cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 2337375X     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a medium of Scientific Publication Publication of S-1 Faculty of Psychology Diponegoro University published 4 times a year. ISSN Number: 2337-375X.
Arjuna Subject : -
Articles 1,165 Documents
HUBUNGAN ANTARA PERSON-ORGANIZATION FIT (P-O FIT) DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING (SWB) PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) DINAS BINA MARGA DAN PENATAAN RUANG PROVINSI JAWA BARAT Nurliawati, Intan; Nurtjahjanti, Harlina
Jurnal EMPATI Vol 7, No 1 (2018): Volume 7 , Nomor 1, Januari 2018
Publisher : Jurnal EMPATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.501 KB)

Abstract

Subjective well-being (SWB) adalah penilaian individu terhadap kehidupan yang dilakukannya secara kognitif dan afektif berdasarkan kepuasan hidup dan pegalaman emosi yang merujuk pada makna kesejahteraan bagi individu. Person-organization fit (P-O Fit) adalah kesesuaian antara nilai, tujuan, kebutuhan, dan kepribadian individu dengan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara P-O Fit dengan SWB pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat. Sampel penelitian ini adalah 78 pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berstatus sebagai PNS dengan masa kerja minimal satu tahun dengan menggunakan teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala SWB (40 aitem; α=0,924) dan skala P-O Fit (34 aitem; α=0,900) yang telah diujicobakan sebelumnya. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukan koefisien korelasi rxy = 0, 768 dan p = 0,000 (p<0,05) yang artinya terdapat hubungan positif signifikan antara P-O Fit dengan SWB. Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis peneliti dapat diterima dengan penjelasan bahwa semakin tinggi P-O Fit maka akan semakin tinggi juga SWB dan begitupun sebaliknya. P-O Fit memberikan sumbangan efektif sebesar 59% terhadap SWB dan sisanya sebesar 41% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini. 
HUBUNGAN ANTARA COPING STRESS DENGAN INTENSI MEMBELI PRODUK FASHION PADA SISWI SMAN 2 KOTA BEKASI Quamilia, Zsa Zsa Pamella; Fauziah, Nailul
Empati Vol 5, No 4 (2016): Oktober 2016
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.232 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara coping stress dengan intensi membeli produk fashion pada siswi SMAN 2 Kota Bekasi. Coping stress adalah proses dari sebuah bentuk usaha individu secara kognitif maupun perilaku dalam mengatasi situasi yang menekan karena tuntutan internal maupun eksternal. Sedangkan, intensi membeli produk fashion adalah kecenderungan individu untuk melakukan pembelian suatu produk fashion (pakaian, tas, sepatu, dan aksesoris) untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Jumlah sampel sebanyak 240 siswi yang berusia 15-17 tahun. Penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling. Metode pengambilan data dengan menggunakan dua skala psikologi, yaitu SkalaIntensi Membeli Produk Fashion dengan 30 aitem valid (α= 0,910) dan Skala Coping Stress dengan 30 aitem valid (α = 0,857). Analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy = - 0,125 dengan p = 0,000 (p<0,001) yang berarti ada hubungan negatif antara coping stress dengan intensi membeli produk fashion. Sumbangan efektif coping stress terhadap intensi membeli produk fashion siswi SMAN 2 Kota Bekasi sebesar 6,6% dan sisanya 93,4% dijelaskan oleh faktor-faktor lain.
HUBUNGAN ANTARA GRATITUDE DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA MAHASISWA BIDIKMISI ANGKATAN 2016 UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Fauziyah, Dea Ulfah; Abidin, Zaenal
Empati Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.545 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gratitude dengan psychological well-being pada mahasiswa Bidikmisi angkatan 2016 Universitas Diponegoro Semarang. Psychological well-being merupakan perasaan puas akan kemampuannya dalam menghadapi tantangan dan rintangan hidup sehingga dapat menjalani hidup sepenuhnya dan sadar akan diri sendiri melalui pengalamannya pribadi. Gratitude didefinisikan sebagai rasa terimakasih atas apa yang telah ia terima selama hidupnya, baik itu berupa hadiah ataupun manfaat yang ia terima dari pihak lain. Populasi pada penelitian ini yaitu mahasiswa Bidikmisi angkatan 2016 Universitas Diponegoro yang berjumlah 1.156 orang dengan sampel penelitian 280 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu Skala Gratitude (38 item, α=0,927) dan Skala Psychological Well-being (28 item, α=0,934). Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik non parametrik yaitu dengan Spearman Rho, berdasarkan uji korelasi Spearman Rho diperoleh rs=0,656, dengan p=0,000 (p<0,005), sehingga terdapat hubungan positif dan signifikan antara gratitude dengan psychological well-being pada mahasiswa Bidikmisi angkatan 2016 Universitas Diponegoro Semarang.Kata Kunci: gratitude, psychological well-being, mahasiswa Bidikmisi
RELATIONSHIP BETWEEN SELF ESTEEM WITH TENDENCY TO DATING VIOLENCE THE STUDENTS REGULAR 1 AND REGULAR 2 CLASS OF 2009 IN INDUSTRIAL ENGINEERING FACULTY DIPONEGORO UNIVERSITY M., Trias Wulan; NRH, Frieda; Desiningrum, Dinie Ratri
Empati Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.076 KB)

