cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Buletin Udayana Mengabdi
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14120925     EISSN : 25498304     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Udayana Mengabdi (JUM) diterbitkan sebagai media komunikasi, informasi, edukasi dan pembahasan masalah-masalah pembangunan, utamanya hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dan hasil-hasil penelitian dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuannya adalah untuk menyebarluaskan hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dan penelitian, tidak saja kepada masyarakat ilmiah, tetapi juga masyarakat umum. serta meningkatkan kecerdasan penulis dan pembaca.
Arjuna Subject : -
Articles 877 Documents
MENINGKATKAN MANAJEMEN TOKO KELONTONG DALAM MENGHADAPI RITEL MODERN DI DESA MENGWI KABUPATEN BADUNG N.K. Seminari; N.K. Purnawati; L.G.S. Artini; N.M. Rastini; I.N. Nurcaya; I.G.K. Warmika
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1135.257 KB)

Abstract

Modern retail like Alfamart and Indomaret develops really fast at some cities in Indonesia. These retails has a strong management which is a network. In some region this things are considered “threats” to the grocery store or either a small mini-market. One of the problems of this kinds that is being observed is in Mengwi Village Mengwi Sub-district Badung Regency. Seeing this condition then a community service is held which entitled “Increasing the Management of Grocery Store in Order to Face Modern Retail in Mengwi Village Mengwi Sub-district Badung Regency. The purpose of this community service is to increase the management of Grocery Store in order to face the threats of modern retail such as Alfamart and Indomaret. The coaching will be held by visiting one kind of grocery store or mini-market that located in Mengwi Village. The amount of traders that are coached are 40 people. This community service formally held within 5-7 days, this activity is expected to be able reach the traders generally. The result of the community service is expected to be able to arrange the financial administration, the product’s turnover, product’s arrangement, the change of the price’s information, and a better consumer service. For the community service’s team, this activity is useful to apply theories and devoted themselves to the people.
APLIKASI DAN PELATIHAN SATU ALAT TIGA FUNGSI SEBAGAI BLENDER, PENGUPAS KULIT ARI KACANG TANAH DAN MIXER DENGAN KAPASITAS 1 KG DI DESA BUNGBUNGAN, BANJARANGKAN, KELUNGKUNG K. Astawa; I.K. Sudarsana; H. Wijaksana; I.P. Lokantara
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 3 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.004 KB)

