Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Layanan Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Self-Esteem Siswa Dachmiati, Sabrina; Amalia, Rizki
JURNAL FOKUS KONSELING Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : STKIP Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26638/jfk.405.2099

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to test the effectiveness of group guidance in improving students self-esteem SMAN 1 Cariu Bogor. The research method used is quantitative method with quasi-experiment approach. The study population was 148 students of class X. Samples taken by using sample quota samples were 16 students, divided into two groups; experimental groups and control groups. Self-esteem instruments are used to find out the students self-esteem level by 20 items. Data analysis techniques using percentage of questionnaire results. The conclusion of this research is the effective group counseling service in improving students self-esteem.Keywords: guidance group, self-esteem.
The Correlation of Midwife’s Knowledge About BLS (Basic Life Support) and Emergency Service Response Time On Patients In IRD Obgyn RSUD Dr. Soetomo Surabaya Amalia, Rizki
Journal of Ners and Midwifery Vol 4, No 2 (2017): Journal of Ners and Midwifery
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.948 KB) | DOI: 10.26699/jnk.v4i2.ART.p111-114

Abstract

The emergency service principle is Time Saving is Life Saving, primarily on the Priority 1 patients. The lack of nurse knowledge level about BLS is one of factors that can slowing down the midwife response time in treating patient of Priority 1 thus the risk of defect and death will be increasingly high. The purpose of this research was to know the correlation of midwife knowledge level about BLS and the emergency service response time on the Priority 1 patients at the Emergency Unit Acceptance Room of Soetomo Hospital of Surabaya.Design of this research used the observational analytical method with the Time Series approach. Population used was the nurses of Emergency Unit Acceptance Room of Soetomo Hospital of Surabaya, on Mei 2017. Samples taken were of 21 respondents by the Total Sampling technique. Data taking was done by using questionnaire and observation sheets. After data were tabulated, then they were analyzed using the statistical test of Spearman’s Rho Correlation with r £ 0.05.            The research results indicated that almost partly (42.9%) of respondents had the good knowledge level and largely (61.9%) of respondents had the fast response time. Based on the statistical test it was obtained results that there was correlation of the midwife knowledge level about BLS and the emergency service response time with r = 0.000.            Viewed the results of this research, it could be concluded that the better the nurse knowledge level about BLS then the faster the emergency service response time. It is needed the existence of the improvement effort of midwife knowledge about BLS by means the training and workshop so that the midwife response time increasingly fast.
KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP KUBUS DAN BALOK PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SE KECEMATAN ALALAK TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Amalia, Rizki; Islami, Ayu Mulia
EDU-MAT Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman konsep sangat penting bagi siswa dikarenakan konsep mate­matika saling berhubungan. Berdasarkan hasil penelitian dan wawancara terlihat kemam­puan pemahaman konsep matematis siswa dalam materi kubus serta balok rendah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, bertujuan mengetahui ke­mam­­­puan pemahaman konsep kubus serta balok siswa SMP Negeri kelas VIII se-keca­matan Alalak. Seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri se-kecamatan Alalak tahun pela­jaran 2016/2017 sebagai populasi dimanasampel diambil dari kelas VIII seba­nyak 30% dari tiap SMP Negeri kecamatan Alalak dengan teknik purposive sam­pling. Tek­nik pengumpulan data menggunakan tes, sedangkan teknik analisisnya meng­gu­na­kan persentase serta rata-rata. Hasil penelitian memperlihatkan kemam­puan pema­ha­man konsep kubus serta balok siswa kelas VIII SMP Negeri se-keca­matan Alalak terkualifikasi sangat tinggi dan tinggi serta nilai rata-rata pemahaman konsep mate­matikanya terkategori baik. Kata Kunci: Kemampuan pemahaman konsep, kubus dan balok.
Kemampuan Berpikir Matematis Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Geometri Amalia, Rizki
