembicaraan lebih pada materi pembelajaran, metode penyampaiannya.kondisi dan keterlibatan mahasiswa ketika belajar.Semua anggota KBK memaparkan fakta, ide dan saran-saran secara solutif dan konstruktif untuk pengembangan desain mengajar yang lebih baik. Program studi mendukung keterlibatan semua dosen di kegiatan LS dengan cara membentuk tim KBK baru tiap semester dan mengundang semua dosen terkait untuk menjadi observer. Peran LS dalam pembinaandosen cukup berdampak signifikan terlebih dalam membina dosen baru, menumbuhkan budaya kolaboratif sehingga dosen lebih memperhatikan kualitas perangkat pembelajarannya.
COOPERATIVE LEARNING TIPE TAI PADA MATAKULIAH GEOMETRI NETRAL MELALUI PROGRAM LESSON STUDY Shoffa, Shoffan; Sholikin, Agus; Suprapti, Endang; SD, Wujud; Soemantri, Sandha
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 15, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.873 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v15i3.48

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah penerapan model cooperative learning tipe TAI pada mata kuliah geometri netral melalui program lesson study dan untuk melihat apakah mahasiswa lebih aktif dalam bekerja sama atau tidak. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa semester 6 Prodi endidikan Matematika sebanyak 18 orang. Prosedur Penelitian yang dilakukan melalui 4 tahap yaitu tahap persiapan; tahap tindakan; tahap observasi dan tahap refleksi. Instrumen penelitian berupa: RPP (demonstrasi, Kuis1, LKM, diskusi kelompok, simulasi, kuis2), lembar observasi, dan lembar kuesioner. Teknik pengumpulan data diperoleh dari lembar observasi aktivitas mahasiswa; hasil kuis 2 pemahaman materi dan saat diskusi; lembar kuesioner akhir pembelajaran.Dari kegiatan diskusi diperoleh prosentase keterlibatan mahasiswa sebesar 89, 8 %, dan untuk hasil tes diperoleh prosentase sebesar 83, 3%. Prosentase ini meningkat karena ada rambu-rambu dalam pelaksanaan diskusi kelompok (Siklus 1 masih belum ada ramburambu diskusi), jadi tugas yang dilakukan oleh setiap mahasiswa menjadi lebih jelas. Selain dari pada itu, waktu yang diperlukan lebih singkat. Dari hasil tersebut penelitian pada siklus 2 dinyatakan berhasil karena telah mencapai target keberhasilan.Dari hasil kuesioner terhadap metode pembelajaran yang digunakan dapat disimpulkan bahwa, mahasiswa senang belajar kelompok, mahasiswa lebih aktif dalam bekerjasama, pemahaman mahasiswa tentang materi yang digunakan menjadi lebih baik dan dapatmeningkatkan semangat dalam belajar.Keyword : Lesson Study, Cooperative Learning, TAI
PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) Iis Holisin
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 7, No 3 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.897 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v7i3.255

Abstract

ABSTRAKObjek yang ada dalam matermatika bersifat abstrak. Karena sifatnya yang abstrak, tidak jarang guru maupun siswa mengalami beberapakendala dalam proses pembelajaran. Untuk mengurangi tingkat keabstrakan siswa terhadap matermatika, saat ini sudah dikenalkan pembelajaran matermatika realistic (PMR). PMR lebih mendekatkanmatematika dengan lingkungan siswa. Dalam PMR guru harus mengaitkan konsep-konsep matematika dengan pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-hari dan menerapkan kembali konsepmatermatika yang telah dimiliki siswa pada kehidupan sehari-hari. Adapun langkahlangkah dalam PMR adalah sebagai berikut:Memahami masalah kontekstual, menjelaskan masalah kontekstual, menyelesaikan masalah kontekstual, membandingkan dan mendiskusikanjawaban, menyimpulkan. 
MELATIH PENALARAN SISWA SEKOLAH DASAR (SD) DALAM MEMAHAMI KONSEP BILANGAN PECAHAN DAN MENYELESAIKAN MASALAH PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN PECAHAN IIS HOLISIN
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 9, No 3 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.532 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v9i3.246

Abstract

ABSTRAKBilangan pecahan selalu menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan.Mulai cara mengenalkannya sampai cara menyelesaikan masalah-masalah yang berhubungan dengan pecahan. Mengenalkanbilangan pecahan tidak semudah mengenalkan bilangan bulat. Mengenalkan bilangan pecahan kepada siswa dapat diawalidengan menggunakan benda konkrit, kemudian dengan gambar(semi konkrit), dan akhirnya mengenalkan simbol pecahan. Denganmenggunakan media tersebut, diharapkan siswa lebih mudahmemahami konsep bilangan pecahan. Artikel ini akan membahas beberapa langkah untuk melatih penalaran siswa Sekolah Dasar (SD)dalam memahami konsep bilangan pecahan dan menyelesaikanmasalah penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan.

Page 1 of 20 | Total Record : 191