cover
Contact Name
Erna Meiliana
Contact Email
ernameiliana@trisakti.ac.id
Phone
+6287840093703
Journal Mail Official
senirekarancang@trisakti.ac.id
Editorial Address
Magister Desain Produk Fakultas Seni Rupa dan Desain Unversitas Trisakti Jln. Kyai Tapa No.1,Grogol Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 26566346     EISSN : 26544725     DOI : https://doi.org/10.25105/jsrr
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Seni dan Reka Rancang Jurnal Ilmiah Magister Desain Produk Universitas Trisakti terbit pertama terbit bulan Nopember 2018. Jurnal ini akan diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun yaitu bulan April dan Nopember oleh Pusat Studi Reka Rancang Visual dan Lingkungan Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti. Jurnal ini berisi artikel memuat artukel ilmiah bidang pengetahuan, kajian pendapat, dan gagasan intelektual yang berkaitan dengan bidang studi: Desain Komunikasi Visual, Desain Interior, Desain Produk, Fotografi dan ilmu-ilmu terkait.
Articles 82 Documents
Pengembangan Motif Batik Semarangan Menggunakan Tipografi sebagai Gagasan Visual Brian Alvin Hananto; Achmad Syarief; Agus Nugroho ujianto
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Seni & Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.225 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v1i1.3874

Abstract

AbstractIn the past 10 years, as production knowledge evolved and consumption increased, batik is flourished in Indonesia either through self-development business or county’s development centre programme. One of the promising development centre project is Semarang Batik Village (Kampung Batik Semarang) that produce both traditional motif of Semarang’s Batik (Semarangan) and contemporary motifs using visuals of popular icon of Semarang such as culinary, architectural, and tourism spot objects. Based on the premise of batik as visual medium, the research developed new and contemporary Semarangan batik using typography as visual elements. It conducted in 2 (two) phases: first phase was using literature review, on site observation and interview with batik craftsmen at Kampung Batik Semarang. Second phase was the designing process on the purpose to visualize motif through digital means. Results of batik development are 5 (five) new contemporary motifs of Batik Semarangan that each produce in 2 (two) tone colours.AbstrakDalam dasawarsa terakhir teknologi produksi, desain motif dan konsumsi batik telah berkembang pesat di hampir seluruh pelosok Indonesia baik melalui program pengembangan usaha batik mandiri maupun pengembangan sentra batik daerah. Salah satu proyek sentra batik daerah yang menunjukkan perkembangan positif adalah Kampung Batik Semarang, yang direvitalisasi setelah sempat menghilang di masa penjajahan Belanda-Jepang. Melalui kampung batik Semarang diproduksi kembali motif-motif batik Semarangan lama serta motif-motif Semarangan baru/kontemporer melalui visualisasi ikon populer kota Semarang seperti kuliner, bangunan arsitektural, dan situs wisata. Berdasarkan premis batik sebagai medium visual, dalam penelitian dikembangkan motif batik Semarangan baru/kontemporer dengan memanfaatkan elemen visual tipografi. Proses penelitian dilaksanakan dalam 2 (dua) fase yaitu fase pertama memanfaatkan kajian kepustakaan mengenai Batik Semarangan, serta observasi dan wawancara pada pelaku produksi batik di Kampung Batik Semarang. Fase kedua proses perancangan dan visualisasi motif batik secara digital. Hasil pengembangan berupa 5 (lima) motif batik yang menggunakan 2 (dua) pewarnaan untuk masing-masing motif.
Kajian Attractiveness Promosi Budaya dalam Unsur Visual Atraktif Website Pariwisata BandungNG Gandung Anugrah Kalbuadi; Yan Yan Sunarya; Wegig Murwonugroho
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Seni & Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.635 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v1i1.3876