Abstract

Alat Blender, Mixer untuk adonan tepung dan pengupas kulir ari kacang tanah telah di buat dalam satu alat,hanya dengan merubah pisau potong saja. Modifikasi sebuah alat mixer dilakukan dengan mengganti pisaupotong, jenis tajam, jenis tumpul untuk adonan tepung dan jenis bergerigi untuk mengupas kulit ari kacangtanah.Masyarakat Bungbungan yang sebagai pedagang mengalami kesulitan dalam mengupas kulit ari kacang yangmembutuhkan waktu lama. Bila ingin membuat jajanan pasar harus membeli satu mixer lagi, dan bila inginmemblender buah-buahan atau memblender bumbu membutuhkan satu alat lagi, jadi dibutuhkan 3 alat untukmelakukan hal tersebut diatas. Disini akan diperkenalkan dan dipraktekkan ketiga kegiatan diatas dalam 1alat. Pengolahan hasil pertanian dan perkebunan memerlukan teknologi yang mampu mengolah hasilhasilnyalebih enak dan lebih cepat.Tujuan pengabdian di Desa Bungbungan ini adalah untuk memberdayakan dan meningkatkan partisipasimasyarakat dalam membangun potensi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidangperekonomian melalui pengembangan pengolahan hasil pertanian.Secara umum pelaksanaan kegiatan pengabdian berjalan dengan baik. Hal ini tidak terlepas dari bantuan dankerjasama anggota pelaksana, mahasiswa, seluruh aparat desa, jajaran pengurus desa serta warga desasendiri.Dengan adanya kegiatan pengabdian ini, wawasan kami menjadi lebih luas dan pola pikir kami lebih terbukamengenai permasalahan dan potensi-potensi yang ada di Desa Bungbungan. Begitu banyak potensi yangdimiliki namun masih belum bisa dimanfaatkan dengan baik karena kurangnya pengetahuan yang dimilikiberkaitan dengan bidang-bidang tersebut.
INISIASI POS PEMBINAAN TERPADU (POSBINDU) PENYAKIT TIDAK MENULAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II DENPASAR UTARA BALI I.B. Wirakusuma; P.C.D. Yuliyatni; K.A.K Sari; N.L.P Ariastuti
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Non communicable diseases (NCDs) are a burden for health problem in Indonesia and also in Bali. TheIndonesian Ministry of Health responded by developing integrating health service (Posbindu) program forNCDs in 2013. Posbindu are expected run independently by community for NCDs screening at communityhealth centre (CHC). The community service conducted to initiate Posbindu at CHC II North Denpasar byworkshop for 70 new cadres targeted but only 36 cadres has come. The increasing of knowledge was showedby the increased of mean score from pretest to posttest (8.08 to 9.19); and proportion score ? 8 increasedfrom 71.4% to 93.8%. This community service continued with risk factors screening for NCDs at PosbinduKerta Sari for 100 people targeted. From 89 participants who came voluntary to Posbindu, less than 50%participants had exercise habits, salt, fatty and sweet food consumption. Based on examination, 41%participant had hypertension, 59.5% had overweight and obese, 8% had hyperglycemia and 19.1% had hypercholesterolemia. Cadre workshop is needed to be conducted routinely by Health Office. Confirmationtest and treatment is needed for participants who had abnormal result in this screening.
PENGEMBANGAN USAHA PENGOLAHAN SIWALAN (Borassus flabellifer) MENJADI SIRUP DAN NATA DI KUBU KARANGASEM Rina Pratiwi Pudja I. A; I M. Nada; I M. A.S. Wijaya; I. A. G. Bintang Madrini; N. N. Puspawati
Buletin Udayana Mengabdi Vol 10 No 1 (2011): Volume 10 No.1 – April 2011
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.68 KB)

Abstract

One of agricultural commodities produced at Sukadana Village is called siwalan. In order to maintain siwalan quality after being harvested, it is required an exact preparation-method. Preparation method which is not exact will cause the siwalan quickly rotten or become infected, therefore it cannot be used as cooking spices or raw industry material. Usually, the farmers sell the siwalan directly after harvesting, so in the siwalan season, the price is very low and the farmers suffer from great loss. Sukadana village peoples have not yet had knowledge about the exact after harvesting preparation method to maintain siwalan quality with the supporting equipment. Community service activity was carried out to develop the processing siwalan to be siwalan syrup and nata at Sukadana village, Kubu sub district, Karangasem on Friday, 08 October 2010. It was attended by 37 peoples with two ways discussion method therefore they are very active asking and responding the topic. The activity like this was very useful for the people in the village. So, the same activity needs to be conducted at the other villages having the same agricultural commodity.
PELATIHAN PUBLIC SPEAKING BAGI SEKAA TERUNA SATYA DHARMA KERTI BANJAR KAJA DESA SESETAN P.A.A.S. Pratiwi
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.19 KB)

