cover
Contact Name
Rina Setiana
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.keperawatan@ui.ac.id
Editorial Address
Faculty of Nursing, Universitas Indonesia, Indonesia
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Indonesia
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 14104490     EISSN : 23549203     DOI : https://doi.org/10.7454/jki
Core Subject : Health,
Focus and Scope Jurnal Keperawatan Indonesia (JKI, or Nursing Journal of Indonesia) contributes to the dissemination of information related to nursing research and evidence-based study on urban nursing issues in low-middle income countries. The scope of this journal is broadly multi-perspective in nursing areas such as Nursing Education, Clinical Practice, Community Health Care, Management and Health System, Health Informatics, and Transcultural Nursing, with a focus on urban nursing issues in low-middle income countries. JKI is committed to communicating and being open to the discussion of ideas, facts, and issues related to health across a wide range of disciplines. The journal accepts original research articles, synthesized literature, and best practice reports or case reports that use the quantitative, qualitative, or mixed-method approach. JKI adheres to journalistic standards that require transparency of real and potential conflicts of interest that authors and editors may have. It follows publishing standards set by the International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE), the World Association of Medical Editors (WAME), and the Committee on Publication Ethics (COPE). Letters and commentaries about our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a blind peer-review process according to appropriate criteria.
Articles 587 Documents
Mengenal Kesalahan Umum Dalam Penulisan Ilmiah Keperawatan Hanny Handayani
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 11 No 2 (2007): September
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v11i2.191

Abstract

AbstrakKualitas karya ilmiah yang baik ditentukan oleh kemampuan penulis dalam menyusun kalimat di setiap komponen karya ilmiah. Kesalahan dalam penulisan dapat disebabkan oleh ketidaktahuan penulis akan kaidah penulisan maupun kaidah etika penulisan. Tulisan ini menggambarkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyusun karya ilmiah keperawatan mulai dari menetapkan judul sampai menyusun kepustakaan. Artikel ini dapat membantu penulis mempersiapkan karya ilmiah keperawatannya bebas dari kesalahan. AbstractThe quality of a scientific article relies on the author’s ability to construct every single sentence through the article. Mistakes in writing could be due to the authors fails to understand techniques as well as principles ethics of writing. This paper outlines several important points in developing a nursing scientific article, starting from formulating title to compiling references. This paper will help author increasing her/his roles in nursing publication preparation by means minimizing writing mistakes.
Perkembangan Bayi Usia 6–12 Bulan dengan Riwayat Asfiksia Perinatal Ninis Indriani; Yeni Rustina; Nur Agustini
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 18, No 2 (2015): July
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v18i2.414

Abstract

Bayi dengan asfiksia perinatal sangat rentan mengalami komplikasi baik jangka pendek seperti disfungsi multiorgan maupun jangka panjang dengan terjadinya gangguan perkembangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan riwayat asfiksia perinatal dengan perkembangan bayi usia 6–12 bulan. Desain penelitian menggunakan potong lintang, yang melibatkan 56 bayi dengan riwayat asfiksia perinatal (berat, sedang, dan ringan) di Kabupaten Banyuwangi. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara riwayat asfiksia perinatal dengan perkembangan bayi (p= 0,026). Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlu melakukan deteksi dini penyimpangan perkembangan khususnya bayi risiko tinggi dan mengoptimalkan peran serta orang tua dalam proses perkembangan anak.  Abstract Development of Infant Age 6–12 Months with History Perinatal Asphyxia. Infant with perinatal asphyxia history is very susceptible to have both short term complications such as multiple organ dysfunctions and long-term complications with development disorder. The purpose of this study is to indentify the correlation between perinatal asphyxia history and infant’s development age 6 to 12 months. Design of study used cross sectional, which involves 56 infants with severe, moderate, and mild asphyxia history in Banyuwangi Regency. The result of this study indicates that there is a significant correlation between perinatal asphyxia history and infant’s development (p= 0,026). The recommendations of this study is that it is necessary to do early detection development disorder especially for high risk infants and optimize the participation of parents in a child's development process. Keywords: infant’s development, perinatal asphyxia history
Table of Content Volume 23 No.1 March 2020 Rina Setiana
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 23, No 1 (2020): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v23i1.1211

Abstract

Pengaruh Model Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS) terhadap Kemampuan Komunikasi Verbal dan Non Verbal Pada Klien Menarik Diri di Rumah sakit Jiwa Budi Anna Keliat; Ria Utami Panjaitan; Mustikasari Mustikasari; Novy Helena C.D.
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 2 No 8 (1999): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v2i8.95