Abstract

AbstractToday website as a branding media becomes business of a outstanding product globally. As the department of culture and tourism Bandung do for doing branding of the Bandung city through the official website bandungtourism.com (Stunning Bandung). Attractive tourism website will attract user if it has an attractive and informative layout, and it is not on the official website stunning Bandung. Visualization on website has theories such as website usability theory, user friendly, attractive design thoery, tourism promotion and also other supporting theories for the research. The research was using phenomenology methodology and supported by content analysis method, so that the research can achieve optimal result. Based on that method it take field research through the perspective of user experience website. The Bandung tourism website should be attractive fit with user experience and user interface website. The results and conclusions of this study are the attractiveness factors of the website and the desain of attractive tourism website which can propose as a reference for the promotion of tourism in other county.   AbstrakPada masa sekarang ini website sebagai media branding menjadi kewajiban sebuah produk agar dapat beredar secara global. Seperti yang dilakukan oleh dinas kebudayaan dan pariwisata Bandung dalam melakukan branding terhadap kota Bandung melalui website resmi bandungtourism.com (Stunning Bandung). Website pariwisata akan menarik bagi user jika memiliki tampilan atraktif dan informatif, dan hal itu tidak ada pada website resmi stunning Bandung. Visualisasi tersebut memiliki teori-teori website seperti teori usability website, user friendly, teori desain atraktif, promosi pariwisata serta teori-teori lain pendukung penelitian ini. Penelitian dilakukan dengan metodologi fenomenologi dan ditunjang metode analisis isi, agar penelitian dapat mencapai hasil optimal. Berdasarkan pendekatan tersebut maka dilakukan riset lapangan melalui perspektif user experience website. Tampilan website pariwisata Bandung harus menarik dan atraktif sesuai dengan user experience dan user interface website. Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini berupa temuan faktor-faktor atraktif pendukung website dan ditemukannya usulan website pariwisata Bandung yang lebih atraktif yang bisa dijadikan acuan untuk promosi pariwisata daerah lain.Kata kunci : visualisasi, website, promosi
Bahasa Visual , Gambar Anak, dan Ilustrasi Pada Buku Cergam Anak Febrina Hanisha; Yusuf Affendi Djalari
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Seni & Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.324 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v1i1.3878

Abstract

AbstractVisual Language, Children’s Drawing, and Illustration of Children’s Picture Book. To create illustrations that can encourage children to interact with books is by applying visual approach appropriate to the children’s imagination and development. To understand the children’s imagination can be done by observing their drawings. Children’s drawing is the result of senses what they felt. This phenomenon is called the children’s visual language. The application of children’s visual language to illustrations can be found in contemporary children’s picture book. For example, the series of picture book “Kerlip Bintang di Langit”. Through a study of children’s drawings and illustrations of “Kerlip Bintang di Langit”, this paper is intended to analyze how the visual language correlates between children’s drawings and illustrations of children’s picture book. Also, its appropriateness to the psychology development of contemporary-children based on the periodic development of children’s visual language.Keywords: visual language, children’s drawing, illustration, picture bookAbstrakBahasa Visual, Gambar Anak, dan Ilustrasi pada Buku Cergam Anak. Salah satu cara untuk menciptakan ilustrasi yang mampu mendorong anak berinteraksi terhadap buku adalah dengan menerapkan pendekatan visual yang sesuai dengan imajinasi dan perkembangan usia anak. Cara memahami imajinasi anak dapat dilakukan dengan mengamati hasil gambarnya. Apa yang digambar oleh anak merupakan hasil kerjasama indera-indera yang mereka rasakan. Fenomena ini disebut dengan bahasa visual anak. Penerapan bahasa visual anak pada ilustrasi dapat ditemui pada buku cergam anak kontemporer. Contohnya, buku cergam “Kerlip Bintang di Langit”. Melalui kajian terhadap hasil gambar anak dan ilustrasi pada buku cergam “Kerlip Bintang di Langit”, penulisan ini dimaksudkan untuk menganalisis bagaimana korelasi bahasa visual antara gambar anak dan ilustrasi buku cergam anak. Serta, kesesuaiannya terhadap perkembangan psikologi anak-anak kontemporer berdasarkan periodesasi perkembangan bahasa visual ana
Perbandingan Rumah Joglo di Jawa Tengah Dalam Lingkup Cagar Budaya (Studi Kasus: Omah UGM dengan nDalem Purwodiningratan)( Anugrah Pratama; Yusuf Affendi Djalari; Sangayu Ketut Laksemi
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Seni & Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1349.617 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v1i1.3879

