cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Ethos
ISSN : 1693699X     EISSN : 2502065X     DOI : -
Core Subject : Education,
Academic journals that adhere to the highest standards of peer review. The journal is centered in the research and dedication in the science and technology field. The character of the journal are open and contribute to the results of research and dedication and represent of guiding belief in characterizing the community, nation, or ideology with the use of science and technology.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No.2 (Juni, 2021) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Sains " : 15 Documents clear
Pelatihan Smart-Plant-Gardening bagi Karang Taruna saat Pandemi Covid-19 Reny Andriyanty; Dodi Wahab
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 9 No.2 (Juni, 2021) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Sains & Teknologi
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v9i2.7644

Abstract

Abstract. The programme objective is to increase the number of young entrepreneurs in Indonesia, especially for members of Karang Taruna RW 15 Srengseng Sawah organizations through the dissemination of information about smart-plant-gardening. The method are counseling and practical training activities. This activity has succeeded in increasing the knowledge of participants. It comes from the percentage number of participants knowledge. Before activity, the percentage of knowledge participants about smart-plant-gardening is around 20 percent. After training, its increased to 93 percent. The material on business opportunities and revenue projections impacts on participants interest in entrepreneurship. Based on data from pre-activities, 40 percent of participants were initially not interested in doing this business. After the activity, 100 percent of the participants express their interest in doing business with fresh vegetables as a product of smart-plant-gardening. Participants's technical knowledge of smart-plant-gardening increase from 50 percent to 90 percent. All participants state that this activity is useful. The results above indicates that the community service has increased the knowledge and sense of business among Karang taruna RW 15 Srengseng Sawah members.Keywords: Training, Smart-plant-gardening, Youth organization.Abstrak. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan jumlah wirausaha muda di Indonesia khususnya pemuda/pemudi anggota karang taruna di Jakarta Selatan melalui penyebarluasan informasi mengenai smart-plant-gardening. Metode kegiatan adalah penyuluhan yang dikombinasikan dengan kegiatan praktik pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan tentang smart-plant-gardening. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah persentase jumlah peserta yang memiliki pengetahuan tentang smart-plant-gardening pada saat sebelum kegiatan pengetahuan peserta berkisar 20 persen. Setelah pelatihan, pengetahuannya meningkat menjadi 93 persen. Materi mengenai peluang bisnis dan proyeksi penerimaan yang diberikan memberi dampak peningkatan terhadap minat berwirausaha. Berdasarkan data pra-kegiatan pengabdian, 40 persen peserta awalnya tidak berminat untuk berbisnis produk sayuran. Namun, setelah kegiatan 100 persen peserta menyatakan berminat untuk berbisnis sayuran segar sebagai produk dari smart-plant-gardening. Pemahaman teknis peserta mengenai smart-plant-gardening meningkat dari 50 persen menjadi 90 persen. Seluruh peserta (100 persen) menyatakan bahwa kegiatan ini bermanfaat. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan yang dilakukan telah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman bisnis anggota karang taruna RW. 15 Kelurahan Srengseng Sawah Kecamatan Jagakarsa.Kata Kunci: Pelatihan, Smart-plant-gardening, Karang Taruna.
Sosialisasi Potensi Pengembangan Wisata Keramikan Suoh, Kabupaten Lampung Barat Linda Permata; Edo Kharisma Army; Angga Jati Widiatama; Muhammad Akbari Danasla; Hafid Zul Hakim; Fadli Nur Alfariezky; Binsar Sepriyadi Simarangkir
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 9 No.2 (Juni, 2021) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Sains & Teknologi
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v9i2.6933