Abstract

Penelitian ini ertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi aktivitas kelompok: sosialisasi (TAKS) khususnya terhadap emampuan komunikasi verbal dan non verbal pada klien menari diri. Sampel terdiri dari 36 orang klien menarik diri di RSJP Jakarta dan 76 orang di RSJP Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bila dibandingkan dengan standar kemampuan yang diharapkan yaitu 75%, maka kemampuan kelompok intervensi melebihi standar sedang kelompok non intervensi kurang dari standar tersebut. Perbandingan kenaikan kemampuan komunikasi antarakelompok intervensi TAKS dan non TAKS berbeda bermaksa dengan p = 0,0001. The purpose of the research was to examine the influence of activity group therapy: socialization, particularly on the ability of verbal and non-verbal communication, to withdrawal clients. This study involved 36 withdrawal clients from RSJP Jakarta and 76 withdrawal clients from RSJP Bogor. Findings from this study revealed that compare to the standard of ability (75%), the ability of intervention group was higher than standard whilst the non-intervention group was less than standard. The achievement of communication skill’s between the intervention and non-intervention group was significantly different with p = 0,0001.
Table of Content Volume 23 No.3 November 2020 Rina Setiana
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 23, No 3 (2020): November
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v23i3.1499

Abstract

Efektivitas Organisasi pelayanan Keperawatan Berdasarkan Komunikasi, Pengambilan Keputusan, Sosialisasi Karir, dan Jenjang Karir Ridwan Ridwan; Dewi Irawati; Sutanto P. Hastono
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 13 No 1 (2010): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v13i1.223

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan proses organisasi (komunikasi; pengambilan keputusan; sosialisasi karir dan jenjang karir) dengan efektivitas organisasi dalam pelayanan keperawatan pada struktur organisasi dengan pendekatan sentralisasi dan desentralisasi di Rumah Sakit. Kuesioner disebarkan kepada 104 responden yang merupakan total sampel, yaitu perawat pelaksana yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Hubungan antara variabel independen dan dependen serta uji beda untuk setiap variabel pada pendekatan sentralisasi dan desentralisasi diuji menggunakan analisis Chi-square. Hasil analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik prediksi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara proses organisasi dengan efektivitas organisasi, baik pada pendekatan sentralisasi maupun desentralisasi (p< 0,05, α= 0,05). Pada aspek efektivitas, hasil penelitian menunjukkan hasil 31,7% pada pendekatan sentralisasi dan 42,3% pada pendekatan desetnralisasi. Untuk itu, pihak manajemen rumah sakit perlu mengupayakan berbagai strategi manajemen keperawatan untuk meningkatkan efektivitas dan mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit. AbstractThe objective of this research is to find out the relationship within organizational process (communication, decision making, career socialization, and career opportunity) and the effectiveness of the organization in giving nursing care using centralization approach and decentralization approach in Hospital. The questioners were given to a total sample of 104 respondents; they were associate nurses who were chosen using inclusion criteria. The relationship between independent and dependent variable, and the test to differentiate each variable in both centralization and decentralization approach were tested using chi-square analysis. The multivariate analysis using logistic regression prediction test showed that there was a significant relationship between organizational process and the effectiveness of the organization, both in centralization and decentralization approach (p< 0,05; α= 0,05). Moreover this study also showed that the effectiveness in centralization approach was 31.7%, whilst in the decentralization approach was 42.3%. It is recommended that the hospital's management should apply several strategies of management in nursing in order to increase the effectiveness and the quality of nursing services in hospital.
“Empeng” Efektif Menurunkan Nyeri Bayi saat Pengambilan Darah Vena Dyah Dwi Astuti; Yeni Rustina; Fajar Tri Waluyanti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 19, No 2 (2016): July
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v19i2.460