EDU-MAT Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir matematis adalah salah satu kemampuan yang terdapat pada matematika. Kemampuan berpikir matematis terdiri dari kemampuan berpikir tingkat rendah dan tingkat tinggi. Pada perguruan tinggi dilatih untuk memecahkan permasalahan pada kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi. Kemampuan analisis merupakan kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi. Kemampuan analisis terdapat pada salah matu kuliah di pendidikan matematika yaitu geometri. Berdasarkan pengalaman peneliti yang telah mengajar mata kuliah geometri, kemampuan analisis siswa dalam mengerjakan soal geometri perlu dilatih. Hal ini bertujuan agar ketika mengajar di sekolah kelak, calon guru ini dapat menginterpretasikan soal dengan baik dan benar. Kemampuan analisis adalah kemampuan yang dimiliki oleh siswa untuk memilah, mengenal ataupun menguraikan suatu masalah menjadi bagian-bagian sehingga menjadi jelas dan dapat dipahami hubungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir matematis mahasiswa dalam menyelesaikan masalah geomteri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan instrumen tes kemampuan berpikir matematis dan dianalisis menggunakan statistika deskriptif yaitu rata-rata dan persentase. Dilaksanakan pada mahasiswa semester satu Tahun Pelajaran 2016-2017 pada mata kuliah geometri.. Hasil penelitian ini adalah rata-rata kemampuan berpikir matematis mahasiswa masih pada nilai C+, rata-rata nilai kemampuan analisis hubungan lebih tinggi daripada rata-rata nilai kemampuan analisis terhadap aturan. Beberapa kendala yag terdapat dalam kemampuan berpikir matematis mahasiswa khususnya kemampuan analisis adalah mengklasifikasikan kata-kata, frase-frase, atau pertanyaan-pertanyaan dengan menggunakan kriteria analitik tertentu, meramalkan sifat-sifat khusus tertentu yang tidak disebutkan secara jelas, mengetengahkan pola, tata, atau pengaturan materi dengan menggunakan kriteria seperti relevansi, sebab akibat dan peruntutan.
ANALISIS YURIDIS PENEGAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP TINDAK PIDANA PENIPUAN BISNIS ONLINE AMALIA, RIZKI
JURNAL POENALE Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Poenale
Publisher : FAKULTAS HUKUM UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu modus kejahatan yang berkembang pada saat ini adalah Kejahatan yang sering terjadi dalam media internet adalah penipuan dengan mengatasnamakan bisnis online dengan menggunakan media internet. Yang menawarkan berbagai macam produk penjualan yang dijual dengan harga dibawah rata-rata.Demi mendapatkan keuntungan dan memperkaya diri sendiri, para pelakumelanggar aturan dan norma-norma hukum yang berlaku. Dalam skripsi ini akan dibahas bagaimana penegakan hukum pidana terhadap tindak pidana penipuan bisnis online, dan faktor-faktor penghambat dalam penegakan hukum pidana. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris.Responden penelitian terdiri dari anggota Kepolisian Daerah Lampung, Pakar Hukum Telematika dan Akademisi Fakultas Hukum Universitas Lampung.Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan studi lapangan.Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa (1) penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana penipuan bisnis onlne dikenakan Pasal 378 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun.Tetapi karena dalam pasal 378 KUHP untuk ancaman pidananya terlalu ringan maka aparat kepolisian juga menggunakan Pasal 28 ayat (1) dan Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sudah mampu menjerat pelaku. (2) faktor penghambat dalam penegakan hukumnya adalah (a) faktor hukumnya sendiri yang dalam hal ini undang-undang yang hukumannya terlalu ringan dan tidak menimbulkan efek jera sehingga masih banyak oknum-oknum yang ingin memanfaatkan keadaan yang ada tanpa memikirkan yang lain, (b) penegakan hukum kurangnya anggota atau  tim penyidik yang benar-benar berkompeten dalam menangani kasus tersebut, (c) sarana dan fasilitas yang belum sepenuhnya memadai seperti anggaran yang terkadang ridak mencukupi.Kata Kunci : Penegakan Hukum Pidana, Tindak Pidana Penipuan, Bisnis OnlineDaftar PustakaLitelaturAndrisman, Tri. 2013. Asas dan Dasar Aturan Umum Hukum Pidana Indonesia Serta Perkembangannya Dalam Konsep KUHP 2013. Anugrah Utama Raharja, Bandar LampungFarid, Zainal Abidin. 2007, Asas-Asas Hukum Pidana. Sinar Grafika. JakartaHamzah, Andi. 1987. Aspek-Aspek Di Bidang Komputer. Rineka Cipta. JakartaSoekanto, Soerjono. 1983. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Rajawali, JakartaSudarto. 2006. Kapita Selekta Hukum Pidana. Alumni. Bandung               2007. Hukum dan Hukum Pidana. Alumni. Bandung.Suhariyanto, Budi. 2012. Tindak Pidana Teknologi Informasi (Cybercrime), Urgensi Pengaturan Dan Celah Hukumnya. Rajawali Pers, JakartaWahidi, Abdul dan M. Labib. 2005. Kejahatan Mayantara (cybercrime). Refikka Aditama, Bandung Perundang-undangan.Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi ElektronikKitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Mediawww.audiogone.comhttp://id.wikipedia.orghttp://www.entrepreneurmuslim.comhttp://www.entrepreneurmuslim.com contact person: 081273853070
Hubungan tingkat pengetahuan bidan tentang BLS (Basic Life Support) dengan waktu tanggap pelayanan gawat darurat pada pasien di IRD Obgyn RSUD Dr. Soetomo Surabaya Amalia, Rizki
Journal of Ners and Midwifery Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.394 KB) | DOI: 10.26699/jnk.v4i2.ART.p111-114

