cover
Contact Name
Hijrah Fahrian
Contact Email
penelitian.poltekkes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
peneleitian.poltekkes@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL CITRA KEPERAWATAN
ISSN : 23016035     EISSN : 25023454     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 164 Documents
HUBUNGAN PARITAS IBU POSTPARTUM DENGAN PERAN AYAH ASI (BREASTFEEDING FATHER) (di Desa Polaman Kecamatan Dampit Kabupaten Malang) Ning Arti Wulandari; Anita Rahmawati; Nuraini Wahida
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 7 No 2 (2019): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.266 KB) | DOI: 10.31964/jck.v7i2.114

Abstract

Parity is a condition of giving birth to a child whether alive or dead, but not an abortion, regardless of the number of children. Primiparous experience anxiety in the process of breastfeeding. Primiparous mothers have less experience in caring for babies, so they feel very anxious if there is a condition of the baby that shows discomfort such as crying. The role of fathers in the process of breastfeeding or the role of fathers breastfeeding (breastfeeding father) is an important factor in supporting the success of breastfeeding / breastfeeding. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between paritypostpartum mother and the role of breastfeeding fathers. The design of this study was cross sectional. The number of samples in this study were 26 taken by purposive sampling from 35 postpartum mothers in Poleman Village, Dampit Subdistrict with the inclusion criteria of being married and living with their husbands, being able to read and write and mothers who had undergone the postpartum period of more than 10 days to days to 40. The data collection instrument is a questionnaire. The results showed that 54% of respondents were multiparous mothers and 68% felt the role of ASI fathers was lacking. From the analysis of spearman's p = 0.001 or <0.05 this shows that there is a significant relationship between parity and the role of paternal breastfeeding in postpartum mothers. Based on the results of this study, it is recommended that health service providers provide education and counseling about the role of breastfeeding fathers in mothers and husbands early in pregnancy. Keywords: Postpartum mother, parity, breastfeeding father
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PASIEN HIV-AIDS DALAM TERAPI ANTITEROVIRAL (ARV) Yeni Kartika Sari; Thatit Nurmawati; Aprilia Putri Hidayat
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 7 No 2 (2019): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.227 KB) | DOI: 10.31964/jck.v7i2.116

Abstract

The level of patient adherence in the treatment of HIV-AIDS in Indonesia is very low. There are many factors that can affect it. The purpose of this study was to explain the relationship of family support, age, sex, education level, income and length of ARV’s program with the level of ARV therapy adherence in Poli Cendana Ngudi Waluyo Hospital. This research is an observational analytic study with cross sectional approach. The population in this study were all HIV AIDS patients in the Poli Cendana Ngudi Waluyo Wlingi Hospital of 163 people. The sample in this study was 30 people suitable with inclusion criteria. The sampling method used was purposive sampling. Data collection was carried out using a questionnaire containing the characteristics of respondents and an MMAS-8 questionnaire to identify respondent compliance. Analysis of data using the Wilcoxon Sign Rank Test with p≤0.05. The results showed that there was a relationship between family support, age, level of education, income and length of time following the ARV program with adherence. Whereas gender is proven to have no relationship with adherence. So it is recommended to the hospital to maximize assistance to HIV AIDS patients and improve health education to the patient's family so that patient compliance in undergoing ARV therapy increases. Key words: family support, adherence, ARV
PENGARUH KEPEMIMPINAN, MOTIVASI BERPRESTASI DAN KEDISIPLINAN TERHADAP KINERJA STAF PENGAJAR Nurul Huda; Mukhammad Toha; Mokh Sujawadi
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 7 No 2 (2019): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.243 KB) | DOI: 10.31964/jck.v7i2.120

