cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 465 Documents
Terapi psikoreligi terhadap penurunan perilaku kekerasan pada pasien Skizofrenia di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung Teguh Pribadi; Djunizar Djamaludin
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 4 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.624 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i4.1940

Abstract

Psycho-religious therapy in reducing violent behavior among   patients  with  SchizophreniaBackground: The main problem that often occurs to patients with schizophrenia is violent behavior. Violent behavior is a state in which a person performs a physically harmfulserve to himself or to another person. Psychoreligious therapy is a therapy that is usually through a religiousreligion approach such as client believed according their riligion   and tends to touch the spiritual side of man and also rather to awaken the spiritual power against of with illness. Data reported to Lampung Mental Hospital, the trend  number of violent behavior  was increasing and data in 2018 as many as 194 patients with violent behavior.Purpose: Knowing effectiveness of psycho-religious therapy in reducing violent behavior among patients with schizophrenia Lampung Mental Hospital 2019Methods: A quantitative and quasi experiment with two group pretest postest design. the population of this study were all patients with violent behavior in the inpatient ward of Lampung mental hospital as many as 30 patients. this research instrument used observation sheet. statistical analysis used t dependent tests.Result: Finding the mean score of violent behavior behavior before psychoreligious therapy were of 16.87 with a standard deviation of 1.46, and after psycho religious  therapy was 13.0 with a standard deviation of 1.0.Conclusion: There was an influence of psycho religious therapy in reducing violent behavior inpatients with schizophrenia (p value 0,000).Suggestion: The hospital management to apply psychoreligious therapy programs to patients with  schizophrenia specially patients has risk of violent behaviorKeywords: Psychoreligious Therapy; Violence Behavior; SchizophreniaPendahuluan: Permasalahan utama yang sering terjadi pada pasien Skizofrenia adalah perilaku kekerasan. Perilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana seseorang melakukan tindakan yang membahayakan secara fisik, baik kepada diri sendiri, maupun orang lain. Terapi psikoreligius adalah terapi yang biasanya melalui pendekatan  keagamaan yang dianut oleh klien dan cenderung untuk menyentuh sisi  spiritual manusia, untuk membangkitkan kekuatan spiritual dalam menghadapi penyakit yang dideritanya  Dari data yang diperoleh dari Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung jumlah pasien dengan prilaku kekerasan  cenderung meningkat dan data di tahun 2018 sebanyak 194 pasien dengan perilaku kekerasan.Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi psikoreligi terhadap penurunan perilaku kekerasan pada pasien skizopfrenia di ruang rawat inap  Rumah Sakit Jiwa Daerah  Provinsi Lampung Tahun 2019.Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan Quasi Eksperiment dengan two group pretest postest. Populasi dan sampelnya seluruh pasien dengan perilaku kekerasan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung  sebanyak 30 pasien. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi. Analisastatistik yang digunakan yaitu uji t Dependen.Hasil: Didapatkan nilai rata-rata skor perilaku kekerasan Sebelum Terapi psikoreligi adalah 16,87 dengan standar deviasi 1,46, rata-rata Skor perilaku kekerasan sesudah Terapi psikoreligi adalah 13.0 dengan standar deviasi 1,0.Simpulan: Ada pengaruh terapi psikoreligi terhadap penurunan perilaku kekerasan pada pasien skizopfrenia di Ruang Rawat Inap  Rumah Sakit Jiwa Daerah  Provinsi Lampung Tahun 2019 (p value 0,000).Saran: Ditujukan kepada pihak manajemen rumah sakit agar menerapakan program terapi psikoreligius pada pasien schizophrenia dengan perilaku kekerasan.
Konsumsi sayur jantung pisang terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu masa nifas Rilyani Rilyani; Renda Wulandasri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 4 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.115 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i4.1626