Abstract

Public Speaking atau yang lebih umum disebut dengan keterampilan berbicara di depan umum merupakan salah satu keterampilan untuk berbicara di hadapan banyak orang, yang harus dimiliki di era global sekarang ini karena dengan perkembangan zaman dan teknologi yang begitu pesat sekarang ini, kita harus bersaing meningkatkan kualitas diri. Tidak hanya itu, dengan adanya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), yang membuat persaingan di dunia kerja semakin ketat. Pengabdian masyarakat “Pelatihan Public Speaking bagi para anggota Sekaa Teruna Satya Dharma Kerti Banjar Kaja Desa Sesetan” bertujuan agar para anggota Sekaa Teruna dapat memiliki wawasan yang lebih terbuka dan luas serta dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam hal berbicara dan berkomunikasi dengan baik di depan umum dan dapat lebih siap dalam persaingan di dunia kerja. Adapun metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah metode tatap muka dan metode evaluasi. Metode tatap muka dilaksanakan dengan memberikan materi secara langsung. Metode evaluasi dilakukan di awal dan akhir pertemuan. Pengabdian ini bertujuan memberi kontribusi pada pengembangan teknik pengajaran Public Speaking bagi Sekaa Teruna dan memberi kontribusi bagi sehingga terjadinya peningkatan dalam pemahaman dan pengetahuan dalam berbicara di depan umum. Setelah mengikuti pelatihan, peserta pelatihan terbukti lebih percaya diri untuk berbicara di depan public karena mereka lebih memahami tata cara berbicara di depan umum.
PELATIHAN TEKNOLOGI JERAMI AMONIASI UNTUK PAKAN TERNAK SAPI BALI DALAM RANGKA MENDUKUNG PROGRAM SIMANTRI PADA KELOMPOK TERNAK “WIDHYA SEMESTI” DESA ANTURAN-BULELENG N.L..P Sriyani; N.T. Ariana; A.A. Oka; I.A.P. Utami
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 3 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.891 KB)

Abstract

Pemahaman petani Widya Semesti Pertanian Group mengenai pengolahan jerami padi sebagai pakan ternakmasih sangat rendah. Kelompok Petani ini menerima program Simantri untuk pertama kalinya dan tentumenjadi kendala dalam kesinambungan program. Untuk mengatasi masalah ini maka diselenggarakankegiatan pelatihan ammoniati jerami padi. Selama pelaksanaan, anggota kelompok tani terlihat sangatantusias mengikuti kegiatan. Sampai saat ini, petani dan ternak telah disesuaikan dengan amoniasi jeramipadi sebagai pakan ternak. Keterampilan famers untuk membuat jerami padi ammoniati meningkat dan sapijuga memakannya sebagai salah satu bahan pakan.
PENINGKATAN PEREKONOMIAN PETANI ANGGUR DI DESA BANJAR KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG DENGAN MENERAPKAN IPTEKS YANG TEPAT GUNA I. A. M. Tuningrat; N. M. I. H. Arihantana; A. S. Duniaji
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.122 KB)

Abstract

Expected objective in this IbM is an increase in the production capacity of 400-500 bottles / month to 1000 bottles / month and the improvement of the quality of processing of grapes. Increasing knowledge and skills of farmers in post-harvest handling of the grapes. Empowerment of farmers' management of business management grapes. The products can be sold with appropriate packaging labeling requirements. Longer shelf life of the product with a broader marketing reach. The movement of the economy of rural communities, community activities increased, the growth of farmers invitation partnership business unit and ultimately increased revenue and reduced poverty. Grape juice product has been tested against a component of vitamin C and Anthocyanin content in juice. Dodol products also performed testing of vitamin C and contains antosianinnya. The test results indicate that grape juice contains vitamin C as much as 5.456 mg per 100 g of material and anthocyanin content 8025 mg per 100 g of material, while lunkhead grapes contain vitamin C and anthocyanin content of each is 8.828 mg per 100 g of material and 82.760 mg per 100 g of material. Grape juice products and dodol already marketed. Market segment has been up stalls and outlets in the city of Singaraja and Denpasar. Both of these products have also been promoted within the campus of the University of Udayana during the workshop on Biodiversity of Agriculture on May 15, 2015. This product is highly preferred by consumers proved a number of 150 bottles at a price of Rp 7,000 sold, while lunkhead grapes at a price of Rp. 1,250 as many as 100 seeds. Prromosi also performed on Agricultural Products Festival exhibition held at the Badung regency Tukad Bangkung Pelaga, District of Badung regency evening the number of sales turnover dodol 4,000 seeds with a value of Rp 5,000,000 and products Juzy Grapes 1,000 bottles with a value of Rp. 7,000,000.
PEMBERDAYAAN SUBAK DALAM APLIKASI TEKNOLOGI PEMUPUKAN SPESIFIK LOKASI DI DESA MEGATI KECAMATAN SELEMADEG TIMUR KABUPATEN TABANAN I.N. Sunarta; I.N. Dibia; N.M. Trigunasih; I.D.M. Arthagama; T. Kusmawati
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.095 KB)

