Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keikutsertaan Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil Ramadhani Syafitri Nasution; Hasanah Pratiwi Harahap
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 10 No 01 (2020): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Sek
Publisher : Q PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jiki.v10i01.427

Abstract

Kelas ibu hamil salah satu bentuk pendidikan prenatal yang dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan perubahan perilaku positif sehingga ibu diharapkan memeriksakan kehamilan dan melahirkan ke tenaga kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui apa-apa saja faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan kelas ibu hamil. Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh ibu hamil trimester III yang berada di Desa Pasar Batahan Tahun 2018 sebanyak 31 orang dengan teknik total populasi, dengan data primer dan data sekunder dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Dari hasil penelitian 31 responden (100%), Pengetahuan responden mayoritas berpengetahuan kurang sebanyak 12 responden (38,7%), Umur yang beresiko sebanyak 18 responden (58,1%), yang bekerja sebanyak 20 responden (64,5%), dengan paritas multigravida sebanyak 17 responden 54,8%), diperoleh ada hubungan pengetahuan dan umur, dan tidak ada hubungan pekerjaan dan paritas dengan keikutsertaan kelas ibu hamil.Kesimpulan dari penelitian ini faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan pelaksanaan kelas ibu hamil adalah pengetahuan dan umur. Diharapkan bagi ibu hamil mengikuti kelas ibu hamil secara rutin agar dapat mengenali secara dini bahaya pada masa kehamilan sehingga apabila ada sesuatu yang menjadi keluhan agar dapat segera diatasi atau dikonsultasikan dengan petugas kesehatan sehingga ibu terhindar dari hal-hal yang membahayakan kesehatan ibu dan bayi.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEIKUTSERTAAN IBU HAMIL DALAM MELAKUKAN SKRINING HIV/AIDS DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS STABAT LAMA Siti Fatimah Soli; Thomson P Nadapdap; Ramadhani Syafitri Nasution
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1752

Abstract

AbstrakKasus HIV/AIDS di Indonesia semakin meningkat. Pada tahun  2018 dari 5.291.143 ibu hamil, yang melakukan skrining HIV sebanyak 761.337 ibu hamil (13,38%). Hasil survei awal di didapat ibu hamil yang melakukan skrining HIV sebanyak 39 orang (4,2%) dari 926 ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi keikutsertaan ibu hamil melakukan skrining HIV/AIDS. Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh ibu hamil sebanyak 926 orang dengan sampel menggunakan teknik random sampling sebanyak 90 ibu. Analisa data yang digunakan yaitu uji regresi binary logistic.  Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan memiliki nilai sig-p 0,045 < 0,05, sikap sig-p 0,005 < 0,05, jarak sig-p 0,011 < 0,05 dan dukungan kelurga sig-p 0,033 < 0,05, sedangkan peran tenaga kesehatan sig-p 0,412 > 0,05. Kesimpulan penelitian ini ada pengaruh pengetahuan, sikap, jarak dan dukungan keluarga terhadap keikutsertaan ibu hamil melakukan skrining HIV/AIDS, sedangkan peran tenaga kesehatan tidak memiliki pengaruh terhadap keikutsertaan ibu hamil melakukan skrining HIV/AIDS. Diharapkan dapat mendorong ibu hamil agar lebih aktif untuk ikut melakukan skrining HIV untuk mencegah penyakit HIV/AIDS bagi dirinya dan juga bagi bayi yang dikandungnya.Kata Kunci: Faktor yang Mempengaruhi, Keikutsertaan, Skrining HIV/AIDS
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI IMPLANT PADA IBU PASANGAN USIA SUBUR (PUS) D PUSKESMAS AEK NAULI KEC.SIANTAR SELATAN KOTA PEMATANG SIANTAR TAHUN 2017. Ramadhani Syafitri Nasution; Rapida Saragih
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 5 No. 1 (2019): JIKeb | Maret 2019
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.624 KB) | DOI: 10.33023/jikeb.v5i1.227