Abstract

Banana blossom (musa paradisiaca) for increasing maternal breast milk outputBackground: Data of Bandar Lampung Health Office in 2018 showed that there were 3 public health centers with lowest exclusive breastfeeding coverages. There were 142 breastfeeding mothers in Sumur Batu public health center, where 102 babies (28.17%) did not receive 6 months exclusive breastfeeding and 40 babies received it. There were 919 breastfeeding mothers in Way Kandis public health center, where 621 babies (32.93%) did not receive 6 months exclusive breastfeeding and 298 babies received it. There were 98 breastfeeding mothers in Kemiling public health center, where 62 babies (36.73%) did not receive 6 months exclusive breastfeeding and 36 babies received it.Purpose: Knowing influence of banana blossom (musa paradisiaca) for increasing maternal breast milk output.Methods: this was a quantitative research with quasi-experiment method and by using one group pretest and posttest design. Population was 30 respondents and 30 samples were taken by using purposive sampling. Data were analyzed by using dependent t-test.Result: The average scores of breastmilk production from 30 respondents before consuming banana blossom were mean 4.9, standard of deviation 0.854, standard of error 0.1554 and min-max score of 4-7. The average scores of breastmilk production from 30 respondents after consuming banana blossom were mean 7.37, standard of deviation 0.765, standard of error 0.140 and min-max score of 4-8. Dependent t-test result derived p-value 0.000 < α 0.05, then it can be concluded the influence of banana blossom consumption to maternal breastmilk productionConclusion: There was an influence of banana blossom (musa paradisiaca) for increasing maternal breast milk output. The health workers especially midwife should improve their skills with new literatures, training and counseling for each pregnant mother examination, so that they would have sufficient knowledge concerning banana blossom benefit in improving breastmilk production.Keywords: Banana Blossom; Increasing; Maternal Breast Milk OutputPendahuluan: Data Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung tahun 2018 menunjukan bahwa terdapat 3 Puskesmas dengan cakupan pemberian ASI terendah yaitu, Puskesmas Sumur Batu, dengan total keseluruhan cakupan ASI eksklusif 6 bulan 142, sebanyak 102 bayi (28.17%) tidak mendapat ASI eksklusif usia 6 bulan, dan 40 ASI mendapat ASI eksklusif, Puskesmas Way Kandis, dengan total keseluruhan cakupan ASI eksklusif 6 bulan 919, sebanyak 621 bayi (32.93%) tidak mendapat ASI eksklusif usia 6 bulan, dan 298 ASI mendapat ASI eksklusif, Puskesmas Kemiling, dengan total keseluruhan cakupan ASI eksklusif 6 bulan 98, sebanyak 62 bayi (36.73%) tidak mendapat ASI eksklusif usia 6 bulan, dan 36 ASI mendapat ASI eksklusif.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh konsumsi sayur jantung pisang terhadap peningkatan ASI ibu.Metode: Penelitian Kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimental dengan pendekatan One group pretest – posttest design. Populasi dan sampel sebanyak 30 responden, pengambilan sampel dengan purposive sampling, uji statistik menggunakan uji t-tes dependen.Hasil: Rata-rata ASI ibu sebelum pemberian sayur jantung pisang pada ibu terhadap 30 orang ibu menyusui, dengan mean 4,90 standar deviasi 0,854 standar eror 0,1554 dan nilai min-max 4-7, sesudah pemberian sayur jantung pisang pada ibu mean 7,37 standar deviasi 0,765 standar eror 0.140 dan nilai min-max 4-8. Hasil uji statistik menggunakan tes-dependen didapat nilai p-value 0.000 (α<0.05), maka dapat disimpulkan ada pengaruh konsumsi sayur jantung pisang dengan peningkatan ASI pada ibu.Simpulan: Terdapat pengaruh konsumsi sayur jantung pisang dengan peningkatan ASI pada ibu . Petugas kesehatan khususnya bidan agar lebih meningkatkan keterampilan melalui literatur terbaru, pelatihan serta konseling pada setiap pemeriksaan ibu hamil, sehingga memiliki pengetahuan tentang manfaat yang cukup terhadap jantung pisang batu dalam meningkatkan produksi ASI.
PENGARUH PENGGANTIAN ABU TERBANG (FLY ASH) PADA SEBAGIAN SEMEN PORTLAND KOMPOSIT TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR Teguh Pribadi; Karyanto Karyanto; Yansuri Yansuri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.496 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i2.1439