Abstract

Dosen merupakan salah satu komponen esensial dalam suatu sistem pendidikan di perguruan tinggi. peran, fungsi dan tanggung jawab dosen sangat penting dalam menciptakan dan mewujudkan kualitas manusia. oleh sebab itu seorang dosen dituntut untuk berkinerja secara maksimal dan optimal, sehinggga dosen yang professional dan bermutu tinggi dapat diciptakan. keadaan tersebut akan terbentuk apabila didukung oleh perilaku dan gaya kepemimpinan seorang pemimpin, iklim yang kondusif organisasi dan motivasi berprestasi dosen akan terbangun. penelitian ini bertujuan untuk menguji seberapa besar pengaruh secara total perilaku kepemimpinan seorang pemimpin, iklim organisasi dan motivasi kerja untuk berprestasi terhadap kinerja dosen PNS pada Akademi Keperawatan Pemkot Pasuruan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode explanatory survey,. populasi dalam penelitian ini ± 50 kuesioner, subyek dalam penelitian ini adalah dosen, dan mahasiswa. Data yang diperlukan adalah data sekunder yang diperoleh dari kuesioner tertutup yang telah teruji validitas dan reabilitasnya. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan analisis deskriptif, sedangkan pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan di Akper Pemkot Pasuruan adalah baik, motivasi berprestasi tinggi, kompensasi yang diterima tergolong baik sedangkan kedisplinan dosen adalah baik. Ada pengaruh positif dan signifikan dalam kepemimpinan Direktur terhadap kedisplinan dosen. Hal ini berarti bahwa kepemimpinan Direktur Akper Pemkot Pasuruan akan meningkat. Berikutnya ada pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi berprestasi terhadap kedisplinan dosen. Hal ini berarti bila motivasi berprestasi tinggi maka kedisplinan dosen Akper Pemkot Pasuruan juga meningkat. Dari hasil penelitian ini diharapkan Direktur lebih meningkatkan prestasi kepemimpinannya dan mengembangkan gaya kepemimpinan, motivasi dosen ditumbuhkan dan ditingkatkan, kompensasi diperhatikan dan kedisplinan dosen lebih ditingkatkan
HUBUNGAN ANTARA PEMENUHAN TUGAS PERKEMBANGAN EMOSIONAL DENGAN TINGKAT STRES PADA REMAJA Bagus Dwi Cahyono; Dwining Handayani; Ida Zuhroidah
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 7 No 2 (2019): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.063 KB) | DOI: 10.31964/jck.v7i2.121

Abstract

Stres yang dialami oleh remaja salah satunya adalah perkembangan. Tugas perkembangan remaja difokuskan upaya meninggalkan sikap dan perilaku masa anak-anak dan menuju masa dewasa. Sehingga, tugas perkembangan emosional remaja menjadi salah satu sumber stresor pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemenuhan tugas perkembangan emosional dengan tingkat stres pada remaja siswa kelas X SMK Sakinah Pasuruan. Studi observasional menggunakan desain cross-sectional dilakukan pada remaja SMK Kesehatan Sakinah Pasuruan. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified random sampling dengan total sebanyak 222 orang responden dan dibagi dalam setiap kelas dan program. Hasil penelitian menunjukkan nilai korelasi (r) sebesar -0,519. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pemenuhan tugas perkembangan emosional dengan tingkat stres pada remaja siswa kelas X akuntansi SMK Sakinah Pasuruan dengan tingkat korelasi sedang dan hubungan yang terbalik. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar menggunakan desain dengan pengukuran yang lebih objektif, instrumen yang lebih spesifik dan objektif, dan diterapkan pada fase perkembangan yang lain.
PENGARUH METODE BIMBINGAN COACHING DAN MOTIVASI TERHADAP KOMPETENSI RAWAT LUKA Dwining Handayani; Nurul Huda; Bagus Dwi Cahyono
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 7 No 2 (2019): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.372 KB) | DOI: 10.31964/jck.v7i2.122