Abstract

Tingkat kematian, terutama kematian bayi dan anak, erat kaitannya dengan masalah kualitas penduduk. Untuk meningkatkan kualitas penduduk usaha yang dapat menaikkan tingkat kesehatan, pengetahuan dan sikap serta prilaku masyarakat untuk hidup sehat terus ditingkatkan. Upaya langsung untuk menurunkan kelahiran dilaksanakan melalui program keluarga berencana, yaitu dengan mengajak pasangan usia subur (PUS) agar memakai kontrasepsi. Sedangkan jenis alat kontrasepsi yang dipakai ditingkatkan kepada yang lebih efektif, Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemakaian kontrasepsi implant pada ibu pasangan usia subur (PUS) di Puskesmas Aek Nauli Kec.Siantar Selatan Kota Pematang Siantar Tahun 2017.Jenis penelitian ini adalah survey analitik yang bersifat cross sectional dengan pengolahan data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat, sampel sebanyak 30 orang.Hasil penelitian diperoleh faktor-faktor yang berhubungan dengan pemakaian kontrasepsi implant pada ibu pasangan usia subur (PUS) di Puskesmas Aek Nauli Kec.Siantar Selatan Kota Pematang Siantar yaitu ditinjau dari pendidikan dasar 6 orang (20.0%), Menengah 11 (36.7%), tinggi 13 (43.3%), Faktor pengetahuan baik 3 orang (10.0%), cukup 1 orang (36.7%), kurang 16 orang (53.3%), dari faktor dukungan suami yang mendukung 9 orang (30.0%), tidak mendukung 21 orang (70.0%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara pendidikan, pengetahuan, dan dukungan suami dengan pemakaian kontrasepsi implant, bagi ibu pasangan usia subur (PUS)
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat di Puskesmas Sambirejo Langkat 2021 Yuniati Yuniati; Ramadhani Syafitri Nasution
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.2029

Abstract

Pendahuluan: Pelayanan kesehatan dapat diartikan sebagai sebuah konsep yang diterapkaan untuk memberikan layanan dalam jangka waktu yang lama dan hal ini terus dilakukan kepada publik dan juga masyarakat. Tujuan: untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat di Puskesmas Sambirejo Langkat 2021. Metode: Desain penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Masyarakat berjumlah 8.025 KK, sedangkan sampel yang digunakan adalah accidental sampling dengan rumus Notoadmodjo yaitu sebanyak 99 responden. Jenis data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisa data yang digunakan yaitu analisa univariat dan analisa bivariat, dengan menggunakan uji Chi-Square α = 0,05. Hasil: Berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan Uji Chi-Square test memperlihatkan bahwa nilai signifikan dengan faktor waktu tunggu pelayanan nilai p-value 0.132, faktor pengtahuan  nilai  p-value 0.026, faktor jarak nilai p-value 0.002 dan faktor tradisi/budaya nilai p-value 0.13 di Puskesmas Sambirejo Langkat 2021. Kesimpulan: dalam penelitian ini menunjukkan bahwa secara statistik ada hubungan antara faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Puskesmas Sambirejo Langkat 2021. Disarankan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pemanfaatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan jenis penelitian yang berbeda, sehingga dapat membandingkan dengan peneliti sebelumnya. Kata Kunci:   Waktu Tunggu Pelayanan, Pengetahuan, Jarak, Tradisi/Budaya,  Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Background: Health services can be interpreted as a concept that is applied to provide services in the long term and this continues to be done to the public and also the community. Objective: to find out the factors related to the utilization of health services for the community at the Sambirejo Langkat Health Center 2021. Method: The stuay design was observational analytic with a cross-sectional approach. The populations were 8025 families. The sample was 99 respondents. Data used interviews and documentation. Data were analyzed by using univariate and bivariate analyses with Chi-Square test = 0.05. Result: from analysis used the Chi-Square test, it shows that the value is significant with the service waiting time factor p-value 0.132, knowledge factor p-value 0.026, distance factor p-value 0.002 and tradition/culture factor p-value 0.13 at the Sambirejo Langkat Health Centre 2021. Conclusion: showed that statistically there was a relationship between factors related to the utilization of health services for the community at Sambirejo Langkat Health Centre 2021. It is recommended that further research be carried out on the use of health services for the community with different types of research, so that it can be compared with previous researchers. Keywords:  Service Waiting Time, Knowledge, Distance, Tradition/Culture, Utilization of Health Services
Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Peudada Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen Ramadhani Syafitri Nasution; Hasanah Pratiwi Harahap; Yuka Oktafirnanda
Jurnal Bidan Komunitas Vol 5, No 2 (2022): Edisi Mei
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v5i2.5203