Abstract

ABSTRACT : BODY IMAGE AND DAY‐TO‐DAY SOCIAL INTERACTION  IN PATIENTS WITH PULMONARY TUBERCULOSIS, LAMPUNG-INDONESIABackground: Tuberculosis (TB) is a contagious disease caused by TB (Mycobacterium tuberculosis), most germs invade the lungs, but can also attack other organs. Pre-survey results conducted on October 30, 2017 on 10 families whose family members suffered from Pulmonary TB obtained as many as 7 people (70%) less interacting with the social environment because of changes in body posture, so ashamed to interact with others.Purpose: Knowing that the relationship of self-image with social interaction among patients with tuberculosis at Public Health Services Negeri Agung Waykanan 2018.Methods: This research was a quantitative research and used cross sectional approach. The population in this research was the patient with tuberculosis and the sample of 36 respondents. Data collection using questionnaire sheet. Analysis of data with univariate (average) and bivariate using test (Chi Square).Results : Finding that 25 (69.4%) had a poor self-image, of 27 (75.0%) of respondents had poor social interaction.  The correlation of self-image with social interaction with p-values of 0.012 and OR 8.800.Conclusion: There was correlation between self-image with social interactions among patient with tuberculosis at Public Health Services  Negeri Agung Waykanan 2018. Suggested to the management of Public Health Services (Puskesmas) to be held counseling about tuberculosis to prevent isolation patient in his self.Keywords : Self-image, social interaction, tuberculosisPendahuluan: Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TBC (Mycobacterium tuberculosis), sebagian besar kuman menyerang ke paru, tetapi dapat juga menyerang organ tubuh lainnya. Hasil pra survey yang dilakukan tanggal 30 Oktober 2017 pada 10 keluarga yang anggota keluarganya menderita TB Paru didapatkan sebanyak 7 orang (70%) kurang berinteraksi dengan lingkungan social karena perubahan dari bentuk tubuhnya yang menjadi sangat kurus, sehingga malu untuk berinteraksi dengan orang lain, sedangkan sebanyak 3 orang (30%) tetap berinteraksi dengan lingkungan disekitarnya.Tujuan: Diketahui  hubungan gambaran diri dengan interaksi social pada penderita TB Paru di wilayah kerja UPT Puskesmas Negeri Agung Kabupaten Way Kanan tahun 2017.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita penyakit TB Paru sebanyak 96 orang, sampel 36 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Pengolahan data editing, coding, entri data, melakukan teknika alisis. Analisis data dengan secara univariat (rata-rata) danbivariat menggunakan uji (Chi Square).Hasil: Didapatkan 25 (69,4%) memiliki gambaran diri buruk dan sebanyak 11 (30,6%) memiliki gambaran diri yang baik,  27 (75,0%) responden  buruk dalam berinteraksi sosial dan sebanyak 9 ( 25,0%) responden baik dalam berinteraksi sosial, dengan p-value 0,012 dan OR 8,800.Simpulan: Ada hubungan gambaran diri dengan interaksi sosial pada penderita Tuberkulosis Wilayah kerja UPT Puskesmas Negri Agung Kabupaten Waykanan tahun 2018. Disarankan kepada manajemen Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) untuk diadakan penyuluhan tentang tuberkulosis untuk mencegah pasien isolasi dalam dirinya.
Pengaruh posisi condong kedepan dan terapi pursed lips breathing terhadap derajat sesak napas penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; Sekardhyta Ayuning Tias
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 4 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.646 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i4.1670

