cover
Contact Name
Ernyasih
Contact Email
ummi.rifali@gmail.com
Phone
+6281381032704
Journal Mail Official
jurnal_eohsj@umj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. KH. Ahmad Dahlan, Cireundeu, Ciputat Tangerang Selatan, 15419, email: jurnal_eohsj@umj.ac.id
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL
ISSN : -     EISSN : 27453863     DOI : 10.24853/eohjs.1.1.1-8
EOHSJ (Environtmel Occupational Health and Safety) : merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta dalam bidang ilmu kesehatan masyarakat. Tujuan jurnal ini adalah untuk mempublikasikan artikel yang berkualitas untuk semua aspek perkembangan terkini di bidang kesehatan lingkungan dan kesehatan keselamatan kerja. Skala terbitan Jurnal dua kali Setahun pada Januari dan Juli. E-ISSN: 2745-3863 Ruang Lingkupnya mencakup lingkungan udara, air, tanah, sanitasi makanan, limbah, vektor dan hama, kesehatan dan keselamatan kerja. Jurnal ini terbit setiap enam bulan sekali (Juli dan Januari). Publikasi dijurnal ini terlebih dahulu dilakukan proses peer review.
Articles 40 Documents
Kesehatan Lingkungan Dan Kesehatan Kerja Dalam Perspektif Negara Hukum A Kahar Maranjaya
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.1.2.245-254

Abstract

Kesehatan adalah keadaan yang sehat, baik fisik dan mental maupun spiritual dan sosial, yang memungkinkan setiap orang dapat hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Oleh karena itu dalam Negara Hukum Republik Indonesia, masalah kesehatan termasuk didalamnya kesehatan lingkungan serta keselamatan dan kesehatan kerja menjadi hal yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Kesehatan Lingkungan bertujuan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat secara fisik, kimiawi, biologis, dan sosial untuk mencegah penyakit dan / atau gangguan kesehatan yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan bahaya. Sementara perlindungan Keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja merupakan langkah preventif agar tidak terjadi kecelakaan kerja dan penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan. Oleh karena itu, keselamatan dan kesehatan kerja harus dimasukkan dalam kontrak kerja, karena keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hak standar pekerja dan harus disediakan oleh perusahaan., sebagai wujud Negara hadir memberi perlindungan kepada warganya.---Health is a healthy condition, both physically and mentally as well as spiritually and socially, which enables everyone to live productively socially and economically. Therefore, in the constitutional state of the Republik of Indonesia, health issues including environmental health and safety and occupational health are things that are regulated in statutory regulations. Environmental health is an activity or a series of activities aimed at a healthy environmental quality from physical, chemical, biological, and social aspects in order to prevent disease and/or health problems caused by environmental risk factors. Meanwhile, the protection of occupational safety and health that is provided to workers is a preventive measure so that there are no occupational accidents and occupatinal diseases. Therefore, occupational safety and health are the normative right of workers that must be granted by companies, as a form of the state being present to provide protection to its citizens.
Analisa Bahaya Covid-19 Sebagai Pencegahan Penyebaran Virus Di Terminal Dengan Metode HIRAC gibrant Alif Abikhairi; Ziven Shaquilla A; Marsya Imara S; Muhammad Luqman N; Ayu Risnawati; Chandra Sukri SD
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.1.2.119-127