Abstract

Latar belakang: Balita merupakan kelompok yang rawan mengalami masalah gizi. Masalah gizi secara langsung disebabkan oleh asupan yang kurang, dan tingginya penyakit infeksi.Gangguan gizi akibat tidak sesuai asupan dengan kebutuhan tubuh, yang menjadikan rendahnya status gizi yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Tujuan: untuk mengetahui faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Peudada Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen Tahun 2021. Desain: penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian Di Wilayah Kerja Puskesmas Peudada Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen. Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai September 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu yang memiliki Anak balita berjumlah 583 balita. Sampel sebanyak 85 orang, analisa data yang dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: dari hasil uji chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendidikan (p = 0,000 0,05), pendapatan Keluarga (p = 0,000 0,05), Pola Asuh (p = 0,000 0,05) dan riwayat penyakit infeksi (p = 0,000 0,05) dengan Status gizi balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Peudada Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen Tahun 2021. Kesimpulan: ada hubungan antara pendidikan, pendapatan keluarga, Pola asuh dan riwayat penyakit infeksi dengan status gizi balita di wilayah kerja puskesmas Peudada Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen tahun 2021.
Analisis Faktor yang Memengaruhi Ibu Bekerja Tidak Memberikan ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Batu 10 Kecamatan Tanjungpinang Timur Tahun 2021 Evawaty Evawaty; Razia Begum Suroyo; Ramadhani Syafitri Nasution
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2391

Abstract

Kematian bayi yang bersifat infeksi dapat dicegah dengan pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama. Meskipun jumlah ibu yang telah menyadari pentingnya memberikan ASI kepada bayinya makin meningkat, tetapi masih tidak berhasil ibu menyusui sampai 6 bulan. Data Profil Kesehatan Indonesia  menunjukkan bahwa persentasi pemberian ASI Eksklusif pada bayi 0-6 bulan hanya sebesar 61,5%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang memengaruhi ibu bekerja tidak memberikan ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Batu 10 Kec. Tanjung Pinang Timur. Jenis penelitian ini menggunakan mix methods. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 80 orang. Sampel kuantitatif sebanyak 80 orang dan kualitatif sebanyak 5 orang. Metode pengumpulan data melalui wawancara kepada responden menggunakan kusioner dan wawancara secara mendalam kepada informan. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat. Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh pada variabel umur nilai p =0,117, pendidikan p = 0,009, pengetahuan p=0,001, sikap p=0,003, dukungan suami p=0,000 dan pojok ASI p=0.003 dengan faktor yang  paling berpengaruh adalah dukungan suami nilai p= 0.000 exp (B) 345.494. Hasil wawancara menunjukkan ASI ekslusif hanya diberikan kepada anak saat menangis saja. Kesimpulan penelitian adalah ada pengaruh antara pendidikan, pengetahuan, sikap, dukungan suami dan pojok ASI dengan ibu bekerja tidak memberikan ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Batu 10 dan variabel yang paling dominan berpengaruh adalah dukungan suami. Kepada tenaga kesehatan untuk dapat melakukan upaya pendekatan kepada ibu agar memberikan ASI Eksklusif.  Kata Kunci : Umur, Pendidkan, Pengetahuan, Sikap, Dukungan  Suami, Pojok ASI, ASI EksklusifInfant mortality that is infectious can be prevented by exclusive breastfeeding for the first 6 months. Although the number of mothers who have realized the importance of giving breast milk to their babies is increasing, they are still unable to breastfeed until 6 months. Indonesian Health Profile data shows that the percentage of exclusive breastfeeding for infants 0-6 months is only 61.5%. The purpose of this study was to analyze the factors that influence working mothers not to give exclusive breastfeeding in the working area of Batu 10 Health Center, Kec. East Tanjung Pinang. This type of research uses mixed methods. The population in this study were 80 people. Quantitative samples were 80 people and qualitative samples were 5 people. Methods of collecting data through interviews with respondents using questionnaires and in-depth interviews with informants. The data analysis used was univariate, bivariate and multivariate analysis. Based on the results of the chi-square test obtained on the age variable p value = 0.117, education p = 0.009, knowledge p = 0.001, attitude p = 0.003, husband's support p = 0.000 and breastfeeding corner p = 0.003 with the most influential factor is husband's support value p= 0.000 exp (B) 345,494. The results of the interview show that exclusive breastfeeding is only given to children when they cry. The conclusion of the study is that there is an influence between education, knowledge, attitude, husband's support and breastfeeding corner with working mothers not giving exclusive breastfeeding in the Batu 10 Health Center Work Area and the most dominant variable influencing is husband's support. To health workers to be able to make efforts to approach mothers to give exclusive breastfeeding.Keywords : Age, Education, Knowledge, Attitude, Husband's Support, Breastfeeding Corner, Exclusive Breastfeeding
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perubahan Temperatur Terhadap Tubuh Bayi Sesudah 2 Jam Post Partum di Rumah Sakit Columbia Asia Medan Tahun 2021 Novita Sari; Razia Begum Suroyo; Fatma Sylvana Dewi Harahap; Asriwati Asriwati; Ramadhani Syafitri Nasution
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2827