Abstract

Pursed lips breathing and an forward leaning posture to reduce dyspnea in Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) patients.Background: An in-depth personal interview in December 2019 with nurses of Dr. H. Abdul Moeloek Hospital of Lampung Province where the hospital is one of the referred hospitals for COPD in Lampung Province found that the COPD patient number increased every day. In average, there were 20 COPD patients registered every day with mostly having complaint of heavy breathless and recurring out of breath seizures. In total, in 2018, there were 491 COPD patients recorded at medical record indicating the increase compared with 237 patients in the previous year.Purpose: Knowing the effect of forward leaning posture and pursed lips breathing in respiratory rate on COPD.Methods: A quantitative study with quasi experimental one group pretest – posttest approach. The population of the study involved 93 people. The purposive sampling of 17 respondent. The statistical analysis was through T-Dependent.Result: The mean score of the breathing condition of the COPD patients before given FLP and PLB interventions was 86.71 with deviation standard 1.649, error standard 00.400 and min-max score 85 – 90. After the FLP and PLB interventions, the mean score was 92.82 with 2.856 standard deviation, 0.693 error standard, and min-max scores 88 – 97. The T-dependent statistical test found P value 0.000 (α<0.05).Conclusion: There was the effect of forward leaning posture and pursed lips breathing in respiratory rate on COPD. This research can be used as a recommendation for setting operational standard in the management of COPD patients in order to improve the caring quality of the nurses, particularly on handling FLP and PLB therapy. Keywords: Pursed Lips Breathing; Forward Leaning Posture; Dyspnea; COPDPendahuluan: Hasil wawancara personal dengan perawat di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung, dimana rumah sakit tersebut merupakan salah satu rumah sakit rujukan wilayah Lampung, pada Desember 2018 didapatkan informasi bahwa jumlah penderita PPOK setiap harinya meningkat. Rata-rata dalam sehari terdapat 20 penderita dengan PPOK yang dirawat dengan keluhan sesak nafas yang sangat berat dan sebagian besar dari mereka adalah pasien yang datang dengan serangan sesak nafas berulang. Sedangkan berdasarkan data rekam medik sebanyak 491 pasien dengan PPOK pada tahun 2018, kejadian ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 237 pasien mengalami PPOK pada tahun 2017.Tujuan: Diketahui pengaruh posisi CKD dan PLB terhadap tingkat sesak nafas pada pasien PPOK.Metode: Jenis penelitian Kuantitatif dengan rancangan penelitian menggunakan Quasi Eksperimental dengan pendekatan one group pretest – posttest design. Populasi sebanyak 93 dan sampel yang digunakan sebanyak 17 orang, pengambilan sampel pada penelitian adalah purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji t-dependen.Hasil : Rata-rata posisi kondisi pernafasan pasien PPOK sebelum diberikan terapi CKD Dan PLB dengan mean 86,71 standar deviasi 1,649 standar eror 00,400 dan nilai min-max 85-90, dan setelah diberi intervensi mean 92,82 standar deviasi 2,856 standar eror 0,693 dan nilai min-max 88-97. Hasil uji statistik menggunakan t-dependen didapat nilai p-value 0.000 (α<0.05).Simpulan : Hasil penelitian ini terdapat pengaruh posisi CKD Dan PLB Terhadap Tingkat Sesak Nafas Pada Pasien PPOK.Saran: Dapat dijadikan standar operasional penatalaksanaan pasien dengan PPOK sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan dengan cara memberikan posisi CKD dan PLB.
ANALISIS BEBAN KERJA DOKTER DAN PERAWAT DI POLI UMUM PUSKESMAS KEDATON KOTA BANDAR LAMPUNG DENGAN METODE WORKLOAD INDICATOR STAFF NEEDS (WISN) Yuwana Wijorini; Ririn Sri Handayani; Djunizar Djamaludin
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8671.095 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v7i2.151

