cover
Contact Name
Rita Dwi Pratiwi
Contact Email
ritadwipratiwi@wdh.ac.id
Phone
+6289529263441
Journal Mail Official
lppm@wdh.ac.id
Editorial Address
STIKes Widya Dharma Husada Tangerang Jl. Pajajaran No.1, Pamulang Bar., Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15417
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Edu Dharma Journal: Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat
ISSN : 2597890X     EISSN : 26866366     DOI : https://doi.org/10.52031/edj
Core Subject : Health,
Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat is a periodical scientific journal published by the STIKes Widya Dharma Husada Tangerang, with p-ISSN 2597-890X since 2017 and e-ISSN 2686-6366 since 2019. Edu Dharma Journal accepts scientific papers in the form of research reports (original article research papers) with focus and scope including: Nursing Midwifery Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who are interested in Nursing and Midwifery issues. Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat was first published in September 2017 and subsequently published twice a year, in March and September. The Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat is an open access journal. Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Journal began using the Online Journal System (OJS) in 2017.
Articles 91 Documents
HUBUNGAN KEPATUHAN KONSUMSI KELASI BESI SETELAH TRANSFUSI DENGAN PERTUMBUHAN PADA ANAK THALASSEMIA USIA SEKOLAH DI RSU HARAPAN BUNDA JAKARTA TIMUR 2017 Dewi Fitriani
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 2, No 1 (2018): Edu Dharma Journal: Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v2i1.29

Abstract

ABSTRAK Thalassemia adalah kelainan genetic yang ditandai oleh penurunan atau tidak adanya sintesis atau beberapa rantai polipeptida globin. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO )tahun 2013 memperkirakan 7% dari penduduk dunia mempunyai gen thalassemia. Prevalensi Penderita thalasemia diindonesia  sekitar 6 – 10%. Di RSU Harapan Bunda Jakarta Timur anak thalasemia usia sekolah mencapai 50 orang. Pengobatan yang diberikan pada pasien thalassemia adalah transfusi dan kelasi besi. Tujuan pemberian kelasi besi ialah untuk mencapai keseimbangan  zat besi dan mencegah penimbunan zat besi pada berbagai organ tubuh akibat transfusi, yang dapat menghambat pertumbuhan pada anak thalassemia. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengidentifikasi hubungan kepatuhan konsumsi kelasi besi setelah transfusi dengan pertumbuhan pada anak thalassemia usia sekolah di RSU Harapan Bunda Jakarta Timur Tahun 2017.  Metode: Metode penelitian ini adalah Cross Sectional dan metode sampling yang digunakan non-probability sampling yaitu total sampling. sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 orang yaitu anak thalassemia usia sekolah. Hasil: Hasil Penelitian ini dengan menggunakan uji Chi-Square  didapatkan sebanyak sebagian besar responden yang tidak patuh mengkonsumsi kelasi besi setelah transfusi dan pertumbuhan tidak normal sebanyak 26 orang (52%), dan sebagian responden yang patuh mengkonsumsi kelasi besi setelah transfusi dan pertumbuhan normal sebanyak 24 orang (48%), Dengan hasil nilai p-value 0.000. Kesimpulan: Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan konsumsi kelasi besi setelah transfusi dengan pertumbuhan pada anak thalassemia. Saran: Saran dari penelitian ini diharapkan pada penelitian selanjutnya dapat membahas factor lainnya yang dapat mempengaruhi kepatuhan konsumsi kelasi besi setelah transfusi dengan pertumbuhan anak thalasemia. Kata kunci : Thalasemia, Kepatuhan Konsumsi kelasi besi setelah transfusi, dan Pertumbuhan ABSTRAKThalassemia is a genetic disorder characterized by a decrease or absence of synthesis or some globin polypeptide chain. Based on data from the World Health Organization (WHO) in 2013 estimated that 7% of the world's population has thalassemia genes. Prevalence Patients with thalassemia in Indonesia about 6 - 10%. At RSU Harapan Bunda Jakarta Timur school-age thalassemia children reach 50 people. Treatments given to thalassemia patients are transfusions and iron chelations. The objective of iron sailing is to achieve iron balance and prevent the accumulation of iron in various organs due to transfusion, which can inhibit growth in children with thalassemia. Purpose: The purpose of this research is to identify the relation of iron sail adherence after transfusion with growth in child of school age thalassemia at Harapan Bunda Hospital of East Jakarta Year 2017. Methods: This research method is Cross Sectional and sampling method used non-probability sampling that is total sampling. The sample in this study amounted to 50 people namely school-age thalassemia children. Result: The results of this study using Chi-Square test found that most of the respondents who did not adhere to consuming iron chelation after transfusion and abnormal growth as many as 26 people (52%), and some respondents who dutifully consume iron sail after transfusion and normal growth of 24 people (48%), with the result of p-value 0.000. Analize: So It can be concluded that there is a significant relationship between adherence of iron chelation adherence after transfusion with growth in child thalassemia. Discussion: from this research is expected in subsequent research can discuss other factors that can influence compliance of iron chelation after transfusion with growth of child thalasemia. Keywords : Thalassemia, Compliance Consumption of iron sail after transfusion, and Growth
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAUAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA PADA SISWA SISWI DI SMK SASMITA JAYA 1 PAMULANG Putri Handayani Setyaningsih; Uswatun Hasanah; Siti Novy Romlah; Ester Risela
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Edu Dharma Journal: Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v5i1.97