Abstract

Abstract. Geotourism has become well-known all around Indonesia as many placessustain distinctive characters – from the environment, aesthetics, culture, toresidents. Keramikan, without exception, located in the borders of Kecamatan Suohand Bandar Negeri Suoh has captured many local tourists by its exceptionalgeological and scientific importance: geothermal site. However, both tourists andthe management have to struggle to enjoy this attractive geosite because of the lackof accessibility and amenity. Therefore, attempt measures were done to exaggeratethe beauty of Keramikan geothermal site as a tourism site or geosite, including a)story-based socialization for locals that they can explain many ‘whys’ inside the siteto the coming tourists, b) explaining through video the existing condition ofaccessibility and amenity as well as how the management can improve, c) postermaking and distribution to start the health and safety awareness of the public,independent tourism organization, and Keramikan workers, and the government.Although attractions are undeniably appealing for stakeholders and tourists, the factthat accessibility and amenity cannot be improved due to regulation and licenserestrictions will be the downfall for the management. Therefore, this socialization isaimed to educate as well as to address the fundamental problems to the authority.Keywords: geotourism, geosite, Keramikan Suoh, socializationAbstrak. Pesona Wisata Keramikan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, eratkaitannya dengan peristiwa vulkanik yang hebat dan berlangsung hingga sekarang.Pengelolaan daerah wisata ini sudah dilakukan, namun perlu dorongan danpengetahuan sebagai upaya meningkatkan daya tarik pengunjung. Upayapeningkatan daya tarik dilakukan dengan menyosialisasikan kejadian KawahKeramikan dan sekitarnya dari sudut pandang geologi dan legenda setempatkepada media massa dan mitra, yaitu Kelompok Sadar Wisata, pengelola, komunitasojek, Kecamatan Suoh, dan Dinas Pariwisata Lampung Barat. Upaya ini dilengkapidengan pembuatan dan menyosialisasi video berisikan aspek atraksi, aksesibilitasdan amenitas. Mitra juga dibekali dengan manfaat-manfaat air panas sertahimbauan kesehatan dan keselamatan kepada pengunjung. Mitra mengalamipeningkatan pemahaman potensi dengan disosialisasikannya potensi pengembangankepada komunitas ojek, pengelola, dan Kelompok Sadar Wisata dari segi atraksi.Namun, pemerintah, Dinas Pariwisata, dan pengelola Wisata Keramikan Suoh tidakdapat melakukan perbaikan akses dan pengembangan fasilitas pendukung(amenitas) karena perizinan. Selain observasi lapangan, metode wawancara jugadilakukan dengan hasil aksesibilitas dan amenitas yang kurang memadai akanmengurangi minat pengunjung walaupun Wisata Keramikan Suoh memiliki atraksikuat. Solusi permasalahan ini tidak dapat langsung dijawab, tetapi potensi dan hal-hal yang menghambat pengembangan wisata sudah diangkat ke pihak-pihak yang berwenang.Kata Kunci: geowisata, Keramikan Suoh, sosialisasi
Demonstration Plot Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Kelompok Wanita Tani di Tasikmalaya Tini Sudartini; Rendra Gumilar; Vivi Indah Bintari; Deasy Lestary Kusnandar
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 9 No.2 (Juni, 2021) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Sains & Teknologi
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v9i2.7051