Abstract

Pada saat pandemi COVID-19 saat ini banyak sekali masyarakat yang melakulan perjalanan ke kampung halamannya masing-masing dikarenakan pekerjaan yang tidak dapat dilakukan saat pandemi COVID-19.Salah satu  fasilitas umum untuk mendapatkan akses perjalanan ke kampung halaman salah satunya terdapat di terminal angkutan darat.Bedasarkan studi literatur, terminal merupakan tempat yang rawan terhadap penularan COVID-19.Oleh karena itu,untuk menghindari hal tersebut ialah dengan memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja(K3).Penelitian ini menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assessment(HIRA) yang dilakukan dengan cara memperluas objek pengamatan pada tahapan aktivitas yang terdapat di terminal yang akan membantu mengendalikan bahaya lingkungan kerja, sehingga dapat meminimalisir khususnya penularan virus corona di kawasan terminal---At the time of the COVID-19 pandemic, many people were traveling to their hometowns due to work that could not be done during the COVID-19 pandemic. . Based on literature studies, the bus station is a place that is prone to transmission of COVID-19. Therefore, to avoid this is to pay attention to occupational health and safety (K3). This research uses the Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) method which is carried out with how to expand the object of observation at the activity stage contained in the bus station that will help control the hazards of the work environment, so as to minimize especially transmission of the corona virus in the bus station
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN KESELAMATAN BERKENDARA OJEK ONLINE DI KABUPATEN BOGOR TAHUN 2018 Aulia Fahmi; Nazarwin Saputra; Munaya Fauziah
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 1, No 1 (2020): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.1.1.9-16

Abstract

Kecelakaan lalu lintas masih menjadi masalah serius di negara Indonesia. Data Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri), menyatakan total kecelakaan lalu lintas  yang terjadi di tahun 2017 mencapai 120.041, dan menelan korban jiwa sebesar 25.491, dan Bogor merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Barat yang memiliki jumlah kecelakaan cukup tinggi, yaitu sebanyak 357 kejadian dengan kontribusi tertingginya adalah pengguna sepeda motor, mencapai 94,3%. Tujuan yang ingin dia capai dalam penelitian adalah diketahuinya  faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan keselamatan berkendara pada ojek online 2018. Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional dengan sampel sebanyak 99 orang, dipilih dengan menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen menggunakan berupa kuesioner yang langsung diisi oleh responden., analisa data, univariat dan bivariat.Berdasarkan hasil analisis univariat diketahui ojek online yang tingkat pengetahuan keselamatan berkendaranya kurang baik adalah 59,6%. Sedangkan berdasarkan hasil analisis bivariat variabel usia diperoleh nilai p(0,536), variabel masa kerja diperoleh nilai p(0,469), variabel tingkat pendidikan diperoleh nilai p(0,063), variabel pengalaman diperoleh nilai p(0,00), variabel informasi diperoleh nilai p(1,00). Variabel yang berhubungan dengan pengetahuan keselamatan berkendara adalah pengalaman. Sedangkan variabel usia, masa kerja, tingkat pendidikan dan keterpaparan informasi tidak berhubungan dengan pengetahuan keselamatan berkendaran.---Traffic accidents  are still a serious  problem  in Indonesia. Data from the Indonesian National Police Traffic Corps (Korlantas  Polri),  stated  that  the  total  traffic  accidents  that  occurred  in  2017  reached  120,041,  and claimed lives of 25,491, and Bogor was one of the cities in West Java Province that had quite a high number of accidents,  namely 357  events  with the  highest contribution  were  motorcycle users, reaching 94.3%. The goal  he  wants  to  achieve  in  this  research  is  to  know  the  factors  related  to  driving  safety  knowledge  in  the 2018  online  motorcycle  taxi.  The  study  design  used  in  this  study  was  cross-sectional  witha  sample  of  99 people,  selected  using  accidental  sampling  techniques.  The  instrument  used  in  the  form  of  a  questionnaire that was directly filled in by respondents., Data analysis, univariate and bivariate. While based on the results of  bivariate  analysisthe  age  variable  p  (0.536),  the  length  of  service  variable  p(0.469),  the  education  level variable  p(0.063),  the  experience  variable  p(0.00),  the  information  variable  p(1.00).  Variables  related  to driving safety knowledge are experiences. Whereas variablesof age, years of service, level of education and information exposure were not related to knowledge of driving safety.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Aman Berkendara (Safety Riding) pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Jakarta Tahun 2020 Anisa Nur Aeni; Luqman Effendi; Munaya Fauziah; Dadang Herdiansyah
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.1.2.191-204