Abstract

AbstractJoglo house has a deep meaning and represent Javanese identity. The structure of Joglo’s building for Javanese people is in accordance with the principle of Javanese people’s life, to firmly taking the responsibility of living. In the past, this building was become a symbolic of middle-upper class status in society and destined for living place, cultural art show, assembly hall, and ceremonial events. As the time goes by, there is a change of building function, building construction and ownership. Therefore, there is a need of special attention from government related to the preservation of ancient and historical buildings in accordance with Law No.11 year 2010 regarding cultural heritage. The preservation may include historical building conservation (preservation, restoration, reconstruction and revitalization). Conservation is often to accompanied by the development of design construction, which can give an impact to the change of meaning or identity and function of Joglo house. The switches of function of Joglo house was identified by the author through the case study of Joglo houses in Kotagede Heritage, Yogyakarta and Solo, Surakarta. Joglo house in Kotagede which has been observed by the author was Omah UGM.Meanwhile, Joglo house in Solo, Surakarta was nDalem Purwodiningratan. The development of both Joglo houses was observed in the terms of function, and the shape of building. As a result, the author conclude that both of the Joglo houses have the historical value that deserve to be categorized as cultural heritage and needs to be preserved.AbstrakRumah Joglo memiliki makna dan identitas yang kuat bagi masyarakat jawa. Struktur bangunan rumah Joglo bagi masyarakat jawa sesuai dengan prinsip kehidupan masyarakatnya yaitu tegas dalam menjalani tanggung jawab dalam kehidupan. Di masa lalu, bangunan sebagai simbol status kelas masyarakat menegah ke atas ini diperuntukkan untuk tempat tinggal, kegiatan pementasan, ruang pertemuan, dan acara seremonial. Seiring dengan perkembangan zaman, terjadi perubahan fungsi, konstruksi bangunan serta kepemilikan, sehingga makna dan filosofi rumah Joglo berkurang. Oleh karena itu, diperlukan perhatian khusus dari pemerintah terkait pelestarian bangunan kuno dan bersejarah sesuai dengan UU No. 11 tahun 2010 tentang cagar budaya. Pelestarian ini dapat berupa konservasi bangunan bersejarah (preservasi, restorasi, rekonstruksi maupun revitalisasi). Konservasi seringkali disertai dengan adanya pengembangan kontruksi desain yang dapat berdampak pada perubahan makna/identitas maupun fungsi dari rumah Joglo. Rumah Joglo yang beralih fungsi ini penulis mengidentifikasi melalui studi kasus bangunan rumah Joglo yang berada pada kawasan cagar budaya Kota Gede di Yogyakarta dan Solo, Surakarta. Rumah Joglo di Kota Gede yang diamati penulis adalah Omah UGM
Dapur pada Rumah Tradisional Kampung Naga Gumilang Dwi Putra; Ahadiat Joedawinata; Diah Asmarandani
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Seni & Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.582 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v1i1.3884

