Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

The Effectiveness of Indonesia’s Feed-in-Tariff Implementation to Improve Business Interest in Renewable Energy Case: The Simulation for Solar Farm in Weh Island (Aceh-Indonesia) Rahmawati, Sri; Salam, Rudi
IPTEK Journal of Proceedings Series No 3 (2020): International Conference on Management of Technology, Innovation, and Project (MOTIP) 2
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23546026.y2020i3.11230

Abstract

The support of the Indonesian government in encouraging the achievement of renewable energy targets is to impose a Feed in Tariff (FiT) rule as a benchmark purchase price through the State Electricity Provider (PLN). The Ministry of Energy and Mineral Resources in 2013 determined that, the FiT for the Aceh region was $ 17 cents, where the highest FiT in Indonesia could reach $ 30 cents. In 2017 a new regulation was issued, in which FiT was set at 85% of regional production costs (BPP). In fact, currently BPP available on Weh Island reach more than Rp. 2,500 / kWh, with an average selling price to the community of Rp. 900, - / kWh. This BPP is more expensive than the price setting by the Government in 2017 of Rp 1,733 / kWh. In measuring the FiT's effectiveness, the evaluation solved based on economic valuation. Simulations were carried out for the capacity of 1 and 5 MW solar farms using 2 different panel components by comparing the prices of FiT BPP determined by the government and BPP in actual conditions. The results showed that, simulations with a capacity of 1 MW, using 85% of the government's BPP, were ineffective and not feasible based on economic calculations. whereas with FiT based on actual BPP, the profit to be achieved is about 42-45% / kwh with return-on-investment capital in the 10th year. The simulation with 5 MW capacity shows an effective and feasible profit if it use the actual BPP condition of the FiT with an effective profit value around 49-56% / kwh.
Analysis of posture and level of complaints in the Aceh coffee brewing process for the design of work tools planning Sri Sri Rahmawati; Iskandar Hasanuddin; Nur Izzaty; Salis Haikal
Jurnal POLIMESIN Vol 19, No 1 (2021): February
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.088 KB) | DOI: 10.30811/jpl.v19i1.2111

Abstract

The people of Aceh are known as coffee lovers. One of the advantages of serving Aceh coffee is the traditional blend process using human labor. Aceh coffee brewing is made manually brewing 5-7 times. This brewing process is believed to affect the quality of taste offered, where the higher the filter is removed, the better the quality of the coffee will be. It is known that workers at Zakir Coffee Shop can make an average of 270-320 Aceh filter coffee cups a day. Work posture in this process is carried out with 4-5 repetitions with a load of 3 kg by standing position. The data in the study were taken from 5 Zakir Aceh coffee shops with 10 respondents. The method used is the Rapid Upper Limb Assessment, that used to assess work posture and investigate disorders of the upper limbs. The second is the Nordic Body Map (NBM), to find out the parts of the muscles that are experiencing complaints. The research aids used are roll meter, digital camera, and stopwatch. The result of this research is an analysis of 3 work postures where work posture 1 is on the action scale 4 for the right and left limbs, work postures 2 and 3 are on the action scale 3 and 4 for the right and left limbs. The suggestion proposed to reduce worker complaints is to design a tool that can perform movements such as the required work posture. The main dimensions of the tools that are planned are based on the dimensions of the workers' bodies used in the coffee brewing process, 9.6 cm palms and 11.6 cm soles.
Pengabdian Kepada Masyarakat Dengan Pendekatan Bakti Sosial dan Pelaksanaan Pelatihan Secara Berkelanjutan Sri Rahmawati; Didi Asmadi; Andriansyah Andriansyah; Medyan Riza; Iskandar Hasanuddin; Hidayaturrahmi Hidayaturrahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 4, No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v4i1.3939