Abstract

Prosedur pengambilan darah vena dapat menimbulkan nyeri pada bayi berat lahir rendah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perbedaan tingkat nyeri selama pengambilan darah vena setelah dilakukan perawatan metode kanguru dan pemberian empeng. Desain penelitian adalah eksperimen acak terkontrol pada 21 bayi berat lahir rendah dengan teknik consecutive sampling. Penilaian respons nyeri menggunakan instrumen Premature Infant Pain Profile. Hasil analisis uji t independen menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna rerata respons nyeri pada kelompok perawatan metode Kanguru (rerata= 8,94) dan pemberian empeng (rerata= 5,08) (p= 0,005). Pemberian empeng pada bayi berat lahir rendah dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan dalam asuhan atraumatik saat prosedur invasif minor. Abstract"Pacifier" effective to reduce pain in babies undergoing venous blood sampling. Venous blood sampling is a procedure which causes pain on low birth weight infants. This study aimed to identify the comparison of pain response between the infants that received Kangaroo Mother Care and the other group who used pacifier for during venous blood sample collection. The research design was randomized controlled trial on 21 low birth weight infants with consecutive sampling. Pain response was assessed by Premature Infant Pain Profile instrument. Independent t-test analysis showed that there were significant differences in mean pain response between Kangaroo Mother Care group (mean = 8,94) and pacifier group (mean= 5,08) (p= 0,005). Pacifier could be used as a nursing intervention in a traumatic care with minor painful procedure in low birth weight infants.                                                                                       Keywords: low birth weight infants, Kangaroo Mother Care, pacifier, pain response, venous blood collection
Peran Keluarga dalam Meningkatkan Kesehatan Jiwa Lansia di Rumah Wiwin Wiarsih
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 2 No 7 (1999): September
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v2i7.300

Abstract

Seseorang yang berusia lanjut akan mengalami perubahan-perubahan akibat penurunan fungsi sistem tubuh. Salah satu perubahan tersebut adalah perubahan kejiwaan. Masalah kesehtan jiwa lansia yang sering muncul adalah gangguan proses piker yang ditandai dengan lupa, pikun, bingung, dan curiga; gangguan perasaan diantaranya ditandai dengan kelelahan, acuh tak acuh, mudah tersinggung; gangguan fisik/somatic tanpa penyebab yang jelas meliputi gangguan pola tidur, gangguan makan dan minum; gangguan perilaku ditandai dengan enggan berhubungan dengan orang lain, dan ketidakmampuan merawat diri sendiri.Keluarga merupakan masyarakat terkecil dimana lansia berada. Perubahan kejiwaan pada lansia akan mempengaruhi status kesehatan keluarga. Oleh karena itu keluarga dan lansia perlu mengetahui perubahan kejiwaan pada lansia agar dapat mencegah terjadinya gangguan jiwa pada lansia. Keterlibatan keluarga akan menentukan keberhasilan perawatan kesehatan jiwa lansia yang digambarkan pada tulisan ini. Abstract Changing in physical and psychosocial in elderly associated with aging. The observed changes represent the cumulative effects of heredity, environment, nutrition, rest, activity and altered health state while the most observed changes in psychosocial state of the elderly such as forgetfulress, memory loss, norrowed, attention spans, confusional states and impairment of their mind and emotional states increased accompany with their physical state. Family is the closest person around the elderly, a caring attitude, calm conversation and promotion of the comfort contribute to the relief of confusional states, and also emotional support helps the family cope with the elderly persons disorientation and confusion. Family is the most important person to help the elderly in maintaining their health states physically and psychosocially.Keywords: Changing in physical and psychosocial states in elderly, family participation.
Grounded Theory Sebagai Pilihan Metode Riset Kualitatif Keperawatan Setyowati Setyowati
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 13 No 2 (2010): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v13i2.241

Abstract

AbstrakGrounded theory merupakan metode riset kualitatif yang menggunakan suatu set prosedur yang sistematik untuk mengembangkan suatu teori secara induktif tentang suatu fenomena. Metode ini dimulai dari suatu pernyataan yang masih kabur dan akhirnya menghasilkan teori yang dikumpulkan dari berbagai data. Grounded theory membuat kenyataan bahwa kesenjangan antara teori dan praktik dapat diatasi, sehingga dapat diaplikasikan dalam praktik dan meningkatkan pelayanan. Analisis data dilakukan melalui empat tahap. Pendekatan grounded theory sangat membantu perawat untuk memahami perilaku sosial agar perawat lebih mengerti dan memahami pasiennya. AbstractGrounded theory is a qualitative research method utilizing a set of systematic procedure to develop an inductive theory on a particular phenomenon. It is initiated by answering a vague question and eventually generating theory from the data collected. The data analysis is carried out in 4 stages in the grounded theory approach. Grounded theory may bridge the gap between theory and practice. It can be applied into practice to enhance the quality of nursing service. This approach helps nurses to understand the social behaviour of the patients.
PILIHAN PENGOBATAN PASIEN KANKER PAYUDARA MASA KEMOTERAPI: STUDI KASUS Laili Rahayuwati; Kusman Ibrahim; Maria Komariah
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 20 No 2 (2017): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v20i2.478