Abstract

Pengelolaan Diabetes Melitus (DM) bertujuan untuk mempertahankan kadar gula darah dalam rentang normal, yang dapat dilakukan secara terapi nonfarmakologis dengan program diet yang teratur. Kepatuhan pasien diabetes melitus terhadap diet DM tipe 2 dapat dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap pasien terhadap diet DM tipe 2. Berdasarkan data Rekam Medis RSUD Sukadana Tahun 2011 Penderita Diabetes Melitus menjadi urutan ketiga dari sepuluh besar penyakit di instalasi rawat jalan, sebesar 954 orang, dan menjadi urutan keempat di instalasi rawat inap, sebesar 585 orang. Tujuan penelitian ini diketahui hubungan pengetahuan dan sikap pasien diabetes melitus tipe 2 dengan kepatuhan diet DM di RSUD Sukadana Tahun 2012. Desain penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien dengan diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Sukadana pada Bulan November Tahun 2012. Cara pengambilan sampel kasus penelitjaîh ini adalah dengan total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 37 respondèn. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square menyimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan (p value 0,004, OR 14) dan sikap (p value 0,002, OR 22) pasien diabetes melitus dengan kepatuhan diet diabetes mellitus tipe 2 di RSUD Sukadana Tahun 2012. Peneliti menyarankan agar selalu memberikan informasi melalui komunikasi teraupetik, pemberian leflet/brosur tentang diet DM tipe 2 agar pasien dapat mengontrol kadar gula darahnya.
HUBUNGAN RIWAYAT HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA BERAT PADA IBU BERSALIN DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2015 Naziah Naziah; Nuraini Nuraini; M. Arifki Zainaro
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.694 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i1.112

Abstract

Pendahuluan Pendidikan kesehatan dengan media booklet kepada penderita penyakit jantung koroner merupakan hal yang sangat penting karena dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pasien terhadap penyakit dan pengobatannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media booklet tentang pencegahan primer dan sekunder terhadap pengetahuan pasien CAD. Faktor –faktor yang dapat mempengaruhi pengetahuan dalam penkes adalah usia, pendidikan dan pengalaman seseorang.Metode Desain penelitian adalah quasi eksperimen, dengan pendekatan nonequivalent pre-post test control group design.Hasil Hasil analisis statistik didapatkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan pada kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan dan kelompok intervensi yang diberikan perlakuan berupa pendidikan kesehatan dengan menggunakan media booklet infromasi tentang pencegahan primer dan sekunder pada pasien CAD dengan p= 0.000.Diskusi Tingkat pengetahuan kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol tanpa diberikan pendidikan kesehatan.Penelitian selanjutnya agar melibatkan komponen edukasi dan counseling dengan media yang lebih menarik terhadap pasien-pasien coronary artery disease (CAD) dan sebagai protap dalam menajalankan pembinaan terhadap pasien rawat jalan.
Pengaruh jus jambu biji dan jus apel hijau terhadap penurunan kadar kolesterol Djunizar Djamaludin; Meilisa Tabrani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i3.1528