Abstract

Abstract. The impact of the Covid-19 pandemic is felt by all levels of society, one of them are Hegarasri farmer group in Cigalontang, Tasikmalaya and the Sabilulungan farmer group in Tamansari, Tasikmalaya. The problems experienced by the two groups of women farmers are that they do not have sufficient land area, inadequate capital and human resources of members who are not technology literate. So that women farmer groups find it difficult to utilize the resources they have. PbM-KP activities that have been carried out by demonstration plots in the yards and gardens around the Hegarasri farmer group, covering an area of 100 m2. The vegetable demonstration plots consisted of: sweet potatoes, cassava, scallions, sosin, tomatoes and cayenne pepper. And there is The demonstration plot for sweet corn. The method of implementing PbM-KP activities orally by learning theory in the classroom accompanied by questions and answers, providing assistance costs for the practice of demonstration plot of sweet corn and vegetables, and practice of packaging. The conclusion of the activities are: 1. Provision of working capital assistance for land clearing in the form of plant production facilities. From the harvest, which will be used for planting capital for the following season. 2. Assistance in creating a social media account platform is intended for publication of kwt and poktan which are useful for marketing the products produced. 3. Increasing knowledge of plant cultivation to increase crop production, packing farm products to increase selling value.Keywords: PbM-KP, Yard, Food Security.Abstrak. Dampak pandemi Covid-19 dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, salah satunya adalah kelompok wanita tani Hegarasri di Cigalontang Tasikmalaya dan kelompok tani Sabilulungan di Tamansari Tasikmalaya. Permasalahan yang dialami oleh kedua kelompok wanita tani tersebut, yaitu tidak mempunyai kecukupan luas tanah, modal yang belum memadai dan sumber daya manusia anggota yang belum melek teknologi. Sehingga, kelompok wanita tani merasa kesulitan dalam memanfaatkan sumber daya yang dimiliki. Kegiatan PbM-KP yang telah dilaksanakan demplot di lahan pekarangan dan kebun sekitar kediaman KWT Hegarasri seluas: 100 bata. Demplot sayuran terdiri dari: ubi jalar, singkong, bawang daun, sosi, tomat, dan cabe rawit, serta terdapat pula demplot jagung manis. Metode pelaksanaan kegiatan PbM-KP secara lisan dengan pembelajaran teori di dalam kelas disertai tanya jawab, pemberian biaya bantuan untuk praktik demplot jagung manis dan sayuran, serta praktik packaging-nya. Kesimpulan dari kegiatan ini, sebagai berikut: 1) Pemberian bantuan modal kerja untuk pembukaan lahan berupa sarana produksi tanaman. Dari hasil panennya, yang akan digunakan untuk modal tanam musim berikutnya. 2) Pendampingan pembuatan platform akun media sosial ditujukan untuk publikasi kwt dan poktan yang berguna untuk pemasaran produk yang dihasilkan. 3) Peningkatan pengetahuan budidaya tanaman untuk meningkatkan produksi tanaman, packing produk usaha tani untuk meningkatkan nilai jual.Kata Kunci: PbM-KP, Lahan Pekarangan, Ketahanan Pangan.
Kebutuhan Kegiatan Webinar tentang Disposisi Berpikir Yayan Eryk Setiawan
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 9 No.2 (Juni, 2021) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Sains & Teknologi
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v9i2.7651

Abstract

Abstract. This thinking disposition is important for a teacher and prospective teacher. However, there a prospective teacher who understands the thinking disposition. Therefore, it is important to conduct a webinar to equip prospective teachers about thinking dispositions. Before the webinar activity is carried out, it is necessary to analyze the needs for the implementation of the webinar on thinking disposition. Therefore, the purpose of this study is needed analyze implementing a webinar activity on thinking dispositions. This research method is quantitative research with a survey approach. This survey was conducted on 84 respondents consisting of 69 undergraduate students, 1 doctoral student, 10 teachers, and 4 lecturers. The survey data collected in this study consisted of questionnaire data about respondents' knowledge of thinking dispositions and their opinions in participating in webinar activities of thinking dispositions. The data of questionnaire results show that the knowledge of respondents about the thinking disposition is 38.45% which is in the very low category. Data of respondents' opinions show that 50% of respondents do not know about thinking dispositions and 42% of respondents know little about thinking dispositions. Thus the results of the questionnaire and respondents' opinions indicate that a webinar activity of thinking dispositions is needed which aims to increase students' knowledge of thinking dispositions.Keywords: needs analysis, webinar, thinking disposition.Abstrak. Disposisi berpikir ini penting untuk dimiliki oleh seorang guru dan mahasiswa calon guru. Akan tetapi, masih sedikit mahasiswa calon guru yang memahami tentang disposisi berpikir. Oleh karena itu, penting untuk dilaksanakan webinar dalam rangka membekali mahasiswa calon guru tentang disposisi berpikir. Sebelum kegiatan webinar dilakukan, terlebih dahulu dilakukan analisis kebutuhan pelaksanaan webinar tentang disposisi berpikir. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis kebutuhan pelaksanaan kegiatan webinar tentang disposisi berpikir. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Survei ini dilakukan terhadap 84 responden yang terdiri dari 69 mahasiswa S1, 1 mahasiswa S3, 10 Guru, dan 6 Dosen. Data hasil survei yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data angket tentang pengetahuan responden terhadap disposisi berpikir dan pendapatnya dalam mengikuti kegiatan webinar tentang disposisi berpikir. Data yang berupa hasil angket menunjukkan bahwa pengetahuan responden tentang disposisi berpikir sebesar 38,45% yang berada pada kategori sangat rendah. Data yang berupa pendapat responden menunjukkan bahwa 50% responden belum mengetahui tentang disposisi berpikir dan 42% responden hanya mengetahui sedikit tentang disposisi berpikir. Dengan demikian, hasil pengisian angket dan pendapat responden menunjukkan bahwa dibutuhkan adanya kegiatan webinar tentang disposisi berpikir yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang disposisi berpikir.Kata Kunci: analisis kebutuhan, webinar, disposisi berpikir.
Partisipasi dan Persepsi Masyarakat Desa Cinunuk dalam Pengelolaan Sampah Teguh Husodo; Indri Wulandari; Erri Noviar Megantara; Sya Sya Shanida; Dwiki Danang Kuncoro; Nining Ratningsih
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 9 No.2 (Juni, 2021) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Sains & Teknologi
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v9i2.6984