Abstract

Safety riding dapat diartikan sebagai cara berkendara yang aman dan nyaman baik bagi pengendara, safety riding mengacu kepada perilaku berkendara yang secara ideal harus memiliki tingkat keamanan yang cukup. Data dari Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia mencatat jumlah kecelakaan di Indonesia sepanjang 2018 sebanyak 109.215, jumlah tersebut naik 4,69% dibandingkan pada tahun 2017 dengan 104.327 kejadian, selama kurun waktu 2014-2018, jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami kenaikan rata-rata 3,30% per tahun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Aman Berkendara (Safety Riding) pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Jakarta tahun 2020”.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dengan jumlah responden dalam penelitian yaitu 107 sampel. Metode pengambilan data menggunakan kuesioner dalam bentuk google form. Adapun analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik chi-square pada perangkat lunak statistikAda hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, pengetahuan, dan self efficacy dengan perilaku aman berkendara (safety riding) (P value = 0,000), tidak ada hubungan yang signifikan antara masa berkendara dengan perilaku aman berkendara (safety riding) (P value = 0,171).Faktor-faktor yang memiliki hubungan dengan perilaku aman berkendara (safety riding) yaitu jenis kelamin, pengetahuan, dan self efficacy. Perlunya pihak universitas dapat bekerja sama dengan pihak kepolisian lalu lintas dalam mengadakan penyuluhan atau pelatihan untuk para mahasiswa terkait perilaku aman berkendara (safety riding).---Safety riding can be interpreted as a way of driving safely and comfortably for drivers, safety riding refers to ideal driving manners with adequate safety level for drivers. Data from the Indonesian Police Traffic Corps recorded the number of accidents in Indonesia throughout 2018 as many as 109,215, this number increased by 4,69% compared to 2017 with 104,327 incidents, during the 2014-2018 period, the number of traffic accidents increased by an average of 3,30% per year.The purpose of this study is to discover Factors Related to Safety Riding Behavior on Students of the Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Jakarta in 2020. This study is a quantitative research with cross sectional experiment design with 107 samples of respondents. Questionnaire through google form is used for data collection. The data analysis in this study used the chi-square statistical test in the SPSS 23 application.There is a significant correlation between gender, knowledge of driving, and self efficacy with safety riding (P value = 0,000) while there is no significant correlation between driving time with safety riding (P value = 0,171).This study indicates that gender, knowledge and self efficacy are the influencing factors of safety riding. It’s necessary to joint action between university and government/police officials is needed to provide seminar or training programs regarding safety riding for university students.
GAMBARAN TINGKAT RISIKO KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA BAGIAN PRODUKSI I DI PT. “X” MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL (HIRARC) TAHUN 2018 Rizki Ajma Nurfauzan; Djamal Thaib
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 1, No 1 (2020): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.1.1.61-70