Abstract

Komponen utama dalam pembelajaran terutama di laboratorium adalah penggunaan bimbingan oleh para fasilitator klinis mengenai suatu keterampilan. Selama ini ketrampilan yang dilakukan mahasiswa Akademi keperawatan Pemerintah Kota Pasuruan yang hasilnya kurang memuaskan adalah kompetensi rawat luka, sedangkan metode yang digunakan adalah demonstrasi.Secara teori metode coching dapat digunakan sebagai salah satu teknik dalam proses pembelajaran di laboratorium dalam meningkatkan kompetensi. Motivasi juga merupakan factor yang kuat dalam meningkatkan minat, kemauan, dan antusiasme dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bimbingan pelatihan dan motivasi kompetensi perawatan luka di Akademi Keperawatan Pemerintah Kota Pasuruan. Desain penelitian yaitu studi eksperimental dengan menggunakan Randomized Controlled Trial (RCT). Sampel sebanyak 86 mahasiswa dipilih dengan teknik sampling lengkap. Metode demonstrasi digunakan untuk perbandingan. Data dikumpulkan dengan observasi dan kuesioner standard. Data dianalisis dengan model regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan metode bimbingan yang signifikan (b = 5,09, p = 0,009) dan motivasi (b =0,33, p = 0,06) dari kompetensi rawat luka untuk mahasiswa Akademi Keperawatan Pemerintah Kota Pasuruan dan secara tatistik hyasilnya signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa menggunakan metode bimbingan coching untuk meningkatkan kompetensi mahasiawa lebih efektif dibandingkan dengan metode demonstrasi. Disarankan untuk semua dosen menggunakan metode pembelajaran, bimbingan coching untuk pembelajaran praktikum di laboratorium.
HUBUNGAN ANTARA STRES, MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA Fajar Rinawati; Sucipto sucipto
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 7 No 2 (2019): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.004 KB) | DOI: 10.31964/jck.v7i2.123

Abstract

Setiap individu pasti pernah mengalami stres, apalagi mahasiswa yang harus berkutat dengan tugas dan belajar. Banyak sekali kisah di media massa tentang mahasiswa yang mengalami stres hingga mengakhiri hidupnya. Kondisi stres yang dialami mahasiswa sangat mempengaruhi proses belajar mengajar mahasiswa. Begitu juga motivasi, karena motivasi adalah suatu hal yang sangat diperlukan untuk meningkatkan prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres dan motivasi terhadap prestasi belajar mahasiswa Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri yang sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Jumlah sampel yang didapatkan adalah 39 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik stres, maupun motivasi tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa dengan nilai p-value 0.564 (untuk stres) dan 0.206 (untuk motivasi). Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri mempunyai mekanisme dalam proses pembelajaran yang tersistem. Hal ini akan mengurangi stres pada mahasiswa dan akan membuat motivasi belajar mahasiswa meningkat, yang akan berdampak pada peningkatan nilai Indeks Prestasi Kumulatif mahasiswa.
PENGARUH TERAPI HIPOTERMI TERHADAP KEJADIAN KEJANG PADA BAYI ASFIKSIA DI RUANG ALAMANDA RSUD BANGIL Erik Kusuma
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 7 No 2 (2019): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.897 KB) | DOI: 10.31964/jck.v7i2.124

