cover
Contact Name
Adelia Juli kardika
Contact Email
snsebatik@gmail.com
Phone
+6285388729017
Journal Mail Official
adeliajk@politanisamarinda.ac.id
Editorial Address
Jl.Samratulangi Gunung Panjang, Samarinda Seberang
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Agriment
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini sebagai wadah untuk publikasi ilmiah hasil penelitian di bidang pertanian dalam arti luas meliputi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan, dan lingkungan
Articles 97 Documents
PERSEPSI PETANI TENTANG LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH YANG MENANGANI PEMBIAYAAN KEBUTUHAN PETANI DI DESA SUKOPURO KECAMATAN JABUNG MALANG Fita Setiati
JURNAL AGRIMENT Vol 3 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.782 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persepsi petani terhadap operasional lembaga keuangan syariah (LKS) dalam menangani pembiayaan kebutuhan petani di desa Sukopuro Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Populasi yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah masyarakat desa Sukopuro yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Penentuan sampel dilakukan dengan purposive sampling dengan kriteria untu masyarakat yang melakukan usaha dan memanfaatkan dana dari Lembaga keuangan Syariah di daerah tersebut. Adapun teknik pengumpulan data yang dipakai adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi dan focus discussion group (FGD). Analisa data dalam penelitian dalam penelitian ini dengan mencatat data dari hasil wawancara, observasi, dokumentasi dan FGD kemudian diorganisasikan untuk dipilah-pilah untuk menjawab rumusan masalah. Analisis ini dilanjut dengan mencari dan menemukan makna yang terkait dengan rumusan masalah.
PEMANFAATAN BIJI LADA DAN SERAI SEBAGAI PESTISIDA NABATI DALAM MENGENDALIKAN ULAT DASYCHIRA INCLUSA Sri Ngapiyatun; Nur Hidayat; Fadli Mulyadi
JURNAL AGRIMENT Vol 3 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.638 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini dibuat pestisida nabati dari ekstrak biji lada dan serai untuk menurunkan hama ulat Dasychira inclusa yang banyak menyerang tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Tanah dan Air Politeknik Pertanian Negeri Samarinda dan di Sanga-Sanga Kabupaten Kutai Timur.Waktu yang digunakan dalam penelitian ini sekitar 2 bulan mulai tanggal 15 Maret sampai 15 Mei 2018, meliputi persiapan alat dan bahan, pembuatan dan aplikasi pestisida nabati serta pengambilan data. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pestisida nabati terbaik yang dapat menurunkan mortalitas Dasychira inclusa yang menyerang daun sawit di Laboratorium Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan ekstrak pestisida nabati dari biji lada dan serai tidak memberikan pengaruh yang nyata dalam mengendalikan ulat Dasychira inclusa pada parameter hari ulat mati ( ekstrak biji lada hari ke-3 mati dan serai hari ke-2 mati) serta ulat Dasychira inclusa tidak mau makan mulai hari ke-2 setelah aplikasi baik perlakuan ekstrak biji lada maupun serai.
PERTUMBUHAN DIAMATER DAN TINGGI TANAMAN KAPUR (Dryobalanops aromatica Gaerth) BERUMUR 10 TAHUN DI KEBUN RAYA UNMUL SAMARINDA Herijanto Thamrin
JURNAL AGRIMENT Vol 3 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.364 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan tinggi dan diameter pohon kapur (Dryobalanops aromatica Gaerth) yang berumur 13 di Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS). Adapun hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah agar dapat memberikan salah satu pertimbangan pengelolaan kepada para pihak dalam pengembangan tanaman kapur (Dryobalanops aromatica Gaerth) umur 13 tahun khususnya di Kalimantan Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan cara metode simple random sampling. Metode sampling salah satu teknik pengambilan sampel adalah pengambilan sampel acak sederhana yang digunakan untuk memilih sampel dari populasi. Semua pohon di areal penelitian diberi nomor seluruhnya (227 pohon) kemudian diundi sebanyak 100 pohon sebagai sampel yang diamati. Pohon-pohon yang terpilih diukur diameter dan tingginya. Hasil pengukuran dioleh secara deskriptif dan statistik sederhana. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan pertumbuhan tanaman kapur (Dryobalanops aromatica.Gaertn) bervariasi besar baik untuk diameter maupun tinggi, hal ini disebabkan sebagian tanaman ternaungi (tumbuh di bawah naungan) akibat penyiapan lahan dengan sistem jalur dan jarak tanam yang lebar bisa mengotimalkan pertumbuhan diameter tanaman. Adapun saran yang diberikan adalah apabila tanaman kapur (Dryobalanops aromatica.Gaertn) diperuntukkan produksi kayunya maka perlu ada tindakan silvikultur terutama penjarangan. Namun apabila tujuan penanamannya adalah untuk perkayaan jenis maka juga diperlukan penjarangan ringan agar tanaman kapur seluruhnya bisa mendapatkan sinar matahari.
EKSPLORASI POTENSI GULMA SIAM (CHROMOLAENA ODORATA) SEBAGAI KOMPOS DAN JAMUR MIKORIZA ARBUSKULAR (JMA) DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO Hartini
JURNAL AGRIMENT Vol 3 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.356 KB)