Abstract

Abstract. Community can participate in waste management through reducing waste,sorting waste, disposing of waste in its place, and reuse. This study aimed todetermine community participation and factors influencing community participationin waste management, Cinunuk Village. Quantitative and qualitative methods wereapplied in this study, using a questionnaire, literature study, and direct observation.Respondents were determined by proportional random sampling. Discriminantanalysis was applied in this study. The results show that reuse activities are stillchallenging to do in a village environment to minimize waste generation volume.The entire community has participated in every type of waste management activity.Where on average, the community actively participates in waste disposal activities(55%). Meanwhile, in reduce, waste sorting and reuse activities, participation tendsto be passive. The factors that distinguish the formation of active and passivecommunity participation in Cinunuk Village are perception, experience,communication, and facilities. The classification of participation inoowastemanagement activities produces different factors.Keywords: Community Participation, Waste, Waste ManagementAbstrak. Masyarakat dapat berpartisipasi dalam pengelolaan sampah melaluikegiatan reduce, memilah sampah, membuang sampah pada tempatnya, dan reuse.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipasi masyarakat danfaktor yang berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat dalam pengelolaansampah di Desa Cinunuk. Metode kuantitatif dan kualitatif diaplikasikan pada studiini, menggunakan kuesioner, studi literatur, dan observasi langsung. Pemilihanresponden dilakukan secara proporsional random sampling. Analisis diskriminandiaplikasikan pada studi ini. Hasil menunjukan bahwa kegiatan reuse masih sulitdilakukan di lingkungan desa untuk meminimalisasi volume timbulan sampah.Seluruh masyarakat telah berpatisipasi dalam setiap jenis kegiatan pengelolaansampah. Dimana rata-rata masyarakat berpartisipasi aktif dalam kegiatanmembuang sampah (55%). Sedangkan pada kegiatan reduce, memilah sampah dankegiatan reuse, partisipasi masih cenderung pasif. Faktor yang membedakanterbentuknya partisipasi masyarakat secara aktif dan pasif dalam pengelolaansampah di Desa Cinunuk adalah faktor persepsi, pengalaman, komunikasi dansarana. Klasifikasi partisipasi masyarakat dalam kegiatan pengelolaan sampahmenghasilkan faktor yang berbeda.Kata Kunci: Cinunuk, Partisipasi Masyarakat, Pengelolaan Sampah
Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar Online Berbasis Web Pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Tanah Miring Syamsul Bahri; Merta Simbolon; Abraham Laurens Rettob
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 9 No.2 (Juni, 2021) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Sains & Teknologi
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v9i2.7075