Abstract

Kecelakaan di tempat kerja menyebabkan kerugian bagi tenaga kerja maupun perusahaan secara langsung dan tidak langsung. Pencegahan kecelakaan kerja dapat dilakukan dengan mengetahui risiko yang ada, salah satunya melalui metode Hazard Identification, Risk Assesment, and Risk Control (HIRARC). PT. “X” adalah salah satu perusahaan manufaktur di Jakarta Timur yang memproduksi zat pewarna tekstil. Terdapat 9 kasus kecelakaan yang dialami oleh tenaga kerja pada tahun 2017. Tujuannya untuk mengetahui pengelolaan risiko K3 dari setiap proses kerja dan melakukan penilaian risiko untuk mengetahui tingkat risiko dan penanganan yang perlu dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi langsung dan wawancara. Analisis dilakukan dengan menghitung risiko dalam bentuk skor. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahaya yang ada di antaranya beban berat, debu material, alat kerja (pisau/cutter), terjatuh/terperangkap, panas dari proses/mesin, gas kimia, tumpahan air, bising, getaran, dan alat yang menggantung. Penelitian diperoleh tingkatan risiko yang ada di bagian produksi I PT. “X” berada dalam tingkat risiko low (12,5%), tingkat risiko moderate (37,5%), tingkat risiko high (43,75%), tingkat risiko extreme (6,25%). Pengendalian risiko yang dapat dilakukan adalah dengan rekayasa/engineering yaitu menyediakan eye washer dan penampung air. Pengendalian administratif dengan memberikan informasi mengenai cara mengangkat dan mengangkut serta menyediakan simbol atau tanda bahaya di bagian produksi I. ---Accidents at work cause loss to worker or company directly and indirectly. Accident prevention can be done by knowing the risks involved, one of them through methods Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). PT. “X” is one of the manufacturing companies in East Jakarta that produces textile dyes. There were 9 cases of accidents experienced by workers in 2017. This study was conducted on the production 1 which was prone to get some accidents. The aim of this study is to find out the occupational health and safety risk management from each work process and doing a risk assessment to know risk level and prevention which needed. Based on the results of the study has known the hazards that exist on the production 1 are heavy weight, dust materials, working tools (knife/cutter), drop or trapped, heat from the process/machine, chemical gas, water spill, noise, vibration, and tools that are hanging. The conclusion from the study obtained a level of risk that exists on the production I of PT “X” are at low risk level (12.5%), moderate risk level (37.5%), high risk level (43.75%), extreme risk level (6.25%). For the advice, The Company can control the risks by providing eye washer and water reservoir as engineering control. Administrative control can be done by providing information how to lift and transport also providing a symbol or a sign of danger on the production 1.
Determinan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri Petugas Laundry, Dapur, UPS RS Hermina Jatinegara Tahun 2017 novia zulfa hanum
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.1.2.143-152

Abstract

Untuk meningkatkan daya saing dan produktifitas rumah sakit dibutuhkan penerapan budaya K3 salah satunya adalah penggunaan APD. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pendidikan, pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri pada petugas bagian laundry, dapur, dan unit pelayanan sterilisasi RS Hermina Jatinegara Tahun 2017. Metode penelitian adalah analisis kuantitatif dengan desain cross sectional dilakukan di RS Hermina Jatinegara, pada Maret-Agustus 2017. Populasi berjumlah 110 orang dengan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 95 orang. Metode pengambilan sampel yaitu accidental sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat, bivariat. Hasil penelitian menunjukkan variabel pengetahuan dan sikap tidak berhubungan signifikan dengan penggunaan APD. Sedangkan variabel yang berhubungan signifikan dengan penggunaan APD adalah pendidikan (OR 3,920).---To improve the competitiveness and productivity of hospitals, it is necessary to apply the OSH culture. One indicator is the use of PPE. The purpose of research is to to know the relationship of education, knowledge, and attitude of use PPE in laundry, kitchen, and sterilization unit RS Hermina Jatinegara in 2017. Laundry, kitchen, and sterilization units have a high risk for working accidents and occupational diseases. The research method is quantitative analysis method with cross sectional design at RS Hermina Jatinegara, in March-August 2017. Population in this research totally 110 persons. The sample used in this study 95 people with accidentally sampling method. The analysis used in this research is univariate, bivariate. The results showed that knowledge and attitude did not significantly correlate with the use of PPE. While the variables significantly related to the use of PPE are education (OR 3,920)
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK, KENYAMANAN, DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PETANI PENGGUNA PESTISIDA DI DESA “X’’ TAHUN 2018 Miftahul Jannah; Sri Riptifah Tri Handari
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 1, No 1 (2020): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.1.1.17-28