Abstract

Untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman maka upaya yang dilakukan adalah memperbaiki kualitas tanah melalui inokulasi JMA mikoriza arbuskula (JMA) dan aplikasi kompos. Asosiasi JMA dengan akar tanaman memperluas permukaan akar sehingga meningkatkan penyerapan air dan unsur hara. Aplikasi kompos, selain bertujuan menyediakan unsur hara, juga meningkatkan porositas tanah sehingga mendukung pertumbuhan tanaman, dan perkembangan JMA. Oleh karena itu efektivitas JMA dan kompos diduga bisa lebih ditingkatkan jika keduanya diaplikasikan secara bersama-sama. Penelitian dilakukan untuk mengetahui efektivitas JMA dan kompos pada pertumbuhan Bibit kakao. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial. Terdapat 2 faktor perlakuan yaitu Inokulasi JMA dan takaran kompos. Masing-masing taraf perlakuan adalah Inokulasi JMA, yaitu Tanpa mikoriza (m0), mikoriza 10g (m1), mikoriza 15g (m2), mikoriza 20g (m3) dan takaran kompos gulma siam, terdiri dari Tanpa kompos (k0), kompos 100g (k1), Kompos 200g (k2), dan Kompos 300g (k3). Hasil penelitian menunjukkan kombinasi inokulasi JMA dan takaran kompos meningkatkan pertumbuhan dan kualitas bibit kakao untuk variabel pertumbuhan yang diamati dan kolonisasi akar. Dengan demikian kombinasi perlakuan terbaik yang direkomendasi untuk menghasilkan bibit kakao M2K2 menghasilkan bobot basah bobot kering dan kolonisasi akar yang tinggi
PENGARUH PUPUK FOSFOR DAN PUPUK KOTORAN AYAM TERHADAP KANDUNGAN SERAT DAN PRODUKSI TANAMAN KENAF (Hibiscus Cannabinus) PADA TANAH ULTISOL Ali Sadikin; Ida Rosanti; Rusmini
JURNAL AGRIMENT Vol 3 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.114 KB)

