cover
Contact Name
Muhammad Daut Siagian
Contact Email
mdsiagian@gmail.com
Phone
+6282277290216
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Sisingamangaraja, Teladan - Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
MES: Journal of Mathematics Education and Science
ISSN : 25284363     EISSN : 25796550     DOI : https://dx.doi.org/10.30743/mes.v4i2.1292
Core Subject : Education,
MES (Journal of Mathematics Education and Science) diterbitkan secara berkala pada bulan April dan Oktober oleh Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Sumatera Utara. Jurnal ini membahas tentang kajian dibidang pendidikan matematika, pembelajaran matematika berbasis ICT dan matematika terapan.
Articles 132 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIK SISWA SMP MELALUI METODE PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN SOFTWARE GEOGEBRA Annajmi Annajmi
MES: Journal of Mathematics Education and Science Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.687 KB) | DOI: 10.30743/mes.v2i1.110

Abstract

AbstractThis research is aimed to know: 1) the increasing of student’s understanding concepts mathematics ability as an impact of guided discovery method on learning with Geogebra software, 2) the interaction between learning and  early mathematic ability  in increasing understanding concepts mathematics ability, and 3) The student’s activities  in teaching and learning. This research was a quasy experiment with the sample of this research was 80 students, consisted of VII-1 class with 40 students as an experiment 1 class and VII- class with 40 students as a experiment 2  class. The instruments used consist of understanding concepts ability test and the observation sheets. The data analyzed by using anacova in the SPSS program. Based on the result of this research, it could be concluded that the  improvement of student’s understanding concepts mathematics ability through guided discovery method with Geogebra software was better than improvement of student’s understanding concepts mathematics ability without Geogebra software. There was not an interaction between the instructional approach and early mathematic ability to improvement of student’s understanding concepts mathematics ability. Students activity in learning by using guided discovery method with software Geogebra was better than students activity without Geogebra software. Keywordguided discovey, geogebra software, the ability of understanding mathematical concepts
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMK NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN MELALUI PENDEKATAN DIFFERENTIATED INSTRUCTION Ade Evi Fatimah
MES: Journal of Mathematics Education and Science Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.367 KB) | DOI: 10.30743/mes.v2i1.111

Abstract

AbstractThe research aimed study to determine: 1) the increasing ability of mathematics problem solving and student’s self regulated learning by using Differentiated Instruction is better than students comprehension convensional approach. 2) there was the interaction between learning by students first mathematic ability toward the increasing ability of mathematics problem solving and student’s self regulated learning. This kind of research is the quasi experiment. The populations of this research are all of the students in X grade of Tehnical High School 1 Percut Sei Tuan and the sample choosen is randomly sample which are Tehnical High School 1 Percut Sei Tuan contain with X TKJ1 as experiment class and X TITL1 as control class each consist of 24 students. Instrument used consisted of: (1) test studens first mathematic, (2) test problem solving and (3) self regulated learning scale. The instrument has been declared eligible content validity and reliability coeffesient of 0,809 dan 0,737 respectively for test mathematics problem solving and self regulated learning. Data analysis is done by using ANAVA two ways. The result of this research shown that (1) there increasing ability in mathematics problem solving and student’s self regulated learning by using Differentiated Instruction is better than using students comprehension convensional approach, (2) there were no interaction between learning and student’s ability level to the increasing ability of mathematics problem solving and student’s self regulated learning. The researcher suggests to use the Differentiated Instruction approach as the alternative way for teachers to increase the ability in mathematics problem solving and student’s self regulated learning. Keywords Differentiated Instruction approach, the Ability of mathematics Problem Solving and Student’s self regulated learning
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOPERATIF DENGAN PENDEKATAN STRUKTURAL TPS DAN TSTS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X5 SMA NEGERI 1 TAMBANG Azrina Purba
MES: Journal of Mathematics Education and Science Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.857 KB) | DOI: 10.30743/mes.v2i1.112