Abstract

Masalah perilaku seksual sangat erat kaitannya dengan remaja, biasanya perilaku seksual remaja berasal dari perilaku seks sendiri yang diawali dengan rasa ingin tahu dan hanya menikmati pengalaman seksual yang akan mempengaruhi seksual remaja. Oleh karena itu, tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi yaitu faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi siswa SMK Sasmita Jaya 1 Pamulang dengan perilaku seksual remaja.  Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, menggunakan rencana penelitian analisis deskriptif, dan menggunakan metode cross-sectional. Alat yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan lampiran kuesioner tertutup untuk mengetahui apakah ada hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah teknik probability. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 84 siswa/i. Hasil Penelitian Hasil uji statistik menggunakan uji Chi- Square diperoleh p-value = 0.053 > α = 0.05. Maka tidak ada hubungan antara hubungan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja pada siswa siswi SMK Sasmita Jaya 1 Pamulang. Dari penelitian ini diharapkan dapat memperluas informasi mengenai perilaku seksual remaja dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi.
PENGARUH PEMBERIAN JUS BUNCIS TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL DI PUSKESMAS BENDA BARU KOTA TANGERANG SELATAN Ida Listiana; Fenita Purnamasari Indah
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 3, No 2 (2019): Edu Dharma Journal: Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v3i2.4

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Prevalensi hiperlipidemia (kolesterol tinggi) di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2013 prevalensi sebesar 35,9% (WHO 2013). Seiring dengan perkembangan zaman masyarakat cenderung memiliki perilaku konsumsi makanan berisiko. Prevalensi penduduk Indonesia dengan perilaku konsumsi makanan berisiko (makanan berlemak, berkolesterol, dan gorengan) lebih dari atau sama dengan satu kali per hari 40,7%. Banten merupakan provinsi tertinggi kelima perilaku konsumsi makanan berlemak yaitu sebanyak 48,8%. Tujuan Penelitian  untuk mengetahui adakah pengaruh pemberian jus buncis terhadap penurunan kadar kolesterol di Puskesmas Benda Baru Kota Tangerang Selatan. Metode penelitian ini pre-eksperimen (percobaan/perlakuan) dengan pendekatan pre and post one the group tanpa kelompok pembanding dan tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian ini pada pasien tinggi kolesterol di Puskesmas Benda Baru Kota Tangerang Selatan. Hasil penelitian ini dilakukan terhadap 11 responden dengan pemberian jus buncis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir setengahnya responden dengan kategori batas tinggi  yaitu sebanyak 4 responden (36,4%), dan lebih dari setengahnya responden dengan kategori tinggi yaitu sebanyak 7 responden (63,3%). Dan hasil penelitian setelah diberikan intervensi didapatkan bahwa menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan kategori normal yaitu sebanyak 10 responden (90,0%), dan sebagian kecil responden dengan kategori batas tinggi sebanyak 1 responden (9,1%). Berdasarkan uji Willcoxon, didapatkan p value 0,003 (α<0,05) yang dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dengan mengkonsumsi jus buncis terhadap penurunan kadar kolesterol. Kata kunci           : Jus Buncis, Kolesterol . ABSTRACT Background: The prevalence of hyperlipidemia (high cholesterol) in Indonesia has increased from year to year. In 2013 the prevalence was 35.9% (WHO 2013). Along with the times, people tend to have risky food consumption behavior. The prevalence of Indonesian population with risky food consumption behavior (fatty, cholesterol and fried foods) is more than or equal to once per day 40.7%. Banten is the fifth highest province of fatty food consumption behavior that is as much as 48.8%. The Method of this research pre-eksperimen ( experiment / treatment ) with the approach pre and post one the group without the comparison group and without the control group . Research sample areas on a patient high cholesterol at puskesmas new objects South Tangerang. The Result of this research was conducted on 11 respondents by administering juice. Beans this research result indicates that nearly half of respondents with category a height requirement which is as much as 4 respondents ( 36,4 % ), and more than half of respondents with high category which is as much as 7 respondents ( 63,3 % ). And the research results after being granted an intervention got that shows that most respondents with categories normal that is as much as 10 respondents ( 90,0 % ), and a small number with elevated borders category as many as 1 respondents ( 9,1 % ).  Based on the willcoxon , got that any impact on reductions in the juice beans cholesterol levels by p value , 003 & it; a ( 0,05 ) that could be observed that there are significant influence they consume juice beans to a decrease in cholesterol levels.. Keywords: Juice Beans, Cholesterol 
HUBUNGAN LAMA MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT DR SITANALA TANGERANG Dewi Fitriani; Rita Dwi Pratiwi; Roni Saputra; Katarina Silvia Haningrum
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v4i1.44