Abstract

Abstract. SMK Negeri 1 Tanah Miring is one of the schools whose lessons have been affected by the Covid-19 pandemic. The main problem faced by teachers at SMKN 1 Tanah Miring is the lack of accessible teaching materials in the learning process, especially online teaching materials during the Covid-19 pandemic. The purpose of this training is to provide knowledge and training to teachers on various types of online teaching materials that can be developed with the web. This training and mentoring are carried out in the form of presentations, training, and mentoring, both through face-to-face and online activities so that at the end of the activity it is hoped that you will know about online learning and various online teaching materials. The results of the evaluation of the activities showed that the majority of the participants, who were all teachers of SMK Negeri 1 Tanah Miring, were very satisfied with the implementation of this activity. However, the results of the evaluation of the impact of these activities indicate that the activities that have been implemented have been ineffective. Even though 88% of teachers managed to have their website address, only 10% of them managed to develop their website content according to the subject they were teaching.Keywords: Online Teaching Materials, Web-Based learning, Learning During the Covid-19 PandemicAbstrak. SMK Negeri 1 Tanah Miring merupakan salah satu sekolah yang pembelajarannya terdampak pandemi Covid-19. Masalah utama yang dihadapi oleh guru di SMKN 1 Tanah Miring adalah minimnya bahan ajar yang dapat diakses dalam proses pembelajaran, khususnya bahan ajar online pada masa pandemi Covid-19 ini. Tujuan pelatihan ini adalah memberikan pengetahuan dan pelatihan kepada guru tentang berbagai jenis bahan ajar online yang dapat dikembangkan dengan web. Pelatihan dan pendampingan ini dilaksanakan dalam bentuk presentasi, pelatihan, dan pendampingan, baik melalui kegiatan tatap muka maupun secara online sehingga pada akhir kegiatan diharapkan sudah memiliki pengetahuan tentang pembelajaran online serta berbagai bahan ajar online. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas peserta kegiatan yang seluruhnya terdiri atas guru SMK Negeri 1 Tanah Miring sangat puas terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Hal ini dapat dilihat dari 88% guru yang berhasil memiliki alamat website sendiri. Namun, jika dilakukan evaluasi terhadap dampak kegiatan ini bagi peserta di dalam melaksanakan aktivitasnya di sekolah, hanya 10% dari mereka yang berhasil mengembangkan konten websitenya sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkannya. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kegiatan yang telah dilaksanakan tidak efektif.Kata Kunci: Bahan Ajar Online, Pembelajaran Berbasis Web, Pembelajaran Masa Pandemi Covid-19
Penyuluhan Pengolahan Limbah Ternak dalam Upaya Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca Eulis Tanti Marlina; Ellin Harlia; Yuli Astuti Hidayati; Deden Zamzam Badruzzaman
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 9 No.2 (Juni, 2021) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Sains & Teknologi
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v9i2.7684