Abstract

AbstractThe research aimed to increase student’s mathematics learning of SMA Negeri 1 Tambang grade X5. This research was conducted on 36 students of grade X5 in SMA Negeri 1 Tambang through cooperative learning with approachment Think Pair Square (TPS) and Two Stay Two Stray (TSTS) technique. The material is about Linear and Quadratic Equation. This research was classroom action research. The subjects of this research was 36 students of grade X5 in SMAN 1 Tambang. The object of this research was to increase the student’s mathematics learning through Cooperative Learning with structural approachment TPS and TSTS technique for linear and quadratic equations. The instrument of this research was the student’s Mathematic result, observation, and interviews. The observations aimed to determine the researcher’s ability to manage the process of learning to determine the student’s prior knowledge was taken from student’s test before learning it was 15 (41.67%) of student reach KKM. After giving the cooperative learning with the structural TPS and TSTS technique, then giving the mathematics learning result (daily tests I). From the results of UH I data showed that as many as 20 (55.56%) students achieve KKM. Because of the results of students' mathematics learning as a whole has not been reached then resumed action on the second cycle. From the results of UH II data showed that 27 (75%) of students who reached the KKM. This means an increase in students' mathematics learning results from the first cycle to the second cycle. Keywords Mathematics Learning Result, Cooperative Learning, TPS, TSTS
PENERAPAN PENDEKATAN PROBLEM POSING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS IX SMP NEGERI 6 MEDAN PADA BANGUN RUANG SISI LENGKUNG TABUNG DAN KERUCUT Dira Puspita Sari
MES: Journal of Mathematics Education and Science Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.892 KB) | DOI: 10.30743/mes.v2i1.113

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah meningkat pemahaman siswa pada bangun ruang sisi lengkung tabung dan kerucut dengan penerapan pendekatan problem posing dan apakah penerapan problem posing pada bangun ruang sisi lengkung tabung dan kerucut sudah efektif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa siswi kelas IX-c SMP Negeri 6 Medan yang berjumlah 40 orang  dan objek penelitiannya adalah penerapan pendekatan problem posing dalam meningkatkan pemahaman pada bangun sisi lengkung tabung dan kerucut dari siswa kelas IX semester 1 SMP Negeri 6 Medan. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif. Data diperoleh dengan menggunakan tes hasil belajar yang terdiri dari lima butir soal dan observasi dari 3 kali pertemuan. Sebelum tes digunakan, terlebih dahulu divalidasi oleh 3 orang validator yaitu seorang dosen dan dua orang guru matematika. Berdasarkan hasil analisis data dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran menggunakan pendekatan problem posing dapat meningkatkan hasil belajar siswa, berarti pemahaman siswa terhadap materi tabung dan kerucut meningkat. Berdasarkan hasil analisis data dapat dikatakan bahwa penerapan pendekatan problem posing pada bangun sisi lengkung tabung dan kerucut dapat meningkatkan pamahaman siswa di kelas IX SMP Negeri 6 Medan tahun pelajaran 2008/2009. Indikator pencapaian keefektifan penerapan pendekatan problem posing ini didasarkan kepada empat aspek, yaitu: 1) Ketercapaian tingkat penguasaan siswa, 2) Ketuntasan belajar secara keseluruhan tuntas, 3) Ketuntasan pencapaian indikator tercapai, dan 4) Hasil observasi terhadap pembelajaran berjalan dengan baik. Pembelajaran dikatakan efektif  jika empat aspek di atas dipenuhi. Dari hasil analisis diperoleh: 1) Tingkat penguasaan siswa, yaitu siswa menguasai materi mencapai 87,5%, 2) Ketuntasan hasil belajar siswa secara keseluruhan tuntas yaitu 87,5% atau sebanyak 35 siswa dari 40 siswa yang memperoleh skor nilai di atas 68%, 3) Pencapaian indikator tercapai yaitu 80% atau sebanyak 4 indikator yang tercapai dari 5 indikator yang ditentukan, 4) Dari hasil observasi, dimana perhitungan rata-rata untuk aspek observasi, bahwa pembelajaran pada pertemuan I, II, dan III minimal berjalan dengan sangat baik. Sesuai dengan kriteria yang ditentukan maka dapat disimpulkan pembelajaran materi tabung dan kerucut dengan pendekatan problem posing dalam penelitian ini efektif.  Kata KunciPemahaman, Pendekatan Problem Posing.
PENGARUH METODE INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA PADA MATERI POKOK EKSPONEN DI KELAS X SMA N 1 BATANG TORU Fitriani Fitriani
MES: Journal of Mathematics Education and Science Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.045 KB) | DOI: 10.30743/mes.v2i1.114