Abstract

Bayi Baru Lahir (BBL) harus menyesuaikan diri dari kehidupan intrauterin ke kehidupan ekstrauterin. Salah satu adaptasi BBL normal adalah mengatur suhu tubuh walaupun BBL sangat rentan untuk mengalami hipotermi, yanag menjadi penyebab yang sangat serius terhadap kesakitan dan kematian BBL. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Temperatur Tubuh Bayi Sesudah 2 jam Post Partum di Rumah Sakit Columbia Asia Medan tahun 2021. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien bayi baru lahir di Rumah Sakit Columbia Asia Medan sebanyak 185 orang pada kurun waktu februari sampai dengan april 2021. Jumlah sampel yang akan di teliti adalah 65 orang. Analisa data dilakukan dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian uji chi square menunjukkan bahwa variabel proses persalinan, suhu ruangan, lampu penghangat, metode skin to skin, mengeringkan bayi dengan seksama, selimut tubuh bayi dan tutup kepala bayi, menunda memandikan bayi 6 jam setelah lahir, bantalan penghangat, apgar score  nilai p-value = 0,000 < α 0,05, artinya ada pengaruh antara proses persalinan , terhadap perubahan temperature tubuh bayi sesudah 2 jam post pastum, dari hasil analisis multivariat didapatkan variabel yang paling berpengaruh dalam penelitian ini adalah variabel metode skin to skin. Kesimpulan ada pengaruh antara proses persalinan, suhu ruangan, lampu penghangat, metode skin to skin, mengeringkan bayi dengan seksama, selimut tubuh bayi dan tutup kepala bayi, menunda memandikan bayi 6 jam setelah lahir, bantalan penghangat, apgar score terhadap perubahan temperature tubuh bayi sesudah 2 jam post pastum. sedangkan analisa multivariat menunjukkan hasil bahwa faktor yang paling dominan adalah variabel metode skin to skin terhadap terhadap perubahan temperatur tubuh bayi sesudah 2 jam post pastum. Disarankan kepada pihak rumah sakit agar dapat meningkatkan kompetensi metode skin to skin kepada perawat atau bidan di Rumah Sakit Columbia Asia Medan dengan cara mengadakan pelatihan dan workshop baik internal maupun eksternal, juga Rumah sakit Columbia Asia medan harus mendukung metode skin to skin dari segi kelengkapan sarana dan prasarana yang menunjang pelayanan metode skin to skin.Kata Kunci : Bayi baru lahir, proses persalinan, metode skin to skinNewborns must adjust from intrauterine life to extrauterine life. One of the adaptations of normal newborns is to regulate body temperature even though they are very susceptible to hypothermia, which is a very serious cause of morbidity and mortality in newborn babies. The purpose of the study was to determine the Factors Affecting Changes in Infant Body Temperature After 2 hours Post Partum at Columbia Asia Hospital Medan in 2021. The research design used in this study was an analytic survey with a cross sectional design. The population in this study were all newborn patients at Columbia Asia Hospital Medan as many as 185 people from February to April 2021. The number of samples to be studied was 65 people. Data analysis was carried out by univariate, bivariate and multivariate analysis. The statistical test used is the chi square test and logistic regression. The results of the chi square test showed that the variables of the labor process, room temperature, heating lamp, skin to skin method, drying the baby thoroughly, baby blanket and baby headgear, delaying bathing the baby 6 hours after birth, heating pads, Apgar score p value -value = 0.000 < 0.05, meaning that there is an influence between the labor process and changes in the baby's body temperature after 2 hours post-pastum, from the results of multivariate analysis, the most influential variable in this study is the skin-to-skin method variable. The conclusion is that there is an influence between the delivery process, room temperature, heating lamp, skin to skin method, drying the baby thoroughly, baby blanket and baby headgear, delaying bathing the baby 6 hours after birth, heating pads, Apgar score on changes in the baby's body temperature after birth. 2 hours post pastum. while the multivariate analysis showed that the most dominant factor was the skin to skin method variable on changes in the baby's body temperature after 2 hours post-paste. It is recommended to the hospital to be able to improve the competence of the skin to skin method for nurses or midwives at Columbia Asia Hospital Medan by conducting training and workshops both internally and externally, also Columbia Asia Medan Hospital must support the skin to skin method in terms of completeness of facilities. and infrastructure that supports the service of the skin to skin method.Keywords : Newborn, delivery process, skin to skin method
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Pada Wanita Usia Subur (Wus) Di Wilayah Kerja Puskesmas Hinai Kiri Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat Sri Rahayu Lestari Abidin; Thomson P Nadapdap; Ramadhani Syafitri Nasution; Sarma Lumban Raja; Mey Elisa Safitri
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 1 No. 1 (2023): Januari: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.578 KB) | DOI: 10.55606/jikg.v1i1.881