Abstract

Aceh merupakan salah satu provinsi yang masih terus bergelut dengan masalah kesenjangan ekonomi. Masih banyak masyarakat Aceh yang bekerja sebagai buruh harian dengan pendapatan yang minim dan kondisi kekurangan pengetahuan untuk pengelolaan sumber daya. Hal ini terus meningkat kala kondisi Aceh atau suatu daerah tertentu dihadapi dengan kondisi-kondisi bencana alam yang membatasi perputaran ekonomi dan kelancaran aktifitas normal harian seperti kondisi oleh pandemi covid-19 dan bencana alam. Untuk mendukung upaya dalam membantu masyarakat kecil yang terdampak ekonomi maka diperlukan peran akademisi, mahasiswa, masyarakat lainnya untuk bersama-sama membantu menyelesaikan masalah yang ada disekitar salah staunya dengan mengadakan bakti sosial dan pelaksanaan pelatihan secara berkelanjutan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu masyarakat, membangun rasa empati antar sesama dan membantu meningkatkan pengetahuan untuk pengelolaan sumber daya. Hasil yang diperoleh adalah penyaluran bakti sosial yang disalurkan tepat sasaran dan pengadaan pelatihan atau kunjungan relawan yang dilakukan akan bersifat berkelanjutan.  Kata Kunci: Ekonomi, bakti sosial, covid-19, bencana alam.
Performance of Sharia Public Companies During the Covid-19: An Altman Z-Score Analysis Didi Asmadi; Sri Rahmawati; Muhammad Ihsan
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v12i1.14884

Abstract

This research aims to assess and analyze the financial performance of public companies operating under the Sharia category during the Covid-19 pandemic. The Altman Z-Score method, which utilizes four parameters and secondary data, was employed to investigate the 2020 financial statements of 30 companies listed in the Sharia category in JII. The study findings indicate that three companies exhibited potential bankruptcy as their Z-Score value was less than 1.1, while three other companies were susceptible to bankruptcy with a Z-Score value between 1.1 and 2.6. In contrast, 24 companies were classified as financially healthy since their Z-Score value was greater than 2.6. To mitigate the risk of bankruptcy, management is advised to implement effective debt restructuring and management strategies while examining best practices from companies that thrived during the pandemic. This research underscores the effectiveness of the Altman Z-Score method in assessing financial performance, identifying financial issues, predicting bankruptcy, and evaluating a company's financial health level.======================================================================================================== ABSTRAK – Kinerja Perusahaan Publik Syariah Pada Masa Pandemi Covid-19: Analisis Altman Z-Score. Penelitian in bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kinerja perusahaan terbuka kategori syariah pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode Altman Z-Score dengan empat parameter dan data sekunder yaitu laporan keuangan tahunan perusahaan periode 2020, dengan sampel penelitian berjumlah 30 perusahaan terbuka kategori syariah dalam JII. Hasil penelitian menunjukkan 3 perusahaan berpotensi bangkrut karena nilai Z-Score kurang dari 1,1, dan 3 perusahaan berpotensi rawan bangkrut karena nilai Z-Score antara 1,1 dan 2,6, serta ada 24 perusahaan dalam kategori sehat karena Z-Score lebih dari 2,6. Untuk mengantisipasi potensi kebangkrutan, manajemen diharapkan dapat menerapkan strategi rekstrukturisasi manajemen dan utang serta melihat praktik baik perusahaan yang mampu bertahan dimasa pandemi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa metode Altman Z-Score mampu mengevaluasi kinerja, mendeteksi masalah keuangan, memprediksi kebangkrutan, dan dapat mengukur tingkat kesehatan keuangan perusahaan.
ANALISIS ALIRAN PROSES DAN PENGUKURAN WAKTU KERJA PADA PROSES PRODUKSI HOSPITAL EQUIPMENT: STUDI KASUS Sri Rahmawati; Sarika Zuhri; Riski Arifin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i1.13756