Abstract

Asfiksia perinatal menjadi salah satu penyebab kematian pada bayi baru lahir. Dampak asfiksia asfiksia perinatal diantaranya adalah kerusakan susunan saraf pusat yang mengakibatkan terjadinya ensefalopati hipoksia iskemia, yang ditandai dengan timbulnya kejang tonik klonik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi hipotermi terhadap kejadian kejang pada bayi asfiksia di Ruang Alamanda Rumah Sakit Umum Daerah Bangil. Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimen bentuk static group comparison. Sampel dalam penelitian ini adalah bayi asfiksia yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Data yang diperoleh dianalisa dengan Uji Fisher. Bayi asfiksia yang diberikan terapi hipotermi hampir seluruhnya (91%) tidak mengalami kejang, sedangkan pada bayi asfiksia yang tidak diberikan terapi hipotermi, sebanyak 55% mengalami kejang. Dari hasil uji Fisher dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0.05) didapatkan nilai p=0,032 (<α 0.05), maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi hipotermi terhadap kejadian kejang pada bayi asfiksia di Ruang Alamanda RSUD Bangil. Terapi hipotermi mencegah terjadinya kejang pada bayi asfiksia dengan mengurangi kecepatan metabolik serebral, menghambat aktivitas glutamat dan dopamine dan meningkatkan ambang batas kejang listrik pada otak. Kata Kunci: bayi asfiksia, kejang, terapi hipotermi
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI Rg. ANAK BLUD RS H. HASAN BASRY KANDANGAN Rizani, Akhmad; Tunggal, Tri; Shafa, Hidayuatun
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 2, No 1 (2014): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Visi pembangunan kesehatan yaitu Indonesia Sehat 2010 dan visi perilaku masyarakat Indonesia Sehat 2010, masyarakat yang bersikap proaktif untuk memelihara  dan meningkatkan kesehatan, mencegah risiko penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat (Depkes RI, 2002)Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), Diare adalah penyebab nomor satu kematian balita di seluruh dunia. di negara berkembang pada tahun 2003 diperkirakan 1,87 juta anak balita meninggal karena diare, 8 dari 10 kematian tersebut pada umur &lt; 2 tahun. Rata-rata anak usia&lt; 3 tahun di negara berkembang mengalami episode diare 3 kali dalam setahun, di Indonesia, diare adalah pembunuh balita nomor dua setelah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Berdasarkan laporan Data Kesehatan Indonesia tahun 2011 sekitar 9.739.163 kasus diare dan angka kematian pada penduduk umum mencapai 23,57 per 1.000 penduduk dan angka kejadian diare di Kalimantan Selatan terdapat sebanyak 146.139 kasus (Soepardi, 2011).Pembangunan di bidang kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan kesehatan, salah satu sendi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan keterkaitan erat dengan upaya untuk mewujudkan pola hidup bersih dan sehat. Faktor lingkungan dan perilaku merupakan faktor yang amat besar pengaruhnya terhadap kesehatan, kedua faktor ini banyak disebabkan oleh berbagai pihak di luar sektor kesehatan, oleh karena itu masalah kesehatan tidak hanya ditanggulangi bersama oleh berbagai pihak dan segenap masyarakat termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Masyarakat (Depkes RI, 2000).
PERSEPSI MAHASISWA TINGKAT I DAN II TENTANG KONDISI ASRAMA DI JURUSAN KEPERAWATAN SINGKAWANG POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK TAHUN 2014 Nurbani, Nurbani
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 3, No 1 (2015): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.292 KB)