Abstract

Abstract: The emergency service principle is Time Saving is Life Saving, primarily on the Priority 1 patients. The lack of midwife knowledge about BLS is one of factors that can decrease the response time in treating of Priority 1 patient, thus the risk of imperfection and mortality will be increasingly high. The purpose of this research was to know the correlation of midwife knowledge about BLS and the emer- gency service response time on the Priority 1 patients at the Emergency Unit of RSUD Dr Soetomo Surabaya. Method: Design of this research used observational analytical method with the Time Series approach. The population used nurses of Emergency Unit of RSUD Dr Soetomo Surabaya, on May 2017. The samples were 21 respondents by Total Sampling technique. The data collection was done by using questionnaire and observation sheets. After data were tabulated, then they were analyzed using the statistical test of Spearman’s Rho Correlation with   0.05. Result: The results indicated that almost half (42.9%) of respondents had good knowledge level and more than half (61.9%) of respondents had the fast response time. The statistical test obtained results that there was correlation of the midwife knowledge level about BLS and the emergency service response time with  = 0.000. Based on the results of this research, it could be concluded that the better knowledge level about BLS the faster the emergency service response time. It was needed to improve midwife knowledge about BLS by means the training and workshop so that the midwife response time increasingly fast.Keywords: knowledge, behavior, breast self-examination Abstrak: Prinsip pelayanan gawat darurat adalah Time Saving is Life Saving, terutama pada pasien Prioritas1 di RSUD Dr soetomo Surabaya . Kurangnya tingkat pengetahuan bidan tentang BLS merupakan salah satu faktor yang dapat memperlambat waktu tanggap bidan dalam menangani pasien Prioritas 1 sehingga resiko terjadinya kecacatan dan kematian akan semakin tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang BLS dengan waktu tanggap pelayanan gawat darurat pada pasien Prioritas 1 di RSUD Dr soetomo Surabaya. Metodologi: Desain penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan Time Series. Populasi yang digunakan yaitu bidan Kamar Terima IGD OBGYN RSUD Dr soetomo Surabaya, pada bulan Mei 2017. Sampel diambil sebesar 21 responden dengan teknik Total Sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Setelah data ditabulasi, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Spearman’s Rho Corre- lation dengan   0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa hampir sebagian (42,9%) responden memiliki tingkat pengetahuan baik dan sebagian besar (61,9%) responden memiliki waktu tanggap cepat. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh hasil ada hubungan tingkat pengetahuan bidan tentang BLS dengan waktu tanggap pelayanan gawat darurat dengan  = 0,000. Melihat hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan bidan tentang BLS maka semakin cepat waktu tanggap pelayanan gawat daruratnya. Perlu adanya usaha peningkatan pengetahuan bidan tentang BLS melalui pelatihan dan workshop agar waktu tanggap Bidan semakin cepat.Kata kunci: Pengetahuan, Basic Life Support, waktu tanggap, pelayanan gawat darurat, triase prioritas
Tawuran Pelajar: Solidarity in the Student Group and its Influence on Brawl Behaviour Malihah, Elly; Maftuh, Bunyamin; Amalia, Rizki
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 6, No 2 (2014): Komunitas, September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v6i2.3301