Abstract

Abstrak Kanker payudara memberi pengaruh pada status emosional perempuan, terutama pada usia reproduksi. Selama pengobatan, mereka mendapatkan pengalaman individu yang unik. Studi kasus ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman hidup pasien kanker payudara pada pemilihan terapi dan situasi lingkungan yang mendorong promosi kesehatan. Studi ini melibatkan 17 partisipan yang dipilih dengan purposive sampling. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan penelusuran catatan arsip. Terdapat empat tema dominan, yaitu (1) Kanker merupakan konsep dan bagian dari legalitas sosial budaya yang berifat subjektif; 2) Pemilihan jenis terapi harus diterima/disepakati oleh keluarga dan sistem dukungan sosial; 3) Kondisi sakit kanker memberikan arti dalam kehidupan pasien; dan (4) Harapan untuk sembuh. Pasien seharusnya dipahami sebagai sebuah hubungan antara tubuh sebagai entitas fisik dan aspek-aspek lain seperti psikologis, sosial dan spiritual. Oleh karena itu, pembangunan semua aspek (fisik, psikologis, sosial, spiritual) sudah menjadi bagian dari pengalaman hidup perempuan dengan kanker payudara. Kata Kunci: fase kemoterapi, kanker payudara, pemilihan pengobatan 

Page 1 of 59 | Total Record : 587


Filter by Year

1997 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 26 No 1 (2023): March Vol 25 No 3 (2022): November Vol 25 No 2 (2022): July Vol 25 No 1 (2022): March Vol 25, No 1 (2022): March Vol 24, No 3 (2021): November Vol 24 No 3 (2021): November Vol 24, No 2 (2021): July Vol 24 No 2 (2021): July Vol 24, No 1 (2021): March Vol 24 No 1 (2021): March Vol 23 No 3 (2020): November Vol 23, No 3 (2020): November Vol 23, No 2 (2020): July Vol 23 No 2 (2020): July Vol 23, No 1 (2020): March Vol 23 No 1 (2020): March Vol 22 No 3 (2019): November Vol 22, No 3 (2019): November Vol 22 No 2 (2019): July Vol 22, No 2 (2019): July Vol 22 No 1 (2019): March Vol 22, No 1 (2019): March Vol 21, No 3 (2018): November Vol 21, No 2 (2018): July Vol 21 No 1 (2018): Maret Vol 20 No 3 (2017): November Vol 20 No 2 (2017): Juli Vol 20, No 1 (2017): March Vol 19, No 3 (2016): November Vol 19, No 2 (2016): July Vol 19, No 1 (2016): March Vol 18, No 3 (2015): November Vol 18, No 2 (2015): July Vol 18, No 1 (2015): March Vol 17, No 3 (2014): November Vol 17 No 2 (2014): Juli Vol 17 No 1 (2014): Maret Vol 16 No 3 (2013): November Vol 16 No 2 (2013): Juli Vol 16 No 1 (2013): Maret Vol 15 No 3 (2012): November Vol 15 No 2 (2012): Juli Vol 15 No 1 (2012): Maret Vol 14 No 3 (2011): November Vol 14 No 2 (2011): Juli Vol 14 No 1 (2011): Maret Vol 13 No 3 (2010): November Vol 13 No 2 (2010): Juli Vol 13 No 1 (2010): Maret Vol 12 No 3 (2008): November Vol 12 No 2 (2008): Juli Vol 12 No 1 (2008): Maret Vol 11 No 2 (2007): September Vol 11 No 1 (2007): Maret Vol 10 No 2 (2006): September Vol 10 No 1 (2006): Maret Vol 9 No 2 (2005): September Vol 9 No 1 (2005): Maret Vol 8 No 2 (2004): September Vol 8 No 1 (2004): Maret Vol 7 No 2 (2003): September Vol 7 No 1 (2003): Maret Vol 6 No 2 (2002): September Vol 6 No 1 (2002): Maret Vol 5 No 2 (2001): September Vol 5 No 1 (2001): Maret Vol 2 No 8 (1999): Desember Vol 2 No 7 (1999): September Vol 2 No 6 (1999): Mei Vol 2 No 5 (1998): Oktober Vol 1 No 4 (1998): Juli Vol 1 No 3 (1997): Desember Vol 1 No 2 (1997): Juli Vol 1 No 1 (1997): Januari More Issue