Abstract

AbstractKitchen is an essential requirement in a house including the traditional house of Kampung Naga. Where the primary human need to process food. It also causes the kitchen to be one of the main room in the house. The kitchen area of the traditional house of Kampung Naga is the territory of women. In this space most of the people of Kampung Naga community spend their time. The kitchen serves as a cooking area and provides dishes. Materials for the kitchen use more bamboo, both from walls and floors. Woven bamboo vertically and horizontally or commonly called bilik sasag used on the wall. The reason, so when cooking, smoke can quickly get out of the room. In addition, in case of fire, can be seen by people who pass from outside. Not only that, the floor for the kitchen also uses bamboo hemisphere (palupuh). The reason for easy cleaning. If there is food scattered, can be directly thrown down, where the place is used as a cattle pen. There is a goah as a storage place for rice or grain, and other basic necessities. Goah is located close to the kitchen because to lighten the work. Goah in the life of Kampung Naga community has a very important role so to determine the location of the goah required certain calculations based on weton or the birthday of the wife of the owner of the house.AbstrakDapur merupakan kebutuhan esensial dalam sebuah rumah termasuk pada rumah tradisional Kampung Naga. Disinilah tempat kebutuhan primer manusia mengolah bahan makanan. Hal itu pula yang menyebabkan dapur menjadi salah satu ruang utama dalam rumah. Area dapur pada rumah tradisional Kampung Naga adalah wilayah kekuasaan kaum wanita. Di ruang inilah sebagian besar kaum wanita masyarakat Kampung Naga menghabiskan waktunya. Dapur berfungsi sebagai tempat memasak dan menyediakan hidangan. Material untuk dapur lebih banyak menggunakan bambu, baik dari dinding maupun lantainya. Anyaman bambu secara vertikal dan horizontal atau biasa disebut bilik sasag digunakan pada bagian dinding. Alasannya, agar saat memasak, asap dapat cepat keluar dari ruangan. Selain itu, bila terjadi kebakaran, dapat dilihat orang yang lewat dari luar. Tak hanya itu, lantai untuk dapur pun menggunakan belahan bambu (palupuh). Alasannya agar mudah dibersihkan. Bila ada makanan yang tercecer, bisa langsung dibuang ke bawah, di mana tempat tersebut dijadikan kandang ternak. Terdapat goah sebagai tempat penyimpanan beras atau gabah, dan bahan kebutuhan pokok lainnya. Goah letaknya dekat dengan dapur karena untuk meringankan pekerjaan. Goah dalam kehidupan masyarakat Kampung Naga memiliki peran yang sangat penting sehingga untuk menentukan letak goah dibutuhkan perhitungan-perhitungan tertentu yang didasarkan kepada weton atau hari kelahiran sang istri pemilik rumah.Kata kunci : dapur, goah, rumah kampung naga.
Interprestasi Visual Keanekaragaman Budaya Indonesia Untuk Buku Digital Interaktif Cerita Anak Jessica Laurencia; Yan Yan Sunarya; Elda Franzia Jasjfi
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Seni & Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1755.223 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v1i1.3885

Abstract

AbstractRaising young generation’s tolerance is really crucial especially in a multicultural country Indonesia. There are many ways to do so and one of the easiest way is with stories. With how the technology have advanced right now, storybook is no longer limited to the conventional books. Story can be presented with more entertaining way to attract the readers. Especially for young children who haven’t developed high level of concentration, digital interactive book can maintain their interest to complete the reading.In addition to searching for ways to deliver the content in an interesting way, the authors also look for adaptation methods to insert Indonesian culture into stories that have existed before. Designing the visual aspects went through three stages of systematic design solutions, divergence, transformation, and convergence. The final result of this thesis is a prototype of digital interactive kid’s storybook that hopefully will help reintroduce Indonesian culture and raising the tolerance towards diversity to the younger generation.Keywords: digital books, variety, kid’s storybookAbstrakPenanaman kembali nilai nilai toleransi terhadap keberagaman pada generasi muda sangatlah penting di negara multikultural seperti Indonesia. Banyak cara untuk menyadarkan kembali akan pentingnya toleransi, salah satunya adalah melalui bacaan. Dengan kemajuan teknologi saat ini bacaan tidak lagi terbatas pada buku konvensional. Bacaan dapat disajikan dengan lebih menghibur sehingga lebih menarik perhatian pembaca. Terutama untuk anak usia dini yang belum memiliki tingkat konsentrasi yang tinggi, bacaan dalam bentuk buku digital interaktif dapat mempertahankan ketertarikan mereka untuk menyelesaikan bacaan.Selain pencarian cara untuk penyampaian isi bacaan secara menarik, penulis juga mencari metode adaptasi untuk memasukkan konteks yaitu budaya Indonesia kedalam cerita yang telah ada sebelumnya. Perancangan visual untuk buku ini melalui tiga tahapan yaitu divergence, transformation, dan convergence yang merupakan tahapan pembuatan desain sistematis. Hasil dari perancangan ini adalah prototype buku digital interaktif cerita anak yang diharapkan membantu memperkenalkan kembali budaya Indonesia sekaligus mengingatkan kembali pentingnya toleransi kepada generasi muda.Kata kunci: buku digital, aneka ragam, cerita anak
Representasi Idntitas Budya Sunda pada Perkakas Memasak Dan Perangkat Makan Tradisional Berbahan Bambu (Studi Kasus Desa Linggajaya Di Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat) Lani Siti Noor Aisyah; Acep Iwan Saidi; Krishna Hutama
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Seni & Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1694.412 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v1i1.3886