Abstract

Lahan kering di Kalimantan Selatan didominasi dengan tanah ultisol yang mempunyai tingkat kesuburan yang rendah dan masam, sehingga sangat diperlukan pemupukan yang dapat memperbaiki kondisi tanah seperti dengan pemberian pupuk fosfor (P) dan pupuk kotoran ayam. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi perlakuan pemberian pupuk P dan kotoran ayam terhadap produksi tanaman kenaf pada tanah ultisol. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Cempaka, depan kantor gardu induk PLN Banjarbaru selama 5 bulan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor. Faktor pertama dosis pupuk fosfor (p) terdiri dari 5 taraf dan faktor kedua adalah pupuk kotoran ayam (k) terdiri dari 4 taraf. Pada setiap penelitian diulang sebanyak 2 ulangan sehingga keseluruhan ada 40 kombinasi perlakuan. Variabel yang diamati kandungan serat dan produksi tanaman kenaf. Data yang diperoleh dari setiap perlakuan dianalisis dengan analisis ragam menggunakan uji F pada taraf nyata 5% dan 1%. Bila pengaruh interaksi pada uji F nyata atau sangat nyata maka analisis dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf 5% jika interaksi perlakuan tidak berpengaruh nyata, sedangkan perlakuan tunggal pada uji F nyata atau sangat nyata maka analisis dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5% untuk mengetahui perlakuan mana yang memberikan pertumbuhan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara pemberian dosis pupuk P dan pupuk kotoran ayam pada kandungan serat tertinggi pada perlakuan P4K3 yaitu 60.04 g, dan terdapat interaksi antara pemberian dosis pupuk P dan pupuk kotoran ayam pada produksi serat tertinggi pada perlakuan P4K3 yaitu 1,50 ton ha-1.
EVALUASI STATUS KESUBURAN KIMIA TANAH PADA BEBERAPA SUBGROUP TANAH DI KECAMATAN TIDORE TIMUR Amiruddin Teapon; Ramli Hadun
JURNAL AGRIMENT Vol 3 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.077 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia tanah, status kesuburan tanah dan alternatif pengelolaan tanah untuk meningkatkan kesuburan tanah di Kecamatan Tidore Timur. Penelitian ini menggunakan metode survei tanah dengan sistem jarak observasi survei bebas. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada lapisan atas (0-30cm) dan lapisan bawah (30-60 cm). Analisis data dengan cara pemberian harkat sifat tanah menurut kriteria harkat sifat kimia tanah (PPT, 1993) dan status kesuburan tanah mengacu pada kriteria klasifikasi kesuburan tanah (PPT,1983). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata sifat kimia tanah pada lapisan atas (0-30 cm) meliputi kemasaman tanah (pH) tergolong netral (pH 6,7), c-organik tergolong sedang (2,20%), KTK tanah tergolong sedang (22,63 cmol(+)/kg), kejenuhan basah (KB) tergolong sedang (55%), unsur hara Nitrogen tergolong rendah (0,19%), Phospor tergolong sedang (31,79 mg/100g) dan Kalium tergolong sedang (21,09 mg/100g). Pada lapisan bawah (0-30 cm) kondisi kemasaman tanah (pH) tergolong agak masam (pH 6,4), c-organik tergolong rendah (1,56%), KTK tanah tergolong sedang (22,21 cmol(+)/kg), kejenuhan basah (KB) tergolong sedang (44%), unsur hara Nitrogen tergolong rendah (0,12%), Phospor tergolong sedang (27,45 mg/100g) dan Kalium tergolong rendah (19,443 mg/100g). Rata-rata satus kesuburan tanah lapisan atas (0-30 cm) tergolong sedang, sementara lapisan bawah (30-60 cm) tergolong rendah. Pengelolaan tanah yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kesuburan tanah melalui pemberian bahan organik dan pengapuran, dilanjutkan pemupukan dengan menggunakan pupuk Urea, SP36 dan KCL. Selain itu tindakan konservasi tanah meliputi penanaman legume covercroop dan tanaman pupuk hijau juga diperlukan dalam upaya mencegah erosi tanah, meningkatkan bahan organik dan unsur hara tanah terutama nitrogen dan meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah.
STUDI SOSIAL, EKONOMI DAN BUDAYA DESA BENHES KECAMATAN MUARA WAHAU, KABUPATEN KUTAI TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Wartomo; Abdul Rasyid Zarta; M. Fikri Hernandi; Erna Rositah
JURNAL AGRIMENT Vol 2 No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.346 KB)

Abstract

Desa Benhes merupakan desa pedalaman di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi sosial masyarakat Desa Benhes yang meliputi demografi desa, ekonomi dan budaya masyarakat desa. Kondisi demografi desa adalah jumlah penduduk 988 jiwa, sex rasio 1,06; kepadatan penduduk 40,93 jiwa/Km2, usia produktif 52,02%, mayoritas beragama Katolik, mata pencaharian utama penduduk petani sawit dan karyawan perusahaan, dan pengangguran 28,40%. Kondisi ekonomi masyarakat desa adalah rata-rata pendapatan per keluarga perbulan Rp 2.000.000,- sampai dengan Rp 3.000.000,-, kepemilikan lahan berdasarkan warisan dan beli dari orang lain, serta terbatasnya sarana dan prasarana ekonomi. Kondisi budaya masyarakat desa adalah mayoritas penduduk Suku Dayak Wehea, adat istiadat yang berlaku adalah adat istiadat Dayak Wehea, serta tempat yang dilindungi adalah goa leseq, goa peapug, goa ngeong dan goa balaqla.
EVALUASI KEBERHASILAN PENANAMAN TANAMAN SENGON (Paraserianthes falcataria (L) I.C. Nielsen) dan TREMBESI (Samanea saman (Jacq.) Merr) PADA LAHAN BEKAS TAMBANG Herijanto Thamrin
JURNAL AGRIMENT Vol 2 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.935 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan tumbuh tanaman Sengon (Paraserianthes falcataria) dan tanaman Trembesi (Samanea saman) yang digabung penanamannya pada lahan bekas tambang yang dikelola oleh PT. Bumiku Jadi Abadi (PT BJA) di Desa Separi Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kertanegara. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan informasi tentang tingkat keberhasilan tumbuh tanaman sengon (Paraserianthes falcataria) yang digabung dengan Trembesi (Samanea saman) pada lahan bekas tambang, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan untuk budidaya sengon (Paraserianthes falcataria) dan Trembesi (Samanea Saman) pada lahan bekas tambang. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan membuat plot pengamatan seluas 1 Ha pada areal tanaman yang berumur 4 bulan dengan jarak tanam 4 x 4 m. tanaman di dalam plot pengamatan diamati semuanya, kemudian dihitung jumlah yang mati dan diidentifikasi penyebab kematiannya. Data hasil pengamatan dihitung dengan penggunakan rumus persen tumbuh. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, didapatkan bahwa tanaman sengon dan trembesi yang ditanam bersama-sama menunjukan hasil yang baik (persentase hidup lebih besar dari 80 %), namun bila dilihat dari segi pertumbuhannya, maka tanaman sengon memperlihatkan pertumbuhan yang lebih baik.
STUDI SOSIAL, EKONOMI DAN BUDAYA DESA BATU KAJANG KECAMATAN MALINAU SELATAN HILIR, KABUPATEN MALINAU PROVINSI KALIMANTAN UTARA Wartomo Wartomo; Abdul Rasyid Zarta; M. Fikri Hernandi; Erna Rositah
JURNAL AGRIMENT Vol 2 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.884 KB)