Abstract

PT XYZ merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak dalam memproduksi produk-produk alat kebutuhan rumah sakit seperti comfot Bed, Baby basket, whellchair, Medicine cabinet, homecare Bed, waiting chair, Supra bed (elektrik dan manual) dan sebagainya. Salah satu produk yang diproduksi untuk ekspor adalah produk trandgate 26. Pengerjaan produk ini dilakukan dengan 7 tahapan proses, dimana setiap prosesnya dilakukan oleh pekerja manusia. Produk ekspor ini memiliki standar sesuai negara tujuan, sehingga perlu adanya  perancangan aliran proses dan pengukuran waktu sebagai standart bagi para pekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya. Dalam  pekerjaan oleh manusia, pengukuran waktu kerja mempertimbangkan faktor kelonggaran, hal ini bertujuan untuk memberikan kebutuhan pribadi, menghilangkan rasa lelah dan hambatan yang tidak dapat dihindari sehingga akan menjaga peoduktivitas pekerja. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisa aliran proses produksi trandgate 26 serta menghitung waktu kerja yang dibutuhkan dengan pertimbangan kelonggaran yang dibenarkan untuk menyelesaikan satu unit produk. Hal ini dilakukan sebagai penetapan waktu standar yang dapat digunakan oleh perusahaan. Aliran proses disajikan dengan bantuan operational proses chart sedangkan metode yang digunakan dalam perhitungan jam kerja adalah menggunakan Stopwatch  time study. Metode ini relevan digunakan pada pekerjaan yang dilakukan secara berulang. Pengamatan dilakukan oleh peneliti selama satu bulan pada enam proses. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa total waktu siklus yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu unit produk trandgate 26 adalah 7,276 jam per unit. Waktu ini kemudian ditambahkan dengan kelonggaran (allowance) yang ditentukan bersama pihak manajer perusahaan, sehingga dihasilkan waktu baku sebagai standar waktu kerja produksi produk trandgate 26 selama 11, 95 jam per unit.
Optimization of the jaloe kayoh seat design using the quality function deployment (QFD) method based on anthropometric measurements of the Acehnese Society Akram Tamlicha; Samsul Rizal; Iskandar Hasanuddin; M.M. Noor; Rahmad Ferdiansyah; Sri Rahmawati; Nazaruddin Nazaruddin
Jurnal POLIMESIN Vol 21, No 2 (2023): April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v21i2.3202

Abstract

Jaloe Kayoh is a traditional canoe used by Aceh's fishing communities to catch fish in downstream rivers and shallow waters. The current Jaloe Kayoh design does not meet ergonomic aspects, especially in the user's seat position component. It is known from the results of distributing the Nordic Body Map (NBM) questionnaire at the initial stage of the study which was distributed to 30 respondents, that 9 out of 27 fisherman's body parts were in the "very high" complaint score. This complaint is also supported by data on the user's sitting position by bending the legs to form an angle of 70°, while the ideal sitting position is with the body upright and bending the legs at an angle of 90°-135°. Because this can lead to complaints that have an impact on the risk of long-term injury such as Musculoskeletal Disorders (MSDs) so this study aims to design a seat for Jaloe Kayoh users according to anthropometric measurements to avoid the risk of long-term injury. The design of the Jaloe Kayoh stand was carried out using the anthropometric approach of Acehnese fishermen and the Quality Function Deployment (QFD) method as a reference for researchers to determine the design according to the wishes of the user. The anthropometric dimensions used in this design are popliteal height (PH), buttock-popliteal length (BPL), hip breadth (HB), backrest height (BH), elbow rest height (ERH), and shoulder breadth (SB). Data Calculation from anthropometry produces the 5th, 50th and 95th percentile measurements, which will be used in designing the seat position for Jaloe Kayoh users. The three percentile values result in a new measure of the design; PH is 39.31 cm; BPL of 48.43 cm; HB is 40.31 cm; BH is 61.37 cm; ERH of 100o; SB is 52.26 cm. So based on the QFD method produced by the house of quality, it produces a design for the Jaloe Kayoh seat position that is in accordance with what the user wants
Pemanfaatan Metode Survei sebagai Strategi Evaluasi Kegiatan Asistensi Mengajar dalam Mendukung Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Sri Rahmawati; Irhamni Irhamni; Nurlaili Nurlaili; Suhendrayatna Suhendrayatna; Syaiful Huzni; Marwan Marwan; Aman Yaman; Muhammad Syukri; Sarika Zuhri
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.5.1.102-115