Abstract

AbstractLocal artifacts as the assets of cultural heritage has a big contribution in establishing national identity. As well as sundanese traditional bamboos cookware and tableware which had been living in their tradition for a very long time until postmodern era. It can be said that besides as functional objects, the traditional cookware and tableware also able to afford the system of meaning, ideology and beliefs of the local society.the purpose of this research is to learn sundanese visual culture on traditional bamboos cookware and tableware, such as aseupan and seeng, and boboko, till they were able to transform into an identity of sundanese itself. This research is using interpretivism paradigm with qualitative-inductive approach. Analysis method applied was ethnography and semiotics based on charles sanders pierce’s theory which shown on descriptive form. AbstrakArtefak budaya lokal sebagai kekayaan budaya nusantara memiliki peran besar dalam membentuk identitas bangsa. Salah satu contoh, perkakas memasak dan perangkat makan tradisional sunda suku berbahan bambu yang hidup dalam tradisi masyarakatnya sejak lama. Bisa dikatakan bahwa perkakas memasak dan perangkat makan tradisional ini disamping sebagai objek fungsional, juga mampu mengakomodasi sistem makna, ideologi serta kepercayaan yang dianut masyarakatnya. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari budaya visual suku sunda pada perkakas memasak dan perangkat makan tradisional berbahan bambu diantaranya aseupan dan seeng, serta boboko, hingga mampu mewujud sebagai identitas dari suku sunda itu sendiri. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretivisme dengan pendekatan kualitatif-induktif. Metode analisis yang diterapkan adalah etnografi dan semiotika berdasarkan teori charles sanders pierce yang disajikan dalam bentuk deskriptif.Kata kunci : identitas, sunda, tradisional, alat makan.
Pengaruh Iklan Media Luar Ruang pada Ruang Publik di Kota Jakarta Selatan (Kampanye Pemilihan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta 2017) Mario Alvine Wangarry; Acep Iwan Saidi
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Seni & Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1141.252 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v1i1.3888

Abstract

AbstractThe billboard is an outdoor media for political campaign advertising that can provide stimulation of direct stimulation to the audience community through visual arrangements such as large screens through colors and images. The purpose of this research is to know the meaning of verbal and non-verbal visual language and placement of layout contained in outdoor media campaign advertisement in public space in South Jakarta City. In answering the problem, this research uses qualitative method with descriptive and interpretative descriptions supported by Roland Barthes's semiotics theory. The sember of data in this study obtained directly through the way of observation of the object of research and obtained from literature, journals, as well as sources of reading from the internet associated with this research. The results of this study found the meaning of semiotics in the form of images of personality, activities, principles and goals of prospective couples who have similarities and significant meanings differences in some parts of the object that became the research material.Keywords : billboards, Roland Barthes, semioticsAbstrakPapan reklame adalah media luar ruang untuk iklan kampanye politik yang dapat memberikan stimulasi rangsangan langsung kepada masyarakat penonton melalui pengaturan visual seperti layar besar melalui warna dan gambar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna bahasa visual secara verbal dan non-verbal dan penempatan tata letak yang terkandung dalam iklan kampanye media luar ruang pada ruang publik di Kota Jakarta Selatan. Dalam menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pemaparan secara deskriptif dan interpretatif yang didukung oleh teori semiotika Roland Barthes. Adapun sember data dalam penelitian ini diperoleh langsung melalui cara observasi terhadap objek penelitian dan diperoleh dari literatur, jurnal, serta sumber-sumber bacaan dari internet yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini menemukan makna semiotika berupa gambaran kepribadian, aktifitas, prinsip serta tujuan calon pasangan yang memiliki persamaan dan perbedaan makna signifikan di beberapa bagian objek yang menjadi bahan penelitian.Kata kunci : papan reklame, Roland Barthes, semiotika
Kajian Peranan Desain UX (Pengalaman Pengguna) - UI (Antar Muka Pengguna) Mobile Application Kategori Transportasi Online terhadap Gaya Hidup Bertransportasi Masyarakat Urban Edo Tirtadarma; Agung Eko Budi Waspada; Elda Franzia Jasjfi
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Seni & Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1149.596 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v1i1.4046