Abstract

Increased development in all fields must be supported with food security is primarily rice. Production of rice in Bali is synonymous with productivity wetland managed by Subak. The purpose of this service is to introduce a site-specific nutrient fertilization program; transformation of knowledge in the management of wetland (Subak); Increased harmonious relationship among members and administrators Subak; Increasing farmers' understanding and skills in the application of site-specific nutrient fertilizer (SSNF) for rice research in Subak Blong Yang Kelod Megati Kaja village. Desirable specific targets in this devotion is to increase the ability and skills of farmers Subak members Blong Yang Kelod in implementing site-specific nutrient fertilization either time, types and doses of fertilizers applied to rice crops in accordance IRRI program. It is expected to impact on improving the livelihoods of farmers and the growing understanding and commitment to care for the preservation of Subak. Implementation of community service activities begins with Dissemination of paddy fertilizer technology specific location based IRRI program with http://webapps.irri.org/nm/id. devices. Implementation of dissemination held on October 28, 2016 in Subak Blong Yang Kelod, Megati village. Subak members are very enthusiastic about the explanation given SSNF through several questions, including requests for training members of Subak, about organic fertilizer production with raw materials from cow manure and others. Based on the result of recommendations by the IRRI fertilizer 200kg / ha of NPK Kujang given at 0- 10 days after planting (DAP) and 100kg / ha of urea at the age of 23-27 DAP, 100kg / ha of urea in the 40-44 age DAP, then the rice production be increased from 6 t / ha into 6.4 t / ha of grain moisture content of 14%.
PEMANFAATAN KOTORAN TERNAK SEBAGAI BAHAN BAKU BIOGAS PADA SIMANTRI 543 DI KECAMATAN RENDANG I K. G. Wirawan; I K.G. Sugita; M. Suarda; I K. A. Atmika
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.417 KB)

Abstract

Rendang merupakan salah satu dari delapan kecamatan yang ada di Kabupaten Karangasem. Di kecamatan inilah terdapat kelompok peternakan sapi “Tunas Mekar Simantri 543”, atau secara spesifik terletak di Desa Pempatan. Keberadaan kelompok tani ini berfokus pada produktivitas ternak sapi, dimana pemanfaatan kotoran sapi masih belum optimal sebagai bahan baku biogas. Pengelolaan biogas perlu dikaji untuk mengetahui seberapa besar gas metan yang dihasilkan pada reaktor. Penelitian ini menggunakan 2 (dua) metode yaitu: (i) wawancara langsung dengan kelompok tani dan (ii) pengukuran kandungan gas methan pada reaktor. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa peternak belum paham mengenai pentingnya air sebagai pencampur kotoran sapi, disamping juga dapat digunakan dalam produksi gas metan, dimana diperoleh gas sebesar sebesar 41%.
INTEGRASI PERTANIAN DAN INDUSTRI KECIL DALAM PEMBERDAYAAN MASYRAKAT DI DESA BATUR TENGAH KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI I.P.A Astawa; A.A.I.A.S Komaladewi; I.K.A Atmika
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.631 KB)