Abstract

Upaya pemerintah dalam menangani laju pertumbuhan penduduk di Indonesia adalah dengan mengadakannya program KB nasional. Metode KB yang paling efektif adalah Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Upaya pemerintah dalam menangani laju pertumbuhan penduduk di Indonesia adalah dengan mengadakannya program KB nasional. Metode KB yang paling efektif adalah Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pemakaian metode kontrasepsi jangka panjang pada usia subur (PUS) di wilayah Kerja Puskesmas Hinai Kiri Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat. Desaian penelitian ini menggunakan metode mixed method. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh WUS yang berada di wilayah kerja Hinai Kiri Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat yaitu sebanyak 1.984 akseptor KB, dengan sampel kualitatif sebanyak 95 WUS, untuk sampel kualitatif 3 WUS, 1 bidan, 2 suami. Analisis data memenggunakan alanalisis univariat, bivariat dan mulitivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pengetahuan, sikap, dukungan suami, sosial budaya dan peran petugas kesehatan terhadap pemakaian metode kontrasepsi jangka panjang pada wanita usia subur (WUS) di wilayah Kerja Puskesmas Hinai Kiri Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat. Sedangkan faktor yang paling dominan yaitu pengetahuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pengetahuan, sikap, dukungan suami, sosial budaya dan peran petugas kesehatan terhadap pemakaian metode kontrasepsi jangka panjang pada wanita usia subur (WUS) di wilayah Kerja Puskesmas Hinai Kiri Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat. Disarankan kepada Puskesmas untuk meningkatkan MKJP dan membangun informasi positif tentang penggunaan MKJP dengan melibatkan petugas PLKB desa dan melibatkan akseptor KB sebagai contoh untuk menghilangkan kekhawatiran ibu pus selama ini melalui kegiatan penyuluhan dan wawancara lansung dengan peserta KB sehingga diharapkan dapat meningkatkan pengguna MKJP tersebut.
FAKTOR YANG MEMENGARUHI PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA WILAYAH KERJA PUSKESMAS DUMAI BARAT Rahmania Siregar; Ismail Efendy; Ramadhani Syafitri Nasution
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 12 (2023): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v2i12.1903