Abstract

Salah satu kegiatan dalam program intensifikasi pertanian adalah pemberantasan hama dengan penggunaan pestisida. Pestisida memiliki banyak manfaat bagi sektor pertanian, tetapi juga memiliki potensi bahaya yang besar bagi kesehatan seperti keracunan. Memperhatikan potensi bahaya yang dapat ditimbulkannya, maka petani sebagai pengguna pestisida harus mempunyai pengetahuan yang memadai tentang pestisida. Pengetahuan dapat diperoleh dari sosialisasi penyuluh pertanian setempat mengenai pestisida, sehingga setelah mengetahui bahaya yang ditimbulkan, petani akan lebih memperhatikan perilakunya dalam menggunakan alat pelindung diri.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik,  kenyamanan, dukungan sosial dengan perilaku penggunaan APD pada petani di desa Babelan Kota.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah kelompok tani di desa “X”sebanyak 57 petani. Teknik sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan pada variabel pendidikan (p=0,000), kenyamanan APD (p=0,001), dukungan tokoh masyarakat (p=0,001), dukungan penyuluh pertanian (p=0,001) dengan perilaku penggunaan APD. Sebaliknya tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel umur (p=0,709), jenis kelamin (p=1,000), pengetahuan (p=0,644), masa kerja (p=0,247) dengan perilaku penggunaan APD pada petani pengguna pestisida  di Desa “X” Tahun 2018.Sebagian besar responden berperilaku kurang baik dalam penggunaan APD dengan hasil persentase sekitar 86%.Peneliti menyarankan agar pihak penyuluh pertanian dapat lebih memberikan sosialisasi terkait bahaya pestisida agar petani dapat mengubah perilakunya dalam penggunaan APD saat berkontak dengan pestisida. --- One of the activities in the agricultural intensification program is the eradication of pests with the use of pesticides. Pesticides have many benefits for the agricultural sector, but also have great potential dangers to health such as poisoning. Noting the potential hazards that can be caused, farmers as pesticide users must have adequate knowledge about pesticides. Knowledge can be obtained from the socialization of local agricultural extension workers regarding pesticides, so that after knowing the dangers posed, farmers will pay more attention to their behavior in using personal protective equipment. This study aims to determine the relationship between characteristics, comfort, social support and PPE use behavior in farmers in “X”village.This research is a quantitative research with analytical method with cross sectional approach. The sample in this study is a farmer group in the village of “X”as many as 57 farmers. The sample technique used is accidental sampling.Showed that there were significant relationships between education variables (p = 0.000), comfort of PPE (p = 0.001), support of community leaders (p = 0.001), social support (agricultural extension) (p = 0.001) with PPE use behavior. On the contrary there was no significant relationship between the variables of age (p = 0.709), gender (p = 1.000), knowledge (p = 0.644), years of service (p = 0.247), with the behavior of PPE use by farmers using pesticides in “X”Village.Most respondents behave unfavorably in using PPE with a percentage of around 86%.Researchers suggest that related agencies can provide more socialization related to the dangers of pesticides so that farmers can change their behavior in the use of PPE when in contact with pesticides.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Santri MTS di Pondok Pensantren Al-Amanah Al-Gontory Tahun 2020 Ernyasih Ernyasih; Melinda Mega Sari
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.1.2.205-216