Abstract

Desa Batu Kajang merupakan desa pedalaman yang perkembangannya menurun akibat beberapa perusahaan kayu di sekitar wilayah desa berhenti beroperasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi sosial masyarakat Desa Batu Kajang yang meliputi demografi desa, ekonomi dan budaya masyarakat desa. Kondisi demografi desa adalah jumlah penduduk 441 jiwa, sex rasio 1,18; kepadatan penduduk 5,99 jiwa/Km2, usia produktif 61,22%, mayoritas beragama Kristen, mata pencaharian utama penduduk petani/peladang, pertumbuhan penduduk minus (-) 2,22%, dan pengangguran 10,10%.Kondisi ekonomi masyarakat desa adalah rata-rata pendapatan Rp 1.067.700,-/bulan, kepemilikan lahan berdasarkan warisan dan beli dari orang lain, serta kesempatan bekerja 74,19% dan kesempatan berusaha 4,52%. Kondisi budaya masyarakat desa adalah mayoritas penduduk Suku Dayak Kenyah, adat istiadat yang berlaku adalah adat istiadat Dayak Kenyah, serta pengelolaan desa dipimpin oleh Kepala Desa dan Ketua Adat.
TINGKAT KESUKAAN KONSUMEN TERHADAP TEPUNG DARI BEBERAPA JENIS PISANG DENGAN LAMA PENYIMPANAN BERBEDA Rusmini Rusmini; Ali Sadikin
JURNAL AGRIMENT Vol 2 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.531 KB)

Abstract

Bananas including fruits are perishable, one way to enhance the value to bananas by processing into flour. The layout of the plantations that far with the treatment site causes bananas harvested storage should experience some time before it is processed into flour, but still can be processed into flour with good quality. This study aims to understand the interaction between the types of bananas with storage time, and to determine the type and duration of storage of bananas which have characteristics that best banana flour. This research was conducted at the Laboratory of Plant Physiology, Laboratory of Agricultural Product Processing and Basic Laboratory University Mangkurat Banjarbaru for 4 months. The design environment used in this study is a randomized block design (RAK) while the design of the treatment is the draft Petak Separated (Split-Plot Design) where the main plot is a type of banana (A), which consists of 3 levels, while the subplot is the storage time (B) consisting of 6 level. Bananas (A), which consists of three levels, namely: a1 = Banana Kepok / Descending, a2 = Bananas Cotton and a3 = Banana Awa and retention (B) consisting of six levels ie: b0 = Not saved (0 days), b1 = Saved (1 day), b2 = Saved (2 days), b3 = Saved (3 days), b4 = Saved (4 days) and b5 = Saved (5 days) were tested with non-parametric statistical Kruskal hedonic method -Wallis , The results showed that the organoleptic test by using the Kruskal-Wallis analysis of the level of consumer preferences in color, texture and smell indicates that no significant effect on the level of consumer preferences. This means, any kind of bananas gives the same effect on everyone's favorite will be the color, texture and smell of banana flour.

Page 1 of 10 | Total Record : 97