Abstract

Efficacy domestic apple (malus domestica) and guava fruit (psidium guajava l.) juices in the management of blood cholesterol levels Background: Hypertension is a chronic condition, which is blood pressure increases in the blood vessels. One of the causes of hypertension is a diet with high fat. High-fat levels occur precipitation of cholesterol. The methods to overcome hyper cholesterol in the blood by pharmacological and non-pharmacological. Method of non-pharmacological to reduce cholesterol levels with consuming guava and green apple juice.Purpose: Known the efficacy domestic apple (Malus domestica) and guava fruit (Psidium guajava L.) juices in the management of blood cholesterol levels.Method: The design of the research used in this study was a quasi-experiment used non-equivalent control group design. The samples were 16 samples. The sampling used a purposive sampling technique. The data analysis used Independent T-Test.Results: The study showed that the average difference of cholesterol levels in the guava juice group was 17,25±17,019 mg/dl. Meanwhile, the green apple juice group was 58,63±39,867 mg/dl. The result of t value = 2,700 and p value = 0,017 (p < 0,05).Conclusion: There was a difference effect of guava juice and green apple juice to cholesterol levels reduction. Suggestions of this study for hyper cholesterol patients to consume green apple juice as a non-pharmacological treatment.Keywords: Cholesterol; Domestic Apple (Malus Domestica); Guava (Psidium guajava L.); Consumption; Juice.Pendahuluan: Hipertensi adalah kondisi kronis dimana mengalami peningkatan tekanan darah pada dinding pembuluh darah. Salah satu penyebab hipertensi yaitu pola makan dengan kadar lemak tinggi. Kadar lemak tinggi menyebabkan terjadi endapan kolesterol. Cara mengatasi kelebihan kolesterol dalam darah dengan farmakologi dan nonfarmakologi. Cara nonfarmakologi menurunkan kadar kolesterol dengan mengonsumsi jus jambu biji dan jus apel hijau.Tujuan: Diketahui perbedaan pengaruh jus jambu biji dan jus apel hijau terhadap penurunan kadar kolesterol.Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan pendekatan non equivalent control group design. Sampel sebanyak 16 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Independent T-Test.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan perbedaan rata-rata kadar kolesterol pada kelompok jus jambu biji adalah 17,25±17,019 mg/dl. Sedangkan, pada kelompok jus apel hijau adalah 58,63±39,867 mg/dl. Hasil nilai t = 2,700 dan p value = 0,017 (p < 0,05).Simpulan: Ada perbedaan pengaruh jus jambu biji dan jus apel hijau terhadap penurunan kadar kolesterol. Saran dari penelitian ini diharapkan penderita kolesterol mengonsumsi jus apel hijau sebagai pengobatan non-farmakologi.  
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN PERAN KADER DENGAN KEIKUTSERTAAN LANSIA MENGIKUTI KEGIATAN POSYANDU LANSIA DI POSYANDU MAWAR DESA TRI RAHAYU KECAMATAN NEGERI KATON KABUPATEN PESAWARAN 2012 Susi Lestari; Rika Damayanti; Triyoso Triyoso
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4836.403 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v7i2.134

Abstract

Perkembangan anak memerlukan rangsangan/stimulus yang berguna agar potensi anak berkembang secara optimal. Salah satu rangsangan/stimulus dalam pertumbuhan dan perkembangan anak adalah dengan bermain, karena dunia anak adalah dunia bermain. Hospitalisasi dan penyakit merupakan rangsangan/stimulus yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, karena hospitalisasi dan penyakit dapat menjadikan pehgalaman yang penuh tekanan bagi anak dan menimbulkan kecemasan pada diri anak tersebut. Ruang Alamanda Rumah Sakit Abdul Moeloek Propinsi Lampung pada bulan Agustus 2012 didapatkan 80% anak mengalami kecemasan saat hospitalisasi. Kondisi ini berdampak terhadap tindakan medis yang akan dilakukan dan akan mempengaruhi proses penyembuhan anak tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh permainan terapeutik terhadap ansietas anak pra sekolah (usia 3—5 tahun) selamahospitalisasi di Ruang Alamanda RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Propinsi Lampung tahen 2012. Metode yang digunakan pada penelitian ini quasi eksperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan anak usia 3—5 tahun yang dirawat di Ruang Alamanda RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Propinsi Lampung pada bulan November 2012, yang berjumlah 34 orang. Analisis bivariat menggunakan uji t dependen (paired t test). Hasil Penelitian ini ada pengaruh yang signifikan antara permainan terapeutik dengan ansietas anak, didapatkan nilai p value 0,0001 dengan penurunan ansietas 3,06 poin-Saran pada penelitian ini permainan terapeutik harus diberikan pada setiap anak yang dirawat untuk menurunkan ansietas.
PENETAPAN KADAR ASAM SIANIDA PADA SINGKONG (Manihot esculenta Crantz.) DENGAN VARIASI WAKTU PERENDAMAN SECARA ARGENTOMETRI Dwi Urip Puji Rahayu; Yulina Yulina; Rahma Eliya; Ricko Gunawan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.138 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i1.86