Abstract

HUBUNGAN DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SLTP NEGERI 6 YOGYAKARTA Rita Dwi Pratiwi
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 2, No 1 (2018): Edu Dharma Journal: Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v2i1.35

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Pencapaian prestasi belajar siswa pada hakikatnya dipengaruhi dari internal individu yaitu dari kondisi fisik dan psikologis siswa maupun eksternal individu yaitu dari kondisi non sosial dan sosial yang bisa datang dari orang tua. Orang tua adalah salah satu faktor eksternal yang penting dalam kelangsungan pendidikan anaknya melalui pemberian dukungan informasional, instrumental, emosi, penilaian dan penghargaan. Sampai saat ini masih ada kontroversi dalam penelitian mengenai dukungan orang tua dalam pencapaian prestasi belajar. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan dukungan orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas VIII di SLTP Negeri 6 Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah Survey Analytical korelasional non eksperimental dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII di SLTP Negeri 6 Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan metode total sampling. Pengambilan data penelitian dengan kuesioner dukungan orang tua dan dokumentasi nilai rapor siswa. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan orang tua mayoritas tinggi sebanyak 142 siswa (86,6%). Sedangkan prestasi belajar mayoritas cukup sebanyak 86 (52,4%). Hasil analisis bivariat dengan Uji a dengan tingkat kepercayaan 99% dihasilkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,271 dan signifikasi (p) = 0,000. Hal ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara dukungan orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas VIII di SLTP Negeri 6 Yogyakarta. Kesimpulan: Ada hubungan lemah dan positif antara dukungan orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas VIII di SLTP Negeri 6 Yogyakarta.Kata kunci: Dukungan orang tua, prestasi belajar, siswa SMP kelas VIII  ABSTRACTBackground: Academic achievement is the result achieved through the process of learning. Academic achievement of students is basically affected by internal as well external factors of individuals. Internal factor is viewed from physical and psychological condition of students, whereas external factor is viewed from non- social and social condition that may come from parents. Parents belong to external factor that is essential for the continuation of children's education through the support in information, instrument, emotion, evaluation and reward. Until today there are controversies over parental support in academic achievement.Objective: To identify association between parental support and academic achievement of grade VIII students of SLTP Negeri 6 Yogyakarta. Method: This was a non-experimental analytical correlational survey that used quantitative approach and cross sectional design. Samples were students of grade VIII at SLTP Negeri 6 Yogyakarta that fulfilled inclusion and exclusion criteria with total sampling method. Data were obtained through questionnaire of parental support and school report document of students. Result: The result of the study showed that the majority of students (142 students or 86.6%) got parental support and the majority of students (86 students or 52.4%) had academic achievement. The result of bivariate Spearman Rank test at significance 99% showed correlation coefficient (R) was 0.271 and significance was (p)= 0.000. This indicated that there was significant association between parental support and academic achievement of students at grade VIII of SLTP Negeri 6 Yogyakarta. Conclusion: There was weak and positive association between parental support and academic achievement of students at grade VIII of SLTP Negeri 6 Yogyakarta.Keywords: parental support, academic achievement, students at grade VIII of Junior High School
HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KONTRASEPSI DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI PADA AKSEPTOR KB SUNTIK DI BPM BIDAN E PAMULANG Holidah Holidah
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 3, No 2 (2019): Edu Dharma Journal: Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v3i2.8