Abstract

The role of digital and internet technology, and the presence of smartphones have created two-way communication between users and digital application manufacturers. Users are connected by applications that are downloaded into their smartphone so they can commuicated, sharing information. As the resuluts of the existence of mobile application in modern era nowadays, that the user will feel easier while doing their daily activities. Users can also choose the type or category of mobile application that suits their needs.The category of online transportation, is a mobile application that is often used by users in modern era in the last five years. The beginning of online transportation was started by Uber, the first online mobile application based transportation that was present in Jakarta, and then it was followed by Go-Jek and Grab. The three online transpotrations come as a solution to transportation problem in urban city, Jakarta. In this thesis the researcher will analyzing the role of user experience (UX) and user interface (UI) mobile application online transportation category from visual communication perspective, so the mobile application that are made can give a solution in transportation needs and friendly user. Also in this research, the reseracher also analyze the effect of UX-UI on the lifestyle transportation in urban city, Jakarta. It is expected that in the future this research can assist designers in designing mobile application with UX-UI that are gave useful outcome for user's life, viewed from the design perspective. The methodology that is used in this thesis research is qualitative methodology, with case study analysis technique. The result of this research is the difference of user experience between the three online transportation company was made due to different vision and mission of each company, which effected the difference of their user interface. UX-UI that has difference between Grab, Go-Jek and Uber gave result in difference mindsets that casue difference motivation of each user while they using Grab, Go-Jek and Uber and thereby causing different lifestyle when using mobile application online transportation AbstrakPeranan teknologi digital dan internet, serta keberadaan telepon genggam pintar (smartphone) telah menciptakan komunikasi dua arah, antara pengguna (user) dan produsen. Para user dihubungkan oleh aplikasi yang terunduh pada mobile application. Dampak dari keberadaan mobile application, adalah pengguna (user) akan merasa dimudahkan dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya. Pengguna juga bisa memilih tipe atau kategori mobile application yang sesuai dengan kebutuhan mereka Kategori transportasi online, merupakan mobile application yang sering digunakan oleh para pengguna (user) dalam rentang waktu lima tahun terakhir. Diawali oleh kemunculan Uber, mobile application transportasi berbasis online pertama yang hadir di Jakarta, disusul oleh Go-Jek dan Grab. Ketiga produsen transpotrasi online ini hadir sebagai solusi permasalahan transportasi di kota urban, Jakarta. Pada tesis ini akan diteliti peranan dari user experience (UX) dan user interface (UI) pada mobile application transportasi online dilihat dari kacamata desain komunikasi visual, sehingga mobile application yang dibuat bisa memenuhi kebutuhan akan transportasi dan mudah digunakan oleh pengguna (user). Serta pengaruh UX-UI terhadap gaya bertransportasi masyarakat urban. Diharapkan di masa depan penelitian ini dapat membantu para desainer dalam mendesain mobile application dengan kaidah UX-UI yang berguna bagi kehidupan user, dilihat dari kacamata desain. Metodologi yang dipakai dalam penelitian tesis ini adalah metodologi penelitian kualitatif, dengan teknik analisis studi antar kasus. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya perbedaan user experience antara ketiga penyedia jasa transportasi online, dikarenakan perbedaan visi misi perusahaan yang berbeda, yang mengakibatkan perbedaan user interface. Perbedaan UX-UI antara Grab, Go-Jek dan Uber pada akhirnya mengakibatkan perbedaan pola pikir yang melandasi motivasi masing-masing user dalam menggukaan Grab, Go-Jek dan Uber sehingga menyebabkan perbedaan gaya bertransportasi (lifestyle) yang berbeda pula saat menggunakan mobile application transportasi online. 
BUSANA PENGANTIN AESAN GEDE (TENUN SONGKET DAN AKSESORIS) PADA UPACARA PERNIKAHAN ADAT PALEMBANG SUMATERA SELATAN Vebby Tifanny; Nanang Rizali; Ganal Rudiyanto
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Seni & Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.475 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v1i2.6735