Abstract

Abstract The background of this research problem is that there are student who are not able to use the properties of exponents and are not able to solve the problems exponent while teaching method used is a meaningful method is the method of inquiry (discovery). The main issues discussed in this study is there any influence on the results of the use of inquiry method of learning mathematics students in the subject matter exponent in class X SMA Negeri 1 Batang Toru. This study aims to explain extent of the influence of the methods of inquiry the math learning outcomes of students in the subject matter exponent in class X SMA Negeri 1 Batang Toru. Calculation of the two variables obtained by the average value of the variable X (inquiry method) is 43.77 are "enough" while the variable Y (the results of students' mathematics learning in the subject matter exponent) ie 14.81 are "enough". Based on the calculations in mind that r calculated at 0.7932 then thitung 8.4406 and 2.0189 ttable turns thitung ttabel, then the hypothesis is accepted / approved, so it can be concluded that a significant difference between the use of methods of inquiry to the results of students' mathematics learning in the subject matter exponent in class X SMA Negeri 1 Batang Toru with the category of "strong". KeywordsEffects, Methods of Inquiry, Mathematics Learning Outcomes.
PENERAPAN PEMBELAJARAN PERSAMAAN DIFERENSIAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF NUMBERED HEADS TOGETHER DAN TEAMS GAMES TOURNAMENT Metrlitna Br Sembiring
MES: Journal of Mathematics Education and Science Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.082 KB) | DOI: 10.30743/mes.v2i1.116

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kreatif dan kemampuan pemahaman konsep matematika mahasiswa yang menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Heads Together dengan mahasiswa yang menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Teams Games Tournament pada matakuliah Persamaan Differensial. Pada Penelitian ini akan dilakukan berbagai kajian dan studi literatur guna memperoleh suatu kerangka dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran, mulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan kegiatan pembelajaran, penilaian dan evaluasi, sampai dengan revisi dan pengembangan kemampuan Dosen yang berkesinambungan. Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah untuk mengembangkan kemampuan dosen dan mahasiswa calon guru matematika guna mengembangakan kegiatan pembelajaran matematika yang berkualitas dimana kegiatan pembelajarannya telah berpusat pada mahasiswa dengan mengintegrasikan teknologi secara luas. Kata KunciPembelajaran Kooperatif, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together, Teams Games Tournament
KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Muhammad Daut Siagian
MES: Journal of Mathematics Education and Science Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.525 KB) | DOI: 10.30743/mes.v2i1.117

Abstract

AbstrakTulisan ini bertujuan untuk membahas salah satu kemampuan dalam matematika yang harus dikuasai oleh siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran matematika yang direkomendasikan NCTM yaitu kemampuan koneksi matematik. Dalam tulisan ini dibahas mengenai bagaimana pentingnya kemampuan koneksi matematik dalam pembelajaran matematika dan bagaimana pembelajaran matematika ynag dapat membangun kemampuan koneksi matematik siswa. Salah satu diantaranya adalah dengan menerapkan paham konstruktivisme di dalam proses pembelajaran matematika disekolah. Kata KunciKoneksi Matematik, Pembelajaran Matematika, Konstruktivisme.
PERSAMAAN DIFFERENSIAL EKSAK DENGAN FAKTOR INTEGRASI Rosliana Siregar
MES: Journal of Mathematics Education and Science Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.127 KB) | DOI: 10.30743/mes.v2i1.118