Abstract

Abstract. Livestock waste is one of the contributors to greenhouse gas emissions, therefore it needs proper handling so that the impact on the environment can be minimized. Therefore, socialization and education on waste handling is carried out in an effort to reduce greenhouse gas emissions. Socialization to farmer is done online using whatsapp and zoom meetings platform. Partner are farmers from Cileles and Cilayung Villages, Jatinangor Sumedang District. Waste treatment extension activities as an effort to reduce greenhouse gas emissions are carried out by creating audio visuals in the form of videos and e-flyers uploaded to the media youtube and whatsapp partner groups. In general, farmers understand that the waste generated from their livestock activities must be managed properly, but they do not understand that the impact of improper management will result in greenhouse gas emissions. After extension activities was carried out, there was an increase in farmers' knowledge, both on the potential of livestock waste is one of as a greenhouse gases contributors and good waste processing techniques.Keywords: animal waste, organic fertilizer, greenhouse gasAbstrak. Limbah peternakan memberi kontribusi yang cukup besar terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca, diperlukan penanganan yang tepat sehingga dampak terhadap lingkungan dapat diminimalkan. Oleh karena itu, dilakukan sosialisasi dan edukasi penanganan limbah ternak sebagai upaya mengurangi emisi gas rumah kaca. Mitra merupakan peternak yang berasal dari Desa Cileles dan Desa Cilayung Kecamatan Jatinangor Sumedang. Kegiatan penyuluhan pengolahan limbah sebagai upaya mengurangi emisi gas rumah kaca dilakukan dengan membuat audio visual berupa video dan e-flyer yang diunggah ke media youtube dan whatsapp grup mitra. Metode yang digunakan adalah penyuluhan secara daring menggunakan media zoom meeting. Secara umum peternak mengerti bahwa limbah yang ditimbulkan dari kegiatan usahanya harus dikelola dengan baik, namun mereka tidak memahami bahwa dampak pengelolaan yang tidak tepat akan mengakibatkan emisi gas rumah kaca. Setelah dilakukan penyuluhan, terdapat peningkatan pengetahuan peternak baik potensi limbah ternak sebagai kontributor gas rumah kaca maupun teknik pengolahan limbah yang baik.Kata Kunci: limbah ternak, pupuk organik, gas rumah kaca
Pemahaman Petani terhadap Sistem Agroforestry di Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung Indri Wulandari; Oekan S Abdoellah; Sunardi Sunardi; Teguh Husodo; Yusep Suparman
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 9 No.2 (Juni, 2021) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Sains & Teknologi
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v9i2.7671

Abstract

Abstract. Community dedication to public understanding of the agroforestry system aims to increase awareness and participation in the Kertasari Subdistrict in practicing the agroforestry system without coercion or pressure. The method used is observation through interviews and discussions to share the knowledge. The activities stages were carried out, including population determination, issue screening, analysis, and Focus Group Discussion (FGD). FGD was conducted to provide recommendations to increase public understanding of the agroforestry system, which is a solution to overcome critical land problems in the Upper Citarum watershed. The results show that more than 70% of farmers understand the purpose, crop plants that become commodities, and the benefits of agroforestry systems for the environment. However, less than 20% of farmers understand the benefits of agroforestry systems on income. In its implementation, farmers experience several obstacles related to land ownership, commodities, and post-harvest management. Recommendations can be applied to optimize the agroforestry system, including maximizing extension activities, mentoring, and collaboration from relevant stakeholders. It can be concluded that farmers in the Kertasari Subdistrict have applied the agroforestry system, even though they have limited knowledge, so they need motivation in their implementation.Keywords: Agroforestry, Focus Group Discussion, KertasariAbstrak. Kegiatan pengabdian pada masyarakat terkait pemahaman masyarakat terhadap sistem agroforestry bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat di Kecamatan Kertasari dalam mempraktikkan sistem agroforestry tanpa adanya paksaan atau tekanan. Metode yang dilakukan adalah dengan observasi melalui wawancara dan diskusi untuk berbagi pengetahuan. Adapun tahap kegiatan yang dilakukan, di antaranya penentuan populasi, penjaringan isu, analisis, dan diskusi kelompok atau Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan FGD ini dilakukan untuk memberikan rekomendasi guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sistem agroforestry yang menjadi solusi dalam upaya mengatasi permasalahan lahan kritis di kawasan DAS Citarum Hulu. Hasil observasi menunjukkan bahwa lebih dari 70% petani memahami tujuan, jenis tanaman yang menjadi komoditas, dan manfaat sistem agroforestry bagi lingkungan. Akan tetapi, kurang dari 20% petani memahami manfaat sistem agroforestry pada pendapatan. Dalam implementasinya, petani mengalami beberapa kendala, yaitu terkait kepemilikan lahan, komoditas, dan pengelolaan pascapanen. Rekomendasi yang dapat diaplikasikan untuk mengoptimalisasi sistem agroforestry, di antaranya memaksimalkan kegiatan penyuluhan, pendampingan, dan kerja sama dari stakeholder terkait yang kompeten. Berdasarkan hasil kegiatan, dapat disimpulkan bahwa petani di Kecamatan Kertasari telah mengaplikasikan sistem agroforestry meskipun dalam keterbatasan pengetahuan sehingga memerlukan motivasi dalam pelaksanaannya.Kata Kunci: Agroforestry, Focus Group Discussion, Kertasari
Pelatihan Pengembangan Instrumen Evaluasi Online menggunakan Google Form bagi Guru Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Harina Fitriyani; Dwi Astuti
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 9 No.2 (Juni, 2021) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Sains & Teknologi
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v9i2.7009