Abstract

 Diabetesmilitus semakin menjadi beban kesehatan masyarakat, yang di tandai dengan meningkanya status penyakit ini kedalam urutan sepuluh penyakit terbanyak dan menjadi penyebab kematian ke tiga dalam golongan penyakit tidak menular setelah hipertensi dan stroke. Hal ini telah di perkirakan oleh WHO bahwa prevalensi diabetes militus dalam sepuluh tahun mendatang akan menjadi berlipat ganda, di Negara berkembang prevalensi penyakit ini menjadi menonjol perkembangannya dibandingkan negara maju. Prevalensi DM di Indonesia besarnya 1,2% - 2,3% dari penduduk usia  lebih 15 tahun. Sedangkan di unit rawat jalan Puskesmas Rama Indra jumlah kasus DM tipe 2 mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir yaitu pada tahun 2010 45 kasus. Tahun 2011 87 kasus dan pada tahun 2012 118 kasus. Peningkatan kasus ini diiringi dengan meningkatnya peringkat penyakit tidak menular ke dalam sepuluh penyakit terbanyak.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi eksperimental, Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah keseluruhan dari penderita DM yang berobat rutin ke Puskesmas Rama Indra, kec.Sep.Raman, kabupaten Lampung Tengah sejak bulan Januari – Desember 2012 yang terdiri dari DM tipe II sebanyak 118 orang, sedangkan sampel yang diambil adalah sebanyak 54 responden. Analisis yang digunakan adalah dengan analisa univariat, bivariat, dengan menggunakan uji t dependent dan uji t independent.Hasil dalam penelitian ini diperoleh p-value < 0,05 yang artinya ada pengaruh yang bermakna pada responden yang menjalankan senam diabetes sebanyak satu kali dalam seminggu dan tiga kali dalam seminggu. Selisih rata-rata dari perlakuan tersebut di peroleh nilai p-value sebesar 0,04, artinya senam diabetes yang dilaksanakan tiga kali dalam seminggu lebih bermakna dalam menurunkan kadar gula darah sewaktu penderita DM.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS MADU DAN PROPOLIS TERHADAP KONDISI KESEHATAN PADA BALITA DI POSYANDU MAWAR VII KELURAHAN SIDODADI, KECAMATAN KEDATON BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014 Eka Trismiyana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.383 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i2.257

Abstract

Pendahuluan: Prilaku seksual yang dilakukan oleh para remaja kita saat ini sudah sampai pada batas yangsangat mengkhawatirkan. Peningkatan yang terjadi tidak hanya dalam hal angka kejadian, melainkan juga padakualitas penyimpangan. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh pemberian penyuluhankesehatan tentang prilaku seks pranikah terhadap tingkat pengetahuan remaja kelas XI di SMA Persada BandarLampung Tahun 2015.Metode: Jenis penelitian adalah metode penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian adalah quasy eksperimendengan menggunakan pendekatan one group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruhsiswa kelas XI SMA Persada Bandar Lampung. Besar sampel penelitian adalah 87 dari (Total Population),dengan menggunakan Uji t.Hasil: Pada penelitian didapat pengetahuan responden sebelum diberikan penyuluhan kesehatan tentang prilakuseks pranikah remaja. mempunyai nilai rata-rata pengetahuan 51,48. Sedangkan pengetahuan respondensesudah diberikan penyuluhan mempunyai nilai rata-rata pengetahuan 79,89. Jadi selisih rata-rata 30,12. Hasiluji statistik didapat p-value = 0,000 < α = 0,05 yang berarti ada pengaruh pemberian penyuluhan kesehatantentang seks pranikah terhadap tingkat pengetahuan remaja. Saran bagi remaja agar dapat meningkatkanpengetahuan kesehatan tentang prilaku seks pranikah dengan mencari informasi yang baik dan akurat sertadapat memilih teman yang baik agar tidak terpengaruh terhadap perilaku seks pranikah.

Page 1 of 47 | Total Record : 465