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persamaan differensial tak eksak dengan faktor integrasi. kajian penentuan faktor integrasi pada persamaan diferensial eksak dengan menggunakan langkah-langkah penyelesaian dari persamaan differensial. Persamaan diferensial eksak memiliki kasus persamaan diferensial tak eksak, di mana persamaan diferensial tak eksak ini dapat di ubah menjadi persamaan diferensial eksak. Dalam hal ini diperlukan konsep faktor integrasi untuk menyelesaikannya, sehingga dari persamaan diferensial tak eksak dapat di ubah menjadi persaman diferensial eksak. Hasil pembahasan dari penelitian ini membuktikan adanya hubungan antara persamaan diferensial eksak dengan faktor integrasi. Kata KunciPersamaan Differensial Eksak, Tak Eksak, Faktor Integrasi
PENGARUH KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS DAN SIKAP SISWA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Sinta Dameria Simanjuntak
MES: Journal of Mathematics Education and Science Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.884 KB) | DOI: 10.30743/mes.v2i1.119

Abstract

AbstractThis research is a descriptive correlative research. The intends of this research is to describe relationships between variables attitude, mathematical understanding ability and problem solving ability of students. The research was conducted in SMP Negeri 4 Medan.  The data obtained through the attitude test, mathematical understanding test and problem solving test. The results of this study indicate that there is influence between mathematical understanding with problem-solving ability, there is influence between students attitudes with mathematical understanding, there is influence between students' attitudes with problem-solving ability and there is influence between mathematical understanding and the attitudes of students with problem-solving ability, but the fourth influence is not significant. Taken together, the attitude and ability of mathematical understanding does not affect the problem solving because the regression equation contain multicollinearity. Keywordsmathematical understanding, attitude, problem solving
EFEKTIVITAS BAHAN AJAR BERBASIS KOOPERATIF JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMA NEGERI 7 MEDAN Syahlan Syahlan
MES: Journal of Mathematics Education and Science Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.004 KB) | DOI: 10.30743/mes.v2i1.120

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas proses pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar berbasis model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, meliputi: (1) kadar aktivitas aktif siswa selama proses pembelajaran, (2) tingkat kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, (3) respon siswa terhadap komponen dan proses pembelajaran, (4) pencapaian tujuan belajar siswa dilihat dari kemampuan pemecahan masalah baik secara individu maupun klasikal. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI-IPA6 SMAN 7 Medan sebanyak 40 orang dan objek penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas proses pembelajaran yang dilakukan. Instrumen yang digunakan terdiri dari lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi kemampuan guru, angket respons siswa serta tes kemampuan pemecahan masalah. Perangkat pembelajaran yang digunakan sudah memenuhi tingkat kevalidan, demikian pula untuk tes kemampuan pemecahan masalah dengan koefisien realibilitas untuk pretes sebesar 0,867 dan postes sebesar 0,911. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa penggunaan bahan ajar berbasis kooperatif jigsaw telah dapat memenuhi efektivitas proses pembelajaran, dimana: (1) kadar aktivitas siswa telah memenuhi batas toleransi waktu ideal dengan pemanfaatan LAS yang baik dalam pembelajaran, (2) nilai kemampuan guru (NKG) pada ujicoba sebesar 3,20, termasuk kategori cukup baik. (3) respons siswa terhadap bahan ajar dan proses pembelajaran sudah positif, (4) persentase ketuntasan belajar pada saat postes telah mencapai batas ketuntasan minimal, yaitu 77,5% siswa mendapat nilai lebih dari 2,66 (B-). Kata KunciBahan Ajar, model kooperatif, jigsaw, dan kemampuan pemecahan masalah.

Page 1 of 14 | Total Record : 132