Abstract

Lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas baik pria maupun wanita. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Riau penduduk lansia pada tahun 2022 sebanyak 482.933 jiwa. Data bulan Januari 2023–Maret 2023 jumlah lansia yang mengikuti posyandu lansia mengalami penurunan dengan rata-rata kunjungan per bulan sebanyak 20% setiap bulan. Rendahnya kunjungan lansia ke posyandu lansia dapat menyebabkan lansia kurang dapat memantau status kesehatan yang cenderung mengalami gejala penyakit degeneratif yang disebabkan oleh faktor fisik yang melemah. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang memengaruhi pemanfaatan posyandu lansia Wilayah Kerja Puskesmas Dumai Barat. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Populasi penelitian sebanyak 973 responden dan sampel penelitian sebanyak 91 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner. Waktu penelitian bulan September-Oktober 2023. Analisis penelitian ini menggunakan Univariat, Bivariat dan Multivariat. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-squre dan regresi logistik. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian mengenai ada pengaruh Pendidikan p value=0,000, Pekerjaan p value=0,010, Pengetahuan p value=0,000, Sikap p value=0,001, Dukungan Keluarga p value=0,016 dan tidak ada pengaruh Jarak Pelayanan Kesehatan p value=0,627 dengan pemanfaatan posyandu lansia. Berdasarkan hasil uji regresi logistik variabel yang sangat berpengaruh adalah sikap dengan nilai Exp(B) 7,276. Kesimpulan dan Saran: Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dan tidak ada pengaruh jarak pelayanan kesehatan dengan pemanfaatan posyandu lansia Wilayah Kerja Puskesmas Dumai Barat. Diharapkan kepada petugas kesehatan di Puskesmas khususnya agar meningkatkan konseling dan penyuluhan mengenai pentingnya posyandu lansia dan rutin ke posyandu lansia minimal satu kali sebulan agar kondisi lansia tetap terpantau
Factors Affecting the Utilization of the Elderly Posyandu Working Area of the West Dumai Health Center Rahmania Siregar; Ismail Efendy; Ramadhani Syafitri Nasution
PROMOTOR Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v7i1.549

Abstract

Introduction: A person is considered elderly if they are 60 years of age or older, regardless of gender. The Riau Province Central Statistics Agency projects that 482,933 persons will be among the elderly in 2022. According to data spanning from January 2023 to March 2023, there was a 20% monthly decline in the average number of senior individuals visiting Health Care for the senior. Seniors who receive fewer visits from senior Health Care may find it more difficult to keep track of their health and may exhibit signs of degenerative illnesses brought on by compromised physical components. Objective: The purpose of this study is to identify the variables that affect how often the elderly in the West Dumai Health Center Working Area use Health Care. Method: In this study, stratified random sampling and quantitative techniques with a cross-sectional design were used. There were 973 respondents in the research population, and 91 respondents made up the research sample. In this study, a questionnaire is used. This study was conducted from September to October 2023. Univariate, bivariate, and multivariate analyses were used. Logistic regression and the chi-square test were the statistical tests that were employed. Result: The research results showed that there was an influence of Education p value=0.000, Occupation p value=0.010, Knowledge p value=0.000, Attitude p value=0.001, Family Support p value=0.016 and no influence of Distance to Health Services p value=0.627 with the use of Health Care for the elderly. Based on the results of the logistic regression test, the most influential variable is attitude with an Exp(B) value of 7.276. Conclusion: The study's findings indicated that while the distance between health services and the use of Health Care by the elderly in the West Dumai Health Center Working Area is unaffected, education, employment, knowledge, attitudes, and family support are. To keep an eye on the elderly's condition, it was desired that health professionals, especially those at Community Health Centers, would provide more counseling and education on the value of Health Care for the elderly and routinely visit Health Care for the elderly at least once a month.