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ditatanan pesantren merupakan perpaduan dari tatanan institusi pendidikan dan tatanan rumah tangga yang bertujuan untuk membudayakan PHBS bagi santri, pendidik dan pengelola pesantren agar mampu mengenali dan mengatasi masalah kesehatan dilingkungan pesantren dan sekitarnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Santri MTS di Pondok Pensantren Al-Amanah Al-Gontory tahun 2020. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan sampel 134, teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Adapun analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan PHBS diketahui adalah pengetahuan (p value=0,000), sikap (p value =0,009), sarana prasarana (p value =0,000) peran guru (p value =0,000) dan peran teman sebaya (p value =0,000). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan yaitu umur (p value =0.184) dan jenis kelamin (p value =0,610). Diharapkan pondok pesantren membentuk peraturan terkait PHBS serta melakukan kegiatan penyuluhan rutin tentang manfaat dari penerapan PHBS.---Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in a pesantren setting is a combination of educational institutions and household structures that aim to cultivate PHBS for students, educators and pesantren managers to be able to recognize and overcome health problems in the pesantren environment and its surroundings. The purpose of this study was to determine the factors associated with Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in MTS Santri at Al-Amanah Al-Gontory Islamic Boarding School in 2020. The research design used a cross sectional study with a sample of 134, the sampling technique used random sampling. . The data analysis in this study used the chi-square statistical test. The results of the analysis show that the variables related to PHBS are known to be knowledge (p value = 0,000), attitude (p value = 0.009), infrastructure (p value = 0,000), the role of the teacher (p value = 0,000) and the role of peers (p value. = 0,000). Meanwhile, the unrelated variables were age (p value = 0.184) and gender (p value = 0.610). It is hoped that Islamic boarding schools will form regulations related to PHBS and carry out routine outreach activities about the benefits of implementing PHBS.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA INDUSTRI INFORMAL PENGELASAN DI KECAMATAN “X”, KOTA TANGERANG TAHUN 2017 Ujiana Tri Rahayu; Luqman Effendi; Andriyani Andriyani
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 1, No 1 (2020): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.1.1.71-80

Abstract

Angka kecelakaan kerja berdasarkan laporan International Labour Organization (ILO) tahun 2010, di seluruh  dunia terjadi lebih dari 337 juta kecelakaan dalam  pekerjaan per tahun. Setiap hari,  6.300 orang meninggal karena kecelakaan kerja  atau  penyakit  yang  berkaitan dengan pekerjaan. Sekitar 2,3 juta kematian per tahun terjadi di seluruh dunia. Angka kecelakaan kerja di Indonesia tergolong cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan faktor-faktor perilaku pekerja dalam penggunaan APD pada industri pengelasan informal di Kecamatan “X”, Kota Tangerang tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja industri informal pengelasan di Kecamatan “X”, Kota Tangerang yang berjumlah 154 orang dan di analisis dengan analisis univariat dan analisis bivariat. Berdasarkan hasil analisis univariat, responden yang paling banyak menggunakan alat pelindung diri pada saat bekerja 83 (53,9%), Usia < 30 Tahun 97 (63,0%), berpendidikan tinggi 74 (48,1%), Masa kerja yang sudah lama, yaitu sebanyak 90 (58,4%), pelatihan kerja 95 (61,7%), fasilitas APD yang lengkap 101 (65,6%), hukuman dalam bekerja bila tidak menggunaka APD 105 (68,2%), penghargaan bila menggunakan APD 98 (63,6%) responden, pengawasan dalam penggunaan APD 92 (59,7%),  pengetahuan yang baik mengenai penggunaan APD 61 (39,6%), sikap setuju dalam penggunaan APD 119 (77,3%). Berdasarkan hasil analisis bivariat, terdapat variabel yang menunjukan adanya hubungan yang signifikan dengan penggunaan APD. Ada hubungan antara faktor usia, pendidikan, masa kerja, pengetahuan, pelatihan sikap, fasilitas APD, hukuman, penghargaan dan pengawasan dalam mempengaruhi pengguanaan APD pada industri informal pengelasan di Kecamatan “X” Kota Tangerang. ---The number of work accidents based on the report of the International Labor Organization (ILO) in 2010, worldwide more than 337 million accidents at work per year. Every day, 6,300 people die from work accidents or work-related diseases. Around 2.3 million deaths per year occur worldwide. The number of work accidents in Indonesia is quite high. This study aims to examine the relationship of worker's behavior factors in the use of PPE in the informal welding industry in the District "X", Tangerang City in 2017. This study uses quantitative research methods with cross sectional study design. The population in this study was welding informal industry workers in the District "X", Tangerang City, amounting to 154 people and analyzed with univariate analysis and bivariate analysis. Based on the results of univariate analysis, the respondents who used the most personal protective equipment at work were 83 (53.9%), Age <30 Years 97 (63.0%), highly educated 74 (48.1%), years of service a long time ago, namely 90 (58.4%), job training 95 (61.7%), complete PPE facilities 101 (65.6%), penalties for work if not using PPE 105 (68.2%) , appreciation when using PPE 98 (63.6%) of respondents, supervision in the use of PPE 92 (59.7%), good knowledge about the use of PPE 61 (39.6%), agreeing attitude in using PPE 119 (77.3 %). Based on the results of bivariate analysis, there are variables that indicate a significant relationship with the use of PPE. There is a relationship between the factors of age, education, years of service, knowledge, attitude training, PPE facilities, punishment, awards and supervision in influencing the use of PPE in the informal welding industry in the "X" District of Tangerang City.
Analisis Penerapan Sistem Proteksi Kebakaran Pasif dan Sarana Penyelamatan dalam Upaya Program Emergency Response Plan di Jakarta Eye Center Kedoya Tahun 2020 Gori Gogendra; Andriyani Andriyani
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.1.2.129-142