Abstract

This research is motivated by the reality of the student brawls as a result of increasing solidarity within the students group. This problem emerges as a challenging issue for our education. This study aims to find an answer to the question of how solidarity within student groups in influencing the brawl behavior. The study used a qualitative approach and case study method. Data was collected through interviews, observation, documentary studies, and literature. The findings of the study are: (1) the brawl between students is triggered by hostility, disputes, or conflicts among student groups. (2) The recruitment process of a student groups is natural and based on the proximity of their house location or place of residence, mutual interests, as well as their hang out place. (3) The process of solidarity formation among group members begins with the casual interaction, carrying out activities together, and establishing the feeling of unity. (4) This established group solidarity leads the students to conduct the brawls when their group is under the threat from the other groups. The students will also do the brawls when there are conflicts among students groups and they fail to fulfill their developmental needs as a teenager.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas maraknya tawuran dikalangan pelajar sebagai dampak dari meningkatnya solidaritas dalam kelompok. Masalah tersebut menjadi tantangan dunia pendidikan. Penelitian ini ingin memperoleh jawaban atas pertanyaan bagaimana solidaritas pada kelompok pelajar dalam mempengaruhi perilaku tawuran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan studi literatur. Temuan penelitian: (1) Tawuran antar pelajar yang terjadi dikarenakan perumusuhan, pertikaian atau konflik yang ada diantara kelompok-kelompok pelajar. (2) Proses pelajar menjadi anggota kelompok bersifat alamiah dan didasari karena kedekatan letak rumah atau tempat tinggal, minat yang sama, serta satu tempat tongkrongan. (3) Proses pembentukan solidaritas dimulai dari interaksi diantara sesama anggota kelompok, kegiatan yang dilakukan bersama-sama hingga akhirnya keterlibatan perasaan. (4) Solidaritas yang terbentuk menyebabkan tawuran antar pelajar selama ada ancaman dari kelompok lain, terjadinya konflik diantara kelompok-kelompok pelajar, serta tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan perkembangan pelajar sebagai remaja.
EFEKTIVITAS LAYANAN INFORMASI MENGGUNAKAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENGURANGI PERILAKU MEROKOK PADA SISWA MTS AL-AZHAR KECAMATAN ALALAK KABUPATEN BARITO KUALA TAHUN PELAJARAN 2017/2018 amalia, rizki; Hamzah, Hamzah; Fauzi, Zainal
JURNAL MAHASISWA BK AN-NUR : BERBEDA, BERMAKNA, MULIA Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.575 KB)