Abstract

Based on teen dating phenomenon, a lot happened dependence on their partners. Dependency here means emotionally dependent and always never dared to resist what it wants partner and fear of abandonment. Dating process can lead to positive effects and negative effects. One of the negative effects is dating violence. This study aims to determine the relationship between self esteem with tendency to dating violence students in Industrial Engineering Faculty in Diponegoro University.In the study population were regular students regular 1 and regular 2 class of 2009 majoring in Industrial Engineering Faculty Diponegoro University. Sample was90 persons obtained through cluster random sampling technique. Retrieval of data using propensity scale violence in courtship consisting of 29 aitem (α = 0,952) and self esteem scale consisting of 37 aitem (α = 0,950).Processing the data using Non Parametric Method Statistical Test Spearman Rank Correlation Coefficient, rxy = -0,434 obtained with a significance level of 0,000 (p<0,05). The existence of a negative sign on the correlation coefficient indicates the direction the relationship is negative meaning that the highet the tendency of self esteem in dating violence has declined. Conversely, the lower the self esteem then making trend in dating violence is increasing.
INTERAKSI PARASOSIAL Saifuddin, Dimas Aldi; Masykur, Achmad Mujab
Empati Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.623 KB)

Abstract

Konten-konten dunia hiburan yang semakin beragam membuat penonton tidak hanya dapat melihat para artis menunjukkan keahliannya, tetapi juga mengenal dan mengetahui kehidupan pribadi para artis tersebut. JKT48 hadir dengan konsep idola yang dapat ditemui yang membuat para penggemarnya memungkinkan untuk berinteraksi secara langsung dengan anggota JKT48. Hal tersebut secara tidak langsung membuat para penggemar JKT48, membentuk kelekatan dengan anggota JKT48 favoritnya. Fenomena ini disebut interaksi parasosial. Interaksi parasosial merupakan suatu interaksi sosial yang terjalin antara individu dengan artis atau tokoh media dan terjadi seperti interaksi sosial secara langsung. Hal ini disebabkan karena otak manusia memproses pengalaman melihat melalui media sama seperti “pengalaman langsung”, individu secara khusus bereaksi terhadap artis yang mereka sukai seperti yang mereka lakukan terhadap orang yang secara nyata ada di depan mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Subjek penelitian berjumlah tiga orang yang diperoleh menggunakan teknik purposif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi parasosial penggemar JKT48 berada pada tingkatan entertainment social-value, di mana interaksi parasosial dilakukan karena konformitas kelompok, dan intense-personal feeling, di mana interaksi parasosial yang dilakukan telah sampai pada tahap menganggap idola sebagai orang yang dekat dan mengembangkan hubungan parasosial dengan idolanya tersebut. Faktor-faktor yang mendasari terjadinya interaksi parasosial adalah pemenuhan tugas perkembangan, kebutuhan akan hubungan sosial, dan konformitas.
KARENA HIDUP HARUS TERUS BERJALAN (Sebuah Studi Fenomenologi Kehidupan Orang dengan HIV/AIDS) Indriani, Septiana Dewi; Fauziah, Nailul
Empati Vol 6, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.582 KB)