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu bencana yang disebabkan oleh kelalaian manusia (human error) yang berdampak kerugian harta benda, terhentinya usaha, trauma dan bahkan korban jiwa. Area tempat kerja yang mungkin terjadi kebakaran yaitu pada Rumah Sakit. Perencanaan dan penerapan sistem tanggap darurat menjadi metode yang digunakan dalam manajemen proteksi kebakaran. Tujuan penelitian ini yaitu menjelaskan gambaran standar penerapan sistem proteksi kebakaran pasif dan sarana penyelamatan di Jakarta Eye Center Kedoya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan komparatif yaitu menggali informasi secara mendalam dan observasi dilapangan, kemudian hasil akan dibandingkan dengan peraturan terkait bencana dan atau penanggulangan kebakaran sehingga didapat kesesuaian standar penerapan sarana penyelamatan dan sistem proteksi kebakaran pasif di Jakarta Eye Center Kedoya. Hasil penelitian yang dilakukan pada sistem proteksi kebakaran pasif dan sarana penyelamatan berdasarkan skala likert yaitu 5 (lima) yang berarti sudah sangat sesuai dengan Permen PU No:26/PTR/M/2008 tentang Persyaratan teknis sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung dan lingkungan. Pembandingan yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara dengan kesesuaian penerapan berdasarkan peraturan didapat bahwa penerapan sistem proteksi kebarakan di Jakarta Eye Center Kedoya sudah sangat sesuai dengan peraturan yang berlaku. Saran dan rekomendasi untuk Jakarta Eye Center Kedoya dapat terus mempertahankan, terus memperbaiki dan mengembangkan program Emergency Response Plan sebagai upaya Management safety sesuai peraturan dan kebijakan nasional.---Fire is one of the disasters caused by human error which results in loss of property, business cessation, trauma and even fatalities. Areas of work that may occur in a fire that is at the hospital. Planning and implementing an emergency response system is a method used in fire protection management. The purpose of this study is to explain the standard description of the application of passive fire protection systems and rescue facilities at Jakarta Eye Center Kedoya. This research uses a descriptive method with a comparative approach that is digging in-depth information and field observations, then the results will be compared with regulations related to disaster and or fire management so that the standard of safety rescue and passive fire protection systems in the Jakarta Eye Center Kedoya will be compared. The results of research conducted on passive fire protection systems and rescue facilities based on a Likert scale is 5 (five) which means it is very corresponding by Permen PU No: 26/PTR/M/2008 concerning the technical requirements of fire protection systems in buildings and environment. Comparisons obtained from observations and interviews with the suitability of the application based on the regulations found that the implementation of the fire protection system in Jakarta Eye Center Kedoya is very corresponding by applicable regulations. Recomendation to Jakarta Eye Center Kedoya can continue to maintain, improve and develop the Emergency Response Plan program as a safety management effort following national regulations and policies.

Page 1 of 4 | Total Record : 40