Abstract

Abstract. The Covid-19 pandemic forces all elements of society to adapt to newactivities that were not usually done before, including online learning. To carry outlearning evaluations during online learning, some teachers still have not optimizedthe use of available Platforms, such as the free Platform like Google Form.Therefore, it is necessary to have community service activities in the form of trainingon the development of online evaluation instruments for teachers. The purpose of thetraining is to improve the professionalism of teachers in the use of the Google Formapplication with the ExtendedForms add-on. The training was carried out virtuallythrough the Zoom Meeting and was attended by fifth-grade teachers of ElementarySchool/Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah throughout Bantul Regency. Thetraining activity methods include lectures, practice, and questions and answers. Thistraining results were participants who participated in as many as 38 teachers, aspeaker delivered material about online evaluation in online learning, introductionto the Google Form Platform followed by practice compiling quiz questions usingGoogle Form. After participating in this training, participants have understood whatfacilities can be optimized when developing online evaluation instruments using theGoogle Form Platform, such as the shuffle option order, shuffle question order, andlimit timer feature with the Extended Forms add-on. After attending the training,there is an increase in the teacher's ability to maximize the Google Form applicationwith the ExtendedForms add-on.Keywords: Online Evaluation, Google Form, Online LearningAbstrak. Adanya pandemi Covid-19 memaksa semua elemen masyarakat untukberadaptasi dengan kegiatan baru yang tidak biasa dilakukan sebelumnya,diantaranya adalah pembelajaran daring. Untuk melaksanakan evaluasipembelajaran selama pembelajaran daring, beberapa guru masih belummengoptimalkan penggunaan Platform yang tersedia, seperti Platform tak berbayarGoogle Form. Oleh karena itu perlu adanya kegiatan pengabdian kepadamasyarakat berupa pelatihan pengembangan instrumen evaluasi online bagi guru.Adapun tujuan pelatihan adalah untuk meningkatkan profesionalisme guru dalampenggunaan aplikasi Google Form dengan add-on ExtendedForms. Pelatihandilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh 38 guru kelas VSekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah se-Kabupaten Bantul. Adapunmetode kegiatan pelatihan berupa ceramah, praktek, dan tanya jawab. Hasilkegiatan pelatihan ini yaitu peserta telah memahami fasilitas-fasilitas apa saja yangbisa dioptimalkan ketika mengembangkan instrumen evaluasi online menggunakanPlatform Google Form seperti fitur shuffle option order, shuffle question order, danlimit timer dengan add-on ExtendedForms. Selain itu juga peserta telahmendapatkan pengalaman langsung menggunakan Google Form. Setelah mengikutipelatihan, terdapat peningkatan kemampuan guru dalam memaksimalkan aplikasiGoogle Form dengan add-on ExtendedForms.Kata Kunci: Evaluasi Online, Google Form, Pembelajaran Daring.
Pemanfaatan Sumber Daya Alternatif Untuk Kemandirian Pangan di Kelurahan Gunung Tandala Tasikmalaya Adhitya Rahmat Taufiq; Deden Mulyana; Mohammad Soleh Soeaidy; Allicia Deana Santosa
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 9 No.2 (Juni, 2021) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Sains & Teknologi
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v9i2.7150