Abstract

Di dalam mencerdaskan kehidupan bangsa pendidikan sangat dibutuhkan oleh setip orang. Ini sesuai dengan jabaran UUD 1945 tentang pendidikan dituangkan dalam Undang-Undang No. 20, Tahun 2003. Pasal 3. Dalam suatu pendidikan dibutuhkan Pendidikan tidak terlepas dari siapa yang akan di didik, misalnya saja adalah mahasiswa. menurut Sarwono (1978) (online 2014) mahasiswa adalah setiap orang yang secara resmi terdaftar untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi dengan batas usia sekitar 18-30 tahun. Poltekkes Kemenkes Pontianak mempunyai kebijakan bahwa mahasiswa semester 1 dan 2 atau tahun pertama wajib untuk tinggal diasrama selama 2 tahun terakhir ini. Asrama penting dilakukan untuk mahasiswa yang mempunyai profesi yang langsung terjun kemasyarakat dalam memberikan pelayanan, karena mahasiswa kesehatan berhadapan langsung dengan manusia. Menurut Toffler (online 2014), asrama adalah suatu tempat tinggal bagi anak-anak dimana mereka diberi pengajaran atau bersekolah. Data yang diperoleh pada tahun 2013 mahasiwa yang tinggal di asrama 115 dan pada tahun 2014 berjumlah 165 orang. Dari wawancara dengan beberapa mahasiswa dan pembina asrama falitas asrama masih kurang terutama ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari jadi mahasiswa benar-benar berhemat dalam penggunaan air, falitas olahrga yang masih kurang, terutama peminat bola kaki.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persepsi mahasiswa tingkat I dan II tentang kondisi asrama di Jurusan Keperawatan Singkawang Poltekkes Kemenkes Pontianak tahun 2014.Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan   survey, teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling sebanyak 60 responden.Hasil penelitian hampir seluruh responden mempunyai persepsi cukup baik tentang kondisi asrama  dan sebagian responden mempunyai persepsi kurang baik tentang fasilitas asrama di Jurusan Keperawatan Singkawang. Tahun 2014. Bagi pihak institusi pengelola asrama lebih memperhatikan lagi fasilitas asrama serta mahasiswa yang tinggal diasrama lebih mandiri, disiplin, toleransi dalam berkehidupan diasrama sebagai tempat untuk belajar bermasyarakat dan bersosialisasi. Kata Kunci : Persepsi, Mahasiswa, Asrama
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR DETERMINAN PENDERITA PENYAKIT DEMAM BERDARAH (DBD) DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS NATAR, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2015 murwanto, bambang
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2016): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang dari penelitian ini adalah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) baik secara nasional dalam tiga tahun terkahir Incidence Rate (IR) per 100.000 penduduk makin meningkat dari 27,67 tahun 2011 menjadi 37,27 tahun 2012 dan 45,85 pada tahun 2013. Demikian pula tingkat propinsi Lampung dari 20,03 tahun 2011, 68,44 tahun 2012 dan 58,08 pada tahun 2013. Demikian pula  Kabupaten Lampung Selatan telah menjadi daerah endemis penyakit DBD pada hampir seluruh kecamatan kendati sedikit fluktuatif. Pada  tahun 2013 Kabuaten Lampung Selatan dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB). Kecamatan Natar merupakan wilayah perlintasan jalan Trans Sumatra yang merupakan daerah dengan mobilitas yang tinggi sehingga menjadi resiko penularan penyakit DBD, salah satunya wilayah UPT Puskesmas Natar. Kendati kecenderungannya dalam tiga tahun terakhir menurun namun dibandingkan wilayah Kecmaatan lain namun UPT Puskesmas Natar termasuk tinggi yaitu IR 3,8 pada tahun 2014.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang berubungan dengan penderita DBD di wilayah UPT Puskesmas Natar, Kan. Lampung Selatan, seperti pekerjaan, pendidikan, Sosial Ekonomi, Pengetahuan, Sikap, Perilaku dan Lingkungan rumah penderita.Metode penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dengan sampel adalah populasi penderita DBD dari bulan Januari sampai Juni 2015 yang ada di wilayah UPT Puskesmas Natar.Hasil dan Pembahasan penelitian, sebagaian besar faktor-faktor yang diukur yaitu Sosial Ekonomi, Pengetahuan, Sikap, Perilaku dan Lingkungan relatif baik. Pekerjaan penderita atau keluargannya menggambarkan sebagian besar bekerja secara informal, dengan pendidikan penderita sebagian besar bersifat informal. Dengan demikian peranan faktor-faktor lain yang tidak sebagai variabel yang tidak diukur sebagai dicurigai faktor yang cukup berperan terjadi penyakit DBD. Faktor lain tersebut yang banyak dicurigai dari sebagian penelitian yang menjadi refrensi kurangnya gerakan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN) Demam berdarah Dengue (DBD), sebagai upaya pembersihan lingkungan untuk memutus mata ratai penularan vektor penyakit DBD yaitu nyamuk, Aedes aegypti.Kata Kunci : DBD, Aedes aegypti, PSN

Page 1 of 17 | Total Record : 164