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang Indonesia sebagai salah satu negara berkembang di dunia terus mengalami peningkatan laju penduduk setiap tahunnya. Hasil estimasi jumlah penduduk pada tahun 2015 tercatat sebanyak 255.461.686 jiwa dari 237.641.326 pada tahun 2010. Menurut Word Health Organization (WHO) angka pengguna kontrasepsi hormonal meningkat signifikan. Cakupan pasangan usia subur hampir 380 juta pasangan menjalankan KB dan 65-75 juta diantaranya terutama di negara berkembang menggunakan kontrasepsi hormonal, dengan pengguna terbanyak adalah kontrasepsi suntik yaitu sebesar 38,5%. Tujuan Penelitian mengetahui adakah hubungan lama pemakaian kontrasepsi dengan gangguan menstruasi pada akseptor KB suntik 3 bulan di BPM Bidan E Pamulang periode Oktober 2018 – Maret 2019. Metode Penelitian menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan Cross sectional, dimana populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB suntik 3 bulan di BPM Bidan E Pamulang yang berjumlah 428 responden dan sampel sejumlah 81 responden. Hasil Penelitian terdapat sebagian kecil yaitu 21.0% responden memakai kontrasepsi dalam jangka singkat dan hampir setengahnya yaitu 40.7% responden memakai kontrasepsi dalam jangka lama, sebagian besar yaitu 80.2% responden mengalami gangguan menstruasi serta terdapat hubungan antara lama pemakaian kontrasepsi dengan gangguan menstruasi pada akseptor KB suntik 3 bulan, dimana pada uji statistik Chi-square didapatkan p value = 0.010 <  0.05 dan nilai OR yaitu 6.382 (95% CI 1.342 – 30.357). Saran akseptor KB diharapkan mencari tahu tentang berbagai hal mengenai kontrasepsi sehingga dapat memilih metode kontrasepsi yang efektif dengan berbagai pertimbangan dan sebaiknya tidak menggunakan kontrasepsi hormonal dalam jangka lama karena semakin lama pemakaian kontrasepsi hormonal akan semakin besar resiko untuk mengalami gangguan menstruasi.Kata Kunci:          Kontrasepsi Hormonal, KB Suntik 3 Bulan, Gangguan Menstruasi ABSTRACTBackground Indonesia as one of the developing countries in the world continues to experience an increase in population rates every year. The results of the estimated population in 2015 were 255,461,686 people from 237,641,326 in 2010. According to the Word Health Organization (WHO) the number of users of hormonal contraception increased significantly. The coverage of couples of childbearing age of nearly 380 million couples runs family planning and 65-75 million of whom are mainly in developing countries using hormonal contraception, with the most users being injection contraception which is 38.5%. Objective was to find out whether there was a long relationship between contraceptive use and menstrual disorders in three months injection family planning acceptors at the Clinic Midwife E Pamulang  period October 2018 - March 2019. Methods used descriptive research with cross sectional approach, where the population in this study was all three months injection family planning acceptor at clinic midwife E Pamulang which amounted to 428 respondents while the sample was 81 respondents. Results were a small number of 21.0% of respondents using contraception in the short term and almost half of them were 40.7% of respondents using long-term contraception, most of which 80.2% of respondents experienced menstrual disorders and there was a relationship between the duration of contraception and menstrual disorders in injection family planning acceptors three months, where in the Chi-square statistical test p value = 0.010 <0.05 and OR value is 6.382 (95% CI 1,342 - 30,357). Suggestions acceptors are expected to find out about varios things about contraception so that they can choose effective cotraception with various consideration and should not use hormonal contraception for a long time because the longer the use of hormonal contraception will be the greater the risk for menstrual disorderKeywords: Hormonal Contraception, Three Months Injection Family Planning, Menstrual Disorders
PEMBERIAN KOTAK OBAT HARIAN TERHADAP KEPATUHAN MENGKONSUMSI OBAT HIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI Ratumas Ratih Puspita; Rita Dwi Pratiwi
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v4i1.48