Abstract

Pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) tahun 2022 telah dilakukan pada bulan Agustus semester ganjil tahun 2022-2023. Peserta yang mengikuti program ini sebanyak 241 mahasiswa skema MBKM ISS dan 2.318 mahasiswa skema MBKM USK Unggul yang merupakan salah satu inovasi yang dikemas oleh USK dalam meningkatkan keikutsertaan mahasiswa MBKM. Pelaksanaan MBKM ini melibatkan 116 mitra skema ISS dan 486 mitra skema USK Unggul. Khususnya pada kegiatan MBKM Asistensi Mengajar diikuti oleh 1.252 mahasiswa, sehingga survey pada kegiatan ini dilakukan secara bertahap oleh tim universitas. Adapun tujuan pemanfaatan metode survei sebagai strategi evaluasi kegiatan ini adalah untuk dapat memastikan bahwa kegiatan asistensi mengajar di lapangan berjalan sesuai panduan MBKM USK tahun 2020. Metode survei dilakukan melalui pengamatan secara langsung kepada mitra kegiatan asistensi mengajar yaitu melalui wawancara dan penyebaran kuesioner kepada responden menggunakan google forms. Strategi evaluasi kegiatan dilakukan kepada semua yang terlibat, yaitu peserta didik, dosen pembimbing lapangan (DPL) dan sekolah sebagai mitra. Hasil pemanfaatan metode ini secara umum menjelaskan bahwa kegiatan asistensi mengajar telah berjalan tertib, aman, dan lancar tanpa adanya kendala yang berarti. Mahasiswa mejalankan tugas dan kegiatan secara terstruktur didampingi oleh pembimbing lapangan serta dosen. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kasus minor (kecil) yang terjadi di beberapa lokasi tertentu dan dapat ditanggulangi segera pada saat pelaksanaan kegiatan. Kasus-kasus minor yang tidak dominan dan tidak terjadi di seluruh lokasi tersebut dipelajari dan diperbaiki oleh semua pemangku kepentingan termasuk pimpinan universitas sehingga kendala pada pelaksanaan kegiatan asistensi mengajar saat ini, menjadi pembelajaran perbaikan lebih baik untuk kegiatan ke depan.
The PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PADA GUDANG DISTRIBUSI DENGAN PENDEKATAN OBJECT ORIENTED ANALYSIS DESIGN Sri Rahmawati; Sarika Zuhri; Febi Silvia Alfina
Jurnal Sistem Informasi Bisnis (JUNSIBI) Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Sistem Informasi Bisnis (JUNSIBI)
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro 1957

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/junsibi.v4i2.922

Abstract

PT M Jusuf & Sons yang berlokasi di provinsi Aceh merupakan gudang distributor minuman Coca-Cola. Implementasi sistem informasi di gudang perusahaan ini masih menggunakan kertas dan pencatatan secara manual, sehingga berpotensi menimbulkan terjadinya risiko seperti kehilangan atau kesalahan pada informasi data barang yang dimiliki di gudang. Penelitian bertujuan untuk merancang basis data (database) sistem informasi gudang distribusi agar data yang dimiliki dapat tersimpan dan digunakan dengan baik sehingga mengurangi kesalahan informasi data. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis desain yang berorientasi objek atau Object Oriented Analysis Design (OOAD). Pendekatan ini terbagi menjadi dua bagian yakni Object Oriented Analysis (OOA) untuk menganalisis masalah sistem informasi dan Object Oriented Design (OOD) untuk merancang sistem, dimana tahap perancangan terdiri dari desain use case diagram, class diagram, activity diagram, sequence diagram, collaboration diagram. Perancangan database menggunakan software Microsoft Access. Hasil rancangan sistem informasi pada gudang distribusi ini berupa database barang masuk dan barang keluar beserta informasi sisa stok barang yang ada di gudang. Informasi ini dapat digunakan oleh perusahaan untuk memonitoring persediaan di gudang dan banyaknya barang yang dapat didistribusikan ke setiap outlet distribusi secara waktu riil. Sebelum masuk ke menu halaman utama, sistem informasi database didesain mengharuskan pengguna mengisi menu login untuk menjaga akses akun tetap aman.
Pemodelan dan Perbaikan Proses Bisnis Pemenuhan Pesanan Kopi dengan Metode Business Process Management (Studi Kasus Bawadi Coffee) Nur Izzaty; Elviza Masyurah; Hasan Yudie Sastra; Sri Rahmawati
Industrika : Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 7 No. 3 (2023): Industrika: Jurnal Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coffee is one of Indonesia’s leading commodities which has enormous demand both from domestic and global market. The increasing number of requests makes suppliers and producers of coffee-based products not always able to fulfil the demands due to non-standard and inflexible business processes. This study examined the coffee demand fulfilment business process at SME BC, a producer of Gayo Arabica coffee powder, employing the Business Process Management (BPM). The business process modelling was conducted using Business Process Model and Notation (BPMN) and the simulation with Software Bizagi Modeler. The as-is model resulted in 37 activities with total time of 1,165 minutes, while the proposed to-be model resulted in 33 activities with total time of 183 minutes. The comparison with Devil’s Quadrangle, time-wise and flexibility-wise, between the as-is and to-be model indicated increases in time efficiency of 84% and process flexibility by 11%. Keywords: BPMN, Business Process Management, Devil’s quadrangle, Value added analysis