Abstract

The fabric known as Palembang songket weaving (hand-woven brocade, intricate patterned with gold thread) features high cultural evidence, because the songket is associated with various things such as high sales value, high quality fabrics made of silk and gold, and duration the time it takes to make it. Songket contains a certain meaning that shows how the use and level of people who wear it. Songket tent first appeared in Ki Gede Ing Suro area and later developed to experience various changes in the type of yarns used to make Aesan Gede cloth used in traditional Palembang wedding ceremonies, while the inside of songket remains unchanged. There are a number of elements that characterize Palembang songket. The problems discussed in this research are the background of Palembang songket in the traditional wedding procession of Palembang, the form and accessories of Aesan Gede in the procession of wedding custom, and the philosophical and symbolic meaning contained in Aesan Gede clothes used in the traditional wedding procession of Palembang. The purpose of this study is to examine the role of songket cloth in the customary wedding procession of Palembang. This study used descriptive qualitative method. The results showed that: first, the background of the creation of Palembang songket cloth in the ceremony of marriage is influenced by the aristocracy in the era of Sriwijaya kingdom. At that time songket should only be used by the King and Queen. Secondly, Palembang songket used in the ceremony procession of Palembang's traditional wedding ceremony is Aesan Gede and Aesan Paksangkong. Each dress has different characteristics. Third, Aesan Gede dress worn during traditional wedding ceremonies of Palembang, contains important philosophical and symbolic meaning.  AbstrakKain yang dikenal sebagai tenun songket Palembang (brokat tenunan tangan, bercorak rumit dengan benang emas) menampilkan bukti budaya yang tinggi, karena kain songket ini terkait dengan berbagai hal seperti nilai penjualannya yang tinggi, kualitas kainnya yang tinggi terbuat dari sutera dan emas, dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk membuatnya. Songket berisi makna tertentu yang menunjukkan bagaimana penggunaannya dan tingkat orang yang memakainya. Tenda songket pertama kali muncul di kawasan Ki Gede Ing Suro dan kemudian berkembang untuk mengalami berbagai perubahan dalam jenis benang yang digunakan untuk membuat kain Aesan Gede yang digunakan dalam upacara pernikahan tradisional Palembang, sementara bagian dalam kain songket tetap tidak berubah. Ada sejumlah elemen yang menjadi ciri khas songket Palembang. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah latar belakang adanya songket Palembang dalam prosesi adat pernikahan tradisional Palembang, bentuk dan aksesoris Aesan Gede dalam prosesi adat pernikahan, dan makna filosofis dan simbolis yang terkandung dalam busana Aesan Gede yang digunakan dalam prosesi pernikahan tradisional Palembang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji peranan kain songket pada prosesi pernikahan adat Palembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, latar belakang terciptanya pemakaian kain songket Palembang dalam upacara adat pernikahan dipengaruhi oleh aristokrasi pada jaman kerajaan Sriwijaya. Saat itu songket hanya boleh dipakai oleh Raja dan Ratu. Kedua, songket Palembang yang dipakai pada acara prosesi adat pernikahan Palembang itu merupakan busana Aesan Gede dan Aesan Paksangkong. Masing-masing busana memiliki ciri khas yang berbeda. Ketiga, busana Aesan Gede yang dipakai dalam upacara pernikahan adat tradisional Palembang, mengandung makna filosofis dan simbolis yang penting.