Abstract

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI DI PUSKESMAS KAMPUNG SAWAH KOTA TANGERANG SELATAN Ida LIstiana
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 3, No 1 (2019): Edu Dharma Journal: Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v3i1.19

Abstract

ABSTRAK Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi di Puskesmas Kampung Sawah Tangerang Selatan Tahun 2016. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif berdasarkan umur ibu, tingkat pendidikan, pekerjaan dan sumber informasi. Sampel penelitian diambil dengan teknik Non Probability Sampling secara Purposive Sampling. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa kuesioner.  Hasil : Hasil distibusi frekuensi gambaran pengetahuan ibu tentang pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi dapat diketahui bahwa dari 40 responden hampir setengahnya mempunyai pengetahuan cukup tentang pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi yaitu sebanyak 19 responden (47,5%), dalam kategori umur ibu sebagian besar memiliki umur 20-35 tahun sebanyak 34 responden (85%), dalam kategori pendidikan ibu dengan pendidikan lebih dari setengahnya memiliki tingkat pendidikan tinggi (≤SMA) sebanyak 26 responden (65%), dalam kategori pekerjaan pada ibu lebih dari setengahnya adalah tidak bekerja sebanyak 24 responden (60%), dalam kategori sumber informasi lebih dari setengahnya mendapatkan sumber informasi dari nakes sebanyak 24 responden (60%). Diskusi : Dari hasil penelitian yang dilakukan bahwa pengetahuan ibu yang mengimunisasi bayinya yang berkunjung di PKM Kp.Sawah mayoritas memiliki pengetahuan cukup. Kesimpulan : Dengan adanya penelitian ini maka perlu adanya sosialisasi mengenai Imunisasi Dasar Lengkap dengan Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan Setatus kelengkapan imunisasi dasar pada bayi.Kata Kunci          : Imunisasi Dasar, Pengetahuan  ABSTRACTObjective: This study aimed to picture mother's knowledge regarding the provision of complete basic immunization in infants at Puskesmas Kampung Sawah South Tangerang Year 2016. Methods: This study used a descriptive method based on maternal age, education level, employment and resources. Samples were taken by the Non-Probability Sampling technique is purposive sampling. The data used in this research is the primary data in the form of a questionnaire. Results: The frequency distibusi picture mother's knowledge regarding the provision of complete basic immunization in infants can be seen that nearly half of the 40 respondents have enough knowledge about the complete basic immunization in infants as many as 19 respondents (47.5%), in the category of most of the mother's age have a lifespan of 20-35 years as many as 34 respondents (85%), in the category of mother's education with education more than half had a higher education level (≤SMA) of 26 respondents (65%), in the category of work in the mother more than half are not working as many as 24 respondents (60%), in the category of resources more than half of health workers get resources from as many as 24 respondents (60%). Discussion: From the results of research conducted that knowledge of mothers to immunize their babies who visit the PKM Kp.Sawah majority have sufficient knowledge. Conclusion: With this study, it is necessary to complete the socialization of Primary Immunization with the goal of raising the knowledge and setatus completeness of basic immunization in infants. Keywords: Immunization Basics, Knowledge 
PENGARUH SENAM ERGONOMIS TERHADAP TEKANAN DARAH PRALANSIA (45-59 TAHUN) DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH PUSKESMAS PISANGAN Veri Veri; Tuti Amelia
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 4, No 2 (2020): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v4i2.63