Abstract

Desa Batur Tengah termasuk dalam wilayah Kecamatan Kintaman dengan jumlah penduduk kurang lebih4250 jiwa atau 850 kepala keluarga (KK). Desa ini terdiri dari 8 banjar/dusun. Mata pencaharian sebagianbesar penduduk adalah dari sektor pertanian, dan beberapa bergerak di sektor agrobisnis. Lahan pertanian danperkebunan mereka banyak ditanami padi, jeruk dan kopi dimana tersebar sepanjang wilayah/daerah di DesaBatur Tengah. Potensi yang masih perlu digali yakni bidang perkebunan jeruk dan home industri. Selain itu,perkebunan jeruk yang tersebar hampir di seluruh wilayah desa Batur Tengah hanya difokuskan sebagaisumber produksi buah, nantinya diharapkan dapat dikembangkan menjadi objek wisata buah sepertikebanyakan tempat agrowisata lainnya. Kegiatan KKN PPM di Desa Batur Tengah bertujuanmemberdayakan masyarakat dalam menggali potensi alam dan SDM yang dimiliki: 1)Pemberdayaan danmeningkatkan pengetahuan industri kecil bagaimana meningkatkan produktifitas dan diversifikasi produk,2)Pemberdayaan dan meningkatkan pengetahuan anggota kelompok ternak tentang kemungkinanpemanfaatan jerami padi sebagai sumber pakan ternak sapi, 3)Pemberdayaan kelompok peternak melaluipeningkatan pengetahuan dan keterampilan mengenai cara pembuatan pupuk organik dari kotoran ternak sapidan proses pemanfaatannya sebagai biogas, 4)Memberikan pengetahuan dan ketrampilan pengelolaan lahandan pemasaran hasil produksi terutama produksi jeruk menuju kearah agrowisata. Pelaksanaan kegiatandibagi menjadi tiga tahapan. Tahapan pertama adalah persiapan dan pembekalan, tahap keduaimplementasi/pelaksanaan kegiatan di lapangan, dan tahap ketiga evaluasi dan monitoring untuk koreksi danpenyempurnaan keberlanjutan program. Tahap persiapan dimulai audensi dengan aparat desa dan tokohmasyarakat untuk menentukan skala prioritas kegiatan berdasarkan kondisi dan potensi yang ada dimasyarakat. Tahap pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan penyuluhan maupun praktek di lapangan, maupunpendampingan oleh mahasiswa peserta KKN selama di lapangan. Sedangkan tahap ketiga adalah evaluasidan monitoring dilakukan oleh tim pelaksana/dosen pembimbing lapangan dan koordinator KKN untukmelihat dampak dan keberlanjutan program yang sudah dilaksanakan.

Page 1 of 88 | Total Record : 877


Filter by Year

2006 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 22 No 02 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 01 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 04 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 03 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 2 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 1 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 4 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 3 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 2 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 1 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 4 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 3 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 2 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 1 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 4 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 3 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 2 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 1 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 4 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 3 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 2 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 1 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017) Vol 16 No 2 (2017) Vol 16 No 1 (2017) Vol 15 No 3 (2016) Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi Vol 15 No 1 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi Vol 14 No 1 (2015): April 2015 Vol 13 No 2 (2014): Vol 13, No. 2 (2014) Vol 13 No 1 (2014): Vol 13, No 1, April 2014 Vol 12 No 2 (2013): Volume 12 No.2 – September 2013 Vol 12 No 1 (2013): Volume 12 No.1 – April 2013 Vol 11 No 2 (2012): Volume 11 No.2 – September 2012 Vol 11 No 1 (2012): Volume 11 No.1 – April 2012 Vol 10 No 2 (2011): Volume 10 No.2 – September 2011 Vol 10 No 1 (2011): Volume 10 No.1 – April 2011 Vol 9 No 2 (2010): Volume 9 No.2 – September 2010 Vol 9 No 1 (2010): Volume 9 No.1 – April 2010 Vol 8 No 1 (2009): Volume 8 No.1 – April 2009 Vol 7 No 2 (2008): Volume 7 No.2 – September 2008 Vol 7 No 1 (2008): Volume 7 No.1 – April 2008 Vol 6 No 2 (2007): Volume 6 No.2 - September 2007 Vol 6 No 1 (2007): Volume 6 No.1 - April 2007 Vol 5 No 1 (2006): Volume 5 No.1 – April 2006 More Issue