Abstract

HIV/AIDS merupakan penyakit menular seksual yang banyak ditemui di masyarakat. Data mengenai kasus HIV dan AIDS semakin bertambah setiap hari. Selain menjadi permasalahan medis, HIV/AIDS juga menjadi problematikabidang sosial, terkait stigma dan diskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pengalaman hidup Orang dengan HIV/AIDS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara yang akan dianalisis menggunakan teknik eksplikasi data. Subjek penelitian berjumlah tiga orang dari teknik snowball dengan pola penularan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap subjek memiliki dinamika psikologis yang berbeda. Ketiga subjek memiliki respon yang berbeda dalam menghadapi diagnosa HIV dan permasalahan yang dihadapi. Ketiga subjek memilih strategi coping yang berbeda. AG dan R menggunakan strategi coping yang berfokus pada emosi, sedangkan A menggunakan strategi coping yang berfokus pada penyelesaian masalah.
HUBUNGAN ANTARA RESILIENSI DENGAN KEMATANGAN KARIR PADA REMAJA PENYANDANG DISABILITAS DAKSA PROF. DR. SOEHARSO SURAKARTA Hasanah, Nasyiatul; Rusmawati, Diana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018
Publisher : Jurnal EMPATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.808 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan kematangan karir pada remaja penyandang disabilitas daksa. Kematangan karir sangat erat kaitannya dengan remaja, karena pada masa ini remaja dituntut untuk dapat membuat pilihan karir secara matang. Pada remaja penyandang disabilitas daksa membuat pilihan karir secara matang bukanlah suatu yang mudah, perlu adanya kemampuan untuk bertahan dalam kondisi kecacatan tersebut atau resiliensi. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 61 subjek dengan sampel penelitian sejumlah 31 subjek. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik non probabilitas purposive sampling. Alat ukur yang digunakan skala resiliensi (32 aitem, α= 0.939) dan kematangan karir (47 aitem, α= 0.951). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara resiliensi dengan kematangan karir pada remaja penyandang disabilitas daksa. Hasil tersebut memiliki koefisien korelasi sebesar 0.660 dengan nilai signifikansi 0.000 (p>0.05). Resiliensi memberikan sumbangan efektif sebesar 0.436 atau sebesar 43.6 % terhadap kematangan karir remaja penyandang disabilitas daksa. Kata Kunci: Resiliensi; Kematangan Karir; Remaja; disabilitas daksa
KEHARMONISAN KELUARGA DAN KECENDERUNGAN BERPERILAKU AGRESIF PADA SISWA SMK Arintina, Yolanda Candra; Fauziah, Nailul
Empati Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.347 KB)

Abstract

Keharmonisan keluarga adalah suatu keadaan keluarga utuh dan bahagia yang di dalamnya terdapat ikatan kekeluargaan, sehingga memberikan rasa aman, ketenangan dan ketentraman. Keluarga yang tidak harmonis merupakan lingkungan yang tidak nyaman dan penuh ketegangan untuk pertumbuhan remaja, sehingga tingkat emosi remaja dapat menjadi meningkat. Kondisi tersebut mengakibatkan timbulnya kecenderungan berperilaku agresif, yaitu keinginan dari dalam diri manusia untuk melukai atau mencelakakan individu lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara keharmonisan keluarga dengan kecenderungan berperilaku agresif pada siswa SMK N 10 Semarang. Subjek penelitian ini adalah 191 siswa SMK N 10 Semarang. Populasi penelitian adalah siswa SMK N 10 Semarang. Sampel diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Kecenderungan Berperilaku Agresif (14 aitem;  = 0,746) dan Skala Keharmonisan Keluarga (30 aitem;  = 0,862). Hasil analisis data menggunakan regresi sederhana menunjukkan terdapat hubungan negatif antara keharmonisan keluarga dengan kecenderungan berperilaku agresif pada siswa SMK N 10 Semarang diterima (rxy= -0,443; p<0,001). Keharmonisan keluarga memberikan sumbangan efektif sebesar 19,6% pada kecenderungan berperilaku agresif.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA WANITA PEMANDU KARAOKE DI KOTA PURWODADI Ikhtiarini, Imbuh Sakti; Indrawati, Endang Sri
Empati Vol 6, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.558 KB)