Abstract

ABSTRACTBased on data from Riskesdas in 2013, the prevalence of hypertension in Indonesia with age 45 to 54 years is 35,6% age group 55 to 64 years old 45,9% age group 65 to 74 year equal to 57,6% and group age above 75 years 63.8% hypertension, uric acid disease, rheumatism, diabetes miletus, is the most common health complaints occur in the elderly that is equal to 32.99%. According to the Ministry of Youth and Sports of the Republic of Indonesia, 2010 in Puspa, 2016 Gymnastics is highly recommended for those entering the age of prism (45 years) and aged elderly (65 years and above). Some of the exercises that can be done by elderly who are tera gymnastics, yoga, gymnastics kagel, and ergonomic gymnastics. The purpose of this study was to determine the effect of ergonomic gymnastics on blood pressure on pralansia with hypertension in Puskesmas Ciputat Timur Area Health Center. This study used the Pre-experimental The analysis in this study used Wilcoxon statistical test. The results of the study using the Wilcoxon test showed Pvalue = 0.000, and a decrease in systolic blood pressure during the week of 17.36 mmHg and diastolic 11.17 mmHg. So the conclusion is ergonomic gymnastics affect the decrease in blood pressure in pralansia with hypertension. This research is expected to be a consideration for Puskesmas Ciputat Timur Pusangan to make ergonomic gymnastics as hypertension control program. ABSTRAKBerdasarkan Riskesdas tahun 2013, kejadian hipertensi di Indonesia dengan umur 45 hingga 54 tahun yaitu 35,6% kelompok usia 55 hingga 64 tahun yaitu 45,9% kelompok usia 65 hingga 74 tahun sebesar 57,6% dan kelompok usia diatas 75 tahun yaitu 63,8% hipertensi, penyakit asam urat, rematik, diabetes miletus, merupakan keluhan kesehatan yang paling tertinggi terjadi pada lansia yaitu sebesar 32,99%. Puspa, 2016 Senam untuk mereka yang berusia pralansia (45th) dan usia lansia (> 65th). Diantaranya senam lansia yaitu senam kagel, dan senam ergonomis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam ergonomis terhadap tekanan darah pada pralansia dengan hipertensi di Wilayah Puskesmas Pisangan Ciputat Timur. Desain Penelitian Pra-eksperimental One Group Pretest Posttest. Teknik sampling nya Purposive dengan jumlah sampel 34 responden. Pemberian intervensi selama seminggu sejumlah 3x intervensi. Analisa yang dipakai uji statistik Wilcoxon. Penelitian yang digunakan uji Wilcoxon menunjukkan Pvalue = 0,000, dan terjadi penurunan tekanan darah sistolik selama seminggu yaitu 17,36 mmHg dan diastolik 11,17 mmHg. Kesimpulannya senam ergonomis berpengaruh dalam penurunan tekanan darah pralansia dengan hipertensi. Penelitian ini menjadi pertimbangan Puskesmas Pisangan Ciputat Timur untuk menjadwalkan senam ergonomis sebagai program pengendalian hipertensi..
PERBANDINGAN ANTARA RENDAM KAKI AIR HANGAT DAN MASASE KAKI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SURADITA KABUPATEN TANGERANG Riris Andriati
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 2, No 1 (2018): Edu Dharma Journal: Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v2i1.28

Abstract

ABSTRAKHipertensi suatu keadaan di mana tekanan darah menjadi meningkat melebihi batas normal karena gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkannya. Tujuan : Untuk mengetahui adakah Perbandingan antara rendam kaki air hangat dan masase kaki terhadap penurunan tekanan darah  penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Suradita Kabupaten Tangerang.Metode penelitian : desain analitik dengan pendekatan Quasy Experimental Design dengan pendekatan  pre dan post test two the group. cara pengambilan data pada penelitian ini dengan cara lembar observasi. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 50 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok I Rendam Kaki Air Hangat dan kelompok II Masase Kaki. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon Rank Test dengan tingkat signifikasi α < 0,05. sedangkan untuk mengetahui perbandingan kedua terapi menggunakan uji Mann Whitney Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : tidak ada perbandingan antara perlakuan rendam kaki air hangat dan Masase Kaki terhadap penurunan tekanan darah, dengan Nilai P value = 0,831.Kata Kunci : Rendam kaki air hangat, Masase kaki, Hipertensi. ABSTRACTHypertension a situation in which blood pressure to rise above normal limits for a on the veins of the who has resulted the supply of oxygen and nutrients carried by obstructed blood to tissues of the body need it. The purpose of this research is to find have comparison between soak the water feet warm and masase the foot against a decrease in blood pressure patients hypertension in the work area of puskesmas suradita kabupaten tangerang. methodology used s a design analytic with the approach quasy experimental design with the approach pre and post test two the group . Way the data on this research by means of sheets of observation .The sample of the in this research was 50 respondents who divided into 2 groups , group I soak the water feet warm and of group II masase feet. Technique analysis data using test wilcoxon rank test with extent of signification α < 0,05. while to know the likeness of the two therapy use the green whitney test. The research results show that: no comparison between treatment soak the water feet warm and masase the foot against a decrease in blood pressure , with the p value = 0,831. Keywords: soak the water feet warm, masase feet, hypertension.

Page 1 of 10 | Total Record : 91