Abstract

The problem in this research is that there are some students who are known to have smoked in MTs Al-Azhar. The purpose of this study was to determine differences in the level of smoking behavior before and after students treated. The method used is experimental method with type pre-experimental design in the form of One Group Pretest-Posttest Design. The method of solving the problem is to provide information services using audiovisual media on the sample after the pre-test. The population is the entire class VIII MTs Al-Azhar and the sample is one class of 30 students. The sampling technique in this research is purposive sampling. Data analysis techniques used in this study are descriptive statistics and inferential statistics Wilcoxon test with the help of SPSS application version 22. Based on the results of descriptive analysis obtained pretest results of 37% and posttest of 32%. Then based on Wilcoxon test statistical analysis results with the help of SPSS 22 applications obtained Zhitung of -3.817 with 5% significance level of 0.05 and Asymp.Sig = 0,000. Because Asymp.Sig = 0.000 <0.05, Ha is accepted and Ho is rejected so it can be concluded that there is a significant difference of smoking behavior of grade VIII students of MTs Al Azhar Alalak Sub-district, Barito Kuala District in the year 2017/2018 between before and after given information service using audiovisual media. Keywords: Information Services; Audiovisual Media; Smoking Behavior
Behavior of Light Category Autism Children In Sensorymotor Playing In TK Talenta Semarang Amalia, Rizki; Windiarti, Rina
BELIA: Early Childhood Education Papers Vol 7 No 1 (2018): June 2018
Publisher : Jurusan PGPAUD FIP UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problem in this research is the behavior of children with autism is different from the behavior of light category children without special needs while it is playing. Sensorymotor ability of autistic children seen by playing sensorymotor. Sensorymotor play to help reveal stimuli through the senses that occur physical relationship with the environment. This study aims to explain the behavior of autistic children in the lightweight category as well as contributing factors sensorymotor play activities of children with autism, light category in TK Talenta Semarang. This research is a qualitative descriptive study and using the method of observation, interviews, and documentation of the data it collects. Determination of informants is purposive sampling informants selected is one parent with a child with autism is the mother, two teachers and three students of the class with children with autism. Data analysis techniques using Miles and Huberman. This research was conducted in TK Talenta Semarang. TK Semarang is an inclusive school that accepts students with various needs of children without any distinction as well as children with autism. The result of this research is the behavior of children with autism in sensorymotor play in TK Talenta Semarang deficient behavior and excessive behavior. Behavior deficient characterized by lack of focuschildren in learning activities, while the excessive &nbsp;behavior characterized by an aggressive child behavior, run-run-off, and hurt others. Factors supporting the activity of sensorymotor play in TK Talenta Semarang is learning very comfortable room for props complete and their students are taught to accept the advantages and disadvantages of his friends. Teacher motivation is very important in the learning process of encouragement contained in a person to try to establish behavioral changes that better meet their needs.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI KEGIATAN MENGGAMBAR PADA ANAK KELOMPOK B PAUD TERPADU AL-IKHLAS KEC. BANGKINANG KOTA Pahrul, Yolanda; Amalia, Rizki
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 1 (2019): April 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.048 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v3i1.250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil belajar melalui kegiatan menggambar dalam meningkatkan kemampuan berbicara. Penelitian ini dilakukan di paud terpadu al-ikhlas kec. bangkinang kota pada bulan Juli 2018. Subjek penelitian adalah kelompok B sebanyak 16 siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan. Prosedur penelitian terdiri dari: perencanaan, tindakan dan observasi, refleksi. Dilakukan untuk 10 pertemuan dibagi menjadi dua siklus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif. Pra siklus dilakukan untuk menentukan persentase kemampuan berbicara sebesar 49,19%, meningkat menjadi 66,35% setelah siklus pertama, dan meningkat menjadi 87% setelah siklus kedua. Kemampuan berbicara dapat dikembangkan melalui kegiatan menggambar, di mana melalui menggambar anak-anak dapat mengkomunikasikan perasaannya. Menggambar adalah kegiatan yang sangat menyenangkan bagi anak-anak.