Abstract

Dunia hiburan musik di Indonesia sekarang ini menyediakan berbagai macam jenis hiburan, salah satunya adalah tempat karaoke. Setiap orang berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehingga terdapat beberapa orang yang bersedia bekerja sebagai pemandu karaoke meskipun citra yang ada di lingkungan sekitar buruk.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual dengan pengambilan keputusan pada wanita pemandu karaoke.Kecerdasan spiritual adalah kemampuan untuk menghadapi persoalan makna dan nilai, dalam konteks makna yang lebih luas.Pengambilan keputusan merupakan proses pemilihan alternatif terbaik dari beberapa alternatif secara sistematis untuk ditindak lanjuti sebagai suatu cara pemecahan masalah dalam melakukan aktivitas.Populasi penelitian ini adalah 150 wanita yang bekerja sebagai pemandu lagu di sebuah karaoke. Jumlah subjek penelitian sebanyak 105 wanita pemandu karaoke yang diambil dengan menggunakan teknik incidental sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Kecerdasan Spiritual (25 aitem valid, α = 0,904) dan Skala Pengambilan Keputusan (22 aitem valid, α = 0,862). Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana, ada hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan spiritual dengan pengambilan keputusan (r= 0,574 ; p<0,001).Kecerdasan spiritual memberikan sumbangan efektif sebesar 33% terhadap pengambilan keputusan pada Wanita Pemandu Karaoke di Kota Purwodadi, 67% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN WORK-FAMILY BALANCE PADA PERAWAT WANITA RUANG RAWAT INAP RS. X SEMARANG Nofriyaldi, Sakti; Ratnaningsih, Ika Zenita
Jurnal EMPATI Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018
Publisher : Jurnal EMPATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.628 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan positif antara kecerdasan spiritual dengan work-familybalancepada perawat wanita yang bertugas di ruang rawat inap RS. X. Work-familybalanceadalah sejauh mana individu terlibat dan merasakan kepuasan atas perannya di dalam pekerjaan dan keluarga. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 orang perawat wanita di ruang rawat inap RS. X Semarang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik clusterrandom sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Kecerdasan Spiritual (25 item, α = 0,921) dan Skala Work-Family Balance(25 item, α = 0,855). Analisis regresi sederhana menunjukkan nilai rxy = 0, 558 dan p = 0,000 (p< 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa adanya hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan spiritual dengan work-familybalance. Semakin tinggi kecerdasan spiritual maka semakin tinggi pula work-familybalancedan sebaliknya. Kecerdasan spiritual memberikan sumbangan efektif sebesar 31,1% dalam mempengaruhi work-familybalance..Kata kunci: kecerdasan spiritual; work-familybalance; perawat wanita

Page 1 of 117 | Total Record : 1165


Filter by Year

2012 2021


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 03, Juni 2021 Jurnal Empati, Volume 10, nomor 02, April 2021 Jurnal Empati, Volume 10, nomor 01, Februari 2021 Jurnal Empati: Volume 9 Nomor 2, April 2020 Jurnal Empati, volume 9, nomor 6, Desember 2020 Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 3 Tahun 2020 Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati, volume 9, no. 4, Agustus Tahun 2020 Jurnal Empati, Volume 9 (Nomor 5), Oktober 2020 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 4, Oktober 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7 , Nomor 1, Januari 2018 Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Vol 6, No. 2 (2017): April 2017 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 6, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 5, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 5, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 5, No 2 (2016): April 2016 Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015 Vol 4, No 2 (2015): April 2015 Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 2 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol.1, No.1 (2012): Empati Fak. Psikologi More Issue