Abstract

Abstract. The implementation of restrictions on social interaction, due to Covid-19, has caused many business sectors to experience difficulties and lay off their employees. The Indonesian Employers' Association (Apindo) noted that the number of workers who were laid off and laid off during the Covid-19 pandemic has so far reached 7 million people, this has a big impact because many people have lost their income in the midst of the food security crisis, especially for workers. Tasikmalaya City embroidery industry. The purpose of this community service program is to provide knowledge and training regarding the use of alternative resources to maintain food independence for people who have lost their jobs in the embroidery industry in Tasikmalaya City. Alternative activities given are simple urban farming and catfish cultivation in buckets. The training methods provided include providing basic knowledge and examples regarding the implementation of simple urban farming and catfish cultivation in buckets. This activity succeeded in increasing their literacy regarding the stability of food independence and understanding the potential market opportunities of this activity.Keywords: alternative resources, urban farming, food self-sufficiencyAbstrak. Pemberlakuan pembatasan interaksi sosial akibat Covid-19 menyebabkan banyak sektor usaha mengalami kesulitan dan merumahkan karyawannya. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mencatat jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan di tengah pandemi Covid-19 sejauh ini mencapai 7 juta orang. Hal ini berdampak besar, banyak orang kehilangan pendapatan di tengah krisis ketahanan pangan, khususnya untuk pekerja industri bordir Kota Tasikmalaya. Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan dan pelatihan mengenai pemanfaatan sumber daya alternatif untuk menjaga kemandirian pangan pada masyarakat yang kehilangan pekerjaan di industri bordir Kota Tasikmalaya. Alternatif kegiatan yang diberikan simple urban farming dan budidaya lele dalam ember. Metode pelatihan yang diberikan mencakup pemberian pengetahuan dasar dan contoh mengenai pelaksanaan simple urban farming, serta budidaya lele dalam ember. Kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi mereka mengenai stabilitas kemandirian pangan dan memahami peluang pasar potensial.Kata Kunci: sumber daya alternatif, urban farming, kemandirian pangan

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No.2 (Juni, 2023) Ethos: Jurnal Penelitian Dan Pangabdian Kepada Masyarakat (Sains & Teknolog Vol 11 No.1 (Januari, 2023) Ethos: Jurnal Penelitian Dan Pangabdian Kepada Masyarakat (Sains & Tekno Vol 10 No.2 (Juni, 2022) Ethos: Jurnal Penelitian Dan Pangabdian Kepada Masyarakat (Sains & Teknolog Vol 10 No.1 (Januari, 2022) Ethos: Jurnal Penelitian Dan Pangabdian Kepada Masyarakat (Sains & Tekno Vol 9 No.2 (Juni, 2021) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Sains & Teknologi Vol 9 No.1 (Januari, 2021) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Sains & Teknol Vol 8 No.2 (Juni, 2020) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Sains & Teknologi Vol 8 No.1 (Januari, 2020) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Sains & Teknol Vol 7 No.2 (Juni, 2019) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Sains & Teknologi Vol 7 No.1 (Januari, 2019) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi) Vol 6 No.2 (Juni, 2018) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi) Vol 6 No.1 (Januari, 2018) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi) Vol 5 No.2 (Juni, 2017) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi) Vol 5 No.1 (Januari, 2017) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi) Vol 4 No.2 (Juni, 2016) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi) Vol 4 No.1 (Januari 2016) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi) Vol 4 No.1 (Januari, 2016) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi) Vol 3 No.2 (2005) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi) Vol 3 No.2 (2005) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi) Vol 3 No.1 (2005) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi) Vol 3 No.1 (2005) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi) Vol 2 No.2 (2004) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi) Vol 2 No.2 (2004) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi) Vol 2 No.1 (2004) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi) Vol 2 No.1 (2004) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi) Vol 1 No.2 (2003) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi) Vol 1 No.2 (2003) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi) Vol 1 No.1 (2003) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi) Vol 1 No.1 (2003) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi) More Issue